Category: Pariwisata

23grojog5

PT Duta Indonesia Jaya Siap Pasok PAD

Grojogan sewuPT Duta Indonesia Jaya selaku pengelola objek wisata Grojogan Sewu siap memberikan kontribusi pemasukan pendapatan asli daerah (PAD) Karanganyar. Persyaratannya ada payung hukum yang mengatur profit sharing kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar.

Direktur PT Duta Indonesia Jaya, Sukirdi, mengaku siap memberikan kontribusi pemasukan PAD Karanganyar dari retribusi Grojogan Sewu apabila ada regulasi yang mengatur tentang bagi hasil keuntungan tersebut. Selama ini, belum ada payung hukum yang mengatur tentang kontribusi pemasukan PAD Karanganyar.

“Tak masalah jika harus memberikan kontribusi ke Pemkab Karanganyar jika ada payung hukumnya. Sesuai aturan, sebagian retribusi Grojogan Sewu diberikan kepada kas negara. Kami tak mau melanggar aturan”.

Menurut dia, pihaknya telah berulang kali melakukan pertemuan dengan Pemkab Karanganyar dan DPRD Karanganyar untuk membahas kontribusi pemasukan PAD dari retribusi Grojogan Sewu. Pihaknya juga telah memjelaskan larangan memberikan kontribusi pemasukan PAD sesuai hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Sukirdi membeberkan perincian retribusi Grojogan Sewu secara detail. Tiket masuk Grojogan Sewu senilai Rp6.000/pengunjung. Pemerintah Pusat mendapatkan kontribusi pemasukan senilai Rp2.000, asuransi kecelakaan pengunjung Rp100, biaya petugas kebersihan Rp100. Sedangkan, pihaknya menerima kontribusi dari tiket masuk senilai Rp3.800. “Jadi sebagian retribusi langsung diberikan ke kas negara, kami hanya menerima Rp3.800 dari tiket masuk,” terang Sukirdi.

Kontrak PT. Duta Indonesia Jaya sebagai pengelola Grojogan Sewu selama 20 tahun mulai 2009-2029. Sementara kawasan Grojogan Sewu merupakan aset milik Kementerian Kehutanan yang berada di wilayah Karanganyar.

Sementara itu, pengamat ekonomi dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Anton Setiawan, menuturkan Pemkab Karanganyar layak mendapat profit sharing dari retribusi Grojogan Sewu. Sebab, Pemkab Karanganyar telah membantu memperbaiki berbagai fasilitas penunjang objek wisata tersebut. Misalnya, akses infrastruktur dan sampah di kawasan Grojogan Sewu.

Menurut dia, profit sharing tersebut dapat diberikan dalam bentuk kegiatan corporate social responsibility (CSR) yang dikelola langsung Pemkab Karanganyar. Sehingga tak melanggar aturan yang ditetapkan Pemerintah Pusat.

“Saya kira wajar jika Pak Bupati [Juliyatmono] mengancam akan menyegel Grojogan Sewu karena pemerintah daerah sudah memberikan sumber daya yang ada untuk membangun Grojogan Sewu. Kementerian [Kementerian Kehutanan] harus bijaksana, bisa saja profit sharing diberikan dalam bentuk kegiatan CSR yang dikelola Pemkab Karanganyar,” jelas Anton.

Semestinya, lanjut dia, Pemkab Karanganyar harus berbicara empat mata dengan Kementerian Kehutanan untuk mencari solusi alternatif. Sehingga kedua belah pihak sama-sama mendapatkan kontribusi pemasukan dari retribusi Grojogan Sewu.

Sumber : http://www.solopos.com

Read More

WISATA KARANGANYAR Sejuknya Berziarah di Astana Giribangun

Berlibur bersama keluarga tercinta sambil menikmati objek wisata religi merupakan pilihan yang tepat di akhir pekan. Apalagi, objek wisata ini mempunyai nilai historis yang berkaitan erat dengan mantan Presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto. Penasaran?

