Category: Pariwisata

Copy of DSC_0008

Turis Manca Kunjungi Sukuh dan Cetho

Mahasiswa asing yang mengikuti program pertukaran pelajar, mengunjungi Candi Cetho, Jenawi, dan Candi Sukuh, Ngargoyoso, Rabu (20/02)

Mahasiswa asing yang mengikuti program pertukaran pelajar, mengunjungi Candi Cetho, Jenawi, dan Candi Sukuh, Ngargoyoso, Rabu (20/02)

Karanganyar, Kamis (21/02/2013).

Sebanyak 25 orang mahasiswa asing yang mengikuti program pertukaran pelajar, mengunjungi Candi Cetho, Jenawi, dan Candi Sukuh, Ngargoyoso, Rabu (20/02) pagi. Mereka berasal dari negara Chili, Cina, dan Korea.

Kegiatan itu merupakan rangkaian Fam Tour yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) yang bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Karanganyar.

Candi Ceto dan Sukuh dipilih menjadi tujuan tour  mereka dengan pertimbangan, tempat tersebut menyimpan kekayaan alam dan histori yang tidak bisa ditemui di daerah lain. Hal ini dikuatkan dengan data kunjungan turis asing yang tercatat di Disparbud Karanganyar di tiap bulan meningkat. Di mana, dalam laporan itu memperlihatkan peningkatan jumlah kunjungan pada 2012 lalu, khususnya periode akhir. Tercatat ada 308 turis asing yang datang ke Candi Ceto dan 654 turus mancanegara  menikmati keindahan Candi Sukuh.

Terkait dengan promosi pariwisata, Disbudpar Jateng sudah melakukan sejumlah langkah. Selain melakukan pengenalan dalam tour, pihak Pemprov juga sudah melakukan mempromosikan keindahan alam dan potensi wisata di sejumlah event, baik di tingkat provinsi, nasional, hingga internasional. Pemprov juga langsung mengunjungi negara-negara yang potensial mendatangkan wisatawan ke Jateng.

Salah seorang mahasiswa asal Cina yang mengikuti Fam Tour, Jesson mengatakan jika senang mengunjungi Candi Sukuh dan Cetho. dirinya mengaku tempat tersebut sangat istimewa karena memiliki udara yang sangat segar. “Saya belum pernah menjumpai udara segar seperti di sini. jadi, ini luar biasa dan saya ingin berlama-lama di sini. Berhubung waktunya mendesak, maka kapan-kapan saya akan ke sini lagi dengan mengajak teman-teman,” jelas dia.

 

. pd

Read More

FESTIVAL REOG KARANGANYAR 2012

Karanganyar, Sabtu (08/12/2012)

Ribuan orang menyaksikan Festival Reog Karanganyar 2012 di Alun-Alun  Karanganyar, Sabtu (08/12). Festival ini diikuti oleh sejumlah kelompok reog yang ada di Bumi Intanpari.

Kegiatan yang secara resmi dibuka oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani itu memberikan kesempatan pada masing-masing kelompok diberikan waktu hingga 25 menit untuk menampilkan atraksi tari warok.  Seniman juga bisa menampilkan kebolehannya melalui penari Jathilan, Bujangganong, klonosewandono. Selain itu, kelompok seni juga bisa unjuk kebolehan mempertunjukkan tari merak tarung dengan iringan dan kreativitas masing-masing.

Pagelaran festival ini dimaksudkan untuk memberikan rangsangan dan dorongan dalam upaya pembinaan, pengembangan serta peningkatan kesenian yang ada di masyarakat.

“Kita turut berupaya memelihara, melestarikan dan memajukan kesenian reog yang ada di wilayah Kabupaten Karanganyar. Tentunya itu sebagai khasanah budaya daerah dalam menunjang kebudayaan nasional,” kata Ngadimin, Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Karanganyar di sela-sela acara, kemarin.

Sementara itu Bupati Karanganyar, Rina Iriani dalam sambutannya menyampaikan apresiasi bagi panitia dan peserta. Dikarenakan kesenian reog bisa hilang jika tidak dilestarikan. Rina menjelaskan jika pihaknya juga menghormati budaya lokal tradisional yang ada di wilayahnya.

“Keanekaragaman budaya merupakan perwujudan kebhinekaan yang merupakan alat pemersatu bangsa. Kami pun akan terus mendukung upaya pelestarian budaya daerah di Karanganyar,” kata kepala daerah yang biasa mengenakan jilbab itu.

