Category: Seni Budaya

DSC_0065

MPR RI Kemas Pagelaran Wayang Kulit sebagai Sarana SosialisasiV

 

Karanganyar, Senin 7 Mei 2018

Indonesia memiliki berbagai macam budaya dari berbagai daerah yang ada. Sebagai sarana untuk mensosialisasikan program-progam pemerintah seringkali dipakai seni dan budaya dari berbagai daerah.

Demikian halnya yang terjadi pada Sabtu malam, 5 Mei 2018 di Lapangan Desa Suruh Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar diselenggarakan pagelaran wayang kulit sebagai sarana sosialisasi program pemerintah 4 (empat) pilar.

Acara diawali dengan suguhan karawitan dari grup karawitan Gito Laras, Pancot Tawangmangu sembari menunggu kehadiran tamu undangan dan warga masyarakat Desa Suruh dan sekitarnya.

Kehadiran rombongan dari Sekretariat Jenderal MPR RI yang terdiri dari Hidayat Nur Wahid (Wakil Ketua MPR RI), Martri Agoeng (Anggota MPR dari Fraksi PKS), Siti Fauziah (Kepala Biro Humas MPR RI), Andrianto (Kepala Bagian Humas MPR RI) dan beberapa staf dari Setjend MPR RI disambut tarian oleh dua orang pemuda yang berperan sebagai pendekar.

Siti Fauziah, Kepala Biro Humas MPR RI melaporkan bahwa acara pagelaran wayang kulit malam itu diselenggarakan sebagai sarana sosialisasi kepada warga masyarakat tentang 4 (empat) pilar yaitu Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika sekaligus sebagai alat untuk melestarikan kebudayaan daerah. Siti Fauziah berharap pagelaran wayang kulit ini tidak hanya untuk dinikmati atau hanya menjadi tontonan tetapi juga sebagai  tuntunan.

Acara tersebut bisa terselenggara atas kerja sama antara Setjen MPR RI dan Yayasan Insan Mandiri. Dalam sambutannya Anwar Abdul Gani, Ketua Yayasan Insan Mandiri  menyampaikan bahwa pagelaran wayang kulit malam itu dimaksudkan sebagai sarana memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Suruh Kecamatan Tasikmadu dan sekitarnya. Lebih lanjut ditegaskannya bahwa masyarakat Indonesia harus cinta kepada bangsa dan Negara Indonesia, Pancasila, UUD 45 dan NKRI.  “Berbagai macam cara digunakan untuk sosialisasi, yang paling mengena di Jawa adalah dengan pagelaran budaya wayang kulit, sekaligus untuk ‘nguri-uri budaya Jawi,” imbuhnya.

Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua MPR RI menjelaskan bahwa MPR RI sudah sering menyelenggarakan acara sosialisasi 4 Pilar di berbagai daerah. Seperti yang sudah-sudah, kegiatan sosialisasi dikemas dengan pertunjukan seni budaya di masing-masing daerah. Di Jawa Barat kegiatan sosialisasi disampaikan melalui wayang golek, di Sumatera dengan tari-tarian dan lain-lain. Sarana-sarana ini diharapkan bisa mempermudah untuk mengundang masyarakat supaya tertarik mau hadir.

Ditambahkannya, sesuai UUD 45 pasal 30 (1) tugas Negara adalah memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia. Wayang kulit merupakan salah satu kebudayaan yang sudah diakui secara nasional bahkan diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia.

“Berdasarkan hal ini sudah sewajarnya sekarang kita menggunakan kebudayaan yang adiluhung ini (wayang kulit) supaya melalui hal ini dalang bisa menyampaikan prinsip berbangsa, bernegara, prinsip melaksanakan ketentuan-ketentuan hukum, prinsip menjaga keamanan, kedamaian, guyub rukun, dan lain-lain,”  jelasnya.

“Melalui sosialisasi dengan pagelaran wayang kulit kali ini yang mengambil judul ‘Wahyu Cakraningrat’ diharapkan timbul kesadaran akan keberagaman, kepedulian akan NKRI supaya tetap terjaga, serta menegaskan bahwa kita semua saudara sebangsa, setanah air, sebagaimana dicontohkan oleh para founding fathers, para pendiri negara ini,” imbuhnya.

