Gubernur Jawa Tengah Resmikan Museum Rumah Atsiri Di Tawangmangu Karanganyar
[su_youtube url=”https://www.youtube.com/watch?v=_IhLEvOaNiw” width=”880″ height=”520″]
[su_youtube url=”https://www.youtube.com/watch?v=_IhLEvOaNiw” width=”880″ height=”520″]

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono saat sampaikan keinginannya untuk memiliki legalitas aset TAHURA di depan rombongan Anggota Dewan Rakyat Daerah komisi B Provinsi Jateng saat mengunjungi obyek wisata TAHURA, Rabu(18/03/20)
Karanganyar – 18 Maret 2020
Rombongan Anggota komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Tengah yang di ketuai oleh H. Sumanto mantan ketua DPRD Kabupaten Karanganyar dari fraksi partai PDI Perjuangan ini kunjungi obyek wisata Taman Hutan Raya (TAHURA) KGPAA Mangkunagoro I guna memonitoring obyek wisata tersebut pada Rabu(18/03/20).
Disambut secara langsung oleh ketua UPT TAHURA Gunawan, rombongan wakil rakyat provinsi Jawa Tengah yang berjumlah kurang lebih 20 orang tiba di lokasi tepat pukul 13.00 wib. Dalam sambutannya, Gunawan memaparkan profile TAHURA.
Selain memonitoring obyek wisata TAHURA, rombongan anggota dewan komisi B ini juga ingin mendengarkan alasan Pemerintah Kabupaten Karanganyar yang ingin mengambil alih legalitas aset kepemilikan lahan TAHURA ini dari PT Perhutani.
Bupati Karanganyar yang hadir secara pribadi didampingi Kabag Hukum, Kabag Pemerintahan, Kepala Dinas Parpora, dan Kepala Dinas Pertanian. Sampaikan maksud dan tujuan kenapa Pemerintah Kabupaten Karanganyar sangat ingin segera minta di sahkannya legalitas aset kepemilikan TAHURA. Dengan alasan wilayah TAHURA ini sama sekali tidak berdekatan dengan Kabupaten manapun dan juga sudah ada aturannya di undang-undang no 03 tahun 2013 tentang kepemilikan hak aset lahan hutan.
“Mestinya sudah sejak 3 tahun yang lalu TAHURA ini diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Karanganyar kalau dilihat dari undang-undang. Kami juga sangat kesulitan kalau kami pemerintah Kabupaten tidak memiliki hak legalitas kepemilikan lahan TAHURA ini, karena kami tidak bisa menarik pajak di TAHURA ini “, jelas Bupati dengan tegas.
Namun semua upaya Pemerintah Kabupaten Karanganyar masih belum menemui titik terang dari Gubernur, padahal sudah 3 kali melayangkan surat ke Gubernur bahkan beberapa kali mengajukan audiensi dengan Gubernur guan pembahasan lebih lanjut, namun hasilnya pun masih nihil. Ini diperparah lagi dengan rencana Gubernur yang malah ingin menggandengkan Kabupaten Karanganyar dengan Kabupaten Wonogiri untuk kepemilikan aset TAHURA ini. Padahal letak lokasi TAHURA di Karanganyar sendiri sangat jauh sekali dengan wilayah Kabupaten Wonogiri.
“ Pemerintah Kabupaten Karanganyar masih terus berjuang betul untuk segera mendapatkan legalitas kepemilikan aset TAHURA, mudah-mudahan dengan hadirnya anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah ini biusa membantu Pemerintah Kabupaten Karanganyar “, tegas Bupati.
Wakil Ketua komisi B DPRD Prov Jateng sampaikan kepada Bupati Karanganyar, coba buat surat lagu ke Gubernur dan tembusannya ke dewan juga agar kami wakil rakyat ini bisa membantu agar segera ada keputusan dari Provinsi karena jika dilihat dari undang-undang memang seharusnya menjadi hak milik Kabupaten Karanganyar TAHURA ini.
Demikian Diskominfo(Ard/Tgr)


