Pemilihan Putra Putri Lawu 2015
Pemilihan Putra Putri Lawu Duta Wisata Kabupaten Karanganyar Tahun 2015
Pemilihan Putra Putri Lawu Duta Wisata Kabupaten Karanganyar Tahun 2015
Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui Instruksi Bupati Karanganyar no 180/7 tahun 2015 mulai 1 Agustus 2015 menutup Pos Retribusi masuk kawasan wisata di 6 titik, yaitu Somokado, Bomo, Gondosuli (semua wil Tawangmangu), Ngargoyoso, Cetho (Jenawi) dan Matesih. Penghentian retribusi masuk kawasan wisata di kabupaten Karanganyar diinstruksikan kepada Sekretaris Daerah, Inspektur, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Camat, Kades/Lurah. Penutupan Pos Retribusi resmi dilakukan tadi pagi Sabtu 1 Agustus 2015 oleh Wakil Bupati Karanganyar H.Rohadi Widodo, SP didampingi Sekda Karanganyar Drs. Samsi,Msi serta SKPD terkait termasuk Camat dan Kades/Lurah. Wakil Bupati dalam ssmbutannya menyampaikan bahwa dengan ditutupnya pos retribusi masuk kawasan wisata ini Pemkab Karanganyar bakal kehilangan pendapatan sekitar 600 jt. Namun hal ini akan mendapatkan Multy Player Efek yang lebih. Kominfo Kra.
Sabtu-Minggu, 1-2 Agustus 2015
Jam 08.00 WIB – sampai selesai
Obyek Wisata Telaga Madirdo, Desa Berjo, Ngargoyoso
Diikuti oleh 10 kelompok kluster wisata, 5 kelompok PNPM, dan masyarakat umum. Stand UMKM dibuka mulai jam 08.00 WIB – 22.00 WIB tanggal 1-2 Agustus 2015
HARI SABTU, 1 AGUSTUS 2015
| Waktu | Acara |
|---|---|
| 07.00-08.00 | Persiapan Peserta Stand UMKM |
| 08.00-08.30 | Peserta Jalan Santai Kluster Wisata Finish di Telaga Madirda |
| 08.30-09.00 | Pra Pembukaan |
| 1. Karawtitan Santisworo / Karawitan Putri Puton | |
| 2. Tek-tek Puntukrejo (Rombongan Wabup mulai datang) | |
| 3. Kesenian Sabdo Palon Noyo Genggong | |
| 09.00-selesai | Seremonial Pembukaan Festival Telaga Madirdo |
| 1. Pembukaan | |
| 2. Laporan Ketua Panitia | |
| 3. Ucapan Selamat Datang oleh Camat Ngargoyoso | |
| 4. Sambutan dan Pembukaan oleh Wakil Bupati Karanganyar | |
| 5. Tampilan Kesenian Sabuk Janur | |
| 6. Tampilan Kesenian Jimbe Munggur | |
| 7. Tampilan Kesenian Tari-tarian Kluster Wisata | |
| 19.00-selesai | 1. Karawitan Anak Nglegok |
| 2. Jimbe Mungkur | |
| 3. Cerita Rakyat dalam bentuk Teater Desa Ngargoyoso | |
| 4. Pembukaan | |
| 5. Ucapan Selamat Datang | |
| 6. Sambutan Bupati dan Pembacaan Narasi Tari Kolosal | |
| 7. Pementasan Tari Kolosal |
HARI MINGGU, 2 AGUSTUS 2015
| Waktu | Acara |
|---|---|
| 09.00 | Lomba Mewarnai dan Menggambar |
| 10.00 | Hiburan Koes Plus |
| 19.00 | Penutupan Festival Telaga Madirdo dilanjutkan Wayang Kulit |

Bupati Karanganyar Juliyatmono didampingi Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat peresmian Taman Wisata Edupark, Selasa (14/07) sore.
Karanganyar, Rabu (22/07/2015)
Libur lebaran tahun 2015 bagi para pemudik yang datang ke kampung halaman tidak hanya mengunjungi kerabat, namun juga digunakan untuk rekreasi. Salah satunya di Taman Wisata Edupark, Desa Gaum, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar.
Taman Wisata Edupark yang diresmikan Bupati Karanganyar Juliyatmono, Selasa (14/07), pada libur lebaran dalam waktu empat hari dikunjungi sebanyak 11.270 orang.
Direktur PDAM Kabupaten Karanganyar Suroso mengatakan, dalam empat hari libur lebaran dari Sabtu-Selasa (18-21/07) terlihat antusias masyarakat mengunjungi Edupark.
