Category: Pariwisata

DSC_0034

Karanganyar Bangun Wisata Edukasi Dirgantara

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat peletakan batu pertama pembangunan Taman Wisata Edukasi Dirgantara, Selasa (24/03) pagi di barat kolam renang Intanpari

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat peletakan batu pertama pembangunan Taman Wisata Edukasi Dirgantara, Selasa (24/03) pagi di barat kolam renang Intanpari

Karanganyar, Rabu (25/03/2015)
Pemerintah Kabupaten (Pemkab)Karanganyar sebentar lagi akan memiliki Taman Wisata Edukasi Dirgantara.Wahana yang luasnya sekitar 4000 meter itu terletak di sebelah barat kolam renang Intanpari, di Desa Gaum, Kecamatan Tasikmadu.
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum(DPU) Edhy Sriyatno, mengatakan pembangunan Taman Wisata Edukasi Dirgantara sesuai nilai kontrak sebesar Rp 2.9 miliar,dengan waktu pelaksanaan selama 45 hari.
“PT.Candi Unggul Perkasa sebagai pelaksana pembangunan konstruksi. Menariknya disini ada pesawat terbang, helikopter dan mesin pesawat terbang. Selain itu dilengkapi tempat parkir, pusat jajanan, loket, dan mushola,” kata Edy Sriyatno.
Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk pengadaan satu pesawat terbang Boeing 727-200 dan dua unit helikopter jenis bolcow masih dalam tahap klarifikasi. “Kita harapkan dalam waktu dekat ini sudah ada pelaksana proyek,” kata Edy.
Bupati Karanganyar Juliyatmono, mengatakan pembangunannyadiharuskan sudah selesai sebelum tanggal 2 Mei 2015. Ini diibaratkan bandung bondowoso kepada roro jonggrang membuat seribu candi, karena bisa menyelesaikan dalam waktu singkat.
“Harapnnya peresmian bisa 2 Mei 2015 untuk menandai Hari Pendidikan Nasional. Harapannya anak-anak dan masyarakat luasberani bermimpi dan mewujudkan cita-cita setinggi-tingginya layaknya pesawat terbang,” kata Bupati Juliyatmono, Selasa (24/03) saat peletakan batu pertama pembangunan Taman Wisata Edukasi Dirgantara.
Nantinya pengelolaanTaman Wisata Edukasi Dirgantara dikelola sepenuhnya oleh Dinas Pariwisata Karanganyar. “Rencana kedepan, kolam renang ini akan di buat water boom, dan di sebelah barat juga ada taman bunga, sehingga terlihat menarik,” katanya.pd

Read More
DSC_0440

Pendidikan Kecintaan Sejarah dan Kepurbakalaan

DSC_0439

Bupati Karanganyar Juliyatmono Saat Memberikan Sambutan Pembukaan Seminar Kepurbakalaan

DSC_0450

Bupati Karanganyar Juliyatmono Secara Simbolis Mengalungkan Tanda Peserta Tanda Dimulainya Seminar Kepurbakalaan

Untuk meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap nilai – nilai luhur yang terkandung dalam budaya sejarah dan kepurbakalaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Karanganyar mengadakan Seminar Sejarah dan Kepurbakalaan bagi Guru Sejarah SD, SMP dan SMA se Kabupaten Karanganyar di Aula SMA 1 Muhammadiyah Karanganyar pada Rabu Pagi 18/03.

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan setiap daerah harus dapat memproses tempat sejarah untuk menjadi tempat strategis dalam bidang ekonomi maupun wisata. Tentunya dengan hal tersebut dapat bermanfaat pada diri sendiri dan lingkungan sekitar. Dikatakan juga Guru sangat berperan dalam mengenalkan kepada generasi muda akan keberadaan sejarah.

“bagaimana pembelajaran dan pengenalan sejarah dikemas semenarik mungkin sehingga siswa tertarik, dengan piknik misalnya”, ujar Juliyatmono.

Sementara itu Nunung Susanto PLT Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Karanganyar berharap guru yang ikut dapat menstimulasi dan memacu generasi muda untuk mengenal, menjujung tinggi nilai – nilai luhur yang terkandung dalam warisan budaya. Problema yang dialami bangsa Indonesia adalah transformasi budaya. Hal ini karena ketidaktahuan generasi muda bangsa Indonesia akan nilai luhur sejarah dan kepurbakalaan.

