Category: Berita

23grojog5

PT Duta Indonesia Jaya Siap Pasok PAD

Grojogan sewuPT Duta Indonesia Jaya selaku pengelola objek wisata Grojogan Sewu siap memberikan kontribusi pemasukan pendapatan asli daerah (PAD) Karanganyar. Persyaratannya ada payung hukum yang mengatur profit sharing kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar.

Direktur PT Duta Indonesia Jaya, Sukirdi, mengaku siap memberikan kontribusi pemasukan PAD Karanganyar dari retribusi Grojogan Sewu apabila ada regulasi yang mengatur tentang bagi hasil keuntungan tersebut. Selama ini, belum ada payung hukum yang mengatur tentang kontribusi pemasukan PAD Karanganyar.

“Tak masalah jika harus memberikan kontribusi ke Pemkab Karanganyar jika ada payung hukumnya. Sesuai aturan, sebagian retribusi Grojogan Sewu diberikan kepada kas negara. Kami tak mau melanggar aturan”.

Menurut dia, pihaknya telah berulang kali melakukan pertemuan dengan Pemkab Karanganyar dan DPRD Karanganyar untuk membahas kontribusi pemasukan PAD dari retribusi Grojogan Sewu. Pihaknya juga telah memjelaskan larangan memberikan kontribusi pemasukan PAD sesuai hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Sukirdi membeberkan perincian retribusi Grojogan Sewu secara detail. Tiket masuk Grojogan Sewu senilai Rp6.000/pengunjung. Pemerintah Pusat mendapatkan kontribusi pemasukan senilai Rp2.000, asuransi kecelakaan pengunjung Rp100, biaya petugas kebersihan Rp100. Sedangkan, pihaknya menerima kontribusi dari tiket masuk senilai Rp3.800. “Jadi sebagian retribusi langsung diberikan ke kas negara, kami hanya menerima Rp3.800 dari tiket masuk,” terang Sukirdi.

Kontrak PT. Duta Indonesia Jaya sebagai pengelola Grojogan Sewu selama 20 tahun mulai 2009-2029. Sementara kawasan Grojogan Sewu merupakan aset milik Kementerian Kehutanan yang berada di wilayah Karanganyar.

Sementara itu, pengamat ekonomi dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Anton Setiawan, menuturkan Pemkab Karanganyar layak mendapat profit sharing dari retribusi Grojogan Sewu. Sebab, Pemkab Karanganyar telah membantu memperbaiki berbagai fasilitas penunjang objek wisata tersebut. Misalnya, akses infrastruktur dan sampah di kawasan Grojogan Sewu.

Menurut dia, profit sharing tersebut dapat diberikan dalam bentuk kegiatan corporate social responsibility (CSR) yang dikelola langsung Pemkab Karanganyar. Sehingga tak melanggar aturan yang ditetapkan Pemerintah Pusat.

“Saya kira wajar jika Pak Bupati [Juliyatmono] mengancam akan menyegel Grojogan Sewu karena pemerintah daerah sudah memberikan sumber daya yang ada untuk membangun Grojogan Sewu. Kementerian [Kementerian Kehutanan] harus bijaksana, bisa saja profit sharing diberikan dalam bentuk kegiatan CSR yang dikelola Pemkab Karanganyar,” jelas Anton.

Semestinya, lanjut dia, Pemkab Karanganyar harus berbicara empat mata dengan Kementerian Kehutanan untuk mencari solusi alternatif. Sehingga kedua belah pihak sama-sama mendapatkan kontribusi pemasukan dari retribusi Grojogan Sewu.

Sumber : http://www.solopos.com

Read More
IMG_1422

Longsor, Akses Jalan Tembus Terputus

Longsor  yang terjadi di jalan tembus mengakibatkan terputusnya ruas jalan Tawangmangu-Magetan

Longsor yang terjadi di jalan tembus mengakibatkan terputusnya ruas jalan Tawangmangu-Magetan

Karanganyar, Selasa (21/01/2014)

Longsor yang terjadi di jalan tembus menghubungkan ruas Tawangmangu-Magetan mengakibatkan jalan yang baru selesai dibangun itu kini lumpuh total. Tanah dari bukit yang cukup tinggi tergerus air hujan dan menutup seluruh badan jalan dibawahnya.