“Berturut-turut mulai hari pertama sampai keempat sebanyak 1.250 orang, 3.600 orang, 3.400 pengunjung dan 3.020 orang. Puncaknya ya hari kedua itu,” kata Suroso, dijumpai setelah Halal Bi Halal dengan Bupati Karanganyar, Rabu (22/07) pagi di halaman Setda.
Ditempat tersebut, pengunjung dapat melihat dan masuk ke dalam kabin pesawat Boeing 737 300 yang dilengkapi kursi, televisi, dan pendingin ruangan. Pesawat itu diberi nama Lawu Air Karanganyar.
Selain itu juga ada dua helikopter jenis bolco, dan mesin pesawat.Tiketnya pun cukup murah, hanya Rp. 5000 setiap pengunjung.Tempat itu juga terintegrasi dengan kolam renang Intanpari. Jadi jika ada pengunjung di Edupark yang ingin berenang bisa langsung ke kolam renang. pd

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat membeli tiket masuk Grojogan Sewu, Tawangmangu, Rabu (15/07) di loket pintu 2, Sekrincing setelah acara launching.
Karanganyar, Rabu (15/07/2015)
Mulai hari, Rabu (15/07/2015) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mendapatkan pendapatan dari hasil penjualan tiket masuk Taman Wisata Alam (TWA) Grojogan Sewu, Kecamatan Tawangmangu.
Hal tersebut merupakan hasil Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemkab Karanganyar dengan PT Duta Indonesia Djaya.
PKS itu juga telah dapat pengesahan dari Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Selasa (14/07/2015) kemarin di Jakarta.
Direktur PT Duta Indonesia Djaya Soekirdi menuturkan pihaknya siap melaksanakan hasil PKS yang telah disepakati, yakni Pemkab Karanganyar memperoleh uang sebesar Rp. 2.200 dari hasil penjualan setiap tiket masuk.
Di TWA Grojogan Sewu, tiket masuk turis domestik dijual Rp. 12.500 untuk hari biasa, dengan rincian Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp. 5.000,00. Asuransi sebesar Rp. 100,00, Retribusi Kebersihan Kota (RKK) Rp. 200,00 (sudah termasuk untuk kas daerah), dan Pemegang Ijin Pengusahaan Pariwisata Alam (IPPA) sebanyak Rp. 5.200,00.
“Untuk hari libur atau cuti bersama menjadi Rp. 15.000 per tiket, dengan rincian Rp. 7.500,00 masuk ke PNBP dan lainnya sama saat hari biasa,” ujarnya.
Sebelumnya, PT Duta Indonesia Djaya dapat kepercayaan dari Kementerian Kehutanan (saat itu) berupa ijin pengelolaan dari tahun 2009 dan berakhir tahun 2029.
Bupati Karanganyar Juliyatmono saat acara Launching Tiket Masuk TWA Grojogan Sewu, di loket pintu 2, Sekrincing mengucapkan terima kasih kepada Dirjen KSDAE, telah memberikan restu Pemkab Karanganyar menjalin kerja sama dengan PT Duta Indonesia Djaya.
“Hari ini secara legalitas kerja sama itu telah melahirkan kesepakatan bersama, untuk menjaga wisata alam ini sebaik-baiknya,” ujar Bupati Juliyatmono, Rabu (15/07).
Pemerintah Kabupaten Karanganyar juga mulai gencar mempromosikan Grojogan Sewu. Selain itu juga akan mengadakan penghijauan disekitar sumber air.
Di luar TWA Grojogan Sewu akan ada penataan sarana dan prasarana agar lebih menarik. pd

Bupati Karanganyar Juliyatmono dengan Kepala BPSMP Sukron Edi saat menunjukkan tiket masuk musem manusia purba Kluster Dayu, Selasa (14/07)
Karanganyar, Rabu (15/07/2015)
Dua tempat wisata baru di Kabupaten Karanganyar mulai dikenakan tiket masuk bagi pengujung, Selasa (14/07/2015), yakni Museum Manusia Purba Kluster Dayu yang terletak di Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo dan Taman Wisata Edupark di Desa Gaum, Kecamatan Tasikmadu.
Untuk di Museum Kluster Dayu, bagi setiap pengunjung dikenai tarif sebesar Rp. 5000. Buka setiap hari Selasa sampai Minggu, dengan jam buka pukul 08.00-16.00 WIB. Namun setiap Senin tutup dikarenakan untuk pemeliharaan museum yang terdapat berbagai benda-benda purbakala itu.
