Category: Pariwisata

Pendaki diminta siapkan fisik & peralatan

Jalur pendakian Gunung Lawu melalui pos Cemoro Kandang, Tawangmangu mulai dipadati pendaki yang akan melakukan pendakian menjelang 1 Syura, Minggu (27/11/2011).

Puncak pendakian diperkirakan pada Sabtu (26/11/2011) ini.

Camat Tawangmangu Yopi Eka Jatiwibowo ketika dihubungi, Jumat (25/11/2011), mengatakan telah berkoordinasi bersama dengan Polres Karanganyar serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk mengamankan pendakian pada satu Syura. Tidak hanya relawan, tenaga medis dan unsur TNI Polri juga terlibat.

Puskesmas Tawangmangu juga stand by dengan menyiapkan ambulans,” ujarnya.

Read More

Ribuan orang ikuti sepeda santai

Ribuan warga dari berbagai daerah di Soloraya mengikuti sepeda santai yang digelar Kodim 0727/Karanganyar dalam rangka memperingati HUT Ke-66 TNI Tahun 2011.

Mereka memadati lapangan Alun-alun Karanganyar sejak pukul 06.00 WIB.

Tidak hanya warga, para pejabat Muspida Karanganyar pun seperti Dandim 0727 Karanganyar Letkol (Inf) Eddy Basuki, Wakil Bupati (Wabup) Paryono, Kapolres Karanganyar AKBP Edi Suroso, Ketua DPRD Sumanto dan tiga Wakil Ketua DPRD masing-masing Rohadi Widodo, Tri Haryadi dan Juliyatmono antusias mengikuti sepeda santai.

Para pejabat ini berbaur bersepeda ria bersama peserta lainnya. Sepeda santai dibuka secara langsung oleh Bupati Karanganyar Rina Iriani Sri Ratnaningsih.

Ketua Panitia Mayor (Inf) S Kuncoro Dewo mengatakan jumlah peserta sepeda santai sesuai dengan tiket pendaftaraan diikuti sebanyak 7.000-an peserta. Mereka datang dari berbagai daerah di wilayah Soloraya.

Kegiatan ini memperebutkan hadiah berupa tiga sepeda motor, 20 unit sepeda gunung, dua unit kulkas, dua unit mesin cuci dan ratusan doorprize lainnya.

“Rute sepeda santai start dimulai Alun-alun Karanganyar-Bejen-simpang lima Beji-Koramil Tasikmadu-barat Pabrik Gula Tasikmadu-Ngijo-finish di Alun-alun,” ujarnya.

Read More

Waterboom akhirnya bakal hadir di Bumi Intanpari

Mega proyek waterboom akhirnya bakal hadir di Bumi Intanpari.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar siap menggarap mega proyek waterboom di objek wisata air Cumleng di Desa Plumbon, Kecamatan Tawangmangu.

Sebelumnya, Pemkab gagal menggarap proyek waterboom di objek wisata Satpa Tirta Pablengan, Matesih lantaran investor lari.

Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya (Disparsenbud) Karanganyar Sugiyarto ditemui wartawan, Senin (26/9/2011) mengatakan mulai menyusun detail engineering desaign (DED) terkait pengembangan objek wisata air Cumleng.

Menurutnya, potensi pengembangan objek wisata air Cumleng sangat besar sekali untuk digarap.

“Kami akan siapkan di sana waterboom. Kalau di Pablengan gagal, kami akan buat waterboom di Cumleng,” jelasnya.

Selama ini, Sugiyarto mengatakan objek wisata air panas Cumleng terbengkalai. Pihaknya berencana membuka kembali dan mendesain ulang objek wisata Cumleng.

Setidaknya, Sugiyarto mengatakan untuk pengembangan objek wisata air panas Cumleng membutuhkan dana senilai Rp 3 miliar lebih.

Read More

Ratusan warga Jaten ikuti gerak jalan santai

Ratusan warga RW XIV Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Karanganyar mengikuti gerak jalan santai dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan ke 66, Minggu (11/9/2011).

Mereka mulai berdatangan dan memadati lapangan Perumahan RC sejak pukul 06.00 WIB. Pagi  tadi dengan menggunakan seragam olahraga baik anak-anak maupun orang dewasa terlihat sangat antusias mengikuti gerak jalan sehat.

Mereka memperebutkan door price yang disediakan pihak panitia setempat. Ketua RW XIV  Kuswadi mengatakan kegiatan gerak jalan digelar untuk memperingati HUT Kemerdekaan sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Read More

Pengunjung Grojogan Sewu membeludak

Pengunjung lokasi wisata alam Grojogan Sewu, Tawangmangu membludak pada H+1 Lebaran.