Salah seorang warga, Beni, 26 mengatakan hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan longsor sejak Sabtu (18/01) malam. Tetapi hujan yang datang terus menerus mengakibatkan terjadi longsor susulan hingga Senin (20/01) kemarin.

“Talud yang memiliki ketinggian sekitar tiga meter ikut tertimbun tanah dari bukit yang longsor. Ketinggian dari longsoran mencapai sekitar enam meter,” jelas Beni.

Beni menambahkan titik jalan yang terkena longsor tidak jauh dari perempatan yang menghubungkan antara jalan lama dengan jalan baru menuju wilayah Magetan yang berjarak sekitar empat kilometer.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Kapolsek Tawangmangu AKP Rianto menjelaskan longsor yang terjadi dikarenakan faktor intensitas hujan yang terus menguyur di sekita lokasi.”Sampai saat ini pun (kemarin), longsor dengan kekuatan kecil masih terjadi,” ucapnya.

Kemudian, aparat setempat telah berupaya mendatangkan bantuan alat berat dari Kabupaten Sragen untuk proses evakuasi. ”Proses evakuasi diupayakan secepatnya. Alat berat baru tiba tadi pagi (kemarin) diperkirakan besok pagi (hari ini) jalan baru bisa bersih dari timbunan longsor,” katanya.

Jalan yang tertimbun longsor termasuk daerah berbahaya dengan memiliki tingkat kemiringan dan tanjakan yag cukup curam, namun dalam peritiwa longsor itu dipastikan tidak sampai mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Kendati arus jalan lumpuh total, namun jumlah pengendara yang terjebak di sekitarnya tidak banyak. “Untuk mengantisipasinya telah dipasang rambu peringatan terjadinya longsor,”tandasnya.pd

 

Read More
DSC_0031

DPT Hasil Penyempurnaan Pileg Kembali Turun

Karanganyar, Minggu (19/01/2014).

KPU Kabupaten Karanganyar menetapkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Hasil Penyempurnaan untuk Pemilu Legislatif 2014, Jumat (17/01)

KPU Kabupaten Karanganyar menetapkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Hasil Penyempurnaan untuk Pemilu Legislatif 2014, Jumat (17/01)

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karanganyar menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Hasil Penyempurnaan Pemilihan Legislatif tahun 2014. Namun jumlahnya kembali menurun dibandingkan dengan bulan November sebesar 1.166 pemilih.

Ketua KPU Kabupaten Karanganyar, Sri Handoko Budi Nugroho menuturkan pada bulan Januari ini DPT sejumlah 680.085 pemilih dengan jumlah laki-laki 336.036 pemilih dan perempuan 344.059 pemilih, sedangkan penetapan di bulan November sebesar 681.251.

“Kami akan terus melakukan pemeliharaan DPT sampai dengan 14 hari sebelum pemungutan suara,” jelas Handoko, di gedung KPU Karanganyar, Jumat (17/01) sore. Dia juga menjelaskan penurunan jumlah DPT ini disebabkan ada pemilih yang pindah domisili sejumlah 235 pemilih, meninggal 259 pemilih, dan ditemukan 672 pemilih ganda.

Pemilihan legislatif 2014 yang tinggal 79 hari lagi akan terus dimutakhirkan sesuai perkembangan yang ada dengan Sistem Data Pemilih (Sidalih) dan secara manual. “Nantinya undangan diedarkan sesuai dengan kondisi yang ada,” tandasnya.pd  

Read More
DSC_0204 copy

Jamur Ajaib Jadi Tontonan Warga

Jamur  berukuran jumbo yang tumbuh di pekarangan belakang masjid Al Ikhsan RT 01 RW 05 Dusun Cilengan, Desa Mojoroto, Kecamatan Mojogedang menjadi tontonan warga.

Jamur berukuran jumbo yang tumbuh di pekarangan belakang masjid Al Ikhsan RT 01 RW 05 Dusun Cilengan, Desa Mojoroto, Kecamatan Mojogedang menjadi tontonan warga.

