Category: Seni Budaya

DSC_1260

EXPO Universitas ” SMART CULTURE ” Bersama FORMAKA

DISKOMINFO

Bupati Karanganyar Juliyatmono menyampaikan sambutannya dalam acara EXPO Universitas di GOR Nyi Ageng Karang, Sabtu (3/2).

 

Karanganyar – 03 Februari 2018

Dengan mengangkat tema “ SMART CULTURE TO BE MELLINIALS GENERATION “ sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi Negeri maupun swasta yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Karanganyar atau biasa di singkat FORMAKA mengadakan acara Expo Universitas pada hari Sabtu (03/2).

Adapun acara Expo kali ini di ikuti berbagai Perguruan tinggi di antara lain : UNNES, IAIN Surakarta, POLTEKES Surakarta, PIP, STIMIK AUB Ska, AKPER 17, ATW, UNISRI, STAN, STIKES NASIONAL, UIN WALISONGO, STPN, UII, APEKA, STIKES PKU, UNS, POLTEKES JOGJA, MITRA HUSADA, UNIVET, UNSA, UMS, UPNYK, STIKES AISYIYAH, POLITEKNIK INDONUSA dan FORMAISKA ( Forum Mahasiswa Surakarta ). Dengan tema tersebut para mahasiswa bermaksud mengangkat budaya sebagai tren anak muda jaman sekarang untuk menciptakan pemuda yang kreatif, sopan santun menuju generasi millenial.

Hadir pula dalam acara tersebut Bupati Karanganyar Juliyatmono, dalam pidato sambutannya Bupati Karanganyar Bp. H. Juliyatmono menghimbau kepada seluruh mahasiswa untuk selalu terus menggelorakan sekolah dan mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya dimanapun berada, karena yang bisa merubah kita semua adalah PENDIDIKAN.

Dan Bupati Karanganyar juga memberikan hadiah untuk FORMAKA yaitu Bupati Karanganyar sedang merencanakan akan membangun gedung untuk sarana anak muda supaya menjadi anak muda yang kreatif. Yang mana rencananya pembangunan gedung tersebut akan di proyeksikan di belakang komplek Gedung Wanita. Dimana nantinya gedung BAPPEDA akan di pindah guna terwujudnya pembangunan gedung tersebut.

Demikian Diskominfo (krs)

Read More
DSC_6318

Mahasiswa diminta Jadi Pelopor Kemajuan Karanganyar

Kominfo

Abadikan Gambar : Bupati Karanganyar, Juliyatmono didampingi Wakil Bupati Rohadi Widodo saat foto bersama Formaka pada Sarasehan bersama Bupati, Sabtu (20/01) kemarin.

KARANGANYAR – Sabtu, 20 Januari 2018

Forum Mahasiswa Karanganyar (Formaka) menggelar sarasehan bersama bupati pada Sabtu lalu di Rumah Dinas. Hadir dalam kesempatan itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati, Rohadi Widodo. Dihadapan ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia tersebut, Bupati Karanganyar meminta mahasiswa menjadi pelopor kemajuan Karanganyar.  Mahasiswa Karanganyar dimanapun berada, bisa saling akrab dan mengisi.  Sekaligus diharapkan para mahasiswa tersebut menyampaikan ide-ide untuk kemajuan bumi intanpari.

“Sedekah ilmu itu sama dengan sedekah harta. Jadi mahasiswa saya harapkan menjadi pelopor kemajuan perubahaan Karanganyar,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan sambutan di acara sarasehan bersama mahasiswa di Karanganyar.

Pada kesempatan itu, orang nomor satu di Karanganyar mengingatkan bahwa tahun 2018 ini sebagai tahun politik. Mahasiswa diharapkan juga berlatih demokrasi dengan perhelatan lima tahun sekali tersebut. Menurutnya perbedaaan pandangan dalam demokrasi adalah sesuatu yang dinamis. Jangan sampai perbedaan justru menyebabkan retaknya hubungan dan memutus silaturahmi.