Kepala Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran (BPSMP) Sukron Edi, pada acara soft opening penarikan tiket perdana, mengatakan kunjungan wisatawan bulan Oktober tahun 2014 sampai Juni tahun 2015 saat masih gratis ternyata cukup tinggi.
“Kunjungan museum Dayu, nomer dua setelah Kluster Krikilan. Bahkan pada bulan Januari-Juni tahun ini mencapai 39.145 orang pengunjung. Sebanyak 30.000 merupakan masyarakat umum bukan pelajar” ujar Sukro Edi, Selasa (14/07) di Museum Dayu.
Pada tahun depan, lanjutnya tahun depan ada beberapa penyempurnaan dengan dana APBN tahun 2016 sebesar Rp. 3 miliar.
“Display museum akan menggunakan teknologi maju agar lebih menarik,” ujarnya.
Sementara itu ditempat yang sama, Bupati Karanganyar Juliyatmono menuturkan ternyata di wilayah Kabupaten Karanganyar, tepatnya di wilayah Kecamatan Gondangrejo sejak ribuan tahun lalu ternyata telah ada peradapan yang cukup tinggi.
“Ini dibuktikan dengan telah ditemukan berbagai fosil purba,” ujarnya.
Dia juga mengatakan akan lebih gencar mempromosikan tempat wisata tersebut.
“Bukan pendapatan menjadi faktor utama, namun multiplier efek yang kita inginkan. Seperti adanya tempat berdagang bagi warga, sehingga dapat menambah penghasilan bagi mereka,’ ujarnya.
Taman Wisata Edupark

Bupati Karanganyar Juliyatmono didampingi Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat penguntingan pita peresmian Taman Wisata Edukpark, Selasa (14/07) di komplek kolam renang Intanpari, Desa Gaum, Kecamatan Tasikmadu
Selanjutnya, terdapat pula tempat wisata baru yang ada di Kabupaten Karanganyar yang diberi nama Edupark.
Edupark merupakan tempat wisata edukasi yang berada di satu komplek dengan kolam renang Intanpari, di Desa Gaum, Kecamatan Tasikmadu.
Ditempat tersebut, pengunjung dapat melihat dan masuk ke dalam kabin pesawat Boeing 737 300 yang dilengkapi kursi, televisi, dan pendingin ruangan. Pesawat itu diberi nama Lawu Air Karanganyar.
Selain itu juga ada dua helikopter jenis bolco, dan mesin pesawat. Tiketnya pun cukup murah, hanya Rp. 5000 setiap pengunjung. Tempat itu juga terintegrasi dengan kolam renang Intanpari. Jadi jika ada pengunjung di Edupark yang ingin berenang bisa langsung ke kolam renang.
Dalam kesempatan itu, Bupati Juliyatmono menyampaikan agar bagi generasi muda mempunyai cita-cita yang tinggi seperti pesawat terbang.
“Ini mengandung maksud agar generasi penerus mempunyai keinginan untuk maju dan terbang tertinggi layaknya pesawat terbang,” katanya di Edupark saat peresmian. pd

Pesawat Boieng 737-300 saat tiba, sebelum masuk dibawa ke Edupark Kabupaten Karanganyar, Rabu (24/06) kemarin
Karanganyar, Kamis (25/06/2015)
Setelah sekian lama ditunggu-tunggu, akhirnya pesawat Boeing 737-300 “mendarat mulus” di Kabupaten Karanganyar.
Perjalanan dari Jakarta sampai di Kabupaten Karanganyar menempuh waktu yang lama, diberangkatkan mulai Minggu (21/06) hingga Rabu (24/06) sore. Memakan waktu yang lama karena memang kecepatan kendaraan cukup pelan, sekitar 40 kilometer per jam.
Pesawat itu sebelumnya telah dipotong-potong menjadi beberapa bagian, dan diangkut dengan menggunakan tiga trailer. Ada yang membawa bagian kokpit sampai bagian tengah, ada yang mengangkut dari bagian tengah sampai ekor, dan satu lagi membawa sayap pesawat. Sedangkan untuk mesin sudah datang sejak lama.
Boeing 737-300 itu merupakan pesawat bekas (salah satu maskapi penerbangan di Indonesia yang sudah tutup) dan dibeli oleh rekanan untuk menjadi bagian proyek Taman Dirgantara Edupark Kabupaten Karanganyar.
Bupati Karanganyar Juliyatmono menuturkan setelah pesawat selesai dirakit, dicat di ditata kembali interiornya, maka Edupark akan segera diresmikan.
