Category: Pariwisata

DSC_5299

Ada Destinasi Wisata Baru di Karanganyar, Namanya Passibo. Kulinernya Semua Olahan Singkong

Karanganyar – 23 November 2019

Mengusung konsep pasar wisata yang diberi nama Pasar Singkong Jatisobo (Passibo), diharapkan dapat menghidupkan kembali Pasar Klerong yang berada di Dusun Klerong Desa Jatisobo Kecamatan Jatipuro Kabupaten Karanganyar.

Passibo menawarkan tempat wisata yang unik. Tempat berjualan para pedagang dibuat seperti gubuk di pematang sawah. Selain itu untuk transaksi jual-belinya, para pengunjung dapat menukarkan uang rupiah dengan uang bernilai Rp 1.000, Rp 2.000, dan Rp 5.000 yang terbuat dari kayu berbentuk bulat dan persegi panjang di gubuk “Pangisi Duwit” yang berada di dekat pintu masuk.

Ide pasar wisata bermula dari kelompok Keluarga Mahasiswa Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) saat melakukan pengabdian di wilayah tersebut.

Passibo secara resmi dilauncing oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono di kawasan yang dulunya bernama Pasar Klerong, Sabtu (23/11/2019).

Kedepannya Bupati Juliyatmono sampaikan akan merehap bangunan pasar agar nampak lebih bagus dan lebih memiliki daya tarik bagi wisatawan untuk mampir dan belanja disini.Ini semua juga upaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.(Ard/Tgr)

 

 

Read More
DSC_6099

Sulap Tempat Kumuh Jadi Tempat Rekreasi

Wakil Bupati Karanganyar, Rober Chistanto beserta Camat Jaten dan Kepala DPUPR Karanganyar hadir dalam acara Peresmian Program KOTAKU Taman Jumog, Kecamatan Jaten, Selasa (05/11/2019). (more…)

Read More
WhatsApp Image 2019-07-26 at 15.28.03

KUNJUNGAN KERJA FK-METRA KABUPATEN GARUT SEMOGA ADA SEGAR DI GARUT

Jika di Karanganyar ada Seniman Karanganyar (SEKAR), mudah-mudahan setelah kunjungan kerja Forum Komunikasi Media Tradisional Kabupaten Garut ke Kabupaten Karanganyar, di Garut terbentuk Seniman Garut (SEGAR) . Itulah salah satu harapan yang terbalut dalam joke-joke ringan saat Forum Komunikasi Media Tradional (FK Metra) Kabupaten Garut berkunjung ke Pemerintah Kabupaten Karanganyar. Rombongan FK Metra Kabupaten Garut yang dipimpin oleh Bapak Yayan, S.IP.,M.Si Kasi Kemitraan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Garut diterima oleh Asisten Pemerintahan Sekda sekaligis Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karanganyar, Bapak Drs.Bachtiyar Syarif, di Ruang Podang I Kantor Bupati Karanganyar, Jumat (26/7).

Kunjungan kerja rombongan FK Metra Garut bertujuan untuk menggali informasi terkait pemberdayaan FK Metra Kabupaten Karanganyar yang telah berhasil menorehkan prestasi sebagai juara 2 penampil terbaik dalam ajang Sinergi Aksi Informasi dan Komunikasi (SIAK) tahun 2017 yang diadakan Kementrian Kominfo di Palembang.
Asisten Pemerintahan Sekda Drs.Bachtiyar Syarif mewakili Bupati Karanganyar menyambut baik kunjungan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Garut beserta seluruh rombongan FK Metra. Diharapkan kunjungan ini bisa menjadi ajang sharing bagaimana pemberdayanan FK Metra di kedua kabupaten, berharap tahun depan bisa bertemu maju bersama dalam final di tingkat nasional. Di Kabupaten Karanganyar sendiri pemberdayaan FK Metra merupakan kolaborasi antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebagai pembina seniman/ budayawan dan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karanganyar sebagai leading sector penyebaran informasi publik melalui media tradisional.

