Category: Teknologi Informasi

DSC_0073

Bupati : 45 Hari KKN, Mahasiswa Harus Berani Ingatkan Warga Jam Wajib Belajar

kominfo

Jam wajib belajar harus ditanamkan di rumah-rumah penduduk, Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat menyampaikan sambutannya, Kamis (14/07/2016).

Sejumlah 251 Mahasiswa Sebelas Maret Surakarta akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kab. Karanganyar yang tersebar di empat Kecamatan yakni Kec. Gondangrejo (Desa Wonosari, Desa Jeruksawit), Kec. Jenawi, Kec. Jaten ( Desa Jaten, Desa Brujul) dan Kec. Ngargoyoso ( Desa Jatirejo).

“ KKN ini merupakan salah satu kegiatan yang wajib dilaksanakan setiap mahasiswa untuk mengakhiri masa studinya. KKN dilakukan dua kali dalam setahun. Dari jumlah 251 mahasiswa meliputi 167 putri dan 84 putra yang terbagi menjadi tiga kategori yakni regular dari UNS sejumlah 200 mahasiswa, 41 Mahasiswa dari IBM dan BMKG serta 10 Mahasiswa dari Ternate. KKN akan dilaksanakan satu setengah bulan di empat Kecamatan,” terang Hendro Saputro selaku Koordinator KKN UNS.

Penerimaan Mahasiswa KKN Thematik Integratif UNS tersebut diterima langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar yang didampingi Kepala Bappeda, Kamis (14/07/2016) di Pendopo Rumdin Bupati Karanganyar.

Dalam sambutannya, Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengingatkan kepada segenap Mahasiswa KKN untuk terus memotivasi masyarakat pentingnya menempuh pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi untuk kehidupan masa depan lebih baik.

“ Saya harapkan adik-adik mahasiswa ini, berani untuk selalu mengingatkan warga di jam wajib belajar, yang dimulai bakda maghrib. Selain untuk berkumpul keluarga juga mewajibkan anak-anak untuk belajar karena waktu semacam itu adalah waktu yang berkualitas. Sehingga tidak ada anak yang masih keluyuran diluar, orang tua juga dapat mendampingi,” ujar Juliyatmono dihadapan Mahasiswa KKN.

Ia juga menjelaskan bahwa pendidikan mulai SD sampai dengan SMU/SMK adalah gratis, jadi tidak ada alasan untuk tidak melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.

“ Kalau masih ada yang tidak sekolah berarti kulturnya yang harus dirubah. Selama 45 hari, ini adalah tugas adik-adik untuk selalu menyemangati masyarakat pentingnya pendidikan. Kehadiran mahasiswa KKN ini untuk memotivasi generasi muda untuk kedepan lebih baik terlebih kami selaku Pemerintah telah memberikan beasiswa sebesar 2,5 juta rupiah kepada sejumlah siswa di Kab. Karanganyar yang melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi,” tuturnya.

kominfo

Wabup Rohadi widodo : Kenali wilayah dan keberagaman masyarakat di lokasi KKN nantinya.

Sementara itu, pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati, Rohadi Widodo menekankan pentingnya mengenali lingkungan tempat KKN. Berinteraksi dengan masyarakat sekitar menjadi suatu yang sangat penting karena kondisi masyarakat yang beragam.

“Lakukan pendekatan-pendekatan dengan tokoh masyarakat, Kepala Desa maupun perangkat desa lainnya. Potensi-potensi apa yang bisa diunggulkan di desa tersebut. Kenali permasalahan-permasalahan yang timbul dimasyarakat dan mencoba untuk mencari apa yang dapat dijadikan solusinya. Jangan malu untuk berinteraksi dengan masyarakat. Karena dari interkasi tersebut skill, organisasi dan manajeman kalian dapatkan,” kata Rohadi Widodo.

kominfo

Bupati dan Wakil Bupati (tengah) foto bersama dengan mahasiswa KKN dan Dosen Pembimbing UNS.

