Category: Pariwisata

DSC_0029

Kabupaten di Jawa Tengah Bisa Tiru Karanganyar dalam pengelolaan Desa Wisata

Sekda Kabupaten Karanganyar, Samsi memberikan paparan kepada anggota DPRD Propinsi Jawa Tengah mengenai desa wisata di ruang Podang 2 (31/05)

Karanganyar – 31 Mei 2018

Pengelolaan Desa Wisata di Karanganyar mendapat acungan jempol dari DPRD Propinsi Jawa Tengah. Tak heran, jika para wakil rakyat ingin melihat dari dekat dan belajar pengembangan potensi desa wisata di Karanganyar untuk rancangan pembuatan perda. Bahkan, kabupaten-kabupaten di Jawa Tengah diminta untuk lebih banyak belajar mengenai pengelolaan desa wisata.

“Kami ingin membuat perda inisiatif dari DPRD terkait desa wisata. Sebab sektor wisata dapat mendongkrak devisa dan menciptakan lapangan kerja baru” ujar Ketua Rombongan DPRD Propinsi Jateng, Hj Nur Khasanah SH saat memberikan paparan di ruang Podang II Setda Karanganyar (31/05).

Nur menambahkan pengelolaan pariwisata hendaknya dikelola secara professional dan bertanggungjawab. Khususnya desa wisata  yang mulai tumbuh dan menggeliat. Desa wisata bisa menjadi pendongkrak kesejahteraan masyarakat. Lebih jauh, Nur mempertanyakan beberapa hal tentang pengelolaan desa wisata. Yakni perda tentang desa wisata, bagaimana koordinasi desa-desa yang mempunyai potensi wisata dan PAD dari desa wisata.

Sekretaris Daerah (Sekda) Samsi mewakili Pjs Bupati Karanganyar, Prijo Anggoro Budi Raharjo menyambut baik rombongan dari DPRD Propinsi Jawa Tengah. Perlu diketahui, Karanganyar menjadi nomor dua se Indonesia kinerja pemerintahaan terbaik. Bahkan, Karanganyar mendapatkan juara tiga se Indonesia dalam penataan pengelolaan keuangan daerah. Pengelolaan desa wisata memang tumbuh begitu pesat. “Pertumbuhaan desa wisata memang banyak dikelola masyarakat desa. Sehingga banyak tumbuh-tumbuh BUMDes. Justru kami berharap ada regulasi dari Pemerintah sehingga bisa kami ikuti,” papar Samsi.

Pengelolan pariwisata di Karanganyar, Menurut Samsi hanya satu milik Pemkab yakni edupark. Sedangkan tempat wisata yang lain adalah kerjasama dengan berbagai pihak. Termasuk wisata Grojogan Sewu di Tawangmangu juga kerjasama dengan Perhutani. Itu saja kerjasama baru terjalin akhir-akhir ini setelah berjuang selama empat tahun untuk melobi. Mengenai PAD dari desa wisata pemerintah belum bisa berharap banyak. Karena PAD hanya kecil. “Namun yang kita kejar adalah multi player efek dari  desa wisata tersebut. Yakni rumah makan, penginapan atau hotel dan berbagai kerajinan asli karanganyar,” imbuhnya. (hr/ana)

Read More
DSC_0309

Gandeng Media Dan Selalu Jaga Kebersihan

Pelatihan SDM Kepariwisataan di Kabupaten Karanganyar dihadiri oleh Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementrian pariwisata, Rizki Hadayani, Anggota DPR RI, Rinto dan Kepala DInas Pariwisata, Titis Sri Jawoto

 

KARANGANYAR – 10 Mei 2018

Keberhasilan pembangunan pariwisata di suatu daerah tidak terlepas dari peran media. Hal itu bisa dilihat Banyuwangi bisa mendunia karena peran media dan komitmen bupati setempat dalam bidang pariwisata. Selain itu, kebersihan juga menjadi modal utama agar para wisatawan betah dan suka untuk mengunguji tempat wisata.