 

 

Kunjungan Kerja FK Metra Kabupaten Garut di Kabupaten Karanganyar, 26 juli 2019 .

Dalam sesi sharing informasi, diketahui di Kabupaten Garut sudah terbentuk FK Metra di 42 kecamatan namun belum memiliki Forum Komunikasi Media Tradisional di tingkat kabupaten. Hampir sama dengan Kabupaten Karanganyar yang memiliki seni berbasis kearifan lokal, di Kabupaten Garut terdapat Longser,Ngabajidor, Angklung, dan lain sebagainya. Sebagaimana disampaikan Bapak Joko Dwi Suranto,S.Sn dan Bapak Ari Kuntarto, S.Sn yang mewakili Disdikbud Kabupaten Karanganyar, di Karanganyar sudah terbentuk wadah Seniman Karanganyar yang disingkat SEKAR. Sekar mewadahi seluruh seniman Karanganyar untuk tampil dan membawa nama baik Kabupaten Karanganyar. Menurutnya agar FK Metra maju, utamakan panggilan hati untuk tampil maju membawa nama daerah, tidak lagi mengatasnamakan kelompok kesenian tertentu, pribadi, ketua atau nama dinas. Joko yang sekaligus adalah Ketua Sekar mengatakan bahwa Bupati sangat mendukung kegiatan-kegiatan yang membawa nama harum Karanganyar di kancah luar, karenanya seniman membuktikan dengan sungguh-sungguh berkarya. Jika di Karanganyar sudah ada Sekar, Joko berharap di Garut akan terbentuk Segar alias Seniman Garut. (sofi/ diskominfo)

Read More
DSC_0435

Ratusan Atlet Panah Ramaikan DPRD Cup

Karanganyar, Senin 4 Maret 2019

Ratusan Atlet Panahan Junior dari beberapa wilayah di Jawa Tengah mengikuti lomba panahan yang diselenggarakan dalam rangka HUT DPRD Karanganyar ke-68, Sabtu (2/3/2019) kemarin.

Kejuaraan panahan berlangsung di lapangan GOR Raden Mas Said Karanganyar. Ketua DPRD Karanganyar, Sumanto dan Pj. Sekda Karanganyar, Sutarno membuka acara secara simbolik dengan melepaskan busur pagi itu.

Ketua Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Karanganyar, Sujarno mengatakan, sebanyak 267 atlet mengikuti lomba Panahan Tingkat Jawa Tengah dalam menyambut HUT DPRD Karanganyar ke-68. Peserta terbagi beberapa kategori terdiri dari tingkat SD kelas 1-3 sejumlah 57 Atlet. SD kelas 4-6 sejumlah 121 Atlet, SMP sejumlah 55 Atrlet dan SMA sejumlah 34 Atlet.

Diharapkan dari kegiatan ini muncul atlet berbakat yang dapat berbicara di tingkat nasional dan internasional.

“Kejuaraan ini untuk melihat potensi atlet-atlet junior. Semoga dapat menambah pengalaman dan muncul atlet nasional,”katanya.

Adapun total hadiah yang diperebutkan masing-masing kategori sejumlah 36 juta rupiah.

Lomba ini berlangsung selama dua hari terhitung mulai Sabtu (2/3/2019) sampai Minggu (3/3/2019).

Demikian Diskominfo (dn/ind)

Read More
DSC_0053

130 Cangkir Kopi Gratis Dalam Festival Kopi Karanganyar Lawu Maret Mendatang

Foto bersama Bupati Karanganyar bersama Komunitas Kopi Karanganyar dan IKA FIB Undip dalam Audiensi di Ruang Garuda, Setda Kabupaten Karanganyar

 

Karanganyar – 12 Februari 2019

Komunitas kopi Kabupaten Karanganyar bekerja sama dengan Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Budaya (IKA FIB) Universitas Diponegoro, berencana akan menyediakan 13 kedai kopi dengan kurang lebih 100 cangkir kopi disetiap kedainya disekitar Air Mancur Alun-alun Kabupaten Karanganyar bulan Maret mendatang.

