Category: Berita

Sekda: Honorer K2 Jangan Percaya Calo CPNS

Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar, Samsi mewanti-wanti agar para peserta seleksi tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bagi tenaga honorer kategori 2 (K2) tidak tergiur dengan iming-iming calo yang menyatakan bisa meloloskan namun dengan syarat imbalan sejumlah uang. Seperti diketahui, ujian CPNS untuk honorer K2 akan dilakukan serentak pada tanggal 3 November mendatang.

“Saya hanya menegaskan, jangan percaya dengan bujuk rayu para calo yang saat ini mulai berkeliaran,” ungkap Samsi, Minggu (27/10). Menurutnya, dari informasi yang ia terima, menjelang ujian CPNS ini para calo sudah mulai menyambangi para peserta dengan menjanjikan kursi PNS.

 Kendati hal ini dianggap sebagai suatu yang wajar oleh masyarakat, Samsi tetap mengharapkan agar peserta tidak tergiur apalagi sampai menyetorkan sejumlah uang kepada para calo. “Sekarang sudah tidak zamannya lagi cara-cara seperti itu,” tandasnya.

 Ia pun mengimbau kepada para peserta tes agar tidak percaya dengan apapun yang dijanjikan oleh para calo dengan jaminan sejumlah uang. Jangankan para calo, menurut Samsi, ia selaku aparat pemerintah tidak memiliki wewenang untuk meloloskan para peserta dalam tes nanti. “Mereka (calo) itu sebenarnya tidak punya akses, termasuk saya sendiri juga tidak punya akses,” ujarnya.

 Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Karanganyar, Larmanto mengatakan pada seleksi CPNS untuk honorer K2 tahun ini diikuti sebanyak 447 orang. Para peserta sudah dinyatakan lolos pada uji publik yang dilakukan oleh Badan Kepegawaian Nasional (BKN), yang sebelumnya jumlahnya sebanyak 464 orang. “Setelah uji publik ada 17 nama yang dicoret dengan berbagai sebab,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

 Ia menambahkan sebagian besar tenaga honorer K2 yang mengikuti seleksi ini berasal dari bidang pendidikan. Sebab Pemkab Karanganyar sejauh ini masih kekurangan tenaga pengajar bagi SD, terutama tenaga guru yang berasal di pedesaan.

 Dijelaskan Larmanto, nantinya saat tes BKD hanya bertugas sebagai fasilitator, sehingga tidak mengetahui materi tes yang dibuat oleh konsorsium dari perguruan tinggi yang ditunjuk BKN dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. “Soal-soal dari BKN termasuk juga yang akan mengoreksi  jawabannya,” pungkasnya.

Read More

Puting Beliung Terjang 5 Kecamatan di Karanganyar

Angin puting beliung kembali menerjang wilayah di lima kecamatan, Kabupaten Karanganyar, Rabu (23/10), siang. Akibat kejadian tersebut 17 rumah mengalami kerusakan berat dan puluhan rumah lainnya rusak ringan. Total kerugian bencana alam ini masih dalam penghitungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar.

Satu rumah milik Bu Broto (65), warga Dusun Mendalan RT 2 RW V, Desa Koripan, Kecamatan Matesih, Karanganyar, tertimpa pohon yang tumbang. “Awalnya ada awan hitam dari atas, terus muter-muter sampai mengangkat pohon. Di bawahnya seperti ada asap putih lalu pohon itu seperti dicabut dan jatuh ke rumah Bu Broto,” terang Dahyono (54), warga dusun setempat.

 Beruntung saat kejadian, rumah sedang dalam kondisi kosong. Sehingga tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. “Kejadiannya sekitar pukul 13.30 WIB. Saat kejadian empat anggota keluarga sedang tidak ada di rumah,” ujar Dahyono.

 Dahyono mengatakan, satu pohon durian yang tumbang menimpa satu rumah. Sedangkan dua pohon kelapa yang juga tumbang, kata Dahyono, ambruk ke tambak ikan milik Bu Broto. “Iya yang tumbang ada tiga pohon. Tapi yang menimpa rumah Bu Broto hanya satu pohon durian. Tapi ini sampai membuat rumahnya hancur,” tandasnya.

 Ia menambahkan, kerugian yang diderita pemilik rumah ditaksir mencapai sekitar Rp 12 juta.  Kondisi rumah milik Bu Broto sendiri sudah hancur, atapnya dan dinding-dindingnya ambruk akibat dihantam pohon durian tersebut. “Rumahnya langsung hancur dihantam pohon. Tapi syukur tidak ada korban jiwa,” tuturnya.

