Category: Seni Budaya

WhatsApp Image 2019-05-04 at 14.48.38 (1)

Jenggelek Kecrek, FK METRA Kabupaten Karanganyar Pentas di Temanggung

Dari gumpalan asap mengepul tetiba keluar setan pengganggu berbadan besar terbungkus uraian jerami,disusul setan kurus bermuka genderuwo yang berjumpalitan dan meresahkan warga Desa Sluman Slumun Kik.

Ditengah atmosfir panas pemilihan kepala desa dengan calon simbol telo(Wahyu Tejo) melawan calon kepala desa yang diperankan oleh Mbok Ngganden bersimbol padi, Desa Sluman Slumun Kik dikejutkan oleh kehadiran seorang laki-laki yang berlarian kesakitan.Wajahnya benjol benjol,dia mengaku dipukuli pendukung cakades Mbok Ngganden.

Itulah secuplik adegan,bagian dari pementasan pertunjukan rakyat dari Kontingen Forum Komunikasi Media Tradisional(FK Metra) Kabupaten Karanganyar. Jumat (3/5) Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan seleksi pertunjukan rakyat tingkat Jawa Tengah tahun 2019.Acara yang bertempat di Desa Jragan Kecamatan Tembarak Kabupaten Temanggung ini merupakan babak penyisihan pertunjukan rakyat dari 6 kabupaten yakni Purworejo,Tegal,Temanggung,Rembang,Karanganyar,dan Wonosobo.

Kepala Diskominfo Provinsi Jawa Tengah dalam sambutannya berharap melalui Forum Komunikasi Media Tradisional pemerintah bisa menjangkau masyarakat dalam diseminasi informasi melalui kearifan lokal.

Tema yang diusung pada seleksi pertunjukkan rakyat kali ini adalah bagaimana menghindari hoax yang makin menjamur dengan fasilitas media sosial.

FK Metra Kabupaten Karanganyar yang membawakan judul”Jenggelek Kecrek”(Kalah Menang Tetap Sedulur)ini mendapat sambutan meriah dari penonton warga Desa Jragan yang memenuhi tribun arena pertunjukan. (sf/diskominfo).

Read More
DSC_0435

Ratusan Atlet Panah Ramaikan DPRD Cup

Karanganyar, Senin 4 Maret 2019

Ratusan Atlet Panahan Junior dari beberapa wilayah di Jawa Tengah mengikuti lomba panahan yang diselenggarakan dalam rangka HUT DPRD Karanganyar ke-68, Sabtu (2/3/2019) kemarin.

Kejuaraan panahan berlangsung di lapangan GOR Raden Mas Said Karanganyar. Ketua DPRD Karanganyar, Sumanto dan Pj. Sekda Karanganyar, Sutarno membuka acara secara simbolik dengan melepaskan busur pagi itu.

Ketua Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Karanganyar, Sujarno mengatakan, sebanyak 267 atlet mengikuti lomba Panahan Tingkat Jawa Tengah dalam menyambut HUT DPRD Karanganyar ke-68. Peserta terbagi beberapa kategori terdiri dari tingkat SD kelas 1-3 sejumlah 57 Atlet. SD kelas 4-6 sejumlah 121 Atlet, SMP sejumlah 55 Atrlet dan SMA sejumlah 34 Atlet.

Diharapkan dari kegiatan ini muncul atlet berbakat yang dapat berbicara di tingkat nasional dan internasional.

“Kejuaraan ini untuk melihat potensi atlet-atlet junior. Semoga dapat menambah pengalaman dan muncul atlet nasional,”katanya.

Adapun total hadiah yang diperebutkan masing-masing kategori sejumlah 36 juta rupiah.

Lomba ini berlangsung selama dua hari terhitung mulai Sabtu (2/3/2019) sampai Minggu (3/3/2019).

