Category: Teknologi Informasi

IMG-20171113-WA0071

ULTAH KE-46 , SWIBA TETAP EKSIS

Bupati Karanganyar saat memberikan sambutan dalam acara Temu Sahabat dan Sarasehan bersama Pendengar SWIBA.

Karanganyar – 12 November 2017

Memasuki usia ke-46, Radio SWIBA mengadakan Kegiatan Temu Sahabat dan Sarasehan dengan Pendengar SWIBA, Minggu Malam (12/11) di Halaman LPPL SWIBA, Jalan Lawu Timur Karanganyar.

Acara ini dihadiri oleh Bupati dan Wakil bupati karanganyar, Ketua DPRD, Kepala Organisasi Perangkat Daerah, Direktur BUMN dan BUMD serta KOPENSA.

“Kita sama-sama berdoa semoga di ultahnya ini SWIBA semakin jaya, mantap, dan akan tetap terus mengudara,” Ujar Bupati Karanganyar.

Juliyatmono mengatakan bahwa melalui SWIBA keroncong tetap eksis di Karanganyar dan menjadi media yang tepat untuk mendengarkan lagu-lagu keroncong.

Dengan mengambil tema “Bersama Komunitas Pendengar Radio SWIBA, Menyemarakkan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke-100 dan Ulang Tahun SWIBA ke-46”, diharapkan dapat menjaga silaturahmi dan menjadi media perekat antara KOPENSA  dan SWIBA.

Dalam sambutan Ketua Dewan Pengawas LPPL, H. Suparmi, SE mengatakan bahwa KOPENSA telas menjadi jiwa yang tidak pernah terpisahkan dan sangat berharga bagi SWIBA. LPPL harus benar-benar berpacu dalam meningkatkan pelayanan dan kompetisi demi keberlangsungan dan kemajuan kepenyiaran di Karanganyar.

“Dengan adanya LPPL ada keleluasaan dalam mengaktualisasikan diri, menjadi penyampai informasi yang benar sekaligus menjadi pemersatu bangsa,” Ujarnya.

Suparmi juga mengatakan agar senantiasa untuk menata dan berinstropeksi diri serta menjaga komunikasi antara semua pihak agar peningkatan pelayanan semakin tinggi.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memotong tumpeng.

Diakhir acara Bupati didampingi Wakil Bupati dan Pejabat Pemerintahan lainnya memotong tumpeng sebagai tanda syukur atas masih eksisnya radio SWIBA, disamping itu Bupati juga berpesan kepada Dewan Pengawas dan DISKOMINFO untuk terus diuri – uri, karena SWIBA mempunyai peran yang sangat penting bagi Karanganyar.

Demikian KOMINFO (Krs/mdz)

Read More
DSC_1127

Sistem Geospasial Mempermudah Penegasan Batas Wilayah

KOMINFO

Bupati Karanganyar Juliyatmono menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara ‘Temu Kerja Delineasi’ di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (09/9).

Karanganyar, Kamis 7 September 2017

Peran informasi geospasial dalam proses delineasi batas wilayah administarsi desa dan Kalurahan sangat penting karena pembangunan dimulai dari desa.

Hal tersebut dikemukakan Dodi Sukmayadi selaku Deputi Bidang Informasi Geospasial Dasar pada temu kerja delineasi batas wilayah administrasi desa/kalurahan secara kartometrik, Kamis (7/9/2017) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Disampaikan, dimana dari Pusat Badan Informasi Geospasial (BIG) dibawah Menteri Perencanaan Pembangunan dan BPS (Badan Pusat Statistik) dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), semua informasi pembangunan tingkat Pusat sampai Provinsi harus berdasar geospasial agar pembangunan tidak saling tumpang tindih, bermanfaat. Adapun persaingan tetap sehat untuk pertumbuhan masyarakat yang sehat pula.

Lebih lanjut ia menjelaskan peran geospasial kedepan untuk meminimalkan aspek kemiskinan dan keterbelakangan.

“Seperti di Kota Medan, Pemerintah disana benar-benar menggunakan Informasi Geospasial. Kotanya menjadi tertib, aman, wilayah-wilayah kumuh sudah tertata dengan baik, persoalan sampah juga dapat dikendalikan,”tuturnya.

