Category: Teknologi Informasi

dsc_0133

Menanggapi Demo Nasional 4 November, Karanganyar Sikapi Dengan Penandatanganan Bersama Deklarasi Damai

Kominfo

Bupati Karanganyar, Wakil Bupati, Komandan Kodim 0727 Karanganyar, Kapolres Karanganyar, Ka.Kemenag Karanganyar, Pimpinan Ormas Islam, Ketua FKUB Karanganyar, Ketua MUI Karanganyar, Rabu (2/11) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Jelang pelaksanaan demo 4 November mendatang, Polres Karanganyar bekerjasama dengan Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) Karanganyar menggelar silaturahmi dengan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Karanganyar. Pada kegiatan tersebut bertujuan agar Tokoh Agama mengajak umatnya menjaga suasana tetap kondusif dan meningkatkan toleransi antar umat bergama.

Kominfo

Bentuk Komitmen Bersama : Bupati Karanganyar Juliyatmono menandatangani Deklarasi Damai.

Dalam sambutannya, Bupati Kabupaten Karanganyar Juliyatmono menekankan tentang pentingnya kerjasama yang baik, koordinasi dan komunikasi dengan semua pihak. “perbedaan itu bukan menjadi perpecahan, melainkan menjadi pemersatu” tuturnya dihadapan Tokoh agama dan Tokoh Masyarakat pada acara Silaturahmi KAMTIBMAS Kabupaten Karanganyar yang mengusung tema Melalui silaturahmi antar umat beragama dan warga masyarakat, kita rawat dan jaga harmonisasi kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Karanganyar, Rabu (2/11/2016) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Sementara itu Kapolres Karanganyar, AKBP Ade Safri Simanjuntak, dalam arahannya mengatakan bersama kita merawat keberagaman yang ada di Karanganyar. Negara kita adalah negara hukum, jadi disini saya mengajak kepada masyarakat untuk bisa saling menghargai atas proses hukum yang sedang berjalan. Sikapi perbedaan yang ada menjadi suatu harmonisasi.

“Perbedaan yang ada di lingkungan kita jadikan untuk berfikir positif, bersatu itu belum tentu seragam karena Tuhan YME, Allah SWT menciptakan berbagai makhluk agar bisa hidup rukun berdampingan. Mari kedepan lebih bisa merekatkan kita dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika,”himbaunya.

Selanjutnya, Komandan Kodim 0727 Karanganyar, Letkol. Santi Karsa Tarigan menekankan tentang konsistensi pada dasar negara yakni Pancasila. Karena di era reformasi dan era demokrasi ini justru mulai bermunculan intoleransi-intoleransi di tengah-tengah masyarakat.

“Intoleransi baik agama, suku maupun budaya mudah untuk menimbulkan konflik-konflik karena memang kurangnya konsistensi kita dalam memahami nilai-nilai pemersatu dalam Pancasila” imbuhnya didepan para peserta silaturahmi dari berbagai unsur meliputi MUI, DMI, FKUB, PKUB, Forum Pendeta, Organisasi Islam Muhammadiyah, MTA, LDII, NU.

Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan bersama Deklarasi Damai.

Demikian Dishubkominfo (ind/vvi)

Read More
dsc_0175

Adu Kreasi Siswa SD se-Karanganyar

Kominfo

semangat dan tetap jaga sportifitas, Kepala Disdikpora Karanganyar, Sutarno saat menyampaikan sambutannya sekaligus membuka lomba MAPSI, Kamis (13/10).

Dalam rangka memperingati 1 Muharram 1438 H, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah raga (Disdikpora) Kab. Karanganyar mengadakan kegiatan yang rutin dilakukan setiap tahunnya yaitu Lomba Mata Pelajaran Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) Seolah Dasar Tingkat Kab. Karanganyar tahun 2016, Kamis (13/10/2016) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Dalam sambutan Bupati yang diwakilkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kab. Karanganyar, Sutarno, menyambut baik Lomba MAPSI dan berharap kegiatan ini menjadi wadah ajang kreatifitas siswa khususnya di bidang seni islami.

“Untuk semua peserta lomba MAPSI tahun 2016 selamat berlomba dan mudah-mudahan mendapatkan juara. Karena nanti dari juara di tingkat Kab. Karanganyar akan dikirim untuk lomba ke tingkat provinsi, yang dilaksanakan di Kab. Blora,” ujar Sutarno.