Demikian Diskominfo (dn/ind)

Read More
DSC_7680

Swiba Diminta Update Informasi Terkini

Bupati Karanganyar saat memberikan sambutan pada acara HUT Swiba sekaligus dalam rangka Hari Jadi Kab. Karanganyar

KARANGANYAR – 10 Nopember 2018

Di hari jadi LPP Radio Swiba Karanganyar ke 47 ada perhatian serius dari Bupati Karanganyar. Orang nomor  satu di Karanganyar mengingatkan agar radio kebanggan masyarakat itu harus update informasi terkini. Meski memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit, namun Bupati yakin Radio masih diminati masyarakat luas.

“Radio harus mengikuti perkembangan yang terjadi. Jika perlu live stremming agar radio tetap bisa memberikan warna di Kabupaten Karanganyar,” papar Juliyatmono saat memberikan arahan dalam hari jadi swiba pada pementasan wayang kampong sebelah di depan kantor Swiba.

Dia menambahkan masih yakin pendengar radio masih banyak. Jika seseorang dalam perjalanan menggunakan mobil pasti akan mendengarkan radio. Oleh karena itu, radio harus tetap dijaga dan dipelihara. Pihaknya juga mempersilahkan masyarakat luas memanfaatkan radio untuk melakukan siaran apapun. “Bagi masyarakat jika akan memakai untuk kepentingan acara tertentu, saya persilahkan. Sehingga swiba juga terus didengar masyarakat luas,” imbuhnya.

Juliyatmono mengakui radio swiba mengalami jatuh bangun dalam perjalanannya. Namun pihaknya yakin zaman itu ibarat roda. Suatu waktu, pasti akan banyak diminati kembali. Tentu, pihaknya akan mensuport  anggaran agar Swiba lebih moncer lagi. (hr/adt)

Read More
DSC_2736

Seniman Karanganyar Pentaskan Lakon Suminten Edan

Sambutan Sekda Kab. Karanganyar dalam acara pentas ketoprak seniman karanganyar dalam rangka menyongsong hari jadi ke- 101

 

KARANGANYAR – 08 Oktober 2018

 

Menjelang hari jadi Kabupaten Karanganyar ke 101, Seniman Karanganyar (Sekar) mementaskan ketoprak dengan lakon suminten edan di Plasa Alun-alun, Senin (08/10).  Lakon ini cukup menarik perhatian karena disuguhkan dengan apik dan menarik. Bahkan, penonton yang mulainya berada di luar lokasi beranjak masuk untuk melihat penampilan seniman bumi intanpari.

“Terima kasih kepada bupati Karanganyar yang sudah memfasilitasi penampilan sekar malam ini. Selain itu, Bupati juga sudha mendukung sejak 2014 untuk terus berkembang,” papar Ketua Sekar Karanganyar, Joko Dwi Suranto.

Dia menambahkan penampilan sekar malam ini adalah seniman dari  17 korwil di kecamatan di Karanganyar. Sekar di Karanganyar sudah berjalan dan berkembang dengan baik. Saat ini, penampilan Sekar tiga kali di Kabupaten Karanganyar yakni Suro, Selo dan Poso. “Kami selalu menduku program pemerintah sesuai dalam bidang kesenian,” imbuhnya.

Sementara sekda, Samsi mengatakan penampilan ketoprak oleh seniman Karanganyar membawa multi pleyer efek. Yakni para pedagang di sekitar alun-alun juga ikut laris karena banyaknya penonton yang hadir. Termasuk para pemain yang masih kurang snack dapat membeli makanan. “Senimannya berkembang dengan baik ditambah lagi pedagangnya juga ikut laris. Atas nama pemerintah kami mendukung penuh kegiatan seperti ini,” tambah Samsi. (hr/Adt)

Read More
DSC_2410

Bupati Hadiri Pelantikan 1.800 Warga PSHT

Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati karanganyar terpilih Rober Cristanto menghadiri pelantikan warga baru PSHT di Gedung Wanita Jumat, (05/10)

 

KARANGANYAR – 05 Oktober 2018

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menghadiri pelantikan 1.800 warga baru Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT) di gedung wanita, Jumat (05/10). Di hadapan ribuan calon warga baru dan warga PSHT, orang nomor satu di karanganyar mengucapkan terima kasih sebab juga mendukung rasa aman dan damai dalam penyelenggaran pilkada di bumi intanpari.