“Saya sama pak Rohadi nyaman-nyaman saja. Saya berharap di masyarakat  jangan sampai diprovokasi menyebabkan ketidakharmonisan,” tambah Juliyatmono yang disambut tepuk tangan mahasiswa.

Sementara Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo menambahkan saat ini para mahasiswa berada di alam generasi  Informasi Tehnologi (IT). Sebab barang siapa menguasai teknologi maka dia akan memimpin dunia. Namun demikian, saat ini, menurut Rohadi tidak hanya IT saja akan tetapi inovasi. Sebab dengan berinovasi maka dunia akan digenggam. Pendek kata, Barang siapa ingin dunia maka dengan ilmu, barang siapa ingin akhirat juga dengan ilmu. Jika keduanya juga harus memakai ilmu.

“Adik-adik mahasiswa juga harus siap dengan lonjakan-lonjakan dalam hidup ini. Saya berterima kasih kepada bupati karena beliau adalah guru SMA saya,” tambah Rohadi.

Demikian Diskominfo (Hr)

 

Read More
DSC_3486

Pentas Drama Tari Sekar Saka Surendra

kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat memberikan sambutan dihadapan warga Karanganyar di Anjungan Jateng TMII, Minggu Siang (17/11)

Karanganyar – Pemerintah Kabupaten Karanganyar menghibur warga Karanganyar yang merantau di Jabodetabek seperti Paguyuban Warga Karanganyar (Pagar Anyar), Cah Karanganyar Rantau (Cakra), Sedulur Bumi Karanganyar (Sebra), Komunitas Pesbuker Karanganyar (KPK), dan Paguyuban Warga Karanganyar Surakarta (PWKS) dengan mempersembahkan drama tari Sekar Saka Surendra di Pendopo Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jaktim, Minggu Pagi (17/12).

Acara tersebut merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh Pemprov Jateng dalam rangka misi kesenian untuk masing-masing Kabupaten Kota di wilayah Propinsi Jateng memperkenalkan kesenian daerahnya.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Karanganyar beserta istri dan jajaran kepala OPD di lingkup Pemkab Karanganyar.

Dalam sambutannya, Bupati Karanganyar Juliyatmono meminta masukan kepada tokoh Karanganyar yang ada di Jakarta untuk terus bersama membangun Karanganyar semakin maju dan sejahtera.

“Ibarat pertandingan sepakbola, warga Karanganyar di Jakarta adalah penonton, disitulah justru peran Bapak Ibu sekalian dalam menyaksikan Karanganyar dari jauh lebih detail. Masukan Bapak Ibu kiranya dapat membantu Pemerintah Daerah memajukan Karanganyar”, ujar Juliyatmono

Ditambahkan lebih lanjut, Juliyatmono mengatakan Pemkab Karanganyar siap memfasilitasi warga Karanganyar dalam membentuk sekretariatan bersama pelbagai paguyuban tersebut diatas untuk bersinergi bersama-sama membangun Karanganyar.

Sementara itu hadir 1000 (seribu) warga Karanganyar memadati pendopo Anjungan Jateng dan antusias menyaksikan suguhan yang disajikan oleh Duta Seni Kabupaten Karanganyar. Selain drama tari ditampilkan pula kesenian campur sari Sangga Buana asal Karanganyar.

Sutradara drama tari, Ari Kuntarto mengatakan Sekar Saka Surendra, Gerak kekuatan ilmu sondo dan Koro merupakan cerita simbol kisah dramatik – tragis cikal bakal berdirinya desa tasikmadu yang diadopsi dari cerita Sondokoro yang ada di Karanganyar. Dikisahkan ada seorang Tumenggung kaya raya dan bermartabat bernama Jaya Lelono. Dengan kekuasaanya itu, Tumenggung menginginkan Sri Widowati dan Setyowati, keduanya adalah putri dari Sondo dan Koro.

