Category: Berita

Atlet Difabel Siap Rebut Kemenangan di Perpaprov

Puluhan atlet difabel yang tergabung dalam National Paralympic Committee (NPC) Karanganyar akan tampil di Pekan Paralympic Provinsi (Perpaprov) di Solo yang akan digelar pada tanggal 24-28 November mendatang. Keberangkatan mereka dilepas langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar, Samsi di halaman Kantor Sekretariat Daerah (Setda), Kamis (21/11).

Ketua NPC Karanganyar, Nano Suparno mengatakan di ajang Perpaprov ini pihaknya memberangkatkan sebanyak 41 kontingen, 34 atlet, dan tujuh pelatih. “Para atlet siap turun gelanggang untuk meraih kemenangan di setiap bidang olahraga yang dipertandingkan,” kata Nano penuh percaya diri.

Kontingen yang diterjunkan NPC akan bertanding mewakili Kabupaten Karanganyar di sembilan cabang olahraga, yakni bulutangkis, tenis meja, futsal, voli duduk, renang, bowling, panahan, angkat berat, dan atletik. Dari sembilan cabang olahraga itu, Nano yakin timnya bakal merebut banyak medali sebagai kado manis untuk Hari Jadi ke-96 Kabupaten Karanganyar. “Kami optimistis di ajang Perpaprov nanti atlet yang diberangkatkan mampu membawa pulang banyak medali,” tandasnya.

Diungkapkan Nano, sebelumnya atlet NPC Karanganyar juga telah berhasil menyabet juara umum ranking dua pada ajang internasional Asian Paragames di Solo tahun 2011 lalu. Mereka berhasil menorehkan empat medali emas, satu perak, dan satu perunggu. “Berangkat dari pengalaman yang lalu, kami yakin bisa mewakili Kabupaten Karanganyar dengan lebih baik di ajang Perpaprov ini,” tambahnya.

Sementara itu, Sekda Karanganyar, Samsi juga turut memberikan motivasi dan semangat agar atlet-atlet Karanganyar bisa meraih prestasi memuaskan di ajang Perpaprov nanti. “Jangan pernah merasa minder dan berkecil hati. Kuatkan niat, teguhkan semangat, dan terus berlatih. Raih yang terbaik untuk dipersembahkan bagi Kabupaten Karanganyar yang kita cintai ini,” katanya di hadapan para atlet. Ahmad Rodif Hafidz

LEPAS KEBERANGKATAN—Sekda Karanganyar, Samsi menyalami para atlet National Paralympic Committee (NPC) Karanganyar sekaligus melepas keberangkatan mereka untuk bertanding dalam Pekan Paralympic Provinsi (Perpaprov) di Solo, Kamis (21/11).

sumber : http://joglosemar.co

Read More

Petani Popongan Karanganyar Waspadai Wereng

Sejumlah petani di Popongan, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar mewaspadai ancaman mengganasnya serangan hama wereng di musim hujan.

Sejauh ini, petani di daerah setempat masih mengebut musim tanam. Salah satu petani, Sadi, 50, warga Gajah, Popongan, Karanganyar mengatakan saat sekarang merupakan saat yang tepat untuk menanam tanaman padi. Hal itu menyusul datangnya musim hujan.

 “Sawah di daerah Popongan ini hanya mengandalkan air hujan. Inilah saat yang tepat bagi kami menanam tanaman padi. Harapannya, penanaman padi kali ini jauh lebih baik dibandingkan musim tanam sebelumnya yang mencapai Rp8 juta. Tapi, kami tetap mewaspadai serangan wereng,” katanya saat ditemui  di areal sawahnya, Kamis (21/11/2013).

 Sadi mengatakan hama wereng termasuk hama terganas yang menyerang tanaman padi selain hama tikus. Seringkali, hama wereng mulai menyerang tanaman padi di malam hari.

 “Pasokan air memang cukup di musim hujan ini. Kalau hujannya berjalan terus-menerus, hana wereng diprediksi akan datang seperti dua tahun lalu. Saat itu, para petani di Popongan gagal panen. Kami pasrah dengan kondisi itu. Untuk sementara, frekuensi hujan di Popongan saat sekarang sekali dalam dua hari,” ujarnya.

