Category: Pariwisata

DSC_4158

Batik Sedayu Diminta Gabung di Terminal Mbangun Makuthoromo

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda Dan Olahraga Karanganyar, Titis Sri Jawoto melihat batik sedayu, Kecamatan Jumantono

KARANGANYAR – 19 Agustus 2018

Pengrajin batik di Desa Sedayu, Kecamatan Jumantono diminta untuk bergabung di terminal wisata Mbangun Makuthoromo. Sebab dengan berada ditempat tersebut batiknya akan lebih mudah dikenal dan dipasarkan ke khalayak yang lebih luas.
“Pemkab akan terus memfasilitasi berbagai kegiatan masyarakat termasuk batik. Karena binaanya cukup banyak maka pelaku usahanya yang harus aktif,” papar kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Karanganyar, Titis Sri Jawoto saat memberikan sambutan pameran dan wokshop batik alami di dusun mindi, Desa Sedayu, Kecamatan Jumantono (19/08)
Menurutnya Pemkab dalam waktu dekat akan menyulap bekas kantor kawedanan di Karangpandan menjadi komunitas ekonomi kreatif. Tempat itu bisa menjadi sarana diskusi dan pemasaran produk dari pelaku ekonomi kreatif. “Saya baru tahu klau di Jumantono ada batik. Saya lihat batiknya bagus bagus,” imbuh Titis.
Lebih jauh, Titis mengatakan batik ini kelas menengah ke atas. Hal ini sejalan dengan program pemerintah dalam membidik wisata lanzia. Para lanzia ini mempunyai uang yang banyak, waktu yang panjang untuk wisata dan perlu pendamping. Pihaknya sudah mempelajari fasilitas yang perlu ada dalam wisata lanzia. Misalnya toilet duduk, anak tangga yang tidak lebih dari 15 cm. “Para lanzia ini juga suka batik. Sangat tepat kiranya batik terus dikembangkan,” tandasnya.(hr)

Read More
DSC_0612

Museum Rumah Atsiri Harus Ditata Agar Lebih Bisa Menarik Wisatawan

Kominfo

Bupati Karanganyar beserta rombongan saat meninjau Museum rumah Atsiri, Senin(13/08).

Karanganyar, 13 Agustus 2018

Setelah dari Cemoro Kandang Bupati Karanganyar Juliyatmono meninjau museum rumah atsiri yang ada di desa Plumbon Tawangmangu, Senin(13/08).

Bupati Karanganyar terkesima dengan kondisi yang ada di museum rumah atsiri, “tanamannya bisa tumbuh dengan bagus, bangunannya pun menarik, ini harus lebih dikonsep lagi agar bisa lebih menarik animo pengunjung datang”, tegas Bupati.

Sementara Kadisparpora Titis menjelaskan kalau sudah ada MOU dengan Bulgaria terkait hasil dari Atsiri ini untuk kebutuhan minyak dunia khususnya untuk olahan parfum.

Selanjutnya Bupati dan rombongan menikmati santap sarapan dengan menu-menu favorit di Resto Museum Rumah Atsiri.

Demikian Diskominfo(Yg/Ard)

Read More
DSC_0576

Bupati Karanganyar : Segera Buat Sketsa 3 Dimensi

Kominfo

Bupati Karanganyar beserta rombongan saat meninjau persiapan pembangunan tangga di Cemoro Kandang Gunung Lawu, Senin(13/08).

Karanganyar, 13 Agustus 2018

Salah satu program jangka panjang Pemerintah Kabupaten Karanganyar adalah membangun anak tangga di Cemoro Kandang Gunung Lawu. Oleh karena itu pada Senin(13/08) Bupati Karanganyar melakukan tinjauan didampingi Kepala Disparpora, Kepala Satpol PP, dan Plt Kadiskominfo untuk menentukan titik dimana saja tangga ke puncak gunung lawu ini akan dibangun.

Bupati Karanganyar menginginkan untuk segera dibuatkan design 3 dimensinya untuk nantinya diserahkan ke PT.Perhutani. “ segera dibikin sketsa 3 dimensinya, suruh yang ahli untuk bikin dan segera serahkan ke saya untuk saya bawa ke PT.Perhutani” tegas beliau.