Berdasarkan pantauan dilapangan, Kamis (1/9/2011), Grojogan Sewu dibanjiri pengunjung pada musim liburan Lebaran ini. Rata-rata pengunjung yang datang pemudik luar daerah Karanganyar untuk menikmati keindahan panorama alam selama mudik Lebaran.

Seperti halnya disampaikan M Naufal, 17, warga Cimahi, Jawa Barat yang ditemui Solopos.com mengaku bersama keluarganya yang tengah mudik ke Sragen datang berlibur di Karanganyar. “Kami datang di Tawangmangu untuk isi waktu mudik melihat wisata alam pegunungan di sini,” ujarnya.

Read More

Diperketat, pengamanan bank dan objek wisata

Sejumlah bank, toko emas dan pusat perbelanjaan akan dijaga oleh petugas dari Polres Karanganyar selama libur Lebaran 2011 ini. Pasalnya, di lokasi-lokasi tersebut rawan terjadi kejahatan kriminal.

Kapolres Karanganyar, AKBP Edi Suroso mengatakan pihaknya memperkirakan menjelang Lebaran ini, sejumlah pusat perbelanjaan dan bank, rawan kejahatan. Karena itu, Polres menempatkan beberapa patugas di lokasi tersebut.

“Untuk bank, pusat perbelanjaan dan toko emas akan mendapat penjagaan dari polisi yang bersenjata lengkap. Hal itu penting dilakukan untuk mencegah aksi kejahatan,” ungkap Kapolres kepada wartawan, Kamis (25/8/2011) siang.

Selain petugas berseragam dengan senjata lengkap, imbuh Edi, di sana juga akan ada polisi yang berpakaian preman. Petugas itu antara lain akan memantau secara bergiliran di lokasi vital itu. Satuan Reskrim dan intelejen juga akan dilibatkan di beberapa pusat keramaian, seperti pasar maupun pusat perbelanjaan.

Di sisi lain, lanjut Kapolres, petugas juga akan menyisir ke beberapa area perumahan yang ditinggal mudik pemiliknya. Pemantauan dilakukan terutama di kawasan perumahan yang kosong. Sebelum meninggalkan rumah, Edi berpesan agar setiap warga untuk tidak lupa mengamankan rumah dan barang-barang berharga di dalamnya.

“Jangan lupa pintu, jendela dan gerbang rumah untuk dikunci. Kompor di rumah juga dipastikan harus sudah mati agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kebakaran,” katanya.

Read More

Terbengkelai, Cumleng akan diperbaiki

Lokasi wisata pemandian air panas Cumleng di Desa Plumbon, Kecamatan Tawangmangu, akan diaktifkan lagi. Pasalnya, selama ini kondisinya sangat memprihatinkan dan terbengkelai. (more…)

Read More

Kembangkan objek wisata Pablengan, Pemkab Karanganyar ajukan dana Rp 6,8 miliar ke Kemenbudpar

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar mengajukan anggaran sebesar Rp 6,8 miliar ke Kementerian Budaya dan Pariwisata (Kemenbudpar) untuk pengembangan objek wisata Pablengan, Matesih. TAK TERAWAT — Petugas menunjukkan salah satu bagian pemandian Pablengan, Matesih. Tempat wisata mata air ini dalam kondisi memrihatinkan karena tak terawat.

Kasubag Perencanaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Karanganyar, Sukarno kepada wartawan, Kamis (14/7/2011), mengatakan telah mengajukan proposal bantuan untuk pengembangan kawasan objek wisata Sapta Tirta Pablengan. Setidaknya, sesuai detail engineering design (DED) pengembangan kawasan wisata Pablengan, dibutuhkan dana Rp 6,8 miliar. Di tempat itu, terdapat tujuh mata air untuk permandian. “Kami sudah mengirimkan proposal bantuan pengembangan Pablengan. Dan sudah ada respons positif.

Pemkab hanya bisa mengandalkan bantuan pemerintah pusat maupun menggandeng pihak ketiga untuk pengembangan Pablengan yang memiliki nilai sejarah tinggi. Hal ini dikarenakan keterbatasan anggaran dalam APBD Karanganyar. “Tapi berapa nilai bantuannya, belum tahu. Tunggu saja tahun depan.