Karanganyar, Kamis (16/01/2014)

Fenomena alam berupa jamur berukuran jumbo menjadi daya tarik bagi warga. Jamur  dengan diameter sekitar 3,58 sentimeter tumbuh di pekarangan belakang Masjid Al-Ikhsan yang berada di RT 01 RW 05, Dusun Cilengan, Desa Mojoroto, Kecamatan Mojogedang.

Menurut penuturan warga setempat, Sri Suryanti, 34,  tumbuhan jamur itu pertama kali ditemukan oleh suaminya, Rabu kemarin (08/01). “Saat itu suami saya setelah membersihkan makam di belakang masjid dan hendak pulang ke rumah melihat tumbuhan jamur itu,” katanya, Rabu (15/01). Makam di belakang Masjid Al-Ikhsan tersebut dikenal warga sebagai pesarean salah seorang tokoh Islam yang masih memiliki garis keturunan Sunan Kalijaga.

Lantas ia bilang kepada istrinya  untuk melihat, siapa tahu jamurnya bisa dimasak. Tetapi saat didekati, tekstur dari jamur itu keras dan ulet sehingga tak bisa dipotong. Adapun perihal jamur raksasa yang tumbuh tak jauh di sekitar makam tersebut diketahui warga sebagai sebuah fenomena alam. “Baru sekali ini terjadi fenomena alam seperti ini, sebelumnya belum pernah ada,” ucap Suryanti.

Dua jamur itu sudah berukuran jumbo saat pertama kali ditemukan. Semula, jamur tersebut ukurannya memang sudah besar dan kini semakin membesar. Sebab di masa awal, terdapat beberapa anakan jamur yang kini juga menyatu antara satu dan lainnya. “Saat ditemukan kondisinya sudah cukup besar sekali, asal usulnya saya tidak tau,” imbuh warga lainnya Wardoyo, 40.

Atas fenomena alam yang terjadi ini, kini ramai dikunjungi warga. Selain warga sekitar juga banyak warga lainnya yang penasaran dan ingin melihat secara langsung jamur unik tersebut. “Hampir setiap harinya selalu ramai, apalagi saat hari libur pengunjungnya bisa mencapai ribuan orang. Pengunjung juga memberikan sumbangan seadanya yang nantinya dimasukkan untuk kegiatan masjid,” tuturnya.

Warga dari Kecamatan setempat bahkan luar Kabupaten Karanganyar seperti Sragen dan Ngawi, berduyun-duyun ingin melihat keajaiban jamur tersebut sejak ditemukan sepekan lalu.

Marjoko, 29, pengunjung dari Kecamatan Tasikmadu itu mengaku penasaran dengan adanya jamur raksasa tersebut. Kemarin ia bersama anak dan istrinya sengaja menyempatkan datang langsung ke tempat tumbuhnya jamur berukuran raksasa tersebut. “Saya taunya dari nenek yang sudah melihat lebih dulu, makanya ini mengajak anak dan istri untuk menyaksikannya langsung dari dekat,” ucapnya.pd

 

 

 

 

 

Read More

3 Penyakit Menular Intai Warga Karanganyar

Tiga penyakit menular mengintai warga selama musim penghujan. Ketiga penyakit tersebut yaitu diare, malaria dan Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) DKK Karanganyar, Fatkul Munir, peningkatan jumlah kasus penyakit menular dipengaruhi cuaca saat musim penghujan. Warga yang kondisi tubuhnya menurun bakal cepat terserang penyakit menular. “Penularan penyakit menular dipengaruhi kondisi cuaca, apalagi saat ini terjadi hujan lebat setiap hari,” katanya kepada, Selasa (14/1/2014).
Menurut Munir, peningkatan jumlah kasus penyakit menular terbanyak di wilayah perkotaan terutama di permukiman padat penduduk. Pasalnya, mobilitas penduduk di wilayah perkotaan cukup tinggi. Kendati demikian, tak sedikit warga di pedesaan yang terserang penyakit menular.
Dicontohkannya, kasus penularan penyakit DBD terbanyak di wilayah Colomadu, Jaten dan Karanganyar. Wilayah tersebut merupakan kawasan permukiman padat penduduk. Kendati demikian, tak menutup kemungkinan wilayah pedesaaan juga menjadi sasaran penyebaran penyakit menular. “Memang kasus penyakit menular kerap terjadi di wilayah permukiman apdat penduduk. Tapi, tak sedikit warga pedesaan terjangkit penyakit menular,” jelas dia.
Soal wilayah endemis penyakit DBD, Munir menjelaskan terdapat lima kecamatan yang menjadi endemis penyakit DBD yakni Kecamatan Jaten, Tasikmadu, Karanganyar, Colomadu dan Gondangrejo. Di wilayah tersebut terdapat permukiman padat penduduk dan perumahan yang kerap menjadi sasaran penyebaran penyakit menular.
Berdasarkan data DKK Karanganyar, jumlah kasus penderita penyakit DBD di Karanganyar selama 2013 melonjak tajam. Kasus penderita penyakit DBD pada 2013 sekitar lebih dari 300 kasus sementara pada 2012 hanya sekitar 70 kasus.

