Category: Teknologi Informasi

DNU_1177e

Karanganyar Raih KABTA WEB AWARD Sebagai Website Pemerintah Kabupaten Terbaik

KABTA Web Awar

Bupati Karanganyar Drs. H Juliyatmono, MM menerima penghargaan KABTA Web Award 2015 yang diserahkan oleh Staf Ahli Kementrian Dalam Negeri (Kemdagri) Bidang Aparatur dan Pelayanan Publik, Drs. H. Irman.

Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui website resminya www.karanganyarkab.go.id meraih penghargaan “Kabupaten-Kota (KABTA) Web Awards 2015” sebagai Website Pemerintah Kabupaten Kota Terbaik Nasional bersama dengan 5 website kabupaten dan 6 website kota lainnya se-Indonesia. Penyerahan penghargaan dilaksanakan di gedung Beritasatu Plaza, Jakarta, pada Jumat (28/8) diterima langsung oleh Bupati Karanganyar Drs. H Juliyatmono, MM. Penghargaan ini diselenggarakan oleh portal nasional Beritasatu.com, sebuah portal berita yang berkedudukan di Jakarta. Situs resmi yang dikelola oleh Bagian PDE Setda Karanganyar ini berhasil memenangkan seleksi ketat diantara 416 Kabupaten yang tergabung dalam APKASI (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Se-Indonesia).

KABTA Web Awards bertujuan mendorong pemerintah daerah, khususnya pemerintah kabupaten dan kota, memberi perhatian lebih pada pengelolaan web masing-masing. Di era teknologi informasi yang terus berkembang, kehadiran web semakin diperlukan. Di samping menjadi sarana komunikasi dan informasi publik, pemerintah daerah bisa memanfaatkan web untuk mempromosikan potensi daerah untuk menarik minat investor.

“Sebagai upaya untuk memberikan apresiasi kepada pemerintah kabupaten dan kota di seluruh Indonesia, dan mendorong upaya transparansi, Beritasatu memberikan penghargaan website terbaik yang dikembangkan dan dikelola pemkab dan pemkot,” ujar Pemred Beritasatu.com, Primus Dorimulu saat menyampaikan sambutan pembukaan.

Ketua Dewan Juri, Abang Edwin, seorang Technopreneur & Online Strategist menjelaskan bahwa penilaian web pemerintah ini sudah dilakukan pada 25 Maret sampai akhir Mei 2015 oleh tim internal dan dewan juri yang beranggotakan Abang Edwin, Kartika Djoemadi, Konsultan PR Bidang Pemerintahan, Adriansyah, Kepala Keuangan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), dan Sarimun Hadisaputra, Direktur Eksekutif Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI).

Dari 416 kabupaten dan 98 kota yang terdaftar oleh APKASI dan APEKSI, tim internal dan dewan juri “KABTA Web Awards” memilih 369 web Kabupaten dan 96 web Kota untuk dinilai. Setelah melalui beberapa tes dan pengecekan seperti  Google indexing, tercatat Alexa Indonesia, dan lolos Drop Test Web dengan technical error dibawah 150, maka didapat 297 web kabupaten dan 70 web kota.

Web kabupaten dan kota ini kemudian dinilai lagi berdasarkan Konten (30%), Navigasi (25%), Aksesbilitas (15%), Estetika (10%), Aktualitas (20%), sehingga didapat 6 website kabupaten dan 6 website kota terbaik. Berikut ini adalah daftar pemenangnya.

Kabta Web Awards 2015, untuk kategori Kabupaten:

  1. Bojonegoro
  2. Banyuwangi
  3. Karanganyar
  4. Kerawang
  5. Trenggalek
  6. Pulau morotai

Kabta Web Awards 2015, untuk kategori Kota:

  1. Malang
  2. Jakarta Timur
  3. Surabaya
  4. Padang Panjang
  5. Denpasar
  6. Surakarta

Selain itu KABTA Web Award juga diberikan kepada 3 web kabupaten dan 3 web kota favorit menurut pilihan pembaca.

KABTA Web Award

Para pemenang KABTA Web Award 2015 berfoto bersama dengan penitia penyelenggara dan dewan juri. Pada acara ini penghargaan diberikan langsung pada kepala daerah dari Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Pulau Morotai, Kota Malang, Kota Surabaya, dan Kota Banda Aceh.

