Category: Berita

lngsor

Bukit Longsor, Akses Tawangmangu-Matesih Lumpuh

lngsorBencana tanah longsor kembali terjadi di Dusun Ganoman, Desa Koripan, Kecamatan Matesih, Sabtu (1/2) sekitar pukul 20.30 WIB. Bukit setinggi sekitar 30 meter yang berada di tepi jalan wilayah setempat longsor sehingga menyebabkan akses jalan yang menghubungkan Tawangmangu-Matesih terputus total.

Menurut Kades Koripan, Kridarto, sebelum bukit tersebut longsor, hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam. “Hujan deras turun berkali-kali sampai akhirnya tanah di bukit itu ambles dan longsor,” katanya, Minggu (2/2).

 Akibat longsoran itu, separuh lebih badan jalan dengan lebar 4 meter itu tertimbun tanah dan batu sepanjang 1,5 meter. Akibatnya, jalan yang menjadi akses vital Tawangmangu-Matesih tidak bisa dilalui.

 Menurut Kridarto, longsor kali ini adalah yang pertama di desanya sejak tahun 2007 di mana pada tahun itu terjadi longsor dengan skala lebih besar. Kendati terbilang lebih kecil, insiden yang terjadi persis di tepi jalan yang menikung dan menanjak ini membuat khawatir warga. “Kejadiannya pun saat malam hari, di mana penerangan sangat minim. Beruntung saat kejadian insiden berlangsung, tidak ada pengendara yang terjebak,” tuturnya.

 Sejauh ini penerangan jalan umum (PJU) di area lokasi kejadian memang tidak ada. Oleh karena itu, Kridarto meminta kepada Pemkab agar segera memasang PJU sekaligus untuk meminimalkan terjadinya kecelakaan. “Pemasangan penerangan serta rambu jalan sangat mendesak. Tebing-tebing ini juga perlu dipasangi membran,” tandasnya.

 Camat Matesih, Murdatmo menambahkan warga yang telah mengetahui longsoran itu langsung bersiaga di sekitar jalan dengan memasang papan peringatan sebagai tanda bagi pengendara agar berhati-hati saat melintas. Pasalnya, kondisi jalan pascalongsor memang porak-poranda, ditambah lagi dengan hujan yang masih mengguyur.

 Murdatmo menambahkan, kondisi pascalongsor juga membuat bukit tampak lebih curam. Beberapa bebatuan cukup besar juga rawan jatuh ke jalan. Warga setempat pun berusaha membersihkan bekas longsoran dengan peralatan seadanya. “Selain membersihkan jalanan yang tertutup longsor, bibir bukit juga dikepras. Bebatuan besar yang masih menempel pada bibir bukit juga turut dibersihkan,” lanjutnya.

 Sementara itu, longsor juga terjadi di Dusun Rotogondang, Desa Girilayu, Kecamatan Matesih. Sebanyak empat rumah sempat terisolir akibat terkena longsoran. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa  itu. Kini penghuni rumah yang tertimpa longsor sudah mengungsi ke tempat yang lebih aman.

 Kemarin, jajaran Muspida beserta aparat TNI dan Polri, serta relawan dari SAR dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar langsung mendatangi lokasi dan mengevakuasi timbunan longsor bersama warga setempat. “Papan peringatan bencana harus segera dipasang. Itu penting untuk menjadi penanda bagi pengendara yang melintas,” kata Kepala BPBD Karanganyar, Aji Pratama Heru Kristanto.

Sumber : http://joglosemar.co

Read More
DSC_0084

Ketua DPD RI : Produksi Pertanian Harus Ditingkatkan

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman (kanan) saat menjadi pembicara saat sarasehan dengan para petani, di Sekolah Tani Karanganyar, di  Dusun Ringin, Desa Bangsri, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Selasa (28/01) sore.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman (kanan) saat menjadi pembicara di sarasehan dengan para petani, di Sekolah Tani Karanganyar, di Dusun Ringin, Desa Bangsri, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Selasa (28/01) sore.