“Segera kita resmikan secepatnya, kemungkinan sebelum lebaran, sehingga saat libur lebaran sudah bisa ditonton masyarakat,” ujar Juliyatmono.
Taman Dirgantara Edupark merupakan cita-cita Pemkab Karanganyar untuk memberikan wahana edukasi dirgantara kepada masyarakat, selain itu juga agar generasi muda bisa mempunyai cita-cita yang tinggi.
Letaknya pun tidak terlalu sulit untuk dijangkau, karena berada di jalur lingkar ke timur menuju Tawangmanggu, terletak di samping barat kolam renang Intanpari.
“Pesawat itu kita namai Lawu Air,” jelas Juliyatmono, Kamis (25/06) saat ditemui di kantornya.
Selain pesawat terbang, juga akan ada dua helikopter jenis Bolco yang ditempatkan di lokasi itu. Direncanakan dalam dua hari ini sudah tiba. pd

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo menyampaikan sambutan pada kunker Komisi B dan D DPRD Kab.Kudus
Menteri Kehutanan Republik Indonesia Zulkifli Hasan di era Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, penyerahan Grojogan Sewu Tawangmangu secara de facto sebagai TWA (Taman Wisata Alam) yang kemudian kita tindaklanjuti secara administratif di Pemerintahan Presiden Joko Widodo melalui Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya. Dari kementerian tersebut mendatangkan tim independen yang pada akhirnya Kabupaten Karanganyar bekerjasama dengan Provinsi akan mendapatkan bagian pendapatan dari Grojogan Sewu yang memang berlokasi di wilayah Karanganyartepatnya di daerah wisata Tawangmangu, yang selama ini Karanganyar tidak mendapatkan apa-apa dari potensi wisata tersebut bahkan hanya mendapatkan sisa-sisa kotoran/sampah dari para pengunjung wisata Grojogan Sewu milik Perhutani yang dikelola oleh PT. Duta Indonesia Jaya.
“ Mulai 15 juli 2015, Karanganyar akan mendapat bagian dari pengelolaan Grojogan Sewu, meskipun hanya dari retribusi Rp. 2000,-/tiket masuk untuk hari Senin-Sabtu dan Minggu/hari libur Rp. 7500,- dan itu lumayan untuk peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Karanganyar, yang memang kita perjuangkan terus selama ini,” terang Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat menjelaskan upaya Pemkab Karanganyar untuk mendapatkan bagi hasil dari potensi wisata Grojogan Sewu tersebut saat menerima kunjungan kerja Komisi B dan D DPRD Kab. Kudus, Rabu (24/06) di Ruang Podang II Setda Karanganyar.
Lebih lanjut terkait dengan potensi wisata PurbakalaMuseum Dayu milik Perhutani yang berada di wilayah Karanganyar tepatnya daerah Gondangrejo, Karanganyar mendapatkan bagian 60 persen dan 40 persen untuk Purbakala.
Pada kesempatan tersebut disampaikan pula mengenai pemberian dana hibah yang sekarang sudah tidak bisa diberikan. “ Tahun kemarin kita masih bisa memberikan bantuan kepada KUBE (Kelompok Usaha Bersama) yang ada di wilayah Karanganyar, masing-masing mendapat sepuluh juta rupiah. Untuk tahun ini dana hibah tidak bisa diberikan kecuali untuk peribadatan dan pendidikan. Karena bantuan bukan bentuk uang melainkan wujud barang, seperti contohnya bantuan untuk pengerajin batik kayu, kita membantu memberikan alat-alat yang dibutuhkan,” terang Rohadi Widodo. (ind/ft)

Ass.I Setda Karanganyar sekaligus Plt. Disparbud Karanganyar Nunung Susanto saat menyampaikan sambutan Bupati.
Guna meningkatkan promosi kepariwisataan karanganyar baik dalam skala nasional maupun internasional serta memperoleh insan generasi muda yang memiliki kepribadian, etika dan penampilan yang menawan, berwawasan serta menguasai materi kepariwisataan yang handal dengan kemampuan komunikasi yang baik, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Karanganyar menyelenggarakan Sosialisasi Pemilihan Putra Putri Lawu (PPL) Duta Wisata Kab. Karanganyar tahun 2015, Rabu (10/06) di Ruang Podang I Setda Karanganyar.
