Category: Berita

Revitalisasi Tahap II, Fokus Bangun Fasilitas Public Space

Pemkab Karanganyar mulai mengerjakan proyek revitalisasi Taman Pancasila tahap II pada akhir September. Anggaran yang dikucurkan untuk membiayai proyek revitalisasi tersebut sekitar kurang lebih Rp500 juta.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Karanganyar, Didik Joko Bakdono, mengatakan proyek revitalisasi Taman Pancasila tahap I telah dikerjakan pada akhir Desember 2012. Sementara proyek revitalisasi Taman Pancasila tahap II dikerjakan hingga pertengahan Desember 2013. Revitalilasi Taman Pancasila tahap II difokuskan untuk membangun berbagai fasilitas public space.

 “Taman Pancasila menjadi salah satu public space di Karanganyar, makanya fasilitas public space akan ditambah,” ujarnya kepada wartawan, awal pekan kemarin.

 Menurutnya, revitalisasi Taman Pancasila dilakukan untuk menata keberadaan PKL yang berjualan di lokasi tersebut. Taman Pancasila dibangun menjadi public space bagi keluarga dan para anak-anak. Masyarakat dapat bermain leluasa di Taman Pancasila bersama keluarganya masing-masing.

 Setelah pengerjaan proyek revitalisasi tahap II rampung maka para PKL akan direlokasi ke sekitar Alun-alun Karanganyar. Konsepnya, penataan PKL dilakukan layaknya Gladak Langen Bogan (Galabo) di Solo. “Silakan berdagang asalkan lapak-lapak PKL dibersihkan seusai berjualan sehingga kondisi sekitar Alun-alun tetap bersih dan nyaman,” jelasnya.

 Pihaknya segera mensosialisasikan rencana relokasi tersebut kepada para PKL Taman Pancasila. Diharapkan, para PKL berminat direlokasi ke Alun-alun Karanganyar karena lokasinya lebih representarif. Sementara seorang PKL Taman Pancasila, Sunardi, mengatakan instansi terkait belum melakukan sosialisasi terkait rencana relokasi para PKL Taman Pancasila. Menurutnya, sebagian PKL enggan direlokasi ke lokasi baru lantaran telah mempunyai pelanggan tetap. Apalagi, lokasi Taman Pancasila dinilai lebih strategis untuk menggelar dagangan dibanding lokasi lainnya.

Read More

Bupati Rina Sampaikan LKPJ Akhir Masa Jabatan

DSC_0075

Bupati Karanganyar, Rina Iriani menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan Bupati Karanganyar peroide 2009-2013, pada Sidang Paripurna, di gedung DPRD Karanganyar, Rabu (02/10)

Karanganyar, Kamis (03/10/2013)

Bupati Karanganyar, Rina Iriani menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Akhir Masa Jabatan Bupati Karanganyar Tahun 2009-2013 pada Sidang Paripurna, di gedung DPRD Karanganyar, Rabu (02/10/2013).

Bupati Rina Iriani mengatakan penyampaian LKPJ ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan  Pemerintah  Nomor 6  Tahun  2005  tentang Pemilihan, Pengesahan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah,  Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah kepada Dewan Perwakilan Rakyat, dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Masyarakat.

“LKPJ ini meliputi Visi Misi, kebijakan umum, serta kegiatan-kegiatan Tugas Pembantuan dan Dekonsentrasi yang dilaksanakan di Kabupaten Karanganyar, serta Pelaksanaan Tugas Umum Pemerintahan,” kata Rina Iriani.

Selama kurun waktu lima tahun, 2009-2013 pembangunan di Bumi Intanpari berjalan dengan baik, banyak peningkatan diberbagai sektor pembangunan.

Seperti, upaya dalam peningkatan pendapatan daerah khususnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui intensifikasi dan ekstensifikasi serta penyederhanaan sistem dan prosedur adminitrasi pemungutan pajak dan retribusi daerah.

“Peningkatan pendapatan daerah dari Rp.770.365.627.029 pada tahun 2009 menjadi Rp.1.274.579.906.000 pada tahun 2013 meningkat sebesar 65,45 persen, atau meningkat rata-rata sebesar 16,36 persen per tahun” ungkap Rina Iriani.