Bila desa berdasar geospasial dengan garis yang jelas letak kewenangannya, hal ini akan mempermudah penataan dan meningkatkan ekonomi masyarakat serta jalur transportasi atau akses lebih mudah.

“Seperti rencana tata ruang dari sinilah peran geospasial. Penentuan dan penegasan batas desa sangat penting. Sekarang Desa dituntut menggunakan informasi geospasial, baik letak puskesmas, sekolah bahkan dana desa pun dapat dilihat. Dengan data geospasial akan mempermudah semuanya, karena BIG menggunakan  foto satelit resumsi tinggi”terangnya.

Sementara itu Bupati dalam sambutannya sekaligus membuka temu kerja tersebut mengatakan delineasi adalah penggambaran hal penting dengan garis dan lambang yang berwujud dalam bentuk peta.

“Adanya informasi geospasial, siapapun yang ingin berinvestasi dapat berkesinambungan dan tidak ada kesulitan dalam proses,”ujarnya.

Ditambahkannya, geospasial akan mempermudah batas wilayah, potensi dimasing-masing wilayah tersebut dan meningkatkan sektor ekonomi masyarakatnya.

“Masyarakat harus diberi pemahaman, jangan ribut karena masalah patok tanah, meteran karena sekarang ada sistem foto satelit yang akurat hasilnya,”imbuhnya.

Bupati berharap dilaksanakannya kegiatan ini masyarakat mendapat kepastian dan pelayanan yang baik. Dengan adanya batas-batas wilayah  tidak akan terjadi lagi sengketa tanah dan tentunya menumbuhkan perekonomian masyarakat.

Demikian Diskominfo (ft/ind)

 

Read More
DSC_1075

39 Peserta Diklatpim IV Regional Makasar Kunjungi Karanganyar  

KOMINFO

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat menyampaikan sambutannya pada Penerimaan sekaligus Pelepasan Peserta Benchmarking Diklat Pim IV Regional Makasar di Aula BKPSDM Karanganyar, Kamis (24/8).

Karanganyar, Kamis 24 Agustus 2017

Kabupaten Karanganyar menjadi lokasi orientasi lapangan peserta Benchmarking Diklat Pim IV Regional Makasar. Dalam kegiatan ini diikuti sebanyak 39 peserta dari beberapa instansi yakni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kominfo dan Badan Keuangan Daerah.

Kunjungan tersebut diterima langsung Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo didampingi Kepala BKPSDM Kabupaten Karanganyar,  Kamis (24/8/2017) di aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Karanganyar.

Dalam sambutannya Wabup menyampaikan Visi  Bersama Memajukan Karanganyar dan lima (5) misi Kabupaten Karanganyar meliputi Pembangunan infrastruktur menyeluruh, Pencapaian 10.000 wirausahawan mandiri, Pendidikan gratis SD/SMP/SMA dan kesehatan gratis, Pembangunan desa sebagai pusat pertumbuhan serta Peningkatan kualitas keagamaan dan sosial budaya.

Kominfo

Peserta Diklat Pim IV Regional Makasar Orientasi Lapangan di Pusat Komado Alap – alap Sambernyawa Diskominfo Karanganyar yang mengaplikasikan data berbasis smart system.

“Karanganyar dikenal dengan sebutan Bumi Intanpari yang berarti industri, pertanian dan pariwisata. Banyak destinasi wisata yang dapat dikunjungi di Kabupaten Karanganyar dan merupakan salah satu penghasil PAD tertinggi untuk Karanganyar,”tutur Rohadi Widodo.

Sementara itu, Kepala Bidang Diklat Struktural, Andi Rosnawati mengatakan maksud dan tujuan kunjungan ini dalam rangka pembekalan pembelajaran dari Benchmarking ke praktis sebagai agen perubahan untuk menjalankan program-program stake holder secara efektif sekaligus sebagai pengukuran kinerja.

“ Dengan mengadopsi dan mengadaptasi kemampuan keunggulan tempat yang dikunjungi diharapkan mampu memberikan banyak manfaat, berkontribusi dan berinovasi untuk project perubahan,”harapnya.