Kominfo

Beraksi : salah satu peserta elompok seni dari SD Taruna Rabbani Kec. Tawangmangu saat menampilkan kebolehannya.

Lomba tersebut diikuti 13 kelompok seni dari berbagai SD di Kab. Karanganyar dan masing-masing kelompok seni merupakan juara lomba MAPSI dari tingkat kecamatan. Dalam satu kelompok terdiri dari sembilan sampai dengan sepuluh siswa, dan tiap kelompok membawakan dua lagu, yakni rebana klasik dan rebana modern.

Kegiatan lomba ini menghadirkan tiga juri dari Guru Pendidikan Agama Islam, Pariwisata dan pakar Seni Kab. Karanganyar. Dishubkominfo (ind/ira)

Read More
kom_8464

Jaga Stabilitas Ketahanan Pangan, Pemerintah Galakkan Konsumsi Makanan Lokal

 

kominfo

Rakor Ketahanan Pangan, Kamis (15/9) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Dalam rangka menjamin ketersediaan pangan di Indonesia umumnya dan Jawa tengah khususnya, Karanganyar sebagai salah satu Kabupaten surplus beras dan serap gabah petani, Kamis (15/9/2016) melalui Kantor Ketahanan Pangan Karanganyar bekerjasama dengan Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Kodim 0727 Karanganyar dan Sub Divre Bulog Surakarta mengadakan rapat koordinasi Serap Gabah Petani (SERGAP) untuk Ketahanan Pangan.

Rakor yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar ini dihadiri Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Wakil Bupati, Rohadi Widodo didampingi Kepala Badan Penyuluh Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Karanganyar, Bambang Harsono.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Karanganyar, Juliyatmono menghimbau perlunya pendataan akurat hasil panen gabah petani.

“ Jawa Tengah melampau target surplus beras, begitu juga Karanganyar sudah surplus beras dan serapan gabahnya, patut kita syukuri dan banggakan. Tetapi perlu saya ingatkan Kantor Ketahanan Pangan khususnya agar diadakan pendataan ulang yang lebih akurat hasil panen gabah petani dari segi penyalurannya, jumlah gabah yang dapat diserap bulog, minimal untuk rumah tangga petani terpenuhi,”pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati berharap harga dari petani juga ikut untuk ditingkatkan demi meningkatkan kesejahteraan petani.

“ Panen petani sudah baik hanya saja perlu pengawasan terhadap serapan panen, cadangan masyarakat supaya tidak kesulitan pangan. Selain itu, perlu  terus disosialisasikan penggalakkan kepada masyarakat agar juga mengoptimalkan makanan lokal selain beras untuk menjaga kestabilan ketahanan pangan,”pungkasnya.

Sementara itu, Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Witono mengatakan Kebijakan UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan mengamanatkan bahwa penyelenggaraan pangan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia yang memberikan manfaat secara adil, merata, dan berkelanjutan berdasarkan kedaulatan pangan, kemandirian pangan, dan ketahanan pangan nasional. Mewujudkan kedaulatan, kemandirian dan ketahanan pangan merupakan hal mendasar yang sangat besar arti dan manfaatnya untuk mendukung pelaksanaan kebijakan terkait penyelenggaraan pangan di Indonesia.

 “Mandiri, diversifikasi pangan menjadi sangat penting untuk menghindari import pangan. Galakkan makanan lokal seperti ketela, umbi, jagung sebagai pengganti beras,”ujar Witono.

Ia juga mengatakan pentingnya pola makan yang sehat demi mewujudkan generasi cerdas. Di Indonesia sendiri 37 persen pertumbuhan badan anak-anak lebih pendek (cutting) karena pola makan kurang sehat

“Negara Jepang telah menerapkan pola makan bergizi pada warganya seperti nasi 50 gram, ikan 100 gram dan sayuran 250 gram dan itu terbukti penduduk yang cerdas. Indonesia terrmasuk 17 urutan dari bawah yang bergizi rendah,”terangnya.

Untuk itu perlu perhatian kita semua. Salah satunya dengan pencanangan gemar makan sayur sejak usia dini dengan cara mengenali sayuran dilingkungan keluarga dan sekolah mulai dari menanam sampai mengonsumsi.

Dalam rakor tersebut, dilaporkan bahwa serap gabah di Jawa Tengah sudah mencapai 93,8 persen. Hasilnya telah melampaui target, diharapkan September tahun ini target satu juta ton dapat tercapai. Jawa Tengah sendiri telah mengirimkan 3000 ton beras ke propinsi di luar Jawa. Untuk target tahun depan Pemprov. Jawa Tengah mencapai 50.000 sampai 100.000 ton beras.