“Pelaksanaan pilkada kemarin berjalan lancar dan aman karena semua pihak menggunakan cara berkomunikasi yang baik. Tidak melukai perasaan, tidak mendeskritkan, tidak ada ujaran kebencian dan tidak menyinggung agama. Semua berjalan lancar dan aman, terima kasih keluarga besar PSHT,” papar Juliyatmono saat memberikan sambutan.

Dia menambahkan di tahun mendatang, pihaknya akan membuat gedung joglo untuk warga PSHT. Dengan gedung tersebut, tentu akan menjadi tempat pembinaan dan kebanggaan bersama. Juliyatmono juga mengacak PSHT untuk mencintai negerai Republik Indonesia. “Dengan PSHT makin kokoh persaudaraanya. Sukses untuk semua warga PSHT,” imbuhnya.

Sementara Ketua PSHT Pusat,  R Moerdjoko HW mengatakan saat ini lebih dari 67.000 anggota yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Bahkan ada juga yang dari luar negeri yakni Malaysia, Taiwan, Brunai Darusallam. Detailnya untuk Malaysia Timur yakni Kinabalu, Sabak, Serawak juga banyak anggota PSHT di daerah tersebut.  Termasuk di Karanganyar juga mengalami banyak peningkatan. “ Yang akan dilantik menjadi warga baru saja mencapai 1800 orang.  Saya meminta bukan hanya jumlah saja yang meningkat, akan tetapi kualitas individunya juga ditingkatkan,” papar Moerdjoko.

Dia menambahkan keluarga PSHT harus mampu menjaga harkat martabat dan nama baik pencak silat yang lahir dari Madiun tersebut.  Moerdjoko mengatakan bupati dan wakil bupati adalah keluarga besar PSHT maka tentunya harus didukung untuk menjaga dan menjalankan tugas dengan baik sebagai kepala daerah. “Saya minta PSHT jangan senang membuat ribut dan menganggu masyarakat. Perlu ada ketahui pendiri PSHT adalah Ki Hajar Harjotomo tahun 1922 di  madiun. Dia  seorang pejuang perintis kemerdekaan yang mempunyai  watak dan jiwa patriot dan cinta tanah air,’ tambahnya. (hr)

Read More
DSC_0996

FGD UNIBA : Eduwisata Batik Menjadi Topik Pembicaraan

Bupati Karanganyar Juliyatmono berpose bersama jajaran rektorat UNIBA pasca Forum Group Discuccion di The Alana Hotel (28/09)

Karanganyar – 28 September 2018

Forum Group Discussion program penelitian pengembangan unggulan perguruan tinggi(PPUPT) program Kemenristek Dikti dengan tema “ Peningkatan daya saing perekonomian berbasis kearifan lokal kemampuan iptek untuk menghadapi revolusi industri 4.0 “ diselenggarakan oleh Universitas Islam Batik Surakarta (UNIBA) diaula Beryl The Alana Hotel, Jum’at(28/09).

Membehas mengenai pengembangan jejaring wirausaha pendukung perekonomian prespektif keuangan eduwisata batik di Kabupaten Karanganyar, pihak UNIBA hadirkan orang nomor satu di bumi intanpari tersebut.

Bupati Karanganyar Juliyatmono yang hadir dalam forum tersebut memaparkan beberapa agenda kegiatan memperingati hari jadi Kabupaten Karanganyar yang ke 101. Ada guyub rukun masayarakat yang membikin kincir angin dari kayu, ada agenda napak tilas perjuangan penyelamatan radio pemancar RRI, ada pameran UMKM yang mana itu semua merupakan rangkaian agenda HUT Kabupaten Karanganyar.

