Category: Pariwisata

IMG-20211009-WA0056

Menparekraf Sandiaga Uno Serahkan Secara Langsung Piagam Penghargaan Desa Wisata Sumberbulu

KARANGANYAR – Bupati bersama Wakil Bupati Karanganyar serta jajaran Forkopimda Kabupaten Karanganyar menyambut kedatangan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno dalam kunjungannya di Desa Wisata Sumberbulu Kec. Mojogedang Kabupaten Karanganyar, Sabtu(9/10/21).

Kedatangan Menparekraf Sandiaga Uno di Desa Sumberbulu dalam rangka meninjau secara langsung Desa Wisata tersebut sekaligus melakukan penilaian bersama Tim Dewan Juri. Kunjungan dan penilaian tersebut merupakan rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Kemenparekraf terhadap Desa Wisata yang telah berhasil masuk ke dalam 50 besar Desa Wisata terbaik se-Indonesia untuk menuju ke tahap selanjutnya.

Dalam kunjungannya, Menparekraf Sandiaga Uni datang dengan mengendarai delman dan disambut dengan iringan tari lesung. Dalam prosesi penyambutan tersebut Bupati Juliyatmono sempat berbalas pantun.

Desa Wisata Sumberbulu mulai dirintis pada tahun 2017 dengan berbagai potensi yang dimiliki seperti daya tarik wisata, kesenian dan kebudayaan diantaranya yang paling unik dan menarik adalah kriak (lukisan). Kriak merupakan kreasi berbentuk mural dari bahan limbah yang dimuncul dari gagasan seorang mahasiswa yang kemudian mengajak anak-anak dan kaum millenial di Desa Wisata Sumberbulu untuk belajar membuat kreatifitas tersebut. Hasil krearifitas ini sempat menarik perhatian dari Menparekraf yang kemudian memesan 1 (satu) buah mural dengan tema ikon 50 Desa Wisata Terbaik yang rencananya akan dijadikan backdrop pada kesempatan Konferensi Pers Pengumuman ADWI pada tanggal 7 Desember nanti di Jakarta.

Dalam kesempatan itu Menparekraf Sandiaga Uno menyerahkan Piagam Penghargaan sekaligus menandatangani prasasti yang menandai bahwa Desa Wisata Sumberbulu sebagai salah satu dari 50 Desa Wisata terbaik se-Indonesia. Selain itu, Desa Wisata Sumber Bulu juga mendapatkan reward berupa bantuan akses internet selama 1 (satu) tahun serta Program Pendampingan CHSE berkaitan dengan penerapan protokol kesehatan akan di bina langsung oleh Prof. Fatma Lestari dan para ahli dari mahasiswa S3 Universitas Indonesia agar Desa Wisata Sumberbulu segera mendapat CHSE.

Bupati Juliyatmono menyampaikan bahwa salah satu potensi daya tarik wisata di Desa Sumberbulu ini yaitu adanya sumber mata air yang berada di Sendang Bulu. “ Ini menjadi berkah bagi masyarakat Sumberbulu “.

Bupati juga berharap semakin banyak kreatifitas lain dalam upaya mengembangkan Desa Wisata ini dan berharap ke depan banyak agenda dan event wisata tingkat nasional yang dapat dipelopori dan diselenggarakan dari Desa Wisata Sumberbulu ini. Demikian DISKOMINFO(Ard/Tgr).

Read More
DSC_6477

Intanpari Water Park Akan Segera Di Bangun

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar H. Juliyatmono didampingi Sekda Karanganyar Sutarno hadiri peletakan batu pertama akan dibangunnya wahana Water Park di kolam renang Intanpari milik BUMD PUD Aneka Usaha, Jum’at(23/04/21).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar gelontorkan Rp. 2 miliar kepada PT Aneka Usaha selaku pengelola kolam renang Intanpari.Anggaran Rp2 miliar ini merupakan tahap awal dai total Rp20 miliar yang dibutuhkan untuk merevitalisasi kolam renang menjadi salah satu objek wisata di Karanganyar.