Demikian Dishubkominfo (ind)

Read More
DSC_0020

DISHUBKOMINFO Kabupaten Karanganyar Menggalakkan Pendataan Menara Telekomunikasi

kominfo

Penempelan Stiker Oleh Petugas Bahwa Menara Telah Membayar Retribusi Tahun 2015

Dishubkominfo Kab. Karanganyar terus melakukan pendataan menara telekomunkasi yang tersebar di 17 kecamatan se-Kabupaten Karanganyar.

Setidaknya dari data tahun 2015 terdapat sekitar 158 menara telekomunikasi di Kabupaten Karanganyar. Menara sebanyak itu merupakan kepemilikan dari sekitar 27 Provider seperti Oke Daya Mitratel, Oke TBG,OKE XL, TARRACEL, OKE TELKOMSEL, OKE INDOSAT,OKE Protelindo, dan lain-lain. Disamping dalam rangka pengendalian dan pengawasan menara telekomunikasi, pendataan menara tahun 2016 ini sangat diperlukan untuk melengkapi database menara.

Dengan keluarnya Putusan MK Nomor 46/PUU-XII/2014 yang membatalkan Penjelasan Pasal 124 UU No.28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, maka penarikan retribusi pengendalian menara dengan dasar 2% NJOP tidak berlaku. Besarnya retribusi pengendalian menara kemudian diatur dengan mengalikan Tingkat Penggunaan Jasa dan Tarif Retribusi Menara. Adapun Tingkat Penggunaan Jasa dipahami sebagai frekuensi pengendalian dan pengawasan menara telekomunikasi yang dilakukan oleh Pemerintah, sedangkan tarif retribusi merupakan nilai rupiah yang ditetapkan untuk menghitung besarnya retribusi terutang. Sesuai Formulasi Penghitungan Tarif Pengendalian Menara Telekomunikasi dalam lampiran Surat Kementrian Keuangan RI tanggal 18 November 2015, besaran retribusi pengendalian menara telekomunikasi dapat memperhitungkan zonasi; ketinggian menara; jenis menara; dan jarak tempuh. Untuk memenuhi data-data kharakteristik menara tersebut maka perlu dilakukan kegiatan pendataan menara telekomunikasi.

Sampai dengan saat ini, dari sekitar 150 an menara tersebut, baru sekitar 30 an menara yang terdata kembali. Mengingat terpencarnya lokasi-lokasi menara, keterbatasan SDM dan sarana dan prasarana maka pendataan menara dilakukan secara bertahap per kecamatan. Secara teknis, pendataan kembali menara melingkupi cek titik-titik koordinat lokasi menara berdasar cell plan, konstruksi fisik bangunan, pendataan jenis lokasi peruntukan (sawah, ladang, perbukitan, pusat perdagangan, permukiman desa atau kota). Saat pendataan lapangan juga sekaligus melakukan penempelan stiker tanda menara telah memenuhi kewajiban perizinan sehingga sesuai dengan UU No.36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi , masyarakat tidak diperbolehkan melakukan perbuatan yang menimbulkan gangguan fisik dan elektromagnetik terhadap penyelenggaraan telekomunikasi.

Demikian Dishubkominfo (Sofi)

Read More
DSC_0017

DPRD Tangerang Kunjungi LPPL Swiba Karanganyar

kominfo

Agus Cipto Waluyo selaku Kadis Dishubkominfo Karanganyar saat memaparkan terkait LPPL Swiba, Jum’at pagi (10/06).

Karanganyar, Kamis 09 Juni 2016

Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Swiba Karanganyar menerima kunjungan kerja (Kunker) Pansus Pembentukan LPPL Kab. Tangerang, Jum’at pagi (10/06/2016) di Aula Dishubkominfo Karanganyar. Rombongan kunker diterima langsung Kepala Dishubkominfo Karanganyar, Agus Cipto Waluyo.