 Selain di Kuripan, Matesih, puting beliung juga menerjang Desa Karanglo, Tawangmangu, Tankluk Jumantoro, Jumapolo, Klumprit Jatipuro dan Kota Karanganyar. Sementara itu, Kepala BPBD Karanganyar Aji Pratama Heru Kristanto saat mengunjungi lokasi kejadian mengatakan sedikitnya ada 14 titik yang terkena bencana akibat angin puting beliung dan pohon yang tumbang. “Ada 14 titik yang telah dilaporkan kepada kami. Salah satunya di sini (rumah Bu Broto-red),”.

 Menurutnya, berdasar laporan yang diterima ada 17 rumah rusak berat dan puluhan lainnya rusak ringan.

 “Akibat bencana yang melanda wilayah tersebut, kami mencatatkan terdapat kerugian material yang diderita warga setempat karena sedikitnya 17 rumah mengalami kerusakan cukup berat, sedangkan masih ada puluhan rumah lainnya yang rusak ringan,” kata dia.

 Disinggung soal total kerugian yang diakibatkan puting beliung tersebut, katanya, sampai sekarang masih dalam proses penghitungan ulang.

 Heru menambahkan, pohon tumbang belakangan banyak terjadi di wilayah Karanganyar. Mengingat ini sudah mulai memasuki musim pancaroba. Dia berharap masyarakat agar senantiasa waspada karena bencana sewaktu-waktu bisa datang. “Iya ini sudah mulai pancaroba jadi masyarakat harus waspada. Biasanya angin itu kan datang sebelum hujan tiba. Jadi kalau ada angin warga wajib langsung keluar rumah untuk menyelamatkan diri barangkali ada kejadian seperti ini,” ungkap dia.

Disinggung soal upaya yang bakal dilakukan BPBD terkait bencana yang kerap terjadi ini, Heru menjelaskan, pihaknya akan senantiasa mengantisipasi bencana dengan melakukan arahan-arahan kepada warga agar siap siaga ketiga hujan turun. Ia juga akan bekerja sama dengan   pihak DKP Karanganyar untuk meminta menebang pohon-pohon yang dinilai sudah seharusnya ditebang agar tidak terjadi kejadian seperti ini lagi. “Nanti kita akan sampaikan ke DKP Karanganyar agar memotong pohon-pohon yang sudah harus ditebang agar tidak menimpa korban. BPBD akan terus bersiaga selama 24 jam untuk menangani setiap bencana yang terjadi di Karanganyar,” pungkasnya.

Read More

KPU Karanganyar Tetapkan Zona Kampanye Caleg

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karanganyar menetapkan aturan pembagian zona pemasangan alat peraga kampanyePemilu Legislatif (Pileg) 2014. Sesuai keputusan itu, wilayah Karanganyar dibagi menjadi zona kampanye.

Pejabat Divisi Pencalonan dan PAW KPU Karanganyar, Kharis Triyono, menjelaskan zona kampanye dibagi sesuai jumlah desa yang ada di Bumi Intan Pari.  Selanjutnya, Panitia Pemungutan Suara (PPS) diminta menentukan satu area di setiap desa sebagai lokasi pemasangan atribut kampanye para caleg.

 “Jadi nanti di satu desa ada satu zona kampanye untuk semua parpol [partai politik], caleg yang mereka usung bisa memasang atribut kampanye di zona yang sudah ditetapkan,” terang dia saat dijumpai di Kantor KPU Karanganyar, Kamis (17/10/2013).

 Lebih lanjut, KPU tidak mengatur wilayah kampanye bagi para caleg dari masing-masing parpol. Dengan demikian, semua caleg dari setiap parpol berhak memasang atribut di setiap zona kampanye di seluruh desa.

 “Tapi tentunya caleg akan memasang atribut sesuai dengan dapil [daerah pemilihan] masing-masing, kan tidak mungkin mereka memasang atribut di desa yang bukan termasuk Dapil mereka,” imbuh dia.

 Sedikitnya, terdapat 435 caleg yang akan bertarung untuk memperebutkan kursi DPRD Karanganyar dalam Pileg mendatang. Mereka terbagi ke dalam lima Dapil di 17 kecamatan.

 “Kalau caleg DPRD Provinsi dan DPR yang masuk dapil Kabupaten Karanganyar, saya enggak hafal jumlahnya,”  kata dia.

 Selain itu, caleg juga dilarang memasang gambar mereka pada baliho, baik komersil mapun non komersil. Baliho di jalanan kabupaten hanya boleh berisi gambar pimpinan parpol yang tidak melaju dalam Pileg atau visi misi parpol peserta pemilu.

