Category: Berita

IMG_0372 (FILEminimizer)

Upacara Hari Kesehatan Nasional Ke-49 di Kabupaten Karanganyar

IMG_0372 (FILEminimizer)

Assisten Pemerintahan Sundoro, SH., M.Si Saat Menyerahkan Piagam Penghargaan Kepada Salah Satu Penerima Penghargaan

Bertempat di halaman Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar dilaksanakan Upacara Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-49 di Kabupaten Karanganyar. Upacara ini merupakan puncak acara dari serangkaian kegiatan dalam rangka peringatan HKN, dimana telah dilaksanakan berbagai macam kegiatan seperti Healthy Expo ( Bazaar sehat dan promosi kesehatan ), Lomba Olahraga, Jalan Santai, Seminar yang melibatkan seluruh elemen kesehatan se-kabupaten.

Adapun peserta upacara kali ini seluruh elemen kesehatan yang terdiri atas Dinas Kesehatan, Puskesmas, Rumah Sakit baik milik Pemerintah (RSUD dan RSAU) maupun swasta, organisasi profesi kesehatan, Perguruan Tinggi Akper – Akbid Mitra Husada, Akper 17, Dharma Wanita Persatuan Kab. Karanganyar, Komisi Penanggulangan AIDS Kab. Karanganyar serta dihadiri oleh unsur Muspida dan SKPD se Kab. Karanganyar. Bertindak selaku Inspektur Upacara adalah Assisten Pemerintahan Setda Kab. Karanganyar Sundoro, SH., M.Si mewakili Bupati Karanganyar.

 Di awal sambutan Menkes RI dr. Nafsiah Mboi, Sp.A., MPH yang dibacakan oleh Sundoro, mengucapkan selamat Hari Kesehatan Nasional ke – 49 kepada segenap jajaran kesehatan di seluruh penjuru Tanah Air sekaligus apresiasi atas pengabdian dan semangat serta inovasi petugas kesehatan dalam peningkatan kesehatan rakyat Indonesia. Indonesia Cinta Sehat merupakan tema utama HKN periode 2010 – 2014 dengan sub tema Menuju Indonesia Sehat dan Jaminan Kesehatan Nasional Yang Bermutu.

Hal ini dimaksudkan untuk menggerakkan segenap komponen bangsa guna mencapai hidup sehat serta dengan mulai berlakunya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada tanggal 1 Januari 2014 yang merupakan tonggak sejarah menuju masyarakat Indonesia yang sehat, mandiri dan berkeadilan. “Marilah kita tingkatkan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada paradigma sehat yang dilaksanakan secara berjenjang dan terstruktur”, himbaunya. Menkes juga mengingatkan HKN 2013 ini dijadikan momentum refleksi atas yang telah kita berikan bagi kesehatan dan kesejahteraan bangsa tercinta.

 Pada akhir Upacara dilakukan pengguntingan balon oleh inspektur upacara dilanjutkan penyematan Tanda Kehormatan Satya Lencana Kebaktian Sosial kepada Wiryanto, SKM dan Tri Agus Gunawan, S.Sos., M.Si atas aksi donor darah secara sukarela ke 100. Selain penyematan tanda kehormatan, diberikan juga penghargaan seperti Tenaga Teladan, Balita Sehat, Desa PHBS, Pengelola PKD, Desa Berprestasi Dalam Penanggulangan Penyakit DBD, Puskesmas Peduli Penanganan HIV-AIDS, Kecamatan Sayang Ibu dan hadiah lomba kepada masing-masing pemenang lomba menyambut HKN ke-49.  Ad+Dt

Read More

PG Tasikmadu Gencarkan Tanam Tebu di Soloraya

Pabrik Gula (PG) Tasikmadu, Karanganyar terus menggencarkan penanaman tebu di wilayah Soloraya dalam beberapa bulan terakhir.

Tak kurang 1,3 juta bibit telah ditanam di ladang yang disewa PG Tasikmadu di wilayah Soloraya. Sedianya, PG Tasikmadu masih menanam 800.000-an bibit tebu di  Soloraya, Purwodadi dan Semarang.