Sawaldi, Perwakilan dari Disdikbud Karanganyar menerima audiensi dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat di Ruang Anthurium Rumah Dinas Bupati Karanganyar (11/03)
Karanganyar, 11 Maret 2020
Perwakilan dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat mengadakan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Karanganyar. Hadir dalam audiensi tersebut adalah perwakilan dari Disparpora, Disdikbud, Satpol PP, Camat Tawangmangu, serta Lurah Tawangmangu.
Maksud dari diadakannya audiensi adalah pihak Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat “kulo nuwun” untuk kegiatan Labuhan Lawu. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 25 Maret 2020 di Kecamatan Karanganyar.
Labuhan Lawu ini nantinya akan dimulai pagi hari dari pendapa Rumah Dinas Bupati Karanganyar. Kemudian, uborampe akan dibawa ke padepokan di Gunung Lawu. Kemudian sore harinya diadakan selamatan.
Demikian Diskominfo. (tgr)

Sekda Karanganyar Sutarno saat memberikan sambutan dalam acara ceremonial Perjanjian gianti di Jantiharjo
Karanganyar – 14 Februari 2020
Ratusan warga berebut gunungan berisi hasil bumi, arum manis dan brondong dalam acara napak tilas Perjanjian Giyanti di Kelurahan Jantiharjo Kecamatan/ Kabupaten Karanganyar, Kamis (13/2/2020) malam.
Napak tilas ini merupakan upaya memperkenalkan dan melestarikan Perjanjian Giyanti yang berlangsung pada 13 Februari 1755 silam. Dimana dalam perjanjian tersebut menandai pembagian dua wilayah yakni Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta.
Jalan kampung sepanjang sekitar 300 meter di padati bazar jajanan serta dihiasi arum manis yang digantung. Tampak ratusan pengunjung memadati kawasan situs Perjanjian Giyanti sebelum dilangsungkan kirab gunungan.
Tepat saat prosesi persembahan gunungan, pengunjung yang didominasi warga sekitar tak canggung berdesakan demi mendapatkan arum manis dan hasil bumi. Tradisi tahunan tersebut menjadi momen yang ditunggu-tunggu warga Kerten Jantiharjo maupun sekitarnya.
Meski telah lanjut usia, warga Kerten RT 2/9, Muhammad Sujak (72) rela berdesakan dengan warga lainnya demi mendapatkan hasil bumi dan arum manis yang disajikan dalam empat gunungan.
Jerih payahnya berdesakan dikerumuman warga membuahkan hasil. Perempuan itu tampak mendekap beberapa jagung dan cabai yang didapatkannya setelah berebut gunungan dengan warga lainnya.
“Ini dapat cabai, jagung dan kentang. Saya ikut karena kepingin. Setiap tahun pasti ke sini tapi tidak selalu ikut rebutan,” katanya sembari mendekap hasil gunungan.
Petugas Linmas, Parno (40) mengungkapkan, perayaan tahun ini lebih ramai dibandingan tahun lalu. Parno terlihat kerepotan mengamankan jalannya prosesi berebut hasil gunungan.
“Lebih mudah tahun lalu. Tahun ini lebih ramai. Kalau kemarin kan berebutnya di luar (jalan kampung), ini di dalam dan ruangannya sempit,” terangnya.
Lurah Jantiharjo, Agus Cahyono menyampaikan, serangkaian acara napak tilas Perjanjian Giyanti berlangsung mulai 8-13 Februari 2020. Perayaan ini dikemas dengan adat budaya Jawa dilengkapi iringan musik karawitan serta tari gambyong.
“Ada sekitar 2.000 arum manis yang dibagikan kepada warga. Arum manis itu merupakan hasil UKM warga sekitar. Ada empat gunungan yang disajikan, dua hasil UKM warga sekitar dan sisanya berisi hasil bumi,” ujarnya.
Dijelaskannya, gunungan tersebut merupakan wujud syukur dari masyrakat. Ibarat apa yang dihasilkan masyarakat dibagikan kembali kepada masyarakat.
Ia berharap melalui kegiatan ini bisa memperkenalkan dan melestarikan situs Perjanjian Giyanti di Kelurahan Jantiharjo.(Ard/Tgr)



Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo didampingi Wakil Bupati Karanganyar Rober Cristanto dan Camat Tawangmangu Rusdianto saat akan melaksanakan penanaman pohon di Bukit Mongkrang Tawangmangu Karanganyar
Karanganyar – 12 Februari 2020
Pernyataan itu disampaikan oleh Ganjar saat mengikuti aksi penanaman bersama ratusan relawan di Bukit Mongkrang Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar, Rabu (12/2/2020).
“Kemarin saya agak kaget ketika diomongkan, Pak Ganjar ngelawak, hutannya sudah rusak baru mau ditanaman. Lah wong sudah rusak, nggak mau ditanam, lha anda maunya apa? Karena itu sudah rusak maka ayo ditanam,” katanya disela aksi penanaman pohon.
Kepada pihak Perhutani, Ganjar meminta supaya mengajak partisipasi masyarakat seperti LMDH atau kelompok peduli lainnya ketika ada pemnfaatan lahan. Sehingga ketika ada pemanfaatan lahan hutan yang sifatnya membuka ruang semisal untuk pariwisata atau sebagainya, partisipan-partisipan tersebut bisa diajak.
“Kurangi sesedikit mungkin nebang, syukur nol. Sehingga kalau kita mau buat ruang-ruang katakan untuk pariwisata, dan pemanfaatan sebagainya.
Tolong meliuk saja, mengikuti kontur. Tidak perlu merubah. Nah ini yang kita harapkan bisa berjalan. partisipan-partisipan itu bisa diajak, masyarkakat bisa diajak sehingga tidak sinis yang muncul,” terangnya.
Sambungnya, sampai Maret ini digalakkan menanam pohon, Menurutnya. upaya penghijauan dari pemerintah terhitung masih kecil. Ia berharap menanam pohon bisa menjadi tradisi.
“Kita tradisikan, kalau bisa ada anak lahir, meminta surat keterangan, suruh tanam. Ada yang menikah, suruh tanam, ada yang lulus sekolah, naik pangkat, suruh tanam. Lha yang mau kawin lagi, suruh tanam 2 hektare,” ungkapnya.
Dalam aksi penanaman pohon tersebut, disiapkan sebanyak 3.000 bibit pohon berbagai jenis seperti ringin, aren, beringin dan gayam. Selain diikuti berbagai komunitas dan para relawan. Wakil Bupati, Rober Christanto, Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi dan Dandim 0727 Karanganyar, Letkol Inf Andi Amin Latama turut hadir meramaikan aksi penanaman pohon.
Wabup Karanganyar, Rober Christanto mengungkapkan, penanaman pohon ini bentuk kepedulian terhadap alam. Pihaknya juga turut mensosialisasikan gerakan menanam pohon tidak hanya di sekitar lereng Gunung Lawu saja tapi di seluruh wilayah Karanganyar.
“Kita sosialisasikan kepada masyarakat, tidak hanya di sini tapi di seluruh Karanganyar. Wilayah lereng Gunung Lawu ini harus tetap kita jaga,” pungkasnya.

Masih dalam kunjungannya di Kabupaten Karanganyar, Gubernur Ganjar juga meresmikan Museum Atsiri yang baru saja selesai tahap pembangunannya dan sudah bisa dikunjungi wisatawan.
Museum atsiri menjadi jadi salah satu wahana dalam Edukreasi Rumah Atsiri di Kecamatan Tawangmangu Karanganyar ini menyajikan sejarah mulai dari berdirinya Rumah Atsiri hingga proses pembuatannya.
Ganjar berharap masyarakat mau untuk berkunjung ke Edukreasi Rumah Atsiri ini, karena selain bisa membuat rileks dengan suasana yang syahdu, masyarakat juga pastinya akan mendapat ilmu pengetahuan tentang minyak atsiri. (Ard/Tgr)

KARANGANYAR- Dihadapan bupati dan jajarannya, Satutitik Organizer, event organizer dari Jogja, mempresentasikan event lomba lari Tjolomadu10k, Selasa (06/01). Event tersebut akan diadakan pada tanggal 09 Februari 2020 berlokasi di pabrik gula De Tjolomadoe.
Didalam presentasinya, representatif dari Satutitik Organizer menjelaskan tentang event Tjolomadoe10k adalah acara lomba lari dengan jarak tempuh 10 kilometer yang berkonsepkan Fun Run dan memiliki misi sosial. Didalam acaranya, Satutitik Organizer memiliki misi sosial yaitu penggalangan dana untuk sumbangan pengidap kanker, karena acara Tjolomadu10 akan dijadikan juga sebagai acara untuk memperingati hari kanker dunia (04 Februari) dan hari anak kanker dunia (15 Februari).
Selain sebagai acara galang dana untuk pengidap kanker, alasan Satutitik Organizer menyelengarakan event Tjolomadoe 10k adalah Satutitik Organizer ingin mendukung tempat pariwisata daerah dengan cara mengadakan acara Sport Tourism, Olahraga yang mengkombinasikan dengan wisata, dengan cara memilih pabrik gula De Tjolomadoe sebagai tempat diselenggarakan acaranya tersebut.
Diakhir presentasi tersebut, Bupati perintahkan Disparpora untuk mengindentifikasi perihal teknis yang diminta Satutitik Organizer. Kemudian, Bupati juga berharap event ini dilakukan bersamaan dengan hari jadi DPRD agar acaranya bisa lebih meriah. (ard/bgs)

