Category: Berita

2 Kompi Pasukan Gabungan Masih Disiagakan

Dua kompi pasukan gabungan dari Kodim 0727 dan Batalyon Suhbrastha 408 masih disiagakan untuk menjaga keamanan di wilayah Bumi Intan Pari pascaperhitungan suara dalam Pilkada Karanganyar, Minggu (22/3/2013).

Berdasarkan pantauansatu regu pasukan TNI yang terdiri dari lebih kurang 12 personel tampak masih berjaga di Rumah Dinas (Rumdin) Bupati Karanganyar, Senin (23/9/2013) siang. Selain itu, dua regu lainnya juga masih ditugaskan berjaga di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karanganyar dan Kantor Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar.

Komandan Kodim 0727 Karanganyar, Letkol (Inf) Eddy Basuki, menyatakan penjagaan di tiga objek vital pemerintahan itu termasuk dalam rangkaian pengamanan Pilkada. Masing-masing regu mulai diterjunkan di tiga lokasi tersebut pada Minggu sore untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami sifatnya hanya mem-backup Polres dalam mengamankan Pilkada, jadi kami mendatangkan Batalyon Suhbrastha 408 ditambah dengan pasukan dari Kodim 0727, total sekitar dua kompi yang kami sebar di berbagai wilayah,” ungkap dia saat dijumpai  di salah satu rumah makan di Popongan, Karanganyar, Senin (23/9/2013).

Selain menyiagakan pasukan di tiga objek vital, pihaknya juga rutin menggelar patroli gabungan dengan aparat kepolisian.

“Minggu malam kami patroli, situasi aman terkendali. Pagi ini, di wilayah grassroot, aktivitas masyarakat juga sudah berjalan normal,” ungkap dia.

Kendati demikian, Eddy belum dapat memastikan kapan dua kompi pasukan tersebut akan mulai di tarik dari wilayah pengamanan masing-masing. Menurutnya, pasukan akan terus disiagakan di tiga objek vital itu hingga situasi kembali aman dan kondusif.

“Nanti kami lihat perkembangan dulu, kalau situasi berjalan seperti hari ini dan kemarin, mungkin tidak lama akan kami tarik,” imbuh dia.

Sementara itu, Kapolres Karanganyar, AKBP Martireni Narmadiana, menyatakan bahwa satu kompi dalmas dan satu kompi Brimob dari Polda Jawa Tengah (Jateng) mulai ditarik dari wilayah pengamanan masing-masing pada Senin pagi.

“Hari ini sudah agak tenang, jadi ada satuan yang ditarik. Tapi, satuan dari Polres dan Brimob dan Detasemen C belum digeser, masih disiagakan sesuai penempatan pertama,” urai Kapolres.

Menurut dia, pasukan tetap akan terus disiagakan hingga ada pemberitahuan bahwa kondisi wilayah Bumi Intan Pari sudah relatif kondusif. Berdasarkan hasil pantauan sementara, lanjut Kapolres, situasi di Karanganyar cukup aman terkendali. Tidak terdapat tanda-tanda kerusuhan menyusul diumumkannya hasil hitung cepat suara dalam Pilkada.

Read More

Harga Sapi Melambung

Kendati Hari Raya Idul Adha atau Idul Qurban masih sekitar 25 hari lagi, harga  sapi telah melambung tinggi. Bahkan kenaikan harga tahun ini dinilai jauh lebih tinggi daripada tahun 2012.

“Kalau dibanding tahun lalu kenaikan harga sapi tahun ini mencapai 30 persen atau sekitar Rp3 juta per ekor. Karena itu tidak heran kalau tahun ini hingga H-26 Idul Adha, pembeli sapi masih sepi,” ujar salah seorang pedagang sapi di Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Yanto, 36, ketika ditemui  di kediamannya, Rabu (18/9/213).