Acara ini ini juga dihadiri oleh Staf Ahli Kementrian Dalam Negeri (Kemdagri) Bidang Aparatur dan Pelayanan Publik, Drs. H. Irman, mewakili Mendagri, Tjahjo Kumolo, yang tidak bisa hadir.

“Situs adalah alat komunikasi antara kita dan masyarakat. Jadi, penting untuk pemerintah daerah. Melalui situs masyarakat bisa mengetahui apa yang sudah direncanakan pemimpin daerah,” ujar Irman dalam sambutannya.

Irman juga menghimbau kepada Kabupaten dan Kota yang telah mendapat penghargaan Kabta Web Award 2015 untuk tetap meningkatkan situs mereka dan mencari inovasi-inovasi yang terbaik untuk masyarakat. dnu/es

Read More
DESAIN-LOGO-HARI-JADI-KRA-98-res

Lomba Logo Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke-98 tahun 2015

DESAIN-LOGO-HARI-JADI-KRA-98-res

Ayo buruan kirim karya kamu paling lambat 27 Juli 2015 untuk memperebutkan hadiah jutaan rupiah,

Kriteria Lomba Logo Syarat dan Ketentuan
  • Karya mengacu pada sejarah berdirinya Kabupaten Karanganyar dan perjuangan Raden Mas Said dilengkapi dengan narasi makna logo
  • Desain logo mencerminkan semangat dan budaya masyarakat Kabupaten Karanganyar
  • Desain logo tidak boleh menyinggung SARA dan tidak bertentangan dengan norma-norma yang berlaku
  • Logo dituangkan dalam kertas putih A4 (80 gr) dan disertakan softcopinya dalam bentuk CD (format Ai, CDR, EPS, PSD, JPEG, PNG, BMP atau TIFF) dan dapat diperkecil hingga sampai 2,5 cm
  • Logo merupakan hasil karya sendiri, dengan membuat surat pernyataan dan karya yang dikirim belum pernah menjadi pemenang dalam lomba-lomba yang lain
  • Hasil karya pemenang lomba menjadi hak panitia
  • Semua hasil karya yang sudah masuk menjadi hak panitia
  • Panitia berhak untuk mengubah, menambah desain logo hasil karya dari pemenang lomba logo Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke 98/2015
  • Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat
  • Peserta lomba adalah warga berpenduduk wilayah Kabupaten Karanganyar dibuktikan denngan KTP/KK
  • Karya akan digunakan setiap tahun sebelum diadakan perubahan pada logo yang baru

Pengiriman Karya&Time Schedule

Karya dikirim langsung/via pos, dalam amplop tertutup dengan dilengkapi foto copy KTP/KK dikirim ke Sekretariat Panitia Lomba Logo Hari Jadi Kabupaten Karanganyar

C.Q Bagian Organisasi dan Kepegawaian Setda Kabupaten Karangnyar

Jl. Lawu no. 385B Karanganyar, Telp. (0271) 495039 Extc. 220 Kode Pos 57712

Pengiriman Hasil Karya                : 06 Juli s/d 27 Juli 2015

Seleksi                                               : 29 Juli s/d 31 Juli 2015

Pengumuman Hasil Lomba         : 10 Agustus 2015

Pemberian Hadiah                         : Pada Upacara HUT RI ke 70

Contact Person :

  1. Sekretariat Panitia 0271-495039 ext.220
  2. T. A Gunawan Hp. 08122645969
  3. Bambang S, Hp. 085229626551
  4. Nurhayati, Hp. 082133146637

Read More
aku copy

Krenova, Ajang Lomba Kreativitas dan Inovasi

Salah satu peserta Krenova Tahun 2015 saat mempresentasikan hasil karyanya, Rabu (24/06) di kantor Bappeda Karanganyar

Salah satu peserta Krenova Tahun 2015 saat mempresentasikan hasil karyanya, Rabu (24/06) di kantor Bappeda Karanganyar

