Category: Pariwisata

PEMILIHAN PUTRA PUTRI LAWU DUTA WISATA TAHUN 2012 KABUPATEN KARANGANYAR

Dalam rangka mempromosikan Wisata Kabupaten Karanganyar, Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar akan menyelenggarakan Pemilihan Putra Putri Lawu Duta Wisata Tahun 2012 yang secara rutin di selenggarakan setiap tahun. Melalui sosialisasi Pemilihan Duta Wisata Karanganyar Tahun 2012 di TIC  (Tourism Information Centre) Senin pagi (05/03/ 2012). Sosialisasi dihadiri dari berbagai pihak yaitu Kepala Dinas Pendidikan dan Olah Raga Kab. Karanganyar, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kab. Karanganyar, Rektor/Direktur Perguruan Tinggi se-Kab. Karanganyar, Kepala SMU/SMK se-Kab. Karanganyar, Kepala UPTD  Kec. Se-Kab. Karanganyar, dan Camat se-Kab. Karanganyar.

Kegiatan Pemilihan Duta Wisata  tersebut akan di agendakan pada tanggal 7 Juli 2012 yang bertempatkan di TIC (Tourism Information Centre)  Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar utara alun-alun Kabupaten Karanganyar. Peserta Pemilihan Putra Putri Lawu Duta Wisata Tahun 2012 yaitu pemuda/pemudi, mahasiswa, siswa SMU/SMK di Karanganyar yang mempunyai potensi dan intelektual yang tinggi.  “Generasi Muda adalah Generasi Penerus bangsa”

Adapun pendaftaran Peserta Pemilihan Duta Pariwisata Kab. Karanganyar dibuka mulai tanggal 1 Mei – 20 Juni 2012, di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Karanganyar Telp. 0271-495439 atau TIC (Tourism Information Centre) utara alun-alun Kab. Karanganyar, Jam 08.00 WIB s/d 14.00 WIB

Ketentuan persyaratan peserta dapat di lihat di Web Kabupaten Karanganyar serta Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar atau TIC (Tourism Information Centre) utara alun-alun Kabupaten Karanganyar pada jam kerja.

Demikian Dishubkominfo  Kab. Karanganyar (Bb dan Ang)

Read More

Peresmian Kampung Anggrek Desa Kedungdowo, Plosorejo, Kec. Matesih Kab. Karanganyar

Penggerak / inisiator Kelompok Tani Desa KedungDowo, Plosorejo, Matesih, Kab. Karanganyar menyambut kehadiran Bupati Karanganyar Dr. Hj. Rina Iriani Sri Ratnaningsih, M.Hum  didampingi oleh para Pejabat Dinas Kabupaten Karanganyar beserta jajarannya, Senin  (13/02/2012), kedatangan tersebut berkaitan dengan Peresmian Kampung Anggrek. Pembudidayaan Anggrek dikelola oleh Ari Prasetyo di area rumahnya yang luasnya berkisar 1,5 hektar dari Tahun 2003 sampai sekarang. Beliau berhasil mensosialisasikan dan menginspirasikan kepada warga setempat untuk memajukan ekonomi pembangunan dan pariwisata di perkampungan tersebut.

Terdapat  20 kelompok Tani di perkampungan Anggrek yang dimana  setiap kelompok tani tersebut di beri 100 batang Anggrek dengan jenis yang berbeda untuk dibudidayakan selama 4 bulan dengan hasil panen mencapai  4000 batang . Kelompok Tani tersebut sekaligus di fasilitasi sarana dan prasarana Tanaman yang di budidayakan antara lain: Dendrobium, Palaynopsis, Orsibium, Panda, Katalya, Gramaptopilum.