Sementara seorang warga Desa Papahan, Kecamatan Tasikmadu, Surajiman meminta agar instansi terkait menggencarkan penyuluhan pemberantasan penyakit menular di setiap desa. Menurutnya, kesadaran perilaku kesehatan warga di perkotaan masih kurang. Selain itu, kader kesehatan di setiap desa/kelurahan harus dioptimalkan untuk mencegah penyebaran penyakit menular.

Sumber : http://www.solopos.com/2014/01/14/3-penyakit-menular-intai-warga-karanganyar-481936

Read More
DSC_0071 (FILEminimizer)

Pemerintah Kabupaten Karanganyar Kebut 10.000 Wirausahawan

DSC_0071 (FILEminimizer)

Bupati Karanganyar Yulilatmono Saat Membuka Seminar Sehari FKPCTI, Balai Desa Cangakan (08/01)

Bersama memajukan Karangayar adalah visi misi Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kab. Karangayar Tahun 2013-2018. Lima program yang terus di galakkan, salah satunya adalah menciptakan 10.000 wira usaha termasuk untuk kaum difable (kekurangan fisik). Komunitas difable yang tergabung dalam Federasi Kesejahteraan Penyandang Cacat Tubuh Indonesia (FKPCTI) Kab. Karanganyar mengadakan Seminar yang bertajuk “ Peningkatan potensi Diri Wira Usaha Difable Karanganyar”, Rabu (08/01) di Kalurahan Cangakan Kab. Karanganyar. Ketua Panitia Penyelenggara Haryanto Tunjung dalam laporannya menyampaikan bahwa Seminar ini bertujuan untuk memberikan bimbingan kesejehteraan difable dalam berwira usaha. “ Difable yang tergabubg dalam FKCPTI ini kesemuanya mempunyai skill/keterampilan. Ada yang membuka usaha sebagai tukang servis jam,elektronik, sol sepatu, menjahit, dan bekerja di beberapa Perusahaan. Di daerah Jumantono ada beberapa difable bekerja sebagai pembuat kembang api. Kami disini mengharap kepada Bupati terpilih agar lebih memperhatikan kaum difable terlbih kami telah terbentuk dalam kelompok wirausaha,” jelasnya.

Selanjutnya Bupati Karanganyar Drs. H. Juliatmono dalam arahannya sekaligus membuka Seminar mengatakan bahwa Disdukcapil, Dinas Sosial,Dinas Desperindagkop dan UMKM Kab. Karanganyar untuk mendata para difable untuk keseluruhan. “ Pokoknya dinas yang telah saya tunjuk untuk segera mendata personil difable, jangan ada yang kecer/terlewat. Data nama, alamat, anakanya berapa, usahanya apa dan modal yang diperlukan berapa? Ini tolong segera di data karena ini untuk mengetahui keberadaan keluarga khususnya difable.