Karanganyar, Rabu (24/06/2015)
Ajang lomba Kreativitas dan Inovasi (Krenova) kembali diadakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar.
Lomba yang diselenggarakan setiap tahun ini menjadi ajang bagi pelajar dan masyarakat dalam memajukan teknologi terapan, sekaligus untuk memperoleh solusi yang tepat terhadap permasalahan teknologi yang sedang dihadapi dan dimanfaatkan secara mudah guna menghailkan nilai tambah dari aspek ekonomi dan aspek lingkungan hidup.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Karanganyar Sundoro mengatakan, dengan lomba ini mampu menghasilkan inovasi kreatif dalam segi kemanfaatannya dan bisa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami tentunya bangga dengan banyak peserta yang ikut. Ini terbukti dengan adanya peningkatan peserta sebanyak 100 persen. Tahun ini ada 31 temuan, sedangkan tahun tahun 2014 terdapat 15 profil temuan,” ujar Sundoro, Rabu (24/06) di acara pembukaan Krenova, di Setda Kabupaten Karanganyar.
Selanjutnya dari 31 temuan tadi, dilakukan proses verifikasi oleh tim penilai untuk penentuan profil temuan yang masuk nominasi, telah dilaksanakan pada 8-12 Juni 2015.
“Dari hasil tersebut, temuan yang masuk nominasi yakni peserta pelajar sebanyak delapan profil temuan, dan masyarakat sebanyak lima temuan. Lalu dilakukan presentasi dihadapan tim juri pada 24-25 Juni 2015,” ujar Sundoro.
Ke 13 peserta tersebut, salah satu temuan dari pelajar yakni pemanfaatan temulawak sebagai bahan dasar STIK Pendetekor Borak, sedangkan dari masyarakat yaitu Inovasi Pemecahan Masalah Sampah dengan membuat BBM LIPSTIK.
Ditempat yang sama Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan harapan agar hasil karya ini yang memberi inspirasi dapat dikembangkan kedepan.
“Kita dorong peserta tidak semata-mata ikut lomba ini. Namun hasil karya yang bagus ditindak lanjuti secara intens dan menjadi prodak hasil krenova. Bisa juga di kembangkan dan diberi hak cipta,” ujarnya. pd

Read More
DSC_0367

Pembekalan KPID Jateng Kepada Kelompok Pemantau Siaran

DSC_0367

Siaran SWIBA FM “Bupati Menyapa”

DSC_0387

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo Memberikan Sambutan Saat KPID Jateng Mengkunjungi SWIBA FM, Rabu 24/02

Radio dan Televisi sebagai lembaga penyiaran diberi mandat untuk menggunakan tehnologi frekuensi, namun harus mementingkan kepentingan publik. Hal ini merujuk pada dasar hukum Undang – Undang 32 tahun 2002 tentang frekuensi adalah milik publik, dikelola oleh negara dan dimanfaatkan sebaik – baiknya oleh masyarakat. Kebebasan dan kemerdekaan dalam siaran harus tetap relevan dengan fungsi media itu sendiri, dalam artian siaran tersebut menginformasikan sesuatu secara layak dan benar, mendidik, menghibur secara sehat, melakukan kontrol dan merekatkan sosial, menumbuhkan ekonomi serta memperdulikan budaya lokal. Hal tersebut disampaikan oleh Mulyo Hadi Purnomo selaku koordinator Bidang Penindakan dan Pembinaan isi siaran Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Tengah pada Pembekalan Penyiaran kepada kelompok pemantau siaran, Selasa (24/02) di Radio Swiba Karanganyar yang dihadiri oleh Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo.

Perlunya pengawasan dan literasi media

Negara menguasai spektrum frekuensi yang digunakan untuk penyelenggaraan penyiaran guna sebesar – besarnya kemakmuran rakyat. Akibat kepentingan bisnis, lembaga penyiaran berpotensi melakukan penyimpangan melalui program siaran yang disajikan. Agar lembaga penyiaran dapat berfungsi dan memberi kemanfaatan kepada masyarakat maka perlu diatur, dikontrol dan diawasi melalui program siaranya. Karena tidak semua lembaga penyiaran yang jumlahnya semakin banyak bisa terjangkau oleh pantauan KPID sehingga perlu keterlibatan masyarakat. Sesuai dengan pasal 52 Undang – Undang Penyiaran bahwa setiap warga Indonesia memiliki hak, kewajiban dan tanggung jawab dalam berperan serta mengembangkan penyelenggaraan penyiaran nasional,organisasi, lembaga swadaya masyarakat, perguruan tinggi dan kalangan pendidikan dapat mengembangkan kegiatan literasi dan / atau pemantauan lembaga penyiaran, masyarakat sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat mengajukan keberatan terhadap program dan /atau isi siaran yang merugikan.