 Hal senada dijelaskan petani lainnya, Hardi, 40, warga Delingan, Popongan, Karanganyar. Masa panen di daerah Popongan dalam setahun hanya berlangsung dua kali. Hal ini jauh berbeda dengan petani di daerah Karanganyar bagian barat yang bisa menikmati tiga kali masa panen seperti di Jaten dan Kebakkramat.

 “Wereng menjadi hama yang ditakuti petani. Sekali diserang wereng, petani tak bisa apa-apa. Kendati sudah ada obatnya, hal itu tak cukup membantu. Kalau terserang wereng, petani harus menyiapkan dana operasional yang lebih dari biasanya. Untuk sepertiga hektare sawah, biaya yang harus disiapkan petani berkisar Rp2 juta. Misalnya terkena wereng, dana yang disiapkan harus lebih Rp2 juta,” katanya.

Sumber : http://www.solopos.com

Read More

Saat Musim Penghujan, Warga Diminta Waspada Jentik

Karanganyar, Kamis (21/11/2013)

Saat musim hujan tiba, setiap warga diminta untuk waspada terhadap jentik-jentik nyamuk di lingkungan rumah masing-masing.  Himbuan itu untuk mencegah penyakit demam berdarah yang menyebabkan kematian.

Kepala bidang  Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2L) Dinas Kesehatan Karanganyar, Fatkhul Munir mengungkapkan peranserta dan kesadaran masyarakat terus diharapkan agar demam berdarah bisa terdeteksi.

“Kadang kurang peduli dan penanganannya telat yang berakibat resiko besar. Seharusnya ketika panas tinggi langsung dilarikan ke Rumah Sakit,” ungkap Munir, beberapa waktu lalu.

Ia juga menjelaskan fogging dilakukan ketika ada indikasi, tapi yang paling penting masyarakat bisa siap ketika ada jentik.

“Kami menggerakkan peran aktif masyarakat untuk melakukan  pemberantasan jentik nyamuk,” ujarnya.

Pemberantasan jentik nyamuk yang dilakukan di sekitar lingkungan secara rutin merupakan cara paling efektif untuk mencegah penyebaran penyakit ini. Namun, kesadaran warga tentang kebersihan lingkungan masih minim.

Kepala Dinas Kesehatan Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo meminta agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat memasuki pergantian musim seperti sekarang.

“Biasanya saat pergantian musim berlangsung, sehari bisa panas terik disertai debu yang banyak, sehari lagi hujan. Untuk itu peranserta masyarakat sangat dibutuhkan” tandas Cucuk.pd

Read More
DSC_0078 (FILEminimizer)

41 Atlet Karanganyar Ikuti Kejuaraan NPC

DSC_0078 (FILEminimizer)

Tim Atlit NPC Kab. Karanganyar yang diberangkatkan ke Peparprov Jateng

Dalam rangka mengikuti kejuaraan National Paralympic Committe (NPC), KONI Kabupaten Karanganyar mengirim 41 personil yang terdiri dari 34 atlet dan 7 pelatih untuk bertanding ke Peparprov Jateng yang akan berlangsung dua hari (24 s/d 28/11) di Donohudan Solo.

“ Sebanyak 41 personil yang siap bertanding ini adalah mereka yang difabel, yakni para atlit yang mempunyai kekurangan secara fisik tetapi berprestasi dalam bidang olah raga. Adapun cabang olah raga yang kita ikuti, sejumlah sembilan dari sepuluh cabang olah raga antara lain: bulutangkis, tenis meja, voli duduk, renang, angkat berat, atletik. Kecuali cabang olah raga catur kita tidak ikut karena belum ada atlit kita yang setara dengan atlit daerah lain,” terang Nano Suparno selaku Ketua Panitia. Ditambahkan juga untuk tahun lalu atlet kita dapat meraih juara umum ke-2, semoga untuk pertandingan sekarang ini prestasi yang kemarin dicapai dapat tetap dipertahankan, syukur-syukur kita dapat menyabet juara pertama yang mana dapat mengangkat nama baik Kabupaten Karanganyar.