Usai melakukan peletakan batu pertama pembangunan kolam renang tertutup dan khusus bagi wanita yang berada di sisi barat kolam renang yang sudah ada, bupati Karanganyar Juliyatmono menyampaikan, kolam renang ini akan dibangun dan terintegrasi dengan pusat kuliner yang ada disekitar kolam renang. Untuk membangun Intanpari menjadi salah satu lokasi wsata andalan, ujar bupati, dibutuhkan anggaran yang cukup besar, yakni sekitar Rp20 miliar.

“Untuk tahap awal, kita akan bangun satu kolam lagi husus bagi wanita. Sedangkan disekitar kolam renang yang ada saat ini, kita akan bangun pusat kuliner serta pembangunana wahana air diseputar pesawat,” jelas bupati Jumat (23/04/2021).

Bupati menambahkan, khusus untuk kolam renang Intanpari, satu minggu sebelum lebaran sudah bisa dibuka. Untuk itu, bupati meminta agar protokol kesehatan harus diterapkan dengan ketat. “Sebelum lebaran, kolam renang dibuka. Protkol kesehatan dijaga, pengunjung juga terbatas,”kata dia.

Sementara itu, Direktur PT Aneka Usaha Samidi mengungkapkan, konsep pengembangan Intanpari akan dilakukan secara bertahap. Saat ini, Samidi menuturkan, akan melakukan perbaikan di sekitar kolam renang, pembagunan wahana baru, pengecatan pesawat serta pembangunan kolam renang baru. “Kolam renang ini sudah 33 tahun belum pernah direnovasi. Kita lakukan penataan dulu,”jelasnya.  Demikian DISKOMINFO(Ard/Tgr).

Read More
DSC_3477

Situs Perjanjian Gianti Akan Segera Dibangun Sebagai Objek Wisata

 

Bupati Karanganyar saat memberikan cindera mata kepada Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi atau putri dari Sri Sultan Hamengkubuwono X yang hadir dalam acara Napak tilas 266 tahun situs perjanjian Gianti.

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar H. Juliyatmono didampingi Sekda Karanganyar Sutarno, M.Si dan beberapa Kepala OPD hadiri peringatan Napak tilas 266 tahun situs perjanjian Gianti di Desa Jantiharjo Karanganyar.

Perayaan napak tilas 226 tahun situs perjanjian Gianti kalinini dihadiri pula Paniradya Kaistimewan Yogyakarta yang juga turut hadir dalam kegiatan ini di situs Perjanjian Giyanti yang terletak di Lingkungan Kerten Kelurahan Jantiharjo Kecamatan/Kabupaten Karanganyar pada Sabtu (13/2/2021).

Suasana acara peringatan ke-266 Perjanjian Giyanti siang itu tampak sederhana. Sangat berbeda dengan acara napak tilas pada tahun sebelumnya layaknya suasana pasar malam. Pasalnya sebelumnya adanya pandemi, stand kuliner dan mainan selalu berjajar rapi di jalan kampung.

Selain itu perayaan pada tahun sebelumnya juga digelar pada malam hari dan disertai gunungan arum manis dan brondong yang identik dengan UMKM warga Kerten. Kendati digelar secara sederhana, ada yang istimewa dalam peringatan perjanjian Giyanti kali ini yakni hadirnya Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi atau putri dari Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Lurah Jantiharjo, Agus Cahyono menyampaikan, karena masih dalam situasi pandemi, acara napak tilas digelar saat siang hari. Berbeda dengan peringatan sebelumnya yang digelar pada malam hari.

“Karena pandemi acara digelar siang hari. Rebutan gunungan juga ditiadakan,” katanya.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan, tempat ini merupakan tempat bersejarah kaitannya dengan pembentukan wilayah antara Surakarta dengan Yogyakarta pada zaman dulu.

“Semoga peringatan Perjanjian Giyanti ini membangkitkan semangat kita mencintai wilayah kita secara umum mencintai Indonesia. Kita kan kelola tempat ini antara Pemkab Karanganyar dengan Yogyakarta,” ucapnya.

Menurutnya, perlu adanya penataan lokasi ini supaya menjadi tempat edukasi bagi siapapun. Oleh karena itu perlu adanya penambahan berupa bukti-bukti dari Perjanjian Giyanti.

“Tempat ini untuk belajar sejarah. Ojo digawe wingit (keramat),” terangnya.