Kiat Melakukan Pengawasan

Sebagai masyarakat yang peduli akan pentingnya siaran dalam menyampaikan informasi agar tidak menyimpang dari aturan yang telah ditetapkan KPID, maka perlu diperhatikan beberapa faktor, antara lain ; cermati program yang rawan pelanggaran ( berita tentang issue sensitif, infotainment, film kekerasan, tayangan mistis ), cermati jam siarnya ( tayangan dewasa, materi seksualitas, kekerasan, mistik) hanya boleh disiarkan pukul 22.00 – 03.00 WIB, perhatikan keterlibatan anak – anak ( anak – anak dilarang dijadikan narasumber dalam wawancara urusan rumah tangga orang tuanya, kasus hukum yang menimpa anak – anak harus disamarkan identitasnya), cermati iklan ( dilarang superlatif/ mengklaim satu – satunya, mengandung unsur menyesatkan, dan mengajarkan tuntunan yang salah seperti iklan kampanye di luar waktu kampanye). Cermati ucapan penyiar (dilarang menggunakan kata – kata cabul, mengumpat, memojokkan pihak tertentu), perhatikan lirik lagu ( dilarang bermuatan cabul, mengesankan hubungan seks, mengesankan wanita sebgai objek seks), perhatikan tayangan asing (seperti video clip lagu barat, berita mancanegara) karena regulasi penyiaran luar negeri berbeda di Indonesia.

Strategi Penguatan

Perlu adanya satu kesatuan persepsi/sinergi dan kerjasama yang baik antara KPID, Lembaga penyiaran dan masyarakat guna meminimalisir pelanggaran – pelanggaran dalam program siaran baik televisi maupun radio dengan meningkatkan intensitas pengawasan baik secara kualitas maupun kuantitas, memperlebar jaringan kelompok dengan sistem MLM, mengajak seluruh anggota masyarakat untuk kritis terhadap tayangan televisi dan siaran radio dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pengaruh media (LITERASI MEDIA) melalui program sosialisasi, workshop, seminar dsb. “Radio sebagai perekat sosial bukan alat profokatif ” , hal tersebut disampaikan oleh Tazkiyyatul Muthmainnah selaku koordinator bidang aduan dan pengawasan isi siaran KPID Jawa Tengah saat menyampaikan pembekalan materi.

Selanjutnya Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo dalam arahannya menyampaikan bahwa kita sebagai mayarakat Karanganyar harus merasa memiliki, menampilkan yang baik dan instropeksi untuk yang lebih baik. “ Sampaikan informasi yang baik dan informasi pembangunan Kabupaten Karanganyar sehingga berdampak baik kepada masyarakat sesuai dengan visi misi Pemerintah Karanganyar yang telah menjadi Perda 5 (lima) tahun ke depan Bersama memajukan Karanganyar “. ad (ch)

Read More
IMG_4562

Pelatihan Teknologi Informasi di Broadband Learning Center (BLC)

IMG_4562

Pelatihan Internet dasar untuk siswa SD di BLC Kabupaten Karanganyar

Dalam rangka meningkatkan kemampuan SDM di bidang teknologi informasi, Broadband Learning Center (BLC) Pemerintah Kabupaten Karanganyar kembali menyelenggarakan “Pelatihan Teknologi Informasi Gratis” untuk Tahun Anggaran 2015.

BLC sendiri merupakan Program pelatihan teknologi informasi yang terbuka bagi seluruh warga masyarakat di Kabupaten Karanganyar, dikelola oleh Bagian PDE Sekretariat Daerah Kabupaten Karanganyar. Kegiatan ini secara rutin dilaksanakan setiap tahun.