Dia menerangkan kawasan objek wisata Pablengan akan digarap dengan pembangunan waterboom, kawasan panti pijat dan museum raksasa. Pengembangan ini diharapkan mampu menarik wisatawan baik mancanegara maupun lokal untuk datang. Selama ini, objek wisata Sapta Tirta Pablengan hanya digunakan untuk wisata religi. “Nanti yang datang bukan hanya ingin wisata religi tapi ada tempat hiburan atau permainannya. Seperti waterboom maupun museum raksasa.

Dia menambahkan bantuan dari pemerintah pusat akan dikucurkan melalui Provinsi Jateng. Sementara Pemkab Karanganyar hanya menerima bantuan dalam bentuk barang. Dalam waktu dekat, pihaknya mengundang pihak terkait seperti Perhutani yang memiliki tanah di timur Pablengan untuk membahas mengenai pengembangan kawasan itu. “Tahun ini kami juga melakukan pembenahan di sana seperti membangun saluran drainase. Kami anggarkan Rp 95 juta.

Kondisi objek wisata sejarah Sapta Tirta Pablengan di Matesih yang merupakan peninggalan Kadipaten Mangkunegaran sangat memrihatinkan. Beberapa bangunan terkesan kurang terawat dan kotor.

Objek wisata yang awalnya tempat permandian raja-raja atau kerabat Pura Mangkunegaran itu terkesan tak ditangani optimal. Dinding permandian Kaputren tempat putri keraton membersihkan diri sebelum berziarah Astana Mangadeg kumuh dan berlumut hingga terkesan kotor. Kondisi tak jauh beda pun ditemukan di bangunan lainnya. Di tempat tujuh mata sumber air seperti jarang dirawat atau dibersihkan hingga berlumut.

Read More

Pemkab Karanganyar kebut pengembangan Kampung Purba

Proyek pengembangan kawasan Kampung Purba di Desa Dayu, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar terus dikebut. Pemerintah Pusat melalui Kementrian Pariwisata dan Budaya siap menggelontorkan dana senilai Rp 12,5 miliar untuk pengembangan Kampung Purba tahun 2012 mendatang.

(more…)

Read More

Ratusan kroser serbu Karanganyar di akhir pekan

Ratusan kroser dari berbagai daerah di Indonesia menjajal trek balap motokros di Karanganyar dalam gelaran Sukuh Temple Adventure Trail 2011, Sabtu-Minggu (9-10/7/2011). Tak kurang dari 200 peserta turut memeriahkan olahraga sarat pemacu adrenalin itu.

Ketua panitia, Irawan Sapto mengatakan, ada dua etape yang akan dilewati oleh para kroser tersebut. Etape pertama dimulai dari alun-alun Karanganyar hingga di lokasi kemping Tawangmangu. “Di sana para peserta akan menginap selama semalam, dengan diisi berbagai kegiatan,” ujar Irawan di sela-sela pembukaan Sukuh Temple Adventure Trail 2011 di alun-alun, Sabtu siang.

Setelah itu, peserta melanjutkan untuk etape kedua dari Sekipan, Tawangmangu dan berakhir di alun-alun Karanganyar. Total seluruh peserta lebih kurang berjumlah 280 peserta yang antara lain berasal dari Soloraya, Bandung, Bogor, Jakarta, Balikpapan dan Yogyakarta. Mantan kroser nasional dari Bandung, Frans Tanujaya, yang turut serta dalam kegiatan itu mengungkapkan bahwa saat ini di Indonesia tengah marak event petualangan menggunakan kendaraan trail. “Saya sendiri melihat penyelenggaraan advanture trail di sini cukup bagus dan bisa menjadi contoh penyelenggaraan yang cukup ideal,” ujar Frans sebelum menjajal trek di sekitar Candi Sukuh, Karanganyar.

Selain sebagai ajang kumpul bagi para kroser se-Indonesia, momen tersebut, lanjut Frans, juga bisa dimanfaatkan untuk memperkenalkan pariwisata di Karanganyar. Ia sendiri sudah mengikuti kegiatan serupa di Medan, Jogja, Jawa Barat hingga Kalimantan. “Kalau melihat preview-nya, Karanganyar punya kontur dan sejarah yang khas. Makanya saya datang ke sini ingin membuktikannya,” kata Frans.

Sementara itu, kroser asal Solo, Danny Orlando menilai pariwisata Karanganyar bisa terangkat melalui kegiatan ini. “Ini bisa menjadi sarana promosi yang bagus untuk daerah luar kota Karanganyar,” ujar Danny yang mengaku suka dengan jalur di sekitar Gunung Lawu.

Read More