Category: Seni Budaya

DSC_9365

Camat Jaten Sambutan Dari Arab Saudi

Wayang Kulit dengan Lakon Semar Boyong oleh Ki Warseno Sleng digelar dalam rangka memperingati HUT RI ke 73

KARANGANYAR – 31 Agustus 2018

Wayang kulit yang digelar Kecamatan Jaten memeriahkan HUT RI ke 73 terasa istimewa. Sebab camat Jaten, Heru Aji Pratama tengah menunaikan ibadah haji di Mekah Arab Saudi. Sambutanpun langsung dari Arab melalui kontak HP dengan Dalang Ki Warseno Slenk. Heru Aji Pratama mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan Masyarakat Jaten yang telah ‘ngrawuhi’ gelaran wayang kulit semalam suntuk dengan cerita Semar Boyong.

            “Saya mengucapkan terima kasih atas kedatangan bapak bupati dan rombongan. Saya berdoa semoga Bupati dan keluarga serta kepala OPD semua diberikan kesehataan dan dimudahkan segala urusan,” papar Camat Jaten Aji Pratama Heru melalui sambungan telepon.

            Wayangan yang digelar tersebut juga atas dukungan dari 8 kepala Desa di lingkungan Kecamatan Jaten. Yakni Andi Susilo Kades Dagen, Hariyanto Kades Sroyo,  Jangkung Rajiyo Kades Jaten, Sadiman  Desa Ngringo, Nur Wibowo Kades Jetis, Ibnu Subandrio Kades Brujul dan Yulianto Kades Jati dan Eko Kades Suruh Kalang. Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada Forkominca dan masyarakat Jaten. “Sekali kali maturnuwun Pak Slenk semonga barokah dan  semoga sempulur. Semoga menjadikan amal kebaikan untuk pak Slenk,” imbuhnya. (Hr/Adt)

Read More
DSC_9353

Februari Pilkades, Jaga Terus Persatuan dan Kesatuan

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Ketua DPRD Karanganyar SUmanto didaulat dalang Ki Warseno Slenk untuk tampil ke depan pada wayangan HUT RI ke 73 di Lapangan Jaten

 

KARANGANYAR – 30 Agustus 2018

Bupati Karanganyar mengingatkan masyarakat Karanganyar untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan. Menjelang Pilkades Februari mendatang, diharapkan tidak terpecah hanya perbedaan pilihan. Orang nomor satu di Karanganyar meminta masyarakat mengedepankan programnya yang baik dan bagus bukan sosoknya.

            “Kemerdekaan ke 73 yang kita peringati ini adalah hakekatnya untuk bersyukur dan menjaga persatuan dan kesatuan. Termasuk untuk mencintai tanah air karena perjuangan kita mengusir penjajah selama 350 tahun,” papar Juliyatmono saat memberikan sambutan dalam pagelaran wayang kulit menyambut HUT RI di Kantor Kecamatan Jaten.

            Dia menambahkan tahun depan adalah tahun politik. Pilihan legislatif dan pilihan presiden akan dilakukan secara bersamaan. Sehingga jangan sampai pilihan berbeda membuat masyarakat terpecah belah. “Momen Asian Games ini telah membuat cinta tanah air kita semakin besar. Karena kita atlet kita bertanding kita pun ikut berdebar-debar dan bahkan jika menang kita pun ikut bangga,” imbuhnya.

            Lebih jauh, Juliyatmono mengatakan Bendera Merah Putih dan pancasila alat pemersatu kompak guyub rukun dan bersatu. Pagelaran wayang setiap tahun ini sudah dirintis dan bisa dilakukan dengan kompak bersatu. Pihaknya berharap Jaten tetap kompak dan bersatu menyosong esok yang lebih baik. (Hr/Adt)

Read More
DSC_5975

Denada Minta Doa Untuk Anaknya

Denada, Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Isteri Bupati, Siti Chomysiah menyanyinkan keriunduan pada resepsi HUT RI ke 73

Ibu-ibu isteri kepala OPD di Lingkungan Pemkab Karanganyar pun ikut bergoyang

 

KARANGANYAR – 27 Agustus 2018

Terasa sangat istimewa perayaan resepsi HUT RI ke 73 Pemerintah Kabupaten Karanganyar Senin malam (27/08). Istimewa itu terletak hadirnya artis ibukota Denada Tambunan yang khusus menghibur Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) dari 16 Kecamatan dan Kabupaten. Kesempatan itu, penyanyi lagu Call Me Dena itu meminta doa kepada masyarakat Bumi Intapari untuk kesembuhan putrinya Shakira Aurum.

