Category: Seni Budaya

DSC_5422

Lomba Siskampling Memasuki Tahap Final

Bupati Karanganyar saat menyampaikan sambutan dalam lomba siskampling

Karanganyar, Minggu (5/11/2017)

Siskamling merupakan Sistem Keamanan Lingkungan yang sekarang mulai dilupakan, akan tetapi Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengadakan lomba siskamling guna menghidupkan kembali kegiatan siskamling tersebut. Dusun Suruhwangan Desa Pandeyan Kecamatan Tasikmadu menjadi salah satu kadidat juara setelah masuk 6 besar lomba siskamling tingkat Kabupaten.

Bupati Karanganyar, Sekda Kabupaten Karanganyar, FORKOPIMDA dan juga beberapa Kepala OPD hadir dan menjadi tim penilai.

Kepala Desa Pandeyan, Agung Wijayanto, mengatakan di Dusun Suruhwangan terdapat 5 poskamling. Selama ini siskamling di Dusun Suruhwangan berjalan baik meskipun terdapat 1.353 jiwa dan terdiri dari 293 KK, namun Dusun Suruh Wangan tetap menggalakkan siskamling sehingga tindak kejahatan bisa dibilang tidak ada.

Bupati Karanganyar dalam sambutannya mengatakan sistem keamanan lingkungan dapat memberikan rasa aman dan merupakan kebutuhan pokok atau dasar.

“Kemajuan teknologi merupakan sarana untuk mempercepat tersebarnya kabar atau  informasi. Akan tetapi secanggih apapun tekhnologi secara batin tidak bisa dipungkiri atau tergantikan rasa kebutuhan terjalinnya persaudaraan yang erat lewat singgungan dan kumpul bersama setiap hari di pos ronda,” tegas Juliyatmono.

Selain mempererat silaturahmi antar warga, banyak manfaat yang didapat dipetik dari kegiatan siskamling tersebut. Dengan sering bertemunya para warga di pos ronda dapat menimbulkan usul – usul yang bagus guna pembangunan dusun.

“Apabila terjadi tindak kejahatan jangan main hakim sendiri dikarenakan dapat menimbulkan dendam yang berkepanjangan, maka langsung saja diserahkan kepada aparat penegak hukum”. pungkas Juliyatmono. Demikian DISKOMINFO (Krs/Adt)

Read More
KOMINFO

Delapan Kelompok Reog Meriahkan Festival Reog Kabupaten Karanganyar

DISKOMINFO

Bupati didampingi Wakil Bupati Karanganyar membuka acara reog festival ditandai dengan pemukulan gong, Minggu(5/11)

Karanganyar, Minggu (5/11/2017)

Delapan Kelompok Reog ikut tampil untuk memeriahkan Festival Reog yang bertempat di Alun-alun Karanganyar, Minggu (5/11) pagi.

Kesenian budaya itu tampak menyedot perhatian masyarakat. Ratusan penonton memadati lokasi festival.

Ketua Festival Reog Kabupaten Karanganyar, Sumarno, mengatakan festival ini diikuti delapan kelompok reog dari sekitar Kabupaten Karanganyar.

“Ada delapan kelompok reog dari Kecamatan Tawangmangu, dan satu dari Kecamatan Jumantono” Kata Sumarno yang juga Ketua Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat (Formi) Kabupaten Karanganyar.

Festival itu juga sebagai rangkaian acara Jambore Formi Jawa Bali tahun 2017 yang di buka, Sabtu (4/11), di Lapangan GOR RM Said, Tegalasri, Karanganyar.

Adapun delapan kelompok itu antara lain, Reog Putra Pringgodani, Reog Singo Guno, Reog Singo Utama, Reog Gembong Lawu, Reog Singo Dinar, Reog Pancot Mulyo, Reog Singo Gilang, dan Reog Singo Langit.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, dan beberapa Kepala OPD tampak hadir di acara tersebut.

“Reog asli milik bangsa Indonesia, untuk itu kewajiban kita adalah melestarikan budaya, ini juga hiburan untuk masyarakat,”Kata Juliyatmono.

DISKOMINFO

Salah satu penari cilik yang sangat lincah menarik perhatian warga

Dari pengamatan, kelompok-kelompok reog tampak piawai memainkan peran tokoh masing-masing.