Demikian Diskominfo (ft/ind)

 

Read More
DSC_1138

209 Mahasiswa KKN Univet Siap Diterjunkan di 19 Desa

KOMINFO

Bupati Karanganyar Juliyatmono menyampaikan sambutan dalam acara Penerimaan KKN UNIVET di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Senin (7/8).

Karanganyar, Senin 07 Agustus 2017

Penerjunan sejumlah 209 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Veteran Bantara Sukoharjo yang tersebar di 19 desa di wilayah Kabupaten Karanganyar secara resmi dilakukan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar,  Senin (7/8/2017).

Rombongan Mahasiswa KKN Univet Sukoharjo tersebut diterima langsung Bupati Karanganyar, Juliyatmono. Pelaksanaan KKN dilakukan selama dua bulan, mulai Tanggal 7 Agustus sampai dengan 7 Oktober 2017 .

Kegiatan  KKN ini berlokasi di dua Kecamatan yakni Kecamatan Matesih sejumlah 98 mahasiswa yang tersebar di 9 desa yakni desa Matesih, Dawung, Gantiwarno, girilayu, Karangbangun, Koripan, Ngadiluwih, Pablengan, Plosorejo dan Kecamatan Tawangmangu  sejumlah 111 mahasiswa yang tersebar di 10 desa yakni desa bandardawung, Blumbang, Gondosuli, Kalisoro, Karanglo, Nglebak, Plumbon, Sepanjang, Tawangmangu, Tengklik.

Bupati Karanganyar dalam sambutannya mengatakan mahasiswa KKN adalah agen perubahan yang berfikir secara hebat berdasar data yang akurat sehingga bisa menghasilkan output yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Sumber data adalah Tuhan YME apapun agamanya pasti punya kitab suci, itu adalah sumber kebenaran yang hakiki dan sumber ilmu pengetahuan yang diakui kebenarannya berdasar literatur-literatur sehingga ouput yang dihasilkan berkualitas,”terangnya dihadapan mahasiswa KKN Univet.

Ditambahkannya karena tujuan KKN adalah pengalaman dan wawasan maka dua aspek inilah yang memperkaya data.

Sementara itu Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof. Dr. Ali Mursyid menghimbau seluruh mahasiswa Univet Bantara Sukoharjo dalam melaksanakan KKN untuk selalu menjaga sikap dan nama baik almamater.

“mahasiswa KKN yang mengikuti KKN ini multi disiplin ilmu, sehingga mudah-mudahan ketika terjun di desa-desa nantinya bersama masyarakat memberi manfaat itulah sebuah usaha dan harapan yang harus diupayakan,”tuturnya.

“Jangan banyak bertingkah, jaga almamater, harus dapat membawa diri pada waktu dan situasi di desa lokasi KKN,”pesannya.

Demikian Diskominfo (ind/ft)

 

 

Read More
DSC_1001

18 Siswa se Subosukowonosraten Menampilkan Hasil Krenova

Kominfo

Pemerintah wajib mendukung hasil karya siswa berprestasi : Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat membuka lomba Krenova, Rabu (2/8).

Karanganyar, Rabu 02 Agustus 2017

18 pelajar se Solo raya menampilkan berbagai hasil kreasi dan inovasi dalam gelar lomba Krenova  Kategori Pelajar, Rabu (02/08/2017) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Kegiatan yang dihadiri sekaligus dibuka langsung Wakil Bupati Karanganyar tersebut menampilkan berbagai hasil krenova diantaranya Saklar Online (SMK 2 Karanganyar), Candy Papaina (SMK Kesehatan Bintang Nusantara Karanganyar), Auto broom Robo Generasi 1 ( ABROR) dari SMA Muhammadiyah 1 Sragen dan kreasi siswa dari Kota dan Kabupaten lainnya.

Wabup dalam sambutannya menyampaikan  generasi sekarang merupakan generasi berbasis IT. Berbagai kreasi dan inovasi telah berhasil dikaryakan dan pemerintah wajib mendukung.

“Hasil kreasi anak tentu harus didukung sekolah dan pemerintah, karena biasanya produk bermanfaat ini terkendala dengan biaya dan pemasarannya,”tutur Rohadi Widodo.