KGR Mangkubumi mengungkapkan, menyambut baik adanya peringatan Perjanjian Giyanti ini. Apabila memang diperlukan adanya penataan, dia berharap dapat ditata sesuai aturan.

“Tidak perlu mewah tapi lokasi ini hidup. Masyarakat faham sejarah dan filosofinya. Suaya tidak kepaten obor. Kita harus tahu asal usul kita,” ungkapnya.

Dia menuturkan, antara Pemkab Karanganyar dan Pemerintah DIY dapat saling memberikan informasi dalam rangka mengedukasi kepada masyarakat.

“Sebenarnya apa itu Perjanjian Giyanti, sejarahnya bagaimana, maknanya apa, flosofinya apa. Saya sendiri juga masih belajar. Masih banyak yang belum tergali tentang Perjanjian Giyanti,” pungkasnya.

Demikian DISKOMINFO (Ard/Tgr)

Read More
IMG-20201220-WA0041

” Inshoku-iki Resto “, Sajikan Menu Masakan Jepang di Tawangmangu

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono didampingi Ahmad Mudhor dan Ibu Menik selaku owner Inshoku-Iki Resto juga Forkopimda saat menandatangani prasasti sebagai tanda diresmikannya Resto.

KARANGANYAR – Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar serta segenap Forkopimda dan juga beberapa kepala OPD hadiri Launching Resto Inshoku-Iki di Desa Blumbang Tawangmangu, Minggu(20/12/20).G

Geliat maraknya resto di sekitaran lereng Gunung Lawu Tawangmangu kini semakin lengkap dengan hadirnya Inshoku-Iki Resto.

Resto baru milik Ahmad Mudhor yang juga Kepala Kejaksaan Negeri Karanganyar itu hadir dengan design yang cukup menarik.

Berawal dari memori ketika jalan-jalan ke Tawangmangu di tahun 2011, Ahmad Mudhor bersama istri berencana ingin mempunyai usaha, awalnya ingin di Kaliurang Yogyakarta, namun ternyata jodohnya malah buka di Tawangmangu, “jelas Ahmad Mudhor”.

Maka terpikir untuk mendirikan resto di Tawangmangu, setelah melihat lihat lahan maka tertarik dipinggir jalan Desa Blumbang untuk membuka resto yang kami beri nama Inshoku-Iki, pungkasnya.

Dikerjakan selama 3 bulan, resto dengan konsep modern resto ini harapannya bisa menarik minat kaum muda mudi untuk singgah menikmati makanan dengan pemandangan dan udara yang sejuk.

Mudah-mudahan bisa memberikan tambahan variasi resto di Tawangmangu untuk menambah geliat wisata di Kabupaten Karanganyar.

Ibu Menik, istri orang nomor satu di Kejaksaan Negeri Karanganyar yang juga selaku owner, mengaku Nama inshoku-iki ini lahir dari candaan bahasa Jawa sang suami “isoku iki” yg artinya bisaku ini, dengan mengusung menu masakan Jepang , Resto dengan nama Jepang yang mempunyai arti rumah makan dan minum ini kedepannya akan memasukkan menu western, Turki bahkan India agar masyarakat juga bisa merasakan menu-menu negara lain di Tawangmangu saat singgah di Inshoku-Iki Resto ini.

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono saat memberikan sambutan sekaligus meresmikan Resto Inshoku-iki , pemerintah merasa bangga karena akhirnya Bapak Ahmad Mudhor dan Ibu Menik sudah menjatuhkan pilihan untuk berinvestasi di Karanganyar, mudah-mudahan laris manis dan bisa membawa berkah untuk semuanya.

Bupati Juliyatmono juga mengingatkan agar semua elemen masyarakat dan juga pemerintah harus bisa saling bahu membahu mempromosikan untuk kabupaten Karanganyar.

Sebelum meresmikan dengan menandatangani prasasti dan juga memotong pita sebagai simbol resmi dibukanya resto  ini, Bupati memberikan slogan Dengan Resto Inshoku-Iki Sehat, Enak, Berkah dan Sukses.