“dengan adanya seminar ini dapat berimplementasi pada ikut serta memiliki dan berperan aktif dalam pelestarian nilai – nilai luhur sejarah dan kepurbakalaan”, harap Nunung Susanto. ad

Read More
DSC_0422

Kunker Komisi B DPRD Kab. Majalengka

DSC_0171

Bupati Karanganyar Juliyatmono Tukar Cinderamata Dengan Ketua Komisi B DPRD Majalengka

DSC_0422

Bupati Karanganyar Juliyatmono Memberikan Sambutan Selamat Datang Acara Kunker Komisi B DPRD Majalengka

Komisi B DPRD Kab Majalengka mengunjungi Kab. Karanganyar terkait permasalahan perencaan dan pengelolaan pariwisata pada Kamis (26/02) bertempat di Ruang Anthurium Rumah Dinas Bupati Karanganyar. Rombongan diterima langsung oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono didampingi Sekda Karanganyar Samsi beserta SKPD terkait.

Bupati Karanganyar Juliyatmono dalam sambutannya mengucapkan selamat datang dan memaparkan sekilas tentang Kab. Karanganyar khususnya potensi-potensi pariwisata yang ada.

“Kab. Karanganyar merupakan kabupaten paling ujung timur di Provinsi Jateng, letaknya yang berada di lereng gunung Lawu memberikan keuntungan khususnya potensi keindahan alam” ujar Juliyatmono.

Hal ini menyebabkan sektor pariwisata dapat berkembang. Untuk menjaga kelestarian alam dan mengembangkan pariwisata, Pemerintah daerah tidak berdiam diri, berbagai upaya telah dilaksanakan seperti halnya kemarin Rabu, 25/02/2015 Pemkab bersama unsur TNI, POLRI beserta pecinta alam dan OISCA Karanganyar melakukan penanaman pohon untuk kesekian kalinya di jalur pendakian Gunung Lawu. Selain itu juga Pemkab Karanganyar telah melakukan perbaikan jalan akses menuju tempat-tempat wisata.

Sementara itu Fuad Abdul Azid Ketua Komisi B DPRD Majalengka yang sekaligus ketua rombongan melaporkan bahwa rombongan kali ini berjumlah 12 orang yang kesemuanya merupakan anggota DPRD Komisi B Kab. Majalengka dan 5 orang dari Sekretariat Dewan DPRD Majalengka. Dengan akan dibangunnya bandara internasional di Kab. Majalengka, maka akses ke Kab. Majalengka akan semakin mudah. Untuk itu Majalengka dituntut untuk mempersiapkan diri termasuk didalamnya adalah mempersiapkan sektor wisata. Ini yang menjadi dasar tujuan kunjungan mereka di Kab. Karanganyar.

“Pariwisata Karanganyar sudah sangat terkenal, tidak salah jika kami memilih destinasi disini untuk belajar”, tegas Abdul Azid. ad

Read More
DSC_0110

Lomba Foto Wisata Di Karanganyar

DSC_0110

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar mengadakan lomba foto destinasi wisata di wilayah Kabupaten Karanganyar pada tanggal 23 februari sampai dengan 17 april 2015. Kegiatan ini mempunyai maksud untuk mengenalkan destinasi objek dan daya tarik wisata kepada masyarakat luas serta menghimpun dokumen foto dari destinasi wisata unggulan di Kabupaten Karanganyar. Dengan adanya perlombaan ini diharapkan bagi para pecinta fotografi untuk dapat lebih menggali keindahan alam dan wisata yang ada di Kabupaten Karanganyar.

Untuk juara pertama pada lomba fotografi kali ini akan mendapatkan hadiah berupa uang sebesar Rp. 2.500.00 kemudian juara kedua mendapatkan hadiah senilai Rp. 1.500.000 dan terakhir juara ketiga mendapatkan hadiah Rp. 1.000.000. Pemenang lomba akan diumumkan pada tanggal 24 April 2015 di papan pengumuman Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar serta melalui Radio Swiba Karanganyar. Peserta yang dapat ikut dalam perlombaan meliputi pelajar / mahasiswa, dan masyarakat umum, peserta diperbolehkan untuk memakai kamera analog maupun kamera digital. Syarat dan ketentuan lebih lanjut bisa menghubungi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bidang Pemasaran dengan telepon (0271) 495439. ad

Untuk info lebih lanjut dapat di klik disini.