“ Selaku atlet Peparprov Karanganyar kalian harus selalu menjaga sportifitas, jaga sikap tutur kata dan tingkah laku selama bertanding disana. Tidak kalah pentingnya tetap jaga kesehatan. Prestasi yang akan kalian raih ini mewakili lebih kurang delapan ratus ribu penduduk Karanganyar. “Dengan ridho Allah SWT dan tetap semangat, Yakin kalian menang,” pesan Sekretaris Daerah Drs. Samsi M.Si selaku yang mewakili Bupati Karanganyar detik-detik sebelum melepas atlet NPC Kab. Karanganyar ke Peparprov Jateng, di Halaman Kantor Setda Karanganyar, Kamis pagi (21/11). ad+ind

Read More

Proyek Pembangunan Jalan Museum Dayu Capai 80%

Pengerjaan proyek pembangunan akses infrastruktur yang menghubungkan  jalan raya menuju museum purbakala di Desa Dayu, Gondangrejo mencapai sekitar 80 persen.  Anggaran yang digelontorkan untuk membiayai proyek  pembangunan akses jalan itu senilai Rp2,5 miliar yang berasal dari APBN.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Karanganyar, Istar Yunianto, mengatakan pembangunan akses jalan menuju museum purbakala di Desa Dayu ditargetkan rampung pada akhir 2013. Pembangunan akses jalan tersebut untuk mendukung program promosi pariwisata di museum purbakala.

 “Proyek pembangunan akses jalan sekarang mencapai sekitar 80 persen. Dulu kan akses jalannya tak memadai, aspalnya banyak lubang dan bergelombang,” katanya saat ditemu di kantornya, Rabu (20/11/2013).

 Sementara pengerjaan pembangunan museum purbakala ditargetkan kelar pada pertengahan 2014 mendatang. Pembangunan museum purbakala itu menyedot anggaran senilai Rp28 miliar. Rinciannya, anggaran pembangunan gedung senilai Rp23 miliar sementara taman hijau senilai Rp5 miliar. Rencananya, museum itu bakal diresmikan secara langsung oleh Presiden  Susilo Bambang Yudoyono (SBY).

 Museum purbakala Dayu bakal menjadi objek wisata prasejarah yang tak kalah dengan Museum Sangiran di Sragen. Menurutnya, potensi purbakala di Desa Dayu cukup tinggi. “Ada lapisan tanah yang dapat menggambarkan potensi arkeologi. Jadi potensi purbakalanya sangat tinggi. Kami juga akan bekerjasama dengan Museum Sangiran,” jelasnya.

 Kepala Seksi Museum, Kepurbakalaan Sejarah dan Nilai Tradisi Disparbud Karanganyar, Ismu Suprihatin, menyatakan fosil purbakala yang ditemukan di Desa Dayu antara lain tengkorak manusia homo erectus, hewan purba dan peralatan manusia purba. Terakhir, ditemukan fosil bagian tubuh gajah purba yakni rahang, iga oleh warga setempat.

Sumber : http://www.solopos.com

Read More

Hari Ini, Genap 96 Tahun Kabupaten Karanganyar

Setiap Hari Jadi Kabupaten Karanganyar peserta upacara selalu memakai pakaian jawa yakni beskap dan kebaya, Senin (18/11)

Setiap Hari Jadi Kabupaten Karanganyar peserta upacara selalu memakai pakaian jawa yakni beskap dan kebaya, Senin (18/11)

Karanganyar, Senin (18/11/2013)

Hari ini, Kabupaten Karanganyar telah menginjak usia yang ke 96 tahun. Dulu, nama Karanganyar yang diberikan oleh Raden Mas Said yang berjuluk Pangeran Sambernyawa atau Mangkunegara I, mengandung arti dari tiga kata, yakni Ka (kewibwaan yang dicita-citakan), Rang (rangkapnya lahir dan batin, pulung dan wahyunya turun),

DSC_2814 copy

Gotong royong masih melekat di warga masyarakat Kabupaten Karanganyar

Anyar (akan menerima perjanjian baru yang

diangkat menjadi Mangkunegara I).

Awalnya Karanganyar han

DSC_2914 copy

Pasar Tawangmangu, sentra buah-buahan dan sayuran segar

yalah dukuh kecil yang masuk dalam wilayah Kasunanan Surakarta,

pada saat itu pimpinan Swapraja  Kasunanan Surakarta adalah Sri Pakubuwono II. Setelah perjanjian Giyanti. Dukuh kecil Karanganyar yang terletak di Sukowati Selatan termasuk ke dalam wilayah Kasultanan Yogyakarta dan yang berkuasa saat itu yaitu

DSC_3056 copy

Sektor Pertanian merupakan andalan bagi Karanganyar

Sri Sultan Hamengkubuwono I (Pangeran Mangkubumi tahun 1755-1792).