Karanganyar, Rabu (29/01/2014)

Saat ini, Indonesia tengah dilanda krisis pangan dengan mengimpor produksi pertanian seperti kedelai dan beras. Hal itu menyebabkan kesejahteraan petani tidak meningkat.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI , Irman Gusman mengemukakan pernyataan itu saat menghadiri sarasehan dengan kalangan petani di Sekolah Tani Karanganyar, Dusun Ringin, Desa Bangsri, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Selasa (28/01) sore.

“Hendaknya sebagai negara agraris harus memaksimalkan potensi pertanian. Sebab mayoritas penduduk Indonesia bermata pencaharian sebagai petani,” kata Irman Gusman.

Menurutnya, Pemerintah sebaiknya memperhatikan sektor pertanian, sehingga nantinya ketahanan pangan bisa kuat dan maju.”Dengan begitu tingkat kesejahteraan petani bisa meningkat,” ujarnya.

Dia juga menceritakan keberhasilan Selandia Baru. Para petani di negara itu sanggup hidup makmur.” Sektor pertanian di sana bisa menghasilkan ternak 30 sampai 40 juta. Selain itu  juga produk pertanian yang menjadi penopang utama dari pertumbuhan ekonomi,” terangnya.

Sementara itu di tempat yang sama, Bupati Karanganyar Juliyatmono mengemukakan sektor pertanian di sini merupakan produk unggulan.  Dengan luas tanah sawah sekitar 22,130,32 hektar terdapat berbagai potensi pertanian seperti bawang, ketela, padi, dan wortel. pd

Read More
gue

Hasil Panen Ubi Jalar Melimpah

Bupati Karanganyar Juliyatmono (kiri) bersama Wakil Bupati Rohadi Widodo (berbaju hijau) saat menimbang hasil panen ubi jalar, di Dusun Ngerso, Desa Nglebak, Kecamatan Tawangmangu, Sabtu (25/01) sore.

Bupati Karanganyar Juliyatmono (kiri) bersama Wakil Bupati Rohadi Widodo (berbaju hijau) saat menimbang hasil panen ubi jalar, di Dusun Ngerso, Desa Nglebak, Kecamatan Tawangmangu, Sabtu (25/01) sore.

Karanganyar, Senin (27/01/2014)

Komoditi pertanian menjadi sektor unggulan bagi Kabupaten Karanganyar seperti halnya ubi jalar yang tersebar di berbagi Kecamatan.

Bupati Karanganyar Juliyatmono menuturkan Pemerintah Kabupaten Karanganyar melalui Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Perkebunan, dan kehutanan (Dispertanbunhut) akan terus menjadikan ubi jalar produk unggulan.

“Ubi sebagai komoditi pertanian yang sangat mudah karena tidak banyak memerlukan perawatan,” kata Bupati Juliyatmono  disela-sela acara panen ubi jalar, di Dusun Ngerso, Desa Nglebak, Kecamatan Tawangmangu, Sabtu (25/01) sore.

Juliyatmono menambahkan kedepan akan dibuat zonasi wilayah produk pertanian, dengan begitu pengelolaannya mudah dan cepat.”Saat orang akan mencari produk pertanian dengan mudah mendapatkannya. Misal di Nglebak ubi, maka ingatannya kesini,” ujar nya dengan didampingi Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo.

“Hasil panen rata-rata mencapai sekitar 50-58 ton per hektar. Sedangkan setiap satu hektar rata-rata dipunyai satu sampai tiga petani,” kata Bupati.

Dari sisi ekonomi, setiap satu hektar menghasilkan Rp. 50 juta dengan ongkos produksi sekitar Rp. 25 juta. Dengan begitu, perolehan laba bersih rata-rata Rp. 25 juta. Itu untuk empat bulan masa tanam, maka rata-rata dalam satu bulan menghasilkan pendapatan Rp. 1 juta.

Dengan hasil Rp 50 juta perhektare dan ongkos produksi Rp 25 juta, maka hasil bersih yang diperoleh rata-rata Rp 25 juta. Itu untuk empat bulan masa tanam, sehingga rata-rata sebulan menghasilkan pendapatan Rp 1 juta.

Selain di Tawangmangu, sentra komoditi ubi jalar di Karanganyar juga terdapat di wilayah Kecamatan Karangpandan, Matesih, Jenawi, Ngargoyoso, dan Jatiyoso. Sedangkan varietas yang banyak ditanam dengan menggunakan varietas Prambanan.