Mari berjalan-jalan ke pemakaman Astana Giribangun yang terletak di lereng Gunung Lawu, tepatnya di Desa Karangbangun, Kecamatan Matesih, Karanganyar. Astana Giribangun berada tepat di bawah Astana Mangadeg, kompleks pemakaman para penguasa Mangkunegaran.
Jarak tempuh dari Kota Karanganyar menuju Astana Giribangun sekitar 45 menit. Anda harus melewati jalan Solo-Tawangmangu. Sampai di perempatan Kecamatan Karangpandan, Anda harus belok kanan menuju Matesih. Setelah pertigaan Kantor Pos Matesih, maka Anda harus belok kiri menuju lokasi Astana Giribangun.

Sesampai di lokasi, Anda akan disuguhi panorama alam yang indah nan elok dengan udara sejuk khas pegunungan. Anda harus menaiki ratusan anak tangga menuju makam almarhum Soeharto dan istrinya, Sri Hartinah atau Bu Tien Soeharto. Biasanya, masyarakat yang berziarah ke Astana Giribangun ingin mencari berkah atau ngalap berkah sambil berekreasi.

Meski demikian, Anda juga bisa datang ke tempat ini sekadar untuk bersantai sambil menikmati pemandangan panorama alam. Di sini, pengunjung tak perlu khawatir soal makanan. Anda dapat mencicipi berbagai menu masakan Jawa di warung makan yang terletak di sekitar area parkir kendaraan bermotor.

Berminat? Astana Giribangun bisa menjadi tujuan wisata Anda akhir pekan ini. Selamat berlibur.

Sumber : http://www.solopos.com/2014/01/04/wisata-karanganyar-sejuknya-berziarah-di-astana-giribangun-479204

Read More

Anggaran Promosi Karanganyar Naik 200%

Anggaran promosi pariwisata di Karanganyar naik sekitar 200 persen. Pada tahun lalu, anggaran pengembangan promosi pariwisata hanya mencapai Rp50 juta, kini melonjak hingga sekitar Rp200 juta.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Karanganyar, Istar Yunianto, mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk membiayai berbagai program promosi pariwisata di Karanganyar. Misalnya mencetak brosur dan mengikuti kegiatan Java Promo yang menjadi wadah para pelaku usaha pariwisata dan dinas pariwisata se-Jateng dan DIY.
“Kegiatan pengembangan promosi pariwisata membutuhkan dana yang tak sedikit. Makanya, anggaran promosi tahun ini dinaikkan,” katanya saat ditemui di kantornya, Jumat (3/1/2014).
Promosi objek wisata alam perlu dikembangkan untuk meningkatkan citra pariwisata Karanganyar di mata dunia internasional. Pihaknya akan memaksimalkan beberapa program rutin seperti mengundang biro travel wisata dari luar negeri. Mereka diundang untuk mengunjungi beberapa objek wisata alam di Karanganyar. Selama ini, biro travel wisata dari Thailand kerap mengunjungi objek wisata di Karanganyar.
Menurut Istar, pengembangan promosi objek wisata dilakukan untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata. Potensi pariwisata di Bumi Intanpari cukup menjanjikan lantaran mayoritas objek wisata berada di lereng Gunung Lawu seperti air terjun Grojogan Sewu, Candi Sukuh, dan Candi Cetho. “Objek wisata alam di Karanganyar cukup potensial makanya harus ada program promosi yang benar-benar mampu meningkatkan citra pariwisata,” papar dia.
Target pemasukan PAD dari sektor pariwisata tak mengalami perubahan yakni sekitar kurang lebih Rp800 juta. Pemasukan terbesar berasal dari Grojogan Sewu yang menjadi lokasi favorit wisatawan saat musim liburan dan long weekend. “Target PAD tak berubah, kami akan menggenjot pemasukan PAD dari sektor pariwisata,” terang Istar.
Sementara Bupati Karanganyar, Juliyatmono, meminta agar pengembangan kesenian tradisional di Karanganyar ditingkatkan melalui penyelenggaraan berbagai festival kesenian seperti campursari dan karawitan. Pihaknya akan berupaya memperbaiki akses infrastruktur menuju objek wisata. Langkah ini dilakukan untuk menarik para wisatawan baik lokal maupun mancanegara.
Sumber : http://www.solopos.com/soloraya/karanganyar