Pagelaran wayang kulit dimulai dengan penyerahan tokoh wayang oleh Hidayat Nur Wahid kepada dalang, Danang Suseno, yang merupakan putra dari dalang kondang, Ki Manteb Sudarsono dari Karanganyar.

Demikian Diskominfo (krs)

Read More
DSC_9805

HUT ANGKATAN 45 KE-59 GELAR WAYANGAN

Karanganyar, 02 Mei 2018

Dewan Harian Cabang Gerakan Penerus Pembudayaan Perjuangan 45 (Angkatan 45) Kabupaten Karanganyar, dalam rangakaian acara HUT ke-59 menggelar Wayangan di gedung Guru SD Karanganyar pada, Rabu (02/05).

Drs.H.Suparno selaku ketua pelaksana menjelaskan dalam pidato sambutanya, bahwa dalam sosialisasi nilai-nilai perjuangan 45 dilakukan 3 kali dalam satu periode yaitu dengan cara mengadakan pagelaran wayang kulit. Dan untuk kepengurusan periode tahun 2017-2022 baru sekali ini mengadakan sosialisasi wayang kulit di gedung Guru SD ini.

Diskominfo

Asisten Administrasi mewakili Pjs Bupati Karanganyar memberikan sambutan dalam acara HUT Dewan Harian Cabang Gerakan Penerus Pembudayaan Perjuangan 45 (Angkatan 45) di gedung Guru SD , Selasa ( 02/05 )

Organisasi angkatan 45 yang dibentuk oleh pemerintah untuk menjaga keutuhan NKRI ini lahir pada musyawarah besar nasional pertama pada tanggal 20 Maret 1960 pasca pemilu pertama pada tahun 1955 yang menghasilkan badan konstituante, pada waktu itu dengan maklumat sepuluh, Indonesia menganut sistem multi partai dengan jumlah 56 partai.

Dalam sambutannya Assisten Administrasi Drs.Sutarno.Msi mewakili Pjs Bupati Karanganyar mengucapkan selamat ulang tahun buat Angkatan 45 Ke-59. Pemerintah sangat mengapresiasi terhadap keberadaan DHD Angkatan 45 yang telah menerbakan virus virus dan nilai perjuangan juga semangat 45 kepada generasi muda. Dalam tahun politik ini pemerintah meminta agar tetap menjaga kondusifitas supaya pilkada berjalan lancar dan sukses,pungkasnya.

DEMIKIAN DISKOMINFO (adt/kris/Ard)

 

Read More
WhatsApp Image 2018-04-26 at 3.03.56 PM

Kemah Kebangsaan, Gugah Nasionalisme Dan Perkuat Persatuan

 

 

Sekretaris Daerah (Sekda) Samsi memberikan bingkisan kepada salah satu peserta Kemah Kebangsaan di Desa Sewurejo, Kecamatan MOjogedang

KARANGANYAR – 24 April 2018

Untuk memperkuat persatuan dan kesatuan, serta menggugah nasionalisme, Pemerintah Kabupaten Karanganyar menggelar kemah kebangsaan antar umat beragama. Kemah ini terasa sangat istimewa karena diikuti oleh 187 peserta dari 17 Kecamatan di Kabupaten Karanganyar. Terlebih lagi, kemah ini diikuti antar agama di bumi Intanpari dengan mengusung tema, dengan kemah kebangsaan antar umat beragama kita mantapkan Karanganyar yang rukun, toleransi, kondusif menuju pilkada yang Damai

“Kemah kebangsaan ini sudah berlangsung kali ke lima. Selain untuk memperkuat persatuan, kami terus menggugah rasa nasionalisme pemuda di Karanganyar,” papar Sekretaris Daerah, Samsi mewakili Pj Bupati Karanganyar Priyo Anggoro Budi Raharjo saat pembukaan Kemah Kebangsaan di Desa Sewurejo, Kecamatan Mojogedang, Karanganyar, Selasa (24/4)

Menurut Samsi pembangunan manusia seutuhnya harus terus dilakukan dan ditumbuhkan di kalangan pemuda. Sebab penjajahan saat ini bukan fisik akan tetapi lebih kompleks. Yakni penjajahan intelektual, budaya dan tehnologi. Maraknya media sosial sering kali muncul berita hoax yang menimbulkan keributan dan keresahaan di masyarakat. “Diperlukan kecerdasan emosional, intelektual, dan sepiritual untuk menghadapi berita-berita hoax seperti ini. Apalagi pada musim pilkada serentak seperti ini, berita-berita palsu tanpa sember yang jelas menyeruak dan menyebar,” imbuhnya.