Jangan pernah menyerah terlebih lagi mengeluh, semua orang diberikan kelebihan. Fisik boleh kurang tetapi semangat hidup terus maju tetap selalu berfikir optimis. Bagi yang sudah berkeluarga terus memotivasi anak-anaknya agar menjadi anak yang mandiri, maju dan sukses, Hidup itu harus penuh harapan karena itu adalah do’a”, pesan Bupati saat memotivasi kaum Difable. “ kaum difable yang tergabung dalam kelompok wira usaha ini akan kami berikan modal sesuai dengan usaha yang digelutinya dengan harapan dari modal usaha itu akan menghasilkan uang sehingga dapat memajukan usahanya tsb. Kami tekankan lagi, kami memberikan modal untuk usaha bukan untuk konsumtif,” terang Bupati. ad+in

Read More
DSC_0134 copy

Pemkab Karanganyar Beri Santunan Bagi Warga Korban Tanah Longsor

Bupati Karanganyar Juliyatmono (tengah) didampingi Wakil Bupati Rohadi Widodo (kiri) dan Kapolres Karanganyar AKBP Martireni Narmadiana menyerahkan santunan kepada salah satu warga yang terkena bencana alam tanah longsor, di desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Senin (06/01)

Bupati Karanganyar Juliyatmono (tengah) didampingi Wakil Bupati Rohadi Widodo (kiri) dan Kapolres Karanganyar AKBP Martireni Narmadiana menyerahkan santunan kepada salah satu warga yang terkena bencana alam tanah longsor, di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Senin (06/01)

Karanganyar, Selasa (07/01/2014)

Pemerintah Kabupaten Karanganyar memberikan santunan langsung kepada warga yang mengalami kerugian akibat tanah longsor di desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu.

Pemberian santuan itu langsung oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono, didampingi Wakil Bupati Rohadi Widodo dan Kapolres Karanganyar AKBP. Martireni Narmadiana, Senin (06/01) siang.

Painem, (65), warga RT 05 RW 01, Dusun Tegal Rejo mengalami kaki memar sebelah kanan menerima santunan dua juta rupiah. Hujan yang turun sejak Minggu sore mengakibatkan talud yang ada diatas rumahnya roboh sehingga menimpa rumahnya, akibatnya bagian samping mengalami rusak berat. “Saat itu pukul 03.00, Senin (06/01), mbah Painem sedang menjalankan ibadah shalat,” jelas Camat Tawangmangu Yopi Ekojati Wibowo.

Selain itu kandang ternak milik Paiman, juga warga Tegalrejo, tertimpa longsor berakibat rusak. Talud kandang sepanjang 12 meter dengan tinggi sekitar 2,5 meter ambrol, akibatnya ternak sapi dan kambing di dalam kandang ikut jatuh.”Kaki salah satu kambing patah. Namun untungnya ternak lainnya masih bisa terselamatkan,” kata Yopi. Dari Pemkab Karanganyar Paiman menerima bantuan sebesar dua juta rupiah.

Warga lain yang mendapatkan bantuan sebanyak satu juta rupiah yakni Mariman mengalami kerugian ternak kambing mati satu, selain itu bagi Suwaji yang akibat tanah longsor talud didekat rumahnya rusak.

“Saat musim hujan kita harus meningkatkan kewaspadaan dan sigap jika terjadi bencana alam. Apalagi Karanganyar merupakan daerah rawan bencana,” ungkap Bupati Juliyatmono. pd         

Read More

WISATA KARANGANYAR Sejuknya Berziarah di Astana Giribangun

Berlibur bersama keluarga tercinta sambil menikmati objek wisata religi merupakan pilihan yang tepat di akhir pekan. Apalagi, objek wisata ini mempunyai nilai historis yang berkaitan erat dengan mantan Presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto. Penasaran?

Mari berjalan-jalan ke pemakaman Astana Giribangun yang terletak di lereng Gunung Lawu, tepatnya di Desa Karangbangun, Kecamatan Matesih, Karanganyar. Astana Giribangun berada tepat di bawah Astana Mangadeg, kompleks pemakaman para penguasa Mangkunegaran.
Jarak tempuh dari Kota Karanganyar menuju Astana Giribangun sekitar 45 menit. Anda harus melewati jalan Solo-Tawangmangu. Sampai di perempatan Kecamatan Karangpandan, Anda harus belok kanan menuju Matesih. Setelah pertigaan Kantor Pos Matesih, maka Anda harus belok kiri menuju lokasi Astana Giribangun.