“Banyuwangi itu bisa moncer, karena bupati sering mengajak media ke tempat-tempat pariwisata. Klau Karanganyar mau ‘kondang’ bisa menggandeng media,” papar Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementrian pariwisata, Ir  Rizki  Handayani saat pelatihan SDM Kepariwisata DI Kabupaten Karanganyar dilaksanakan di bumi perkemahaan Sekipan (09/05)

Rizki menambahkan kebersihan juga menjadi kunci utama maraknya kunjungan wisata ke daerah. Sebab Indonesia penghasil sampah nomor dua seluruh dunia. Contoh kecil adalah sedotan ada 60 juta sedotan di dalam laut. Dalam sapta pesona adalah kebersihan. Selain itu, Rizki mengatakan di beberapa kecamatan getol mengembangkan pariwisata. Pasalnya pariwisata ini langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Tetap jaga keramahtamahan masyarakat dan keamaanan. Sekali ada ketidakamanan yang diunggah di media sosial maka habislah pariwisata. Sebab untuk membangkitkan kembali sangat susah dan perlu waktu,”imbuhnya.

Dalam pelatihan ini, Rizki mengatakan akan terus mengevaluasi bentuk-bentuk pelatihan seperti ini. Kegiatan ini yang terpenting mengajak pelaku-pelaku pariwisata untuk mempunyai kegiatan sadar wisata. Yang jelas, kementrian pariwisata tetap berkomitmen untuk mendukung langkah pemerintah  dalam pengembangan pariwisata.

Sementara kepala Dinas Pariwisata, Titis Sri Jawoto mengapreasiasi kegiatan tersebut. Bumi perkemahaan sekipan ini baru diserahkan  pengelolaanya tahun 2017. Pengelolaan itu berdurasi dua tahun. Perhutani menarget pemasukan Rp 370 juta setahun. Namun realisasinya Pemkab Karanganyar bisa menyetorkan Rp 500 juta. Sedangkan di tahun 2018 ini ditarget Rp 900 juta. “Meski berat tapi kami tetap optimis. Sebab triwulan tahun 2018 ini sudah 40 persen dan kami yakin bisa setor ke perhutani,” imbuhnya.

Ke depan, tambah pihak Pemkab Karanganyar akan menggandeng investor untuk mengembangkan sekipan. Sehingga target tahun 2020 optimis 5 juta pengunjung. Sebab Karanganyar masih lebih bagus dan lengkap daripada Malang. (hr/Ard)

 

Read More
web (2)

Komisi B DPRD Jateng Kunjungi Grojogan Sewu

Kunker DPRD Jawa Tengah Komisi B, mengunjungi Grojogan Sewu, Tawangmangu, Karanganyar.

Karanganyar, Jumat (11/05/2018)

Komisi B DPRD Jawa Tengah mengunjungi Taman Wisata Alam (TWA) Grojogan Sewu, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. Kunjungan Kerja (Kunker) itu di pimpin oleh Wakil Ketua Komisi B, Yudhi Sancoyo, Rabu (09/05) di Grojogan Sewu.

Wakil Ketua Komisi B, Yudhi Sancoyo, mengatakan pihaknya baru menyusun sebuah Perda yang spektakuler, yakni mengenai Pemberdayaan Desa Wisata di Jawa Tengah.

“Konsekuensi logis sebelum menyusun Perda, yakni rajin mengunjungi tempat wisata di Jawa Tengah, artinya mendengarkan langsung bagaimana pengelolaan wisata,” kata Yudhi.

Dengan ada Perda tersebut, pihkanya ingin meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan masyarakat, dan  perekonomian desa. Seperti di Desa Ponggok, di Klaten yang mempunyai BUMDes sebesar Rp. 11 Miliar, APBDes Rp. 5 Miliar, jadi total Rp. 16 Miliar per tahun. Ini luar biasa.

“Anak muda di desa juga mempunyai pemikiran cerdas, dengan menjadikan desanya menjadi desa ubah yang dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan meningkat,” katanya.

Ditempat yang sama, Direktur PT. Duta Indonesia Jaya, sebagai pegelola TWA Grojogan Sewu, Sukirdi, mengatakan tempat ini merupakan salah satu hutan konservasi.

“Kami mendapat ijin mengelola seluas 20 hektar, selama 20 tahun 1969-1989. Kemudian diperpanjang 1989-2009, 2009-2029,” kata Sukirdi.