Kadisparpora Titis Sri Jawoto dengan antusias segera akan merealisasikan permintaan pak Bupati, karena nantinya juga akan ada Lomba lari gunung dengan peserta dari berbagai negara yang akan di gelar besok Oktober juga di gunung Lawu ini.

Demikian Diskominfo(Yg/Ard)

Read More
DIskominfo

Penutupan Paragliding Trip Of Indonesia Series 2

Asisten II Setda Kabupaten Karanganyar Hadiah Kepada Juara 1 Senior Putri Disa Fajar Praharini, Minggu(5/8)

Kejuaraan Paragliding Trip Of Indonesia Series 2 ditutup. Upacara penutupan berlangsung di Kemuning, Ngargoyoso, Minggu(5/8). Kejuaraan ini diselenggarakan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) bekerjasama dengan Kemenpora Republik Indonesia.

Kegiatan paralayang tersebut diikuti oleh 154 peserta dari 9 Provinsi. Dalam kejuaraan ini didapatkan juara dari 3 kategori lomba; kategori solo, kategori tandem dan zero accident.

Sementara dari kategori Senior Putra Dede Supratman dari Jawa Barat menyabet gelar Juara 1, purnomo alamsyah dari Jawa Barat Juara 2, dan Juara 3 Irvan Winarya dari Banten. Senior Putri Irena Patricia Juara 3, Dewi Aprilianti Juara 2, Dissa Fajar Praharini Juara 1, ketiganya berasal dari Jawa Barat.

Sedangkan untuk Junior Putra Juara 1 diperoleh M.Ismad Fadilah dari DKI Jakarta, Juara 2 Febri Julito dari Sumbar, dan Juara Ketiga diperoleh Kevin Dava Pratama Jawa Tengah. Untuk Junior Putri Juara 3 diperoleh Silviana Bebi Kumalasari Jawa Tengah, Juara 2  Belinda Sigarwati Sultara, dan Juara 1 Erica Yolanda Putri Jawa Tengah.

Sedangkan Asisten Pembangunan, Perekonomian dan Kesra, Siti Maesyaroh yang dalam kesempatan ini mewakili Bupati Karanganyar menyatakan terimakasih kepada Kementrian Pemuda dan Olahraga dan Fasi karena telah memberikan kesempatan Kabupaten Karanganyar sebagai tuan rumah Kejuaraan Paragliding Trip Of Indonesia Series 2. Asisten II juga mengungkapkan Karanganyar siap menerima dan memfasilitasi atlet paralayang untuk berlatih. Demikian DISKOMINFO(kris/yg)

Read More
DSC_6045

Doakan Leluhurnya, Warisi dan Hayati Semangat Perjuangnya

Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan sambutan dalam acara rasulan sedekah bumi di sendang Bejen, Desa Mojoroto, Kecamatan Mojogedang, Jumat (20/07)

 

KARANGANYAR – 21 Juli 2018

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mewanti-wanti untuk tidak meminta sesuatu pada petilasan Raden Mas Said di Sendang Bejen Dusun Gawe, Desa Mojoroto, Kecamatan Mojogedang. Jika memang meminta hendaknya kepada Allah SWT. Sedangkan sedekah bumi ini untuk membantu atau berbagi sesama masyarakat setempat karena hasil buminya yang baik.

“Saya menyambut baik acara rasulan kirab petilasan Raden Mas Said di sedang Bejen, Desa Mojoroto ini. Sing penting aja njaluk atau meminta sesuatu kepada raden masa said, punden, wit-witan di sekitar sendang ini. Namun kepada Allah sajalah jika kita meminta,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan sambutan dalam kirab budaya di Sedang Bejen, Desa Mojoroto, Mojogedang Jumat kemarin (20/07)

Atas nama pemerintah kabupaten, Juliyatmono menyambut baik acara kirab budaya bersih desa di sendang Bejen, Desa Mojoroto ini. Semoga pertemuan warga ditempat ini menjadi sarana untuk terus meningkatkan guyub rukun dan kebersamaan antar warga. Doakan para leluhur, semoga arwahnya diampuni. Pihaknya berharap acara ini dipergunakan untuk menyemangati perjuangan raden mas Said dalam melawan penjajah. “Perjuangan Raden Mas Said itu penuh dengan keprihatinan dan pengorbanan yang luar biasa. Lha, semangat keprihatinan dan pengorbanan itu dijadikan pemacu kita semua jika ingin menjadi sukses, harus prihatin, harus berdoa dan penuh dengan perjuangan” imbuhnya.