Kemudian, tahun 1903 dibentuk Kabupaten Anom Kota Mangkunegaran, meliputi wilayah kota Sala bagian utara,

Wanareja, Kaliyoso, dan Colomadu atau Swapraja Mangkunegaran. Istilah Onderrengentschap diubah menjadi rengentschap yang berarti Kabupaten oleh Sri Mangkunegara VII yangmemegang pemerintahan saat itu (1916-1944), tepatnya pada tanggal 20 November 1917. Pada tanggal 18 November 1917, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara VII melantik Tumenggung Harjohasmoro sebagai Bupati Karanganyar. Pembentukan Kabupaten Karanganyar didasarkan Rijksblad Mangkunegara No.37. Dengan demikian, pada tanggal 18 November 1917 lahirlah Kabupaten Karanganyar.

Kemudian seiring perkembangan jaman, Kabupaten Karanganyar terbagi dalam 17 wilayah Kecamatan, 177 desa, 15 Kelurahan, dengan luas wilayah 77.378,64 hektar. Secara geografis merupakan bagian dari Provinsi Jawa Tengah berada  di  sebelah barat Gunung Lawu.

Kabupaten Karanganyar memiliki slogan INTANPARI, kepanjangan dari Industri, Pertanian, dan Pariwisata. Ketiganya merupakan sektor andalan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Karanganyar dalam melaksanakan pembangunan, dengan prioritas di bidang keamanan, kesehatan, dan pendidikan.

Jumlah penduduk mengalami perubahan, pada tahun 2012 tercatat 838.762 jiwa terdiri dari laki-laki sejumlah 414.715 jiwa, dan perempuan 424.047 jiwa.Dengan semakin bertambahnya usia, Kabupaten Karanganyar terus berkembang di berbagai sektor. Kemajuan pembangunan di Kabupaten Karanganyar meningkat secara progresif tiap tahunnya. Hal ini digambarkan melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Secara statistik, nilai IPM Kabupaten Karanganyar meningkat dari tahun 2003 sebesar 67,90 menjadi 76,53 tahun 2012.

“Bahkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2012 dapat terlampaui hingga 116, 25 persen atau sebesar Rp. 116.706.893.419. Meskipun segudang penghargaan telah kita raih, sampai dengan akhir tahun 2013 ini, kita tidak akan berhenti berkarya dan terus memperbaiki kinerja,” jelas Bupati Karanganyar Rina Iriani saat membacakan sambutan di Upacara Hari Jadi ke 96 Kabupaten Karanganyar, di Alun-alun Karanganyar, Senin, (18/11) pagi.

Ia juga menjelaskan pertengahan 2013 kembali Kabupaten Karanganyar menerima penghargaan Wahana Tata Nugraha untuk yang kedua kalinya. Prestasi ini berbarengan dengan keberhasilan  meraih Piala Adipura tahun 2013.

Selain itu seluruh keberhasilan, pencapaian cita-cita kolektif dan kondisi aman, damai serta kondusif adalah hasil sinergi bersama. Dengan bekerja keras, bekerja ikhlas dan bekerja cerdas, upaya mewujudkan visi Karanganyar tentram, demokratis dan sejahtera dapat berjalan sesuai rencana.

“Keberhasilan yang telah berhasil di raih, mudah-mudahan bisa dipertahankan bahkan di tingkatkan,” harapnya.pd

 

Read More
DSC_0025 copy

Jamaah Haji Karanganyar Pulang, Satu Meninggal Di Pesawat

Jamaah Haji Karanganyar kloter 65 saat tiba di Debarkasi Haji Donohudan, Minggu (17/11) dini hari.

Jamaah Haji Karanganyar kloter 65 saat tiba di Debarkasi Haji Donohudan, Minggu (17/11) dini hari.

Karanganyar, Senin (18/11/2013)

Jamaah Haji dari Kabupaten mulai berdatangan kembali ke Bumi Intanpari setelah melaksanakan serangkaian ibadah haji.