 

.pd

Read More

Astana Giribangun Kebanjiran Peziarah

Kompleks makam keluarga Alm Soeharto, Astana Giribangun di Kecamatan Matesih, Karanganyar dibanjiri peziarah sepanjang pekan kemarin. Peziarah tidak hanya datang dari wilayah Karanganyar dan Soloraya, melainkan juga dari luar Jawa Tengah (Jateng) dan mancanegara. Setiap peziarah selalu menyempatkan diri mendoakan kebaikan bagi seluruh anggota keluarga Cendana (Soeharto).

Petugas pencatat jumlah pengunjung di kompleks makam setempat, Eko, menjelaskan lonjakan jumlah peziarah sudah terjadi sejak, Minggu (11/11/2012) dengan 1.603 orang. Pada Senin (12/1/2012) tercatat ada 397 peziarah, Selasa (13/11/2012) ada 128 peziarah dan Rabu (14/11/2012) ada 130 peziarah. Sementara pada Kamis (15/11/2012) terdapat 1.400 peziarah serta, Jumat (16/11/2012) ada 788 peziarah.

Eko yang juga merupakan petugas keamanan komples makam itu mengungkapkan, peziarah berkunjung tidak hanya melihat-lihat. Melainkan melakukan ritual atau prosesi ziarah sesuai agama dan keyakinan masing-masing. Hanya saja mereka tidak dibolehkan menginap di kompleks Astana Giribangun. “Peziarah datang dari berbagai daerah di Tanah Air, ada juga yang datang dari luar negeri,” ungkapnya.

Sementara beberapa peziarah mengaku sengaja berkunjung ke Astana Giribangun lantaran merasa kagum dengan sosok Alm Soeharto. Apalagi selama memimpin Indonesia Soeharto dinilai berhasil melakukan pembangunan dalam berbagai bidang. Sehingga akhirnya diberi gelar Bapak Pembangunan Nasional. Seperti disampaikan Endang, peziarah asal Pekalongan.

Perempuan yang datang bersama tujuh anggota keluarganya mengaku sangat terkesan dengan kepemimpinan Soeharto. Dia bersama anggota keluarganya juga sangat mendukung usulan Soeharto sebagai pahlawan Trikora.

“Selama Pak Harto memimpin tidak pernah ada huru-hara, aman dan damai. Semoga amal beliau diterima Allah SWT, keluarga dilimpahi keberkahan,” katanya.

Read More

Rina: Situs Watu Kandang Harus Dilindungi

Bupati Karanganyar Rina Iriani menegaskan bahwa situs purbakala Watu Kandang yang berada di Dusun Ngasinan Lor, Desa Karangbangun, Kecamatan Matesih harus dilindungi. Warga sekitar dilarang keras merusak situs yang dianggap bersejarah tersebut.

“Kita semua harus melihat dari sisi dan nilai sejarah terkait keberadaan situs Watu Kandang. Masyarakat dan pemerintah harus bersama-sama melindungi situs. Jangan sampai batu-batu bersejarah ini dipecah atau dirusak. Tidak boleh neko-neko,” ujar Rina saat berkunjung ke lokasi situs, Selasa (16/10).

Rina juga sempat berdiskusi dengan beberapa warga untuk menyamakan persepsi bahwa peninggalan zaman Megalithikum itu harus dijaga. Kedatangan Rina juga untuk memastikan situs Watu Kandang dalam kondisi baik.

Sementara terkait dengan ganti rugi tanah milik warga yang masuk area situs, Rina mengaku itu merupakan kesepakatan antara pemilik tanah dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah. “Apakah nanti akan ada ganti rugi atau warga tetap diperbolehkan menanam di tanah tersebut sambil merawat situs, merupakan kesepakatan antara warga dan BPCB. Yang terpenting saat ini situs tersebut dalam kondisi aman,” ujarnya.

Di situs Watu Kandang tersebut terdapat sekitar 3 hektare tanah warga yang diketahui merupakan bagian dari situs tersebut. Sehingga warga diharapkan melaporkan sertifikat tanahnya kepada pihak kecamatan.

Camat Matesih, Murdatmo, mengatakan pihak BPCB Jawa Tengah akan melakukan pengkajian ulang terkait daerah yang merupakan bagian dari cagar budaya situs Watu Kandang. “Perwakilan BPCB  yang datang akan melapor ke atasannya untuk membahas hal tersebut. Apakah akan ada ganti untung ataukah akan ada kompensasi perawatan bagi warga, kita tunggu saja,” jelas Murdatmo.

