Category: Berita

DSC_0064 copy

Subsidi Bagi Siswa Lolos Ke PTN

Pemkab Karanganyar akan memberikan subsidi bagi siswa yang lolos diterima di PTN maupun Luar Negeri.

Pemkab Karanganyar akan memberikan subsidi bagi siswa yang lolos diterima di PTN maupun Luar Negeri.

Karanganyar, Rabu (18/12/2013)

Siswa dari Karanganyar yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia akan diberikan subsidi oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar. Subsidi juga juga diberikan bagi mereka yang diterima di Perguruan Tinggi luar negeri.

“Angka subsidi akan kami hitung  dan dilihat terlebih dahulu, berapa yang diberikan” kata Bupati Karanganyar Juliyatmono didampingi Wakil Bupati Rohadi Widodo saat pembukaan Pentas Seni Sekolah di SMA Negeri Karangpandan, Selasa (17/12).

Pemberian subsidi itu untuk mendorong angka partisipasi ke PTN. Saat ini masih banyak siswa yang tidak mampu namun menghindar melanjutkan, selain itu ada yang diterima tapi setelah melihat biayanya menjadi mundur tidak melanjutkan lagi.

Dia juga menambahkan nantinya tidak boleh ada lagi sekolah yang memungut uang gedung, karena pembangunan sarana dan prasarana akan dilakukan Pemkab Karanganyar.

“Biaya personal seperti seragam tidak ditanggung karena belum memungkinkan,” ujarnya.pd

Read More

Hari Pertama Kerja, Bupati Juliyatmono Kunjungi Colomadu

Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Rohadi Widodo saat bertemu dengan Muspicam, Kepala Desa dan Kepala Sekolah Kecamatan Colomadu, Senin (16/12)

Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Rohadi Widodo saat bertemu dengan Muspicam, Kepala Desa dan Kepala Sekolah Kecamatan Colomadu, Senin (16/12)

Karanganyar, Selasa (17/12/2013)

Pasca dilantik pada Minggu (15/12),  Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Rohadi Widodo mengunjungi Colomadu untuk berkantor.

Dihadapan Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Muspicam, Kepala Desa, Kepala Sekolah, Bupati Juliyatmono menjelaskan prioritas Colomadu dan Gondangrejo nantinya secara infrasruktur dibereskan. “Setelah itu partisispasi masyarakat untuk memiliki Karanganyar dan kontribsusi segala aspek kemasayarakat sangat tinggi,” kata Juliyatmono, saat di Kantor Kecamatan Colomadu, Senin (16/12) siang.

Dia yakin dengan pembenahan berbagai infrastruktur dapat meningkatkan tingkat ekonomi masyarakat dan mendatangkan investor.

“Colomadu ini jalur vital, dekat dengan bandara. Dengan memberikan fasilitas yang lengkap wisatawan yang lewat bisa mampir,” ujarnya. pd

Read More

Gubernur Jawa Tengah Melantik Bupati-Wakil Bupati Karanganyar

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melantik dan mengambil sumpah Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Rohadi Widodo di Taman Pancasila, Karanganyar, Minggu (15/12).

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melantik dan mengambil sumpah Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Rohadi Widodo periode 2013-2018,  di Taman Pancasila, Karanganyar, Minggu (15/12).

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyematkan tanda pangkat Bupati Karanganyar Juliyatmono

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyematkan tanda pangkat Bupati Karanganyar Juliyatmono

Read More

Hari Ini, Bupati Karanganyar Juliyatmono Ngantor di Colomadu

Bupati Karanganyar, Juliyatmono pada Senin (16/12) ini akan berkantor di Colomadu. Hal itu dilakukan antara lain guna memenuhi permintaan warga Colomadu saat berkampanye ketika Juliyatmono menjagokan diri menjadi calon bupati karanganyar berpasangan dengan Rohadi Widodo beberapa waktu lalu.

“Saya sudah koordinasi dengan Pak Yuli, Beliau jadi akan berkantor di Colomadu. Tetapi sampai kapan saya tidak tahu karena Beliau juga tidak memberi ancar-ancar sampai kapan,” ujar Camat Colomadu, Joko Budi Utomo ketika dihubungi Espos melalui telepon selulernya, Minggu (15/12).