Read More
FILE013 copy

Yuk…Datang Ke Kampung Purba

Karanganyar, Jumat(16/01/2015)

Museum Purbakala Klaster Dayu sebagai wahana edukasi bagi masyarakat

Museum Purbakala Klaster Dayu sebagai wahana edukasi bagi masyarakat

Sejak diresmikan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Boediono (saat itu) pada 19 Oktober 2014, di Jakarta, museum manusia purba Klaster Dayu, Kecamatan Gondanrejo telah dibuka untuk umum.

Di kawasan kampung purba berdiri museum seluas satu hektar itu menjadi tempat wisata baru di Kabupaten Karanganyar. Lokasinya berjarak sekitar 4,6 Kilometer dari Pasar Tuban dan Terminal Gondarejo. Belok ke kanan jika dari arah Surakarta, dan dari arah Purwodadi belok ke kiri.

Museum yang dibangun sejak tahun 2012 ini mempunyai beberapa keunggulan, ditempat tersebut pernah ditemukan fosil tengkorak Homoerectus dengan alat-alat yang digunakan, terdapat pula lapisan-lapisan tanah berusia ratusan ribu tahun dan sampai jutaan tahun. Adapula serpih alat berburu sebesar uang logam untuk menguliti daging.

“Ada anjungan yang menceritakan lapisan tanah dari usia yang muda sampai tua. Terdapat pula wana permainan, ada ruang visual untuk melihat film manusia purba,” jelas Kelapa Seksi (Kasi) Museum, Sejarah Kepurbakalaan, dan Nilai Tradisi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Karanganyar Ismu Suprihatin, Jumat (16/01).

Tempat wisata baru yang berada di sisi utara wilayah Kabupaten Karanganyar, lanjut Iwan pada saat liburan sekolah beberapa waktu lalu, ramai di kunjungi wisatawan lokal. “Terkadang pula ada rombongan dari sekolah datang. Museum buka dari Hari Selasa sampai Minggu, kecuali Senin karena untuk pemeliharaan.” tambahnya.pd

Read More
DSC_0091

Di Karanganyar Terdapat 37 Benda Cagar Budaya

Karanganyar, Selasa (13/01/2015)

Candi Sukuh merupakan salah satu Benda Cagar Budaya (BCB) yang ada di Kabupaten Karanganyar

Candi Sukuh merupakan salah satu dari 37 Benda Cagar Budaya (BCB) yang ada di Kabupaten Karanganyar

Di wilayah Kabupaten Karanganyar terdapat 37 Benda Cagar Budaya (BCB) Tak Bergerak. Kesemuanya itu berupa Situs, Candi, Pabrik, Rumah tinggal, Gedung, Makam, Masjid, dan Stasiun. Dari daftar BCB itu sampai dengan Desember tahun 2011, terbagi pula kedalam jenis periode Prasejarah, Klasik, Kolonial, maupun Islam.

Menurut Kelapa Seksi (Kasi) Museum, Sejarah Kepurbakalaan, dan Nilai Tradisi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Karanganyar Ismu Suprihatin mengatakan ke 37 BCB yang ada di wilayah Kabupaten Karanganyar itu sudah ada nomer inventaris nya.

“Bahkan untuk Candi Sukuh di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso dan Candi Ceto di wilayah Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, sudah di tetapkan melalui Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia pada tahun 2007,” kata Ismu Suprihatin, Senin (12/01) saat di temui di Kantornya.

Ismu menjelaskan ke 37 Benda Cagar Budaya itu antara lain Situs Matesih, Candi Sukuh, Candi Ceto, Situs Menggung, Situs Cemara Bulus, Candi Planggatan, Situs Plosorejo. “Ada lagi situs Watu Kandang, Pabrik Gula Colomadu, Situs Magallitik Plumbon, Situs Sangiran, Candi Ketek, Makam Nyi Ageng Karang, Situs Giyanti, Stasiun Palur, Makam Syeh Maulana Magribi, Astana Magadeg,” jelasnya.

Lebih lanjut masih terdapat pula Makam BPH Suryanagara, Makam Pangeran Benowo, Masjid Al Yahya, Stasiun Kalioso, Petilasan Watu Gilang, Masjid Jami Karangmojo, Pabrik Gula (PG) Tasikmadu, Balai Pertemuan PG Tasikmadu.