Beliau juga menegaskan akan menata bumi Intan Pari dengan sangat disiplin, PKL akan diatur dengan sangat ketat agar tidak tumbuh berdiri sembarang tempat karena akan menjadikan citra kumuh untuk Karanganyar.

Mengembangakan industri pariwisata melalui pendidikan yang ada di SMK Nagargoyoso, yang nantinya pelajar dipersiapkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan aspek wisata di Karanganyar.

Banayaknya pensiunan pejabat atau orang-orang penting dari negara Belanda yang sudah memiliki tanah di didaerah Ngargoyoso. Bahkan ada yang sampai ingin dimakamkan di Ngargoyoso saat sudah meninggal.

Diakhir pembicaraan Bupati Karanganyar Juliyatmono berharap akan ada fokus tertentu dalam hal pendampingan kerja sama antara UNIBA dengan Pemerintah Kabupaten Karanganyar.

Demikian Diskominfo(Ard/Adt)

Read More
DSC_0954

Tradisi Wahyu Kliyu Wujud Syukur

 

Tradisi Wahyu Kliyu di Kecamatan Jatipuro masih terus berlangung sampai sekarang, hal itu sebagai wujud syukur atas kemurahaan Allah SWT

 

KARANGANYAR – 26 September 2018

Ratusan warga sudah berkumpul di rumah Rakino, sesepuh Desa Kendal, Kecamatan Jatipuro, Kabupaten Karanganyar, Rabu (26/09). Mereka ingin menyaksikan tradisi lempar apem dan ingin membawanya pulang. Warga setempat menyebutnya Wahyu Kliyu.

Setiap tanggal 15 bulan Suro, tradisi Wahyu Kliyu rutin diadakan sebagai wujud rasa syukur warga Dusun Kendal Lor dan Dusun Kendal Kidul, Kecamatan Jatipuro. Sebelum acara inti lempar apem dimulai, didahului dengan pagelaran wayang kulit.

Tepat pukul 24.00 WIB, acara Wahyu Kliyu dimulai dengan doa dipimpin pemuka agama desa setempat. Setelah selesai, ratusan warga berdiri mengelilingi wadah berbentuk kotak berukuran besar. Pelemparan itu dilakukan pertama kali oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono kemudian diiikuti masyarakat yang sudah membuat apem. Kemudian, diikuti seluruh warga yang berlangsung kurang lebih 30 menit atau sebanyak 344 apem. Saat melempar kue apem yang berjumlah 344 potongan yang ditaruh di “tengok”, mereka mengucapkan “Wahyu Kliyu” bersama-sama, secara berulang sampai potongan habis tak tersisa.

Setelah selesai, ribuan potongan apem yang berada ditengah kerumunan warga di tutup daun pisang, setelah beberapa saat doa-doa kembali dipanjatkan, lalu daun pisang dibuka dan potongan-potongan kue apem itu dibagi-bagikan untuk warga.

“Tradisi sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kepercayaan warga kami yang dipegang terus menerus dan tetap dilestarikan,” kata sesepuh desa, Rakino.

Di acara tersebut, Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan Wahyu Kliyu ini merupakan adat budaya lokal sebagai keyakinan warga setempat. Selain itu, Bupati mengimbau adat itu jangan sampai diterjemahkan oleh pihak lain yang tidak suka.

“Bagi yang tidak suka tidak usah melihat, sebaiknya saling menghormati. Karena ini sebuah keyakinan agar guyub rukun hidupnya,” katanya.  (hr/adt)

Read More
DSC_0039

Gelar Seni Budaya Kampung Thintir : Jowo Jawoto, Jowo Jawi, Jowo Jewawut

Kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat menyampaikan pidato sambutan dalam acara Gelar Seni Budaya Kampung Thintir Desa Demping Anggrasmanis Kec. Jenawi, Sabtu(22/09)

