Category: Pariwisata

DSC_0113 copy

Festival Lampion Meriahkan Malam Jelang Hari Jadi

Karanganyar, Selasa (18/11/2014)

Warga memanfaatkan festival Lampion dengan berfoto, Senin (17/11) di seputar Alun-alun Karanganyar

Warga memanfaatkan festival Lampion dengan berfoto, Senin (17/11) di seputar Alun-alun Karanganyar

Gelaran Festival Lampion berlangsung meriah dan mendapat antusias ribuan warga Kabupaten Karanganyar yang datang dari berbagai sudut wilayah. Lampion-lampion itu merupakan hasil kreasi dari siswa siswi SMP, SMA, dan SMK di seluruh Kabupaten Karanganyar.

“Ini merupakan bentuk kreativitas yang berasal dari ide peserta didik. Dengan begitu, bakat dan minat bisa tersalurkan. Festival lampion ini juga bisa menjadi sarana hiburan bagi warga Bumi Intanpari,” kata Bupati Karanganyar Juliyatmono, saat membuka acara, Senin (17/11) malam di pelataran Alun-alun.

Dari hasil pengamatan, setiap stand festival memajang berbagai bentuk lampion. Seperti, ikan, bola, danmanusia. Pengunjung pun tak melewatkan berfoto di depan stand. “Senang bisa menonton festival lampion ini. Belum pernah ada seperti ini di Karanganyar, ya baru sekarang ini,” kata Arista, pengunjung dari Karangpandan.

Pengunjung dapat melihat-lihat 650 lampion di seputar alun-alun, yang dibuat oleh 140 peserta didik. Setelah itu menyaksikan tirakatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke 97. pd

Read More
DSC_0188 copy

Ribuan Warga Tumplek Blek Ikut Tirakatan

Karanganyar, Selasa (18/11/2014)

Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, saat memotong tumpeng di malam tirakatan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke 97, Senin (17/11) malam di pelataran alun-alun Karanganyar.

Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, saat memotong tumpeng di malam tirakatan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke 97, Senin (17/11) malam di pelataran alun-alun Karanganyar.

Malam tirakatan menjelang hari jadi Kabupaten Karanganyar ke-97 tahun dipadati ribuan warga yang datang dari berbagai tempat. Antusias terasa mulai pukul 18.30 WIB, arus lalu lintas mulai terasa padat.

Di jalan Lawu depan Makodim 0727/Karanganyar terjadi kemacetan. Kendaraan mobil maupun motor berjalan tersendat. Di jalur lambat di sisi kiri, dipenuhi parkir mobil. Tak hanya itu, di seputar kawasan alun-alun, di sisi timur, selatan, dan barat gedung Sekretariat Daerah Kabupaten juga terjadi kemacetan parah.

Menjelang pukul 21.30 WIB, sebelum pelaksanaan acara tirakatan di pelataran sebelah barat Monumen Gerakan Sayang Ibu (GSI), tumpeng-tumpeng dari berbagai Satuan Kerja peangkat Daerah (SKPD), Instansi vertikal, BUMD,maupun Ormas, Senin (17/11).

“Tumpeng-tumpeng itu berisi nasi uduk, ingkung, dan ubo rampe. Selain itu ada tambir dengan isi kacang rebus, pisang godog, dan ketela. Totalnya 97 tumpeng” ujar Sujarno, Ketua Panitia Tirakatan. Dia menambahkan tumpeng nasi kuning yang paling besar dari Muspida, dibuat dengan bahan beras sebanyak 40 kilogram, dengan tinggi 97 senti meter, ada juga dua ingkung besar ayam kampung dan ubo rampe.

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan,bertekad untuk mewujudkan Visi Misi, yang telah jabarkan dalam bentuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah tahun 2013-2018. “Melalui program-program yang kami wujudkan, di harapkan agar kualitas SDM di Kabupaten Karanganyar semakin baik, sehingga mampu mengolah Sumber Daya Alam menjadi Komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi dengan cara yang berbudaya,” kata Bupati Juliyatmono, saat memberikan sambutan.