Menghadapi itu semua, menurut Samsi diperkukan kecerdasan intelektual, emosional, dan spriritual. Jangan sampai mendapatkan informasi kemudian menyebarkan tanpa sumber yang jelas. Dia menambahkan perbedaaan dalam pilkada itu adalah hal yang biasa. Lantas jangan sampai perbedaan itu memecah kerukunan diantara masyarakat.

Sementara Kebag Kesra Setda Karanganyar, Agam Bintoro mengatakan program ini sudah menjadi agenda rutin yang dilakukan Pemkab Karanganyar. Kemah kebangsaan antar umat beragama seperti ini, menurutnya manjadi satu-satu dan pertama di Indonesia. Beberapa waktu lalu, Sekda Karanganyar diminta melakukan pemaparan tentang kemah kebangsaan tersebut. Pihaknya terus meningkatkan kualitas kemah kebangsaan terutama dari sisi materi. Yakni mater

Peserta Kemah Kebangsaan tengah melakukan diskusi masalah kebangsaaan

i wawasan nusantara, wirausaha dan materi yang lainnya. “Peerta ada 187 orang dari 17 Kecamatan di Kabupaten Karanganyar. Rinciannya 1 anggota kwartir cabang, 3 orang Islam, 2 orang Kresten, 2 Katolik, dan Hindu serta Budha masing-masing satu orang,” tambahnya.

Terkait tema yang diangkat, Agam mengatakan pilkada damai adalah mengajak semua berpartisipasi pada saat hari pencoblosan nanti. Pihaknya menekankan untuk tidak golput. (Hr/Ft)

Read More

FK Metra Ajak Hidup Sehat

FK Metra Kabupaten Karanganyar saat pentas di Grobogan

Karanganyar, Kamis (26/04/2018)

Forum Komunikasi (FK) Media Tradisional Kabupaten Karanganyar   ajak masyarakat untuk hidup sehat dan bersih mulai dari diri sendiri.

Ajakan tersebut digambarkan melalui pentas FK Metra Karanganyar dalam seleksi Tingkat Jawa Tengah yang juga diikuti oleh Kabupaten Kendal, Grobogan, Demak, Kota Salatiga dan Semarang, di Pendopo Bupati Grobogan, Rabu (25/04) siang.

Sutradara pentas tradisional itu, Joko Dwi Suranto menuturkan tema yang diambil adalah ajakan dan dukungan gerakan masyarakat (germas) untuk hidup sehat di lingkungan masing-masing.

“Sehat dimulai dari pribadi, keluarga dan lingkungannya. Pola  dan  kebiasaan menjadi tolok ukur hidup sehat,” kata Joko Dwi Suranto, sebelum pentas.

Dalam kesempatan itu, sandiwara tradisional tersebut juga mengedukasi masyarakat untuk tidak minum minuman keras, tidak buang sampah sembarangan dan tidak buang air besar sembarangan.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Tengah, Evi Sulistyorini, mengatakan tahun ini memang berbeda selain karena selain meningkatkan produk perekonomian daerah juga mengandung maksud untuk saling mengenal seni tradisi daerah lain.

“FK Metra mampu menjadi media alternatif untuk edukasi segala hal pembangunan di Jawa Tengah. Ada pesan-pesan sosial yang disampaikan selain pesan moral,” kata Evi Sulistyorini.

Lebih lanjut, dia mengatakan tahun ini ada tiga tema yang lombakan, yakni gerakan masyarakat sehat, pilkada damai dan bulan bakti gotong royong dengan pesan ajakan untuk masyarakat.