Sementara tumpeng yang disajikan dan sedekah makanan dari masyarakat, menurutnya itu harus diniatkan sebagai rasa syukur. Sebab hasil panennya telah baik dan bagus. Pihaknya berharap masyarakat setempat untuk terus memperbaiki dan membenahi sarana di sedang Bejen tersebut. Jika sudah bagus, maka akan banyak wisatawan atau pengunjung yang datang ke sendang Bejen. “Klau banyak kunjungan ke sendang Bejen maka kesejahteraan penduduk akan meningkat. Ada tukang parkirnya, ada warung makanannya yang semua kecipratan rejeki dari pengunjung,” tambahnya

Sementara Kades Mojoroto, Trimanto mengatakan petilasan Raden Mas Said di Dusun Dawe, Desa Mojoroto, Mojogedang bukan sekadar tempat penyelenggaraan ritual kejawen, melainkan destinasi wisata minat khusus yang menarik dikunjungi. Di lahan berukuran 3 ribu meter persegi itu, tersedia taman swafoto, sendang dan kuliner khas. Di petilasan itu diselenggarakan sekedah bumi. “Seluruh warga dusun berkumpul di sendang tersebut dengan membawa ubo rampe utama berupa nasi tumpeng lengkap dengan lauk pauk dan buah yang dimasukkan tandu. Kaum wanita juga membawa sama, namun di bungkusan lebih kecil. Ubo rampe itu dikirab dari rumah masing-masing dengan dipimpin sesepuh. Setelah didoakan, warga saling bertukar makanan. Sebagian langsung menyantapnya,” tambah Trimanto. (hr)

Read More
DSC_2763

Aditya Putra dan Sarah Pungky “Jupe“ Berhasil Raih Juara Putra Putri Lawu 2018

Karanganyar, 27 Juli 2018

Perhelatan Grand Final Pemilihan Putra Putri Lawu Duta Wisata tahun 2018 Kabupaten Karanganyar tadi malam, Kamis 26 Juli 2018 diselenggarakan dengan begitu megah di De Tjolomadu, Colomadu. Bangunan yang sudah selesai direnovasi tersebut memang luar biasa megahnya. Di salah satu ruangan di kompleks bangunan tersebut acara malam itu memang berhasil memikat banyak pengunjung. Seperti  yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Titis Sri Jawoto ruangan yang  berkapasitas 1.200 (seribu dua ratus) tersebut penuh dengan tamu undangan serta para pendukung peserta finalis.

Disampaikan pula oleh Titis acara tersebut bisa terselenggara berkat dukungan dari banyak pihak selain APBD Karanganyar. Peserta pemilihan Putra Putri Lawu tahun ini, lanjut Titis sebanyak 92 orang yang kesemuanya layak maju ke tingkat Provinsi. Akan tetapi karena hanya satu pasang yang berhak mewakili Kabupaten maka dipilih yang terbaik.

Dalam sambutannya, Bupati Karanganyar Juliyatmono yang hadir didampingi Forkompimda dan seluruh Kepala Perangkat Daerah menyatakan merasa bangga dengan adanya De Tjolomadu yang baru saja diresmikan dan saat itu bisa mempergunakan gedung tersebut untuk perhelatan Grand Final Pemilihan Putra Putri Lawu.

“De Tjolomadoe yang sekarang sering dipakai untuk event-event internasional ini merupakan cagar budaya yang harus dijaga. Dengan menggeliatnya Kecamatan Colomadu dengan hadirnya De Tjolomadoe ini supaya saling sinergi, saling mengisi untuk kepentingan pergerakan perekonomian Solo Raya dan sekitarnya. Atas nama pemerintah saya mengucapkan terima kasih karena bias menggunakan tempat ini. Saya berharap dengan tempat yang special ini bias membangkitkan semangat lebih baik. Grand  final Duta Wisata adalah sarana dari pemerintah yang diberikan untuk anak-anak yang cerdas, punya talenta menjadi lebih baik, memiliki rasa percaya diri sesuai bakat talenta yang dimiliki masing-masing. Acara ini adalah pintu masuk untuk membuat anak-anak sukses demi masa depan dengan tetap rendah hati sebagai pemuda-pemudi  Karanganyar sebagai warga Negara yang baik. Mari kita cintai Karanganyar, cintai Jawa Tengah, cintai Indonesia sepenuh hati dengan berpikir baik, positif, mempromosikan budaya, atraksi, obyek wisata di Karanganyar sehingga banyak orang datang ke Karanganyar,” ungkapnya.