“Mohon maaf saya terlambat karena ada kejadian yang tidak saya duga. Saya dari Sin

Arul, salah satu paskibra Karanganyar yang mendapatkan kohormatan menyanyi bersama dengan Denada

gapura dan memohon doanya untuk kesembuhan anaknya,” ungkap Denada dan dilanjutkan menyanyi dengan lagu Jaran Goyang.

Begitu tampil Denada, langsung diserbu ratusan paskibraka. Mereka mengabadikan momen bertemu dengan artis melalui telepon selulernya. Denada pun tidak ogah-ogahan dan memenuhi selfi paskibra. Bahkan, Satpol PP harus turun tangan untuk menghalau paskibra yang nekat ke depan. Meski demikian, Denada tetap dapat menyanyikan lagu dengan baik.

Penyanyi yang mengawali karir dibidang pop, lantas meminta lima orang untuk maju ke depan. Mereka diminta meminta mengitu game yakni menjoged. Terpilih satu orang untuk yang terbaik jogednya. Selanjutnya, diberikan hadiah berupa foto selfi dengan denada. Acara berlangsung meriah, karena ibu-ibu dari isteri kepala OPD diminta maju ke panggung untuk berjoget dan bernyanyi. Tidak ketinggalan, ibu bupati, Siti Chomsyah dan Bupati Karanganyar didaulat untuk berduet dengan denada. Akhirnya, pucuk pimpinan di Karanganyar menyanyikan kerinduan. (Hr/Adt)

Read More
DSC_5607

FK METRA Karanganyar Tampil Memukau

Kincer (berbaju putih) selalu melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak mendukung kebersihan. Hal itu diperagakan dengan apik seniman FK Metra Karanganyar dalam pertunjukan Final FK Metra di Jateng Fair.

KARANGANYAR – 27 Agustus 2018

FK Metra Karanganyar tampil memukau di hadapan masyarakat yang berkunjung ke Pekan Raya Promosi dan Pembangunan (PRPP) Semarang. Melalui lakon “Kemproh Amoh’ para pemain ketoprak asli Karanganyar tersebut beberapa kali mendapat applus dari para penonton.
Cerita bermula dari sepasang suami isteri yang bernama Kincer dan Putri yang setiap cekcok. Kincer sering pulang dalam keadaan mabuk. Ditambah lagi, dia tidak suka kebersihan atau “kemproh’ . Kerena kebiasaan buruk tersebut lama kelamaan menjadi penyakit. Padahal masyarakat setempat melalui RT, Agus Gecul dan penyuluh kesehatan Sadi Bei dan Liak sudah mengkampanyekan hidup sehat. Diantaranya tidak membuang sampah sembarangan, makan harus cuci tangan dan lain sebagainya. Namun Kincer masih saja mabuk dan pola hidup yang tidak sehat. Garapan yang cukup apik tersebut mengantarkan FK Metra Karanganyar Juara harapan 3 dalam Final FK Metra tingkat Jawa Tengah. “Kami berhasil mendapatkan juara harapan 3,” ujar kabid IKP Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Karanganyar, Ardiansyah di akhir acara.

Dalam kesempatan, Kepala Biro Pemerintahaan Dan Otonomi Daerah Setda Jawa Tengah, Herru Setiadhie mewakili Gubernur Jawa Tengah menyampaikan menyambut baik digelarnya seni tradisional FK Metra tingkat Jawa Tengah. Pihaknya sudah menyaksikan secara bergantian penampilan dari Banyumas, Boyolali, Rembang, Karanganyar, Wonosobo dan Kota Semarang. Pihaknya mengakui penampilan dari FK Metra enam kabupaten/kota semua bagus. “Tentunya dipilih yang terbaik dari baik. Yang menang selamat dan yang belum menang jangan berkecil hati,” ujar Herru Setiadhie.