Menurut dia saat ini dia memiliki 15 ekor sapi jenis jawa dan metal. Dari jumlah itu lima di antaraya sudah laku dipesan konsumen. Harga sapi miliknya berkisar antara Rp13 juta sampai Rp17 juta per ekor. Dia menjelaskan tahun lalu dia berhasil menjual 25 ekor sapi. Namun pada Idul Adha tahun ini dia untuk semetara baru menyetok 15 ekor sapi.

“Pada Idul Adha sekarang ini konsumen rata-rata mencari sapi yang berharga Rp12 jutaan. Karena dana yang mereka miliki dari hasil urunan beberapa orang rata-rata sekian itu. Dulu harga sapi yang sekarang dijual Rp12 juta itu bisa dibeli kira-kira Rp9 juta per ekor.”

Dia menuturkan sapi dagangannya dibeli dari pasar hewan di kawasan Sumberlawang, Sragen. Selain harga relatif murah, karena belum banyak jatuh ke tangan bakul, sapi dari Sumberlawang banyak berasal dari desa yang masih sehat.

Sepinya pembeli juga dirasakan salah seorang pedagang sapi lainnya di Gawanan, Suparno, 65, yang ditemui secara terpisah. Kendati demikian dia optimistis 10 hari menjelang Idul Adha sapi dagangannya bakal banyak diserbu pembeli. “Sekarang ini sapi saya ada 25 ekor, dari jumlah itu sembilan di antaranya sudah laku. Namun pemilik sapi itu belum mengambil, karena sengaja dititipkan di tempat saya. Nanti sapi ini baru akan diambil pada Idul Adha,” papar dia.

Dia menilai sepinya pembeli menjelang Idul Adha akibat banyaknya penjual sapi secara musiman di berbagai tempat. Karena itu dia juga mengaku tak berani banyak menyetok sapi sebagai dagangan. Karena itu dia berharap semakin dekat dengan pelaksanaan Idul Adha akan banyak masyarakat yang membeli sapi untuk kurban.

Dia menjelaskan harga sapi miliknya berkisar Rp12 juta sampai Rp15 juta per ekor. Suparno menjamin sapi dagangannya yang dikulak dari pasar hewan di Kalioso sehat.

Read More

Sawah Teruruk Material, Petani Mengeluh

Sejumlah petani yang sawahnya berada di dekat salah satu perumahan di Desa Klodran, Kecamatan Colomadu, Karanganyar mengeluh. Karena sawah dan saluran irigasi mereka teruruk material atau limbah pembangunan sebuah perumahan berupa batu dan pasir.

“Sawah saya bagian tepi yang ada di tepi jalan, teruruk pasir dan batu dari perumahan itu sehingga tidak bisa ditanami. Luasnya cukup lumayan karena meski lebarnya hanya kira-kira satu meter tapi memanjang sampai kira-kira 200 meter. Belum lagi saluran air di sepanjang jalan menuju kompleks perumahan itu tadinya juga teruruk pasir dan batu zehingga air tidak bisa mengalir,” ujar salah seorang warga Klodaran, Warsono, 57, ketika ditemui.

Menurut dia akibat teruruk limbah itu sebagian tanah di sawahnya tak bisa ditanami. Karena itu dia berharap pihak perumahan segera membersihkan batu dan pasir yang menimbun sawah dan saluran irigasi tersebut. Dia mengungkapkan beberapa waktu lalu telah menyampaikan keluhan itu kepada Kepala Desa (Kades) Klodran, Warsito. Namun kendati Kades dinilai telah menyampikan persoalan ini ke pihak pengembang, hingga kemarin belum ada tindakan nyata pembersihan limbah itu.

Terpisah, petani setempat lainnya, Ito, 47, mengatakan pihakya bersama beberapa petani lainnya terpaksa membersihkan saluran irigasi dari limbah yang menutup saluran itu secara gotong royong. Sebab keberadaan batu dan pasir pada saluran irigasi tersebut dinilai mengganggu kelancaran arus air.