“Mari Kembangkan serta kemas dengan bagus kampung Anggrek ini, saya mengusahakan akan membangun gapura demi terlihatnya keindahan Kampung Anggrek seperti indahnya bunga Anggrek , “tegas Rina Iriani. (ad/dt/pd/sfa/ang/dy)

Read More

Lomba Foto Obyek Wisata Sejarah Tingkat Nasional

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, sesuai dengan Pergub No. 66/2008, maka Bidang Kesejarahan dengan Kepurbakalaan, Seksi Kesejarahan concern dan memandang perlu untuk mempublikasikan potensi wisata sejarah dan dikembangkan sebagaimana proses transformasi dalam bentuk “Lomba Foto Obyek Wisata Sejarah Jawa Tengah Tingkat Nasional” yang bertemakan Obyek Wisata di Jawa Tengah ditengah masyarakat menyongsong Visit Jawa Tengah 2013. Maksud tujuan kegiatan lomba, sebagai sarana untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda serta memperkenalkan obyek-obyek peninggalan sejarah dan budaya guna menemukan sikap gemar melestarikan, melindungi dan memelihara peninggalan sejarah selain itu ikut mensukseskan Visit Jawa Tengah 2013.

Adapun ketentuan lomba yaitu : Terbuka untuk umum, Tidak dipungut biaya, Pengiriman hasil karya dikirim ke Seksi Kesejarahan, Bidang Kesejarahan dan Kepurbakalaan Dinas Kebudayan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Jl. Pemuda No. 136 Semarang Telephon (024) 3546001. Pengiriman paling lambat 5 April 2012 (CAP POS/STEMPEL POS).

Ketentuan foto yaitu : Hasil karya sendiri, Karya foto belum pernah dipublikasikan, Sumber foto berupa film analog  atau digital, Penggabungan sumber dengan teknik digital dan lab tidak diperbolehakan, Karya foto bukan rekayasa, Foto dicetak 10 R maksimal 5 obyek, hasil karya disertai nama obyek dan waktu pengambilan, Hasil lomba akan disertakan dalam Pameran Kesejarahan di MTF Surabaya Mei 2012.

Hadiah bagi pemenang : Setiap pemenang mendapatkan piagam dan uang pembinaan. Juara I Rp. 8.000.000, Juara II Rp. 6.000.000, Juara III Rp. 5.000.000, Juara Harapan I Rp. 3.000.000, Juara Harapan II Rp. 2.500.000, Juara Harapan III Rp. 2.250.000, Juara Harapan IV Rp. 1.500.000, Juara Harapan V Rp. 1.250.000, Juara Harapan VI Rp. 1.000.000. Pemenang akan diumumkan  tanggal 20 April 2012 di Harian Suara Merdeka dan RRI Semarang. Contact person : Sony Herry S, S.Pd (0818240689), Dra. Puji Suci Indiah (08179546126). Apabila ada ketidak jelasan, panitia akan melngkapi informasi sesuai harapan kegiatan lomba. (sony/syafiq/dyah)

Read More

Tahun Baru, Tawangmangu Dipadati Pengunjung

Tawangmangu tampaknya masih menjadi magnet tersendiri bagi warga di seputaran Solo dan sekitarnya untuk merayakan tahun baru, Minggu (1/1). Pasalnya ribuan kendaraan bermotor memadati jalan di sepanjang jalur menuju Tawangmangu sekitar dua kilometer lebih pada Minggu (1/1).
Dari pengamatan di lapangan, kemacetan tersebut terjadi akibat adanya pertemuan arus antara pengguna kendaraan yang hendak turun dan kendaraan menuju Tawangmangu. Kemacetan tersebut terjadi mulai terlihat dari Desa Plumbon, Kali Samin hingga Sumokado yang didominasi dengan kelokan dan tanjakan. “Ini sudah biasa saat tahun baru tiba,” ujar Mulyono (35) salah satu warga Nglebak saat ditemui  di jalur Kali Samin Tawangmangu.
Sementara itu, jalur menuju Tawangmangu dari Matesih pun mengalami hal serupa, kendati tidak seramai jalur Kali Samin namun kondisinya hampir sama yakni ribuan kendaraan bermotor mulai beriringan untuk menuju ke Tawangmangu.
Terpisah, Camat Tawangmangu, Yopi Eko Jatiwibowo memperkirakan ada ribuan wisatawan yang menghabiskan Tahun Baru di Tawangmangu. Selain menikmati udara dingin pegunungan, biasanya wisatawan tersebut juga ingin melihat perayaan tahun baru di Tawangmangu yang biasanya dimeriahkan dengan perayaan pesta kembang api.
Selain akses jalur Tawangmangu yang dipenuhi kendaraan, pemandangan yang sama juga terlihat di jalur Karangpandan – Ngargoyoso yang merupakan akses menuju Candi Sukuh, Candi Cetho, Air Terjun Jumog, Air Terjun Parang Ijo dan sejumlah obyek wisata lainnya.
Selain itu menjelang natal dan pergantian tahun baru kemarin sejumlah hotel, vila dan penginapan penuh oleh para wisatawan yang ingin merayakan pergantian tahun dan liburannya di Tawangmangu.