Dia menambahkan tahun-tahun mendatang masih banyak kesempatan untuk lebih baik dan berprestasi. Herru sangat mengapreasiasi seniman dan seniwati terhadap seni budaya. Di era kemajuan tehnologi informasi, saat ini masyarakat dipermudah untuk menonton tayangan dari belahan dunia manapun.  “Seni pertunjukkan FK Mitra ini dapat sebagai media alternatif untuk edukasi dan mensosialisasikan hasil-hasil pembangunan Jawa Tengah. Media sebagai unik dan efektif berbagai kebijakan dan pembangunan nasional,” imbuhnya.

Lebih jauh, Herru mengatakan capaian pembangunan di semua sketor. Pasalnya ada pesan-pesan sosial yang harus disampaikan. Yang jelas, harus pinter-pinter mengemas. Media tradsional diharapkan dapat menyesiuakan diri dengan perkembangan zaman. Yakni dengan melakukan inovasi-inovasi seperti di musik atau kostum tertentu. (Demikian Diskominfo Krs/Adt/Hr)

Read More
DSC_5163

Sedekah Ini Wujud Syukur Dan Saling Mengingatkan

Bupati Karanganyar Juliyatmono (berbaju Putih) sedang memberikan arahan pada warga Desa Bolong, Kecamatan Karanganyar Kota

 

KARANGANYAR – 24 Agustus 2018

Jumat pagi (24/08) Bupati Karanganyar berkesempatan menghadiri sedekah di DAM Parakan, Kelurahaan Bolong, Karanganyar Kota. Orang nomor satu di Karanganyar bangga dan senang, jika masyarakat setempat mau bersyukur DAM yang sudah berumur 51 tahun. Pesannya dijaga terus dan dirawat agar DAM tersebut dapat terus mengairi areal persawahaan.

“DAM ini dibangun tahun 1967 dengan uang Rp 1 juta. Yang perlu diingat adalah nilai gotong-royong masyarakatnya untuk membangun bendungan tersebut. Makanya saya berpesan dan mengajak, masyarakat untuk menjaga agar DAM dapat berfungsi dengan baik,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono dihadapan masyarakat Desa Bolong.

Dia menambahkan sedekah adalah salah satu cara agar warga berkumpul di sekitar DAM. Sekaligus sarana bersyukur dan mengingatkan kepada generasi muda untuk dapat ‘nguri’nguri’ DAM agar terus awet dan berfungsi dengan baik. Jangan ada yang merusak dan mencuri besi pada pintu air. “Acara sedekah ini juga mengingatkan bersama agar semua merasa memiliki. Sehingga jika ada yang mencuri atau merusak ada tindakan yang tegas,” imbuhnya.

Juliyatmono meminta masyarakat untuk terus guyub rukun dan terus gotong royong. Bendungan ini diharapkan juga membuat petani dapat panen tiga kali dalam setahun. Kalau sudah panen, pihaknya meminta gabah ada yang ditinggal dirumah. Jangan sampai dijual semuanya. “Ke depan bagian atasnya perlu dikeruk sehingga tampungan air semakin banyak. Jika banyak, maka akan aman ketika musim kemarau tiba,” imbuhnya. (hr/Ard)

Read More
DISKOMINFO

Ribuan Warga Antusias Saksikan Karnaval Kemerdekaan

Bupati Karanganyar Juliyatmono berinteraksi langsung dengan masyarakat yang sedang menyaksikan Karnaval Pembangunan, selain itu Bupati Juga membagi-bagikan permen, Senin(20/8).

Karanganyar,  Selasa 21 Agustus 2018

Ribuan masyarakat Karanganyar tumpah ruah menyaksikan karnaval kemerdekaan. Mereka memadati sepanjang ruas jalan Lawu untuk melihat penampilan ratusan peserta mulai dari kategori pelajar hingga umum,  Senin (20/8) kemarin.

Kegiatan karnaval dengan berjalan kaki digelar oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar dalam rangka memeriahkan Kemerdekaan ke 73 RI ini diikuti 106 peserta yang terbagi menjadi dua kontingen.