Read More

Wisatawan Serbu Objek Wisata Tawangmangu

Seiring datangnya musim liburan tahun baru 1 Muharam 1435 H, sebanyak 2.000-an wisatawan domestik menyerbu objek wisata di Tawangmangu, Selasa (5/11/2013).

Jumlah kunjungan wisatawan tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan hari-hari biasa yang hanya mencapai 100-an orang. Meski mengalami lonjakan wisatawan, arus lalu-lintas di Tawangmangu tergolong lancar.

 Koordinator Pos Somokodo Tawangmangu, Sutardo, mengatakan para wisatawan domestik itu sengaja mendatangi objek wisata di Tawangmangu untuk berlibur. Dilihat dari segi usia, pengunjung di objek wisata Tawangmangu didonimasi kawula muda di Soloraya, yakni mencapai 90 persen. Sisanya, berasal dari wisatawan domestik dari berbagai kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Jogja, Semarang dan sejumlah kota di Jatim.

 “Setiap pengunjung yang melalui pos retribusi diwajibkan membayar retribusi. Kalau sepeda motor senilai Rp1.000, sedangkan mobil senilai Rp5.000. Hal ini sudah sesuai Perda No. 5 Tahun 2007 tentang Retribusi Masuk Kawasan Tawangmangu. Agar tak kehabisan stok tiket retribusi, kami menyiapkan total 10.000 tiket masuk,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa.

 Tardo menjelaskan jumlah wisatawan di Tawangmangu tahun ini hampir sama dengan tahun sebelumnnya. Biasanya, para wisatawan berekreasi di Grojogan Sewu, Cemoro Kandang dan Pringgodani.

 Patung Semar

 Delapan petugas di Pos Somokodo dimaksimalkan untuk melayani penjualan tiket masuk. Selain di Somokodo, pintu masuk ke Tawangmangu juga ada di daerah Bomo, Matesih dan Gondosuli yang berbatasan dengan Jatim.  “Dalam satu tahun, puncak wisatawan yang datang ke Tawangmangu, biasanya terjadi saat momentum Lebaran dan Tahun Baru. Kalau momen Tahun Baru Islam seperti ini meski ada peningkatan, tapi tak sebesar momentum Lebaran yang mencapai 5.000 wisatawan,” ujarnya.

 Terpisah, Staf Bina Cinta Alam Grojogan Sewu Tawangmangu, Jumino, mengatakan guna menghadapi lonjakan pengunjung di Grojogan Sewu, pihaknya mengerahkan 30-an petugas internal. Di sisi lain, pihaknya juga memaksimalkan 142 anggota paguyuban pedagang di kawasan Grojogan Sewu untuk ikut membantu pengawasan.

 “Agar tak kewalahan, kami juga menggandeng paguyuban pedagang. Tujuanya, ikut menjaga suasana yang nyaman di Grojogan Sewu. Misalnya, ada yang capek atau sakit, biasanya para pedagang di sini ikut membantu.”

 Di luar Grojogan Sewu, objek wisata yang diserbu wisatawan domestik, yakni Cemoro Kandang dan Pringgodani. Biasanya, wisatawan di tempat tersebut dalam rangka menjalankan ritual sesuai adat Jawa. Salah satu acaranya, menggelar pertunjukan wayang kulit dengan lakon Semar Mbangun Kahyangan di Pringgodani, Senin (4/11/2013) malam. Hal itu sebagai pertanda diresmikannya patung semar seberat 1 ton yang dibawa ke Pringgodani secara manual.