Karanganyar – 03 Januari 2020
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar bekerja sama dengan PT Telkom untuk menjadikan Desa Kemuning Kecamatan Ngargoyoso sebagai pilot project smart village.
Informasi yang dihimpun Tribunjateng.com, direncanakan sesuai jadwal program smart village akan diimplementasikan pada medio Februari-Maret 2020.
Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan, program ini pemanfaatan teknologi dalam aktivitas pemerintahan desa. Terkait akses pelayanan publik, potensi desa, dan data-data mengenai desa dapat diakses oleh masyarakat melalui aplikasi.
Sambungnya, melalui aplikasi ini masyarakat juga dapat berperan aktif terkait pengawasan jalannya pemerintahan desa. Semisal dalam upaya pengentasan kemiskinan, masyarakat sekitar bisa ikut mengawasi apakah yang bersangkutan layak dikategorikan sebagai warga miskin.
“Sehingga tidak ada alasan bagi siapapun yang membutuhkan pelayanan publik harus bertemu dengan kepala desa,” katanya kepada wartawan, Jumat (3/1/2020).
Meskipun baru Desa Kemuning yang menjadi pilot project smart village didampingi pihak Telkom, ia berharap semua desa dan kelurahan kedepannya bisa menerapkan hal yang sama.
Manager Goverment Enterprice Telkom Solo, Achmad Yusuf Zen mengatakan, dalam program smart village terdapat tiga pilar yakni smart governance, smart bussines dan smart society.
“Aplikasinya nanti ada di masing-masing smartphone milik warga, nantinya terhubung ke dash board (pusat kontrol) di desa kemudian terhubung ke kecamatan dan kabupaten,” ujarnya.
Adapun implementasi dari smart village di Desa Kemuning direncanakan akan dimulai pada Februari-Maret 2020.(Ard/Tgr)

Kepala Disparpora Karanganyar Titis Sri Jawoto saat menyalami dan memberikan ucapal selamat bertanding kepada para Player Marching Band UMS sesaat setelah digelarnya Konser Pamit
Karanganyar – 19 Desember 2019
Sehubungan dengan keikutsertaan Marching Band Universitas Muhammadiyah Surakarta pada gelaran akbar kejuaraan Nasional Grand Prix Marching Band XXXV Piala Presiden Tahun 2019 di Istora Senayan Jakarta tanggal 28-29 mendatang. Marching Band Universitas Muhammadiyah Surakarta gelar Konser Pamit di GOR RM Said Karanganyar pada Jum’at (19/12/19) malam.
Mengambil tema pagelaran “I CAN”, Marching Band UMS berharap bisa menyuguhkan tampilan yang bisa menyentuh hati para penonton dalam konser pamit kali ini. Arrangger ternama Zainur Rosyadi mengaku sangat excited ketika mengerjakan materi pagelaran ini. Sedikit mengulik lagu Manusia-manusia kuat yang di bawakan penyanyi ternama di Indonesia “TULUS”, ia materi ini sebelum menyentuh hati penonton bahkan juri nantinya, para pemain harus bisa tersentuh dulu hatinya untuk bisa menjiwai dalam memainkannya.
“ Hampir nangis saya ciptain lagu ini, bahkan sampai gemeteran tangan saya ketika menulis not demi not karena sudah terbayang akan seperti apa materinya. Apalagi setelah dilapangan melihat langsung tallent yang bener-bener anak difable”, jelas Arrangger yang akrab disapa Bang Jai ini.
Suryadi selaku Kabagmawa Universitas Muhammadiyah Surakarta yang pada kesempatan kali ini mewakili Rektor mengaku sangat mengapresiasi kinerja salah satu UKM binaannya yang akan berangkat di Kejuaran Nasional ini. Harapannya semoga nanti bisa mendapatkan hasil yang maksimal di Jakarta.
Ucapan terimakasih juga terlontar dari Kabagmawa yang sangat akrab dengan mahasiswa ini untuk Pemerintah Kabupaten Karanganyar yang sudah bersedia memberi ijin fasilitasnya digunakan untuk latihan hampir berminggu-minggu. Mudah-mudahan kerjasama Pemkab Karanganyar dengan Univ. Muhammadiyah Surakarta akan terus berlanjut dengan baik dalam hal apapun.
“ Saya tau betul bagaimana perjuangan mahasiswa ini untuk berangkat kejuaraan, bahkan dari tahun ke tahun selalu mendampingi saat mengikuti kejuaraan”, jelasnya.
Sementara Kadisparpora Karanganyar Titis Sri Jawoto yang pada kesempatan ini hadir mewakili Bupati Karanganyar mengaku sangat terkesan dengan tampilan dari Marching Band UMS, ia mengaku baru pertama ini melihat pagelaran Marching Band dan sangat terkesima.
“ Silahkan gunakan fasilitas yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Karanganyar, kami hanya bisa memfasilitasi agar anak anak yang memiliki bakat bisa berkembang bakatnya dan nantinya Karanganyar juga ikut semakin dikenal banyak orang. Banyak event besar digelar di GOR RM Said ini “, jelasnya.
Diakhir sambutan, Kadisparpora juga turut mengucapkan selamat bertanding kepada Marching Band UMS. Semoga nanti di Jakarta mendapkan hasil yang maksilam dan menggembirakan.(Ard)