Demikian Dishubkominfo (ad/ind).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Read More
kom_8267

Mahasiswa STIE AUB Surakarta Ditarik dari Lokasi KKN

kominfo

Bupati Juliyatmono beri pengarahan dihadapan mahasiswa KKN STIE AUB Surakarta, Jum’at (9/9).

Penarikan puluhan mahasiswa KKN STIE AUB Surakarta yang tersebar di 18 Desa di dua Kecamatan yakni Kecamatan Karangpandan dan Ngargoyoso secara resmi dilakukan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jum’at (9/9/2016).

Pada kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Karanganyar, Wakil Bupati didampingi Ketua STIE AUB Surakarta dan Kepala Bappeda Karanganyar.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengapresiasi seluruh mahasiswa STIE AUB Surakarta yang telah mengabdi selama 30 hari di masyarakat Karanganyar.

“KKN ini benar-benar memberikan dampak positif bagi mahasiswa untuk dapat belajar mandiri, mengasah skill dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Sementara itu Ketua STIE AUB Surakarta, Dr. Agus Utomo, mengatakan sejumlah mahasiswa KKN ini selama satu bulan telah memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam mengembangkan ekonomi lokal melalui produk lokal.

Demikian Dishubkominfo (ad/ind)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  

 

 

 

 

Read More
kom_8232

Pemkab Berikan Perhatian Khusus Terhadap Lansia dan Anak Yatim

kominfo

Diah Rahmawati dari Kemensos RI saat berkunjung di Kab. Karanganyar terkait dengan perhatian Pemerintah Daerah terhadap Lansia, Jum’at (9/9).

Bupati Karanganyar, Juliyatmono bersama Wakil Bupati, Rohadi Widodo didampingi Kepala Kementerian Agama Karanganyar, Kepala Dinsosnakertrans Karanganyar dan SKPD terkait menerima Tim Penyelenggara Penerimaan Penghargaan dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI yang diketuai oleh Diah Rahmawati terkait dengan Perhatian Kepala Daerah terhadap Para Lanjut Usia (Lansia) di daerahnya masing-masing, Jum’at (9/9/2016) di Anthorium Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

“Saya bersama Wakil Bupati, selaku Pemerintah Kab. Karanganyar berkomitmen untuk memberikan perhatian khusus kepada sejumlah Lansia dan anak yatim di wilayah Karanganyar,” ujarnya.

Pada kegiatan tersebut disampaikan pengalokasian anggaran untuk lansia di atas usia 70 tahun dan anak yatim dibawah 12 tahun. Mulai tahun 2014 sampai 2016, total jumlah lansia keseluruhan di wilayah Karanganyar sebanyak 13.837 orang dengan anggaran sebesar 3,4 miliar rupiah, masing-masing lansia mendapat bantuan 250.000 rupiah.

“Tiap tahun kami berikan penghargaan kepada lansia sebagai bentuk perhatian Pemerintah. Berbagai kegiatan lansia dilakukan secara rutin seperti Senam Sehat, SSI, Jalan Sehat, Posyandu Lansia, Pesantren Lansia, Pengajian. Harapan saya Pemerintah bersama Lansia dapat bersinergi khususnya ikut memberikan pengalamannya karena sudah banyak melalui masa ibarat sudah banyak makan garam kehidupan untuk perubahan yang lebih baik,” harap Juliyatmono.

Sementara itu, Wakil Bupati, Rohadi Widodo sekaligus Ketua Komda Lansia mengatakan Komda Lansia sebagai wadah koordinasi antara Pemerintah dan masyarakat dalam pelaksanaan upaya peningkatan kesejahteraan sosial lanjut usia yang bersifat non struktural dan independen.

“ Kami beri perhatian bersama masyarakat yang ada posyandu lansia, kita bantu alat kesehatan secara sederhana dengan tujuan agar para lansia dengan mudah menggunakannya dengan mandiri seperti alat tensi, timbangan, stateskop,” terangnya.

Diah Rahmawati, Ketua Tim Penyelenggara Penerimaan Penghargaan dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI mengatakan UU no. 13 Tahun 2009, tidak hanya Kepala Daerah yang bersinergi dengan Lansia melainkan masyarakat juga turut andil.