Dikarenakan Tumenggung Joyo Lelono tidak mengetahui bahwa Sri Widowati dan Setyowati adalah putri dari Sondo dan Koro, maka terjadilah perseteruan diantara mereka sehingga terjadi peperangan yang membuat langit menggelegar dan bergemuruh bagai kilat di awan. Karena Jaya Lelono dan Sondo Koro berasal dari satu perguruan Padepokan Padas Plalar, peperangan berlangsung hingga 40 hari 40 malam yang berakhir sempyuh (hilang) tanpa ada yang menang dan kalah.

“Inti dari cerita tersebut jangan sampai harta benda membutakan kita, tapi dengan harta tersebut menjadikan sesama lebih bahagia dan sejahter”, ujar Ari Kuntarto.

Demikian Diskominfo (ad)

Read More
web (6)

Slank Sukses Konser di Karanganyar

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat di panggung konser Slank, menutup rangkaian acara Hari Jadi  ke 100 Kabupaten Karanganyar

Karanganyar, Senin (04/12/2017)

Konser Slank sebagi rangkaian peringatan Hari Jadi ke 100 Kabupaten Karanganyar, Sabtu, (02/12) malam, memuaskan ribuan Slanker dari berbagai daerah yang memadati lokasi di Alun-alun Kabupaten Karanganyar.

Sejak siang hari, penggemar Slank itu telah berada di kawasan Alun-alun. Menjelang konser di mulai, ribuan penonton itu mengelu-elukan group band favorit nya.

Tepat pukul 21.00 WIB basis Slank, Ivan naik panggung, gitaris Rido, drummer Bimbim menyusulnya, lantas diikuti vokalis Kaka menyapa penggemar dari berbagai Kota.

Malam itu, Slank menyanyikan 20 lagu dengan durasi sekitar 1,5 jam. Lagu-lagu terkenal yang dibawakan seperti I Miss U But I Hate You, Bang-bang Tut, Gara-gara Kamu, Orang Merdeka.

Group band legendaris itu juga menyanyikan lagu Virus, Seperti Para Koruptor, Ngerock, Samber Gledek, Mars Slanker, Garuda Pancasila, Indonesiakan Una. Terlalu Manis, Terlalu Pahit, Lembah Baliem, Tong Kosong, Pandangan Pertama. Orkes Sakit Hati, Sosial Betawi Yoi, Maafkan, Ku Tak Bisa, Palaloepeyang, Kamu Harus Pulang, dan Ngeslank Rame-rame.

Di konser sebagai rangkaian Hari Jadi ke 100 Kabupaten Karanganyar, Bupati Karanganyar, Juliyatmono bahkan ikut naik panggung dan nyanyi Terlalu Manis.

“Kabupaten telah memasuki 100 Tahun tepatnya 18 November 2017. Rangkaian Hari Jadi ini kita tutup dengan konser Slank,” kata Bupati Juliyatmono.

Personil Slank, Ridho, Bimbim, dan Kaka seusai penanaman pohon pule di depan Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jumat (01/12) sore.

Kenapa kita menghadirkan Slank, lanjut Bupati Karanganyar, karena pesan-pesan moral luar biasa, tentang moral, cinta, kepedulian, kejujuran, kasih sayang.

Sepanjang konser, ribuan penonton sangat terhibur, menikmati, menyanyi bersama lagu-lagu yang dibawakannya. Hingga pukul 22.30 WIB, konser besar itu selesai dan di tutup dengan pesta kembang api.