Demikian DISKOMINFO (Ard/Tgr)

Read More
IMG_20201025_235140

Wisata Lembah Dungde Ramaikan Persaingan Wisata Di Karanganyar

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar H. Juliyatmono hadir sekaligus meresmikan Wisata Lembah Dungde (WLD) di Dukuh Mlilir dan Dukuh Pucung, Desa Gentungan, Kecamatan Mojogedang, Minggu(25/10/20).

Desa Wisata Lembah Dungde (WLD) di Dukuh Mlilir dan Dukuh Pucung, Desa Gentungan, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar menawarkan paket wisata perdesaan.

Satu lagi desa di Kabupaten Karanganyar menawarkan wisata alam khas perdesaan. Tiga RT yakni RT 001, RT 002, dan RT 003/RW 013 di Dukuh Mlilir dan Dukuh Pucung, Desa Gentungan menawarkan wisata khas perdesaan. Wisata menawarkan pemandangan alam, yakni tol sawah atau disingkat Tolsa di Lembah Dungde, tubbing di Kali Kayen, dan petik buah di kebun jeruk lemon California.

Ada wisata edukasi, yaitu tanam padi organik dan panen padi, tanam jamur, pelihara kambing, kerajinan tas dari plastik, dan rumah tiwul dan nasi jagung. Wisatawan yang ingin memanjakan lidah dengan penganan, makanan, dan minuman tradisional dapat berkunjung ke Pasar Ciplukan. Pasar tiban dengan konsep zaman dulu buka setiap Minggu pukul 07.00 WIB hingga 14.00 WIB.

Untuk menikmati wisata tersebut, pengelola Desa WLD menyiapkan paket wisata khusus. Wisatawan cukup mengeluarkan Rp100.000 hingga Rp130.000 per orang. Fasilitas yang ditawarkan termasuk homestay di rumah penduduk satu hari satu malam, makan dua kali dan snack.

“Paket Rp100.000 itu bisa memilih tiga tempat wisata, homestay, dan makan. Paket Rp130.000 itu kami tambah belajar bermain gamelan pada malam hari. Silakan datang, kami layani sesuai kebutuhan. Bisa mengambil paket atau langsung ke objek wisata yang dituju,” kata Ketua Desa WLD, Mulyono, saat berbincang dengan wartawan di Pasar Ciplukan, Minggu (23/10/2020).

Desa WLD berdiri setahun ini. Desa wisata tersebut dirintis warga setempat. Mulyono, menyampaikan masing-masing objek wisata tersebut dikelola oleh kelompok sadar wisata (pokdarwis). Lantas, pokdarwis tersebut menginduk kepada Desa WLD. Seluruh objek wisata di Desa Gentungan itu sudah berjalan setahun terakhir, tetapi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar baru meresmikan pada Minggu. Bupati Karanganyar, Juliyatmono, meresmikan desa wisata tersebut dengan menandatangani prasasti.

“Semua [objek wisata] itu inisiatif warga. Tujuan awal kan untuk memberdayakan masyarakat. Objek wisata berkembang. Pasar Ciplukan itu terbaru, tiga bulan ini berjalan,” tutur dia.

Salah satu warga Dukuh Mlilir, Nur, berjualan pecel gendar, buah-buahan, dan minuman di Pasar Ciplukan. Dia mengaku mendapat tambahan penghasilan sejak membuka usaha satu kali dalam sepekan di pasar tiban. Pada hari biasa Nur berjualan bubur.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mendukung upaya masyarakat meningkatkan kesejahteraan dengan memanfaatkan potensi alam. Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Karanganyar itu mendorong masyarakat mengembangkan wisata sesuai potensi.

“Kami siap memberikan dukungan sesuai kebutuhan. Semua yang ada di desa itu bisa untuk wisata. Orang sinau kehidupan silakan ke sini. Apapun ada di Karanganyar,” tutur Bupati saat memberikan sambutan sebelum meresmikan Desa Wisata Lembah Dungde. Demikian DISKOMINFO(Ard/Tgr)

Read More
DSC_6210

“Smart Village Nusantara” Desa Kemuning Siap Bersaing Di Era Digital

 

KARANGANYAR – Desa Kemuning Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar menjadi pilot project program Smart Village Nusantara, selain Desa Pangandaran Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran.