Selasa, (12/02) di Ruang Garuda Setda Kabupaten Karanganyar, Bupati Karanganyar melakukan audiensi bersama 15 orang dari komunitas kopi Karanganyar, dan 5 orang dari IKA FIB, serta didampingi oleh UPT Kabupaten Karanganyar untuk membahas rencana Festival Kopi Karanganyar Lawu yang akan dilaksanakan awal Maret mendatang.

Kegiatan yang dimaksudkan untuk mengangkat Kopi Karanganyar Lawu agar memiliki branding yang baik dihadapan pencinta kopi ini merupakan biji kopi pilihan yang didapat dari petani kopi yang ada di daerah Tawangmangu, Jatiyoso, dan Ngargoyoso. Selain pendampingan budidaya penanaman dengan baik, IKA FIB Undip nantinya juga akan mengajarkan bagaimana cara mengemas kopi sebaik mungkin kepada para petani kopi. Identitas geografi juga akan dicantumkan pada label kemasan dengan tujuan untuk menguatkan bahwa Kopi Karanganyar Lawu menjadi kopi yang memiliki filosofi dan makna yang kuat untuk menarik pembeli.

Bupati Karanganyar, Drs. H. Juliyatmono berharap dengan adanya Festival Kopi Karanganyar anak muda yang bertani juga memiliki prospek kerja yang baik.

 

Demikian Diskominfo (ind/dn/mt)

Read More
IMG-20190204-WA0020

Bupati Karanganyar Lakukan Kunjungan Lapangan Perkembangan Klaster Bisnis Padi Organik

diskominfo

Sambutan dan Pengarahan dari Bupati Karanganyar

Karanganyar – 4 Februari 2019

Beras organik kini sudah mulai berkembang pesat di lingkungan masyarakat, meskipun harganya jauh lebih tinggi dari beras biasa. Masyarakat yakin bahwa beras organik merupakan makanan yang lebih aman dibanding dengan beras biasa. Senin, (04/2) Bupati Karanganyar, Drs. H. Juliyatmono, M. M. melakukan kunjungan lapangan dalam rangka pengembangan klaster bisnis padi dengan sistem organik Desa Gentungan, di Balai Desa Gentungan Mojogedang.

Kunjungan lapangan yang dihadiri oleh bupati, wakil bupati beserta jajaran pemerintah daerah tersebut merupakan salah satu dari 15 desa yang ada di Karanganyar yang telah melakukan pengembangan padi organik.

Camat Mojogedang, Sutrisno menyampaikan bahwa ada 2 dusun dari 5 dusun yang ada di Kecamatan Mojogedang yang telah menanam padi organik. Padi tersebut dipasarkan di berbagai wilayah seperti Surabaya. Selain penanaman padi organik, rencanaya Desa Gentungan juga akan memanfaatkan embung sebagai tempat wisata, disana pengunjung dapat bermain turbing selain itu untuk biaya retribusi akan digratiskan. Sutrisno berharap bahwa Desa Gentungan akan menjadi desa mandiri sekaligus desa wisata percontohan.

Dalam sambutan pengarahannya, Bupati Karanganyar menyampaikan bahwa apa yang dilihat dan didengar oleh masyarakat harus sesuai dengan fakta yang ada di lapangan. Masyarakat Desa Gentungan dapat bekerja sama dengan 15 desa di Kabupaten Karanganyar yang lainnya untuk menghasilakan padi organik dengan jumlah yang lebih banyak, sehingga produksinya meningkat dan hasil pendapatan juga ikut meningkat. “Petani di 15 desa nantinya juga bisa bekerja sama dengan BUMDes lalu membagi hasil sama rata” imbuhnya. Dengan adanya kerja sama tersebut pemerintah nantinya akan terus memfasilitasi alat-alat produksi.