Sebelum konser, Slank juga menanam pohon pule di depan rumah dinas Bupati Karanganyar, Jumat (01/12) sore, dan menikmati wisata di Candi Sukuh, Kecamatan Ngargoyoso, Sabtu (02/12) pagi. pd

Read More
DSC_0094

FK Metra Karanganyar Peringkat 2 Terbaik Nasional

diskominfo

salah satu aksi FK Metra Karanganyar saat tampil di Festival FK Metra Tingkat Nasional beberapa waktu lalu (Kamis Pagi, 23/11), Palembang Sport and Convention Center (PSCC), Palembang, Sumsel.

 

Karanganyar – Forum Komunikasi Media Tradisional (FK Metra) Kabupaten Karanganyar meraih dua penghargaan sekaligus yakni penampil terbaik 2 dan sutradara terbaik dalam kegiatan Sinergi Aksi Informasi dan Komunikasi (SAIK) Tahun 2017 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, 21-24 Desember di Palembang, Sumatera Selatan.

Piagam dan trophy diterima langsung oleh Sekretaris Dinas KOMINFO Karanganyar, Agung Cahyo Nugroho pada acara Anugerah Media Humas 2017 yang sekaligus penutup rangkaian kegiatan SIAK 2017 di Hotel Novotel Palembang.

“Pemkab Karanganyar bangga akan prestasi yang telah diraih, diharapkan kedepan kesenian tradisional makin eksis dan dimanfaatkan untuk diseminasi informasi”, ujar Agung

FK Metra Karanganyar yang mewakili Propinsi Jawa Tengah bersaing dengan 10 Provinsi terbaik yang berhak tampil pada Festival FK Metra tingkat Nasional di Palembang Sport dan Convention Center (PSCC), Rabu Malam dan Kamis Pagi (22-23/11). Adapun propinsi tersebut yakni Propinsi Sumatera Selatan selaku tuan rumah, Jambi, Sumatera Barat, Papua, Papua Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Kalimantan Barat, dan Sumatera Utara.

FK Metra Kabupaten Karanganyar menampilkan kesenian ketoprak dengan judul cerita Prahara Mbulak Gambul yang menceritakan tentang fenomena kehidupan manusia yang sering terjadi dalam mendapatkan jabatan dan kekuasaan dengan menghalalkan berbagai cara untuk meraihnya, seperti dengan cara menyebarkan berita yang tidak benar (hoax).

Perjalanan FK Metra Kabupaten Karanganyar sendiri tidak lah mudah, setelah berhasil lolos penyisihan tingkat regional (17/5) di Kabupaten Purworejo, dari 11 kabupaten /kota yang diundang, hadir 7 kabupaten yaitu Kabupaten Wonosobo, Kota Magelang, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung, dan Kabupaten Purworejo. Sedangkan Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Klaten, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Kebumen. Kemudian FK Metra harus kembali berjuang di tingkat Final yang diikuti oleh 6 Kabupaten/Kota yaitu FK Metra Kab./Kota yakni: Kabupaten Rembang, Karanganyar, Purbalingga, Pekalongan, Grobogan dan Magelang. Demikian Diskominfo (diskominfo)

Read More
IMG_0127

155 Desa Berpartisipasi dalam Lomba Festival Gapura

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat menyerahkan hadiah kepada para pemenang dalam lomba Festival Gapura Karanganyar 2017.

Karanganyar, Kamis 16 Nopember 2017

Menyemarakkan hari jadi ke-100 Pemkab Karanganyar menggelar lomba festival Gapura Desa. Sebanyak 155 desa ikut serta dalam lomba ini. Pengumuman juara lomba festival Gapura disampaikan di Gedung Wanita Karanganyar, Kamis (16/11).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR) Karanganyar, Edy Sriyatno dalam laporannya menyampaikan festival Gapura hias ini diikuti 155 desa di  Kabupaten Karanganyar. Tapi tidak semua desa ikut serta dalam kegiatan ini.

“Ada 22 desa yang belum mengikuti lomba. Untuk kategori lomba terbagi menjadi tiga yakni Gapura ukuran besar lebih dari 8 meter, Gapura sedang ukuran 6 meter dan Gapura kecil ukuran dibawah 6 meter,”katanya.