“Saya berharap Kabupaten Karanganyar menjadi salah satu yang bisa ikut lomba Lansia mewakili Jawa Tengah. Program ini dapat tercapai jika ada kerjasama yang baik oleh semua pihak baik dari segi kekuatan kearifan lokal, kekuatan sumber daya dan kekuatan hukum. Memang diperlukan jiwa dermawan dan motivasi,” pesannya.

Demikian Dishubkominfo (ad/ind).  

 

 

Read More
DSC_0411

Pemerataan Jambanisasi dan Plester, PNPM Berikan Dana Sosial 450 Juta Rupiah

Salah satu peserta mendapat mesin cuci pada pengundian berhadiah Gebyar PNPM Kec. Jenawi, Selasa (30/8).

Bupati Juliyatmono berikan selamat kepada salah satu peserta yang mendapat mesin cuci pada pengundian berhadiah Gebyar PNPM Kec. Jenawi, Selasa (30/8).

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyambut baik atas bantuan sosial yang diberikan PNPM Mandiri Pedesaan sebesar empat ratus lima puluh  juta rupiah yang diperuntukkan guna pembangunan jamban, plester serta pembagian sembako kepada masyarakat Jenawi.

“Terima kasih atas kerjasama dengan semua pihak utamanya kepada pelaku UPK (Unit Pelaksana Kegiatan) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan yang mulai terlaksana sejak tahun 2003. Dan keberadaannya memang sangat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat utamanya pembangunan fisik maupun non fisik.

Semoga dapat semakin berkembang dan besar sekaligus dapat meminjamkan modal usaha bagi nasabah demi meningkatkan geliat perekonomian didaerah Jenawi ini,” harapan Juliyatmono dihadapan 1600 nasabah surplus pada Gebyar PNPM Kecamatan Jenawi, Selasa (30/8/2016) di Lapangan Sinar Lawu, Balong, Jenawi.

Ditambahkannya untuk bantuan yang diterima, bisa digunakan untuk membuat jamban, plester jamban ataupun untuk membeli hewan ternak seperti kambing untuk dapat mengembangkan usahanya.

“Jenawi ini sudah mulai dikenal dengan Pisang Semar (Sebelas Maret) yang bibitnya dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Untuk itu, saya akan memberikan bantuan bibit pisang dengan berbagai varietas suapaya Jenawi ini terkenal dengan sentra pisang,” imbuhnya

Sementara itu Ketua UPK, Muryanti dalam laporannya mengatakan, Gebyar PNPM Kecamatan Jenawi ini di awali dengan senam bersama, penyerahan sembako SPP Jenawi, pemberian bantuan UPK 2015 sebesar seratus dua puluh lima juta rupiah dan pengundian hadiah sebesar Sembilan puluh delapan juta yang bersumber dari UPK Jenawi.

Pada kesempatan tersebut, Camat Jenawi, Rismanto menyampaikan bahwa jalan antar desa Kec. Jenawi sudah lancar dan mulus terlebih lagi akan segera digalakkan budidaya pisang Semar di setiap desa.

 Demikian Dishubkominfo (adt/ft/ind)

Read More
KOM_7556

Mahasiswa UMS, KKN di Sepuluh Desa Kecamatan Kerjo

Sejumlah 70 Mahasiswa Program Study, Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surakarta  (UMS)  melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Karanganyar tepatnya di Kecamatan Kerjo yang tersebar di sepuluh (10) Desa.

Penyerahan Mahasiswa KKN UMS oleh Isnaini Herawati, S. Fis, M. Sc selaku Kaprodi Fisioterapi UMS dan diterima langsung Bupati Karanganyar, Drs. Juliyatmono, MM.

Dalam sambutannya, Bupati Juliyatmono menghimbau agar mahasiswa  untuk selalu bersosialisasi dengan masyarakat sekitar.

“KKN ini merupakan salah satu cara kita terjun langsung dalam hidup bermasyarakat. Mengabdi di masyarakat, mengajarkan bagaimana mengasah skill kita kepada masyarakat sehingga apa yang kita sampaikan dapat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat sekitar,”pesan Bupati pada Pembukaan Pelaksanaan KKN, Rabu (24/8/2016) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.   