Ditambahkan pula, khusus mengenai PAD terdapat peningkatan yang cukup signifikan yaitu pada tahun 2009 sebesar Rp.66.971.682.029 meningkat  pada  tahun  2013  menjadi  sebesar  Rp.121.180.202.000 atau 80,94 persen.

Dari sisi Belanja Daerah, belanja diprioritaskan untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan baik Urusan Wajib maupun Urusan Pilihan.

“Belanja dipergunakan untuk menunjang efektifitas pelaksanaan tugas dan fungsi masing masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terdiri dari Belanja Langsung dan Belanja Tidak Langsung. Belanja Daerah tetap mengendepankan azas efisiensi dan efektivitas sesuai dengan prioritas yang telah ditetapkan ” papar Rina Iriani.

Selain PAD, Bupati Rina juga menjelaskan kebijakan pembangunan pada urusan perhubungan diarahkan pada terwujudnya tertib dan disiplin berlalulintas, pemenuhan pelayanan transportasi antar bagian wilayah dan antar lingkungan yang serasi antara hirarki pelayanan dan model transportasi yang representatif.

Dari sektor kebijakan pembangunan kesehatan diarahkan dalam mewujudkan kualitas pelayanan dan jangkauan pelayanan kesehatan bagi masyarakat serta pencapaian target Millenium Development Goal’s (MDG’s).

“Hal itu diantaranya diwujudkan melalui program upaya kesehatan masyarakat, perbaikan gizi masyarakat, penyediaan obat dan perbekalan kesehatan, pengawasan obat dan makanan,” ujarnya.

Kemudian selama periode tahun 2009-2013 Kabupaten Karanganyar meraih 18 penghargaan dari prestasi yang menonjol. Pd

 

Read More

KARANGANYAR Kembali Sabet Wahana Tata Nugraha 2013

Kabupaten Karanganyar kembali meraih piala Wahana Tata Nugraha (WTN) di bidang pengelolaan lalu lintas pada 2013.

Sebelumnya, Bumi Intanpari telah menyabet penghargaan serupa pada 2012 lalu. Rencananya penghargaan tertinggi bidang lalu lintas tersebut akan diterima langsung oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani di Surabaya pada Kamis (3/10/2013).

 Piala WTN akan diserahkan langsung Menteri Perhubungan, EE Mangindaan. Dengan torehan prestasi itu berarti Karanganyar berhasil meraih piala WTN selama dua tahun berturut-turut. Kepala Bidang Perhubungan Dishubkominfo Karanganyar, Joko Sumaryono, mengatakan pihaknya melakukan persiapan penilaian WTN sejak beberapa bulan lalu.

 Penghargaan tersebut diperoleh berkat kerja keras aparat pemerintah, para pelaku usaha angkutan umum serta elemen pengguna kendaraan bermotor di Karanganyar. “Untuk kedua kalinya, Karanganyar mendapat piala WTN dua tahun berturut-turut,”.

 Terdapat 14 item penilaian WTN yang dilakukan langsung tim gabungan dari Kementerian Perhubungan dan Dishubkominfo Jateng antara lain manajemen transportasi, kondisi jalan, rambu-rambu lalu lintas, anggaran transportasi hingga integritas sumber daya manusia. Penilaian dilakukan dengan melakukan pengamatan, pemotretan serta peninjauan di beberapa titik jalan.

 Penilaian dibagi menjadi tiga tahap yakni administrasi, praktik pengelolaan lalu lintas di lapangan dan kebijakan lalu lintas. Penilaian tahapan administrasi dilakukan oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Jateng. Sementara penilaian tahapan lainnya dilakukan langsung oleh tim penilai WTN.

 “Kami mengucapkan terima kasih kepada para elemen pengguna kendaraan bermotor yang berpartisipasi sehingga Karanganyar berhasil meraih piala WTN,” jelasnya.

 Sementara Kasatlantas Polres Karanganyar, AKP Suwarsi mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Martireni Narmadiana, menjelaskan selama ini pihaknya selalu gencar menggiatkan kampanye pelopor tertib berlalu lintas. Pihaknya juga melakukan inovasi dengan bekerjasama dengan sekolah-sekolah.