Uzwatun Khasanah selaku ketua rombongan, mengatakan bahwa maksud dan tujuan kunker kali ini terkait Penyusunan raperda tentang Penyiaran.

Dalam paparannya, Agus Cipto Waluyo menjelaskan proses ijin siaran swiba melalui Ijin Prinsip Penyelenggaraan Penyiaran (IP3) selama enam bulan dilanjutkan dengan Ijin Siaran Radio (ISR) kemudian Uji Coba Siaran (UCS) selanjutnya pada Ijin Prinsip Penyiaran (IP2).

kominfo

Kepala Dishubkominfo dan Staf Radio Swiba Karanganyar foto bersama Pansus DPRD Tangerang.

Ditambahkannya bahwa Suara Intan Pari Membangun (SWIBA) menjadi Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) adalah ketentuan dari pusat dimana swiba adalah radio independen yang telah memenuhi persyaratan dan ketentuan peraturan KPID (Komisi Penyiaran Indonesia Daerah).

Dishubkominfo Karanganyar (ind)

Read More
DSC_0998

Ketahanan Keluarga Diperlukan Dalam Menangkal Dampak Negatif Teknologi

kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono Saat Sampaikan Sambutannya Dihadapan Peserta Talkshow, Sabtu (28/5)

Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-66, Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Karanganyar mengadakan talkshow dengan narasumber Siti Atiqoh yang juga merupakan istri dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Rektor UNS Prof Ravik Karsidi Guru Besar Sosiologi Pendidikan UNS, bertempat di Gedung DPRD Kabupaten Karanganyar, Sabtu (28/5). Hadir dalam acara tersebut Bupati Karanganyar Juliyatmono, Ketua TP PKK Karanganyar Siti Khomsiyah Juliyatmono dan perwakilan organisasi wanita yang ada di Kabupaten Karanganyar.

Adapun tema yang diangkat dalam puncak acara HUT GOW Ke-66 kali ini adalah “dengan memperingati HUT GOW Ke-66, Kita Kokohkan Keluarga Indonesia”.

Bupati Karanganyar Juliyatmono menyambut baik atas terselenggaranya talkshow ini dikarenakan kemajuan teknologi sekarang telah memberikan dampak yang luar biasa yaitu penyakit-penyakit sosial untuk kita semua. Diharapkan dengan adanya acara semacam ini akan memberikan dampak positif kepada ibu untuk memahami arti penting ketahanan keluarga yang kuat, karena peran Ibu dalam mempersiapkan masa depan putra-putrinya sangatlah luar biasa.

“Pemkab Karanganyar sendiri telah memberikan himbuan kepada seluruh warga Karanganyar untuk mematikan TV mulai dari jam 19.00 – 21.00 WIB sehingga anak akan fokus pada kegiatan belajar dan orang tua wajib mendampingi”, tambah Juliyatmono

Harapan kita semua dengan pendidikan yang baik, anak-anak sebagai generasi penerus bangsa akan benar-benar berkualitas dan terhindar dari dampak teknologi yang negatif.

Demikian DISHUBKOMINFO KARANGANYAR (ad)

Read More
DSC_0213

Karanganyar Peringati Harkitnas Ke-108

kominfo

Bupati Karanganyar, Juliyatmono sebagai Irup pada Upacara Peringatan Harkitnas ke-108 Kab. Karanganyar, Jum’at pagi (20/5/2016).

Karanganyar, Jum’at 20 Mei 2016

Bertempat di halaman Kantor Sekretariat Daerah Karanganyar, Jum’at pagi (20/05) sejumlah PNS, Gerakan Organisasi Wanita, Bhayangkari, Persit, Dishub, Satpol PP, Polri, Mahasiswa serta Pelajar dilingkungan Karanganyar mengikuti Upacara memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-108 .

Bertindak selaku Inspektur Upacara, Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Pemimpin Upacara, Iptu.Sutarno Polres Karanganyar.