Salah satu warga yang memiliki tanah di areal tersebut, Ratmowiyoto, menyambut baik ajakan bupati untuk menjaga dan melestarikan situs bersejarah tersebut. Ia bersama dengan sejumlah warga lain pun menyatakan kesiapannya untuk turut serta melestarikan situs tersebut. “Ini sudah kesepakatan warga. Saya juga berharap dapat terus menanam di tanah saya, karena itu adalah mata pencaharian kami,” jelasnya.

Read More

Candi Sukuh & Cetho Jadi Primadona Wisatawan Mancanegara

Candi Cetho dan Sukuh di Kabupaten Karanganyar tetap menjadi primadona wisatawan mancanegara (wisman) tahun ini. Kendati serentetan aksi terorisme dan penangkapan terduga teroris terus terjadi di Kota Solo dan sekitarnya.

Hal itu diakui Kasi Obyek dan Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Karanganyar, Iskam, ditemui wartawan di kantornya. “Sejauh ini tingkat kunjungan wisman ke Cetho dan Sukuh relatif stabil,” katanya, Jumat (12/10/2012).

Menurut dia dari sejumlah obyek wisata dei Bumi Intanpari hanya Candi Sukuh dan Cetho yang menjadi tujuan berkunjung wisman. Sebab wisman lebih tertarik melihat obyek wisata sejarah atau kebudayaan ketimbang wisata alam.  Hingga Agustus 2012 tercatat 4.779 wisman telah berkunjung ke obyek wisata candi di Karanganyar. Jumlah itu terdiri 1.835 wisman berkunjung ke Candi Ceto dan 2.944 wisman ke Sukuh.

Angka itu tidak terpaut jauh dengan jumlah wisman di Candi Ceto bulan Januari hingga Agustus tahun lalu sebanyak 1.703 orang. Namun perbedaan angka terlihat sedikit mencolok dari kunjungan wisman di Candi Sukuh periode Januari hingga Agustus tahun lalu yang mencapai 3.981 orang. Secara keseluruhan jumlah wisman di Candi Cetho dan Sukuh tahun ini dan 2011 lebih banyak ketimbang 2010.

Jumlah keseluruhan wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Karanganyar tahun 2011 sebanyak 1.084.036 orang. Sedangkan jumlah keseluruhan wisatawan yang berkunjung ke Karanganyar tahun 2010 mencapai 1.100.314 orang.

Terdapat 21 obyek wisata di Bumi Intanpari yang rutin menjadi tujuan wisatawan. Tujuan utama wisatawan yakni air terjun Grojogan Sewu, agrowisata Sondokoro, Astana Giribangun, ari terjun Jumog dan Parang Ijo.  Kasi Sarana Wisata Disparbud Karanganyar, Trusni Totok, meyakini jumlah wisatawan yang berkunjung ke Karanganyar masih bisa digenjot tahun ini. Sebab masih ada event bulan Suro dalam penanggalan Jawa dan semarak perayaan pergantian tahun.

Read More

BP3 Jateng Turun Tangan Atasi Kerusakan Situs Watu Kandang

Rusaknya sejumlah batu peninggalan zaman Megalithikum yang terdapat di situs Watu Kandang, di Dusun Ngasinan Lor, Desa Karangbangun, Kecamatan Matesih mendapat perhatian dari Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jateng. BP3 pun turun ke lapangan untuk mengecek kondisi situs tersebut, Selasa (2/10).
Staf Pemanfaatan BP3 Jateng, Denny Wahyu Hidayat, menjelaskan terdapat tiga buah batu di situs tersebut yang kondisinya rusak. Kerusakan tersebut terjadi bukanlah kesengajaan oleh warga sekitar. “Warga tidak tahu saja kalau batu-batu tersebut merupakan bagian dari situs purbakala,” kata Denny di lokasi situs Watu Kandang.
Deny memastikan bahwa sejumlah batuan yang terdapat di situs Watu Kandang memang berasal dari zaman Megalithikum. Pasalnya di situs itu didominasi batu-batu besar yang merupakan salah satu ciri dari peninggalan kebudayaan Megalithikum. “Kebudayaan zaman tersebut memang masih sangat sederhana,” ujarnya.
Sementara itu, Staf Perlindungan BP3 Jateng, Harun Al Rasyid, menambahkan adanya kerusakan batu memang ada yang merusak dan tidak rusak alami. Namun ia memastikan tidak ada satu batu pun yang hilang di situs Watu Kandang.
Terkait keberadaan tanah milik warga yang berada di kawasan situs dan minta dibeli oleh BP3 Jateng, Harun enggan berkomentar. “Yang penting saat ini sosialisasi kepada masyarakat sekitar terkait keberadaan situs Watu Kandang ini,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Matesih, Titik Umarni, menuturkan ke depannya harus ada kerja sama dan sosialisasi dari BP3 Jateng terkait situs Watu Kandang. Hal ini agar masyarakat memahami pentingnya keberadaan situs bersejarah tersebut. “Saat ini diperlukan tindakan sosialisasi agar ada komunikasi yang baik antara semua pihak,” ujarnya.
Penjaga situs Watu Kandang, Giyatno, mengungkapkan hanya sebagian kecil tanah di kawasan situs yang telah dibebaskan (dibeli) oleh pemerintah. Untuk kelanjutannya ia tidak bisa memastikan. “Itu masih tergantung dari BP3 Jateng,” ujarnya. Luas situs Watu Kandang sendiri, menurut Giyatno, seluas 2 hektare dan terletak di pinggir jalan Matesih-Tawangmangu.