 “Biasanya, ada juga kerabat dari Keraton Solo yang menyewa kuda untuk menempuh perjalanan ke Gunung Lawu,” kata salah seorang penyewa jasa kuda di Tawangmangu, Harno, 52, warga Ngemplak, Tawangmangu.

Sumber : http://www.solopos.com/2013/11/06/wisatawan-serbu-objek-wisata-tawangmangu-462835

Read More
DSC_0018

Industri Pariwisata Dapat Meningkatkan PAD

Bupati Karanganyar Rina Iriani melantik Gabungan Industri Pariwisata Indonesia Karanganyar (GIPI) Karanganyar, di Sondokoro, Selasa (24/09)

Bupati Karanganyar Rina Iriani melantik pengurus Gabungan Industri Pariwisata Indonesia Karanganyar (GIPI) Karanganyar, di Sondokoro, Selasa (24/09)

Karanganyar, Rabu (25/09/2013)

Industri pariwisata menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Karanganyar. Di sisi lain, aktifitas kepariwisataan yang semakin kompetitif dalam harga, fasilitas, dan pelayanan kepada wisatawan khususnya di bidang sarana pengembangan produk pariwisata memerlukan kerjasama yang harmonis di antara pelaku pariwisata.

“Dengan adanya kerjasama ini dapat meningkatkan kebersamaan di antara para stakeholder pariwisata daerah, pengusaha, masyarakat dan pemerintah daerah dalam meningkatkan dunia kepariwisataan di Karanganyar,” kata Istar Yunianto, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar, saat acara sarasehan pengembangan organisasi kepariwisataan bagi pengusaha jasa wisata, di Sondokoro, Selasa (24/09) pagi.

Di tempat yang sama, Bupati Karanganyar, Rina Iriani mengatakan potensi pariwisata yang melimpah di Kabupaten Karanganyar akan memberikan hasil yang maksimal bagi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dan secara langsung juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar destinasi wisata.

“Terciptanya suasana kondusif, terjalinnya sinergi antara kebijakan pemerintah dengan para praktisi, serta mengutamakan pelayanan prima bagi wisatawan dapat meningkatkan PAD,” ujar Rina Iriani

Karanganyar sebagai destinasi wisata menjadi prioritas di wilayah Jawa Tengah perlu adanya daya tarik pariwisata melalui peningkatan layanan, perbaikan kualitas, dan penguatan kelembagaan insan pariwisata.

“Dukungan dari penyelanggara jasa pariwisata sangat diharapkan karena tanpa upaya penyediaan fasilitas, akomodasi, dan pelayanan yang memadahi maka potensi dan daya tarik pariwisata yang dimiliki menjadi berkurang,” kata Bupati Rina.

Standarisasi kualitas pelayanan harus disepakati para penyelenggara jasa agar mampu menjamin kepuasaan pengguna jasa pariwisata, selain itu dengan adanya kode etik keberlangsungan penyelenggaraan pariwisata, persaingan usaha yang sehat, serta melaksanakan perbaikan dan peningkatan kualitas sesuai dengan peraturan pemerintah yang telah ditetapkan. pd

 

Read More
IMG_1972

Biofarmaka Karanganyar Ikuti Pameran Jamu

Stand biofarmaka yang memamerkan produk jamu tradisional dari Karanganyar ikut dalam Festival Jamu dan Kuliner di halaman Kantor Gubernur dan DPRD Jawa Tengah, 13-15 September 2013 kemarin,

Stand biofarmaka yang memamerkan produk jamu tradisional dari Karanganyar ikut dalam Festival Jamu dan Kuliner di halaman Kantor Gubernur dan DPRD Jawa Tengah, 13-15 September 2013 kemarin,

Karanganyar, Selasa (17/09/2013)

Kabupaten Karanganyar mengikuti Festival Jamu dan Kuliner 2013 yang diadakan di halaman Kantor Gubernur dan DPRD Jawa Tengah pada 13-15 September 2013.  Pada kegiatan tersebut Kabupaten Karanganyar mengikutsertakan klaster biofarmaka.