Ditambahkannya merupakan tugas Pemerintah untuk membantu supaya hasil krenova tersebut dapat diadopsi dan diproduksi massal serta memikirkan bagaiman pemasarannya sehingga masyarakat merasakan manfaatnya.

Kominfo

Wabup melihat stand hasil Krenova berupa saklar online dari SMK 2 Karanganyar dan Auto Broom Robo Generasi 1 yakni tempat sampah khusus penyandang disabilitas dari SMA Muhammadiyah 1 Sragen.

Sementara itu Kepala Baperlitbang Karanganyar, Muh. Indrayanto mengatakan maksud  tujuan kegiatan ini digelar yakni untuk meningkatkan kreatifitas dan fasilitasi hasil-hasil inovasi Pelajar se Subosukowonosraten  dalam keikutsertaan memajukan teknologi terapan yag dapat dimanfaatkan secara mudah guna menghasilkan nilai tambah dari aspek ekonomi dan lingkungan.

“Kami menghadirkan Tim Penilai yang terdiri dari perwakilan Kabupaten/Kota se Solo raya. Para Juara lomba nantinya akan mendapatkan penghargaan dari Bupati Karanganyar serta dana motivasi sebesar Rp. 14 juta rupiah.

Demikian Diskominfo (ind/brh)

Read More
Capture3

WORKSHOP MARKETING ONLINE INSTAGRAM FOR BUSINESS

Peserta Workshop Instagram For Business Berfoto Bersama, Sabtu (22/07/2017)

Kalau bikin Instagram untuk bisnis, usahakan jangan dicampur dengan yang untuk pribadi. Tidak hanya melulu gambar produk, maksimalkan instagram dengan postingan aktivitas usaha, foto-foto saat packing produk, denah tempat usaha dan testimoni dari customer. Dengan postingan-postingan seperti itu, calon pembeli tentu tingkat kepercayaannya (trusted) akan bertambah.

Sekelumit info tersebut adalah sedikit dari materi yang disampaikan Angga Solixin, admin@explorekabkaranganyar dan @solopunya yang menjadi pembicara di acara workshop Instagram for Business, Sabtu (22/7). Kegiatan yang digelar di Kantor Arsip dan Perpustakaan Kab. Karanganyar tersebut diselenggarakan oleh Komunitas Relawan Karanganyar Cerdas.

Wakil Bupati Karanganyar, H. Rohadi Widodo, S.P Memberikan Sambutan pada Acara Instagram For Business

Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Karanganyar  Bp. H. Rohadi Widodo, S.P beserta Ibu. Wakil Bupati mendukung penuh kegiatan workshop Instagram dan berharap melalui postingan-postingan foto baik selfi maupun wefie tentang Karanganyar, bisa menaikkan tingkat kunjungan wisatawan ke Bumi Intanpari. Menurutnya, Instagram tidak hanya bermanfaat untuk mempromosi pariwisata di Kab Karanganyar, namun juga dapat dimaksimalkan untuk menambah income keluarga melalui bisnis online.

Disamping memberikan sambutan, Bp. Rohadi Widodo juga memberikan bantuan dana pembinaan sebesar dua juta lima ratus ribu rupiah kepada Ketua Komunitas Relawan Karanganyar Cerdas. Komunitas Relawan Karanganyar Cerdas sendiri boleh dibilang adalah konsorsium relawan, mulai dari relawan di bidang pendidikan dan literasi, tekhnologi dan informasi, kesenian, budaya dan pariwisata, kewirausahaan, humas dan publikasi. Mereka bersinergi menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk mendukung Kabupaten Karanganyar maju berprestasi.

Workshop Marketing Online Instagram for Business diikuti oleh tujuhpuluhan peserta dari berbagai daerah, seperti Jogja, Solo, Sukoharjo, Sragen dan Karanganyar. Salah seorang peserta, Setyorini ,mengatakan sangat senang dengan acara ini, karena ia jadi lebih paham dalam menggunakan Instagram untuk berbisnis. (sf)

Read More
DSC_0776

Karanganyar Menjadi Salah Satu Tujuan Travel Heritage 2017

KOMINFO

Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar Samsi mewakili Bupati Karanganyar saat membacakan sambutan dalam acara Travel Heritage di Hotel Taman Sari Karanganyar, Rabu (19/07).