Dalam amanat Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara yang dibacakan oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan bahwa Mengukir Makna Kebangkitan Nasional dengan Mewujudkan Indonesia yang Bekerja Nyata, Mandiri dan Berkarakter” tema yang diangkat untuk peringatan Kebangkitan Nasional tahun 2016 ini. Dengan tema ini kita ingin menunjukkan bahwa tantangan apapun yang kita hadapi saat ini harus kita jawab dengan memfokuskan diri pada kerja nyata secara mandiri dan berkarakter.

Kerja nyata kemandirian dan karakter kita semua terpusat pada pemahaman bahwa saat ini kita dihadapkan dalam kompetisi global. Persaingan bukan lagi muncul dari tetangga-tetangga di sekitar lingkungan kita saja, sebaliknya justru inilah saat paling tepat bagi kita untuk bahu membahu bersama sesama anak bangsa untuk memenangkan persaingan-persaingan pada aras global, karena lawan tanding kita semakin hari semakin muncul dari seantero penjuru dunia. Sebagai satu kesatuan, mau tidak mau kita harus bangkit untuk menjadi bangsa yang kompetitif dalam persaingan pada tingkat global tersebut.

Pada aspek-aspek kerja nyata, kemandirian dan karakter kitalah terletak kunci untuk memenangkannya. Kita bukan saatnya lagi mengedepankan hal-hal sekedar pengembangan wacana yang sifatnya seremonial dan tidak produktif. Kini saatnya bekerja nyata mandiri dengan cara-cara baru penuh inisiatif, bukan hanya mempertahankan dan membenarkan cara-cara lama sebagaimana yang telah dipraktikkan selama ini. Hanya karena telah menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan berarti sesuatu telah benar dan bermanfaat. Kita harus membiasakan yang benar dan bukan sekedar membenarkan yang biasa.

Usai pelaksanaan Upacara Harkitnas dilangsungkan penyerahan penghargaan TOP BUMD tingkat Nasional kategori TOP BUMD 2016, TOP BPR 2016, TOP CEO BUMD 2016, TOP Pembina BUMD Award 2016. Dilanjutkan penyerahan Kendaraan Dinas Operasional Patroli Suzuki APV No Pol AD 9582 BF bantuan DAK(Dana Alokasi Khusus) sarana Prasarana Satuan Polisi Pamong Praja, Kementerian Dalam Negeri RI Tahun 2016 serta penyerahan hadiah Grand Price undian Tabungan Bima Periode II untuk wilayah Jateng berupa 1 (satu) unit Toyota Fortuner.

Peringatan Harkitnas kali ini dimeriahkan dengan rangkaian kegiatan diantaranya Kirab Wayang Semar, Festival gelar Dalang Cilik, Sarasehan Budaya dan Pagelaran Wayang Kulit.

Dishubkominfo Karanganyar (ad/ind)

 

Read More
DSC_2001 – Copy copy

KPUD Karanganyar Luncurkan “KOBIL”

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Karanganyar meluncurkan majalah elektronik KOBIL (Kotak dan Bilik), Kamis (28/04) di kantor KPUD setempat.

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Karanganyar meluncurkan majalah elektronik KOBIL (Kotak dan Bilik), Kamis (28/04) di kantor KPUD setempat.

Karanganyar, Kamis (28/04/2016)

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Karanganyar meluncurkan majalah elektronik, yang diterbitkan sebagai bentuk langkah inovasi, dalam rangka pelayanan keterbukaan informasi publik, dan sebagai media menyalurkan ide kreatifitas sekaligus media komunikasi dan informasi kepada masyarakat.

“Majalah dalam bentuk e-paper itu kami beri nama KOBIL, berasal dari akronim Kotak suara dan Bilik suara. Dipilihnya nama tersebut karena Kotak-Bilik identik dengan penyelenggaraan pemilu,” kata Ketua KPUD Karanganyar, Sri Handoko Budi Nugroho, Kamis (28/04) di kantornya, saat acara tersebut.