Ditambahkan Edi, lomba festival ini untuk mempercantik gapura sebagai identitas desa sedangkan tujuan utama adalah tetap meningkatkan kegotongroyongan warga.

“Diharapkan dari kegiatan lomba ini kebersamaan dan kekompakan  warga desa tetap terjaga dan meningkat,”imbuhnya.

Dalam festival gapura hias ini penilaian ditentukan dari beberapa aspek seperti design, komposisi cat, keindahan hiasan, dan tentunya gotong royong warga. Sementara penjurian dari jajaran Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Lingkungan Hidup dan Praktisi UNS.

Vebri Armoko perwakilan dari PT. Indaco mengapresiasi kegiatan festival Gapura di setiap desa di  Kabupaten Karanganyar dalam rangka menyambut seabad Kabupaten Karanganyar.

Diharapkan kerjasama Pemkab dan PT. Indaco tetap berlanjut di tahun mendatang dalam rangka ikut serta mewujudkan Karanganyar yang maju dan sejahtera.

“Menjadi daya tarik dan nilai lebih tersendiri bagi kami, semangat gotong royong kekompakan warga adalah yang utama dalam festival gapura ini,”terangnya.

Sementara, Bupati Karanganyar Juliyatmono mendukung dan menyambut positif antusias warga dalam menghias gapura dimasing-masing desanya.

Ia berharap semangat gotong royong di masyarakat tetap terjaga.

“Inovasi dan kreasi gapuranya sangat bagus-bagus. Semoga semangat guyup untuk mempercantik gapura desa sebagai penanda desa terus berlanjut hingga tahun mendatang,”harap Juliyatmono.

Pada kesempatan tersebut disampaikan Pengumuman Juara lomba kategori Gapura kecil yang menjadi juara favorit disabet oleh Desa Ngunut, Jumantono dan Juara I diraih Desa Kadiloyo, Gondangrejo. Selanjutnya kategori Gapura sedang sebagai favorit adalah desa Waru Wetan, Dayu, Karangpandan , Juara I  Desa Bolong, Karanganyar dan Kategori Gapura Besar terfavorit adalah desa Karangsono, Karanganyar dan Juara I diraih desa Klodra, Colomadu.

Sementara itu  total hadiah yang diberikan pada lomba festival Gapura senilai Rp 44.250.000,.

Demikian Diskominfo (ind/mdz)

Read More
DSC_1676 AAA

PARADE KOESPLUS JIWA NUSANTARA KARANGANYAR DI MAKUTHOROMO

Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan sambutan Parade Koes Plus Jiwa Nusantara di Terminal Mbangun, Makuthoromo, Karanganyar.

Karanganyar – 10 November 2017.

Dinas Pariwisata di bidang Seksi Pembinaan Ekonomi Kreatif Karanganyar mengadakan Parade Perdana Koes Plus Jiwa Nusantara yang bertempat di Terminal Mbangun Makuthoromo Karanganyar, pada Jumat (10/11/7) malam.

Dalam Parade tersebut hadir pula Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Grup Pecinta Koes Plus, Tokoh Masyarakat Makuthoromo, Dinas Pariwisata beserta Seksi Pembina Ekonomi Kreatif Karanganyar dan jajarannya.

Dalam pelaporan yang disampaikan oleh Ketua Panitia, Siswo Adi, menyampaikan bahwa Parade Perdana Koes Plus ini sendiri bertujuan untuk ikut mengenang Hari Pahlawan Nasional dan memperingati hari jadi 1 Abad Karanganyar.

“Kami para pecinta Koes Plus siap untuk menyukseskan dan menghibur Karangnyar agar maju dan sejahtera”, kata Ketua Panitia.