Kelompok terbang (Kloter) 64 dengan sejumlah 38 jamaah tiba di Debarkasi Donohudan pada Sabtu, (16/11) pukul 15.00 WIB. Mereka berasal dari Kecamatan Gondangrejo. Sedangkan kloter 65 sebanyak 338 jamaah tiba sekitar pukul 00.30 WIB. Selanjutnya kloter 66 sejumlah 57 orang, direncanakan pukul 15.30 WIB, Minggu (17/11).

Namun kloter 65 dari jumlah tersebut ada satu orang yang meninggal dunia di dalam pesawat saat perjalanan pulang kembali ke Tanah Air karena sakit, Hajjah Rantiyem, (73) warga RT 03/Rw 13, Gerdu, Ngringo, Jaten.

Selain itu, terdapat dua jamaah, Haji Marjiyo (74) dan Hajjah Mardini (69) warga Tegalasri, Bejen, Karanganyar harus dirujuk ke rumah sakir Dr Moewardi karena sakit kurang darah dan radang paru-paru. Kemudian ada satu yang menderita asma namun tidak dirujuk.

Setelah melalui serangkaian proses adminitrasi, imigrasi, dan cek kesehatan dilakukan serah terima antara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Donohudan dengan Pemerintah Kabupaten Karanganyar yang diterima langsung oleh Bupati Rina Iriani.

Selanjutnya pukul 02.00 jamaah haji tersebut diangkut dengan tujuh bis menuju Masjid Agung Karanganyar untuk bertemu dengan keluarga masing-masing.

“Selamat datang, tiba kembali ke Karanganyar. Bisa bertemu dengan keluarga masing-masing yang sudah menanti. Selain itu juga semoga menjadi Haji maupun Hajjah yang mabrur,” kata Bupati Rina saat menyambut kedatangan rombongan haji kloter 65, di Debarkasi Haji Donohudan.pd

 

Read More

Gunung Merapi Meletus Warga Karanganyar Ikut “Mencicipi” Hujan Abu

Warga Tasikmadu Karanganyar digegerkan dengan peristiwa hujan abu secara tiba-tiba di wilayah sekitar mereka, Senin (18/11/2013) pagi hari. Meski tak terlalu tebal, namun kemunculan hujan abu tersebut memunculkan tanda tanya bagi warga.

Salah seorang warga Tasikmadu, Sardi mengaku kaget begitu melihat jaketnya penuh abu selepas mengantar anaknya sekolah di Papahan. Ia semula menduga abu-abu tersebut berasal dari cerobong pabrik gula Tasikmadu. Namun, dugaan itu ia sangsikan sendiri setelah mengamati jenis abu yang menempel di jaketnya. Apalagi, pabrik tersebut sudah berhenti giling sejak dua pekan terakhir.

“Hla, tapi abu ini berasal dari mana? Masak Gunung Lawu meletus?” tanyanya.

Nugraha, warga Tasikmadu lainnya juga mengalami hal serupa. Seusai mengantar sekolah putera bontotnya, lelaki bertubuh subur ini kaget melihat abu-abu yang menempel di sepeda motor maticnya. “Sejak dari Papahan tadi abu-abu ini menempel di motor saya. Aneh?” tanyanya.

Pengamatan seorang warga, abu-abu tersebut sangat lembut dan berwarna putih keabu-abuan. Frekuensi turunnya abu tersebut tak lama, atau hanya sekitar 30 menit. Setelah itu tak terlihat lagi, meski bekasnya masih tampak di dedaunan dan genteng rumah warga.

Seperti diketahui Gunung Merapi mengeluarkan asap tebal disertai abu vulkanik hingga ketinggian 2.000 meter pada Senin pagi (18/11/2013) sekitar pukul 04:50-06:00 WIB.
Hal inilah yang memicu hujan abu di wilayah Boyolali, Solo, Karanganyar dan sekitarnya.

Sumber : http://www.solopos.com

Read More
DSC_0018 copy

Lomba Membaca dan Menulis Aksara Jawa Bagi Pelajar

Salah satu peserta lomba menulis aksara Jawa terlihat serius mengerjakan soal, di SMP Negeri 2 Karanganyar, Rabu (13/11).

Salah satu peserta lomba menulis aksara Jawa terlihat serius mengerjakan soal, di SMP Negeri 2 Karanganyar, Rabu (13/11).

Karanganyar, Kamis (14/11/2013)

Pelestarian budaya jawa bagi generasi muda terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar. Salah satunya diwujudkan dengan Lomba Membaca dan Menulis Aksara Jawa Bagi Pelajar, Rabu (13/11) pagi, di SMP Negeri 2 Karanganyar.