Sebagaimana diketahui, lanjut Ketua KPUD Karanganyar, bahwa Kotak-Bilik adalah perlengkapan atau sarana dan prasarana utama dalam kegiatan pemungutan dan penghitungan suara. Majalah elektronik KOBIL mengusung slogan satu langkah maju untuk demokrasi yang terbit setiap tiga bulan sekali.

Ditempat yang sama, Pimpinan Redaksi Majalah KOBIL, Masykur, menjelaskan masyarakat dapat mengakses majalah tersebut melalui www.kpu-karanganyarkab.go.id, serta di upload ke situ web yang menyediakan jasa berbagi dokumen berbasis flash.

“Kami memandang perlunya media bagi masyarakat untuk mendapatkan berbagai informasi yang berisi program kegiatan KPU dan berkaitan dengan pemilihan umum,” jelas Masykur.

Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Data Informasi, Maksum, KPU Karanganyar, mengklaim bahwa majalah dalam bentuk e-paper itu merupakan yang pertama di lingkup KPU Daerah se Indonesia.

“Ya, ini merupakan majalah KPU format elektronik pertama di lingkup KPUD se Indonesia,” katanya. pd

Read More
IMG_4332 1

Pelatihan SPSE Versi 3.6 CA LPSE Kabupaten Karanganyar

Dalam rangka meningkatkan Layanan Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik di Kabupaten Karanganyar, LPSE Kabupaten Karanganyar telah meningkatkan/ upgrade Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) yang semula menggunakan versi 3.6 menjadi Versi 3.6 CA.

Dengan pemakaian SPSE versi 3.6 CA tersebut, selain ada beberapa perubahan/peningkatan sistem layanan, setiap pengguna LPSE juga diwajibkan melakukan registrasi ulang untuk mendapatkan sertifikat elektronik sebagai alat autentikasi dan verifikasi untuk dapat mengikuti proses pelelangan.

IMG_4332 1

Sehubungan dengan hal tersebut, LPSE Kabupaten Karanganyar telah melaksanakan Pelatihan SPSE Versi 3.6 CA dan pendaftaran sertifikat elektronik yang diikuti 160 peserta penyedia barang/jasa sejak tanggal 7-22 Maret 2016 bertempat di Ruang Komputer BLC Bagian PDE Setda Kabupaten Karanganyar.

Dengan pelatihan tersebut, diharapkan para penyedia barang/jasa dapat memahami dan menggunakan SPSE Versi 3.6 CA untuk kepentingan keikutsertaan dalam lelang pengadaan barang/ jasa menjadi lebih lancar.

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar Drs. SAMSI, M.Si di sela-sela pelaksanaan pelatihan.

Read More
Resize of DSC_0113

Kota Layak HAM; Strategi Meningkatkan Penegakan HAM di Daerah

Foto Bareng Jajaran Eksekutif Pemkab Karanganyar Bersama Komisioner dari Komnas HAM

Foto Bareng Jajaran Eksekutif Pemkab Karanganyar Bersama Komisioner dari Komnas HAM

Hak asasi manusia (HAM) merupakan merupakan hak dasar yang secara kodrati melekat pada diri manusia, bersifat universal dan langgeng, oleh karena itu harus dilindungi, dihormati, dipertahankan, dan tidak boleh diabaikan, dikurangi, atau dirampas oleh siapapun. Mengingat pentingnya persoalan HAM, maka dewasan ini perhatian terhadap penegakan HAM begitu tinggi, ini dapat sebagai indikator bahwa masyarakat saat ini semakin kritis dan cerdas.