Read More

Jalan Utama Kawasan Wisata Sukuh-Cetho Rusak Parah

Jalan utama kawasan wisata Candi Sukuh, Ngargoyoso, hingga Candi Cetho, Jenawi di Kabupaten Karanganyar rusak parah.

Pada 2012 ini perbaikan jalan baru sepanjang dua kilometer. Padahal jalur Ngargoyoso hingga Jenawi menyuguhkan objek wisata milik Kabupaten Karanganyar yang sangat berlimpah. Di jalur tersebut dapat kita jumpai objek wisata unggulan Candi Sukuh dan Cetho. Lainnya, ada hamparan kebun teh Kemuning, Air Terjun Jumog, Air Terjun Parang Ijo,Telaga Madirda, Tahura dan jajaran tempat pribadatan umat Hindu.

Sayang, berdasarkan pantauan, Kamis (20/9/2012), banyak lubang menganga di sepanjang jalur utama kawasan wisata tersebut. Salah satu area paling parah terlihat di jalan depan Polsek Ngargoyoso.  “Beberapa wisatawan mengeluhkan kondisi jalan yang rusak dan minimnya petunjuk arah menuju objek wisata,” ungkap seorang petugas pintu masuk kawasan wisata Sukuh-Cetho, Saimin, saat ditemui, Kamis.

Camat Ngargoyoso, Sugiyarto, Kamis itu mengatakan kondisi jalan utama yang rusak memang mempengaruhi pariwisata di daerahnya. Namun, menurutnya masih bisa terbantu dengan kondisi jalan masuk masing-masing objek wisata yang sudah cukup baik berkat pengelolaan desa.

Sebenarnya sudah ada anggaran rutin tiap tahunnya yang digelontorkan Pemkab Karanganyar lewat Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk merawat jalan utama. Namun, entah kondisi tanah atau material penambal lubang jalan yang kurang berkualitas membuat jalan kembali berlubang. Saat ini, perbaikan jalan utama baru dilaksanakan sepanjang dua kilometer dari titik Sudimoro hingga Ngargoyoso.

“Tender proyek baru saja dilaksanakan. Pengerjaan baru dimulai dari penyelesaian gorong-gorong. Tak perlu menunggu lama, jalan akan kembali mulus,” jelas Kepala DPU Karanganyar, Priharyanto.

Read More

MAHATHIR MOHAMAD Nyekar ke Makam Soeharto

Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad, berziarah di makam mantan Presiden Indonesia, Soeharto di Astana Giribangun, Senin (3/9/2012). Rombongan Mahathir disambut langsung oleh putri Soeharto yakni Siti Hardiyanti Rukmana beserta sejumlah kerabat lain. Sebelumnya Mahathir hadir di UNS untuk menerima gelar doktor kehormatan.

Sesampai di Astana Giri Bangun, rombongan Mahathir langsung memanjatkan doa di depan pusara Soeharto dan Ibu Tien. Doa dipimpin langsung oleh tokoh pendidikan Arief Rachman. Lebih kurang selama 15 menit rombongan bertafakur di depan pusara. Kemudian, Mahathir berbincang dengan para putri Soeharto yakni Siti Hardiyanti Rukmana (Tutu), Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamiek) dan Siti Hediati Hariyadi (Titiek).

Mahathir mengatakan, dia mengunjungi makam Soeharto untuk mendoakan arwahnya agar selalu berada di sisi-Nya. Menurutnya, sosok Soeharto merupakan pemimpin yang mampu mengayomi masyarakat. “Pak Harto pemimpin yang bagus,” katanya, Senin sore. Dahulu, lanjut Mahathir, dia sering berunding dengan Soeharto untuk memecahkan permasalahan terutama tingkat regional ASEAN. Dia juga selalu bekerjamasa dengan Soeharto untuk meningkatkan pembangunan di segala bidang.