Pada kesempatan itu, dia mengimbau untuk menonjolkan budaya masing-masing apalagi saat ini berada di era digital, ada yang abai terhadap seni pertunjukan tradisional namun bangga kepada anak muda yang masih peduli terjadap seni lokal.(pd)

Read More
DSC_8492

Tradisi Tahunan Desa Plesungan

Diskominfo

Pjs Bupati Karanganyar dan beberapa Kepala OPD hadiri Kirab Sedekah Bumi di Sendang Plesungan Desa Plesungan Gondangrejo, Rabu(18/04)

Karanganyar, 18 April 2018

Kecamatan Gondangrejo tepatnya di Desa Plesungan yang berbatasan langsung dengan kota terletak diunjung barat Kabupaten Karanganyar ternyata memiliki budaya tradisi yang masih kental yang diadakan tiap tahunnya yakni Kirab Budaya Sedekah Bumi berlangsung di Desa Plesungan Kecamatan Gondangrejo, Kamis(19/04)

Pjs Bupati Karanganyar, Prijo Angooro Budi Rahardjo, mengatakan  takjub bahwa Karanganyar begitu luar biasa mengadakan acara kirab budaya sedekah bumi seperti ini yang masih kental dengan adat.

“Ini akan menjadi ceita tersendiri bagi saya.”ujarnya.

Lebih lanjut juga mengatakan hari ini dibuktikan secara bersama, duduk bersama dan makan bersama dari masyarakat hingga pemimpin membaur menjadi satu demi terjalinnya kondisi Kabupaten Karanganyar yang damai dan sejahtera dengan harapan semoga sukses untuk wilayah Kecamatan Gondangrejo dan Kabupaten Karanganyar.

Sementara itu, Kepala Desa Plesungan Kecamatan Gondangrejo, Waluyo, mengatakan sebanyak 65 RT dan 14 RW se-desa Plesungan ikut berpartisipasi dalam Kirab Budaya Sedekah Bumi.

“semoga ditahun yang akan datang acara ini bisa terlaksana lagi,” harapnya.

Kelebihan dari Desa Plesungan ini telah melaksanakan kewajiban membayar pajak bumi dan bangunan dan meresmikan obyek wisata Sendang Plesungan yang diresmikan pada tanggal 14 Desember 2017. Tujuan obyek wisata ini untuk menanam saham bagi masyarakat, sejauh ini terdapat 255 saham yang sudah tertanam  dengan nilai 1 saham sebesar 1 juta dan yang tertanam sebesar 1,5 miliar. Dengan pendapatan  selama 4 bulan setelah dibuka rata-rata mencapai 75 juta per bulan.

Demikian Diskominfo (Ardi/Imas/Karin)

Read More
DSC_0373

Lalung Unggulkan UKM Dan Seni Dalam Lomba Desa

diskominfo

Asisten Pemerintah Setda Karanganyar, Bachtiyar Syarif saat memberikan sambutan dihadapan tim verifikasi lomba desa dan kelurahan serta undangan, Selasa Siang (17/04)

Kelurahan Lalung menjadi tujuan keempat tim verifikasi lomba desa dan kelurahan tingkat Kabupaten Karanganyar yang berlangsung di halaman Kelurahan Lalung, Selasa pagi (17/04). Dalam perlombaan ini Kelurahan Lalung berbeda dengan desa lain yakni mengunggulkan UKM  dan Seni yang dimilikinya.

Terdapat beberapa program kegiatan pemberdayaan masyarakat seperti di bidang industri makanan dan industri kerajinan, beberapa produknya antara lain kerajinan sarung jok mobil, kerajinan pembuat baki lamaran, produk tahu, produk tempe, produk rangin, produk jamu tradisional, produk sermier, dan produk stik cumi-cumi. Tidak hanya di sektor industri, Kalurahan Lalung juga memiliki potensi di bidang pertanian dan peternakan dengan berbagai program yakni lahan tanam padi, kandang komunal ternak sapi, pengolah biogas kotoran sapi, dan kolam ikan komunal Pondokrejo.