Materi pelatihan yang diberikan di BLC adalah terkait teknologi Informasi seperti : Pengenalan Internet, pembuatan website, pembuatan blog dan materi TI lainnya sesuai dengan kebutuhan.

“Untuk bulan Februari ini pelatihan diikuti oleh siswa-siswa Sekolah Dasar di lingkungan UPT PUD NFI dan SD Kecamatan Jumantono, dan akan diteruskan di bulan berikutnya sesuai dengan jadwal yang telah disusun”, demikian dikemukakan oleh Sekretaris Daerah Drs. Samsi, M.Si, pada hari kamis, 12 Februari 2015 di sela-sela pelaksanaan pelatihan yang diikuti oleh siswa-siswa SDN Tugu 01, Kecamatan Jumantono.

Ditambahkan, beliau mempersilahkan bagi kelompok masyarakat di Kabupaten Karanganyar yang ingin diberikan pelatihan, bisa mengajukan permintaan atau berkoordinasi dengan Bagian PDE Setda Kabupaten Karanganyar selaku pengelola kegiatan pelatihan di BLC. pde

Read More
DSC_0007 copy

Administrasi Perkantoran Dituntut Cepat dan Transparan

Karanganyar, Selasa (25/11/2014)

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, saat membuka Bintek Aplikasi Perkantoran, Selasa (25/11) di Ruang Podang VIP, Setda Kabupaten Karanganyar

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, saat membuka Bintek Aplikasi Perkantoran, Selasa (25/11) di Ruang Podang VIP, Setda Kabupaten Karanganyar

Administrasi perkantoran di era modern saat ini dituntut cepat dan transparan. Sebab masyarakat membutuhkan pelayanan yang prima dari pemerintah. Untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat, setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karanganyar diharapkan efektif dalam tata administrasi perkantoran.

“Kedepan administrasi perkantorkan diharapkan menjadi efektif dengan menggunakan sistem elektronik. Saat ini biaya pembelian Alat Tulis Kantor (ATK) lumayan besar. Dengan efektifitas itu, bisa menghemat anggaran,” ujar Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, saat memberikan sambutan Bimbingan Teknis Sistem Administrasi Perkantoran siMAYA, Selasa (24/11) di Ruang Podang VIP, Setda Kabupaten Karanganyar.

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari, Selasa-Rabu (25-26/11) diikuti sekitar 70 petugas adminitrasi dari berbagai SKPD di Kabupaten Karanganyar. Dengan menghadirkan pemateri lokal dan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.

“Dengan menggunakan aplikasi siMAYA, pekerjaan bisa jadi efisien dan efektif. Disposisi atasan bersifat real time, hemat pembiayaan ATK, penyimpanan bersifat elektronik dan teknologi mobile,” ujar Dirgantara Manurung dari Direktorat e-Goverment, Direktorat Jenderal Aplikasi dan Informatika.

Ditempat yang sama, Kepala Bagian Pengelolaan Data Elektronik (PDE) Bambang Prihantoro mengatakan bimbingan teknis aplikasi perkantoran ini dimaksudkan petugas mengetahui aplikasi dan menjalankan aplikasi siMAYA, agar bisa membuat surat, disposisi surat masuk-keluar, dan agenda surat secara elektronik. pd

Read More
gue copy

Krenova, Ajang Pengembangan dan Pemanfaatan Iptek

Karanganyar, Senin (20/10/2014)

Salah satu kelompok peserta saat memaparkan Profil Temuan dihadapan Tim Penilai Krenova, Senin (20/10) di Bappeda Kabupaten Karanganyar.

Salah satu kelompok peserta saat memaparkan Profil Temuan dihadapan Tim Penilai Krenova, Senin (20/10) di Bappeda Kabupaten Karanganyar.

Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengadakan Krenova (Kreativitas dan Inovasi) untuk meningkatkan pengembangan dan pemanfaatan teknologi tepat guna dari pelajar dan masyarakat.

Sutarno, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Karanganyar mengatakan lomba krenova ini untuk memberikan kepada masyarakat Kabupaten Karanganyar, baik individu maupun kelompok, yang mampu menghasilkan inovasi kreatif, dalam segi kemanfaatannya dan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Lomba ini diikuti dari kalangan masyarakat dan pelajar. Peserta ada 14 profil temuan. Untuk masyarakat tujuh profil dan pelajar tujuh profil,” ujar Sutarno, saat pembukaan Krenova, di Ruang Podang VIP, Setda Kabupaten Karanganyar, Senin, (20/10).