Acara yang dimeriahkan dengan pertunjukan penyanyi dari Solo yang sudah terkenal sampai ke manca negara, Sruti Respati ini berhasil memukau seluruh hadirin. Bahkan Juliyatmono pun bekenan duet menyanyi bersama Sruti.

Dewan juri pada acara semalam terdiri dari 5 (lima) orang yaitu Daryono, owner  Sinergi Event Organizer, Sri Esti Sulistiantini, guru Bahasa Inggris SMKN 2 Karanganyar, Sisto Asresto, Direktur Sales and Marketing Novotel Semarang dan General  Manajer Fave Hotel Solo Baru maupun Solo, KRA. Juritno Yudo Adiningrat, abdi dalem Kasultanan Surakarta Hadiningrat, serta Putri Ira Kartikasari, Ketua Persit Kartiak Candra Kirana Karanganyar.

Setelah dilakukan penilaian dengan seksama oleh para juri melalui pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada semua peserta akhirnya diputuskan bahwa pemenang Putra Putri Lawu tahun 2018, berturut–turut dari Juara 3 hingga 1 adalah Yustisiawan Candra (Karanganyar) dan Fajar Kurnia Fauza Afani (Karanganyar), Christya Omega (Jenawi) dan Livya (Ngargoyoso), serta Aditya Putra Dewantara (Kerjo) dan Sarah Pungky Astuti (Karanganyar). Aditya Putra Dewantara berhasil meraih juara pertama setelah menjawab pertanyaan juri tentang jenis-jenis narkoba, sedangkan Sarah Pungky Astuti, yang biasa dipanggil “Jupe” oleh teman-temannya, berhasil meraih juara pertama setelah dengan tepat dan tegas menjawab pertanyaan juri tentang pengertian sadar wisata. Para pemenang berhak menerima hadiah berupa piala dan uang pembinaan. Demikian Diskominfo. (krs/adt/ard)

Read More
DSC_1609

PB Gatoek Dominasi Perebutan Juara Turnamen Bulutangkis Cakra Cup III

Diskominfo

Kepala Disparpora Drs.Titis Sri Jawoto mewakili Bupati Karanganyar saat memberikan pidato sambutan dan menutup acara Turnamen Bulutangkis Cakra Cup Ke III di Gedung Serbaguna Cangakan, Sabtu(21/07).

Karanganyar, 21 Juli 2018

Gelaran Turnamen Bulu Tangkis Cakra Cup Ke III telah sampai pada putaran babak Final, turnamen yang di gelar mulai tanggal 17 Juli hingga 21 Juli di Gedung Serbaguna Kelurahan Cangakan ini melangsungkan babak final pada Sabtu (21/07).

Hadir mewakili Bupati Karanganyar beliau Kepala Disparpora Drs.Titis Sri Jawoto di dampingi Kepala Desa Cangakan untuk menutup dan memberikan hadiah kepada para pemenang.

Dalam pidato sambutannya, Kepala Disparpora Drs.Titis Sri Jawoto mengungkapkan rasa kangen mengikuti turnamen lagi, “ Tahun depan harus ada lagi dan saya akan ikut “ terang beliau di sela-sela pidato sambutannya.

Turnamen yang di bagi menjadi dua kategori Umum dan Lolak ini di ikuti sebanyak 80 pasangan atlet Bulutangkis dari Kabupaten Karanganyar dan Karesidenan Surakarta. Untuk hasil pada putaran final sebagai berikut ;

Juara Kategori Lokal

  1. Wawan – Leman (PB.SOROBAON)
  2. Beny – Hasnanto (PB. CANTIKA)
  • Sato – Melo (PB. JUNGKE)
  1. Auzan – Miko (PB. RAWAN JUMPA)

Juara Kategori Umum

  1. Gendut – Sukidi ( PB.GATHUK)
  2. P – Bp.Warno (PB.GATHUK)
  • KB – Karno(PB.GATHUK)
  1. Sato – Pordi (PB. CAKRA)

Demikian Diskominfo (Ardi)

Read More
DSC_4760

Peserta Nampak Serius Jalani Tes tertulis dan Interview Putra-Putri Lawu

Diskominfo

Peserta seleksi Putra Putri Lawu (Duta Wisata 2018) nampak sangat serius menjalani tes tertulis yang di laksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Selasa(17/07).