“Air yang dibutuhkan petani untuk mengairi sawahnya kan melalui saluran irigasi tersebut. Karena itu kami beberapa hari lalu melakukan gotong royong membersihakan saluran irigasi ini,” papar Ito.

Dia berharap pascapembersihan saluran irigasi, air bisa mengalir dengan lancar. Sebab pada musim tanam II ini para petani dinilai banyak membutuhkan air untuk mengairi tanaman mereka.

Sementara berdasar pantauan di lokasi, batu dan pasir hasil pengerukan dari saluran irigasi masih menumpuk di dekat saluran. Dikhawatirkan jika tak segera disingkirkan akan longsor kembali ke saluran tersebut.

Read More
IMG_1972

Biofarmaka Karanganyar Ikuti Pameran Jamu

Stand biofarmaka yang memamerkan produk jamu tradisional dari Karanganyar ikut dalam Festival Jamu dan Kuliner di halaman Kantor Gubernur dan DPRD Jawa Tengah, 13-15 September 2013 kemarin,

Stand biofarmaka yang memamerkan produk jamu tradisional dari Karanganyar ikut dalam Festival Jamu dan Kuliner di halaman Kantor Gubernur dan DPRD Jawa Tengah, 13-15 September 2013 kemarin,

Karanganyar, Selasa (17/09/2013)

Kabupaten Karanganyar mengikuti Festival Jamu dan Kuliner 2013 yang diadakan di halaman Kantor Gubernur dan DPRD Jawa Tengah pada 13-15 September 2013.  Pada kegiatan tersebut Kabupaten Karanganyar mengikutsertakan klaster biofarmaka.

Kepala Bidang (Kabid) Prasarana dan Promosi Wisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karanganyar, Eny Fauziah, mengatakan, kami sengaja mengikuti Festival tersebut dengan maksud dapat mengangkat produk jamu yang ada di Kabupaten Karanganyar.

“Kami mengharapkan dengan mengikuti acara tersebut, produk jamu yang berasal dari biofarmaka di Karanganyar bisa terkenal dan diminati orang Karanganyar sendiri maupun dari luar,” kata Eny fauziah, saat di jumpai dikantornya, Selasa (17/09).

Produk biofarmaka berupa jamu tradisional yang dipamerkan seperti temu lawak, garut, kunir putih, jahe, dan kencur. Selain bahan mentah juga ada jamu yang sudah jadi.

Selain dari Kabupaten dan Kota di Jawa Tengah, kegiatan yang dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, itu juga diikuti oleh peserta dari Rusia, Jepang, Cina, Vietnam, Ceko, dan Polandia.  pd   

Read More

DPT Pemilu 2014 Sebanyak 684.417 Pemilih

Rapat Pleno terbuka oleh KPU kabupaten Karanganyar untuk menetapkan DPT pemilu 2014, di Hotel Taman Sari, Kamis (12/09).

Rapat Pleno oleh KPU Kabupaten Karanganyar untuk menetapkan DPT pemilu 2014, di Hotel Taman Sari, Kamis (12/09).

Karanganyar, Jumat (13/09/2013)

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karanganyar menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk pemilu 2014 mendatang.

Rapat pleno yang dihadiri seluruh komisioner KPU Karanganyar, Panitia Pengawas Kabupaten, dan seluruh PPS di 17 kecamatan menetapkan DPT sebanyak 684.417 pemilih. Dengan jumlah jumlah pemilih laki-laki sebesar 338.134 orang, dan perempuan sejumlah 346.283 pemilih. Sedangkan untuk jumlah TPS sebanyak 2006 tempat.