Seperti diwartakan sebelumnya guna menyambut Bupati Karanganyar terpilih, Juliyatmono yang berencana ngantor di Colomadu, sejumlah pegawai kecamatan setempat membersihkan lingkungan kantor, Jumat (13/12). Mereka antara lain menguruk jalan masuk ke kantor kecamatan, membersihkan halaman belakang, mengecat kamar mandi dan sebagainya.

Lebih lanjut Camat Colomadu menjelaskan pihaknya pada Senin ini berencana menggelar rapar koordinasi kecamatan (rakorcam). Terkait itu pihaknya mengundang Muspika Colomadu, Kepala UPT se-Kecamatan Colomadu, KUA Kecamatan Colomadu, Kepala PDAM Wilayah Bagian Barat, Kepala SMP, SLA negeri/swasta se-Coloamdu, kepala desa se-Colomadu dan sebagainya.

“Nanti rakorcam akan kami laksanakan pukul 10.30 WIB di Pendapa Kantor Kecamatan Colomadu. Karena itu kami berharap seluruh tamu undangan hadior tepat waktu karena rakorcam ini sekaligus perkenalan dengan Bupati Karanganyar, Juliyatmono,” ungkap Joko.

Menurut Joko hingga kemarin pihaknya tak tahu agenda Bupati selama berkantor di Colomadu. Sebab Bupati belum memberi tahukan persoalan tersebut.

Dia menambahkan kendati Bupati baru akan berkantor di Colomadu, dia mengaku tak mengubah ruangan kantornya. Karena Bupati juga tak menginstruksikan hal semacam itu. Untuk itu Bupati rencananya diberi ruangan yang biasa ditempati Joko.

“Nanti saya gampang, bias berbaur dengan staf kecamatan lainnya. Karena ruangan staf yang ada di sebelah ruangan saya kan masih bisa diberi meja dan kursi.”

Secara terpisah Kasi Trantib Kecamatan Colomadu, Sunardjo mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan tempat untuk rakorcam. Namun jika nanti pendapa yang disiapkannya penuh, undangan bisa mengambil tempat di luar yang telah disediakan.

Sumber : http://www.solopos.com

Read More

Diklat PIM IV Kabupaten Nganjuk Kunjungi Kabupaten Karanganyar

DSC_0066 (FILEminimizer)

Assisten Pemerintahan Kab. Karanganyar Dra. Any Indrihastuti, MM saat bacakan sambutan selamat datang Bupati Karanganyar, Ruang Podang Setda Karanganyar (10/12)

Rombongan peserta Diklat PIM IV Angkatan Ke-512 Kab. Nganjuk yang berjumlah sekitar 40 orang diterima oleh Assisten Pemerintahan Setda Kab. Karanganyar di Ruang Podang I Gedung Setda Karanganyar pagi tadi (10/12).

Bupati Karanganyar Dr. Hj. Rina Iriani SR., M.Hum dalam sambutannya yang dibacakan oleh Any memaparkan secara singkat potensi-potensi yang ada di Kabupaten Karanganyar, seperti 7 Program Kerja (Senin Sehat, Selasa Sadar Hukum, Rabu Pendidikan, Kamis Bertani, Jumat Keliling, Sabtu Wisata dan Minggu Bersih), Program-progam unggulan (Paryatti = Pajak Rakyat Terurusi Tenteram Indonesia, Ratna Pandusima = Rakyat Terdaftar Negara Aman Layanan Terpadu Siang dan Malam, Parsih = Pembayaran Air Bersih, Larasita = Layanan Rakyat untuk Sertifikasi Tanah, LPSE = Layanan Pengadaan Secara Elektronik, BPPT = Badan Pelayanan Perizinan Terpadu).