Karanganyar, 17 Juli 2018

Sebanyak 85 Peserta sangat serius saat menjalani tes tertulis dan tes interview dalam rangkaian tahap seleksi Putra Putri Lawu (Duta Wisata 2018) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, itu nampak dari raut wjah beberapa peserta dan kondisi saat tes yang sangat hening pada, Selasa (17/07).

Menurut Ibu Rudra salah satu panitia penyelenggara, dari total 91 peserta yang mendaftar, hanya 85 peserta yang hadir saat pembekalan dan pengarahan hari pertama dan tes di hari keduanya. Jumlah tahun ini memang berkurang dari jumlah pendaftar tahun lalu di 2017, akan tetapi Disparpora selaku Dina penyelenggara mengaku optimis dalam pelaksanaan tahun ini akan jauh lebih baik dari tahun sebelumnya.

Sebagai Juri dalam tahap tes interview adalah Bp.Daryono (Pimpinan EO Sinergi), Bp.Sistho (GM The Alana Hotel Solo), dan Ibu Sri esthi Sulistyantini, S.Pd, M.Pd.

Nantinya hanya akan di ambil 10 pasang Putra Putri Lawu di tahun 2018, dengan rincian 10 putra dan 10 putri. Setelah terpilih 10 pasang itupun mereka masih akan melewati tahap yang lebih sulit lagi, diantaranya masa karantina sebagai pembekalan 10 besar yang akan dilaksanakan di beberapa tempat. Di RRI Surakarta, Museum situs manusia purba Dayu, latihan koreografi, dan di akhir masa karantina mereka akan ada pelatihan khusus di di Hotel Alana.

Akan ada Beauty Class oleh Tim dari La Tulip, Fotoshoot, dan yang terakhir para 10 finalis akan diminta untuk unjuk kebolehan bakat masing-masing. Ini yang biasanya menjadi tantangan terberat dari para peserta finalis.

Sebagai malam puncak Grand Final yang nantinya akan di gelar di De Tjolomadoe. (Ind/Ard)

Read More
DSC_1020

Pembekalan Peserta Pemilihan Duta Wisata Kabupaten Karanganyar Tahun 2018

Diskominfo

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan sambutan sekaligus pengarahan kepada peserta Duta Wisata Tahun 2018, Senin (16/07)

 

Karanganyar, 16 Juli 2018

Dinas Pariwisata Pemuda  dan Olahraga Kabupaten Karanganyar menyelenggarakan Pemilihan Duta Wisata Kabupaten Karanganyar Tahun 2018 di Terminal Wisata Mbangun Makutoromo Karangpandan. Pemilihan Duta Wisata kali ini diikuti oleh 91 peserta.

Sambutan sekaligus pengarahan oleh Bupati Karanganyar H. Juliyatmono, Pemerintah menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karanganyar yang telah mengadakan Pemilihan Duta Wisata Tahun 2018, harapan kami pemerintah bahwa ini merupakan momentum peluang untuk mengawali agar siapapun yang tertarik menjadi Speaker duta/utusan yang bisa mempromosikan wisata wisata yang ada di karanganyar.

Disamping juga mengukur kemampuan masing masing supaya momentum yg baik ini adalah awal dimana calon Duta Wisata akan mengetahui seberapa besar seberapa punya rasa percaya diri supaya talenta kelebihan – kelebihan itu bisa dioptimalkan  untuk menuju sukses ke depannya.

Karena kesempatan tidak datang dua kali, tidak hanya berorientasi menjadi nominator duta wisata tidak hanya jadi juara karena melalui kesempatan ini adalah kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan.

Kepala Disparpora Titis Sri Jawoto menjelaskan bahwa untuk proses seleksi ini akan kami lakukan sebaik mungkin agar bisa lebih baik dari tahun sebelumnya. Kalau tahun kemarin kita bisa meloloskan 1 pasangan Duta Wisata untuk mewakili Kabupaten Karanganyar di tingkat provinsi dan mendapatkan peringkat ketiga, maka untuk tahun ini kita akan maksimalkan agar bisa lebih berprestasi di tingkat Provinsi.