Dia juga menjelaskan selalu melaporkan keuangan secara rutin. Bahkan setiap bulan, paling lambat tanggal 5 memberikan laporan. Selain itu, pengelolaan juga bekerjasama dengan Pemkab Karanganyar, dengan melakukan promosi wisata.

“Restribusi Rp. 2000 per tiket masuk untuk Pemkab Karanganyar, untuk biaya pengembangan wisata alam,” katanya.

Dari Pemkab Karanganyar tampak hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Edy Yusworo, dan perwaikilan dari Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga. (pd/adt)

Read More
DSC_0065

MPR RI Kemas Pagelaran Wayang Kulit sebagai Sarana SosialisasiV

 

Karanganyar, Senin 7 Mei 2018

Indonesia memiliki berbagai macam budaya dari berbagai daerah yang ada. Sebagai sarana untuk mensosialisasikan program-progam pemerintah seringkali dipakai seni dan budaya dari berbagai daerah.

Demikian halnya yang terjadi pada Sabtu malam, 5 Mei 2018 di Lapangan Desa Suruh Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar diselenggarakan pagelaran wayang kulit sebagai sarana sosialisasi program pemerintah 4 (empat) pilar.

Acara diawali dengan suguhan karawitan dari grup karawitan Gito Laras, Pancot Tawangmangu sembari menunggu kehadiran tamu undangan dan warga masyarakat Desa Suruh dan sekitarnya.

Kehadiran rombongan dari Sekretariat Jenderal MPR RI yang terdiri dari Hidayat Nur Wahid (Wakil Ketua MPR RI), Martri Agoeng (Anggota MPR dari Fraksi PKS), Siti Fauziah (Kepala Biro Humas MPR RI), Andrianto (Kepala Bagian Humas MPR RI) dan beberapa staf dari Setjend MPR RI disambut tarian oleh dua orang pemuda yang berperan sebagai pendekar.

Siti Fauziah, Kepala Biro Humas MPR RI melaporkan bahwa acara pagelaran wayang kulit malam itu diselenggarakan sebagai sarana sosialisasi kepada warga masyarakat tentang 4 (empat) pilar yaitu Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika sekaligus sebagai alat untuk melestarikan kebudayaan daerah. Siti Fauziah berharap pagelaran wayang kulit ini tidak hanya untuk dinikmati atau hanya menjadi tontonan tetapi juga sebagai  tuntunan.

Acara tersebut bisa terselenggara atas kerja sama antara Setjen MPR RI dan Yayasan Insan Mandiri. Dalam sambutannya Anwar Abdul Gani, Ketua Yayasan Insan Mandiri  menyampaikan bahwa pagelaran wayang kulit malam itu dimaksudkan sebagai sarana memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Suruh Kecamatan Tasikmadu dan sekitarnya. Lebih lanjut ditegaskannya bahwa masyarakat Indonesia harus cinta kepada bangsa dan Negara Indonesia, Pancasila, UUD 45 dan NKRI.  “Berbagai macam cara digunakan untuk sosialisasi, yang paling mengena di Jawa adalah dengan pagelaran budaya wayang kulit, sekaligus untuk ‘nguri-uri budaya Jawi,” imbuhnya.

Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua MPR RI menjelaskan bahwa MPR RI sudah sering menyelenggarakan acara sosialisasi 4 Pilar di berbagai daerah. Seperti yang sudah-sudah, kegiatan sosialisasi dikemas dengan pertunjukan seni budaya di masing-masing daerah. Di Jawa Barat kegiatan sosialisasi disampaikan melalui wayang golek, di Sumatera dengan tari-tarian dan lain-lain. Sarana-sarana ini diharapkan bisa mempermudah untuk mengundang masyarakat supaya tertarik mau hadir.

Ditambahkannya, sesuai UUD 45 pasal 30 (1) tugas Negara adalah memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia. Wayang kulit merupakan salah satu kebudayaan yang sudah diakui secara nasional bahkan diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia.

“Berdasarkan hal ini sudah sewajarnya sekarang kita menggunakan kebudayaan yang adiluhung ini (wayang kulit) supaya melalui hal ini dalang bisa menyampaikan prinsip berbangsa, bernegara, prinsip melaksanakan ketentuan-ketentuan hukum, prinsip menjaga keamanan, kedamaian, guyub rukun, dan lain-lain,”  jelasnya.