Drs. Suroso, M.Si selaku ketua rombongan melaporkan bahwa rombongan Diklat PIM IV kerjasama kemitraan antara Pemprov Jatim dengan Kab. Nganjuk ini berlangsung selama 7 minggu, yang terdiri atas pembelajaran dikelas dan observasi lapangan. Tujuan Diklat PIM IV kali ini adalah untuk mempelajari berbagai hal yang terkait dengan kecepatan perkembangan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik di wilayah Kab. Karanganyar. Setelah diterima di Podang 1, kemudian rombongan dibagi menjadi 3 kelompok untuk masing-masing kelompok akan meninjau langsung objek (locus). Kelompok 1 di Kecamatan Jaten, yang akan mempelajari peningkatan kinerja aparatur dalam rangka upaya pencapaian target pelunasan baku PBB. Sedangkan kelompok 2 mendatangi Dinas Kebersihan dan Pertamanan, disitu mereka akan belajar tata kelola sampah daerah. Untuk kelompok 3 menuju ke Dinas Kesehatan terkait pencapaian layanan UCI (Universal Child Immunization). ad

Read More

28 Peserta Diklat PIM III Jogja, Orientasi Lapangan Karanganyar

DSC_0117 (FILEminimizer)

Bupati Karanganyar Menerima Langsung Rombongan Peserta Diklat PIM 3

Guna mengetahui sekaligus menambah wawasan mengenai program-program yang telah berhasil dilakukan dalam kemajuan pembangunan Kabupaten Karanganyar. Begitu pula sebagai referensi dalam kurikulum yang berkaitan dengan konteks wawasan kebangsaan. Sebanyak 28 peserta dari Nusantara yang tergabung dalam Diklatpim tingkat III Angkatan XCII (112) Pusdiklat Kemendagri Regional Jogjakarta mengikuti Observasi Lapangan (OL) di Kab. Karanganyar, Senin (09/12) di Ruang podang I Kantor setda Karanganyar. “ Kita memilih Karanganyr sebgai obeservasi lapangan, karena ini berkaitan dengan kurikuluum kita tentang wawasan kebangsaan, dimana di Imogiri ada makam Soeharto dan Ibu Tien yang mana mempunyai sejarah,” terang Ir. H. Suroyo, M.Si selaku Ketua Rombongan.

Sementara itu Bupati Karanganyar Rina Iriani saat membuka Observasi Lapangan Diklatpim III jogja, mengatakan bahwa telah banyak program-program Kab. Karanganyar yang telah sukses berjalan. Bahkan Karanganyar sering sekali menjadi percontohan daerah lain baik itu Kab/Kota di Indonesia. “ selama dua periode kepemimpinan saya, ada tujuh program hari kerja yang telah lama dijalankan diantaranya Senin sehat, Selasa Sadar Hukum, Rabu pendidikan dan Berbahasa Indonesia, Kamis bertani, jum”at beribadah, Sabtu Pariwisata dan Minggu bersih dusun. Selain itu juga kita ada beberapa pelayanan administrasi yang bersifat keliling (mobile)/ jemput bola dengan tujuan agar warga masyarakat yang ada di daerah daerah tidak bersusah payah datang ke kota guna mengurus administrasi, antara lain: Ratna Pandusima (Pelayanan Administrasi untuk pembuatan KTP, KK, Akte), larasita (pelayanan pembutan Sertifikat Tanah), Paryati (Pelayanan Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan/PBB), Parsih (Pelayanan pembayaran rekening air Bersih), putri Kresna ( Pelayanan Persyaratan Administrasi warga yang akan bekerja ke luar negeri/TKI) serta Layangmas (pelayanan untuk melihat zona industri, pertanian, pariwisata dan pertanahan),” Jelas Bupati. “ Beberapa pelayanan di Karanganyar ini, sengaja kita buat dengan menggunakan nama Jawa dengan tujuan agar mudah diingat oleh masyarakat dan alhamdulillah beberapa pelayanan kita telah masuk MURI dan menjadi percontohan daerah lain,” tambahnya. ad+in

Read More
DSC_0049 copy

Festival Ngargoyoso Angkat Seni Budaya Lokal

Tumpeng Jumbu terdapat sayuran dan buah-buhan mengiringi arak-arakan Festival Ngargoyoso 2013, Kamis (05/12)

Tumpeng Jumbu terdapat sayuran dan buah-buhan mengiringi arak-arakan Festival Ngargoyoso 2013, Kamis (05/12)

Karanganyar, Jumat (06/12/2013)

Seni budaya mempunyai peran yang besar bagi dunia pariwisata dan kebudayaan itu sendiri harus kuat dan kokoh, sehingga dapat memberi warna dan sentuhan yang berbeda dan positif bagi dunia pariwisata.