Dia menambahkan, kriteria hasil karya yakni mudah didesiminasikan dan diadopsi masyarakat, dapat diaplikasikan dalam skala rumah tangga, bahan baku dari lokal, ramah lingkungan. “Termasuk juga bisa untuk investasi dan manajemen terjangkau masyarakat, dan mempunyai, manfaat berkelanjutan,” ujarnya. Setiap peserta diwajibkan mempresentasikan profil temuan dihadapan tim penilai, Senin (20/10) untuk pelajar, dan Selasa (21/10) bagi masyarakat, di Bappeda.

Sutarno menjelaskan, misalnya dari masyarakat terdapat profil temuan Pemanfaatan LimbahKertas Koran sebagai Sarana Kerja Seni Panel dan Kaligrafi. Rekayasa Mesin Pengupas Batok Kelapa, dan Pembuatan Kincir Angin di Sawah.

“Sedangkan dari pelajar seperti Pemanfaatan Minyak Goreng Bekas Sebagai Alternatif Bahan Bakar Minyak, Pemanfaatan Kacang Tunggak dalam Pembuatan Sosis Sebagai Makanan Bergizi, dan Kreasi Krupuk Nusantara Dari Daun Labu Siam,” imbunya.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan sambutan pada pembukaan acara tersebut menuturkan lomba ini secara langsung akan memicu munculnya teknologi-teknologi terapan. “Teknologi ini dapat pula dimanfaatkan bagi wirausahawan. Inovasi dan teknologi terapan yang masuk dalam nominasi, tentunya telah memenuhi kriteria hasil karya dapat diaplikasikan dalam skala rumah tangga, dengan skala investasi dan manajemen terjangkau,” ujar Bupati Juliyatmono. pd

Read More
DSC_0054 copy

Bupati Karanganyar Resmikan Media Center

Karanganyar, Selasa (23/09.2014)

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo setelah meresmikan Media Center mengakses internet, Senin (22/09) di Dishubkominfo Karanganyar

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, dan Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo setelah meresmikan Media Center mengakses internet, Senin (22/09) di Dishubkominfo Karanganyar

Bupati Kabupaten Karanganyar Juliyatmono meresmikan penggunaan Media Center (MC) yang berlokasi di Kantor Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), Senin (22/09) tepatnya disebelah barat Taman Pancasila.

Menurut Bambang Sugito, Kepala Bidang Kominfo, Dishubkominfo Kabupaten Karanganyar, menuturkan pembangunan rehab ruang yang berlangsung selama satu setengah bulan dimulai bulan puasa kemarin sampai akhir bulan September. Dana untuk rehab dan sarana prasarana mencapai Rp. 237 juta yang bersumber dari APBD 2014. “ Di media center terdapat 14 unit personal computer (PC), dilengkapi AC, ruang rapat, dan perpustakaan mini,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, masyarakat umum dipersilahkan untuk mengakses internet untuk mendapatakan informasi. “Jam buka media center dari jam 7.30 sampai jam 16.00,” katanya.

Bupati Juliyatmono bersama Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, setelah meresmikan, mengatakan. “Masyarakat umum saat ini sangat membutuhkan infomasi yang cepat. Kedepan, tahun 2015 Pemerintah Kabupaten Karanganyar akan menerapkan e-goverment, sehingga layanan untuk masyarakat bisa mudah dan cepat,” ujar Juliyatmono. pd

Read More
DSC_0136 copy

Perangkat Desa Dituntut Bisa Gunakan Teknologi

Karanganyar, Rabu (17/09/2014)

Para perangkat desa / kelurahan mengikuti pelatihan aplikasi perkantoran di ruang Podang 1, Setda Kabupaten Karanganyar, Rabu (17/09) pagi.

Para perangkat desa / kelurahan mengikuti pelatihan aplikasi perkantoran di ruang Podang 1, Setda Kabupaten Karanganyar, Rabu (17/09) pagi.