“Melalui sosialisasi dengan pagelaran wayang kulit kali ini yang mengambil judul ‘Wahyu Cakraningrat’ diharapkan timbul kesadaran akan keberagaman, kepedulian akan NKRI supaya tetap terjaga, serta menegaskan bahwa kita semua saudara sebangsa, setanah air, sebagaimana dicontohkan oleh para founding fathers, para pendiri negara ini,” imbuhnya.

Pagelaran wayang kulit dimulai dengan penyerahan tokoh wayang oleh Hidayat Nur Wahid kepada dalang, Danang Suseno, yang merupakan putra dari dalang kondang, Ki Manteb Sudarsono dari Karanganyar.

Demikian Diskominfo (krs)

Read More
DSC_0055

HUT KOREM 074/WARASTRATAMA ke 52 GELAR TRABAS BARENG KOMUNITAS MOTOR TRAIL

Diskominfo

Sekda Karanganyar, Samsi dalam hal ini mewakili Pjs Bupati Karanganyar, bersama Komamndan Korem, Dandim, dan Kapolres Karanganyar memberikan sambutan bersama dalam acara Trabas Bareng TNI,POLRI dan Masyarakat dalam rangka HUT Korem 074 Ke-52 di Lapangan Kelurahan Popongan Karanganyar, Minggu (22/04)

Karanganyar, 22 April 2018

Dalam rangka HUT Korem 074/Warastratama ke-52 mengadakan Trabas Bareng TNI, Polri dan masyarakat untuk menyambut pilkada damai di Kabupaten Karanganyar yang berlangsung di Lapangan Kelurahan Popongan, Karanganyar, Minggu pagi (22/04). Trabas bareng ini dihadiri ribuan peserta motor crosser dari berbagai daerah dari Eks Karisidenan Surakarta dan dari luar Surakarta.

Sambutan selaku panitia penyelenggara trabas,  kapten STP Martono, menyampaikan harapannya untuk semua Crosser dalam offroad Trabas Bareng ini harus bisa menjaga keamanan,kesehatan,keselamatan masing-masing dan selamat sampai finish.

Sementara itu, Kolonel Infantri Widi Prasetijono selaku Komandan Korem 074/Warastratama, menyampaikan pesan supaya dilaksanakan dengan baik semua tim yang sudah di buat oleh koordinator supaya tidak ada permasalahan dijalan, jika menghadapi masalah harus ada petugas yang menangani.

“Dalam waktu dekat ini akan mengadakan pilkada Jawa Tengah dan Karanganyar untuk menjaga situasi ini aman, karena kegiatan ini tidak bisa berjalan apabila ada situasi yang tidak aman”.

Lebih lanjut ia juga mengatakan semoga peserta Trabas Bareng bersama TN, Polri dan Masyarakat komunitas motor trail ini bisa terlaksana dengan baik dan aman. Selamat ngetrail.

Demikian Diskominfo (Ardi,Imas,Kasrin)

Read More
DSC_6744

Dusun Segawe Desa Tanggulrejo Siap Jadi Wisata Buah

Warga Dusun Segawe Desa Tanggulrejo rame-rame menanam tanaman buah di lingkungannya

KARANGANYAR- 28 Maret 2018

Kabupaten Karanganyar bakal ada tempat wisata baru. Tempat itu adalah Dusun Segawe, Desa Tanggulrejo Kecamatan Jumantono. Niatan masyarakat setempat tidak main-main, sebab saat ini 3100 tanaman buah sudah ditanam di dusun tersebut. Jika nanti, tanaman-tanaman itu berbuah maka Dusun Segawe Desa Tanggulrejo akan jadi tempat wisata buah pertama di Kabupaten Karanganyar.