Puluhan ladang yang disewa PG Tasikmadu, seperti Suruh, Gadingan, Jati, Mloko Wetan, Kalijirak, Langen Harjo, Bulu, Tawangsari, Taman Sari, Jambanan, Pandeyan, Gagak Sipat, Sukosari, Banjar Harjo, Bantar Angin, Rekso Sari, Manjung, Jungke, Siwal, Trayu, Trangsan, Ngrombo. Total areal lahan itu mencapai puluhan hektare. Ke depan, PG Tasikmadu melakukan invansi ke Purwodadi dan Semarang.

“Penanaman tebu sudah dilakukan secara bertahap sejak Maret kemarin. Saat ini memang waktu yang tepat untuk melakukan penanaman tebu. Soalnya, pasokan air sangat cukup. Sehingga, memudahkan dalam masa penanaman,” kata Mandor Single Bud Planting (SBP) PG Tasikmadu, Sugiartono, saat ditemui di Tasikmadu, akhir pekan kemarin.

Sugiartono menjelaskan usia bibit tebu yang siap ditanam di ladang dan sawah harus mencapai 2,5 bulan. Setelah ditanam, dilakukan pengawasan tanpa mengurangi pasokan air yang mencukupi. Tanaman tebu layak dipanen setelah berusia sembilan bulan. Harga tebu per kuintal saat ini mencapai Rp7 juta.

“Biasanya, masalah yang muncul saat penyebaran bibit, yakni merebaknya jamur. Tapi, hal itu sudah kami antisipasi dengan diberi fungisida. Selain itu, mata tunas tebu sudah kami sterilkan melalui Hot Water Treatmen (HWT). Tak heran, PG Tasikmadu menjadi yang terbaik di PTPN IX Jateng,” katanya.

Salah seorang pekerja di Tasikmadu, Hendro, 38, mengatakan usia bibit tebu berkisar dua pekan hingga tiga bulan. Meski berlangsung musim hujan, dirinya tetap merawat bibit tebu dengan menyiram dua kali dalam sehari. “Biasanya, kami juga menyiapkan tanaman cadangan untuk menyulam tanaman yang sudah mati. Saat ini, pertumbuhan bibit tebu tergolong cukup baik,” katanya.

Sumber : http://www.solopos.com

Read More

Protes Limbah Pabrik Karanganyar, BLH Tunggu Hasil Penelitian Laboratorium

Badan Lingkungan Hidup (BLH) Karanganyar masih ragu menyemprit pengelola pabrik tapioka dan glukosa PT Budi Lumbung Cipta Tani di Jatisobo, Jatipuro, Karanganyar. Sejauh ini, BLH masih menunggu hasil penelitian laboratorium air limbah yang diduga mencemari Sungai Walikan.

Sebagaimana diketahui, warga di Sonorejo, Ngadirojo, Wonogiri melakukan aksi demontrasi ke kompleks pabrik, Kamis (7/11/2013). Demo yang berakhir ricuh itu menuntut pabrik bertanggungjawab atas tercemarnya Sungai Walikan. Dalam demo itu, warga juga menuding, pabrik tak memiliki izin IPAL. Meski pabrik berada di Karanganyar, warga di

 Wonogiri terkena imbasnya. Tak ingin dirugikan, warga berbondong-bondong menggeruduk pabrik pekan kemarin. “Saat ini, air limbah masih diuji di laboratorium. Hasil itu baru diketahui dua pekan setelahnya. Hasil itulah yang akan dijadikan pedoman untuk mengambil langkah berikutnya. Jadi, kalau belum ada dasarnya, belum bisa bicara sanksi,” kata Kepala BLH Karanganyar, Waluyo Dwi Basuki, saat ditemui di Alun-Alun Karanganyar, Minggu (10/11).

 Basuki menjelaskan selain menunggu hasil uji laboratorium, pihaknya juga berenncana menggelar pertemuan dengan warga dan pengelola pabrik. BLH Karanganyar merasa perlu menggagas pertemuan itu agar suasana tetap kondusif. diharapkan, pertemuan itu menghasilkan kesamaan persepsi antara warga dan pengelola pabrik. Pertemuan kemungkinan besar sekitar tanggal 20 November mendatang.