Selain pelaksanaan yang berpusat di pelataran Alun-alun yang dihadiripara Pimpinan DPRD Kabupaten Karanganyar, Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, Muspida, Kepala SKPD, Camat, tokoh pendidikan, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Tirakatan juga di lakukan di seluruh RT di Kabupaten Karanganyar.pd

Read More
DSC_0026 copy

Pameran BCB, Tonjolkan Kearifan Lokal

Karanganyar, Jumat (14/11/2014)

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, saat meninjau pameran Benda Cagar Budaya, Jumat (14/11) pagi, di Gedung Wanita Karanganyar

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, saat meninjau pameran Benda Cagar Budaya, Jumat (14/11) pagi, di Gedung Wanita Karanganyar.

Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah mengadakan pameran, dengan mengangkat potensi kearifan lokal yang di miliki daerah. Dengan memamerkan benda cagar budaya yang ada, pengunjung dapat melihat dan mengetahui peninggalan sejarah.

Di wilayah Kabupaten Karanganyar banyak sekali terdapat peninggalan cagar budaya seperti benda-benda purbakala di Desa Ndayu, Kecamatan Gondangrejo. Peninggalan Candi Cetho, Candi Sukuh di kawasan Kecamatan Jenawi dan Kecamatan Ngargoyoso. Tak hanya itu, peninggalan situs Watu Kandang di Kecamatan Matesih, maupun tempat perjanjian Giyanti, di Dukuh Kerten, Desa Jantiharjo, Kecamatan Karanganyar.

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo mengatakan terdapat 37 warisan cagar budaya yang terdaftar di Kabupaten Karanganyar. “Banyak sekali peninggalan sejarah, sungguh luar biasa. Dengan adanya pameran ini kita bisa menjadi tahu dan pengingat adanya warisan budaya. Sehingga berwajiban untuk menjaga dan melestarikannya. Jangan sampai rusak maupun dirusak,” kata Rohadi Widodo, Jumat (14/11) pagi, disela-sela meninjau pameran.

Kepala BPCB Jawa Tengah, Sri Ediningsih mengatakan pada pameran di Gedung Wanita, dari tanggal 14-19 November 2014, masuk gratis, buka jam 08.00-17.00 WIB, meniru situs asli di Kabupaten Karanganyar.

“Pameran ini menonjolkan kearifan lokal dan rutin diadakan setiap tahun, tetapi keliling di Jawa Tengah. Sasarannya anak sekolah, maka juga dikemas menarik. Terdapat pula perpustakaan mini memajang buku-buku sejarah,” ujar Sri Ediningsih.

Replika yang dipamerkan mewakili masa pra sejarah, sejarah klasik, dan masa kolonial. Seperti replika manusia purba, kerbau purba, situs Watu Kandang, foto jaman dulu, alat telekomunikasi kuno, dan prajurit Pura Mangkunegaran.pd

Read More
festband (1)

Festival Band Tingkat Kabupaten Karanganyar Tahun 2014

festband (2)

Bupati Karanganyar Juliyatmono Memukul Drum Sebagai Pembuka Festival Band Pelajar dan Remaja

Bupati Karanganyar Juliyatmono membuka Festival Band Tingkat Kabupaten Karanganyar Tahun 2014 di Halaman Alun-Alun Kabupaten Karanganyar, minggu pagi (31/08). Adapun peserta festival band kali ini adalah para remaja dan pelajar di lingkup Karanganyar. Sebanyak 10 grup band tampil dalam grand final festival tersebut dari sebelumnya 18 grup band yang telah diaudisi pada tanggal 24 Agustus 2014 di Studio Musik Symponi Jumantono. ad

Read More
ppl (5)

Malam Puncak Putra Putri Lawu 2014

Setelah melalui beberapa tahapan seperti test tertulis, test wawancara, pembekalan, observasi objek wisata dan unjuk kemampuan akhirnya kemarin Sabtu malam 30 Agustus 2014 dilangsungkan Final Duta Wisata Putra Putri Lawu Kabupaten Karanganyar Tahun 2014 di Hotel Tamansari Karanganyar. Hadir dalam kesempatan itu Bupati, Wakil Bupati dan Dandim 0727 Karanganyar beserta SKPD di lingkup Pemkab Karanganyar. Tampak pula di kursi tamu undangan Duta Wisata se-Solo Raya.