“Buah yang  kami tanam ada delapan jenis, yakni kelengkeng, durian, duku, manggis, apokat, jeruk lemon, jambu kristal dan jambu air. Tiga bulan atau empat bulan ke depan, penduduk sudah berniat menjadikan tempat ini sebagai lokasi wisata. Yakni memetik atau panen sendiri, buah yang ditanam tersebut,” papar Wagimin, koordinator kegiatan  penanaman 3100 pohon di Dusun Segawe, Desa Tanggulrejo, Kecamatan Jumantono (28/03)

Menurut Wagimin tempatnya sangat mendukung karena berbukit dan mempunyai pemandangan yang bagus. Dalam waktu dekat, akan didirikan Gazebo dan menara pandang di tempat tersebut. Konsep wisata buah adalah swa petik. Misalnya panen jambu, wisatawan memetik sendiri dan tinggal ditimbang.  “Jambu kristal yang kami uji coba, dua bulan saja sudah berbunga dan calon buah. Hal itu dibiarkan. Saya yakin ditempat ini akan jadi tempat wisata baru,” imbuhnya.

Sementara Camat Jumantono, Sundoro Budi Karyanto akan tetap melihat perkembangan Dusun Segawe untuk tempat wisata baru. Menurutnya, prospeknya sangat bagus. Ditambah lagi, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Pemkab Karanganyar sudah datang dan melakukan penanaman sendiri. “Sebenarnya wilayah Jumantono sudah ada dua desa terkait wisata buah. Yakni Desa Genengan dan Desa Gemantar tapi kedua desa itu dikelola secara pribadi. Klau yang di Tanggulrejo ini lokal karena pemberdayaan desa,” imbuhnya.

Dia menambahkan kontur tanah dan kondisi alam sangat menunjang  dijadikan tempat  wisata. Pihaknya berharap lebih baik dari Genengan dan Gumantar. Selain itu, menurut Sundoro akses jalan sudah sangat bagus. Untuk lokasi parkir sudah dipersiapkan. “Potensi sudah ada dan tinggal dikembangkan saja, tambah Sundoro. (Hr/Adt)

Read More
DSC_0019

De Tjolomadoe Destinasi Wisata Baru Di Karanganyar

De Tjolomadoe siap dibuka secara umum tanggal 24 Maret Mendatang

KARANGANYAR – 20 Maret 2018

De Tjolomadoe bakal menjadi sorotan baru wisata budaya di Karanganyar. Eks Pabrik Gula Colomadu yang berdiri tahun 1861 telah ‘disulap’ menjadi venue bernilai sejarah dan comercial. Rencananya, De Tjolomadoe bakal dibuka oleh Presiden Joko Widodo, tanggal 24 Maret mendatang.

Menjelang pembukaan tersebut, De Tjolomadoe mengadakan serangkaian kegiatan. Yakni tanggal 22 Maret musik Solo Jazz Society, tanggal 21 Maret Fotografi Seni Sketsa Seni Rupa Video, Kirab Band, tanggal 22 Maret Diskusi Urip iku urup : Arsitektur dan warisan budaya, fesyen FSRD Isi Surakarta dan Solo Batik Karnival. Berbagai venue terdiri dari sejumlah ruangan yang diberi nama dengan nama asli ruangan PG Colomadu. Yakni Stasiun Gilingan yang akan difungsikan sebagai museum Pabrik Gula, Stasiun Ketelan sebagai area f&B, stasiuan penguapan sebagai area arcade, stasiun karbonatasi sebagai aarea Art dan Craf, Besali Cafe, Tjolomadoe Hall. “Pada stasiun masakan misalnya, untuk memperkokoh bangunan, struktur ditambahkan dengan kontruksi beam. Dengan mesin tetap terpasang, Guna dapat difungsikan sebagai concert hall dengan kapasitas 3000 orang,” papar Edison Suardi, GM Konstruksi PT Sinergi Colomadu.

Dia menambahkan untuk menyambut opening De Tjolomadoe akan digelar acara selama tiga hari. Yakni Pameran Sketsa, pameran Fotografi dan seni rupa Video. Untuk arena outdoor akan ada penampiuilan musik band, Solo Batik Karnival dan Green Fashian Heritage. “Juga akan diselenggarakan diskusi budaya dan sejarah dengan pembicara dari UGM dan beberapa pakar dibidang budaya,” tambahnya. (hr/Adt/Ard)

Read More
DSC_5696

Taman Saraswati, ‘Jujugan’ Baru Wisata Di Karanganyar

Sekda Kabupaten Karanganyar, Samsi melihat lokasi langsung rumah untuk edukasi pertanian di kompleks Taman Saraswati, Desa Girimulyo, Kecamatan Ngargoyoso