Program dari PT Telkom tersebut secara simbolis diresmikan oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Balai Desa Kemuning pada Kamis (1/10/2020). Dalam acara tersebut turut hadir pula Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie Setiadi, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo serta Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Direktur Enterprise and Business Service PT Telkom Indonesia Edi Witjara menyampaikan, pemilihan Desa Kemuning dan Pangandaran sebagai pilot project program Smart Village itu melalui hasil penilaian dan survei oleh pihak PT Telkom.

Dari aspek Sumber daya Manusia (SDM), potensi maupun dari infrastruktur dua desa itu dinilai siap menjadi pengembangan pilot project program smart village.

“Ada banyak desa yang mengajukan proposal untuk ikut piloting program ini. Tapi ada dua yang terpilih, yakni Desa Kemuning dan Desa Pangandaran, karena memenuhi kriteria yang ditetapkan. Ada banyak kriteria yang harus dipenuhi, untuk bisa menjadi smart village,” katanya usai acara launching, Kamis (1/10/2020).

Bupati Karanganyar Juliyatmono menyambut baik atas terpilihnya Desa Kemuning sebagai pilot project Smart Village.

“Semoga ini menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk lebih maju dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain,” terangnya.

Wamendes PDTT, Budi Arie Setiadi mengungkapkan, desa memiliki kekuatan ekonomi baik itu sektor pertanian, perikanan dan pariwisata. Apabila hal itu dikelola dengan baik tentu akan memajukan desa tersebut.

“Desa adalah masa depan Indonesia. Tapi desa maju harus punya tiga ciri, ada anak mudanya, SDM-nya kreatif dan ada partisipasi masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu menurut Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, program Smart Village Nusantara akan membuka jendela dunia bagi kemajuan desa. Program ini dapat memberikan dampak positif terhadap pemerintahan desa seperti mempermudah tata kelola administrasi desa, meningkatkan Ekonomi melalui digitalisasi, dan menaikkan tingkat keamanan desa.

“Ini (program) harus ada dukungan semua pihak. Termasuk adanya partisipasi dari SDM-nya untuk mengantisipasi perubahan yang bergerak cepat,” jelasnya. Demikian DISKOMINFO (Ard/Tgr/Ang)

Read More
DSC_1803

Embung Setumpeng Siap Ramaikan Wisata DI Kabupaten Karanganyar

 

Bupati Juliyatmono saat mendangi Pimpinan Cabang BRI Karanganyar saat penyerahan bantuan CSR sebanyak 113 juta, Kamis(13/08)

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar H. Juliyatmono hadir sekaligus meresmikan wisata desa Embung Setumpeng di Dusun Ngampel Rt.07 Rw.15 Desa Gentungan Kecamatan Mojogedang, Kamis(13/08/20).

Hadir pula anggota DPRI RI dari komisi IV fraksi partai kebangkitan bangsa Luluk Nur Hamidah, M.Si, M.Pa, juga Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Holtikultura Ibu Yuli Sri Wilanti, S.Pi, M.P.

Bekerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia(BRI) juga yayasan Pupuk Kaltim, warga Desa Ngampel Gentungan yang tergabung dalam Kelompok Sadar wisata (POKDARWIS) dan juga GAPOKTAN Tani Mulyo I sepakat membangun argo wisata yang diberi nama Wisata Embung Setumpeng.

CSR yang di berikan BRI pun tidak tanggung-tanggung, bantuan senilai 113juta diserahkan kepada Kepala Desa Gentungan untuk dibangun gasebo dan kamar mandi sebagai fasilitas di dalam area wisata Embung Setumpeng. Selain itu BRI juga memberikan syarat KUR bagi warga yang ingin membuka usaha di dalam wahana wisata.

Sementara itu, yayasan Pupuk Kaltim yang sudah sejak lama membina GAPOKTAN di Desa Gentungan mengaku sangat antusisas lantaran petani beras organik di Desa Gentungan sudah semakin sukses dan berhasil. “ Program ini sangat mendorong perekonomian yang berbasis desa, ketahanan pangan serta kemandirian pangan melonjak naik 16,3 persen. Bahkan petani merupakan penolong negeri Indonesia ini sudah sejak jaman dahulu “, ungkap Hasyim Kepala Desa  Gentungan.