Read More

Kemarau, Petani Beralih Jadi Pengrajin Batu Bata

Hampir seluruh petani di Dusun Kepuh, Kelurahan Lalung, Kecamatan/ Kabupaten Karanganyar, beralih menjadi pengrajin batu bata selama musim kemarau. Pasalnya, sawah yang biasa mereka tanami padi telah mengering sejak dua bulan terakhir.

Minimnya saluran irigasi membuat sebagian besar area persawahan yang ada di sekitar Waduk Lalung itu tak mendapatkan suplai air. Beberapa petani yang berupaya membuat sumur pantek pun tidak berhasil mengeluarkan air. Oleh karena itu, selama ini, petani hanya mengandalkan guyuran air hujan untuk mengairi sawah mereka.

 “Hla mau bagaimana, sawahnya sudah kering enggak bisa diolah, jadi ya kami biarkan bera. Kelihatannya dekat waduk, tapi kami enggak mendapat jatah airnya. Bikin sumur juga enggak keluar air, soalnya mentok bebatuan,” ungkap salah seorang petani di Dusun Kepoh RT 003/ RW 003, Harsiam, 60, saat dijumpai di tepi Waduk Lalung, Selasa (1/10/2013).

Lantaran hal tersebut, Harsiam dan sebagian besar petani lainnya memilih beralih menjadi pengrajin batu bata. Terlebih, permintaan bahan bangunan itu tengah melonjak sejak dua bulan terakhir. Harga yang dibanderol pun cukup menjajikan keuntungan bagi petani.

 “Sekarang memang lagi laris, setiap habis membakar langsung laku. Harganya juga tinggi, seribu biji dijual Rp520.000, dulu enggak sampai segitu.”

Seorang petani lainnya, Saminem, 54, mengatakan hampir tidak ada satu pun warga Dusun Kepuh yang tidak membuat batu bata selama kemarau. Menurutnya, setiap pengrajin dapat menghasilkan 400 hingga 700 biji batu bata setiap harinya. Batu bata yang telah dijemur selama lebih kurang 20 hari, lantas mereka bakar.

 “Sekali membakar ya bisa mendapat 4.000 hingga 6.000 batu bata, biasanya langsung laku, soalnya sudah banyak yang mengantri pesanan,” ujar dia.

 Untuk bahan baku pembuatan bata, perajin biasa membeli tanah liat dari pemasok di luar Kelurahan Lalung seharga Rp80.000 setiap satu bak mobil pikap. Sebagian pengrajin juga mengambil tanah liat dari dasar waduk yang telah mengering. “Tapi ya enggak banyak ambilnya, soalnya berat menggendongnya, saya saja enggak kuat,” imbuh Saminem.

Read More

Karanganyar Kekurangan 500 Guru

Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah Raga (Disdikpora) Karanganyar kekurangan sekitar 500 tenaga pengajar untuk sekolah dasar (SD) di berbagai wilayah Bumi Intan Pari.

Sekretaris Disdikpora Karanganyar, Agus Hariyanto, menerangkan kekurangan tenaga pengajar ditopang dengan keberadaan guru honorer. Oleh sebab itu, bidang pendidikan menelan porsi terbesar dari total jumlah tenaga honorer di Kabupaten Karanganyar.

Hingga saat ini, lebih kurang 800 tenaga honorer yang tercatat sebagai guru di berbagai wilayah Karanganyar. Sebanyak 143 tenaga honorer K2 di bidang pendidikan berhak mengikuti seleksi pengangkatan pegawai negeri pada Kamis (3/10/2013). Sementara, ratusan lainnya masih belum mendapatkan kejelasan nasib kepegawaian.

“Setelah seleksi pengangkatan ini, Pemkab Karanganyar tidak boleh merekrut tenaga honorer lagi. Padahal, kami masih kekurangan sekitar 500 tenaga pengajar, khususnya untuk SD,” ungkap Agus saat dijumpai  di Kantor Disdikpora Karanganyar, Selasa (2/10/2013).

Oleh sebab itu, Agus berharap ada kebijakan khusus bagi Disdikpora terkait perekrutan tenaga honorer untuk memenuhi kebutuhan tenaga pengajar. Pasalnya, Pemkab Karanganyar juga tidak diizinkan menggelar perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun ini.

“Mestinya ya harus ada kebijakan khusus, entah bagaimana caranya. Kalau sisa tenaga honorer yang belum diangkatan tidak dipekerjakan lagi, kami akan kesulitan memenuhi kebutuhan tenaga pengajar,” imbuh dia.