Yakni 33 kontingen terdiri dari berbagai kontingen pelajar se Kabupaten Karanganyar yang diberangkatkan mulai pagi hingga siang hari sedangkan 73 kontingen diikuti oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMD,  Swasta maupun masyarakat umum yang diberangkatkan siang hari hingga petang.  Adapun rute pemberangkatan kedua kontingen sama yaitu start di Alun alun Kabupaten Karanganyar menuju panggung kehormatan yang berada didepan Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Pada karnaval tersebut berbagai tampilan disuguhkan peserta kontingen yang lengkap dengan atribut dan properti masing masing. Sehingga menambah antusias pengunjung untuk melihat langsung jalannya karnaval kemerdekaan.

Sebelumnya, rombongan Bupati,  Wakil Bupati,  Forkompimda masing masing dengan menunggang kuda menuju panggung kehormatan. Karnaval kemerdekaan dibuka dengan penampilan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kabupaten Karanganyar yang telah melaksanakan tugas dengan baik pada Detik detik Proklamasi Kemerdekaan dan Penurunan Bendera yang berlangsung 17 Agustus kemarin.

Ditengah panas yang menyengat,  tidak mengurangi antusias masyarakat dalam menyaksikan karnaval  maupun semangat peserta kontingen untuk memberikan penampilan terbaiknya. Mulai dari unjuk kebolehan freestyle bmx, marchingband, tarian berbagai daerah, pencak silat, reog, barongsai dan lain sebagainya.

Disela sela karnaval, tim Dishub PKP sengaja menyiramkan air disepanjang jalan yang dilewati peserta karnaval guna mengurangi panasnya terik matahari.
Demikian Diskominfo (Tim Liputan).

Read More
DSC_0060

DALAM RANGKA MEMERIAHKAN HUT KE 73 KECAMATAN TAWANGMANGU ADAKAN KARNAVAL

kominfo

Camat Tawangamangu Rusdiyanto beserta jajarannya foto bersama peserta pawai karnaval

 

Karanganyar, Sabtu 18 Agustus 2018

Untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke 73 di Kecamatan Tawangmangu diadakan karnaval, Sabtu (18/9) pagi sekitar pukul 10.00 WIB.

Karnaval tingkat Kecamatan di Kabupaten Karanganyar diadakan serentak di 16 Kecamatan dari 17 Kecamatan yang ada, kecuali Kecamatan Karanganyar yang ikut melangsungkan karnaval di tingkat Kabupaten pada Senin (20/08/2018) mendatang.

Kemudian, Pemkab Karanganyar membagi beberapa tim untuk melihat langsung kemeriahan pesta perayaan Kemerdekaan Indonesia ke 73 tahun.

Tim XII selaku Pemantau Karnaval Pembangunan yang terdiri dari Asisten Administrasi Drs.Sutarno, Pimpinan PD.BPR BKK Karanganyar Susilowati, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Ir. Sumijarto, Sekretaris Badan Keuangan Daerah Narimo serta Kasubag Agama,Pendidikan dan Kebudayaan Kamto menghadiri karnaval di Kecamatan Tawangmangu.

Dari setiap peserta pawai karnaval yang diikuti para pelajar dan 10 Kelurahan , menampilkan ciri khas tema yang berbeda-beda. Tema Ethnic Karnival dengan menggunakan kulit kelapa sebagai bahannya. Ada pula yang memakai bahan plastik. Tema pendidikan dengan memakai seragam sekolah dengan membawa bendera merah putih.

Terdapat pula Paskibrata Tingkat Kecamatan, kelompok drum band, pertanian dan olahraga.

Dalam sambutannya Sutarno atas nama Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengucapkan terima kasih atas partisipasi masyarakat Kecamatan Tawangmangu telah ikut memeriahkan HUT ke 73.

“Dengan karnaval kita tumbuhkan rasa cinta tanah air,” katanya.

Diskominfo (Ina)

Read More
DSC_0504

Halal Bihalal HAMKRI

Penampilan HAMKRI Karanganyar pada Acara Halal Bihalal

Karanganyar, 9 Juli 2018

Halal Bihalal HAMKRI (Himpunan Artis Musik Keroncong Indonesia) diselenggarakan di Pendopo Rumah Dinas Buapati Karanganyar, Jumat malam (7/7). Acara ini digelar dengan suasana santai dihadiri musisi keroncong se-Kabupaten Karanganyar.