KARANGANYAR- 19 Maret 2018

Desa-desa di Karanganyar terus berbenah diri. Tujuan berbenah itu adalah untuk mendatangkan Pendapatan Desa (PD)  dengan menyulap lahan kurang potensial menjadi lebih berdaya guna. Salah satu desa yang berbenah itu adalah Desa Girimulyo, Kecamatan Ngargoyoso. Desa yang menjadi pintu masuk kecamatan Ngargoyoso tersebut, mengubah lahan 1 hektar kurang potensial menjadi tempat wisata. Tempat itu dinamakan Taman Saraswati.

Jika anda berkunjung ke area Ngargoyoso, pasti akan dengan mudah menemukan Taman Saraswati. Taman yang baru didirikan 1 Januari 2018 lalu terus menjadi ‘lirikan’ wisatawan lokal. Sebab, letaknya berada dipinggir jalan. Tiga bulan berlalu, sudah ada puluhan SD atau SMP di derah Solo telah berwisata di Taman Saraswati. Mereka melakukan out band ditempat baru tersebut. Sebab selain bisa turbing, peserta out band akan mendapatkan edukasi pertanian dan buah-buahaan.

“Desa Girimulyo merupakan pintu masuk kawasan kebun teh kemuning, candi Sukuh dan Cetho. Desa dan lembaga desa berupaya maksimal untuk mendatangkan pendapatan untuk desa dengan menyulap lahan yang kurang potensial menjadi tempat wisata yang menarik,” papar Kepala Desa Girimulyo, Suparno menjeng.

Kepala Desa yang sangat familiar tersebut mengatakan taman Saraswati terdiri dari turbing, taman selfi, villa dan gunung cilik. Saat ini, menurutnya baru taman, resto, turbing dan edukasi pertanian. “Kami tengah membangun musium buah, dimana ada 36 macam buah di tempat tersebut. Kami memang harus inovatif untuk mendatangkan pendataan desa,” imbuhnya.

Untuk mempercantik Bumdes Taman Saraswati tersebut, Suparno menggandeng pihak ketiga. Sebab jika hanya mengandalkan kas desa maka pembangunan taman Saraswati akan molor atau tidak terealisasi dengan baik. Untuk pembagiannya, desa mendapatkan 15 persen dan pihak ketiga mendapatkan 75 persen. “Momen tahun baru kemarin, ada 2000 pengunjung. Sedangkan per minggunya sekitar 400-500 pengunjung,” imbuh bapak yang memiliki hobi tanaman tersebut.

Nama sarawasti diambil dari nama dari sesosok wanita cantik, dengan kulit halus dan bersih. Sekaligus Saraswati adalah dewi ilmu pengetahuan suci yang akan memberikan keindahan dalam diri. Sehingga konsepnya, menurut Suparno adalah taman bukan rumah makan.  Sehingga orang yang datang kesini akan mendapatkan pendidikan.

Semenatara pihak pengembang Heri mengatakan rencana pembangunan taman Saraswati yang akan dikerjakan sekitar 1 hektar. Sesuai nama Saraswati berarti ilmu pengetahuan, pihaknya berharap yang hadir akan mendapatkan ilmu pengetahuan. Khususnya edukasi pertanian dan akan hadir alat-alat pertanian dulu sampai sekarang. “Anggaran dasar untuk menyelup Taman Sarawati sekitar Rp 1,3 miliar. Rata-rata justru yang kesini dari luar kota,” imbuhnya. (hr/ft/ard/adt)

Read More
DSC_6040

Bulan April, 500 Delegasi Seluruh Dunia Kunjungi Rumah Atsiri

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Titis Sri Jawoto memberitahukan kepada siswa SMK Ngargoyoso bahwa bulan April 500 delegasi akan berkunjung jke rumah Atsiri

 

KARANGANYAR – 15 Maret 2018

Jika tidak ada aral melintang, 500 delegasi dari seluruh dunia akan berkunjung ke rumah Atsiri di Desa Plumbon, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar. Rencananya mereka akan melakukan konggres minyak siri dunia di Tawangmangu. Selain ke rumah Atsiri, rombongan juga akan ke Balai Besar Penelitian Tanaman Obat dan Obat Tradisional.