Untuk konsen dengan issue tersebut, baru-baru ini Pemkab. Karanganyar mendapat kunjungan kerja dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) pusat (Jum’at, 11/15). Dipimpin langsung oleh ketua komisioner, Nur Kholis, kunjungan kerja yang diterima langsung oleh Bupati Karanganyar Drs. H Juliyatmono, MM di kediaman Rumah Dinas Bupati ini membicarakan tentang rencana kerjasama pilot project pengembangan kab/kota layak HAM di Karanganyar. Bupati mengapresiasi rencana ini agar nantinya Karanganyar menjadi salah satu contoh pengembangan kabupaten yang memiliki kepedulian terhadap penegakan HAM dalam upaya pelayanan publik yang terbaik bagi masyarakat.

Pencanangan kab/kota layak HAM ini, bertujuan untuk memastikan bahwa setiap manusia yang tinggal di suatu daerah bisa hidup dalam suasana aman dan nyaman dengan jaminan bahwa hak-hak mereka terpenuhi dengan baik. Sebagaimana diketahui, bahwa berdasarkan Undang-Undang No 39 tahun 1999 tentang HAM, ada 10 hak dasar atau hak asasi manusia yang wajib dijamin oleh pemerintah, diantaranya adalah Hak untuk hidup, Hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan, Hak mengembangkan diri, Hak memperoleh keadilan, Hak atas kebebasan pribadi, Hak atas rasa aman, Hak atas kesejahteraan, Hak turut serta dalam pemerintahan, Hak khusus wanita, dan Hak khusus anak. [xos]

 

Read More
DSC_0186

Pemerintah dan Orang Tua Wajib Peduli Internet Sehat

DSC_0186

Para peserta workshop “Internet Sehat Bikin Hebat” yang terdiri dari kalangan remaja (Minggu 20/09/15).

“Banyak anak jaman sekarang dengan mudah membuka HP dengan internet. Ya kalau dipakai untuk hal-hal yang berguna, tapi bagaimana kalau justru untuk hal-hal negatif?” Pernyataan ini salah satu kekhawatiran yang dilontarkan Lurah Delingan, Drs. Kustono, dalam sambutannya mengantarkan acara workshop internet sehat untuk generasi muda yang diselenggarakan oleh Pemkab Karanganyar melalui SKPD pengampu yaitu Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika, Minggu (20/9).

Kegundahan Bapak Lurah itu kiranya menjadi potret kegelisahan mayoritas orang tua sekarang. Sudah jamak anak-anak usia sekolah dari SMP, SMA bahkan murid SD sudah mahir mengoperasikan telepon genggam (Handphone/HP). Mereka adalah generasi yang terlahir di jaman teknologi digital (digital native), tidak heran jika ketrampilan dan pengetahuan mereka lebih canggih dibanding generasi bapak-ibunya.

Kepandaian anak-anak mengenai tekhnologi informasi ini bahkan terkadang bagi sebagian orang tua menjadi sebuah kebanggaan tersendiri. Namun alih-alih memberi rambu-rambu dan arah, kadang orang tua atas alasan kesibukan justru menyerahkan sepenuhnya kebebasan anak-anak mereka berselancar di dunia maya. Padahal dunia cyber bagaikan rimba, menawarkan berbagai kemanfaatan dengan fitur-fitur canggihnya, akan tetapi juga menghadirkan predator/ pemangsa yang siap menelan anak-anak kita.

Jika tidak hati-hati, anak-anak, yang nantinya akan menjadi generasi penerus pemimpin bangsa, bisa terjerumus dalam candu pornografi, drugs, game addiction, menjadi korban dan pelaku tindakan bully melalui internet. Nasib anak-anak kita ada dalam sebuah genggaman, HP ditangannya.

Itulah kecemasan, bahkan boleh jadi sudah menjadi ancaman bagi anak-anak yang masih mencari jati diri, labil, mudah terpengaruh dan dipengaruhi, karena kurangnya pengetahuan, pemahaman, perhatian, pengawasan dari para orang tua, sekolah dan lingkungannya.