Festival Ngargoyoso 2013 mempunyai peran untuk mengangkat potensi wilayah maupun seni tradisional, budaya lokal, dan potensi sejarah yang ada di Kecamatan Ngargoyoso. Prosesi dimulai dengan iring-iringan kirab berkuda oleh jajaran Muspida dan diikuti kelompok kesenian lokal yang berjalan kaki dari Lapangan Desa Ngargoyoso menuju Terminal Kemuning.

Di Terminal Kemuning disediakan panggung untuk unjuk seni dari beberapa kelompok kesenian. Dari mulai tari Sabuk Janur, tari Jaran Gedruk, tari Gatotkaca Gandrung, tari Topeng Hitam dari Selo Boyolali, tari Gambyong, tari Bambangan Cakil. Selain itu juga ada kesenian reog, kesenian tek-tek, sendratari Naya Genggong  Sabdo Palon, hadroh, terbangan, rebana, dan wayang orang.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Karanganyar Istar Yunianto menjelaskan, Festival Ngargoyoso 2013 kali ini merupakan rangkaian dari Festival Lawu. Bila sebelumnya kegiatan serupa digelar di Tawangmangu, kini giliran digelar di Ngargoyoso. “Tujuan dari kegiatan ini untuk mempromosikan potensi wisata yang ada, menampilkan kreatifitas, kegiatan budaya dan inovatifitas terutama di wilayah Ngargoyoso ini,” katanya, Kamis (05/12) siang kemarin.

Ia menambahkan sangat mengapresiasi dalam Festival Ngargoyoso 2013 kali ini. Kegiatan seperti ini dapat mengangkat potensi kesenian lokal dan sumber daya alam yang ada di Ngargoyoso. “Minat masyarakat yang mengikuti festival maupun yang melihat sangat besar, terlihat,” ungkapnya. pd

 

Read More
DSC_0044 copy

18 Puskesmas Layani Deteksi Dini Kanker

Petugas kesehatan memberikan pengetahuan tentang penyakit kanker serviks saat pemeriksaan dan pengobatan, Rabu (04/12) kemarin.

Petugas kesehatan memberikan pemahaman  tentang penyakit kanker serviks saat pemeriksaan dan pengobatan, Rabu (04/12) kemarin.

Karanganyar, Kamis (05/12/2013)

Sebanyak 18 dari 21 Puskemas yang ada di Karanganyar saat ini sudah membuka layanan screening atau deteksi dini kanker. Targetnya, 2015 seluruh warga di Bumi Intanpari sudah melakukan deteksi dini guna mengantisipasi penyakit tersebut.

Salah seorang anggota tim pelatih kegiatan deteksi dini kanker payudara dan leher rahim metode IVA dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar dr Wahyu Tri Widayati menuturkan dari 21 Puskesmas yang ada di Karanganyar, baru ada 18 yang bisa melayani screening kanker. Jika hal itu diketahui sejak dini, maka pasien memiliki resiko sembuh lebih besar. Oleh karena itu, pihaknya menghimbau kepada warga terutama yang beresiko tinggi terkena kanker untuk melakukan screening sejak dini. “Kalau terdeteksi sejak awal, maka pasien masih bisa disembuhkan. Tapi kalau sudah stadium akhir agak sulit penanganannya,” ujarnya.

Deteksi dini tersebut dilakukan mulai tingkat Puskesmas dan dilanjutkan hingga Dinkes. “Bagi pasien yang mengalami kelainan lesipra kanker langsung dirujuk ke klinik ini,” kata dia, Rabu (4/12).

Disampaikan dr Wahyu, kanker leher rahim disebabkan oleh virus HPV dan baru bisa diketahui ketika memasuki stadium dua. “”Bagi pasien yang masih tergolong IVA negatif, kami harap waspada dan melakukan pemeriksaan ulang setahun kemudian,” ujarnya.

Selama kurun waktu tiga tahun terakhir tercatat 43 warga Karanganyar positif kanker. Data itu diambil dari 12.408 warga yang dinyatakan iva positif.