Acara ini bertujuan untuk merekatkan dan sebagai ajan silaturahin musisi – musisi keroncong se- Kabupaten Karanganyar. Selain itu juga agar sesama musisi bisa saling mengenal, karena saat ini masih banyak sesama musisi yang  tidak saling mengenal.

Sementara itu Sekda Kabupaten Karanganayar Drs. Samsi M.Si yang berkesempatan hadir menyampaikan acara seperti ini harus sering dilaksanakan untuk meningkatkan “keguyupan” antara sesama anggota HAMKRI. Sekda juga menghimbau agar masyarakat terus melestarikan keroncong. Demikian DISKOMINFO (yg/kris)

Read More
DSC_0567

KARANGANYAR SIAP GARAP WISATA RAMAH LANSIA

Diskominfo

Kepala Disparpora Karanganyar Drs. Titis Sri Jawoto saat memaparkan Pesona wisata Karanganyar dalam acara Sarasehan Wisata Lansia di Hotel Nava tawangmangu, Kamis (28/06).

Karanganyar, 28 Juni 2018

Sarasehan membahas wisata ramah untuk lansia di selenggarakan oleh Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah raga di Nava Hotel Tawangmangu, Kamis (28/06).

Hadir Perwakilan dari Disparpora Provinsi Jawa Tengah dan Kepala Disparpora Kabupaten Karanaganyar Drs. Titis Sri Jawoto, sedangkan untuk peserta adaalah Forum Komunikasi Lansia Provinsi Jawa Tengah.

Sengaja acara sarasehan ini di adakan di Kabupaten Karanganyar, karena Karanganyar sendiri mempunyai nilai histori wisata yang luar biasa dan punya potensi wisata ramah untuk lansia dengan berbagai prosedur yang sudah ada.

Mengpa Wisata Lansia..??

Pertanyaan ini muncul dibenak banyak orang, dan dijawab oleh perwakilan Disparpora Provinsi Jawa Tengah karena lansia lah sumber devisa, bisa membuka lapangan kerja, dan lansia sendiri mempunyai kebutuhan yaitu awet sehat.

Menurut survey dari Kementrian Pariwisata, pengeluaran wisman perhari sesuai data passenger exit survey Kementrian Pariwisata di tahun 2008 sebanyak USS 230.76 dan di tahun 2015 sebanyak USS 182.7.

Sedangkan Menurut WTO (2001) diperkirakan tahun 2015, secara Internasional wisatawan lansia akan mencapai 2 Miliyar orang. Maka dari itu diperlukan kreasi dan inovasi wisata yang ramah lansia dalam pengelolaannya. Destinasi, infrastruktur dan fasilitas semuanya harus memenuhi standart prosedur untuk bisa masuk kategori wisata ramah lansia.

Sebagai pendorong wisata lansia ada berbagai hal, antara lain Escape (ingin lepas dari lingkungan menjemukkan), Relaxtion (penyegaran), Play (menikmati kegembiraan lewat berbagai permainan), Strengthening Family Bond (silaturahim), Prestige (gengsi/social standing), Social Interaction, Romance, Educational Opportunity (ingin mempelajari orang/etnis/budaya lain/daerah), Self Fulfilment (ingin merealisasikan mimpi yang lama dicita-citakan), dan yang terakhir adalah Wish-Fulfilment (melakukan pengehmatan untuk mewujudkan).

Komponen atau unsur yang harus ada untuk Wisata Ramah Lansia antara lain, adanya biro travel, transportasi, akomodasi/hotel/homestay, kuliner/jasa boga/restoran, atraksi atau kegiatan yang menarik wisatawan, souvenir, pendukung kesehatan.

Karena di Kabupaten Karanganyar hampir semua unsur untuk wisata ramah lansia ini hampir terpenuhi, maka sarasehan wisata lansia ini di putuskan diselenggarakan di Karanganyar.