Karanganyar, Rabu 19 Juli 2017

Banyaknya tempat wisata bersejarah di Kabupaten Karanganyar menarik perhatian dari Balai Pelestarian Warisan Budaya dan Cagar Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta (BPWBCB DIY).

Pemilihan Kabupaten Karanganyar sebagai tujuan Travel Heritage 2017 bukanlah pemilihan asal-asalan, namun dilatarbelakangi kesejarahan yang dimiliki Kabupaten Karanganyar dengan Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya Keraton Yogyakarta.

Hal tersebut dikatakan Sekretariat Daerah Karanganyar, Samsi selaku mewakili Bupati  saat menyampaikan sambutannya sekaligus membuka Sarasehan Travel Heritage 2017 Karanganyar, Rabu (19/07/2017) di Hotel Tamansari Karanganyar.

“Pasalnya cikal bakal Keraton Kasultanan Yogyakarta dimulai dengan penandatangan Perjanjian Giyanti yang merupakan kesepakatan antara VOC, pihak Mataram diwakili oleh Sunan Pakubuwana III dan kelompok Pengeran Mangkubumi,”tuturnya.

Lebih lanjut ia mengatakan Perjanjian yang ditandatangani pada Tanggal 13 februari 1755 ini secara de facto dan de jure menandai berakhirnya Kerajaan Mataram.  Selanjutnya  wilayah Mataram dibagi menjadi dua, yakni Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta.

Nama Giyanti diambil dari lokasi penandatanganan perjanjian ini, yaitu di Desa Giyanti yang berada di Dukuh Kerten Desa Jantiharjo di sebelah tenggara kota Karanganyar.

“Diwilayah Kabupaten Karanganyar banyak sekali peninggalan sejarah yang sungguh luar biasa, terdapat 37 warisan cagar budaya yang terdaftar di Kabupaten Karanganyar. Termasuk Candi Sukuh dan Candi Cetho yang pada tahun 1955 telah diusulkan masuk warisan dunia UNESCO,”terangnya.

Ditambahkannya dengan adanya hubungan Yogyakarta  dan Karanganyar, melalui Travel Heritage dari Balai Pelestarian Warisan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan DIY menggandeng Pemkab Karanganyar dalam hal ini Disdikbud Karanganyar dan Disparpora Karangayar,  diharapkan kegiatan ini dapat menyosialisasikan pentingnya kesadaran dalam melestarikan cagar budaya di kedua daerah.

Pada kegiatan tersebut menghadirkan tiga narasumber yakni Dian lakshmi Pratiwi, SS, MA dari Dinas Kebudayaan DIY, Drs. Tarsa, M.Pd Kepala Disdikbud Karanganyar dan Tokoh budayawan Ir. Yuwono Sri Suwito.

Sementara itu salah satu narasumber, Dian lakshmi Pratiwi selaku Kepala Bidang Pelestarian Warisan dan Nilai Budaya Dinas Kebudayaan DIY menjelaskan makna Travel Heritage ini merupakan nama/judul/identitas kegiatan pemanfaatan cagar budaya melalui promosi pelestarian dalam segala bentuk kreatifitasnya presentasinya, baik bersifat publikasi, sosialisasi, kampanye maupun misi pelestarian lainnya yang dilaksanakan secara terpadu, tersistem dan berkelanjutan.

“Tujuan Travel Heritage ini untuk meningkatkan pemahaman dan kepedulian publik terhadap pelestarian cagar budaya dengan membangun networking/jejaring yang saling memberi dan memperoleh manfaat dari kegiatan ini,”jelasnya dihadapan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI), Guru Sejarah, Jajaran Dinas terkait serta Pelajar.

Demikian Diskominfo Karanganyar (ft/ind)

Read More
KOM_9318

Hari Pertama Masuk Lerja, Sejumlah OPD Karanganyar Adakan Halal Bihalal Bupati : DPU Harus Jadi Leader Pembangunan infrastruktur Karanganyar

KOMINFO

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat menyampaikan sambutan dalam acara Halal Bi Halal Keluarga Besar DPU-PR di Halaman DPU-PR Karanganyar, Senin (3/7).