 Kharis menyatakan draf aturan kampanye itu telah usai dibahas bersama perwakilan parpol, Panwaslu, serta Muspida, pada Sabtu (12/10/2013).

 “SK [surat keputusan] juga sudah dibuat, seluruh anggota KPU sudah tanda tangan, tinggal menunggu tanda tangan Pak Ketua [Sri Handoko Budi Mulyono],” ungkap dia.

 Setelah SK resmi ditandatangani, KPU bakal menggelar sosialisasi kepada seluruh parpol peserta Pemilu 2014. Selain itu, KPU juga bakal melakukan pendekatan kepada beberapa parpol yang nekat memasang gambar caleg di baliho komersil.

 “Ada beberapa yang sudah memasang gambar caleg DPR di baliho. Tapi kan perlu kami lakukan pendekatan dulu, tidak bisa main copot langsung, soalnya itu kan baliho komersil,” jelas dia.

 Sementara itu, Ketua Panwaslu Karanganyar, Dwi Joko Mulyono, menegaskan baliho berisi gambar caleg yang terpasang di beberapa wilayah Bumi Intan Pari harus segera ditertibkan. Pasalnya, pelarang pemasangan gambar caleg pada baliho sudah jelas tertuang dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 15 Tahun 2013. Dalam waktu dekat, Panwaslu juga akan berkoordinasi dengan KPU terkait penegakkan aturan kampanye Pileg 2014.

Read More

Sungai Jadi Tempat Pembuangan Sampah, Warga Diteror Nyamuk

Warga Dusun Ngijo Wetan, Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu,Karanganyar, mengeluhkan banyaknya sampah yang menumpuk di sungai sekitar tempat tinggal mereka. Pasalnya, tumpukan sampah itu membuat lingkungan sekitar diserang nyamuk.

Bedasarkan pantauan, ratusan sampah yang dibungkus dalam kantong plastik terlihat menumpuk di sepanjang sungai  yang melintas di Dusun Ngijo Wetan hingga Ngijo Kulan itu. Sebagian besar buntelan sampah berisi popok sekali pakai serta limbah rumah tangga. Tumpukan sampah juga tampak menghambat aliran air.

 Ketua RT 005/ RW 003, Dusun Ngijo Wetan, Darmaji, mengaku tidak mengetahui orang yang kerap membuang sampah di sungai itu. Menurutnya, sampah-sampah itu kemungkinan dibuang oleh warga dari dusun lain yang kebetulan melintas. Selain itu, buntelan sampah juga diduga hanyut dari dusun lain melalui aliran sungai.

 “Yang jelas bukan warga sini, soalnya masing-masing rumah punya tong sampah dan ada petugas kebersihan yang mengangkut sampah setiap harinya. Terkadang, kami juga membakar sampah, jadi enggak ada yang membuang ke sungai,” urai Darmaji saat dijumpai di rumahnya, Selasa siang.

 Terserang Chikungunya

 Darmaji mengungkapkan warga di wilayahnya kerap mengeluhkan tumpukan sampah yang kian menggunung sehingga menjadi tempat pertumbuhan nyamuk.  “Sekarang,banyak sekali nyamuk yang menyerang rumah warga di sekitar sungai, bisajadi karena sampah yang menumpuk di sungai.”

 Salah seorang warga RT 005/RW 003, Karyati, menuturkan puluhan orang  di Dusun Ngijo Wetan bahkan terserang penyakit chikungunya sejak dua bulan terakhir. “Sampai sekarang juga masih ada yang kena chikungunya. Hla bagaimana, nyamuknya juga masih banyak,” ucap dia.

Menurut Karyati, warga telah berkali-kali melaporkan meluasnya serangan chikungunya ke pemerintah desa setempat. Namun, belum ada penanganan yang jelas hingga saat ini. “Kami kan juga enggak tahu bagaimana caranya memberantas chikungunya, sampai sekarang belum pernah ada penyuluhan. Sungai juga tetap saja kotor, sampah tidak dibersihkan, padahal bukan kami yang buang sampah,

Read More

DPT Karanganyar Pileg Turun 1.459 Pemilih

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karanganyar menetapkan kembali Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pileg 2014, saat di Hotel Taman Sari, Sabtu (12/10)

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karanganyar mengadakan rapat pleno terbuka penetapan kembali Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pileg 2014, saat di Hotel Taman Sari, Sabtu (12/10)

Karanganyar, Senin (14/10/2013)

Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2014 untuk Kabupaten Karanganyar mengalami penurunan menjadi 682.958 pemilih, dari jumlah Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) yang telah ditetapkan sebulan lalu menjadi  684.417 pemilih. Sehingga mengalami penurunan 1.459 pemilih.