Ada penabuh gamelan, Warok, Jathil, Dadak Merak, Prabu Klono Sewandono, dan Bujang Ganong.

Setiap kelompok mendapatwaktu 30 menit untuk sekali penampilan. Demikian Diskominfo(yoga)

Read More
web (3)

Keris Pusaka Kyai Pamot Dijamas

Keris pusaka Kyai Pamot dijamas di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (16/10) malam

Karanganyar, Selasa (17/10/2017)

Keris pusaka peninggalan Sri Paduka Mangkunegoro IV, yakni Keris pusaka Kyai Pamot dijamas di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (16/10) malam oleh utusan dari Mangkunegaran, Surakarta.

Pelaksanaan jamasan itu tidak sembarang orang yang boleh menyentuh pusaka keramat itu. Pemerintah Kabupaten Karanganyar bekerjasama dengan abdi dalem Pura Mangkunegaran untuk memulai jamasan tersebut.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengatakan kewajiban kita dari generasi ke generasi ikut menjaga dan memelihara dengan baik. Tidak boleh di tafsirkan yang macam-macam.

“Cara merawat dengan jamas ini agar kualitas selalu baik, jangan sampai rusak. Di tiap tahun, tepatnya di bulan Sura, pusaka itu selalu dijamasi. Hal ini dilakukan sejak bupati-bupati Karanganyar terdahulu,” kata Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Upacara jamasan diawali dengan keluarnya keris pusaka itu dari lemari penyimpanan, lalu diserahkan kepada Bupati Karanganyar, Juliyatmono. Pusaka yang sudah berumur lebih dari satu abad, kemudian diberikan kepada abdi dalem Pura Mangkunegaran untuk dijamasi.

Acara jamasan dilengkapi dengan ubo rampe seperti jeruk pecel, kembang setaman, ratus, air, dan minyak pusaka. Usai dibersihkan melalui ritual itu, keris dimasukkan kembali dalam kotak kayu untuk kembali disimpan di dalam lemari.

Sekadar informasi, Kyai Pamot diserahkan oleh Sri Paduka Mangkunegoro VIII dan di pinjamkan kepada Pemerintah Kabupaten Karanganyar. Tujuannya, pusaka ini konon bisa menjaga wilayah dan memberikan rasa aman.(pd)

Read More
web

Bupati Karanganyar Nonton Bareng Film “Merah Putih Memanggil”

Bupati Karanganyar, Juliyatmono nonton bareng film “Merah Putih Memanggil” dengan Forkopimda Kabupaten Karanganyar, Kamis (12/10), di salah satu bioskop di Sukoharjo.

Karanganyar, Jumat (13/10/2017)

Bupati Karanganyar, Juliyatmono nonton bareng film “Merah Putih Memanggil” dengan Forkopimda Kabupaten Karanganyar, Kamis (12/10), di salah satu bioskop di Sukoharjo.

Tampak Bupati Juliyatmono memakai jaket berwarna abu-abu dan terlihat santai. Selain itu Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto, dan Komandan Kodim 0727/Karanganyar, Letkol Czi Santy Karsa Tarigan memakai seragam dinas.

“Film ini bagus. Aksi heroik dari pasukan TNI untuk menyelamatkan sandera. Ini menandakan TNI siap melindungi seluruh warga negara Indonesia dari ancaman teroris,” kata Bupati.

Kapasitas bioskop 263 orang terisi penuh. Pelajar, beberapa perwakilan dari Kodim dan Polres Karanganyar, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga ikut menonton penanyangan pukul 15.00 WIB.

Film yang bercerita tentang pembajakan kapal pesiar dengan ukuran sedang yang berbendera Indonesia, Merah Putih oleh sekelompk teroris internasional. TNI membuat sebuah rencana Operasi Gabungan, yang melibatkan semua Angkatan.

TNI AD melakukan sebuah operasi tertutup atau dadakan dengan mengirim satu tim dari pasukan Anti Teror Kopassus. Operasi dimulai dengan penerjunan tim itu pada malam hari secara free fall.

Di operasi pembebasan sandera itu, mereka juga dibantu oleh pesawat tempur dari TNI AU, dan juga kapal-kapal perang TNI AL, serta operasi Kopaska ataupun Pasukan Katak dan juga Batalyon Marinir untuk didarat.