Karanganyar – 22 September 2018

Dusun Demping anggrasmanis kembali menggelar seni budaya Kampung Thintir yang ke-V dengan konsep budaya “ Jowo Jawoto, Jowo Jawi, Jowo Jewawut “ dalam prespektif pelestarian budaya nusantara pada, Sabtu(22/09)

Dengan rangakaian agenda kegiatan Ngenger Kampung Thintir Demping, gelar seni budaya Sasono Budi Sejati( jajanan lesehan naliko semono) yang dilaksanakan pada tangal 21-22 September 2018 dimeriahkan berbagai macam hiburan seperti halnya Reyog, Ogoh-ogoh, primitif, karawitan, tarian anak, dan lesung jumengglung.

Bupati Karanganyar Juliyatmono yang hadir didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala BKD, Kepala Kesbangpol, dan Kepala Disperindagkop menyampaikan dalam pidato sambutannya bahwa pemerintah mempunyai gagasan yang sangat luar biasa dengan mengonsep kampung Thintir Demping Anggrasmanis ini menjadi miniatur kerajaan Majapahit.

“ Nantinya kegiatan keseharian warga sama seperti dulu ketika jaman kerajaan “ ujar beliau orang nomor satu di Bumi Intan Pari ini. Jual beli bisa dengan saling tukar barang, intinya suasana dijaman kerajaan akan diterapkan di kampung Thintir ini. Sukur-sukur ada home produksi film yang mau pakai untuk shooting film-film dengan tema kerajaan masa lalu, tambahnya.

Simbol-simbol yang ada di kampung Thintir adalah sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan YME, agara rakyat bisa rukun dengan saling membantu, saling gotong royong, dan kampung yang dinamai kampung Thintir ini benar-benar bisa menjadi penerang bagi msyarakatnya. Dan juga Bupati berharap besar kampung Demping Anggrasmanis ini menjadi destinasi wisata religi di Karanganyar.

Demikian Dsikominfo(ard/Adt)

Read More
DSC_8686

Bu Sri Endang Sedep Tasyakuran Gelar Wayang Kulit

 

pemilik rumah makan Bali Ndeso, Sri Endang Sedep menggelar wayangan sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat Allah. Wayangan tersebut juga dihadiri Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD)

 

KARANGANYAR – 16 September 2018

 

Beragam cara diungkapkan sebagai tanda syukur atas nikmat yang diperoleh. Salah satunya adalah Sri Endang Sedep, pemilik resto Bali Ndeso di Ngargoyoso yang menggelar wayang kulit. Dengan lakon Endang Pamijen Bumantoko Miwisuda, rumah makan kebanggaan masyarakat Karanganyar dipenuhi warga sekitar Ngargoyoso. Tidak ketinggalan, Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan jajaran OPD juga ikut hadir dalam kesempatan itu.

Orang nomor satu di Karanganyar mengatakan bangga dan senang diselenggarakan acara ‘wetonan’ Sri Endang Sedep. Sebab rumah makan ini sudah menjadi tempat favorit warga Karanganyar. Bahkan, di hari Sabtu minggu harus antri terlebih dahulu jika hendak makan karena ramainya pengunjung. “Orang tahunya bu Endang Sedep sudah sukses karena memiliki beberapa rumah makan yang bagus seperti Bali Ndeso ini. Namun orang tidak memikirkan bagaimana jatuh bangunnya bu endang dalam usaha restoran ini. Yang harus kita pelajari dari Bu Endang adalah prihatin dan semangat juang yang tinggi didalam memperoleh keberhasilan,” papar Juliyatmono.

Dia menambahkan Karanganyar akan terus mengembangkan potensi wisatanya.  Baik itu, pesona alam, keindahaan alam, kebudayaan, keramahaan masyarakat dan guyub rukun. Sebagai tuan rumah, pihaknya mengajak masyarakat untuk bersikap ramah. Sebab ujung-ujungnya jika banyak wisata kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat. “Kita juga berdoa semoga Desa Segoro Gunung Kecamatan Ngargoyoso yang ikut lomba hatinya PKK (Memanfaatkan pekarangan dengan tanaman) menjadi juara lomba desa tingkat nasional. Saya mendapatkan informasi bahwa Segiri Gunung sudah masuk lima besar,” imbuhnya.