Sesampai di lokasi, Anda akan disuguhi panorama alam yang indah nan elok dengan udara sejuk khas pegunungan. Anda harus menaiki ratusan anak tangga menuju makam almarhum Soeharto dan istrinya, Sri Hartinah atau Bu Tien Soeharto. Biasanya, masyarakat yang berziarah ke Astana Giribangun ingin mencari berkah atau ngalap berkah sambil berekreasi.

Meski demikian, Anda juga bisa datang ke tempat ini sekadar untuk bersantai sambil menikmati pemandangan panorama alam. Di sini, pengunjung tak perlu khawatir soal makanan. Anda dapat mencicipi berbagai menu masakan Jawa di warung makan yang terletak di sekitar area parkir kendaraan bermotor.

Berminat? Astana Giribangun bisa menjadi tujuan wisata Anda akhir pekan ini. Selamat berlibur.

Sumber : http://www.solopos.com/2014/01/04/wisata-karanganyar-sejuknya-berziarah-di-astana-giribangun-479204

Read More

Anggaran Promosi Karanganyar Naik 200%

Anggaran promosi pariwisata di Karanganyar naik sekitar 200 persen. Pada tahun lalu, anggaran pengembangan promosi pariwisata hanya mencapai Rp50 juta, kini melonjak hingga sekitar Rp200 juta.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Karanganyar, Istar Yunianto, mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk membiayai berbagai program promosi pariwisata di Karanganyar. Misalnya mencetak brosur dan mengikuti kegiatan Java Promo yang menjadi wadah para pelaku usaha pariwisata dan dinas pariwisata se-Jateng dan DIY.
“Kegiatan pengembangan promosi pariwisata membutuhkan dana yang tak sedikit. Makanya, anggaran promosi tahun ini dinaikkan,” katanya saat ditemui di kantornya, Jumat (3/1/2014).
Promosi objek wisata alam perlu dikembangkan untuk meningkatkan citra pariwisata Karanganyar di mata dunia internasional. Pihaknya akan memaksimalkan beberapa program rutin seperti mengundang biro travel wisata dari luar negeri. Mereka diundang untuk mengunjungi beberapa objek wisata alam di Karanganyar. Selama ini, biro travel wisata dari Thailand kerap mengunjungi objek wisata di Karanganyar.
Menurut Istar, pengembangan promosi objek wisata dilakukan untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata. Potensi pariwisata di Bumi Intanpari cukup menjanjikan lantaran mayoritas objek wisata berada di lereng Gunung Lawu seperti air terjun Grojogan Sewu, Candi Sukuh, dan Candi Cetho. “Objek wisata alam di Karanganyar cukup potensial makanya harus ada program promosi yang benar-benar mampu meningkatkan citra pariwisata,” papar dia.
Target pemasukan PAD dari sektor pariwisata tak mengalami perubahan yakni sekitar kurang lebih Rp800 juta. Pemasukan terbesar berasal dari Grojogan Sewu yang menjadi lokasi favorit wisatawan saat musim liburan dan long weekend. “Target PAD tak berubah, kami akan menggenjot pemasukan PAD dari sektor pariwisata,” terang Istar.
Sementara Bupati Karanganyar, Juliyatmono, meminta agar pengembangan kesenian tradisional di Karanganyar ditingkatkan melalui penyelenggaraan berbagai festival kesenian seperti campursari dan karawitan. Pihaknya akan berupaya memperbaiki akses infrastruktur menuju objek wisata. Langkah ini dilakukan untuk menarik para wisatawan baik lokal maupun mancanegara.
Sumber : http://www.solopos.com/soloraya/karanganyar

Read More
DSC_0106 copy

Seniman Mancanegara Ramaikan Srawung Seni Sukuh

Puluhan seniman mancanegara dan lokal ikut meramaikan gelaran Srawung Seni Sukuh ke 10 yang berlangsung selam dua hari, Selasa (31/12) dan Rabu (01/01) di pelataran Candi Sukuh, Karanganyar.

Puluhan seniman mancanegara dan lokal ikut meramaikan gelaran Srawung Seni Sukuh ke 10 yang berlangsung selama dua hari, Selasa (31/12) dan Rabu (01/01) di pelataran Candi Sukuh, Karanganyar.

Karanganyar, Kamis (02/01/2014).