Workshop yang bertajuk “Internet Sehat Bikin Hebat” di Kelurahan Delingan Kecamatan Karanganyar ini diikuti oleh sekitar 44 peserta dengan mayoritas usia remaja dan sekolah, serta sebagian dari unsur perangkat desa dan PKK.

Drs. Bambang Sugito, Kepala Bidang Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengatakan bahwa generasi muda utamanya anak-anak usia sekolah harus mendapat pemahaman dan bimbingan yang benar agar dapat memanfaatkan internet secara sehat. Ibarat pisau bermata dua, internet bisa melukai namun juga bisa dimaksimalkan funginya untuk mempermudah kehidupan.

Workshop diselingi dengan penayangan video persuasi tentang Internet Sehat dan Aman

Workshop diselingi dengan penayangan video persuasi tentang Internet Sehat dan Aman

Eko Supriyadi, M.Eng, selaku pembicara dalam workshop ini menekankan perlunya pemanfaatan internet secara sehat, yakni menggunakan internet secara bertanggungjawab untuk kegunaan positif, tidak melanggar moral, etika dan ketentuan hukum. Dewasa ini mayoritas kaum muda mengenal dan menjadi pengguna media sosial, baik twitter, facebook, instagram, dan lain sebagainya. Perlu diingatkan bahwa jangan mudah percaya dengan seseorang yang belum atau baru dikenal melalui media sosial, jangan mengumbar identitas diri kepada orang lain, dan jangan mengunduh atau mengunggah foto atau video yang melanggar norma susila. Dalam sebuah akronim, peserta diajarkan untuk memegang kode etik berinternet sehat, yakni SMART (Save, Meeting, Accept, Reliable dan Tell). Para peserta terlihat antusias mengikuti workshop hingga siang hari yang diselingi dengan pemutaran video edukasi internet sehat, game dan pemberian doorprize.

Sebagai catatan, mengingat sangat krusialnya persoalan moral dan nasib masa depan generasi muda, maka pemerintah perlu mendorong upaya-upaya penyadaran melalui kegiatan semacam ini di seluruh pelosok daerah secara massif, agar generasi emas Indonesia yang akan memimpin bangsa ini mampu tumbuh menjadi generasi hebat dan sanggup melanjutkan kepemimpinan yang tangguh di masa yang akan datang.(Sfi)

Read More
DSC_0045

Tahun 2016, Karanganyar Akan Memiliki Karanganyar Komando Center

????????????????????????????????????

Kepala Dishubkominfo Karanganyar Agus Cipto Waluyo bersama dua narasumber Sri Hastjarjo (Akademisi UNS) dan Joko Dwi Hastanto (Wartawan Cetak Suara Merdeka) pada Workshop Forum Kehumasan, Kamis (17/9) di Ruang Podang II Setda Karanganyar.

????????????????????????????????????

Peserta menyimak : PPID SKPD se Kabupaten Karanganyar pada Workshop Forum Kehumasan yang diadakan oleh Dishubkominfo Karanganyar.

????????????????????????????????????

Kepala Dishubkominfo Karanganyar Agus Cipto Waluyo saat menyampaikan maksud dan tujuan forum Kehumasan.

????????????????????????????????????

Peran Bidang Kominfo pada Dishubkominfo Karanganyar sebagai Humas Pemerintah untuk selalu dapat bekerjasama dan berkoordinasi yang baik dengan Media Massa sebagai Mitra Kerja dalam membantu mempublikasikan informasi.

????????????????????????????????????

Itu kuncinya : Kegiatan yang menarik untuk menjadi bahan liputan media, narasumber Wartawan Suara Merdeka Joko Dwi Hastanto saat menyampaikan materi dihadapan peserta Workshop.

????????????????????????????????????

Sri Hastjarjo (Akademisi UNS) menjelaskan Ruang Publik sebagai salah satu fungsi media untuk memberi ruang bagi anggota masyarakat untuk memperdebatkan isu-isu publik dalam semangat kesetaraan.

????????????????????????????????????