Dengan rincian jumlah pemilih Laki-laki 337.383 pemilih sedangkan untuk perempuan sebesar 345.575 pemilih. Selanjutnya jumlah desa di Kabupatena Karanganyar 177 desa dan 2006 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karanganyar, Sri Handoko mengatakan ada beberapa permasalahan yang mempengaruhi yakni jumlah pemilih seperti usia, status perkawinan, NIK, NKK, dan tanggal lahir.

“Dari  sistem informasi data pemilih juga ditemukan data pemilih ganda, sehingga dilakukan perbaikan jumlah pemilih yang semakin menurun,” jelas Handoko, saat rapat pleno terbuka penetapan kembali DPT Pileg tahun 2014 di Hotel Taman Sari, Sabtu (12/10) pagi.

Dia juga menambahkan proses dimulai dari  DP4, penetapan DPS, Daftar Pemilih Hasil Perbaikan, DPS Hasil Akhir,  penetapan DPT, hingga penetapan DPT setelah dilakukan cross cek data pemilih tidak bertambah tetapi mengalami penurunan.pd  

Read More

Apeka Wisuda Ahli Peternakan

Akademi Peternakan Karanganyar (Apeka) mewisuda 28 lulusan di kampus tersebut, Kamis (10/10)

Akademi Peternakan Karanganyar (Apeka) mewisuda 28 lulusan di kampus tersebut, Kamis (10/10)

Karanganyar, Kamis (10/10/2013)

Akademi Peternakan Karanganyar (Apeka) menyelenggarakan wisuda bagi 28 lulusan dari program DIII Peternakan, di Kamus Joko Witoyo Apeka, Kamis (10/10).

Sampai saat ini kampus yang mencetak ahli peternakan itu telah mewisuda sebanyak 1118 alumni yang sekarang telah bekerja di berbagai bidang.

Direktur Apeka, Tjatur Lukito mengatakan wisuda yang ke 36 ini sangat membanggakan karena mereka telah diterima untuk bekerja.

“Lulusan pada tahun ini saja hampir 100 persen telah diterima diberbagai bidang di beberapa daerah. Keberhasilan ini tentunya tidak lepas peran dari berbagai pihak,” ucap Tjatur Lukito.

Dia juga menambahkan, pada tahun ini pihak kampus membuka beasiswa kerja magang.

“Itu merupakan embrio program Perguruan Tinggi bagi keluarga kurang mampu, dengan kuliah sambil bekerja,”tandasnya.pd

Read More

Tes Honorer K2, 3 November 2013

Ilustrasi

Ilustrasi

Karanganyar, Selasa (08/10/2013)

Pada tahun ini Pemerintah Kabupaten Karanganyar tidak mengadakan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi pelamar umum, tetapi menyelenggarakan ujian honorer Kategori 2 (K2).

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Karanganyar mengatakan pelaksanaan tes tertulis bagi 464 honorer K2 itu direncanakan pada tanggal 3 November 2013 mendatang.

“Sampai saat ini masih proses persiapan, pada pekan ke dua dan tiga dilakukan pencetakan kartu nomer peserta, dan dilengkapi foto yang bersangkutan,” jelas Larmanto, Senin (07/10).

Sebelum pelaksanaan tes tetulis, telah dilakukan uji publik untuk diketahui masyarakat umum, kemudian hasilnya dikirimkan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Karanganyar tentunya memfasilitasi pelaksanaan program tersebut, kewenangan tetap Pemerintah Pusat,” ujarnya.

Untuk pembuatan soal tes di buat oleh konsorsium perguruan tinggi. Tes hanya berlangsung satu hari saja, dan hanya ujian tertulis.

“Lokasi rencananya di SMA Negeri 1 Karanganyar,” terang Larmanto.

Dia juga menjelaskan peserta tes itu berasal dari berbagai Satuan Kerja Perangkat daerah (SKPD) di Karanganyar dari tenaga pendidikan, tenaga kesehatan dan tenaga teknis lainnya.

“Ketentuan lulus ditentukan dari nilai passing grade,” tandasnya.pd

Read More

Pelatihan & Pendidikan Pembina PMR Madya / Wira PMI Kabupaten Karanganyar

PMI Kabupaten Karanganyar mengadakan Pendidikan dan Pelatihan Pembina PMR Madya / Wira se – Kabupaten Karanganyar.

Pelatihan tersebut diselenggarakan mulai tanggal 7 s/d 9 Oktober 2013 yang bertempat di Aula Markas PMI Kabupaten Karanganyar yang diikuti oleh sejumlah sekolah baik tingkat SLTP maupun tingkat SLTA dengan peserta sebanyak 55 peserta pembina PMR yang terdiri dari 30 Pembina PMR Madya dan 25 Pembina PMR Wira se – Kabupaten Karanganyar.