Ketua KPU Karanganyar, Sri Handoko Budi Nugroho menjelaskan pemutakiran data dilakukan pada 18 Juli 2013, dengan jumlah 686.170 pemilih, selanjutnya diumumkan secara luas untuk mendapat tanggapan masyarakat,

“Setelah mendapatkan tanggapan dari masyarakat, pada 18 Agustus 2013, KPU Kabupaten Karanganyar menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS)  hasil perbaikan sejumlah 685.285 pemilih,” jelas Handoko, di Hotel Taman Sari, Kamis (12/09) siang.

Sri Handoko menambahkan pada 06 September 2013 PPS menetapkan DPS hasil perbaikan akhir, dan kemudian KPU pada 10 September 2013 menetapkan hasil perbaikan akhir dengan jumlah 684.417 pemilih.

Dari data KPU Kabupaten Karanganyar, tercatat Kecamatan Karanganyar  jumlah pemilih terbanyak yakni 59.198 pemilih, sedangkan Kecamatan Jenawi  memiliki jumlah pemilih yang paling sedikit diantara 17 Kecamatan, yaitu 21.365 orang.

Dia juga menjelaskan KPU Karanganyar dibolehkan menghapus salah satu pasangan ganda, menghapus data pemilih belum berusia 17 tahun dan belum menikah dengan konfirmasi PPS yang bersangkutan.

“Jadi ini masih ada pemeliharaan DPT di tingkat KPU Kabupaten paling lambat 11 Oktober 2013,” tandasnya.pd

Read More
DSC_0022

Pemahaman Berlalu Lintas Anak Usia Dini

Petugas Satlantas Polres Karanganyar berikan pemahaman ketertiban dan keselamatan berlalu lintasuntuk usia dini, di SDN 01 Karanganyar, Kamis (13/09)

Petugas Satlantas Polres Karanganyar berikan pemahaman ketertiban dan keselamatan berlalu lintas untuk usia dini, di SDN 01 Karanganyar, Kamis (13/09)

Karanganyar, Jumat (13/09/2013).

Pemahaman berlalu lintas sejak usia dini terus dilakukan secara insentif oleh jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Karanganyar. Hal itu dengan mengadakan sosialisasi bagi siswa SDN 01 Karanganyar, Kamis (12/09) pagi. Dalam kegiatan tersebut, petugas dari Satlantas menjelaskan tata tertib berkendara dan berlalu lintas dengan baik serta benar.

Kasat Lantas Polres Karanganyar AKP Suwarsi mengatakan, upaya pemberian pemahaman kepada siswa usia dini terus digalakkan. Kegiatan ini dilakukan untuk mencegah penggunaan kendaraan bagi para siswa yang masih di bawah umur. “Walaupun mereka belum berhak menggunakan kendaraan bermotor, tetapi hendaknya para pelajar juga perlu tahu bagaimana menggunakan fasilitas jalan yang baik. Sebab fasilitas jalan itu tidak hanya digunakan oleh orang dewasa saja, tetapi oleh seluruh kalangan usia,” ungkapnya.

Para pelajar dari sekolah dasar menjadi salah satu sasaran sosialisasi karena diharapkan menjadi penggerak positif untuk sosialisasi lanjutan bagi para orang tua. Anak-anak yang telah mendapatkan sosialisasi mengenai tertib berkendara di sekolah bisa mengabarkannya kepada orang tuanya masing-masing di rumah. “Kita menumbuhkan kesadaran tertib berlalu lintas ini dari sejak kalangan usia dini. Jadi mereka bisa langsung mengingatkan orang tua mereka ketika diajak berkendara di jalan raya,” katanya.

Kepala Sekolah (Kasek) SDN 1 Karanganyar Suyatmi mengapresiasi kegiatan sosialisasi yang diberikan oleh pihak SatLantas Polres Karanganyar kali ini. Ia menganggap kegiatan seperti ini dapat membantu para siswa untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman mereka dalam tertib berlalu lintas. “Sekolah kami berada tepat persis di pinggir jalan raya di pusat kota, di mana saat antar jemput pasti ramai. Karena itu, para siswa perlu dibekali pemahaman yang baik agar tetap selamat dan nyaman saat berada dekat di jalan,” katanya.