Yang cukup mengagumkan yaitu luas lahan untuk ditanami ubi jalar di wilayah Kecamatan Tawangmangu saat ini ada sekitar 250 hektar, sedangkan di Desa Nglebak sendiri mencapai kurang lebih 50 hektar.

Ditempat yang sama Kepala Dispertanbunhut Kabupaten Karanganyar, Siti Maesyaroch menjelaskan hasil panen ubi jalar sebagian besar dipasok untuk industri di Yogyakarta. “Untuk dijadikan bahan pembuat saos maupun pasta. Selain itu hasil pertanian ini untuk UMKM penghasil makanan dan kue kering di Kecamatan Tawangmangu,” jelas Siti. pd

Read More
DSC_3560 copy

Karanganyar Akan Miliki Waduk Baru

Karanganyar, Senin (27/01/2014)

ilustrasi waduk

ilustrasi waduk

Kabupaten Karanganyar akan mempunyai waduk baru yakni Waduk Gondang yang terletak di Desa Ganten dan Gempolan, Kecamatan Kerjo, serta di Desa Jatirejo, Kecamatan Ngargoyoso.  Saat ini Bumi Intanpari telah mempuyai dua waduk yakni Delingan dan Lalung yang terletak di Kecamatan Karanganyar.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah mengeluarkan Keputusan Nomor 590/79 tahun 2013 tentang Persetujuan Penetapan Lokasi Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Waduk Gondang di Kabupaten Karanganyar.

“Bahwa dalam rangka pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan untuk kemakmuran masyarakat khususnya di wilayah Kabupaten Karanganyar dan sekitarnya, diperlukan pembangunan Waduk Gondang di Kabupaten Karanganyar,” bunyi menimbang huruf a dalam Keputusan itu.

Selanjutnya pada huruf b berbunyi, berdasarkan Pasal 26 Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2009-2029 dan Pasal 45 Peraturan Daerah Kabupaten Karanganyar Nomor 1 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Karanganyar Tahun 2013-2032, pembangunan Waduk Gondang di Kabupaten Karanganyar telah sesuai perencanaan tata ruang.

Penetapan lokasi diberikan kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo Direktorat Jendral Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum seluas kurang lebih 88,25 hektar.

“Apabila di lokasi tersebut terdapat tanah dan atau bengunan milik instansi pemerintah, pemerintah daerah dan atau pemerintah desa agar diselesaikan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” merupakan bunyi diktum ketiga huruf b.

Semua biaya yang timbul sebagai akibat ditetapkannya Keputusan ini dibebankan pada Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara pada BBWS Bengawan Solo Direktorat Jendral Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum.pd

Read More
DSC_0110

Ngaji Dengan Yusuf Mansyur, Terkumpul Rp. 59 Juta

Pengajian dengan Ustadz Yusuf Mansyur di Masjid Agung Karanganyar

Pengajian dengan Ustadz Yusuf Mansyur di Masjid Agung Karanganyar

Karanganyar, Senin (27/01/2014)

Pengajian akbar yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar dalam menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW terasa khidmat.

Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Agung dengan mengundang Ustadz Yusuf Mansyur dipadati ribuan jamaah dari berbagai elemen masyarakat dan PNS di lingkup PemKab Karanganyar. Hadir pula Bupati Karanganyar Juliyatmono, Wakil Bupati Rohadi Widodo, Sekretaris Daerah Samsi, dan beberapa pejabat.

Dalam kesempatan itu, Bupati Juliyatmono mengatakan,  sebagai umat Islam hendaknya saling menolong sesama. “Dengan membantu orang lain, akan tumbuh rasa kepedulian dan kebersamaan,” katanya, Rabu (23/01) malam.

Yusuf Mansyur menuturkan pentingnya kita mengulurkan tangan kepada saudara yang membutuhkan dan untuk mendanai perjuangan Islam dalam mewujudkan rahmatan lil’alamin.

“Dengan bersedekah kepedulian umat terbangun untuk memperhatikan saudara lainnya,” katanya.

Dia menambahkan dengan bersedekah dapat memudahkan doa diterima oleh Allah SWT.”Agar doa dikabulkan hendaknya diiirngi dengan sedekah,” ucapnya.