Sementara itu, Kepala BKD Karanganyar, Larmanto, menyatakan Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyerahkan keputusan sepenuhnya bagi setiap daerah untuk memberikan kebijakan bagi tenaga honorer K2 yang tidak lolos seleksi CPNS. Pemda diberi kebebasan untuk tetap mempekerjakan tenaga honorer tersebut atau memutuskan hubungan kerja.

Read More

PDAM Siapkan 3 Mobil Tangki Air

PDAM Karanganyar menyiagakan tiga unit mobil tangki air bersih selama 24 jam selama musim kemarau. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi apabila pasokan air bersih di permukiman penduduk tersendat.

Direktur Teknik (Dirtek) PDAM Karanganyar, Suparno, mengatakan hingga sekarang belum ada permintaan pasokan air bersih dari masyarakat. Pihaknya menjamin pasokan air bersih ke permukiman penduduk tak mengalami kendala. Namun, apabila terjadi kendala teknis yang menyebabkan pasokan air bersih tersendat maka akan dikirim mobil tangki air bersih.

 “Hingga sekarang belum ada permintaan air bersih, namun tiga unit mobil tetap disiagakan untuk dropping air bersih di daerah yang dilanda bencana kekeringan,” katanya saat ditemui.

 Menurutnya, kondisi geografis Karanganyar yang sebagian wilayahnya berada di lereng Gunung Lawu berpengaruh saat musim kemarau. Masyarakat tak kekurangan air bersih lantaran pasokan air bersih cukup lancar. Kondisi ini berbanding terbalik dengan wilayah lain di Soloraya.

 Masyarakat rela berjalan berkilo-kilo meter untuk mendapatkan air bersih saat musim kemarau.

 Selama  musim kemarau, pasokan air bersih ke permukiman penduduk dilakukan secara bergiliran. Sehingga seluruh pelanggan dapat menikmati air bersih selama musim kemarau.

 “Sistemnya akan digilir dari satu wilayah ke wilayah lain, kami harap dengan sistem ini masyarakat dapat menikmati air bersih,” jelasnya.

 Disinggung mengenai kebakaran hutan di Gunung Lawu, dia menjelaskan kebakaran tersebut akan berpengaruh pada pengurangan resapan air pada masa mendatang.
Pengurangan resapan air di lereng Gunung Lawu berdampak pada pasokan air bersih di permukiman penduduk maupun lahan pertanian.

 Sementara seorang warga Desa Papahan, Tasikmadu, Suprapto, meminta agar PDAM Karanganyar memprioritaskan pelayanan pelanggan. Dia meminta agar pasokan air bersih tidak tersendat selama musim kemarau karena telah membayar retribusi air bersih setiap bulan.

 “Kewajiban untuk membayar retribusi air bersih sudah dilakukan, kami minta agar pasokan air bersih tetap lancar selama musim kemarau,” tambahnya.

Read More

Birokrasi Karanganyar Berbelit Diubah Total

Pola birokrasi pemerintahan yang ruwet dan berbelit-belit akan diubah total mulai dari kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkab Karanganyar hingga tingkat kelurahan. Hal ini dilakukan untuk mempermudah akses pelayanan terhadap masyarakat.

Hal ini dikemukakan bupati yang memenangi pemilihan kepala daerah (Pilkada) Karanganyar, Juliyatmono di sela-sela acara senam massal tasyakuran pasangan Juliyatmono-Rohadi Widodo (Yuro) di Alun-alun Karanganyar, Minggu (29/9/2013) pagi.

 Dirinya akan mengubah budaya birokasi peemrintahan bahwa para pejabat sulit ditemui masyarakat. “Saya pribadi orang lapangan jadi nanti saya akan banyak turun lapangan di tengah-tengah masyarakat. Kultur birokrasi peemrintahan harus diubah total,” katanya.

 Yuli-panggilan akrabnya, siap memberikan suri teladan kepada para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Karanganyar agar memprioritaskan pelayanan terhadap masyarakat secara cepat dan sesuai prosedur. Menurutnya, kultur birokrasi peemrintahan harus diubah mulai sekarang.