Puluhan seniman mancanegara dan lokal ikut meramaikan gelaran Srawung Seni Sukuh ke 10 selama dua hari, Selasa (31/12) dan Rabu (01/01). Kegiatan yang merupakan pentas seni yang dilakukan di pelataran Candi Sukuh, Kabupaten Karanganyar  ini sangat mendapat apresiasi  positif dari berbagai pihak.

Penggagas Acara Srawung Seni Sukuh, Suprapto Suryodarmo  menegaskan, acara ini menjadi tempat bertemunya seniman. Baik lokal, mancanegara, klasik ataupun modern. Melalui gelaran ini, diharapkan pembatas yang ada di dunia kesenian selama ini coba diruntuhkan. “Banyak seniman-seniman profesional dari luar negeri hadir di sini karena ingin mempelajari lebih jauh kebudayaan alam dan Tuhan. Sebab selama ini banyak seniman yang terjebak dalam rutinitas dunia pentas yang cukup berjarak,” terang mbah Prapto.

Demikian pula juga disampaikan oleh Wamendikbud Bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti sangat mengapresiasi atas gelaran Srawung Seni Sukuh kali ini. Pihaknya berharap dengan adanya seni rakyat kali ini mampu menjadi sumber inspirasi bagi bangsa ke depannya. “Negara harus berkaca pada rakyatnya, wajah negara ditentukan oleh wajah masyarakatnya. Seperti wajah-wajah kesenian yang ditampilkan dalam Srawung Seni Candi kali ini begitu beragam dan menyejukkan,” terangnya.

Dia pun mengapresiasi keberadaan Candi Sukuh sebagai lokasi Srawung Seni Sukuh kali ini. Menurutnya, bangunan dari Candi Sukuh menyimpan banyak nilai-nilai luhur yang perlu digali. Itu pun baru satu di antara sekitar 60 ribu candi yang kini telah tercatat oleh Kemendikbud. “Kalau satu candi saja bisa memberikan inspirasi, kalau terus digali maka betapa negara kita ke depan bisa menjadi luar biasa maju kebudayaannya,” jelasnya.

Dengan begitu, Wiendu menilai gelaran Srawung Seni Sukuh bukanlah semata pertunjukan seni dan ajang silaturahmi antar seniman semata. Lebih jauh, ia melihat Srawung Seni Sukuh sebagai wujud interaksi secara nurani. “Jadi semakin sering hadir dalam Srawung Seni Sukuh seperti ini ketahanan kebudayaan kita semakin maju dan kuat ke depannya. Tradisi seperti ini harus tetap hidup dan lestari,” tuturnya.

Hal yang sama juga disampaikan Gubernur Lemhanas Budi Susilo Soepandji turut memberikan apreasiasi atas kegiatan ini. Dari prespektif ketahanan sipil, keberadaan candi menjadi penanda akan kokohnya benteng pertahanan nenek moyang dahulu. Keberadaan dari Candi Sukuh juga membuktikan bila tekhnologi nenek moyang dahulu sudah sedemikian hebat dan tidak sebodoh seperti anggapan dunia barat. “Saya kira tidak mudah bagi ahli tekhnik sipil untuk membangun (candi) secantik ini yang berdiri di atas bukit dengan pemandangan indahnya. Jadi bagi tamu mancangera, kalau mau belajar Indonesia jangan lihat Jakarta dan Bali saja, tetapi juga pelajari candi-candi yang ada di negara ini,” katanya.

Gelaran Srawung Seni Candi Sukuh ini melibatkan berbagai kelompok seni seperti seni Carabalen dari Karanganyar, Reog Gembong Kertojoyo dari Sukoharjo, kelompok Merapi Timur dari Klaten, kelompok Rumah Tari Sangishu dari Lampung, Studio Taksu dari Solo. Juga diikuti oleh seniman Sri Van Der Kroef dari Amerika, Yui Nakagami dari Jepang, Anna Rubio Liambi dari Spanyol, Bettina Mainz dari Jerman, Mario Villa dan Gabriella Medina dari Meksiko, Agnes Christina dari Singapura, AA Gede Agung Rahma Putra  dari Bali dan lain sebagainya. Selain itu  juga diisi dengan diskusi bersama budayawan Seno Gumira Ajidarma dan Rahayu Supanggah. pd

 

Read More