 

Demikian Diskominfo (in/dn/mt)

Read More
DSC_0145

Peresmian Program Teknologi Tepat Guna Daur Ulang Sampah Mandiri Desa Ngringo

diskominfo

Bupati Karanganyar Melakukan Penandatanganan Prasasti

Karanganyar – 24 Januari 2019

Pagi ini Bupati meresmikan Taman Kridha Kusuma Asri Mandiri di Perumnas Ngringo RW 19, Jalan Salak 3, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar. Dalam peresmian tersebut Bupati didampingi oleh Direktur Politeknik Negeri Semarang, Ir. Supriyadi, MT dan anggota Komisi 10 DPR RI, Hj. Laila Istiana DS., S.E.

Ir. Supriyadi, MT selaku Direktur Politeknik Negeri Semarang (Polines) mengucapkan terimakasih kepada warga Desa Ngringo  karena telah mau bekerjasama untuk bersama – sama mengelola limbah dan sampah rumah tangga di lingkungan mereka. dalam hal ini, sebenarnya Polines hanya memberikan pendampingan dan pengarahan saja kepada warga Desa Ngringo. Selebihnya, mereka sendiri lah yang berhasil menjalankan program Teknologi Tepat Guna Daur Ulang Sampah Mandiri. Menurutnya, sampah yang ada di Desa Ngringo memunculkan ide terintegrasi bagi Polines karena dapat memanfaatkannya menjadi sesuatu yang lebih berguna bagi masyarakat. Program Teknologi Tepat Guna Daur Ulang Sampah Mandiri Desa Ngringo ini juga merupakan wujud pengabdian Polines kepada masyarakat.

“Tugas dari perguruan tinggi adalah Tri Dharma, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Dan ini lah wujud pengabdian Polines kepada masyarakat”, kata Ir. Supriyadi.

Polines berharap apa yang telah dilakukan oleh mereka ada keberlanjutan, ada simbiosis mutualisme atau dpat saling menguntungkan kedua belah pihak, dan juga berharap untuk segera ada MoU agar Polines juga mendapat pengakuan bahwa telah berhasil melakukan pemberdayaan masyarakat Desa Ngringo.

Kemudian, dalam sambutannya Bupati menghimbau kepada seluruh warga Desa Ngringo dapat mengelola tempat daur ulang sampah/limbah mandiri dengan baik, tetap kompak, rukun, saling terbuka satu sama lain, dan mengedukasi anak – anak untuk tidak membuang sampah sembarangan. Beliau juga menyampaikan agar tahun ini Desa Ngringo sudah tuntas dengan permasalahan lingkungan yang kumuh dan menjadi lingkungan yang bersih. Beliu juga berharap agar ruang public yang ada bisa segera difasilitasi.

 

diskominfo (an/in/sr)

 

Read More
DSC_0039

Gelar Seni Budaya Kampung Thintir : Jowo Jawoto, Jowo Jawi, Jowo Jewawut

Kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat menyampaikan pidato sambutan dalam acara Gelar Seni Budaya Kampung Thintir Desa Demping Anggrasmanis Kec. Jenawi, Sabtu(22/09)

Karanganyar – 22 September 2018

Dusun Demping anggrasmanis kembali menggelar seni budaya Kampung Thintir yang ke-V dengan konsep budaya “ Jowo Jawoto, Jowo Jawi, Jowo Jewawut “ dalam prespektif pelestarian budaya nusantara pada, Sabtu(22/09)

Dengan rangakaian agenda kegiatan Ngenger Kampung Thintir Demping, gelar seni budaya Sasono Budi Sejati( jajanan lesehan naliko semono) yang dilaksanakan pada tangal 21-22 September 2018 dimeriahkan berbagai macam hiburan seperti halnya Reyog, Ogoh-ogoh, primitif, karawitan, tarian anak, dan lesung jumengglung.

Bupati Karanganyar Juliyatmono yang hadir didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala BKD, Kepala Kesbangpol, dan Kepala Disperindagkop menyampaikan dalam pidato sambutannya bahwa pemerintah mempunyai gagasan yang sangat luar biasa dengan mengonsep kampung Thintir Demping Anggrasmanis ini menjadi miniatur kerajaan Majapahit.