Dengan dibangunnya Wisata Desa Embung Setumpeng ini bertujuan untuk mendorong perekonomian yang berbasis desa untuk warga Desa Gentungan dengan meningkatkan Inovasi agar masyarakat tidak bosan berkunjung di Wisata Desa Embung Setumpeng.

“ Besar harapan kami Embung Setumpeng ini bias ikut andil meramaikan wisata yang ada di Kabupaten Karanganyar “, jelas Camat Mojogedang Eko Joko Isanto.

Sedangkan menurut Yuli Sri Wilati Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Holtikultura, menggagas pertanian untuk menjadi lebih produktif agar bisa menghasilkan pertanian yang memuaskan memang perlu ditangani secara konsiten dan benar.

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengaku sangat mengapresiasi program binaan warga Desa Gentungan ini, warga sudah sangat pandai dalam menggerakkan bagaimana senang bertani sambil berwisata. Bangga akan produk milik pribadi, bisa menggerakkan belanja ke tetangga sendiri agar perekoniomian bisa tumbuh dengan baik.

“ Saya bantu sebesar 200 juta untuk membangun Wisata Desa di Embung Setumpeng ini agar bisa jauh lebih tertata dan lebih bagus lagi “, jelas orang nomor satu di bumi Intanpari ini.

Peresmian ditandai dengan Pemotongan Tumpeng dan dibuka dengan Tari Sarung yang dipersembahkan oleh SDN 02 Mojogedang. Peresmian disertai dengan Sosialisasi kepada Klaster Pedagang dan Kelompok Tani Mulyo I di Kecamatan Mojogedang dan juga penebaran benih ikan di lokasi Embung. DISKOMINFO(Ard/Tgr/Rr/Ags)

Read More
DSC_6376

Belajar Penerapan New Normal, Komisi II DPRD Kab. Pacitan Sambangi Kabupaten Karanganyar

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Agus Cipto Waluyo didampingi Supramnaryo Staf Ahli Bupati bidang Ekonomi dan Keuangan saat menyerahkan cindera mata kepada Ketua DPRD Kab. Pacitan, Kamis(25/06/20).

 

KARANGANYAR – Asisten Perekonomian dan Pembangunan Agus Cipto Waluyo menyambut kunjungan kerja Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) Kabupaten Pacitan Provinsi Jawa Timur di ruang Podang I kantor Bupati Karanganyar pada, Kamis(25/06/20).

Mewakili Bupati Karanganyar yang berhalangan hadir, Agus Cipto Waluyo selaku Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Karanganyar dalam pidato sambutannya sampaikan bahwa saat ini Kabupaten Karanganyar sudah memulai untuk penerpan tatan kehidupan new normal.

“ Semua sektor wisata sudah dibuka oleh Bupati kecuali wisata air seperti kolam renang, ini tercantum dalam Perbup No.58 Tahun 2020 “, jelas Asisten II Agus yang akrab disapa ACW.

Sementara itu, Indarta Nur Bayu Aji Ketua DPRD Kab. Pacitan menjelaskan maksud dan tujuan kunjungannya kali ini untuk belajar bagaimana mengelola kembali semuanya ketiak sudah memutuskan untuk menerpakan new normal di Kabupaten Karanganyar ini. Harapannya akan ada kerjasama antara pemerintah Kabupaten Karanganyar dengan Kabupaten Pacitan. Agar kami bisa belajar bagaimana penanganan dan pencegahan covid-19 di Kabupaten Karanganyar sehingga walau sudah dibuka semua sektor wiasata namun jumlah pasien yang terpapar relatif sedikit.

“ Di Pacitan wisata paling terkenal kan pantai dan goa, saat ini baru 8 pantai yang sudah buka, lainnya masih menunggu keputusan pemerintah. Tadinya mau tanggal 18 Juni ini diumumkan untuk memasuki tatan kehidupan new normal juga di Pacitan, namung karena malah bertambah banyak warga yang terpapar covid-19 di Pacitan jadi diundur untuk dibukanya semua obyek wisata di Pacitan ‘, jelasnya.