 “Bagi saya, persoalan itu bermula dari salah paham. Jadi, harus dibahas bersama-sama. Dari sana nanti juga terlihat, apakah pabrik bisa dibina atau tidak? Kalau meang tidak bisa dibina, ya dibinasakan. Tapi, kami tetap memathui prosedur. Kalau ternyata ada kesalahan, kami pasti memberikan peringatan keras terlebih dahulu. Itu semua bisa diketahui setelah melihat uji laboratorium dan pertemuan dengan pengelola pabrik,” katanya.

Sumber : http://www.solopos.com

Read More
DSC_0028tulis

Puluhan Siswa Terjaring Razia HP

Bupati Karanganyar Rina Iriani saat sidak HP siswa ke ruang kelas, Rabu (06/11) kemarin.

Bupati Karanganyar Rina Iriani saat sidak HP siswa ke ruang kelas, Rabu (06/11) kemarin.

Karanganyar, Kamis (07/11)

Saat kedatangan Bupati Karanganyar Rina Iriani memasuki kelas, tampak terkejut para siswa yang sedang belajar. Mereka juga tak menduga kedatangan orang nomer satu di Bumi Intanpari itu meminta kejujuran dari pelajar yang membawa Handphone (HP)  di sekolah.

Inspeksi mendadak (Sidak) ke beberapa sekolah, Rabu (06/11) oleh Bupati Rina Iriani disertai dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Inspektorat, Satpol PP serta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karanganyar dilakukan untuk mengetahui penerapan larangan bagi siswa membawa HP ke dalam kelas.

Sekolah yang pertama di sidak yakni SMA Negeri 1 Karanganyar. Di sekolah itu, ditemukan empat siswa membawa HP ke dalam ruang kelas. Selanjutnya dilakukan penyitaan dengan terlebih dulu diberi nama, kelas di secarik kertas. Kemudian Bupati memberikan HP itu kepada Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Agus Yulianto.

Setelah itu, sidak dilanjutkan ke SMP Negeri 1 Karanganyar. Di sekolah itu dari tiga kelas yang di razia tidak ditemukan sama sekali siswa membawa HP di Sekolah.

Kemudian sidak terakhir di SMA Negeri 2 Karanganyar, dari tiga ruang kelas yang dimasuki didapati puluhan siswa membawa HP dari yang biasa sampai yang canggih.

Bupati Rina Iriani mengungkapkan aturan siswa tidak boleh membawa HP sudah diterapkan sejak tahun 2008. Menurutnya, berkaitan alasan selama ini untuk berkomunikasi dengan orang tua, karena mempermudah dijemput dari sekolah. Ia mengatakan, justru larangan ini menjadikan sekolah, orang tua, guru dan siswa memiliki hubungan yang erat.

Namun bagi siswa yang membawa HP ke sekolah jangan dibawa ke ruang kelas, sebaiknya pihak sekolah membuat loker khusus HP. Jadi HP itu langsung ditaruh di loker sebelum masuk ke kelas.

“Sebaiknya sekolah memberikan informasi kegiatan sekolah setiap hari. Baik kepada orang tua, juga siswa saling menjaga. Sehingga, komunikasi akan terjalin bagus, pengawasan dari rumah dan sekolah berjalan efektif,” katanya.

Dengan tidak membawa HP ke dalam kelas juga agar anak-anak tidak terganggu di kelas saat belajar. Selain itu yang paling ditakutkan adanya seks bebas dan mengakses internet memuat konten porno.

“Bisa dibayangkan satu siswa bisa saja menghabiskan seminggu Rp 25.000 untuk memberi pulsa. Kalau dibiarkan, maka sama saja pemborosan. Ini juga kurang baik. Karena itu di akhir jabatan ini, saya sempatkan sidak untuk mengingatkan lagi guru, siswa dan orang tua,” tandasnya.pd

 

Read More

8 Kecamatan Rawan Longsor

Delapan kecamatan di Karanganyar rawan bencana tanah longsor selama musim hujan. Wilayah tersebut terdapat di lereng Gunung Lawu yang menjadi lokasi langganan diterpa bencana alam tanah longsor.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Aji Pratama Heru K., mengatakan kedelapan kecamatan tersebut yakni Jatipuro, Jatiyoso, Tawangmangu, Matesih, Karangpandan, Ngargoyoso, Kerjo, dan Jenawi. Struktur tanah di wilayah tersebut lapuk sehingga rawan terjadi bencana tanah longsor.