Setelah berceramah, Ustadz Yusuf Mansyur membuka surban dan meminta jamaah untuk merenungkan, benda apa yang akan disumbangkan. Dengan semakin baik dan semakin besar sedekah, maka semakin Allah mencintai hamba-Nya.

Dengan seketika, spontanitas dan kerelaan beberapa jamaah menyumbangkan barang yang dimiliki, seperti cincin, gelang, anting, kalung, HP, dan sepeda motor tang terkumpul langsung diserahkan ke Bazis Karanganyar.

Sodaqoh pada Maulid nabi Muhammad SAW itu menghasilkan Rp. 59, 4 juta. Selain itu dari jamaah ada yang  memberikan satu sepeda motor, tiga buah anting-anting, enam buah telepon gengam, 80 buah cincin, empat buah gelang, tiga buah jam tangan. Lainnya, tiga buah kalung dan dari infak kotak Rp. 12 juta. pd 

Read More
DSC_0086 (FILEminimizer)

Dinas Kebersihan dan Pertanaman Kab. Karanganyar Dijadikan Pelopor Kebersihan di Tingkat SKPD

DSC_0086 (FILEminimizer)

Bupati Karanganyar, Juliatmono Meninjau Kendaraan Operasional Kebersihan DKP Kab. Karanganyar, Senin Pagi (27/01)

Karanganyar – hal tersebut disampaikan oleh Bupati Kabupaten Karanganyar, Juliatmono pada senin pagi (27/01) saat membina PNS dan CPNS Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Karanganyar di aula kantor DKP. Dalam pembinaan tersebut, Bupati menyampaikan beberapa hal penting yang harus diperhatikan khususnya bagi DKP Kab. Karanganyar.

“Saya bukan orang baru di Karanganyar, sudah 16 tahun sebagai anggota DPRD dimana tugasnya mengawasi jalanan roda pemerintahan di Kab. Karanganyar, dan melalui proses demokrasi tahun 2013 sampai dengan 2018 dipercaya masyarakat Karanganyar sebagai Bupati”, ujarnya.

Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati terpilih berdasar undang-undang diberi waktu 6 bulan untuk menuangkan visi dan misi tersebut dalam produk hukum Peraturan Daerah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (Perda RPJMD) 5 tahun kedepan. Hal ini (Perda RPJMD) dapat berjalan kalau diisi anggaran, sedangkan bahasan anggaran Kebijakan Umum Anggaran Plafond Perkiraan Anggaran Sementara (KUA PPAS) saat ini sudah masuk di DPRD Kab. Karanganyar untuk dibahas dalam rapat yang kemudian akan menjadi APBD Kab. Karanganyar 2014. “ dibandingkan kabupaten / kota lain, Kab. Karanganyar memang mundur untuk penetapan APBD 2014 dikarenakan Bupati dan Wakil Bupati terpilih baru dilantik 15 Desember 2013 kemarin”, kata Juliatmono. Hal ini berdampak kepada Tenaga Harian Lepas (THL) dan Tenaga Kontrak lainnya terlambat menerima honor.

Terkait penerimaan tenaga honorer, berdasar PP No. 48 Tahun 2005, bahwa pemerintah tidak diperbolehkan lagi untuk mengangkat honorer. Untuk itu pemerintah hanya diperbolehkan mengangkat THL yang mana honor nya melekat pada anggaran kegiatan dan THL tersebut tidak bisa diangkat menjadi CPNS maupun PNS.

“kalaupun pemerintah membutuhkan tenaga PNS baru, hal itu akan dilaksanakan melalui tahapan seleksi umum dimana semua masyarakat yang memenuhi boleh mengikutinya dan proses seleksi hingga pengumuman semua oleh pemerintah pusat”, tambah Juliatmono.

Sebelum mengakhiri pembinaannya, Juliatmono berpesan agar PNS, CPNS maupun THL dan tenaga kontrak di DKP Kab. Karanganyar agar profesional dalam bekerja dan mencintai pekerjaannya. “tidak ada bedanya PNS maupun THL semua harus profesional, jika tidak mau bekerja bilang kepada saya hari ini juga tidak usah bekerja lagi”, tegas dia.