ke sepuluh finalis berjuang untuk menjadi yang terbaik dalam puncak acara Putra Putri Lawu 2014 malam itu. Mereka harus menjawab pertanyaan dari ke-4 dewan juri yang diketuai oleh KRA. Djuritno Yudhoadiningrat dan sebagai juri kehormatan Siti Chomsiyah yang merupakan ketua TP PKK Kab. Karanganyar. Setelah kesemua finalis menyelesaikan sesi pertanyaan saatnya dewan juri memutuskan siapakah yang berhak menyandang Putra Putri Lawu 2014. Akhirnya setelah dewan juri rapat yang memakan waktu cukup lama terpilihlah para pemenang pada malam puncak Putra Putri Lawu Tahun 2014 ini. Berikut nama-nama pemenang tersebut :

Kategori Putra :                                                                                 Kategori Putri :

1. Fahriza Lutfiandi                              Juara I                             1. Rizka Ramana Putri

2. Yusuf Cahya Mahardika                Juara II                           2. Dyah Shina Sulistyaningrum

3. Muhammad Lutfi Febrianto        Juara III                         3. Dewinta Yekti Anugraheni

4. Yefta Andrea                                     Juara Intelegency      4. Noorma Lutfiana Aini

5. Tegar Tuanggana                             Juara Favorit                5. Maryastuti Novitasari

ad

ppl (1)

Bupati Karanganyar Juliyatmono Beserta Ibu Siti Chomsiyah dan SKPD Di Lingkup Pemkab Karanganyar

ppl (2)

Ibu Siti Chomsiyah dan KRA Djuritno Yudhoadiningrat, Dewan Juri Grand Final Putra Putri Lawu Tahun 2014

ppl (3)

Sepuluh Finalis Putra Putri Lawu Tahun 2014 Kabupaten Karanganyar

ppl (4)

Sekda Karanganyar, Samsi Saat Menyerahkan Hadiah Kepada Pemenang Pertama Putra Putri Lawu 2014 Kabupaten Karanganyar

ppl (5)

Putra Putri Lawu 2014 Kabupaten Karanganyar bersama Putra Putri Lawu 2013

Read More
sondokoro copy

Wisata Alam di Karanganyar, Inilah Tempat-Tempat Yang Menarik

Karanganyar, Selasa (29/07/2014)

Saat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1435 Hijriah berkumpul dengan keluarga untuk bersilaturahmi, tentunya akan meluangkan waktu bersama untuk berwisata ke berbagai tempat. Bagi keluarga yang akan berpergian untuk berwisata, dapat berkunjung ke Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Di tempat ini terdapat banyak objek wisata alami yang menarik berupa, wahana bermain, maupun air terjun.

Wahana di agro wisata sondokoro

Wahana di agro wisata sondokoro

1. Agrowisata Sondokoro
Tertelak di wilayah Kecamatan Tasikmadu, berjarak sekitar 12 kilometer dari Kota Solo. Merupakan tempat berrekreasi dengan keluarga yang mempunyai berbagai macam wahana permainan anak dan dewasa. Ditempat ini pula terdapat peninggalan kereta uap Teboe, Sakarosa, Gula yang melintasi kawasan Pabrik Gula Tasikmadu. Selain itu juga ada wisata edukasi melihat proses pembuatan gula.

Air terjun Jumog

Air terjun Jumog

2. Air Terjun Jumog
Nuansa alami dan pedesaan di kaki bukit Gunung Lawu menjadikan daya tarik di air terjun Jumog, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso. Sebelum sampai di air terjun, terlebih dahulu menuruni bukit sebanyak 116 anak tangga. Setelah itu, pengunjung di sambut dengan suara gemericik air yang mengalir dari air terjun Jumog, dan lingkungan masih asri dan bersih. Terdapat pula kolam renang dan makanan kuliner melengkapi destinasi wisata anda. Jarak dari pusat kota Kabupaten Karanganyar sekitar 15 kilometer.