“Seluruh daerah yang berada di lereng Gunung Lawu rawan bencana alam tanah longsor saat musim penghujan. Struktur tanahnya lapuk sehingga mudah longsor saat terjadi hujan lebat,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Rabu (6/11/2013).

Menurutnya, ada beberapa penyebab bencana tanah longsor di Karanganyar seperti struktur tanah berupa breksi ruf bewarna cokelat kemerahan yang mudah menyimpan air. Tanah tersebut kerap terjadi erosi tebing tanah yang mengancam permukiman penduduk.

Karena itu, pihaknya memasang alat peringatan dini tanah longsor atau early warning system (EWS) yang berjumlah 17 alat. Alat EWS disebar di daerah rawan bencana tanah longsor untuk memantau pergerakan tanah setiap saat. Apabila terjadi pergerakan tanah, alat itu akan mengirim sinyal sehingga warga setempat langsung bisa dievakuasi.

“Struktur tanah di lereng Gunung Lawu mudah longsor, di beberapa lokasi sudah dipasang EWS yang alarmnya langsung menyala saat terjadi pergerakan tanah,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya meminta warga meningkatkan kewaspadaan saat terjadi angin kencang sebelum hujan. Sebab, angin lisus datang cukup cepat yang mempunyai kekuatan besar untuk menumbangkan pepohonan. Kendati demikian, pihaknya tak dapat memetakan daerah rawan angin lisus lantaran datangnya angin tersebut tak dapat diprediksi.

Sementara seorang warga Desa Papahan, Kecamatan Tasikmadu, Budi Prasetyo meminta instansi terkait menyiagakan sukarelawan di lokasi rawan bencana tanah longsor. Apabila terjadi tanah longsor maka warga setempat langsung bisa dievakuasi ke daerah yang aman sehingga tak mengakibatkan korban jiwa.

sumber : http://www.solopos.com

Read More

90 Ha Sawah di Papahan Karanganyar Tak Boleh Dialihfungsikan

Areal persawahan seluas 90 hektare (Ha) di Papahan, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar  tak boleh dialihfungsikan. Pasalnya, di areal tersebut dikhususkan sebagai sawah lestari.

Demikian dijelaskan Kasi Pembangunan Papahan, Uun Santosa, saat ditemui  di ruang kerjanya akhir pekan kemarin. Hal tersebut sudah sesuai dengan Perda di tingkat provinsi.

“Saya kurang hafal soal nomor Perda itu. Tapi, yang jelas diatur di sana. Total areal pertanian di sini mencapai 120 hektare. Saat ini, masih tersisa 90 hektare. Sisanya, sudah alih fungsi ke properti,”

Uun mengatakan pemerintah sudah berupaya mensosialisasikan kepada masyarakat tentang lahan lestari di Papahan. Lahan lestari itu terfokus di daerah Kodokan. Sejauh ini, banyak investor yang tetap melirik daerah itu untuk dialihfungsikan.

“Harga tanah di lahan lestari itu bisa mencapai Rp2 juta per meter. Tapi, hal itu sulit dibeli karena tak bisa alih fungsi. Sampai kapan pun, kami akan memantau hal ini. Bisa dibayangkan, kalau sawah lestari itu alih fungsi. Papahan, otomatis tak lagi memiliki potensi pertanian. Soalnya, di sana memang lahan tersubur akibat pasokan air yang mencukupi,” katanya.

Sumber : http://www.solopos.com/

Read More

Wisatawan Serbu Objek Wisata Tawangmangu

Seiring datangnya musim liburan tahun baru 1 Muharam 1435 H, sebanyak 2.000-an wisatawan domestik menyerbu objek wisata di Tawangmangu, Selasa (5/11/2013).