Karanganyar, Senin 03 Juli 2017

Bupati Karanganyar meminta DPUPR untuk meningkatkan kinerja dalam peningkatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Karanganyar. Karena DPUPR merupakan garda terdepan pembangunan di Karanganyar.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat menghadiri pembinaan dan halal bihalal di halaman DPUPR, Senin (03/07/2017) pagi.

Menurut Bupati sebagai instansi terdepan dalam pembangunan infrastruktur di Kabupaten Karanganyar, DPUPR harus terus meningkatkan pelayanan dan kinerjanya. Salah satunya dengan menggandeng konsultan yang berkualitas dalam pembangunan.

“Pilih dan jalin kerjasama dengan konsultan yang baik dan berkualitas di masing-masing kecamatan, jangan asal-asalan, tp kualitas infrastruktur harus diperhatikan,”ujarnya.

Tetap perhatikan kualitas bahan dan bangunan, sehingga anggaran biaya yang dihabiskan untuk pembangunan infrastruktur benar-benar dirasakan masyarakat. Karena semakin padat masyarakat menggunakan fasilitas umum semakin tinggi tuntutanya,”tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati juga  menghimbau agar para ASN di DPUPR juga semakin meningkatkan kinerjanya dan untuk selalu menjaga kekompakan satu sama lain. Karena teamwork yang bagus akan menghasilkan kerja yang baik.

“Sesama ASN harus dapat bekerjasama supaya hasil yang dicapai maksimal,”tandasnya.

Demikian Diskominfo Karanganyar (adt/ind)

 

Read More
DSC_0706

Malaysia Butuh 2000 Tenaga Kerja Lulusan SMA/SMK

KOMINFO

Bupati Karanganyar Juliyatmono sampaikan arahannya pada acara Pelepasan Tenaga Kerja Ke Industri SMKN I Karanganyar di Gedung Wanita Karanganyar, Rabu (3/5)

Karanganyar, Rabu 3 Mei 2017

Negeri Jiran Malaysia masih membutuhkan sekitar dua ribu tenaga kerja lulusan SMA/SMK. Untuk tahun 2017 ini, Pemerintah Karanganyar akan memberangkatkan kurang lebih empat puluh anak lulusan SMA/SMK Karanganyar ke Malaysia.

Hal tersebut disampaikan Bupati Karanganyar, Juliyatmono pada pelepasan tamatan SMK Negeri 1 Karanganyar, Rabu (3/5/2017) di Gedung Wanita Karanganyar.

Pada kesempatan tersebut Bupati mengatakan banyak tenaga kerja terutama lulusan SMA/SMK Karanganyar yang bekerja  di Malaysia tepatnya di perusahaan-perusahaan elektronik.

Lebih lanjut Bupati menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Karanganyar bakal memberangkatkan 2.000 lulusan SMA dan SMK ke Malaysia. Mereka nantinya bakal dipekerjakan di sebuah industri elektronik yang berada di Negeri Jiran dengan syarat minimal lulusan SMA dengan usia dibawah 18 tahun. Mereka nantinya akan digaji sekitar Rp7,5 juta perbulan  dengan beban kerja sehari sebanyak 8 jam.

“Kami selaku Pemerintah tetap akan mengawal dan memantau perkembangan tenaga kerja kita di Malaysia,”tandasnya.

Sementara itu, Sugiyanto, Kepala Cabang Sukses Mandiri Utama Jawa Tengah mengatakan perusahaan penyalur tenaga kerja ke Malaysia mengatakan  calon tenaga tidak akan dipungut biaya sepeserpun. Satu-satunya biaya dikeluarkan adalah untuk pembuatan paspor mereka masing-masing. Sedangkan untuk ketika berangkat maupun tingkat kembali ke Indonesia sudah ditanggung oleh perusahaan.

“Tenaga kerja itu nantinya akan dikontrak selama 2 tahun di Malaysia. Selama menjalani kontrak mereka akan mendapatkan mess atau penginapan secara gratis. Saat masa kontraknya habis mereka bisa diperpanjang lagi dalam waktu 2 tahun dengan perjanjian ulang,”

Demikian Diskominfo (ft/ind)

 

 

 

 

Read More