3. Air Terjun Grojogan Sewu, Tawangmangu
Siapa yang tak kenal dengan tempat wisata yang sudah ada sejak lama. Air terjun Grojogan Sewu, di Kecamatan Tawangmangu menjadi andalan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Nuansa asri dan alami menjadi pilihan untuk berkunjung. Jika ingin menginap merasakan dinginnya udara Tawangmangu, maka jangan bingung. Karena terdapat banyak penginapan yang tersedia disana.

Hamparan daun teh di Kemuning

Hamparan daun teh di Kemuning

4. Kebun Teh, Kemuning
Hamparan kebun teh berada kaki Gunung Lawu, tepatnya di Kecamatan Ngargoyoso dan Kecamatan Jenawi dan suasana alami, jangan sampai dilewatkan. Bagi pecinta suasana alam, disinilah tepat yang tepat untuk berrekreasi dengan keluarga sekedar melepas penat. Warna hijau daun teh mengelilingi perbukitan dan bagi pecinta teh, dapat menikmati kehangatan minuman yang terbuat dari racikan pucuk daun yang beraroma harum itu.

5. Cemoro Kandang
Merupakan tempat untuk pendakian ke Puncak Gunung Lawu. Suasana dingin dan terkadang kabut mengelayut menuruni bukit di tempat itu, bisa menjadi salah satu pilihan untuk berwisata. Tidak hanya itu, namun ada juga kuliner yang tersedia disana seperti sate ayam, sate kambing, jagung bakar, dan minuman-minuman hangat.

6. Air Terjun Parang Ijo
Tempat wisata air terjun Parang Ijo terletak di Desa Girimulyo, Kecamatan Ngargoyoso. Wisata Parang Ijo menjadi andalan wisata baru bagi Kabupaten Karanganyar. Keindahan pesona wisata daerah perkebunan dan pertanian di lereng Gunung lawu begitu indah dan menarik bagi para wisatawan.

Read More
tmii (2)

Soto Rempah Khas Kabupaten Karanganyar

tmii (1)

Stand Kabupaten Karanganyar di Anjungan Jateng TMII

Karanganyar – Kabupaten Karanganyar lewat kuliner khasnya Soto Rempah mengikuti Kegiatan lomba produk unggulan khas Jawa Tengah yang digelar pada Sabtu hingga Minggu (21-22 Juni 2014) di Anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah.

Kegiatan ini dikemas dalam bentuk lomba masak bertujuan menawarkan berbagai produk unggulan hasil produksi masyarakat Jateng. Hal ini juga dimaksudkan untuk menarik minat wisatawan nusantara agar mau berkunjung dan menikmati kuliner khas provinsi Jateng.

Kegiatan lomba produk unggulan khas Jawa Tengah tersebut diikuti oleh 35 pemerintah kabupaten dan kota se-Jawa Tengah. Dengan mengambil tema “Melestarikan resep-resep Tradisional Kuliner untuk mendukung Kedaulatan Pangan dan Menggali Kreatifitas olah seni Produk Unggulan Daerah.”

tmii (3)

Ketua PKK Kab. Karanganyar, Siti Khomsiyah bersama tim lomba masak Kabupaten Karanganyar, TMII Jakarta Sabtu 21/06/2014

Siti Khomsiyah Ketua PKK Kab. Karanganyar mengatakan bahwa Kab. Karanganyar dalam lomba masak ini menyajikan beberapa menu antara lain Soto Rempah, egg roll ubi, talam labu kuning, kroket tales, pizza terong.

“dengan persiapan yang singkat kita memperoleh juara harapan 1 untuk kategori makanan soto dan kudapan, ini pencapaian yang luar biasa”, ujar Khomsiyah. Kami berharap kedepan akan memperoleh hasil yang lebih baik sekaligus persiapan akan lebih kami matangkan.