Kepala Bidang (Kabid) Prasarana dan Promosi Wisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karanganyar, Eny Fauziah, mengatakan, kami sengaja mengikuti Festival tersebut dengan maksud dapat mengangkat produk jamu yang ada di Kabupaten Karanganyar.

“Kami mengharapkan dengan mengikuti acara tersebut, produk jamu yang berasal dari biofarmaka di Karanganyar bisa terkenal dan diminati orang Karanganyar sendiri maupun dari luar,” kata Eny fauziah, saat di jumpai dikantornya, Selasa (17/09).

Produk biofarmaka berupa jamu tradisional yang dipamerkan seperti temu lawak, garut, kunir putih, jahe, dan kencur. Selain bahan mentah juga ada jamu yang sudah jadi.

Selain dari Kabupaten dan Kota di Jawa Tengah, kegiatan yang dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, itu juga diikuti oleh peserta dari Rusia, Jepang, Cina, Vietnam, Ceko, dan Polandia.  pd   

Read More
DSC_0057

Museum Dayu Jadi Wisata Edukatif

Bupati Karanganyar, Rina Iriani, bersama beberapa Kepala Satuan Kerja Perangakat Daerah (SKPD)  meninjau pembangunan Museum Dayu, Gondangrejo, Karanganyar, Jumat (07/06) pagi

Bupati Karanganyar, Rina Iriani, bersama beberapa Kepala Satuan Kerja Perangakat Daerah (SKPD) meninjau pembangunan Museum Dayu, Gondangrejo, Karanganyar, Jumat (07/06) pagi

Karanganyar, Sabtu (08/06/2013)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar akan menyelesaikan proyek pembangunan Museum Dayu sebagai sarana wisata edukatif, bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Direncanakan pembangunan Muesum Dayu yang berada di desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar  akan selesai pada pertengahan 2014.

Nantinya, di museum tersebut terdapat beberapa ruangan yang terdiri dari ruang penyimpanan koleksi fosil purbakala, ruang pameran yang tedapat diorama fosil purbakala yang ditemukan di desa Dayu.

Selain itu Pemkab Karanganyar akan berupaya memindahkan sebagian fosil purbakala yang ditemukan, dari Museum Sangiran, Sragen,  ke Museum Dayu.  

“Kami akan memindahkan sebagian fosil purbakala dari Museum Sangiran ke Museum Dayu ini,” jelas Ismu Suprihatin, Kepala Seksi Museum, Kepurbakalaan, Sejarah dan Nilai Tradisi, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar, Jumat (07/06) pagi.

Menurut Ismu, desa Dayu mempunyai potensi nilai sejarah khususnya fosil purbakala karena warga di desa ini sering menemukan fosil. Terakhir  ditemukan fosil rahang dari gajah purba dan kepala kerbau lengkap.

“Masih banyak potensi fosil purbakala di daerah sini seperti hewan dan manusia purba. Kami juga minta kepada masyarakat apabila menemukan fosil apa saja maka diserahkan ke instansi terkait,” jelas Ismu.

Hal senanda juga diungkapkan oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani, yakni meminta agar warga setempat mau memberikan benda sejarah itu jika menemukan fosil purbakala.