Read More

Sondokoro Targetkan 31.000 Pengunjung

Agrowisata Sondokoro, PG Tasikmadu, Karanganyar menyiapkan 31.000 lembar tiket khusus untuk menyemarakkan tahun baru 2012 besok. Untuk mencapai target tersebut, Sondokoro kembali menggelar berbagai event, seperti pertunjukan live music, kesenian Reog dan atraksi hiburan lainnya.
Marketing dan Humas Agrowisata Sondokoro, Teguh Sinung Nugroho mengungkapkan, setiap masa pergantian tahun jumlah pengunjung selalu mengalami kenaikan cukup signifikan.
”Tahun 2009  tiket terjual mencapai 26.085 lembar, 2010 melonjak jadi 31.018 tiket dan tahun 2011 tambah lagi menjadi 31.289 tiket. Tahun 2012 nanti kita berharap bisa di atas 31.000-an,”
Target 31.000 pengunjung tersebut menurutnya, hanya dikhususkan menjelang pergantian tahun 2012. Mengingat selama dua hari terakhir, yakni untuk Sabtu (31/12) dan Minggu (1/1/2012) akan ada atraksi yang didatangkan secara khusus. ”Malam tahun barunya biasanya memang sepi, tapi keesokan harinya selalu ramai dari pagi sampai sore hari,” kata dia.
Sinung menegaskan pihaknya juga berkeinginan, selain dapat menghibur juga dapat memberikan nuansa edukasi dan pelestarian terhadap kebudayaan yang ada di Karanganyar. ”Semakin banyak pengunjung, bagi karyawan tentunya akan berimbas kepada peningkatan kesejahteraan,” ujarnya.

Read More

Jelang tutup tahun Pengunjung Grojokan Sewu Meningkat

Wana wisata Grojogan Sewu yang berada di Kecamatan Tawangmangu, mulai diserbu wisatawan dari berbagai daerah terutama dari luar kota menjelang tutup tahun 2011, Kamis (29/12).

Kepala Tata Usaha dan Personalia Wana wisata Grojogan Sewu, Widodo mengungkapkan menginjak natal dan tahun baru 2011 ini, tercatat jumlah wisatawan yang berkunjung mencapai 5. 227 pengunjung.
Padahal di tahun sebelumnya hanya mencapai 4.300 pengunjung. Menurutnya hal ini ditengarai karena selain momen natal dan tutup tahun, lonjakan pengunjung ini juga terdongkrak karena adanya musim liburan sekolahandan cuti bersama para karyawan, sehingga banyak keluarga yang menikmati liburan bersama keluarganya.
Khusus untuk paket liburan kali ini, pihaknya mengaku memberikan diskon khusus kepada para wisatawan yang datang secara rombongan, paket tersebut yakni berupa potongan tiket masuk sebesar 20 persen. Ketentuan ini tidak berlaku mutlak untuk berapa rombongan, pasalnya dari pihak pengelola tidak mematok secara baku paket tersebut. orang pun jika mereka minta, akan kita berikan potongan. Kita tidak kaku,dan harga tiketnya pun masih sama Rp 6.000 tandasnya.
Seorang mahasiswi dari universitas terkemuka di Kota Gudeg, Putri Pandi Anggita (20) mengaku takjub dengan keindahan panorama di Grojogan Sewu yang terakhir kali pernah dikunjunginya sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Dirinya merasa pemandangan Grojogan Sewu saat ini lebih indah daripada sebelumnya.
Saat masih SD memang sudah pernah, tapi kali ini pemandangannya lebih bagus dan lebih hijau,kata gadis.Selain menikmati keindahan alam di Grojogan sewu, sambungnya liburan tersebut dimaksudkan untuk mengenalkan pada teman-teman sebangku kuliahnya yang berasal dari luar Jawa

Read More

Ribuan pengunjung banjiri obyek wisata di Karanganyar

Ribuan pengunjung dari berbagai daerah mulai membanjiri obyek wisata di Karanganyar pada libur Natal serta liburan sekolah. Bahkan pengunjung agrowisata Sondokoro serta Grojogan Sewu, Tawangmangu membludak.