Tujuan diadakan pelatihan ini adalah untuk menyegarkan kembali pengetahuan dan ketrampilan para pembina PMR sehingga selalu Up Date dengan situasi dan  kondisi terkini. Pelatihan ini adalah merupakan salah satu Program Kerja PMI Kabupaten Karanganyar Tahun 2013, yang dibiayai oleh anggaran dan pendapatan dan belanja PMI Kabupaten Karanganyar.

Dalam sambutannya, Ketua PMI Kabupaten Karanganyar Timotius Suryadi, S.Sos., M.Si berpesan kepada seluruh peserta agar terus menggelorakan semangat dan jiwa relawan sebagai modal awal gerakan PMI. ” Dengan semangat tersebut diharapkan KSR / PMR bisa terus mengabdi dan melayani masyarakat Kabupaten Karanganyar”, tandasnya. Bahaya bencana yang selalu mengancam setiap saat, setiap waktu dan setiap tempat, PMR / KSR dituntut untuk selalu tanggap. Dengan pelatihan ini, maka kesiapsiagaan para relawan dapat terus terjaga dan diharapkan dapat diajarkan di sekolah masing-masing sehingga akan muncul relawan-relawan muda untuk bisa mengakses setiap kejadian di setiap wilayah.   (Humas)

Read More

466 Calhaj Karanganyar Diberangkatkan

Seorang jamaah calon haji Kabupaten Karanganyar berpamitan dengan keluarga saat pemberangkatan, Sabtu (05/10)

Seorang jamaah calon haji Kabupaten Karanganyar berpamitan dengan keluarga saat pemberangkatan, Sabtu (05/10)

Karanganyar, Senin (07/10/2013)

Sebanyak 466 jamaah calon haji (Calhaj) Kloter 64, 65, 66 asal Karanganyar diberangkatkan dari halaman Sekretariat Daerah (Setda), Sabtu (5/10) sore. Jumlah tersebut berkurang satu lantaran seorang jamaah calhaj mengundurkan diri karena sakit.

Pemberangkatan calhaj tersebut langsung dipimpin oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani dengan didampingi sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Data panitia haji Karanganyar menyebutkan awalnya ada 465 calhaj yang akan menunaikan ibadah haji. Namun, dalam perjalanannya, ada penambahan dua calhaj dari kloter 71 dari luar Karanganyar dan ada pengurangan satu calhaj karena sakit.
Sumarno, Tim Pendamping Haji Daerah (TPHD) Karanganyar mengemukakan kloter 64 berangkat berangkat Sabtu (5/10) sekitar pukul 17.00 WIB. disusul kloter 65 dan 66. “Untuk kloter 65 berangkat Minggu (5/10) pukul 12.00 siang dan kloter 66 baru berangkat sekitar pukul 15.00 sore harinya,” kata dia di sela-sela acara pemberangkatan haji 2013, kemarin.

Bupati Karanganyar, Rina Iriani berpesan kepada semua jamaah calhaj untuk memfokuskan diri pada ibadah. Disampaikan bupati, para jamaah harus ikhlas berpisah dengan anggota keluarganya di Tanah Air. “Semoga bisa menjalankan ibadah haji dengan lancar dan pulang dengan predikat mabrur,” katanya. pd

Read More

Desak Kesejahteraan Meningkat, Hari Ini, 12.000 Guru di Karanganyar Doa Bersama

Menyambut Hari Guru Internasional, Sabtu (5/10/2013), sebanyak 12.000 guru di Bumi Intan Pari Karanganyar menggelar doa bersama. Doa itu digelar pukul 10.00 WIB.

Wakil Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Karanganyar, Aris Munandar saat ditemui di kantornya, Jumat (4/10/2013), mengatakan doa bersama merupakan instruksi dari Pengurus Besar PGRI menyongsong Hari Guru Internasional.

“Doa bersama dimulai pukul 10.00 WIB selama 10 menit, ini intruksi langsung dari PB PGRI. Jadi tak benar kalo para guru akan mogok mengajar, kasihan para siswa,” katanya, Jumat.

Aksi doa bersama yang diikuti para guru akan digelar di setiap sekolah. Aksi tersebut hanya dilakukan selama 10 menit agar tak mengganggu proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah.

Doa yang diucapkan para guru PGRI agar para kesejahteraan tenaga pendidik di Karanganyar meningkat. Tak hanya itu, para guru diminta agar meningkatkan profesionalisme dan menjaga solidaritas antar guru.

Read More