“Karanganyar pernah mempunyai pabrik Atsiri dan kini dirintis kembali. Rencananya bulan April mendatang, ada 500-an delegasi akan berkunjung rumah Atsiri,” papar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Karanganyar, Drs Titis Sri Jawoto saat memberikan pengarahaan di SMK Ngargoyoso Rabu (14/03).

Menurut Titis, Kabupaten Karanganyar ini sudah kelas dunia. Sebab di tahun 1861 Mangkunegara IV mendirikan Pabrik Gula Colomadu. Sedangkan Pabrik Gula (PG) Tasikmadu berdiri di tahun 1971. Bahkan, sampai saat ini PG Tasikmadu masih memproduksi gula. “Minyak atsiri di Karanganyar sangat terkenal di dunia. Sebab di dunia ini hanya ada dua yakni di Bulgaria dan Karanganyar,” imbuh Titis.

Selain itu, Titis mengatakan Pura Pemacekan di Karangpandan asal usul dari pura-pura yang ada di Bali. Pendek kata, leluhur orang Bali itu berasal dari Karanganyar. Termasuk fosil terbaik setelah fosil dari Afrika Selatan ditemukan di Karanganyar. Yakni di desa Kali Cemoro Kecamatan Gondangrejo. Namun sudah masuk ke musim purbakala di Sangiran. “Sangiran itu setiap tahun ada 500 ribu pengunjung,” imbuhnya.

Pada kesempatan di SMK Ngargoyoso itu, pihaknya berharap siswa jurusan industri Perhotelan untuk menimba ilmu sebaik mungkin. Sebab, industri pariwisata tidak ada matinya dan akan terus berkembang. (hr/ard/yg)

Read More
DSC_6059

2020, Disparpora Target 5 Juta Pengunjung Ke Karanganyar

Kepala Dinas Pariwisata, Titis Sri Jawoto memberikan semangat kepada siswa SMK Ngargoyoso untuk berkecimpung dalam dunia pariwisata

KARANGANYAR – 14 Maret 2018

Industri pariwisata di Karanganyar terus digenjot. Pada tahun 2020 Dinas Pariwisata Kabupaten Karanganyar menargetkan 5 juta pengunjung akan datang ke Bumi Intanpari. Target dinilai sangat realistis karena di tahun 2016 saja sudah kunjungan 1,5 juta pengunjung. Angka itu dilihat dari pembelian tiket di beberapa lokasi wisata di Karanganyar.

“Angka 1,5 juta pengunjung baru yang beli tiket saja. Sedangkan yang nongkrong di kebun teh kemuning dan berada di jalan tembus belum dihitung. Mereka juga makan pada rumah makan-rumah makan di Karanganyar,” papar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Karanganyar, Drs Titis Sri Jawoto saat memberikan pengarahaan dalam pembukaan kelas industri perhotelan dan penyerahan piagam Talent Hunt tingkat internasional di SMK Ngargoyoso Rabu (14/03).

Dia menambahkan industri pariwisata kebanyakan dari masyarakat. Misalnya warung makan dan home stay. Pemkab Karanganyar memang membuka seluas-luasanya masyarakat untuk berpartisipasi aktif bidang pariwisata. Pemerintah bertugas membuka akses jalan dan sarana prasananya. “Kolang renang intanpari itu tiketnya Rp 7000 per orang. Kini justru ada pesawat dan helikopter di sarana edupark tiketnya hanya Rp 5000. Kami mengejar multi pleyer efek lebih besar, “ imbuh mantan kepala bagian rumah tangga bupati tersebut.

Menurut Titis angka 5 juta per orang tersebut sangat realistis. Jika hal ini diceritakan ke luar daerah, maka investor akan ‘ngreyok’ ke Kabupaten Karanganyar. Sebab semua orang yang berkunjung ke Karanganyar membawa uang. Salah satu upaya untuk menanggulangi investor dari luar, maka masyarakat atau desa yang harus berbenah. “Warga Karanganyar harus berkualitras untuk mengemas pariwisata di daerah-daerah sendiri. Jika kurang modal, pemkab akan bantu dan memberikan saran,” ungkapnya. (hr/ard/yg)

Read More