Ali Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pacitan. Kami ingin belajar bagaimana penanganannya, bagaimana penerapan protokol kesehatannya di semua tempat wisata ketiak mulai di buka kembali oleh pemerintah.

ACW yang mewakili Bupati menjawab, diberlakukannya tatan new normal ini tertulis dalam Perbup No.58 Tahun 2020. Selain dalam Perbup itu mengatur undang-undang yang harus dipatuhi semua elemen di Kabupaten Karanganyar, di dalam Perbup juga dijelaskan sanksi yang akan diterima jika melanggar. ACW juga menjelaskan presentasi pasien di Kabupaten Karanganyar yang positif terpapar covid paling banyak adalah jama’ah klaster Gowa, dan ASN yang kerja di Solo namun domisi di Karanganyar.

Semua tempat wisata yang sudah buka harus menerapkan potokol kesehatan, dan inipun selalu dipantau oleh Dinas Pariwisata dan pihak keamanan oleh Satpol PP, imbuhnya. DISKOMINFO(Ard/TGR)

Read More
DSC_6218

Berencana Ingin Bagikan 1000 Face Shield Di Karanganyar, NETRA TRANS Malah Diajak Bersinergi Dengah Pemkab Karanganyar

 

Perwakilan NETRA TRANS saat berfoto dengan Bupati Karanganyar H. Juliyatmono yang didampingi Asisten  Pemerintahan dan Kesra juga Kepala Diskominfo usai audiensi, Selasa(23/06/20).

KARANGANYAR – Bupati Karanganyar H. Juliyatmono didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala Diskominfo, Kabag Kesra, dan Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Karanganyar hadiri Audiensi dengan NETRA TRANS di rumah dinas Bupati Karanganyar pada , Selasa(23/06/20).

Sebagai perusahaan yang bergerak dibidang transportasi, NETRA TRANS yang berdomisili di daerah Colomadu ini akan mengadakan kegiatan Corporate Social Respocibility (CSR) dengan akan membagikan 1000 face shield di Kabupaten Karanganyar yang rencananya akan ditujukan untuk para pengelola tempat wisata di Karanganyar dan untuk tenaga kesehatan di Kabupaten Karanganyar.

Bupati Karanganyar Juliyatmono menyambut hangat program CSR dari NETRA TRANS ini, beliau malah langsung seketika menjawab kapan siapnya langsung akan kami realisasikan dengan mengundang semua unsur yang akan diberi face shield itu.

“ Kapan siapnya, saya yang akan mengundang siapa saja pihak yang akan diberi dan diacarakan resmi di pendopo rumah dinas Bupati “, jelas Bupati Juliyatmono.

Bahkan dalam perbincangan hangat ini, Bupati Juliyatmono berharap ada sinergi kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Karanganyar dengan pihak NETRA TRANS. Orang nomor satu di bumi Intanpari ini mengingikan ada Bus Wisata di Karanganyar, dan berharap NETRA TRANS mau bekerjasama dengan Pemkab.

“ Sediakan Bus Wisata yang bagus brendingnya, nanti start di Terminal Wisata Karangpandan dan mengantar wisatawan ke lokasi wisata yang ada di Karanganyar. Pemkab nantinya akan mewajibkan semua bus pariwisata yang membawa wisatawan masuk ke Karanganyar untuk berhenti semua di Terminal Wisata Karangpandan, kemudian menuju akses lokasi wisata harus menggunakan bus wisata itu. Dan nantinya Pemkab akan menggratiskan pajak bus milik NETRA TRANS yang digunakan untuk bus wisata ini selama setahun “, jelas Bupati Juliyatmono.

Perwakilan NETRA TRANS menyambut gembira mengenai program Pemerintah Kabupaten Karanganyar yang disampaiakan langsung oleh Bupati Juliyatmno, nantinya program ini akan langsung kami sampaikan ke pimpinan, terang perwakilan NETRA TRANS saat di temui tim liputan. DISKOMINFO(Ard/Tgr)

Read More
DSC_4683

Sektor Pariwisata Karanganyar Disiapkan Mengikuti Lomba Inovasi Dalam Penyiapan Tatan Normal Baru Produktif dan Aman covid-19

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono saat mengahdiri video conference koordinasi persiapan Lomba Inovasi Dalam Penyiapan Tatan Normal Baru Produktif dan Aman covid-19 di ruang SIC Dinas Kominfo, Jum’at(29/05/20)

KARANGANYAR – Bertempat di ruang Samber Nyawa Information Centre(SIC) kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karanganyar, video conference terkait koordinasi akan diselenggarakannya Lomba Inovasi Dalam Penyiapan Tatan Normal Baru Produktif Dan Aman covid-19 bersama Kemendagri, Kemenkeu, Kemenkes, BNPB, dan ketua gugus covid digelar, Jum’at(29/05).