Jumlah kunjungan wisatawan tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan hari-hari biasa yang hanya mencapai 100-an orang. Meski mengalami lonjakan wisatawan, arus lalu-lintas di Tawangmangu tergolong lancar.

 Koordinator Pos Somokodo Tawangmangu, Sutardo, mengatakan para wisatawan domestik itu sengaja mendatangi objek wisata di Tawangmangu untuk berlibur. Dilihat dari segi usia, pengunjung di objek wisata Tawangmangu didonimasi kawula muda di Soloraya, yakni mencapai 90 persen. Sisanya, berasal dari wisatawan domestik dari berbagai kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Jogja, Semarang dan sejumlah kota di Jatim.

 “Setiap pengunjung yang melalui pos retribusi diwajibkan membayar retribusi. Kalau sepeda motor senilai Rp1.000, sedangkan mobil senilai Rp5.000. Hal ini sudah sesuai Perda No. 5 Tahun 2007 tentang Retribusi Masuk Kawasan Tawangmangu. Agar tak kehabisan stok tiket retribusi, kami menyiapkan total 10.000 tiket masuk,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa.

 Tardo menjelaskan jumlah wisatawan di Tawangmangu tahun ini hampir sama dengan tahun sebelumnnya. Biasanya, para wisatawan berekreasi di Grojogan Sewu, Cemoro Kandang dan Pringgodani.

 Patung Semar

 Delapan petugas di Pos Somokodo dimaksimalkan untuk melayani penjualan tiket masuk. Selain di Somokodo, pintu masuk ke Tawangmangu juga ada di daerah Bomo, Matesih dan Gondosuli yang berbatasan dengan Jatim.  “Dalam satu tahun, puncak wisatawan yang datang ke Tawangmangu, biasanya terjadi saat momentum Lebaran dan Tahun Baru. Kalau momen Tahun Baru Islam seperti ini meski ada peningkatan, tapi tak sebesar momentum Lebaran yang mencapai 5.000 wisatawan,” ujarnya.

 Terpisah, Staf Bina Cinta Alam Grojogan Sewu Tawangmangu, Jumino, mengatakan guna menghadapi lonjakan pengunjung di Grojogan Sewu, pihaknya mengerahkan 30-an petugas internal. Di sisi lain, pihaknya juga memaksimalkan 142 anggota paguyuban pedagang di kawasan Grojogan Sewu untuk ikut membantu pengawasan.

 “Agar tak kewalahan, kami juga menggandeng paguyuban pedagang. Tujuanya, ikut menjaga suasana yang nyaman di Grojogan Sewu. Misalnya, ada yang capek atau sakit, biasanya para pedagang di sini ikut membantu.”

 Di luar Grojogan Sewu, objek wisata yang diserbu wisatawan domestik, yakni Cemoro Kandang dan Pringgodani. Biasanya, wisatawan di tempat tersebut dalam rangka menjalankan ritual sesuai adat Jawa. Salah satu acaranya, menggelar pertunjukan wayang kulit dengan lakon Semar Mbangun Kahyangan di Pringgodani, Senin (4/11/2013) malam. Hal itu sebagai pertanda diresmikannya patung semar seberat 1 ton yang dibawa ke Pringgodani secara manual.

 “Biasanya, ada juga kerabat dari Keraton Solo yang menyewa kuda untuk menempuh perjalanan ke Gunung Lawu,” kata salah seorang penyewa jasa kuda di Tawangmangu, Harno, 52, warga Ngemplak, Tawangmangu.

Sumber : http://www.solopos.com/2013/11/06/wisatawan-serbu-objek-wisata-tawangmangu-462835

Read More

Ribuan Orang Ikuti Senam Sehat

Sekitar 10.000 peserta dari berbagai elemen masyarakat ikut senam sehat untuk menyambut Tahun Baru 1435 Hijriah, di Alun-alun Karanganyar, Senin (04/11) kemarin

Sekitar 10.000 peserta dari berbagai elemen masyarakat ikut senam sehat untuk menyambut Tahun Baru 1435 Hijriah, di Alun-alun Karanganyar, Senin (04/11) kemarin

Karanganyar, Selasa (05/11/2013)

Ribuan orang memadati Alun-alun Kabupaten Karanganyar untuk mengikuti senam sehat dalam menyambut Tahun Baru Hijriah, Senin (04/11). Kegiatan yang diadakan oleh  Majelis Ulama Indoneisa (MUI) dan Bazis Kabupaten Karanganyar dikuti oleh berbagai elemen masyarakat itu terlihat                                                                                                                    antusias.