Sementara itu, Dinkes Kabupaten Karanganyar memasang target semua warga di-screening pada 2015. “Sebenarnya harus dibedakan, kanker mulut rahim yakni ketika wanita sudah aktif seksual, kanker payudara lebih karena faktor genetis selain pengaruh lingkungan dan virus, kanker serviks sebabkan oleh virus dari luar yang ditularkan melalui hubungan seksual,” ungkap Ketua Tim Pelatih, dr Heru Priyanto SpOG (K) Onk.

Untuk gejala awal yang umum dalam kanker organ kewanitaan ini bermula dari keputihan. Perempuan bisa dibilang aman bila cairan keputihannya jernih, tidak gatal, tidak bau atau datangnya mengiringi masa menstruasi. “Tetapi kalau keputihannya berulang dan mengeluarkan darah ketika berhubungan seksual perlu diperiksakan,” jelasnya.

Ketua IDI Karanganyar, dr Sutiyono menambahkan, kanker serviks selama ini memang menjadi momok bagi perempuan. Bisa dikatakan, kanker tersebut menjadi pembunuh nomor satu di Indonesia yang kemudian disusul oleh kanker payudara. Sebab setiap dua menit ada satu orang wanita di dunia meninggal karena kanker serviks, sedang di Indonesia tiap satu jam kanker serviks menelan satu korban jiwa. pd

 

Read More
poto

Humas Jadi Jembatan Informasi Akurat

poto

Drs. Agam Bintoro Sekretaris Dinas Hubkominfo salah satu pembicara Forum Komunikasi Kehumasan, Podang I Setda Karanganyar Kamis Pagi (05/12)

Dalam rangka mengembangkan kapasitas penyelenggaraan urusan pemerintahan serta pemahaman informasi publik, Humas Kabupaten Karanganyar dalam hal ini di bawah Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Karanganyar menyelenggarakan Forum Komunikasi Kehumasan, Kamis pagi (05/12) di Ruang Podang I Kantor Setda Karanganyar.

Diikuti sebanyak 78 peserta yang terdiri dari Jajaran PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) Badan, Dinas, Kantor, Satuan Kerja, BUMD, Kades, Kalur se Kab. Karanganyar. “ Forum ini bertujuan guna mengkoordinir PPID tersebut untuk bisa memberikan pelayanan informasi kepada publik, yakni pemahaman dalam usaha melayani informasi yang bersifat terbuka ke masyarakat,”hal ini disampaikan oleh Drs. Bambang Sugito selaku Kabid Kominfo Dishubkominfo Karanganyar saat membacakan laporan pelaksanaan kegiatan.

Dalam sambutan Bupati Karanganyar yang dibacakan oleh Bambang Prihantoro, S.Sos selaku Kepala Bagian PDE Setda Karanganyar menyampaikan bahwa Pemkab Karanganyar merespon positif atas diselenggarakannya kegiatan ini karena mengandung makna yang cukup krusial kaitannya dengan pelaksanaan Keterbukaan Informasi Publik sebagaimana yang telah diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP). Undang-undang ini mengamanatkan kepada seluruh badan publik untuk melaksanakan diseminasi dan pelayanan informasi kepada masyarakat tanpa terkecuali sesuai dengan ketentuan perundangan yang telah diatur.

“Bagi institusi pemerintah dan badan publik, agar prinsip keterbukaan informasi dapat terbangun, mereka dituntut bersikap proaktif dan terbuka dalam melayani permintaan informasi kepada masyarakat. Terjadinya tarik ulur kepentingan yang terkadang memunculkan polemik antara badan publik dengan masyarakat, terlebih lagi dengan insan media atau wartawan seharusnya tidak perlu terjadi apabila masing-masing mengedepankan aturan main dan berorientasi untuk kepentingan masyarakat “, imbuh Bambang.

Dalam acara tersebut mendatangkan dua nara sumber yaitu Drs. Agam Bintoro (Sekretaris Dinas Hubkominfo Karanganyar) dengan materi tentang Informasi Publik dan Dwi Joko Hastanto (Wartawan Suara Merdeka) yang membawakan materi Mengapa Takut Dengan Wartawan ?. ad+in

Read More

412 Orang Berebut Formasi Jabatan Perangkat Desa

SERIUS- salah satu peserta terlihat serius mengerjakan soal dalam ujian  tertulis bagi calon perangkat desa, di Balai Desa Ngijo, Tasikmadu, Selasa (03/12)

SERIUS- Salah satu peserta terlihat serius mengerjakan soal dalam ujian tertulis bagi calon perangkat desa, di Balai Desa Ngijo, Tasikmadu, Selasa (03/12)

Karanganyar, Rabu (04/12/2013)

Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui Bagian Pemerintahan Desa (Pemdes) mengadakan seleksi tes tertulis bagi perangkat desa dikarenakan terdapat kekosongan jabatan perangkat desa.