Setelah bertempur melawan kelompok teroris dengan mengorbankan darah dan nyawa, akhirnya tim pembebasan berhasil menyelamatkan sandera.

Film ini diproduseri oleh Josie S. Karjadi. Dibintangi oleh Mentari De Marelle, Verdy Bhawanta, Aryo Wahab, Restu Sinaga, Prisia Nasution dan Maruli Tampubolon.(pd)

Read More
web (2)

Ratusan Pelajar “mBatik” di Kain Sepanjang 100 Meter

Sekelompok pelajar saat membatik di even “mBatik On Street” di kawasan CFD Karanganyar.

Karanganyar, Senin (09/10/2017)

Ratusan pelajar SD,SMP, SMA se Kecamatan Karanganyar membatik di kain putih sepanjang 100 meter, di kawasan Car Free Day Kabupaten Karanganyar, Minggu (08/10) pagi.

Mereka bebas membatik berbagai motif di kain putih selebar 0,5 meter. Sejak pukul 07.00 WIB mulai menuangkan ide kreasi dengan peralatan canting, kuas, dan malam.

Selain itu, ada pula puluhan pelajar yang membatik di kain putih berbentuk kotak dan sudah ada pola batik. Sesekali mereka meniup canting agar tidak ada gumpalan di pola batik.

Even yang fasilitasi oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Karanganyar untuk memperingati Hari Batik Nasional dan rangkaian acara satu Abad Kabupaten Karanganyar di tahun 2017.

mBatik On Street ini sudah dua kalinya untuk lebih mengenalkan cara membatik kepada anak pelajar. Ternyata tidak mudah, harus pelan-pelan, sabar agar menghasilkan karya yang bagus,” kata Kepala Disarpus, Bambang Harsono.

Di acara tersebut juga ada lengak lengok Putra Putri Lawu, menampilkan baju batik berbagai motif dan model dari pengrajin lokal. Acara juga diramaikan oleh musik akuistik.(pd)

Read More
web copy

Tradisi Wahyu Kliyu, Ribuan Apem Direbutkan Warga

Adat tradisi Wahyu Kliyu

Karanganyar, Senin (09/10/2017)

Jelang tengah malam, ratusan warga sudah berkumpul di rumah sesepuh Desa Kendal, Kecamatan Jatipuro, Kabupaten Karanganyar, Jumat (06/10), menunggu dimulainya tradisi lempar apem. Warga setempat menyebutnya Wahyu Kliyu.

Setiap tanggal 15 bulan Suro, tradisi Wahyu Kliyu rutin diadakan sebagai wujud rasa syukur warga Dusun Kendal Lor dan Dusun Kendal Kidul. Sebelum acara inti lempar apem dimulai, didahului dengan pagelaran wayang kulit.

Tepat pukul 23.30 WIB, acara Wahyu Kliyu dimulai dengan doa dipimpin pemuka agama desa setempat. Setelah selesai, ratusan warga berdiri mengelilingi wadah berbentuk kotak berukuran besar.

Tepat pukul 00.00 WIB, dengan aba-aba tokoh desa, ratusan warga itu kompak melemparkan apem yang dibawanya dari masing-masing rumah. Namun, arah lemparan apem harus ke arah bawah, sehingga tidak saling mengenai pelempar.

Saat melempar kue apem yang berjumlah 344 potongan yang ditaruh di “tengok”, mereka mengucapkan “Wahyu Kliyu” bersama-sama, secara berulang sampai potongan habis tak tersisa.

Setelah selesai, ribuan potongan apem yang berada ditengah kerumunan warga di tutup daun pisang, setelah beberapa saat doa-doa kembali dipanjatkan, lalu daun pisang dibuka dan potongan-potongan kue apem itu dibagi-bagikan untuk warga.

“Tradisi ini sudah turun temurun ada sejak dulu sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kepercayaan warga kami yang dipegang terus menerus dan tetap dilestarikan,” kata sesepuh desa, Rakino.

Di acara tersebut, Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan Wahyu Kliyu ini merupakan adat budaya lokal sebagai keyakinan warga setempat. Selain itu, Bupati mengimbau adat itu jangan sampai diterjemahkan oleh pihak lain yang tidak suka.