Di kesempatan itu, Bupati juga mengatakan acara ini juga syukuran karena Pilkada Bupati dan Gubernur telah selesai dilaksanakan. Sedangkan semuanya berjalan lancar dan sudah ada pemenangnya. Juliyatmono juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah mendukung kembali. Dia bertekad akan membuat Karanganyar lebih baik lagi dari sebelumnya. “Saya akan bekerja lebih baik lagi di lima tahun ke depan,” imbuhnya

Sementara Sri Endang Sedep mengatakan kegiatan syukuran digelar setiap wetonan. Namun demikian, pementasan bukan hanya wayang akan tetapi juga ketoprak, musik, dan hiburan lainnya.  Pihaknya berharap bahwa restorannya lebih baik lagi dan laris. Sekaligus juga menambah kunjungan wisata ke Karanganyar. “Semoga usaha kami tambah berkah dan laris,” ucapnya. (hr/ard)

Read More
DSC_9512

Harapkan Ada Museum RRI Di Balong Jenawi

Bupati Karanganyar saat menerima tamu dari RRI Surakarata di Ruang Kerja Bupati (5/9)

KARANGANYAR- 05 September 2018

Memperingati Hari Radio Republik Indonesia (RRI) ke 73, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar berharap ada museum RRI di Daerah Balong, Kecamatan Jenawi. Hal tersebut menjadi sarana pendidikan kepada masyarakat dan generasi muda, bahwa di lokasi tersebut pernah didirikan stasiun darurat untuk perjuangan kemerdekaan RI. Sekaligus, Kecamatan Jenawi mempunyai ikon untuk pariwisata di kawasan paling timur Karanganyar tersebut.

“RRI adalah bagian dari sejarah Indonesia. Siaran radio pada masa revolusi menjadi sarana menginformasikan kepada masyarakat tentang kemerdekaannya. Karena diburu penjajah Belanda, maka pemancar radio diungsikan ke Perbukitan di Desa Balong, Kecamatan Jenawi,” ujar Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat menerima rombongan dari RRI Surakarta di ruang kerja bupati (05/09)

Saat itu, pemerintah kolonial tidak menginginkan pribumi memberontak akibat tersulut informasi kebebasannya, sehingga membumihanguskan semua stasiun radio berikut pemancarnya. Sesampai di Desa Balong, para pejuang menyembuyikan pemancar itu di kandang kambing sehingga dikenal dengan sebutan radio kambing.     Direncanakan untuk memperingati hari radio tersebut, Pemkab dan RRI Surakarta akan melakukan napak tilas. “Saya tetap berharap ada kegiatan budaya, baik itu ketoprak atau wayang di Balong Jenawi,” imbuhnya.

Selain bupati, yang menemui dari Pemkab Karanganyar adalah Kepala Dinaskominfo, Plt Didik Joko Bakdono, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Titis Sri Jawoto, Bagian humas Setda Karanganyar, Yuli Astuti, Kabid IKP Diskominfo Ardhisyah. Sementara dari RRI adalah Kepala RRI Said Abdilah, Kepala Seksi Pemberitaan, Herman Ady Rahman, Kepala Seksi Siaran, Tri Sejati, Kepala Seksi Layanan Usaha, Nunik dan Seksi Tekni dan Media Baru, Hartono.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Titis Sri Jawoto mengatakan setiap tahun memang ada event untuk memperingati hari RRI. Tentu, setiap tahun peringataan itu lebih meriah. Ada unsur budaya dan seni dalam proses perjalanan napak tilas. “Kami masih mengusulkan hari Sabtu, 29 September pada rapat persiapan hari jadi ke 101 Kabupaten Karanganyar,” imbuhnya. (hr/adt)

Read More