Menurutnya, Soeharto kerap menyumbangkan ide dan gagasan cemerlang untuk kemajuan negara-negara ASEAN. Semestinya, hasil pembangunan era Soeharto dijaga oleh para generasi muda Indonesia. “Kami sering berunding berdua untuk mencari solusi permasalahan ASEAN. Dia sering memunculkan gagasan cemerlang,” ujarnya.

Sementara Siti Hardiyanti Rukmana atau Mbak Tutut, mengucapkan terima kasih atas kunjungan Mahathir Muhammad yang berziarah ke Astana Giri Bangun. Menurutnya, Mahathir merupakan partner Bapaknya dalam memajukan pembangunan terutama di negara-negara ASEAN.

Read More

GROJOGAN SEWU: Harga Karcis Naik, Pelayanan Harus Ditingkatkan

Terkait harga karcis atau tiket masuk objek wisata Grojogan Sewu yang bakal naik 50%, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Karanganyar, Sugiyarto mengaku mendukung asal pelayanan pada pengunjung juga ditingkatkan.

Hal tersebut diungkapkan Sugiya saat dihubungi via telepon, Selasa (28/8/2012).

“Pembangunan infrastruktur diperbaiki demi kenyamanan masyarakat. Saya mendukung asalkan layanan dan pengelolaan selalu dijaga dengan baik,” ujarnya.

Grojogan Sewu, kata dia, merupakan aset wisata andalan di Karanganyar dan dia  berharap aset tersebut untuk selalu dijaga dan dikembangkan.

Seperti diberitakan sebelumnya, harga karcis atau tiket masuk objek wisata Grojogan Sewu di Tawangmangu, Karanganyar akan naik 50% dari Rp6.000 menjadi Rp9.000. Kepala tata Usaha (KTU) Grojogan Sewu, Widodo, mengatakan kenaikan tersebut dikarenakan pemasukan dari karcis tersebut tidak mencukupi biaya operasional saat ini.

Meski demikian dirinya belum bisa memastikan kapan kenaikan harga karcis akan dimulai. “Yang jelas saat ini kami sedang ajukan kepada PT Duta Indonesia Jaya selaku pengelola  agar kenaikan [harga karcis] tersebut secepat mungkin,” ujarnya saat ditemui.

Read More
Grojogan sewu

Grojogan Sewu Dipadati 75.000 Pengunjung

Tempat Wisata Air Terjun Grojogan Sewu sampai H+7 masih dibanjiri pengunjung, bahkan dari data pembelian karcis menembus angka 75.000 selama Lebaran. Hal itu disampaikan Kepala Tata Usaha Objek Wisata Grojogan Sewu, Widodo, di kantornya, Minggu (26/8/2012).

Widodo mengatakan jumlah pengunjung sampai H+7 masih cukup ramai. “H+7 merupakan hari terakhir libur Lebaran pada tahun ini, sehingga jumlahnya cukup banyak sampai menembus angka 75.000 pengunjung,” ujarnya.

Jumlah pengunjung, kata Widodo, mengalami peningkatan cukup signifikan. “Tahun lalu jumlah pengunjung Lebaran 63.398, sedangkan pada Lebaran kali ini hampir mencapai 77.000 pengunjung atau naik sekitar 20%,” ujarnya.

Dia menambahkan, jumlah pengunjung dari data lima tahun terakhir rata-rata kurang dari 75.000 pengujung. “ Tahun ini jumlah pengujung benar-benar membeludak,” ujarnya.

Jumlah meningkat, kata Widodo, dikarenakan jumlah libur Lebaran pada tahun  ini lebih banyak dari tahun  sebelumnya. Selain itu, kata dia, dengan perbaikan infrastrukur di Grojogan Sewu, pengunjung lebih nyaman dan senang.

“Selain perbaikan infrastruktur, kami akan terus berinovasi sehingga tetap menjadi andalan wisata di Kabupaten Karanganyar maupun Soloraya,” ujarnya.  Petugas lain, Maryoto mengatakan jumlah pengunjungdari H+1 sampai H+7 selalu membeludak.  “Puncaknya pada H+3 Lebaran, dalam sehari mencapai 17.600 pengunjung,” ujarnya.

Seorang pengujung asal Sukoharjo, Vera Pebriani, saat ditemui mengaku senang berkunjung di Grojogan Sewu. “Saya lihat Grojogan Sewu terus dibenahi dan pengunjung cukup banyak,” ujarnya.

Read More