 Setelah dilantik, Yuli berkomitmen akan turun lapangan untuk menyerap aspirasi maupun keluhan masyarakat. Aspirasi maupun keluhan masyarakat akan menjadi rujukan dan pertimbangan sebelum mengambil kebijakan pemerintahan.

 “Tak hanya mengantor di wilayah Colomadu sekali sepekan namun saya akan lebih banyak menemui masyarakat. Seperti apa permasalahan dan keluhan masyarakat kecil?” jelasnya.

 Disinggung program unggulan, Yuli menjelaskan pihaknya akan memprioritaskan pelayanan pendidikan gratis di Bumi Intanpari. Selama ini, paradigma pendidikan selalu berorientasi pada pembangunan sarana dan prasarana seperti gedung.

 Paradigma pendidikan itu mutlak diubah dengan mengedepankan mutu dan kualitas pendidikan. “Selama ini yang diperhatikan hanya pembangunan gedung yang bagus, namun tak menjamah mutu pendidikan. Kondisi itu akan diubah dengan anggaran pendidikan yang cukup.”

 Sementara calon wakil bupati, Rohadi Widodo, menyatakan pihaknya akan bekerja sama dengan para investor untuk menanamkan modalnya di sektor pariwisata. Potensi pariwisata di Karanganyar cukup tinggi.

 Agenda wisata yang digelar di setiap objek wisata akan dikembangkan agar jumlah wisatawan baik domestik maupun mancanegara meningkat. “Tentunya akses infrastruktur menuju objek wisata akan diperbaiki secara bertahap. Sarana dan prasarana di objek wisata juga akan diperbaiki,” pungkasnya.

 Rangkaian tasyakuran kemenangan pasangan Yuro pada Pilkada diawali dengan senam massal di Alun-alun Karanganyar. Selanjutnya, pasangan yang diusung empat partai politik (parpol) tersebut menemui simpatisan dan pendukungnya di Lapangan Karangmojo, Tasikmadu. Terakhir, mereka melakukan jalan sehat bersama warga Desa Ngringo, Jaten.

Read More
DSC_0005

Kodim 0727/Karanganyar Adakan Donor Darah

Anggota TNI dari Kodim 0727/Karanganyar ikut aksi kemanusiaan donor darah, di Makodim 0727/Karanganyar, Rabu (25/09)

Anggota TNI dari Kodim 0727/Karanganyar ikut aksi kemanusiaan donor darah, di Makodim 0727/Karanganyar, Rabu (25/09)

Karanganyar, Kamis (26/09/2013)

Aksi kemanusian berupa donor darah diselenggarakan dalam rangka menyambut HUT TNI ke 68 dan HUT Kodam IV Diponegoro ke 63 diikuti oleh sekitar 500 orang peserta, di Makodim 0727/Karanganyar, Rabu (25/09).

Peserta yang berasal dari sekitar  400 anggota Kodim 0727/Karanganyar, anggota Polres Karanganyar, Senkom, mahasiswa, serta para PNS di lingkungan Pemkab Karanganyar  ikut kegiatan donor darah tersebut.

Komandan Kodim (Dandim) 0727/Karanganyar, Letkol Inf Eddy Basuki menuturkan hal ini sangat positif dan mengapresiasi, karena dengan menyumbangkan darah berarti ikut kepedulian kegiatan kemanusiaan.

“Donor darah ini merupakan salah satu rangkaian acara menyambut HUT TNI dan HUT Kodam IV/Diponegoro, nantinya juga ada jalan santai dan bakti sosial,” ujar Letkol Inf Eddy Basuki disela-sela acara.

Kodim 0727/Karanganyar juga bekerjsama dengan PMI Cabang Karanganyar untuk aksi donor darah tersebut.pd

Read More

3 Hektare Hutan Gunung Lawu Terbakar

Kebakaran hebat melanda lereng Gunung Lawu tepatnya di petak 63 F Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Nglerak, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso pada Selasa (24/9/2013) sekitar pukul 22.00 WIB. Sedikitnya tiga hektare hutan di lokasi kejadian dilalap si jago merah.