“ Sasaran dari kegiatan pemilihan ini adalah para pemuda/pemudi potensial yang berusia 17 sampai dengan 25 tahun yang memenuhi persyaratan. Pendaftaran akan dibuka mulai Tanggal 11 Juni sampai dengan 04 September 2015 dan diutamakan mereka yang masih duduk dibangku sekolah menengah atas (SLTA) dan Perguruan Tinggi. Kami selaku panitia penyelenggara berharap Bapak/Ibu guru dapat menyosialisasikan PPL ini serta mengikut sertakan anak didiknya yang memiliki potensi/bakat dalam kegiatan ini. Yang terpenting menjadi seorang Putra/Putri Lawu adalah seseorang yang berkepribadian baik, mampu menyampaikan informasi yang dimiliki Karanganyar khususnya obyek-obyek wisata yang dapat dijual keluar sehingga berdampak positif pada masyarakat. Karena obyek pariwisata di Karanganyar ini merupakan salah satu faktor penentu meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD). Jadi bukan sekedar casing/fisik yang bagus tetapi ditunjang kecakapan dalam menguasai materi/wawasan kepariwisataan yang handal dengan kemampuan berkomunikasi yang baik,” ujar Dra. Eny Fauziah, MM selaku Kabid Pemasaran Pariwisata Disparbud Karanganyar saat menyampaikan laporannya dihadapan para peserta yang dihadiri oleh Camat di 17 Kecamatan se Kab. Karanganyar, Dishubkominfo, Disdikpora, Kepala Sekolah tingkat SLTA/SMK, Ketua/Pengurus OSIS SLTA/SMK serta perwakilan Perguruan Tinggi di wilayah Karanganyar.
Sementara itu sambutan Bupati Karanganyar yang dibacakan oleh Asisten I Pemerintahan Setda Karanganyar Nunung Susanto SH, MMmenyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan program rutin yang diadakan setiap tahunnya oleh Disparbud Karanganyar. Untuk itu saya mengingatkan kepada segenap panitia penyelenggara agar mempersiapkan dengan baik, sehingga dalam pelaksanaannya dapat berjalan dengan sukses. “ Saya minta kepada pihak-pihak terkait untuk dapat menyebarluaskan kegiatan ini utamanya di lingkungan sekolah tingkat atas (SLTA) maupun Perguruan Tinggi. Terlebih lagi di tahun 2015 ini Bupati sudah menyiapkan beberapa obyek wisata terbaru. Maka diharapkan Putra-Putri Lawu (PPL) terpilih nantinya dapat menguasai pengetahuan tentang obyek-obyek wisata yang ada di Karanganyar yang kedepannya diharapkan dapat meningkatan PAD Kab. Karanganyar,” pesannya.
“ Pemilihan Putra Putri Lawu ini tidak dilihat dari segi glamornya, tetapi pengetahuannya dapat dipertanggung jawabkan,” tambah Sekretaris Disparbud Karanganyar Drs. Eko Budi Hartoyo. ind/ft

Petugas dari BPCB Jawa Tengah saat melakukan pemotretan Candi Sukuh bagian induk dengan laser scaner tiga dimensi, Senin (20/04)
Karanganyar, Rabu (22/04/2015)
Tahap pertama dari pemugaran Candi Sukuh telah dimulai, yakni pemotretan candi induk dengan menggunakan alat laser scener tiga dimensi. Penggunaan teknologi itu sebagai data untuk mempermudah mengembalikan seperti semula.
Pelaksana Lapangan dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah Suyadi menuturkan, pemugaran itu berlangsung selama 160 hari, dimulai hari Senin (20/04). Metode penomoran setiap batu juga diterapkan agar memudahkan pemasangan kembali. Tim juga melibatkan pakar geologi dan arsitek bangunan prasejarah dari perguruan tinggi.
“Semua batu-batu di candi induk akan diturunkan, kemudian diteliti penyebab elevasi kenapa candi menurun. Ada rekomendasi pemakaian bahan-bahan untuk memperkuat saat menyusun kembali batu-batu seperti semula,” kata Suyadi, saat di Candi Sukuh, Senin (20/04).
Suyadi menuturkan terjadi penurunan struktur penyusun candi karena usia dan terkikis air hujan. Penurunan ini terlihat di dinding sisi selatan yang menggembung dan latar atap candi menurun di sisi yang sama.
“Dinding batu sisi selatan menonjol keluar. Air hujan dari atas melewati sela-sela batu. Kemudian muncul rongga yang menyebabkan bagian atasnya amblas,” jelasnya.
Suyadi menambahkan BPCB Jawa Tengah, selama 160 hari itu hanya menyelesaikan pemugaran total dan pengembalian empat lapisan dasar candi. Untuk penyusunan utuh candi yang terletak di Kecamatan Ngargoyoso itu direncanakan butuh waktu selama dua tahun. pd