Warga masyarakat Karanganyar  ikut berpartisipasi memeriksakan kesehatan gratis dalam rangkaian kegiatan menyambut Tahun Baru 1435 Hijriah, di Alun-alun Karanganyar, Senin (04/11) pagi.

Warga masyarakat Karanganyar ikut berpartisipasi memeriksakan kesehatan gratis,  di Alun-alun Karanganyar, Senin (04/11) pagi.

Ketua MUI Kabupaten Karanganyar,  Zainuddin mengatakan kegiatan ini untuk ukuwah dan syiar agama di Karanganyar.

“Kami tidak menyangka sama sekali, s

ambutan dari masyarakat untuk mengikuti senam sehat ini. Targetnya diikuti 5.000 peserta, namun diluar dugaan mencapai 10.000 peserta yang ikut,” ujar Zainuddin.

Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar saat membacakan sambutan Bupati Karanganyar mengungkapkan sangat mengapresiasi kegiatan itu. Dengan kegiatan senam dapat meningkatkan keseha

tan jasmani dan rohani.

“Tubuh menjadi sehat yang membuat rohani menjadi kuat dan baik,” ujarnya.

Selain kegiatan senam pagi, juga diadakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi peserta senam, namun juga dapat oleh masyarakat lainnya.

Selain itu, juga disediakan hadiah langsu

ng dengan pengundian nomor peserta. Anis Fatimah, perempuan yang duduk di kelas XIIA2, MAN Karanganyar mendapatkan hadiah utama berupa kulkas satu pintu. Dia yang tinggal di Buran, Tasikmadu sangat senang mendapatkannya. pd

Read More

Soal Ujian Honorer Dibakar

Setelah digunakan ujian honorer kategori 2, soal tes dimusnahkan untuk menghindari penyalahgunaan, di BKD Karanganyar, Minggui (03/11) sore

Setelah digunakan ujian Honorer Kategori 2, soal tes dimusnahkan untuk menghindari penyalahgunaan, di BKD Karanganyar, Minggui (03/11) sore

DSC_0110tulisan

Beberapa panitia seleksi CPNS dari Honorer Kategori 2 Kabupaten Karanganyar, membakar soal ujian honorer K2 setelah digunakan, Minggu (03/11) sore.

Karanganyar, Senin (04/11/2013)

Panitia pelaksana seleksi CPNS  dari Honorer Kategori 2 (K2) membakar soal ujian di kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Karanganyar, Minggu (03/11) sore. Pembakaran itu dilakukan sesuai dengan arahan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Ketua Pelaksana pengadaan tes CPNS Honorer K2 Karanganyar, Samsi mengatakan Pemkab hanya sebatas memfasilitasi pelaksaan seleksi. Pasalnya, semuanya hal termasuk pengadaan soal, berita acara, dan koreksi dilakukan oleh pemerintah pusat.

Dengan demikian, Pemkab hanya sebatas memanggil peserta, menyediakan soal yang telah disiapkan oleh pemerintah pusat serta menyediakan tempat dan pengawas ujian. Untuk seleksi CPNS honerer K2, Pemkab memilih SMA 1 Karanganyar.

“Semuanya dilakukan oleh pemerintah pusat. Usai pelaksanaan tes, diinstruksikan oleh pemerintah untuk menghapusnya dengan cara dibakar. Ini untuk mengantisipasi soal dibawa pulang oleh peserta karena itu memang dilarang oleh pemerintah,” ujar Samsi, Minggu (03/11).

Selain membakar soal, panitia pelaksana pengadaan tes juga diminta menandatangani berita acara dan mengirimkannya beserta Lembar Jawab Komputer (LJK) yang sudah diisi oleh 447 peserta.