Informasi yang dihimpun Rabu (25/9/2013) menyebutkan kebakaran hutan diketahui kali pertama oleh warga setempat yang langsung dilaporkan ke Polsek Ngargoyoso dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar.
Tim gabungan yang terdiri dari petugas Perum Perhutani  sukarelawan BPBD Karanganyar, Anak Gunung Lawu (AGL), SAR Karanganyar langsung menuju lokasi kebakaran untuk memadamkan kobaran api.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Aji Pratama Heru K, mengatakan area hutan yang terbakar merupakan lokasi yang kerap dilalap si jago merah saat musim kemarau.Proses pemadaman terkendala medan yang cukup berat lantaran lokasi kebakaran berada di tebing perbukitan.

“Tim gabungan masih berada di lokasi kejadian untuk memadamkan kebakaran dengan mengisolasi kobaran api. Jumlah anggota tim gabungan sekitar 50 orang,”.

Kobaran api cepat merambat lantaran dipengaruhi pergerakan angin gunung. Apalagi kondisi tanaman di lokasi kebakaran kering sehingga mudah terbakar.  Proses pemadaman menggunakan metode manual dengan membuat parit mengelilingi lokasi kebakaran. Sehingga kobaran api tak merambat ke wilayah hutan lainnya.

Tim gabungan memprioritaskan jaringan pipa air yang memasok air bersih ke permukiman penduduk atau lahan persawahan.

Sementara Kapolsek Ngargoyoso, AKP Turmudi, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Martireni Narmadiana, menjelaskan penyebab kebakaran diduga berasal dari sisa-sisa api  pembuatan arang yang dilakukan warga setempat. Sisa api pembuatan arang tersebut kemudian membakar tanaman dan pepohonan di sekitarnya.

Menurutnya, petugas bersama tim gabungan masih melakukan penyisiran untuk memadamkan kobaran api di sekitar lokasi kejadian.

Read More
DSC_0018

Industri Pariwisata Dapat Meningkatkan PAD

Bupati Karanganyar Rina Iriani melantik Gabungan Industri Pariwisata Indonesia Karanganyar (GIPI) Karanganyar, di Sondokoro, Selasa (24/09)

Bupati Karanganyar Rina Iriani melantik pengurus Gabungan Industri Pariwisata Indonesia Karanganyar (GIPI) Karanganyar, di Sondokoro, Selasa (24/09)

Karanganyar, Rabu (25/09/2013)

Industri pariwisata menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Karanganyar. Di sisi lain, aktifitas kepariwisataan yang semakin kompetitif dalam harga, fasilitas, dan pelayanan kepada wisatawan khususnya di bidang sarana pengembangan produk pariwisata memerlukan kerjasama yang harmonis di antara pelaku pariwisata.

“Dengan adanya kerjasama ini dapat meningkatkan kebersamaan di antara para stakeholder pariwisata daerah, pengusaha, masyarakat dan pemerintah daerah dalam meningkatkan dunia kepariwisataan di Karanganyar,” kata Istar Yunianto, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar, saat acara sarasehan pengembangan organisasi kepariwisataan bagi pengusaha jasa wisata, di Sondokoro, Selasa (24/09) pagi.

Di tempat yang sama, Bupati Karanganyar, Rina Iriani mengatakan potensi pariwisata yang melimpah di Kabupaten Karanganyar akan memberikan hasil yang maksimal bagi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dan secara langsung juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar destinasi wisata.

“Terciptanya suasana kondusif, terjalinnya sinergi antara kebijakan pemerintah dengan para praktisi, serta mengutamakan pelayanan prima bagi wisatawan dapat meningkatkan PAD,” ujar Rina Iriani

Karanganyar sebagai destinasi wisata menjadi prioritas di wilayah Jawa Tengah perlu adanya daya tarik pariwisata melalui peningkatan layanan, perbaikan kualitas, dan penguatan kelembagaan insan pariwisata.

“Dukungan dari penyelanggara jasa pariwisata sangat diharapkan karena tanpa upaya penyediaan fasilitas, akomodasi, dan pelayanan yang memadahi maka potensi dan daya tarik pariwisata yang dimiliki menjadi berkurang,” kata Bupati Rina.

Standarisasi kualitas pelayanan harus disepakati para penyelenggara jasa agar mampu menjamin kepuasaan pengguna jasa pariwisata, selain itu dengan adanya kode etik keberlangsungan penyelenggaraan pariwisata, persaingan usaha yang sehat, serta melaksanakan perbaikan dan peningkatan kualitas sesuai dengan peraturan pemerintah yang telah ditetapkan. pd

 

Read More