Selain itu, Kelurahan Lalung juga memiliki Dalang cilik bernama Fajri Nur Salim dari dusun Manggis. Saat ini Fajri bersekolah di SDN 02 Lalung dan pertunjukkan Wayang Kulit dengan Judul Gatotkaca Jumeneng Noto menjadi daya tarik saat dipentaskan di hadapan Tim Verifikasi Lomba Desa dan Kalurahan tingkat Kabupaten.

            Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Karanganyar, Bachtiar Syarif, mengapresiasi antusiasme masyarakat Lalung dalam menyambut lomba ini. Kerjasama semua pihak dari Kecamatan, Kalurahan, dan masyarakat sungguh terlihat dari kesiapan mereka dalam mempersiapkan materi dan kondisi dari 8 indikator yang akan menjadi objek penilaian.

“Mudah-mudahan bisa menang ditingkat Kabupaten dan bisa mewakili Karanganyar ditingkat Provinsi, semoga bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Lalung, Agus Gunandir, menyampaikan terdapat 8 indikator dalam penilaian desa ini antara lain pendidikan, kesehatan masyarakat, ekonomi masyarakat, kemananan dan ketertiban, partisipasi masyarakat, pemerintahan lembaga kemasyarakatan, pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga. Ia juga menyebutkan bahwa lalung memiliki daya tarik masyarakat luar seperti Waduk Lalung, Waterland Lalung dan Telaga Rindu Lalung. Kelurahan Lalung terdiri dari 5 Dusun yaitu, Dusun Manggeh, Dusun Ngaliyan, Dusun Tegalsari, Dusun Manggis, dan Dusun Lalung. Demikian Diskominfo (ad/karin/imas)

Read More
web

Sepasang Tebu Manten Tandai Giling

Tebu manten tandai musim giling PG Tasikmadu

Karanganyar, Jumat (13/04/2018)

Bagus Sarkoro dan Roro Ayu Palastri adalah nama tebu yang diberikan dalam prosesi Tebu Temanten yang di selenggarakan setiap tahun oleh Pabrik Gula (PG) Tasikmadu.

Tahun 2018 ini, sedikit berbeda, yakni jika tahun sebelumnya sepasang tebu manten yang dibawa satu pria, satu wanita dengan di dandani layaknya pengantin, namun kali ini sepasang tebu temanten itu dibawa rombongan peraga yang berada dibelakangnya.

Terdapat juga sekitar 31 batang tebu, di arak dari rumah besaran menuju Rumah Dinas Administratur Pabrik Gula (PG) Tasikmadu avdeling Colomadu sejak pukul 06.00 WIB, Jumat (13/04) menandai selamatan giling.

Sesampai halaman Rumah Dinas Administratur PG Tasikmadu. Selanjutnya, dibawa masuk ke tempat mesin giling di dalam pabrik, untuk menandai musim giling tahun 2018.

Sementara itu, Administratur PG Tasikmadu avdeling Colomadu, Bambang Sutrisno  mengatakan acara itu sebagai selamatan giling, setiap tahun jatuh di Jumat Pon. Tebu  Bagus Sarkoro diambilkan dari Pandeyan, Kabupaten Sukoharjo dan Tebu Perempuan diambilkan dari Kebun Suruh, Kecamatan Tasikmadu.

Bambang Sutrisno juga mengatakan, untuk rendemen di tahun ini 336.000 ton tebu, diambilkan dari Karanganyar, Sukoharjo, Wonogiri, Klaten, Boyolali, Semarang, Sragen dan Ngawi bagian barat.

Untuk menyiapkan pencapaian target, pihaknya menyiapkan pabrik semaksimal mungkin akan seperti penambahan power dan perbaikan gilingan memakain turbin uang dan sekarang menajdi elektro motor dan daya perah menjadi kuat serta operasional semakin mudah.

“Recana giling nanti tanggal 21 April 2018. Sistem permesinan juga semakin baik,” katanya.