Sementara Kepala Disparpora Karanganyar Drs. Titis Sri Jawoto yang berkesempatan memperkenalkan seluruh wista dan sejarah Kabupaten Karanganyar secara rinci mengeambil Tema Pesona Karanganayar dengan bahasan “ Karanganyar dari jaman purba hingga Nawacita”.

Demikian Diskominfo (Kris/Ardi)

Read More
DSC_0024

Peran Keluarga Penting Tangkal Terorisme dan Radikalisme

Kominfo

Sekretaris Daerah Karanganyar, Samsi saat menyampaikan sambutannya pada Seminar Menangkal Radikalisme, Kamis (7/6).

Karanganyar, Kamis 7 Juni 2018

Keterlibatan kaum wanita dan anak-anak dalam aksi terorisme menjadikan keprihatinan tersendiri. Pendidikan aqidah dan akhlak dalam keluarga sangat berperan penting dalam menangkal faham radikal dan terorisme.

Hal tersebut diungkapkan Perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Suwondo saat menyampaikan sambutan pada Seminar Nasional yang mengusung tema menangkal paham radikalisme dan ekstrimisme, Kamis (7/6) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Menurutnya, peristiwa bom yang terjadi di Surabaya lalu, seorang ibu membawa serta anak-anaknya meledakkan diri, menjadi keprihatinan luar bisa dari seluruh pihak. Masuknya paham radikal dan terorisme disekitar untuk menjadikan kewaspadaan dan sikap ke hati-hatian kita.

“Peran orang tua dalam keluarga baik pendidikan, aqidah dan akhlak sangat penting. Karena otak anak seperti spon, sehingga orang tua harus bisa memasukkan hal-hal yang baik,”terangnya.

Ditambahkannya, pendidikan menjadi kunci utama dalam tali keBhinekaan, untuk itu pendidikan jangan hanya mencetak manusia cerdas melainkan manusia-manusia yang siap dengan jiwa gotong royong.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Karanganyar, Samsi selaku yang mewakili Pjs. Bupati Karanganyar dalam sambutannya, mengapresiasi diselenggarakannya Seminar menangkal paham radikalisme. Pihaknya mengajak segenap masyarakat Karanganyar untuk menciptakan wilayah Karanganyar tetap aman, kondusif.

“Kita punya Pancasila yang digali dari bumi dan budaya dari bangsa Indonesia yang agung ini yang dalam pelaksanaannya kita hayati bersama,”tuturnya.

Lebih lanjut samsi mengatakan, kehidupan yang serba sosial media ini, harus menjadikan diri kita untuk selalu berhati-hati dan waspada terhadap lingkungan didalam keluarga sendiri maupun sekitar.

“Seseorang bisa belajar merakit bom melalui internet karena aqidah dan akhlak yang sudah melenceng. Kalau ada orang sekiranya belum terlalu dikenal dan mencurigakan untuk diwspadai. Anak muda dalam masa transisi, ada temannya dari luar kota/daerah membawa faham radikal untuk lebih berhati-hati dan waspada,”pesannya.

Turut menghadiri seminar tersebut, Ketua Forum Koordiansi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Jawa Tengah, Budiyanto. Selaku narasumber, ia menegaskan dalam upaya melakukan pencegahan terjadinya aksi teror harus ada kerjasama dengan seluruh elemen masyarakat dengan mengerahkan potensi dan energi untuk membentengi masyarakat dari pengaruh ideologi, pemikiran dan gerakan terorisme.

Bentuk kegiatan atau aksi cegah teror disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang dibutuhkan, diantaranya melalui penguatan Nasionalisme, penegakan hukum, penguatan pendidikan di lingkungan keluarga, optimalisasi siskamling, optimalisasi peran dan potensi pelajar, pemuda dan mahasiswa, penguatn silaturahmi tokoh agama dan tokoh masyarakat, penguatan silaturahmi pemerintah dengan rakyat, penguatan budaya toleransi. NKRI ada karena ada sikap toleransi yng tinggi antar elemen bangsa yng memiliki berbagai keragaman dan keBhinekaan. Para teroris akan selalu memanfaatkan celah kekuatan ini dengan menghembus-hembuskan isu toleransi.

Demikian Diskominfo (ind/dn)

 

Read More