“ Nantinya kegiatan keseharian warga sama seperti dulu ketika jaman kerajaan “ ujar beliau orang nomor satu di Bumi Intan Pari ini. Jual beli bisa dengan saling tukar barang, intinya suasana dijaman kerajaan akan diterapkan di kampung Thintir ini. Sukur-sukur ada home produksi film yang mau pakai untuk shooting film-film dengan tema kerajaan masa lalu, tambahnya.

Simbol-simbol yang ada di kampung Thintir adalah sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan YME, agara rakyat bisa rukun dengan saling membantu, saling gotong royong, dan kampung yang dinamai kampung Thintir ini benar-benar bisa menjadi penerang bagi msyarakatnya. Dan juga Bupati berharap besar kampung Demping Anggrasmanis ini menjadi destinasi wisata religi di Karanganyar.

Demikian Dsikominfo(ard/Adt)

Read More

Anggrismanis Jenawi Suguhkan Wisata Baru “ Surga Dunia Pamoksan Brawijaya “

 

Karanganyar – 18 September 2018

Desa Mbabar Anggrismanis Kecamatan Jenawi memperkenalkan serta meresmikan Wisata baru Pamoksan Brawijaya. Berupa penemuan prasasti dan pembangunan jalur pendakian seribu tangga menuju pamoksan yang dibangun menggunakan swadaya masyarakat Desa Mbabar Anggrismanis Kec. Jenawi, Selasa(18/09).

Wagimin Jayadi Kepala Desa Mbabar Pamoksan Jenawi menejelaskan bahwa lahan wisata ini sebelumnya adalah hutan. Dengan kerja keras warga, Anggrismanis yang mempunyai potensi alam untuk menjadi tempat wisata ini digarap dengan gotong-royong semangat para warga.

“ Jalur pendakian pamoksan Brawijaya ini sudah dibangun 1000 tangga, ada situs baru yang merupakan tempat bersejarah yang dipercayai sebagai tempat singgah terakhir Brawijaya “ ucap Wagimin Jayadi Kepala Desa Mbabar Anggrismanis.

Kepala Disparpora Titis Sri Jawoto yang hadir mewakili Bupati Karanganyar meresmikan wisata alam baru di Anggrismanis Jenawi ini menyampaikan bahwa potensi alam di Desa Mbabar Anggrismanis ini masih sangat natural, sangat luar biasa alami dan berpotensi untuk menajadi destinasi wisata yang bisa menjadi icon wisata di Karanganyar.

Demikian Disparpora(Ard/Adt)

 

Read More
DSC_8068

Festival Pesona Lokal De Tjolomadoe Spektakuler

Kemeriahan Festival Pesona Lokal di De Tjolomadoe berlangsung spektakuler dan meriah

KARANGANYAR – 09 September 2018

Festival Pesona Lokal De Tjolomadoe sungguh luar biasa. Ratusan peserta yang berasal dari berbagai wilayah Jawa Tengah, mengikuti event  yang kali kedua setelah Jawa Barat tersebut.  Festival diawali dengan karnawal dan pawai budaya menyedot ratusan pasang mata yang menyaksikan acara tersebut.

“Festival yang digelar bersama Kementrian pariwisata tersebut bertujuan untuk mempromosikan potensi budaya, pariwisata dan kearifan lokal suatu daerah,” papar direktur SDM dan Marketing Adira Finance, Swandajani.

Festival yang kedua digelar tersebut diikuti sejumlah daerah di Solo sekitarnya. Yakni solo, Sragen, Karanganyar, Pemalang, Semarang, hingga jogjakarta. Mereka menampilkan berbagai seni dan potensi daerah. Seperti batik, makanan lokal dan aneka kesenian yang dimiliki daerah masing-masing. BUpati Karanganyar Juliyatmono menyambut baik acara tersebut. Sekaligus untuk mempromosikan Karanganyar dikancah yang lebih luas lagi.

Sementara Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan Solo Raya kental dengan budaya dan aneka kulinernya. Ganjar berharap event ini dapat digelar setiap tahun. “Kami berharap acara ini bisa diselenggarakan setiap tahun. Sehingga dapat mempromosikan pariwisata daerah,” imbuhnya. (hr/adt/kris)

Read More