Dalam lomba ini Kab. Karanganyar memperoleh juara harapan 1 kategori makanan soto dengan nilai 76,8 dengan kriteria penilaian meliputi Orisinalitas, Cita Rasa, Keamanan dan Kreativitas. Dengan ini Kab. Karanganyar berhak memperoleh Trophi, Piagam dan Uang Pembinaan sebesar Rp. 2.500.000,- untuk masing-masing kategori yang dimenangi. Keluar sebagai juara 1 kategori makanan soto adalah Kabupaten Semarang dengan nilai 78,3. ad

Read More
Menhut-400×300

Menhut Sepakat Grojogan Sewu Dikelola Pemkab

Menhut-400x300Menteri Kehutanan (Menhut) Zulkifli Hasan sepakat jika pengelolaan objek wisata Grojogan Sewu diserahkan kepada Pemkab Karanganyar. “Saya setuju Grojogan Sewu nantinya bisa dikelola bersama dengan Pemkab Karanganyar. Karena ini juga untuk pemberdayaan pemerintah daerah,” katanya di hadapan masyarakat dan pejabat teras Pemkab Karanganyar saat berkunjung ke Tawangmangu, Senin (7/4).

Menurut Zulkifli, selama mengelola nanti, Pemkab tetap harus menggandeng pengusaha serta diminta untuk menggerakkan roda perekonomian daerah. “Nanti objek wisata ini harus ditata dengan baik agar seluruh komponennya juga menjadi terangkat,” ujarnya.

Dikatakannya, saat ini terdapat 50 wisata alam di Indonesia yang dikembangkan menjadi wisata edukasi, sebab lebih bermanfaat bagi semua pihak. Di antara objek wisata yang kini berkonsep wisata edukasi yakni Taman Nasional Komodo, Taman Nasional Wakatobi, dan Taman Nasional Panjangan diBali Barat.

“Komodo itu merupakan satwa purba yang hanya ada di Indonesia. Makanya banyak wisatawan yang berkunjung ke sana. Sebenarnya Indonesia ini sangat unggul dalam objek wisata. Tak ada yang lebih baik dari Indonesia. Nanti Grojogan Sewu biar bisa dikelola seperti itu,” jelas Zulkifli.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan sesegera mungkin akan menindaklanjuti pernyataan Menteri Kehutanan dengan mencari legalitas pengelolaan. “Secara de facto sudah, tinggal legalitasnya. Secara teknis nanti akan dibicarakan lebih lanjut,” katanya.

Selama ini Grojogan Sewu adalah salah satu dari 125 wisata alam di Indonesia. Namun selama 60 tahun terakhir, Pemkab Karanganyar tidak mendapat manfaat sama sekali. Permohonan agar Grojogan Sewu dikelola pemerintah daerah sebenarnya sudah diajukan sejak lama. “Sudah bergonta-ganti menteri, Pemkab tak mendapat apa-apa dari Grojogan Sewu. Semoga Pak Menteri bisa mengizinkannya,” lanjutnya.

Juliyatmono berjanji apabila nanti Grojogan Sewu telah resmi diserahkan ke Pemkab, pihaknya akan makin menghijaukan area hutan di Tawangmangu. Selama ini, Pemkab hanya memiliki satu objek wisata Sapta Tirta Pablengan di Kecamatan Matesih yang hanya menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 22 juta per tahun. Padahal biaya operasional setahun mencapai Rp 75 juta. “Nanti akan kita hijaukan. Kita akan tanami banyak pohon,” katanya.

Sumber : http://joglosemar.co/

Read More
DSC_8257

Kabupaten Karanganyar Adakan Festival Durian

DSC_8257

Bupati Karanganyar, Kapolres Karanganyar dan Dandim 0727 Karanganyar saat hadiri Festival Durian di Lapangan Tugu, Genengan, Jumantono, Minggu Pagi (23/02)

Buah durian dengan ciri dan bau khasnya telah menjadi daya tarik bagi para penikmat durian. Tak hanya itu, rasa yang manis dengan sedikit pahit merupakan rasa durian yang kerap dicari masyarakat.  Dari hal tersebut Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengadakan Festival Durian untuk tingkat Kecamatan dilapangan Tugu, Dusun Genengan, Kecamatan Jumantono. Minggu (23/02).

Kegiatan yang melibatkan petani durian se-Kecamatan Jumantono ini diikuti sebanyak 58 peserta perlombaan difestival durian dimana acara ini cukup menarik perhatian masyarakat. Selain perlombaan, Kardi selaku ketua panitia pelaksana mengatakan dalam festival ini diharapkan Pemerintah Kab. Karanganyar dapat meresmikan daerah dari pemenang lomba buah durian sebagai Desa wisata buah durian di Kecamatan Jumantono.