Untuk meminimalisasi potensi kecelakaan di kalangan pelajar, dari Satlantas sejauh ini telah menyarankan sekolah menengah atas untuk memanfaatkan jasa angkutan sekolah. Upaya ini selain dapat meminimalisasi tingkat kecelakaan pelajar juga dapat menghemat biaya transportasi menuju sekolah. “Saat ini sudah ada satu sekolah yang mengikuti gagasan ini. Ke depan di harapkan sekolah-sekolah lain bisa segera menyusul,” tuturnya.

Pihaknya juga mengaku upaya sosialisasi sudah dilakukan jauh hari sebelumnya secara intensif. Bahkan untuk itu, sampai saat ini  telah menjalin memorandum of understanding (MoU) dengan sejumlah sekolah yang ada.pd

Read More

Disnakan Perketat Pengawasan Sirkulasi Kambing dan Sapi

Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Karanganyar bersiap memperketat pengawasan sirkulasi hewan ternak, khususnya kambing dan sapi, menjelang Hari Raya Idul Adha.

Pasalnya, tingginya angka sirkulasi sapi dan kambing dari berbagai daerah menjelang masa kurban membuat hewan ternak rawan tertular penyakit.

Kepala Disnakan Karanganyar, Sumiarto, menjelaskan terdapat lebih kurang 80.000 ekor sapi serta ratusan ribu kambing dan domba yang dihasilkan peternak di Bumi Intan Pari. Menurutnya, jumlah tersebut dapat mencukupi seluruh kebutuhan hewan kurban dalam lebaran haji mendatang. Namun, pihaknya tidak dapat mencegah mekanisme pasar yang mengakibatkan adanya pertukaran hewan ternak dari Karanganyar ke daerah lain, maupun sebaliknya.

“Biasanya, menjelang Idul Adha banyak pedagang yang membeli ternak dari Karanganyar untuk dijual ke daerah lain. Sebaliknya, pedagang di Karanganyar justru membeli ternak dari daerah lain. Mekanisme seperti itulah yang tidak bisa kami kendalikan, karena itu termasuk permainan pasar, ” terang dia saat dijumpai di ruang kerjanya, Rabu (12/9/2013).

Antraks

Kasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan (P3H) Disnakan Karanganyar, Sri Ambarwati, menegaskan perdagangan ternak antar daerah rawan memicu terjadinya penularan penyakit hewan. Salah satu penyakit yang dikhawatirkan timbul akibat tingginya sirkulasi ternak yakni antraks.Virus itu pernah menyerang puluhan sapi di Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, dua tahun silam.

Guna mencegah penyebaran virus antraks, Disnakan  rutin melakukan vaksinasi terhadap hewan ternak, khususnya sapi, di wilayah Gondangrejo setiap tahunnya.“Terakhir, kami melakukan vaksinasi pada April lalu. Kami hanya memberikan vaksin kepada ternak di daerah endemik, supaya virus tidak menyebar di daerah lain yang aman. ”

Selain antraks, Disnakan juga mewaspadai keberadaan cacing hati dalam tubuh sapi ataupun kambing dari berbagai daerah yang masuk ke Kabupaten Karanganyar.

Lebih lanjut, Kabid Kesehatan Hewan Disnakan Karanganyar, Sutardi, menyatakan seluruh hewan ternak yang masuk ke Karanganyar wajib disertai dengan surat pengantar dari daerah pemasok. “Kami akan mengecek setiap kali ada hewan ternak yang masuk untuk memastikan apakah hewan-hewan itu sehat atau tidak,” kata dia.

Selain itu, Disnakan juga akan melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di tempat penampungan maupun lapak pedagang di biasa tersebar di pinggir-pinggir jalan pada H-7 Idul Adha. Empat orang dokter hewan serta belasan mantrai hewan juga diterjunkan di 17 kecamatan untuk memantau kesehatan hewan kurban hingga masa penyembelihan berlangsung.