“ Mikul Duwur Mendem Jero” adalah istilah yang digunakan Kepala Disparpora Titis Sri Jawoto. Dengan makna harus berani lebih mengeksplore seluruh potensi wisata yang ada di Kabupaten Karanganyar, dan menutup rapat dari pemberitaan tentang buruknya wisata yang ada di Karanganyar agar tidak banyak yang tau. Biar orang taunya bagusnya aja.

Pada kesempatan ini, Wakil Bupati Rohadi Widodo menyampaikan materi  salah satunya mengenai Narkoba yang mana beliau berpendapat bahwa Narkoba merupakan perusak bangsa, perang dengan Negara – Negara asing yang digunakan oleh pihak ketiga adalah dengan Narkoba.

 

Sekian Diskominfo (An/Ina/Ard)

 

Read More
DSC_0567

KARANGANYAR SIAP GARAP WISATA RAMAH LANSIA

Diskominfo

Kepala Disparpora Karanganyar Drs. Titis Sri Jawoto saat memaparkan Pesona wisata Karanganyar dalam acara Sarasehan Wisata Lansia di Hotel Nava tawangmangu, Kamis (28/06).

Karanganyar, 28 Juni 2018

Sarasehan membahas wisata ramah untuk lansia di selenggarakan oleh Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah raga di Nava Hotel Tawangmangu, Kamis (28/06).

Hadir Perwakilan dari Disparpora Provinsi Jawa Tengah dan Kepala Disparpora Kabupaten Karanaganyar Drs. Titis Sri Jawoto, sedangkan untuk peserta adaalah Forum Komunikasi Lansia Provinsi Jawa Tengah.

Sengaja acara sarasehan ini di adakan di Kabupaten Karanganyar, karena Karanganyar sendiri mempunyai nilai histori wisata yang luar biasa dan punya potensi wisata ramah untuk lansia dengan berbagai prosedur yang sudah ada.

Mengpa Wisata Lansia..??

Pertanyaan ini muncul dibenak banyak orang, dan dijawab oleh perwakilan Disparpora Provinsi Jawa Tengah karena lansia lah sumber devisa, bisa membuka lapangan kerja, dan lansia sendiri mempunyai kebutuhan yaitu awet sehat.

Menurut survey dari Kementrian Pariwisata, pengeluaran wisman perhari sesuai data passenger exit survey Kementrian Pariwisata di tahun 2008 sebanyak USS 230.76 dan di tahun 2015 sebanyak USS 182.7.

Sedangkan Menurut WTO (2001) diperkirakan tahun 2015, secara Internasional wisatawan lansia akan mencapai 2 Miliyar orang. Maka dari itu diperlukan kreasi dan inovasi wisata yang ramah lansia dalam pengelolaannya. Destinasi, infrastruktur dan fasilitas semuanya harus memenuhi standart prosedur untuk bisa masuk kategori wisata ramah lansia.

Sebagai pendorong wisata lansia ada berbagai hal, antara lain Escape (ingin lepas dari lingkungan menjemukkan), Relaxtion (penyegaran), Play (menikmati kegembiraan lewat berbagai permainan), Strengthening Family Bond (silaturahim), Prestige (gengsi/social standing), Social Interaction, Romance, Educational Opportunity (ingin mempelajari orang/etnis/budaya lain/daerah), Self Fulfilment (ingin merealisasikan mimpi yang lama dicita-citakan), dan yang terakhir adalah Wish-Fulfilment (melakukan pengehmatan untuk mewujudkan).

Komponen atau unsur yang harus ada untuk Wisata Ramah Lansia antara lain, adanya biro travel, transportasi, akomodasi/hotel/homestay, kuliner/jasa boga/restoran, atraksi atau kegiatan yang menarik wisatawan, souvenir, pendukung kesehatan.

Karena di Kabupaten Karanganyar hampir semua unsur untuk wisata ramah lansia ini hampir terpenuhi, maka sarasehan wisata lansia ini di putuskan diselenggarakan di Karanganyar.

Sementara Kepala Disparpora Karanganyar Drs. Titis Sri Jawoto yang berkesempatan memperkenalkan seluruh wista dan sejarah Kabupaten Karanganyar secara rinci mengeambil Tema Pesona Karanganayar dengan bahasan “ Karanganyar dari jaman purba hingga Nawacita”.

Demikian Diskominfo (Kris/Ardi)

Read More