“Bagi yang tidak suka tidak usah melihat, sebaiknya saling menghormati. Karena ini sebuah keyakinan agar guyub rukun hidupnya,” katanya.(pd)

Read More
DSC_1128

28 Kelompok Ternak Terima Dana Hibah Tahap II

KOMINFO

Bupati Karanganyar, menyerahkan bantuan dana hibah ternak tahap II(5/10)

Karanganyar 5 Oktober 2017

Sebanyak 28 kelompok ternak menerima dana hibah untuk pembelian hewan ternak. Pada penyerahan tahap ke II kali ini akan diberikan uang dengan jumlah total 2 Milliar 90 Juta Rupiah jelas Sumijarto, M.P. Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Karanganyar saat menyampaikan laporannya dalam Penyerahan Bantuan Sosial dan Dana Hibah, Kamis (5/10) di aula Bank Jateng Cabang Karanganyar.

“Pengarahan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk memberi pedoman kepada Kelompok ternak, Lurah, Kades dan juga penerima bantuan dana hibah secara jelas, transparan sehingga dapat dipertanggungjawabkan. Karena ini kaitannya dengan penyaluran bantuan sosial dan dana hibah kepada setiap kelompok ternak sapi, maka harus benar-benar dipahami sesuai prosedur dan tepat sasaran,” tambahnya.

Sementara itu Bupati Karanganyar Juliyatmono dalam pengarahan menekankan agar dana hibah tahap II ini benar-benar digunakan tepat sasaran.“Kalau nanti sudah menerima uang sebagai bantuan dana hibah, untuk segera digunakan,” jelas Bupati. Seperti Kelompok peternakan, dana hibah diperuntukkan membeli ternak. Apabila sudah dibelikan ternak maka setiap kelompok ternak untuk segera menyelesaikan SPJ nya” pungkas Bupati dihadapan para penerima dana hibah yang dihadiri oleh Asisten, Kades, Dirut bank Jateng Cabang Karanganyar. Demikian DISKOMINFO (adt/yoga)

Read More
DSC_5559

Bentuk Generasi Berkarakter, Ganjar Himbau Guru Perkuat Ajaran Budi Pekerti

KOMINFO

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menyerahkan bantuan pendidikan secara simbolis di Aula SMA Negeri Karangpandan, Jumat (15/09).

Karanganyar, Senin 18 September 2017

Menurunnya moral generasi muda terutama kalangan pelajar saat ini menjadi perhatian dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Untuk itu sekolah diminta agar menanamkan pendidikan berkarakter bagi para siswa sejak dini.

Hal tersebut diungkapkan Ganjar Pranowo ketika berkunjung di SMA Negeri Karangpandan, Jumat (15/9/2017) sore kemarin kepada para siswa, para pendidik dan Kepala Sekolah.

“Guru harus menjadi teladan bagi para siswa dan upayakan selalu memberikan pelajaran secara dialogis,”tuturnya. Dalam kesempatan tersebut Ganjar meminta para tenaga pendidik juga bukan hanya mencetak prestasi akademik. Para pengajar juga harus mampu menghasilkan generasi cerdas dan berkarakter.

“Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Tanamkan nilai-nilai Pancasila serta semangat kebangsaan pada para siswa,”pesannya.

Ganjar juga menambahkan pihak sekolah diminta transparan dalam pengelolaan anggaran sekolah sehingga para murid dan wali murid mengetahui peruntukan dana atau iuran yang ditarik dari sekolah. Karena untuk kemajuan sekolah perlu adanya sinergi dari pengelola sekolah, para pendidik, siswa dan wali murid.

“Kelola keuangan secara terbuka dan ciptakan suasana belajar dengan lebih banyak diskusi,”pungkasnya. Pada kesempatan tersebut diberikan bantuan pendidikan kepada sejumlah siswa siswi kurang mampu dan berprestasi dengan besaran masing-masing Rp 2.400.000/th.

Demikian Diskominfo (ft/ind)

Read More
IMG_0490

International Conference on Public Health (ICPH)

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo menyampaikan sambutan selamat datang kepada tamu dari 7 negara.

 

Karanganyar, 6 september 2017

Pada hari Rabu, 5 September 2017 diselenggarakan International Conference on Public Health  (ICPH) atau Konferensi Internasional tentang Kesehatan Masyarakat di salah satu hotel di Solo Baru. Acara ini melibatkan narasumber dari berbagai negara  di antaranya Bety Biries dari Swiss, Diana Key dari London, Peter dari Jerman, Prof. Alim Corina dari Thailand, Diana dari Amerika Serikat, Maria dari India dan dari Indonesia diwakili Prof.Bismamurti dan Prof. Furqon.