Vodie Conference terkait koordinasi penyelenggaraan lomba ini dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. “Ada 7 sektor yang akan dilombakan, yaitu pasar tradisional, pasar modern, restoran, hotel, PTSP, tempat wisata, dan transportasi umum “, jelas Tito.

Adapun kriteria yang dinilai antara lain adalah kesesuaian dengan protokol covid-19, aplikatif atau replikasi, kreatifitas atau kebaharuan, dan kerjasama(kolaborasi). Menurut Tito lomba ini tidak bisa dikerjakan secara mandiri di daerah, harus melibatkan semua unsur terkait agar kriteria penilaian bisa terpenuhi. Nantinya lomba inovasi yang berakhir tanggal 8 Juni ini akan dinilai oleh Kemendagri, Kemenkes, Kemenkeu, Kemenpar dan Gugus Covid-19 pusat setelah melalui tahap penjaringan, pengukuran indeks, presentasi, dan validasi lapangan.

Dengan ketentuan penilaian, video harus merupakan simulasi riil New Normal ditempat objek yang dibuat pada 7 sektor yang dilombakan di daerah masing-masing. Bahkan lomba ini sudah ditentukan bobot penilaiannya. Penilaian kesesuaian dengan protokol covid-10 berbobot (40%), penilaian aplikatif/replikasi berbobot (30%), penilaian kreatifitas dan kebaharuan berbobot (20%), sedangkan untuk penilaian kerjasama/kolaborasi berbobot (10%).

Whisnutama selaku Menteri pariwisata dan ekonomi kreatif sampaiakn bahwasanya pentingnya meningkatkan standar masyarakat kita agar sema terlebih dahulu dengan negara-negara yang sudah bangkit dari covid-19 ini dengan new normal. Bahkan Whisnutama juga sampaikan untuk sektor pariwisata akan diterapkan dengan baik tahapan-tahapan protokol kesehatannya.

“ Nantinya bukan hanya diterapkan di tempat wisata, namun juga akan diterapkan di restoran dan hotel”, jelas mantan direktur utama NETT TV itu. Harapannya daerah yang mengikuti lomba bisa sesuai dengan protokal yang kami inginkan sebagai penilai.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementrian Kesehatan melalui Dirjen Kesmas mengaku sangat mendukung adanya lomba inovasi ini, namun perlu diketahui bahwa 7 sektor yang dilombakan merupakan sektor yang sangat krusial karena 7 sektor ini sangat erat dengan meningkatnya ekonomi daerah, baiknya lebih diutamakan terlebih dahulu bagaimana memahamkan masyarakat mengenai persiapan kehidupan New Normal ini agar masyarakat siap dengan gaya hidup baru yang lebih sehat.

Bupati Karanganyar H. Juliyatmno yang hadir dalam video conference didampingi Sekda Karanganyar Sutarno dan beberapa kepala OPD terkait mengaku antusias dengan lomba inovasi ini, bahkan orang nomor satu di bumi Intanpari ini mengaku tertarik akan mengikuti lomba inovasi ini di sektor pariwisata.

“ Karanganyar kan sudah dikenal banyak orang dengan wisatanya, maka kami kan ikut lomba inovasi di sektor wisata “, jelas Bupati.

Banyak yang akan kita tonjolkan di presentasi penilaian nantinya. Selain harus sesuai dengan kriteria penialaian dari panitia pusat,kami juga akan menonjolkan betapa indahnya wisata di Karanganyar walau diterapkan dengan protokol covid-19, imbuh Bupati yang akrab disapa Yuli ini.

Demikian Diskominfo(Ard/Adt)

Read More