Dalam menghadapi perkembangan jaman yang semakin cepat dan berkembang, perangkat desa dituntut bisa mengunakan teknologi, khususnya untuk perkantoran. guna mewujudkan tujuan tersebut, Pemkab Karanganyar menyelenggarakan pelatihan aplikasi perkantoran di Ruang Podang 1 Sekretariat Daerah (Setda) Karanganyar, Rabu (17/09).
Dalam acara tersebut, Bagian Pengelolaan Data Elektronik (PDE) bertindak sebagai tutor. Sementara itu, perwakilan dari perangkat desa/ kelurahan yang berjumlah 177 orang menjadi pesertanya.
Ratusan peserta itu dibagi menjadi tiga kelompok. Di mana, satu kelompok terdiri dari 60-an orang dan diberi kesempatan mengikuti pelatihan selama sehari. Artinya, Bagian PDE memberikan pelatihan selama tiga hari berturut-turut terhitung Rabu (17/09) hingga Jumat (19/09). Pihaknya pun mematok waktu pelatihan yakni pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.
Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengungkapkan pola pikir masyarakat sudah jauh berkembang, termasuk dalam hal informasi dan komunikasi. Salah satunya yakni sisi informasi melalui internet. Apalagi, sistem administrasi di Bumi Intanpari juga sudah modern, dengan menggunakan komputer dan jaringan internet.
Dengan demikian, para perangkat desa/ kelurahan juga dituntut profesional dengan menguasai komputer. “Jangan sampai perangkat desa ketinggalan informasi dan tidak bisa menggunakan komputer. Kami harap semua sistem administrasi juga sudah menggunakan komputerisasi sehingga mampu menghemat waktu dan tenaga. Maka dari itu, kami harap semua perangkat desa/ kelurahan melek teknologi,” katanya. pd

Read More
DSC_0134 (FILEminimizer)

Pelatihan Open Source Software

DSC_0134 (FILEminimizer)

Pelatihan OSS Kabupaten Karanganyar di Ruang Broadband Learning Center Setda Kab. Karanganyar

Sebanyak 4o peserta dari perwakilan Badan / Dinas / Kantor se Kab. Karanganyar dan Sekwan serta Sekda Kab. Karanganyar mengikuti pelatihan Open Source Software. Pelatihan ini berlangsung dari tanggal 26 – 30 November 2013 yang terbagi dalam 2 kelompok masing-masing 20 orang selama 2 hari.

Pembukaan pelatihan OSS tersebut, hadir Assisten Pemerintahan Dra. Any Indrihastuti, MM yang mewakili Bupati Karanganyar yang disaat yang bersamaan ada tugas lain. Dalam sambutan Bupati Karanganyar, yang dibacakan oleh Any mengatakan Pemerintah Kabupaten Karanganyar menyampaikan terima kasih kepada segenap Panitia Pelatihan Open Source Software (OSS) yang telah mempersiapkan segala sesuatunya guna kelancaran pelaksanaan acara. Semoga pemahaman seluruh SKPD di Kabupaten Karanganyar tentang pemanfaatan perangkat lunak legal berbasis Open Source ini menjadikan upaya guna mensukseskan Karanganyar Go Open Source.

Pelaksanaan pelatihan ini merupakan salah satu tidak lanjut dari Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia tentang Pemakaian dan Pemanfaatan Penggunaan Piranti Lunak Legal dilingkungan Instansi Pemerintah dan Juga berkaitan erat dengan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara tentang Pemanfaatan Perangkat Lunak Legal Berbasis Open Source, yang pada akhir tahun 2010 seluruh Kantor Pemerintahan ditargetkan harus sudah Menggunakan Perangkat Legal.

Upaya ini dilakukan karena keberadaan OSS, dipandang sebagai solusi menyeluruh bagi strategi pengembagan teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia. Pandangan ini tidak berlebihan karena Open Source Software (OSS) merupakaan perangkat lunak yang dikembangkan secara gotong royong dan menggunakan kode program yang tersedia secara bebas.

Pelatihan Open Source Software kali ini panitia mengundang tim ICT Center dari FKIP Internet Center and Open Source UNS (FICOS) sebagai pembicara sekaligus intruktur pelatihan. ad

Read More