Tampak hadir dari Pemkab Karanganyar, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Supramnaryo dan Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Titis Sri Jawoto. (pd)

Read More
DSC_2933

17 PESERTA RAMAIKAN FESTIVAL BAND PELAJAR HUT DPRD KARANGANYAR

 

Karanganyar, 24 Februari 2018

Sebanyak 17 peserta yang terdiri dari pelajar SMP, SMA, SMK di Kabupaten Karanganyar turut andil dalam gelaran Festival Band Pelajar yang di gelar di halaman kantor DPRD Kabupaten Karanganyar dalam rangkaian acara Hari Jadi DPRD Kabupaten Karanganyar Ke 67 Sabtu, (24.02).

Hadir dalam acara tersebut Sekda Karanganyar, Samsi memberikan sambutan. Dalam pidato sambutanya Sekda, Samsi menyampaikan supaya Festival Band Pelajar ini bisa eksis dalam penyelenggaraan setiap tahunya. “kalau musik keroncong sudah di agendakan setiap bulan ada jadwal pagelarannya, semoga untuk Band pelajar ini juga demikian” papar Sekda, Samsi dalam pidato sambutanya. Beliau juga berharap, semoga dengan adanya event seperti ini para pelajar bisa lebih bersemangat lagi dalam latihan persiapan dan jangan pernah putus asa apapun nanti hasil yang di dapat.

Pada gelaran Festival Band Pelajar kali ini keluar sebagai juara pertama yaitu SMKN 1 Karanganyar dengan raihan total nilai 870, sementara pada urutan kedua di raih oleh SMAN Colomadu dengan total nilai 845 dan posisi ketiga di raih SMA Muh 1 Karanganyar dengan total nilai 836. Acara di tutup dengan penyerahan piala dan piagam penghargaan oleh Ketua DPRD Sumanto, SH.

Demikian Diskominfo ( Kris/Adit)

Read More
DSC_2362

KERONCONG MENGUDARA, JAYA SELALU RADIO SWIBA

 

DISKOMINFO

Sekda Karanganyar,Samsi saat menyumbangkan sebuah lagu keroncong dalam acara Kepyakan Orkes Keroncong LIVE di Radio Swiba Karanganyar Kamis,(22/02).

Karanganyar, 22 Februari 2018

Kepyakan Orkes Kroncong yang di gelar di halaman Radio Swiba Karanganyar,Kamis (22/02) di hadiri puluhan pecinta music khas kota Solo ini dan beberapa seniman musik kroncong  dari berbagai daerah. Walau pecinta music kroncong masih di dominasi dari kalangan orang tua, akan tetapi para pemain music yang mengisi acara justru malah dari kalangan muda-mudi dari HAMKRI  Desa Jaten yang terkenal dengan IRAMA SENJA JUNIOR.

Grup musik kroncong Irama Senja Junior dari Desa Jaten ini terbentuk sejak Tahun 2014, beralamatkan di Perum Josroyo Indah Jaten ini beranggotakan pemuda-pemudi yang di bina secara baik oleh Bp.Bambang Supriyanto.S.H. “Anak muda itu ya harus di kawal ketat dalam mengarahkan hobinya,apalagi ini melestarikan budaya musik kroncong” papar Bp.Bambang selaku pembina grup musik kroncong Irama Senja Junior dalam obrolan singkatnya.

Hadir pula dalam acara Kepyakan Musik Kroncong tersebut Sekda Karanganyar, Drs.Samsi. Dalam pidato sambutanya beliau menyampaikan bahwa acara kepyakan orkes kroncong seperti ini Insya Allah akan di gelar rutin di Radio Swiba. Dan akan lebih di fasilitasi dengan tenda agar ketika cuaca hujan para pecinta musik kroncong tetap bisa hadir untuk menikmati. Selain memberikan sambutan Sekda Karanganyar, Samsi juga menyumbangkan lagu untuk menghibur para penonton yang hadir dan juga untuk para pendengar musik kroncong di Bumi Solo Raya.

Selain Sekda Karanganyar yang turut menyumbangkan lagu, Hadir pula Kepala dinas KOMINFO Karanganyar,Bp.Larmanto untuk menyumbang suara emasnya dengan membawakan lagu yang cukup tenar di telinga penikmat musik kroncong yaitu “PUTRI SOLO”.