Dalam sambutan Bupati Karanganyar, Juliyatmono, acara Parade Perdana Koes Plus ini bisa menjadi daya tarik wisata Makuthoromo jika bisa dirutinkan karena saat ini Ikon Koes Plus saat ini yang terkenal berada di THR kota Solo.

“Jika di Solo Ikon Koes Plus berada di THR kota Solo, maka Karanganyar dapat membuat Ikon Koes Plus di Makuthoromo Karanganyar”, kata Bupati Karanganyar.

Dengan Parade Koes Plos ini semoga dapat membangun jiwa Koes Plus dan melestarikannya karena musik ini akan terus hidup disepanjang masa.

Demikian Diskominfo (krs/ygi).

Read More
WhatsApp Image 2017-11-13 at 11.01.51 AM

Sungkem Untuk Ayah Raih Penghargaan Dari LEPRID

Paulus Pangka memberikan sambutan dalam acara Sungkeman 1000 Anak Untuk Ayah di halaman SMPK Barata 2 Jumapolo.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Karanganyar- 12 November 2017

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar bekerjasama dengan  SMPK Barata 2 Jumapolo menyelenggarakan Sungkeman 1000 Anak Untuk Ayah dalam rangka memperingati hari Ayah Nasional, Minggu (12/11).

Dari laporan yang disampaikan ketua Pasukan Penolong Ayah (PASPENA) OSIS SMPK Barata 2 Jumapolo, acara ini bertujuan untuk memperingati Hari Ayah Nasional serta memeriahkan 1 Abad Kabupaten Karangnyar. Melestarikan budaya sungkem sebagai bentuk rasa hormat terhadap orang tua terutama ayah.

Sungkeman 1000 Anak Untuk Ayah menjadi catatan sejarah dunia, yaitu sungkeman anak kepada ayah terbanyak. Lembaga Pencatat Rekor Indonesia yang bernama Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) dibawah pimpinan Paulus Pangka, memberikan Piagam, Mendali, Piala, serta buku kepada Instansi Pemerintah  Kabupaten Karanganyar dan Putra Ibu Pertiwi sebagai pemrakarsa Hari Ayah Nasional.

“Hari ini kita mencatat sejarah dunia sungkem kepada ayah terbanyak, berapaun jumlahnya bukan mnejadi masalah. Kami mencatata berbagai hal yang menjadi inspiratif” jelasnya.

Para siswa dan siswi saat sungkem kepada ayahnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Peringatan Hari Ayah dengan tema “Ayah Sehat Negara Kuat” mengambil contoh ayah-ayah Indonesia yang berprofesi sebagai petani dan buruh tani, yang mana jika petani sakit Negara pun kelaparan. Serangkaian acara dalam acara tersebut ialah, sungkem anak kepada ayah serta senam bersama ayah dan anak untuk mewujudkan ayah-ayah yang sehat jasmani dan rohani.

Demikian diskominfo (ppt)

Read More
WEB (2)

Pemkab Karanganyar Peringati Hari Wayang Dunia

Pentas wayang kulit semalam suntuk dengan lakon “Sang Kumbokarno” menampilkan tiga dalang kondang, yakni Ki Manteb Sudharsono, Ki Purbo Asmoro dan Ki Enthus Susmono.

Karanganyar, Rabu (08/11/2017)

Peringatan Hari Wayang Dunia setiap tanggal 7 November diperingati oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar. Namun untuk tahun 2017 terasa sangat berbeda, karena pertunjukan wayang kulit dikemas spektakuler, Selasa (07/11) di Plasa Alun-alun Karanganyar.

Pentas wayang kulit semalam suntuk dengan lakon “Sang Kumbokarno” menampilkan tiga dalang kondang, yakni Ki Manteb Sudharsono, Ki Purbo Asmoro dan Ki Enthus Susmono. Lebih menarik lagi, ada 100 sinden dan 17 kelompok karawitan dari Kecamatan-kecamatan di Kabupaten Karanganyar.