Kegiatan itu mengundang banyak peminat, terbukti diikuti sebanyak 45 pelajar dari berbagai sekolah SMP dan SMA maupun SMK di Kabupaten Karanganyar terlihat antusias.

Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar, Samsi, saat membuka lomba itu menuturkan dengan kegiatan tersebut tidak hanya mencari juara, namun juga diharapkan melestarikan budaya khususnya bahasa Jawa.

“Kita juga diharapkan menyelamatkan bahasa Jawa agar tidak sirna, untuk itu selalu aktif mengapresiasi menggunakan bahasa Jawa setiap harinya” jelas Samsi.

Pemerintah Kabupaten Karanganyar untuk mewujudkan pelestarian budaya Jawa telah mempunyai Perda Nomor 2 Tahun 2013 Tentang Pelindungan, Pembinaan, dan Pengembangan Bahasa, Sastra, dan Aksara di Karanganyar.

Peserta lomba dibagi dalam dua kategori, yakni untuk membaca aksara Jawa untuk pelajar SMA/SMK yang diikuti sekitar 17 peserta. Setiap peserta diwajibkan membaca dengan waktu empat menit.

Sedangkan untuk kategori menulis diikuti sebanyak 28 peserta dari SMP. Mereka diberi waktu 45 menit untuk menyelesaikan delapan soal. Nantinya pemenang akan diumumkan saat Hari Ulang Tahun Kabupaten Karanganyar ke 96. pd

Read More

Dusun Kedungdowo Jadi Sentra Budidaya Anggrek Karanganyar

Dusun Kedungdowo, Desa Plosorejo, Kecamatan Matesih menjadi sentra  budidaya anggrek di Kabupaten Karanganyar.

Setiap keluarga di dusun  tersebut menanam ratusan tanaman anggrek berbagai jenis di halaman  rumahnya.

 Pemilik budidaya Meitya Orchid, Are Prasetyo, mengatakan setiap kelompok petani anggrek diberikan bibit, pot, pupuk untuk mengembangkan tanaman anggrek. Tanaman anggrek tersebut bisa dipanen setelah berusia tiga-empat bulan. Hasil panen tanaman anggrek dijual seharga Rp4.000/pot.

 “Budidaya  tanaman anggrek sudah berjalan sejak lima tahun lalu. Alhamdulillah hasilnya  dapat dinikmati warga setempat. Kami yang memberikan bibit, pot kepada  warga, begitu juga saat panen dijual kembali ke kami,” ujarnya di sela-sela pemberian bantuan bibit dari Kementerian Pertanian di rumahnya, Kamis (13/11/2013).

 Anggota kelompok petani anggrek di dusun tersebut berjumlah 40 keluarga yang merupakan warga setempat. Para warga telah dilatih bubidaya tanaman anggrek seperti cara merawat hingga memupuk. Bahkan, mereka telah mengikuti pelatihan tentang bubidaya menanam tanaman anggrek secara berkala.

 Ada beberapa jenis tanaman anggrek yang dikembangkan di Dusun  Kedungdowo antara lain anggrek bulan, anggrek hutan, anggrek denro. Menurutnya, kondisi cuaca dan struktur tanah di wilayah tersebut cukup mendukung budidaya tanaman anggrek di wilayah tersebut.

 “Dusun Kedungdowo sudah menjadi kampung wisata tanaman hias. Setiap keluarga mengembangkan budidaya tanaman anggrek di halaman rumahnya.”

 Sementara seorang petani tanaman anggrek, Prayitno, mengaku kesulitan saat kali pertama  mengembangkan budidaya tanaman anggrek beberapa tahun lalu. Sebab, dirinya belum pernah melakukan budidaya tanaman hias. Mayoritas penduduk bermatapencaharian sebagai petani dan buruh.

 Namun, setelah mengikuti pelatihan dirinya langsung mencoba mengembangkan budidaya tanaman anggrek di halaman rumahnya. Kali  pertama, Prayitno hanya menanam sekitar 10 bibit tanaman anggrek di dalam  pot. Setelah tanaman anggrek berhasil dipanen maka dia menanam bibit  anggrek dalam jumlah lebih banyak.

Sumber : http://www.solopos.com/

Read More