Acara yang semula hanya di jadwalkan akan LIVE di Radio Swiba selama 2 jam, ternyata antusias dari para pecinta musik kroncong yang hadir membuat acara semakin rame dan molor lebih dari 2 jam. Acara Kepyakan Orkes Kroncong ditutup dengan tembang yang di bawakan oleh Bp.Larmanto Kepala Diskominfo.

Demikian Diskominfo (Yoga/Ard)

Read More
DSC_1580

Perayaan Imlek Tahun 2018: Kebersamaan dan Persaudaraan dalam Kebhinekaan

 

 

 

Karanganyar, 11 Februari 2018

Diawali dengan pertunjukan oleh Grup Band keturunan Tionghoa dari Perhimpunan Masyarakat Surakarta, Minggu sore (11/2) bertempat di Terminal Karangpandan, perayaan Imlek warga Karangpandan dimulai. Acara ini dihadiri pula oleh Bupati dan Wakil Bupati serta jajaran Kepala OPD.

Dengan nuansa merah acara ini berlangsung meriah. Ketua Panitia pelaksana kegiatan tersebut, Harsanto yang juga merupakan Ketua Persatuan Masyarakat Karanganyar, Ketua Keluarga Besar  Karangpandan, serta Ketua Lintas Disabilitas Karanganyar menyampaikan bahwa dalam rangka menyamput Perayaan Imlek Tahun 2569 atas dasar kebersamaan dan kekompakan panitia menyelenggarakan kegatan yang bersifat kepedulian maupun aksi sosial masyarakat sebagai wujud kebersamaan, persaudaraan dan persatuan di antara keluarga masyarakat Kabupaten Karanganyar.

Kegiatan yang dilaksanakan meliputi: kunjungan ke  3 (tiga) Panti Asuhan di Kabupaten Karanganyar dan kunjungan ke Pondok Pesantren. Untuk menumbuhkan kepedulian dan kebersamaan dilaksanakan program pembagian sembako. Di samping itu dilaksanakan pula penguatan dan pendampingan kepada perwakilan warga masyarakat yang telah ditunjuk dalam membantu menciptakan wirausahawan baru guna mendukung program pemerintah Kabupaten Karanganyar yang bekerja sama dengan Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja Koperasi, dan UMKM.

Bupati Karanganyar, dalam sambutannya menyambut gembira perayaaan Imlek ini yang dinilai jauh lebih meriah dan gembira dibandingkan tahun yang lalu. Kebersamaan dalam satu rangkaian wujud komitmen kita untuk merawat NKRI. Atas nama pemerintah Bupati menyampaikan penghargaan yang tinggi atas prakarsa dari teman-teman panitia. Para tamu yang hadir berasal dari seluruh komponen yang mencerminkan kebhinekaan sehingga Karanganyar  menjadi miniatur NKRI. Hal ini harus terus dijaga dan dipelihara sebaik-baiknya.

Juliyatmono menambahkan Tuhan menciptakan kita tidak ada yang sama, perbedaan itu diperintahkan Tuhan untuk makin menyadari betapa masing-masing punya kelebihan, punya potensi yag harus dirangkai menuju satu kebersamaan menuju masa depan yang lebih baik.

Juliyatmono mengajak untuk terus menghargai perbedan-perbedaan, karena perbedaan, kebhinekaan  merupakan kekuatan besar bangsa ini. Keragaman ini harus dijaga. Jangan sampai hal ini diciderai oleh hal-hal sepele. Hal-hal  yang kecil yang menyebabkan rusaknya persatuan harus terus dikurangi.

“Dengan kekuatan dan potensi dari keragaman ini, baik itu keragaman etnik, suku, budaya, ras, agama  kita bergerak menuju Karanganyar yang lebih baik lagi,” terang Juliyatmono.

Ditambahkannya bahwa tahun ini adalah tahun anjing tanah. Tanah mengandung kekayaan yang luar biasa. Anjing  itu cermat dan waspada dengan lingkungannya. Kita harus waspada dengan apa yang terjadi di tanah kita.

“Dengan perayaan Imlek ini diharapkan damai, aman, nyaman ada pada kita,” pungkasnya. (kris)

Read More