Kepala Bagian Pemdes Sunarno menuturkan merespon kekosongan yang terjadi, dari pihak Pemdes mengadakan seleksi tertulis. Kekosongan pada 91 formasi itu diperebutkan oleh 412 peserta calon perangkat desa. Mereka terbagi dalam tiga kelompok yang mengikuti ujian tertulis di tiga lokasi berbeda.

 

“Jumlah peserta di tiap lokasi ujian tertulis tidak sama. Di hari pertama diikuti oleh sekitar 112 peserta. Di hari kedua diikuti sekitar 160 dan sisanya mengikuti besok (hari ini),” ujar Sunarno, di Balai Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu, Selasa (03/12) kemarin.

Hari pertama ujian tertulis di Balai Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, diikuti oleh calon perangkat dari Tawangmangu, Karangpandan, Matesih, Ngargoyoso, Jenawi dan Kerjo. Sementara di Balai Desa Ngijo Kecamatan Tasikmadu diikuti oleh peserta dari Tasikmadu, Jumantono, Jumapolo, Jatipuro, Jatipuro dan Jatiyoso. Selanjutnya ujian tertulis di Balai Desa Jati, Kecamatan Jaten diikuti calon perangkat dari Jaten, Kebakramat, Mojogedang, Colomadu dan Gondangrejo.

Secara umum, materi dari ujian tertulis terbagi dalam dua kategori. Untuk soal dari Pemkab berisikan materi tentang bahasa Indonesia, Pancasila, Pengetahuan tentang UUD 45 serta UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Sementara soal dari desa bermaterikan pengetahuan tentang pemerintahan desa dan pengetahuan umum. “Soal dibuat sebanyak 100 soal. Jadi soal yang diujikan kali ini sebanyak 200 soal,” tuturnya.

Dia menuturkan kekosongan formasi perangkat desa ini terdiri dari sejumlah jabatan. Dari mulai kepala dusun (kadus), Kepala Seksi (Kasi) dan Kepala Urusan (kaur). “Kekosongan terjadi karena perangkat yang lama telah pensiun. Kekosongan mulai terjadi sejak bulan Februari hingga sekarang ini,” ungkapnya.

Kendati terjadi kekosongan, dipastikan kinerja pelayanan desa selama ini tetap berjalan lancar. Sunarno menegaskan, setiap formasi yang kosong sementara waktu ditangani oleh perangkat lainnya. “Jadi pelayanan kepada masyarakat desa tetap berjalan normal. Sebab yang mengurusi di formasi yang kosong itu ada, meskipun belum secara definitif,” urainya.

Dalam ujian ini peserta dianggap lolos bila berhasil meraih nilai minimal 6,0. Standar nilai terendah itu merupakan akumulasi dari perhitungan setiap soal yang memiliki bobot nilai 0,5. “Namun jika  dalam satu formasi terdapat lebih dari satu pelamar, maka ditetapkan nilai tertinggi. Bila ada nilai tertinggi sama, maka peserta yang bersangkutan akan mengikuti ujian ulang saat itu juga. Sebab hasil dari ujian tertulis ini juga langsung diumumkan beberapa saat setelahnya,” paparnya.

Saat ujian kemarin ternyata ada dua peserta yang nilainya sama, sehingga dilakukan ujian tertulis cadangan sampai dengan pukul 17.00

Untuk pelantikan peserta yang lolos nanti langsung dilakukan di tiap desa oleh kades yang bersangkutan. Sebab untuk melantik perangkat desa cukup hanya dengan mengeluarkan SK Kades setempat saja.  “Pelantikan dari 91 formasi yang kosong itu nanti langsung oleh kades dengan difasilitasi oleh camat selaku pembimbing wilayah setempat,” imbuhnya.pd

Read More