Di Sondokoro, tidak kurang 9.000 orang berkunjung di obyek wisata tersebut. Jumlah pengunjung ini naik 600 persen lebih dibanding jumlah pengunjung pada hari libur biasa. Hampir seluruh wahana di obyek wisata tersebut diserbu pengunjung seperti kereta uap, wisata alam, Saka Sinema serta outbond.

Salah satu pengunjung, Ambar, 29, warga Solo ditemui mengaku datang bersama keluarganya berlibur di Karanganyar. “Kami datang untuk liburan di Karanganyar. Semua anggota keluarga di bawa main di sini,” ujarnya.

Manager Agrowisata Sondokoro Megantoro menuturkanselama libur Natal dan sekolah ini jumlah pengunjung terus merangkak naik. Pada hari biasa rata-rata jumlah pengunjung hanya 1.500 orang. Namun kali ini jumlah pengunjung membludak hingga mencapai 7.000-9.000 orang.

Sementara obyek wisata lain bernuasa alam seperti Grojogan Sewu juga ramai dikunjungi pada liburan kali ini. Pengelola obyek wisata Grojogan Sewu, Sukirdi melalui Kepala Tata Usaha dan Personalia Widodo mengatakan jumlah pengunjung memang mengalami kenaikan pada libur Natal dan sekolah kali ini.

Diperkirakan jumlah pengujung akan terus membludak mengingat libur sekolah masih beberapa hari ke depan. Selain itu juga libur Tahun Baru 2012. Kalau pada hari biasa, jumlah pengunjung Grojogan Sewu tidak lebih dari 200 orang per hari. Namun pada liburan kali ini jumlah pengunjung mencapai lebih dari 5.000 orang.

”Diperkirakan akan terus meningkat sampai puncaknya hari Sabtu-Minggu nanti mengingat bertepatan dengan libur pergantian tahun,” tuturnya.

Read More

Berharap Karanganyar Selalu Tenteram

Sejumlah pejabat di Karanganyar mulai Kepala Dinas hingga para camat berjajar rapi, duduk bersila di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa (20/12). Kedatangan mereka sekitar pukul 08.00 WIB tersebut bukan karena akan ada pengarahan dari Bupati, namun datang guna mengikuti prosesi jamasan keris Kyai Pamot. Keris ini adalah pusaka titipan dari Raja Mangkunegaran VIII kepada Pemerintah Kabupaten Karanganyar pada masa Bupati Hartono tahun 1985.
Prosesi jamasan itu sendiri berlangsung sangat sederhana dibandingkan dengan jamasan tahun lalu. Tahun lalu, sebelum dijamas, keris diarak mengelilingi pendapa rumah dinas Bupati dan dihadiri berjubel warga sekitar.
Setelah dijamasi selama 15 menit, keris Kyai Pamot langsung dimasukkan dalam kotaknya dan diserahkan kembali kepada Bupati untuk disimpan di tempat semula.
Bupati Rina Iriani mengungkapkan jamasan tersebut dilakukan untuk membersihkan dari segala kesialan dan meminta perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Karanganyar selalu tenteram. “Bupati sebelum saya juga melakukan jamasan, jadi ini hanya meneruskan tradisi saja. Dan meminta perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujarnya (20/12).
Sementara itu, Abdi Dalem Keraton Mangkunegaran, Lilik Priyarso mengatakan jamasan Kyai Pamot harus dilakukan pada bulan Sura dengan filosofi bulan ini adalah bulan suci untuk memulai segala sesuatu. “Jadi di awal bulan, harapannya semuanya itu bersih termasuk pusakanya juga,” kata dia.
Lilik menjelaskan adanya Keris Kyai Pamot berawal dari permintaan warga Karanganyar agar memiliki sebuah pusaka, akhirnya dari Mangkunegaran VIII sekitar tahun 1960-an menitipkan Kyai Pamot di Karanganyar.