Setiap tahun, sejak peringatan ke 97, Pemkab Karanganyar selalu menyatukan acara Hari Wayang Dunia dan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar. Hari Wayang didasari karena pada 7 November 2003 UNESCO telah memberikan penghargaan pengakuan secara resmi wayang adalah hasil karya agung bangsa Indonesia

“Tahun ini memang dibuat berbeda. 100 sinden karena tahun 2017 bertepatan dengan Hari Jadi ke 100 tahun Kabupaten Karanganyar, dalang Ki Manteb dan Ki Purbo memainkan wayang kulit, dalang Ki Enthus memainkan wayang golek dalam satu panggung,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar, Samsi.

Di kursi tamu undangan, terlihat Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo dan Forkopimda Karanganyar.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan wayang kulit merupakan karya agung budaya dari Indonesia yang terus dilestarikan.

“Kita terus berjuang agar Pemerintah segera menerbitkan keputusan tanggal 7 November Hari Wayang Dunia,” kata Bupati Karanganyar.

Wayang kulit juga dimeriahkan humor oleh Yati Pesek, Marwoto dan Gareng Semarang.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, mengapresiasi pertunjukkan dengan wayang ini karena menjadi media, sehingga komunikasi dengan masyarakat menjadi mudah.

Disela-sela acara, juga diadakan lelang perangko. Dari penawaran tertinggi dimenangi oleh pedagang bakso, Tukino Jawir, Desa Sukosari, Kecamatan Jumantono dengan harga Rp. 85 juta.

Wayang kulit juga dimeriahkan humor oleh Yati Pesek, Marwoto dan Gareng Semarang. Ribuan penonton tampak memadati lokasi acara hingga akhir pentas.(pd)

 

Read More
IMG_0074

Nguri-uri Kesenian Tradisional, Pemkab Gelar Gamelan Kolosal

Bupati Karanganyar, Juliyatmono bersama Sekda dan Kepala OPD saat berkunjung ke salah satu peserta Parade Gamelan Akbar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Karanganyar – Memasuki usia seabad pada 18 November besok, Pemerintah Kabupaten Karanganyar dalam hal ini Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan bersama Paguyuban Seni Karanganyar (Sekar) mengadakan Parade Gamelan Akbar yang diikuti oleh Korwil Sekar seluruh Kecamatan yang ada di Karanganyar, Selasa pagi (07/11).

Dalam sambutannya, Juliyatmono menyampaikan Parade Gamelan Akbar ini di selenggarakan dalam rangka menyongsong hari jadi Karanganyar ke 100 tahun sekaligus sebagai rangkaian peringatan Hari Wayang Dunia di Kabupaten Karanganyar.

“Acara yang bertemakan budaya  ini baru diadakan pertama kali di Dunia,” Ujarnya. Oleh karena itu diharapkan dapat menumbuhkan cinta terhadap kebudayaan lokal.

Sementara itu Ketua Panitia, Joko melaporkan bahwa pelaksanaan Parade Gamelan Akbar ini akan berlangsung satu hari penuh, yang terbagi kedalam beberapa sesi. Sesi pertama, gamelan akan dimainkan pukul 09.00-12.00 WIB secara bergantian, kemudian sesi berikutnya pukul 12.30-14.45 WIB dan sesi ketiga pukul 19.00-20.15 WIB, dan sesi terakhir akan dimainkan pada malam hari bersama dengan Pagelaran Wayang Kulit memeriahkan hari Wayang Dunia bersama 3 dalang kondang dan 100 sinden.

Joko menambahkan Parade Gamelan Akbar diselenggarakan selain untuk memeriahkan hari jadi Karanganyar, juga untuk menumbuhkan minat pemuda, khususnya untuk melestarikan seni budaya dalam bidang karawitan dan gamelan. Parade kali ini diikuti oleh 17 paguyuban seni. Demikian DISKOMINFO (ad/ppt/mdz)

Read More