Read More

Akun Facebook Ini Bukan Milik Swiba FM

Akun Facebook ini bukan milik radio Swiba yang independen

Akun Facebook ini bukan milik radio Swiba yang independen

Bagi masyarakat yang berkepentingan tidak menaruh praduga terhadap radio Swiba Karanganyar sebagai Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) yang independen, melakukan kampanye dan mendukung salah satu calon Bupati Karanganyar.

Akun facebook (FB) tersebut dibuat oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk mendiskreditkan LPPL radio Swiba yang seolah-olah mendukung salah satu pasangan calon dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar.

Isi yang berupa foto maupun kata-kata yang ada di media sosial FB itu bukan buatan resmi radio Swiba yang independen. Segala sesuatunya diluar kewenangan dan tanggung jawab LPPL Radio Swiba Kabupaten Karanganyar.

Jejaring sosial FB ini bukan akun LPPL Radio Swiba Kabupaten Karanganyar.

 

Read More

Dokter Umum Masih Kurang 12.000 Orang

Wakil Menteri Kesehatan Ali Gufron Mukti

Wakil Menteri Kesehatan Ali Gufron Mukti

Karanganyar, Senin (09/09/2013).

Jumlah dokter umum dan spesialis di Indonesia masih kurang. Data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan hingga akhir 2012, Indonesia kekurangan sebanyak 12.000 orang dokter umum. Sementara, dalam satu tahun jumlah lulusan dokter hanya mencapai 7.000 orang.

Wakil Menteri Kesehatan Ali Gufron Mukti menjelaskan hal itu saat seminar nasional Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan Badan Penyelengara Jaminan Sosial (BPJS) dalam rangka Dies Natalis APIKES-AKBID Mitra Husada Karanganyar, di gedung Dakwah Muhammadiyah, Sabtu (07/09) kemarin.

“Kekurangan ini masih menjadi masalah utama kita, maka dari itu kami terus memrioritaskan penambahan tenaga,” ucap Ali.

Pihak Kemenkes menargetkan tahun 2014 sudah bisa selesai. Tentunya sasaran target itu tidak pada kekeurangan tenaga dokter umum saja. “Semoga pemenuhan target dari kekurangan dokter umum ini dapat terpenuhi di tahun depan,”katanya.

Bila target yang dicanangkan itu, lanjut Ali, sebelumnya telah ditunjang dengan persiapan maksimal selama dua tahun terakhir. “Perhitungan kami, untuk dokter umum di tahun 2014 sudah tidak kurang lagi, tetapi distribusinya yang masih menjadi masalah,” katanya.

Selain itu, untuk dokter spesialis, jumlah kekurangan masih cukup banyak. Kemenkes sampai saat ini belum berani menjamin untuk memenuhi kekurangannya pada tahun 2014.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo menjelaskan, pemerataan tenaga kesehatan sampai saat ini masih menjadi kendala di daerah.

“Untuk tenaga dokter di Karanganyar tidak kurang sama sekali, hanya kurang merata. Ada sekitar 300 dokter yang bertugas di wilayah kota, sementara yang di desa masih sangat minim,” jelas Cucuk.

Untuk mengatasi maslah tersebut, Dinkes telah berkoordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Karanganyar, dengan itu diharapkan para dokter bersedia ditugaskan ke daerah-daerah yang jauh dai pusat kota.pd  

Read More

Pilkada Sebentar Lagi

Tentukan Pilihan Anda

Tentukan Pilihan Anda

(Dari kiri)  Aris Wuryanto-Wagiyo Ahmad Nugroho (AYO), pasangan nomer urut dua yakni Paryono-Dyah Shintawati (PASTI), dan Juliyatmono-Rohadi Widodo (YURO) bakal bersaing dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar periode 2013-2018, Minggu (22/9) mendatang.

Read More