Read More

Berlangsung Turun-temurun Guna Mencegah Pagebluk

Sejak Minggu sore (11/12), ratusan warga dari Dusun Kendal Desa Jatipuro Kecamatan Jatipuro rela berkumpul di Halaman Kepala Desa Jatipuro. Sembari membawa kue apem, para kepala keluarga tersebut berkerumun dan membentuk kalangan yang di tengahnya terdapat areal kosong untuk melempar kue apem tersebut.
Jumlah kue apem itu pun tidak boleh sembarangan, setiap kepala keluarga diharuskan membawa kue apem sejumlah 344, entah mau dipotong kecil – kecil atau utuh yang penting dalam satu wadah yang mereka bawa di dalamnya terdapat 344 apem.
Dengan dipimpin oleh seorang modin, ratusan warga tersebut melemparkan apem yang dibawanya satu per satu ke tengah-tengah tempat kosong tadi sembari mengucapkan wahyu kliyu… wahyu kliyu…. Hingga semua kue apem yang berada di wadah mereka tidak tersisa dan berpindah ke tengah-tengah warga.
Kurang dari sejam tempat kosong tersebut langsung berubah menjadi lautan apem dengan beraneka bentuk dan ragam. Setelah selesai, giliran apem itu ditutup dengan daun pisang didoakan dan dibagi kembali kepada warga secara merata.
Uniknya selain hanya boleh dilakukan oleh kaum pria. Prosesi percampuran antara budaya jawa dengan agama islam ini masih terus dilestarikan hingga kini. Asal Wahyu Kliyu sendiri sebenarnya berasal dari Ya Hayyum Ya Qoyyum yang berarti Yang Maha Hidup dan Yang Maha Memelihara. Mungkin karena susah orang-orang jaman dulu akhirnya terpeleset menjadi Wahyu Kliyu Wahyu Kliyu.
Mengenai jumlah apem sendiri, Kepala Desa Jatipuro, Rukini menjelaskan angka tersebut diperoleh secara turun-temurun yang menegaskan angka baik yang berurutan.
Dari ceritanya, perayaan Wahyu Kliyu yang digelar setiap tanggal 15 sura tersebut berawal dengan datangnya bencana pagebluk di Dusun Kendal. Selain paceklik yang berkepanjangan, banyak warga yang terkena penyakit dan akhirnya meninggal dunia. Kala itu, menurutnya tanah di antara Dusun Kendal Lor dan Kendal Kidul retak hingga menimbulkan lubang yang cukup dalam sehingga memisahkan kedua dusun.

Read More

Penginapan Tawangmangu banjir pesanan

Beberapa vila mewah berdiri di Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar.

Penginapan di kawasan wisata Tawangmangu banjir pesanan menjelang perayaan Tahun Baru 2012. Bahkan, beberapa penginapan sampai menolak permintaan pemesanan pada 30 Desember-2 Januari mendatang.

Pemilik penginapan Wahyu Sari, Karwadi, dijumpai, Jumat (2/12/2011), menaikkan tarif penginapan hingga dua kali lipat mulai 30 Desember 2011 sampai 2 Januari 2012. Kenaikan tarif disesuaikan dengan tingginya tingkat okupansi menjelang hingga Tahun Baru.

”Sekarang sudah ada yang mulai pesan. Tapi belum banyak. Biasanya mulai tanggal 5 inilah pesanan kamar semakin meningkat,” ujarnya.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Karwadi yang memiliki dua hotel ini menuturkan Tawangmangu selalu menjadi jujukan para wisatawan baik warga Soloraya maupun luar yang ingin merayakan malam pergantian tahun di kaki Gunung Lawu.

Bahkan hampir seluruh hunian penginapan di Tawangmangu penuh. Para wisatawan ini akan menikmati malam pergantian tahun dengan menggelar berbagai acara seperti pesta kembang api.

”Jalan-jalan di Tawangmangu pasti penuh. Biasanya ada pesta kembang api,” tuturnya.

Read More