Sementara itu, Kepala BKD Karanganyar, Larmanto mengungkapkan Pemkab masih kekurangan 500-an guru SD. Dengan adanya seleksi CPNS Honorer K2 ini diharapkan mampu memperkecil kekurangan tersebut. “Masih kekurangan 500-an guru SD. Di sisi lain, ada kelebihan PNS dari teknis umum sebanyak 200-an. Mereka tidak boleh digeser untuk mengisi kekosongan kursi guru SD karena memang kemampuannya berbeda,” katanya lagi.

Usai pengumumam seleksi CPNS honorer K2, pihaknya akan melakukan penataan agar pelayanan kepada masyarakat bisa lebih maksimal. Utamanya, mengisi kekosongan kursi yang vital. “Kita tunggu saja pengumuman tes. Setelah itu, akan kita tata ulang,” ujarnya. pd

 

Read More

447 Honorer K2 Jalani Tes CPNS

Sebanyak 447 orang Honorer Kategori 2 Kabupaten Karanganyar mengikuti ujian CPNS di SMA Negeri 1 Karanganyar, Minggu (03/11)

Sebanyak 447 orang Honorer Kategori 2 Kabupaten Karanganyar mengikuti ujian CPNS di SMA Negeri 1 Karanganyar, Minggu (03/11)

Karanganyar, Senin (04/11/2013).

Sebanyak 447 honorer dari tenaga teknis, kesehatan, dan guru secara serentak mengikuti tes seleksi CPNS di SMA 1 Karanganyar, Minggu (03/11). Ratusan orang yang terdiri dari 181 tenaga guru, kesehatan 43 orang, dan administrasi 213 orang itu menjalani dua tes yakni kemampuan dasar dan kemampuan bidang.

Pantauan di SMA 1 Karanganyar memperlihatkan kondisinya sunyi. Ada beberapa panitia yang berjaga-jaga di sekitaran ruang tes dan kepanitia. Hadir pula Bupati Karanganyar Rina Iriani bersama sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak).

Secara umum, Rina menilai pelaksanaan tes seleksi CPNS dari honorer K2 berjalan dengan lancar. Semua peserta hadir dan mengikuti tes yang dimulai pukul 08.00 pagi hingga 14.00 siang. Meski demikian, ada satu peserta yang baru datang sekitar pukul 08.05 pagi. Berhubung masih dalam masa toleransi 15 menit, maka panitia memperbolehkan yang bersangkutan mengikuti ujian.

“Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar. Semua peserta semangat mengerjakan soal tes dengan harapan bisa lolos seleksi yang dilakukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN),” kata dia, Minggu (03/11).

Melihat antusias peserta, dirinya berharap semuanya bisa lolos dan menjadi CPNS. Hal ini dilihat dari lamanya mengabdi di instansi yang saat ini mereka tempati. Rina mengatakan ada yang mengabdi selama puluhan tahun dan hanya berharap bisa diangkat menjadi PNS. “Kami tidak mau berandai-andai berapa yang akan diterima. Kami harap semuanya bisa diterima karena ini sudah mereka tunggu lama,” ujarnya.

Ditegaskan Rina, Pemkab Karanganyar dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan tidak akan melakukan rekrutmen CPNS. Pertimbangannya, belanja pegawai Karanganyar masih melebihi ambang batas yang ditetapkan 50 persen, tepatnya 60 persen. “Masih tinggi yakni 60 persen. Tapi ini jauh lebih menurun sebelum saya memimpin Karanganyar. Dulu angka belanja pegawai mencapai 70 persen,” katanya.

Meski demikian, pihaknya masih akan lebih memprioritaskan pengangkatan tenaga honorer yang sudah ada di Karanganyar. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan PNS di Bumi Intanpari.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Karanganyar, Larmanto menambahkan, pihaknya tidak mengetahui berapa kuota yang ditetapkan pemerintah untuk Karanganyar. Pasalnya, penilaian dilakukan oleh Kemenpan dan BKN dengan menentukan passing grate (nilai ambang batas). “Kami tidak tahu. Semuanya diseleksi secara nasional karena pelaksanaannya juga serentak di seluruh Indonesia,” katanya. pd

Read More