Acara yang digagas Prof. Bismamurti Kepala Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Prof. Furqon Direktur Program Pasca Sarjana UNS ini mengangkat isu-isu tentang kesehatan masyarakat.

Hari selanjutnya yaitu Kamis malam (6/9) Pemerintah Kabupaten Karanganyar menjadi tuan rumah untuk menjamu para peserta dan narasumber Konfenrensi tersebut. Di dalam acara gala dinner tersebut disajikan menu dan minuman khas Indonesia, serta juga disuguhkan tarian Gambyong yang merupakan tarian tradisional Jawa yang biasanya digelar dalam acara -acara penyambutan tamu.

Dalam acara tersebut juga hadir Wakil Bupati Karanganyar mewakili Bupati Karanganyar, Sekda Karanganyar juga Kepala OPD Kabupaten Karanganyar.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Karanganyar menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada panitia penyelenggara gala dinner serta perwakilan dari berbagai negara tersebut.

Rohadi Widodo, Wakil Bupati Karanganyar juga menjelaskan bahwa alam di Kabupaten Karanganyar memiliki varietas fauna yang paling banyak. Selain itu Karanganyar juga mempunyai tempat wisata yang sangat bagus seperti Kebun Teh Kemuning, Candi Cetho, dan lain sebagainya.

“ Di kesempatan ini juga saya menghimbau dan mengajak kepada seluruh perwakilan negara untuk meluangkan waktu berwisata di Kabupaten Karanganyar walaupun hanya sebentar,” pungkasnya. (kris/adt)

Read More
DSC_7835

Festival Dolanan Anak Sebagai Ajang Pelestarian Dan Pengembangan Budaya Permainan Tradisional

Bupati Karanganyar membuka festival dolanan anak di Pendopo Rumah Dinas Bupati (05/09/2017)

Karanganyar, Selasa (05/09/2017)

Pemerintah Kabupaten Karanganyar dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan selenggarakan Festival Dolanan Anak di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa Pagi (05/09). Bupati Karanganyar Juliyatmono berkenan hadir dalam acara tersebut didampingi Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, Sekda Karanganyar dan Kepala OPD terkait.

Peserta yang merupakan perwakilan dari 17 Kecamatan yang ada di Kabupaten Karanganyar adalah Anak didik berusia 7 sampai dengan 13 tahun yang bergabung dalam tim kesenian sekolah.

Festival dolanan anak dibuka dengan tarian Mahesa Karu oleh Siswa SD Negeri 1 Karanganyar yang merupakan juara pertama Festival dan Lomba Seni siswa Nasional (FLS2N) Sekolah Dasar tingkat Kabupaten Karanganyar.

Bupati Karanganyar Juliyatmono dalam sambutannya mengatakan Pemerintah memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. Ilmu Pengetahuan dan Agama merupakan kebutuhan mutlak anak untuk menatap masa depan, akan tetapi lewat permainan tradisional anak akan diasah rasa percaya dirinya dan interaksi dengan teman serta lingkungan sekitar.

“Selamat berjuang dan bersenang-senang, ikuti Festival Dolanan anak ini dengan baik”, kata Juliyatmono

Sementara itu Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agus Hariyanto melaporkan pelaksanaan Festival Dolanan Anak tahun ini mengambil tema “Dolanan Anak Yang Mengandung Kreativitas dan Kekompakan Agar Membangun Jiwa Kegotong-Royongan Antar Sesama Anak Didik”.

Ditambahkan lebih lanjut Agus Hariyanto mengatakan bahwa Festival ini merupakan agenda tahunan Kabupaten Karanganyar dalam rangka menyelamatkan dan melestarikan serta mengembangkan jenis permainan tradisional anak-anak yang berada di Jawa Tengah terkhusus di Kabupaten Karanganyar.

Diharapkan dengan ini, anak-anak tertarik dengan permainan/kesenian tradisional di tengah era modernisasi dimana teknologi telah menguasai hampir seluruh sektor. Demikian Diskominfo (ad/adt)

 

Read More