Dikatakanya lebih lanjut, juga termasuk Komplek Rumah PG Tasikmadu, Gedung Keamanan PG Tasikmadu, Balai Pengobatan PG Tasikmadu, Astana Randusongo, Rumah Joglo Pelet Gedong Karangmojo, Pegadaian Karanganyar, Bekas Rumah Kawedanan Karanganyar, Situs Candi Buntar, Masjid Darul Muttaqim Kaliboto, Makam Derpoyudo, Asatana Girilayu, dan Stasiun Kemiri.pd

Read More
Jpeg

Wah….Ada Pameran Foto Di Bumi Intanpari Expo

Karanganyar, Senin (24/11/2014)

Saat pengunjung melihat-lihat foto-foto yang dipamerkan, Minggu (23/11)

Saat pengunjung melihat-lihat foto-foto yang dipamerkan, Minggu (23/11)

Pameran pembangunan Bumi Intanpari Expo Tahun 2014 yang bertempat di pelataran depan Alun-alun Kabupaten Karanganyar mempromosikan berbagai hasil produk keberhasilan yang dicapai.

Salah satu stan di pameran yang berlangsung selama empat hari, dari Sabtu-Rabu (22-26/11), memamerkan berbagai foto hasil karya para jurnalis yang bertugas di Kabupaten Karanganyar, tepatnya di belakang Sekretariat Panitia Pameran. Pengunjung dapat melihat-lihat berbagai foto peristiwa yang dibingkai frame dan diberi kesempatan untuk menilai dari foto-foto yang dipajang tersebut.

“Kejadian peristiwa yang di foto ini sangat menarik. Tentunya “mahal harga” nya, karena suatu peristiwa itu tidak bisa diulang dan hanya sekali untuk menggambarkan,” ujar Bayu Jatmiko Adi, salah satu pengunjung stan, warga Gondangrejo, Minggu (23/11).

Foto-foto yang dipajang pun beraneka ragam. Ada Bupati Juliyatmono saat menaiki reog ponorogo, peristiwa hujan abu saat gunung Kelud meletus, saat ekspresi Bupati Karanganyar menendang bola, maupun ekspresi gembira Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo berpakaian jawa.

Bagi pengunjung tidak dipungut biaya, dan buka dari jam 08.00-21.00 selama pameran berlangsung.pd

Read More
2 copy

Pejabat Ikuti Trail Adventure

Karanganyar, Senin (24/11/2014)

Bupati Karanganyar Juliyatmono, saat melintas di jalur trail adventure, Minggu (23/11)

Bupati Karanganyar Juliyatmono, saat melintas di jalur trail adventure, Minggu (23/11)

Puluhan pejabat di lingkungan Pemkab Karanganyar mengikuti Bumi Intanpari Trail Adventure 2014 yang diadakan untuk menyemarakkan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke 97. Even trail adventure itu diikuti sekitar 970 peserta dari berbagai daerah. Bahkan tak ketinggalan bupati Ngawi Budi Sulistyono turut serta menjajal berbagai rintangan menantang disepanjang jalur 100 km.

Terdapat Sekda Karanganyar Samsi, Asisten Perekonomian Pembangunan dan Kesra Agus Cipto Waluyo, Asisten Administrasi Sundoro. Kepala dinas yang ambil bagian, seperti kepala Bapermasdes Utomo Sidi Hidayat, Kasatpol PP Mei Subroto.

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo yang juga sebagai ketua panitia itu menuturkan, jalur adventure ini tidak terlalu ekstrim. Bila yang belum berpengalaman bisa melewati jalur lain yang lebih aman.

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo melambaikan tangan saat melintas, Minggu (23/11)

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo melambaikan tangan saat melintas, Minggu (23/11)

“Kondisi alam di kabupaten karanganyar sangat menyenangkan. Banyak bukti-bukit dataran tinggi yang menarik dan menantang untuk di lewati,” ujar Rohadi Widodo, sebelum acara pemberangkatan dimulai, minggu (23/11) pagi.

Bendera start pun dikibaskan tepat pukul 09.00 di Alun alun Kabupaten Karanganyar. Rombongan peserta terbagi dalam enam kelompok. Untuk kelompok pertama adalah trabas profesional, kelompok kedua untuk dandim 0727/Karanganyar Letkol Inf Marthen Pasunda, dan Kapolres Karanganyar AKBP Martirenni Narmadiana.

Sedangkan kelompok ketiga Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, keempat kepala SKPD, kelima Bupati Karanganyar Juliyatmono, dankeenam kelompok profesional.Rintangan pertama berada di jalur tanah di tengah sawah, di belakang GOR Raden Mas Sahid. Mereka mampu melibas jalur tersebut.