“Apabila ada warga yang menemukan fosil purbakala, hendaknya jangan dijual. Karena itu sangat tinggi nilai historisnya. Lebih baik diserahkan ke museum saja,” jelas Bupati Rina Iriani, saat meninjau pembangunan Museum Dayu bersama beberapa Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Sedangkan Museum Dayu berdiri diatas lahan seluas 7000 m2, dengan luas tanah 11000 m2. Pembangunan museum ini sendiri ,menghabiskan dana kurang lebih 25 miliar yang berasal dari APBN.pd

Read More
DSC_0019

Kejuaraan Nasional Paralayang

Paralayang

Paralayang

Karanganyar, Minggu (19/05/2013) Seorang atlet Paralayang sedang mencoba tepat mendarat di lingkaran yang sudah ditentukan, dalam Kejuaraan Nasional Paralayang, di Bukit Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (18/05). Kejurnas itu diikuti sebanyak 80 atlet dari 10 Propinsi, dan berlangsung 17-19 Mei 2013.

Read More
CIMG0729

Prioritaskan Sektor Pariwisata Karanganyar

CIMG0729

Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan dan Politik Siswanto, Memukul Gong Tanda Dimulainya Pelatihan Kesenian Tradisional

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov. Jateng bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Karanganyar mengadakan Pelatihan Seni Tradisional dalam rangka mensukseskan visit Jateng 2013.

“ Dengan adanya program ini saya harap, kita tetap dapat nguri-nguri/melestarikan budaya tradisi leluhur kita. Saya mengapresiasi atas terselenggarannya program pelatihan ini. Semoga bermanfaat bagi para untuk obyek wisata di Kab. Karanganyar sehingga dapat memotivasi para seniman seniwati kita,” papar Kasi Kesenian Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Prov. Jateng Drs. Suhartono, M. Pd saat menyampaikan laporannya pada acara Pelatihan Seni Tradisional, Rabu pagi (17/04) di Pendopo Rumah Dinas Buapti Karanganyar.  

Sementara itu Staf ahli Bupati bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Drs. Siswanto, MM saat membacakan sambutan Bupati Karanganyar menyampaikan bahwa Program yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov. Jateng ini sesuai dengan tiga sektor Kab. Karanganyar yakni industri, pertanian dan pariwisata. “Salah satu yang menjadi prioritas di Kab. Karanganyar ini adalah sektor Pariwisata. Karena sektor pariwisata selama ini  dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Karanganyar. Untuk itu diperlukan inovasi Pariwisata menuju pemerataan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” terangnya. “ Saya berharap dengan adanya pelatihan ini dapat menambah wawasan, keterampilan sehingga dapat diterapkan didaerahnya,” tambahnya.

Selanjutnya penyerahan bantuan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karanganyar kepada perwakilan Seniman seniwati Karanganyar. (indah/fitri)

Read More
DSC_0030

Warga Thailand Kunjungi Karanganyar

Wisatawan Thailand sedang berkunjung di Candi Ceto, Jenawi, Karanganyar, Kamis (28/02).

Wisatawan Thailand sedang berkunjung di Candi Ceto, Jenawi, Karanganyar, Kamis (28/02).

Karanganyar, Jumat (01/03/2013).

Sebanyak 22 orang wisatawan dari Thailand berkunjung ke beberapa obyek wisata anggota Java Promo, salah satunya Kabupaten Karanganyar, Kamis (28/02). Mereka mengunjungi obyek wisata Candi Ceto, Candi Sukuh, dan Agrowisata Sondokoro.

Kedatangan rombongan Fam Trip  ke Karanganyar itu sangat efektif, karena untuk mengenalkan tempat-tempat wisata yang bernilai hitoris secara langsung. Keindahan alam dan kemegahan bangunan candi sangat berkensan bagi mereka dan sering kali ingin mendapatkan informasi peninggalan sejatah itu lebih detail.

“Kunjungan kami ke sini sangat bermanfaat, karena nantinya dapat memberikan informasi tempat-tempat wisata yang ada di Karanganyar seperti Candi Cetho dan Candi Sukuh ke orang Thailand agar mau datang ke sini,” jelas Denis, salah satu peserta Fam Trip. pd  

Read More