Gagasan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, Tahun 2016 KARANGANYAR KOMANDO CENTER sebagai pusat informasi publikasi di wilayah Kab. Karanganyar

????????????????????????????????????

Keseimbangan : karanganyarkab.go.id sebagai website terbaik tingkat Nasional yang selalu menyampaikan berita-berita akurat terpercaya terkait kegiatan yang dilakukan Pemerintah untuk kemajuan Karanganyar sehingga menimbulkan kepercayaan masyarakat.

Karanganyar sebagai salah satu Kabupaten peraih prestasi website tiga terbaik tingkat Nasional, memotivasi Humas Dishubkominfo Karanganyar khususnya untuk terus menginformasikan kepada masyarakat terkait kegiatan yang sedang, tengah atau yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar.

“Alhamdulillah, kemarin website karanganyarkab.go.id mendapat juara ketiga Kabupaten-Kota (KABTA) Web Awards 2015 tingkat Nasional. Karena kita aktif meng upload informasi-informasi terkait yang tengah dilakukan oleh Pemerintah untuk kemajuan Karanganyar. Dan rencana untuk tahun 2016 kedepan ruang Garuda 2 Kantor Sekretariat Daerah akan dijadikan sebagai Karanganyar Komando Center. Dengan konsep untuk tiap area publik ada pemantauan CCTV ditunjang kesiapan data yang lengkap. Dengan konsep tersebut, informasi kita sajikan dengan baik untuk masyarakat, sehingga apa yang kita lakukan atau perbuat dapat diketahui masyarakat dengan harapan akan menimbulkan trust/rasa percaya masyarakat terhadap Pemerintahan yang tengah bekerja,” terang Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi widodo saat menyampaikan sambutannya pada Forum Kehumasan, kemarin Kamis (17/9) di ruang Podang II Setda Karanganyar.

“Dari informasi yang kita publikasikan tersebut akan ada keseimbangan antara yang diperbuat Pemerintah dan diketahui masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama Kepala Dishubkominfo Kabupaten Karanganyar Agus Cipto Waluyo menyampaikan bahwa maksud dan tujuan diadakannya Forum Kehumasan ini adalah untuk memberikan wawasan dan pemahaman yang komperhensif mengenai pelaksanaan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan Informasi Publik (KIP) sekaligus memberdayakan keberadaan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di masing-masing Dinas/Instansi Pemerintah khususnya untuk dapat menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri kurang lebih 80 peserta yang diikuti PPID SKPD dilingkup Karanganyar, Wartawan Media cetak/elektronik di wilayah Karanganyar serta Staf Dishubkominfo Karanganyar.

Forum Kehumasan yang mengusung tema “Optimalisasi Peran Pendidikan Media Massa” tersebut menghadirkan dua narasumber yakni Sri Hastjarjo dari Akademisi UNS dan Joko Dwi Hastanto dari wartawan Cetak Suara Merdeka.

Sri Hastjarjo menyampaikan tentang Media menjadi alat belajar utama tentang : 1. Efek Kultivasi media massa, media menjadi alat belajar utama tentang masyarakat dan kultur (budaya) yang ada di lingkungan khalayak, persepsi yang terbangun di benak khalayak tentang dunia ini (Worldview) sangat ditentukan oleh isi media, 2. Fungsi Media massa : Pengawasan (melaporkan apa yang terjadi dalam masyarakat), Korelasi (memberi makna pada apa yang terjadi), Pendidikan (pewarisan nilai), hiburan. Sehingga menarik perhatian khalayak kepada isu isu penting dalam masyarakat dan memberikan contoh bagaimana mengembangkan kemampuan komunikasi.

Selanjutnya Joko Dwi Hastanto menekankan pada penggunaan media untuk kepentingan apapun, terutama kepentingan mendidik masyarakat dan siapkan kemasan kegiatan yang menarik untuk menjadi bahan liputan media. Itu kuncinya. ind/ad/pcu

Read More