Kemudian, melewati jalur hutan bromo, Kecamatan Mojogedang. Tembus ke Batu Jamus, sekitar waduk Gondang, Kecamatan Kerjo. Tak hanya sampai disitu saja, peserta juga ditantang melewati alam kebun teh Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, dan mengambil jalur trabas tembus ke sekitar waduk Delingan, Kecamatan Karanganyar dan kembali ke alun alun untuk finish. pd

Read More
gue copy

Pameran Intanpari Expo 2014 Tunjukan Produk Unggulan

Karanganyar, Minggu (23/11/2014)

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat berbincang dengan pengrajin, dan Wakil Bupati Rohadi Widodo melihat kerajinan wayang kulit di salah satu stan pameran Intanpari Expo 2014. Sabtu (22/11).

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat berbincang dengan pengrajin, dan Wakil Bupati Rohadi Widodo melihat kerajinan wayang kulit di salah satu stan pameran Intanpari Expo 2014. Sabtu (22/11).

Pameran pembangunan yang diadakan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar 2014 ke-97, berlangsung meriah dan dipadati ribuan warga masyarakat berjubel untuk melihat. Lokasi pameran yang strategi di pelataran depan alun-alun, diikuti 36 stan dari instansi pemerintah, enam BUMN dan BUMD, 46 perusahaan, dan lima koperasi.

“Semuanya berjumlah 135 stan dengan menampilkan berbagai produk-produk unggulan yang dipamerkan peserta pameran,” ujar Nur Halimah, Ketua Panitia Penyelenggara Pameran Pembangunan, Sabtu (22/11) malam, saat dilokasi.

Bupati Karanganyar Juliyatmono, menuturkan dengan pameran ini diharapkan produk-produk dari Kabupaten Karanganyar bisa dikenal, tidak saja warga lokal namun dari luar kota bisa membelinya. “Apresiasi warga luar biasa banyak. Dengan pameran ini, hasil transaksi jual beli bisa meningkatkan pendapatan UMKM,” ujar Bupati Juliyatmono.

Setelah acara pembukaan, Bupati, Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, dan Muspida melihat produk-produk unggulan dari 17 kecamatan,BUMN, BUMD atau pun hasil pembangunan dari instansi pemerintah.

Di pameran yang berlangsung selama empat hari, dari Sabtu-Rabu (22-26/11) ada yang membuat seperti kerajinan wayang kulit, batik, makanan olahan,alat-alat pertanian, jamu, ukiran kayu,dan fotografi.pd

Read More
DSC_0187 copy

Kendaraan Hias Meriahkan Pawai Pembangunan

Karanganyar, Jumat (21/11/2014)

salah satu peserta pawai karnaval pembangunan dengan menggunakan mobil hias berbentuk ayam melewati penonton,Kamis (20/11)

Salah satu peserta pawai pembangunan dengan menggunakan mobil hias berbentuk ayam melewati penonton,Kamis (20/11)

Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengadakan pawai pembangunan dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-97 yang diikuti mobil hias dari berbagai Instansi Vertikal, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), BUMN, BUMD, Perusahaan Swasta, maupun kelompok masyarakat.

Ke 210 kendaraan hias dilepas langsung oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono, dan didampingi Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, serta Muspida di depan SD Negeri 1 Papahan. Penataan kendaraan itu sampai Lapangan Desa Jati, Kecamatan Jaten.

Setelah dilepas, peserta pawai melewati Jalan Lawu ke arah timur sampai Jemabatan Siwaluh. Tak hanya itu, Bupati, Wakil Bupati, dan rombongan Muspida juga ikut dalam iring-iringan pawai dengan menaikki mobil bak terbuka. Sesampainya di depan Taman Pancasila, rombongan pejabat pemerintah itu turun dan menyaksikan arak-arakan pawai yang pertama kali di adakan untuk memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada warga masyarakat, maupun peserta pawai. Antusias penonton maupun kreativitas peserta sudah bagus. Bahkan bisa memperlihatkan potensi-potensi yang dimiliki,” ujar Bupati Juliyatmono, disela-sela melihat pawai, Kamis (20/11) sore.

Mobil hias dari setiap peserta masing-masing mengambil tema yang unik dan menarik. Ada yang dihias dengan berbagai macam bunga hingga membentuk seekor ayam ukuran jumbo, terdapat pula menghias dengan berbagai buah-buahan, maupun hasil bumi seperti ketela, jagung,dan mentimun.

Ribuan penonton pun menyaksikan dari sepanjang kiri dan kanan jalan rute pawai pembangunan. Kepadatan penonton pun sangat terasa di sekitar depan Taman Pancasila. pd

Read More