“Kriteria penilaian berdasarkan dari ketebalan, kekenyalan dan warna dari daging durian serta dari besarnya ukuran buah durian.” Terang Wiji Suparmanto perwakilan Disperindagkop Kab. Karanganyar yang menjadi salah satu juri dalam festival durian tersebut.

Darmi warga Dusun Genengan Kecamatan Jumantono akhirnya menjadi pemenang perlombaan dengan perolehan skor 285 dan berhak atas hadiah LCD TV 21 inc + Sertifikat + Uang Tunai dari Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan Karanganyar. “Setelah bu Darmi keluar menjadi pemenang perlombaan, maka saya resmikan Dusun Genengan sebagai Desa wisata buah durian di tingkat Kecamatan serta Bu Darmi akan mendapatkan pembinaan dari Dinas Pertanian untuk penanaman bibit unggul tersebut”. Lengkap Juliyatmono. ch/ds

Read More
aa

PG Colomadu Bakal Dijadikan Wisata Kuliner

aaKawasan bekas Pabrik Gula (PG) Colomadu akan disulap menjadi kompleks wisata kuliner dengan konsep heritage oleh Pemkab Karanganyar. Bekerja sama dengan BUMN, Pemkab berniat menata para pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini dinilai tidak teratur.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan, PG Colomadu yang juga merupakan peninggalan zaman Mangkunegaran abad ke-19 itu memiliki potensi yang bagus untuk dijadikan sebagai museum industri berkonsep heritage. Untuk menambah gairah wisata, nantinya lokasi itu juga akan  dimanfaatkan sebagai kawasan wisata kuliner.

 “Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) yang disusun bersama Pemprov mengamanatkan penataan Colomadu agar bergairah. Termasuk penataan dari bandara sampai ke batas Kota Solo. Di sini, eks PG Colomadu merupakan ikon penting,” kata Juliyatmono saat mengunjungi Kantor Desa Blulukan, Colomadu, Jumat (24/1).

 Untuk merealisasikan itu, Bupati akan segera menginformasikan kepada para PKL di Colomadu agar mereka mau direlokasi ke kawasan pabrik gula tersebut. Upaya relokasi itu dinilai bakal menguntungkan para PKL dan Pemkab, sebab selain bisa memberi lapangan pekerjaan baru, juga bisa menjadi tambahan pemasukan pendapatan anggaran daerah (PAD).

 Tak hanya itu, Pemkab juga bakal memberi layanan yang memuaskan bagi para PKL dengan memberlakukan pembayaran di muka untuk pembuatan shelter kuliner dan sektor lain yang menunjang kawasan wisata baru tersebut.

 “Konsepnya semi modern. Di depannya dibuat tempat untuk bersantai sambil menyantap,” terangnya.

 Bupati juga berencana bakal mendayagunakan mesin-mesin pengolah tebu milik pabrik yang telah ada sejak zaman kolonial yang sudah tidak terpakai sebagai pendukung daya tarik wisata. Kendati konsep terbilang sudah cukup matang, pihak Pemkab harus berkoordinasi dan negosiasi dengan BUMN dan Pemerintah Pusat.

 “Diharapkan, Colomadu tidak hanya perlintasan dari bandara ke Solo,” jelasnya.

 Camat Colomadu, Joko Budi Utomo menerangkan sampai saat ini terhitung sudah ada sekitar 130 PKL yang berada di Jalan Adi Sucipto, Jalan Adi Sumarmo, dan persimpangan Polsek Colomadu baik arah utara maupun selatan. Para PKL tersebut nantinya bakal segera dikondisikan agar mau untuk direlokasi ke kawasan PG Colomadu.

“Kami tidak bisa mengusir PKL seenaknya. Harus ada solusi. Sejauh ini sebatas pembinaan dan hal-hal umum yang tidak boleh dilakukan PKL, misalnya berjualan di depan kantor kecamatan,” kata Budi.

Sumber : http://joglosemar.co

Read More