Demikian Dishubkominfo (ind/adt)

Read More
IMG_6548-1024×682

Dukung SE MenPANRB, ASN Karanganyar Dilarang Main Pokemon

ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karanganyar di larang bermain game pokemon di lingkungan instansi pemerintah

ASN  di larang bermain game pokemon di lingkungan instansi Pemerintah Kabupaten Karanganyar

Karanganyar, Senin (25/07/2016)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mendukung Surat Edaraan (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Edaran tentang Larangan bagi Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) bermain game virtual berbasis Global Positioning System (GPS) di lingkungan instansi pemerintah.

Didalam Surat Edaran Menteri PANRB No:B/2555/M.PANRB/07/2016 tanggal 20 Juli 2016 juga meminta para Pejabat Pembina Kepegawaian di masing-masing-masing satuan kerja untuk melakukan pemantauan dalam pelaksanaannya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Karanganyar, Juliyatmono mendukung dengan akan mengeluarkan Surat Edaran larangan ASN bermain game pokemon di lingkungan instansi pemerintah.

“Dari aspek teknologi memang cukup baik, tapi dari sisi keselamatan jiwa sangat berbahaya karena tidak mempedulikan keselamatan dan lingkungan. Aspek kerahasiaan sangat riskan. Saya sependapat larangan itu,” kata Bupati Karanganyar, Senin (25/07) di Kantor Bupati Karanganyar.

Kita dukung penuh larangan itu, lanjut Bupati, jika dibiarkan saja, pelayanan ASN kepada masyarakat menjadi terganggu. “Berikan pelayanan baik dan optimal kepada masyarakat, kalau bermain pokemon bisa menggangu pelayanan,” kata Juliyatmono. pd

Read More
KOM_4124

Silahturahmi Paguyuban Lansia PJP de Soto

KOM_4124

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, memberikan sambutan pada acara silahturahmi bersama Paguyuban Lansia de Soto di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jum’at (22/07/2016)

Karanganyar, Jum’at (22/07/2016)

Paguyuban Lansia de Soto Karanganyar bersilahturahmi dengan Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Jum’at pagi (22/07). Tujuan dari silahturahmi tersebut untuk mendekatkan antara anggota Paguyuban Lansia de Soto dengan Pemerintah Karanganyar. Terlebih sebagian besar dari anggota Paguyuban Lansia de Soto pernah bekerja di birokrasi pemerintahan.

Hadir pula Sudarsono, mantan Sekretaris Daerah pada masa pemerintahan Bupati Darmaji. Pada kesempatan tersebut Bupati Karanganyar, Juliyatmono berharap ikatan silahturahmi antara pemerintah dengan para aggota Paguyuban Lansia de Soto tetap terjaga dan lebih dekat

Demikian Dishubkominfo (ad/ind/rk)

Read More
IMG_6548

Kemen Kominfo Tak Akan Blokir Pokemon-Go

IMG_6548

Karanganyar, Minggu (17/07/2016)

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemen Kominfo) RI menyatakan tidak akan memblokir game Pokemon-Go. Hal itu disampaikan Kepala Biro Humas Kemen Kominfo, Ismail Cawidu saat melakukan kunjungan di Rumah Dinas (Rumdin) Bupati Karanganyar, Jumat (15/07) lalu.

Alasannya, game yang sedang digandrungi oleh masyarakat itu merupakan perpaduan teknologi informasi dan kreativitas. Tidak hanya itu, pihaknya tidak menemukan hal yang melanggar aturan yang ada. “Jadi, tidak akan kami blokir,” kata dia.

Lebih lanjut, Ismail mengungkapkan aplikasi game itu tidak merusak tatanan di masyarakat. Soal pro dan kontra mengenai permainan itu, hal itu adalah hal yang biasa. Namun, pihaknya juga mengingatkan masyarakat yang menggunakan aplikasi itu untuk membuat batasan sendiri. Apalagi, game itu mewajibkan para pemainnya untuk berjalan-jalan gamer untuk menangkap monster virtual di wilayah jangkauan sistem pemosisi global (GPS).

Di wilayah Kabupaten Karanganyar, pokestop berada di air mancur depan rumah dinas bupati, musala Dompon, GKJ Santo Pius X, kompleks perkantoran Cangakan dan lain sebagainya. Sedangkan Gym berada di Taman Pancasila dan Alun-alun Karanganyar.

“Yang kita inginkan adalah pengguna dari game itu tetap berhati-hati dalam menggunakannya. Jangan terjadi hal yang tidak diinginkan. Seperti kecelakaan dan masuk ke pekarangan orang tanpa permisi,” katanya. pd

Read More