Bupati Karanganyar saat memberikan hadiah bagi para pemenag loma lari Siksorogo yang digelar di Bukit Sekipan Tawangmangu, Minggu(08/12/19).
Karanganyar – 8 Desember 2019
Kejuaraan dengan taraf Nasional Lari Siksorogo di gelar di Kabupaten Karanganyar, kawasan wisata di Kecamatan Twangmangu menjadi lokasi dan rute lomba lari ini, sebanyak hampir dari 800 peserta dari berbagai berbagai Kota ikut andil meriahkan gelaran ini yang bertempat di Bukit Skipan Tawangmangu, Minggu(08/12/19).
Lomba lari yang di bagi menjadi beberapa kategori ini berhasil menyedot animo penggila lari jarak jauh dari berbagai kota di Indonesia. Banyak komentar positif hampir dari semua peserta. Dengan semangat membara para peserta mempunyai jargon “ CAPEK ITU APA” yang menjadi pemicu semangat peserta.
Hasil peraih juara dalam lomba lari siksorogo kali ini sebagai berikut :
50K male
50K female
30K male
30K female
15K male
15K female
Sementara Bupati Karanganyar yang hadir dalam penyerahan medali bagi para pemenang, orang nomor satu di Bumi Intanpari itu berjanji akan mensupport kegiatan ini di tahun depan. Harapanya event ini menjadi Internasional bukan hanya Nasional.(Tgr/Ard)

Karanganyar – 23 November 2019
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mempromosikan sejumlah destinasi wisata dan kuliner khas Karanganyar bertepatan dengan acara Panggung Gembira Indosiar yang diselenggarakan di Alun-Alun Karanganyar, Sabtu (23/11/2019).
Stand-stand kuliner khas lokal turut dihadirkan seperti stand soto rempah, dawetku Karanganyar, gethuk take, Kopi Lawu, dan sate kelinci.
Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyampaikan, melalui event skala nasional dapat mengenalkan beberapa destinasi wisata unggul dan kuliner khas yang ada di Bumi Intan Pari.
“Saya berterima kasih, dengan adanya acara ini bisa memperkenalkan obyek wisata di Karanganyar dan beberapa kulinernya,” katanya.
Sementara itu, Founder Komunitas Rumah Seduh Lawu, Aditya mengatakan, hingga saat ini penyebaran kopi lawu masih terhitung stagnan. Perlu adanya strategi inovatif untuk mempromosikan kopi lawu sehingga bisa terkenal di kancah nasional hingga dunia.
Selain melakukan pengembangan secara mandiri, pihaknya juga telah melakukan pembicaraan dengan Pemkab Karanganyar untuk menjadikan kopi lawu sebagai komoditas khas Karanganyar.
“Rasa kopi itu ditentukan dari biji yang dihasilkan petani.
Kami ingin mengadakan workshop untuk meningkatkan kualitas biji kopi yang dihasilkan petani,” ujarnya.
Perlu diketahui sebelumnya, Panggung Gembira Indosiar berlangsung selama dua hari, mulai hari ini hingga Minggu (24/11/2019). Acara dimulai pukul 07.30 hingga pukul 10.30. Beberapa artis kenamaan turut memeriahkan acara di antaranya, Sodiq, Ilir7, Elvy Sukaesih, dan Rita Sugiarto. Turut tampil dalam panggung gembira penampil lokal seperti Lawu Percussion.(Ard/Tgr)