Sementara itu, Ir. Didik Joko Bakdono, M.Si melaporkan bahwa jumlah PNS dan CPNS di DKP Kab. Karanganyar sebanyak 140 orang, Tenaga Kontrak 66 orang dan THL sebanyak 80 orang. ad

Read More
aa

PG Colomadu Bakal Dijadikan Wisata Kuliner

aaKawasan bekas Pabrik Gula (PG) Colomadu akan disulap menjadi kompleks wisata kuliner dengan konsep heritage oleh Pemkab Karanganyar. Bekerja sama dengan BUMN, Pemkab berniat menata para pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini dinilai tidak teratur.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan, PG Colomadu yang juga merupakan peninggalan zaman Mangkunegaran abad ke-19 itu memiliki potensi yang bagus untuk dijadikan sebagai museum industri berkonsep heritage. Untuk menambah gairah wisata, nantinya lokasi itu juga akan  dimanfaatkan sebagai kawasan wisata kuliner.

 “Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) yang disusun bersama Pemprov mengamanatkan penataan Colomadu agar bergairah. Termasuk penataan dari bandara sampai ke batas Kota Solo. Di sini, eks PG Colomadu merupakan ikon penting,” kata Juliyatmono saat mengunjungi Kantor Desa Blulukan, Colomadu, Jumat (24/1).

 Untuk merealisasikan itu, Bupati akan segera menginformasikan kepada para PKL di Colomadu agar mereka mau direlokasi ke kawasan pabrik gula tersebut. Upaya relokasi itu dinilai bakal menguntungkan para PKL dan Pemkab, sebab selain bisa memberi lapangan pekerjaan baru, juga bisa menjadi tambahan pemasukan pendapatan anggaran daerah (PAD).

 Tak hanya itu, Pemkab juga bakal memberi layanan yang memuaskan bagi para PKL dengan memberlakukan pembayaran di muka untuk pembuatan shelter kuliner dan sektor lain yang menunjang kawasan wisata baru tersebut.

 “Konsepnya semi modern. Di depannya dibuat tempat untuk bersantai sambil menyantap,” terangnya.

 Bupati juga berencana bakal mendayagunakan mesin-mesin pengolah tebu milik pabrik yang telah ada sejak zaman kolonial yang sudah tidak terpakai sebagai pendukung daya tarik wisata. Kendati konsep terbilang sudah cukup matang, pihak Pemkab harus berkoordinasi dan negosiasi dengan BUMN dan Pemerintah Pusat.

 “Diharapkan, Colomadu tidak hanya perlintasan dari bandara ke Solo,” jelasnya.

 Camat Colomadu, Joko Budi Utomo menerangkan sampai saat ini terhitung sudah ada sekitar 130 PKL yang berada di Jalan Adi Sucipto, Jalan Adi Sumarmo, dan persimpangan Polsek Colomadu baik arah utara maupun selatan. Para PKL tersebut nantinya bakal segera dikondisikan agar mau untuk direlokasi ke kawasan PG Colomadu.

“Kami tidak bisa mengusir PKL seenaknya. Harus ada solusi. Sejauh ini sebatas pembinaan dan hal-hal umum yang tidak boleh dilakukan PKL, misalnya berjualan di depan kantor kecamatan,” kata Budi.

Sumber : http://joglosemar.co

Read More
d

Cuaca Buruk, Ikan Laut Langka di Pasaran

dSejumlah pedagang ikan di Pasar Jungke, Karanganyar mengaku kesulitan menyetok ikan laut dalam jumlah banyak. Langkanya stok ikan laut di pasaran disebabkan semakin tingginya curah hujan mulai awal Januari.

Salah satu pedagang ikan laut di Jungke, Mandra, 46, mengatakan kelangkaan ikan laut mulai berlangsung dalam waktu satu pekan terakhir. Kelangkaan tersebut mengakibatkan harga aneka ikan laut meroket. Di antaranya, harga cumi laut yang semula senilai Rp50.000 menjadi Rp60.000 per kilogram, harga ikan tongkol per kilogram senilai Rp20.000 menjadi Rp21.000.

“Sampai sekarang, saya masih menjalin komunikasi dengan juragan saya yang ada di Semarang atau Kendal. Tapi, tak kunjung memperoleh barang [ikan laut]. Alasannya, para nelayan di pesisir tidak melaut karena tingginya curah hujan. Jadi, tidak ada stok baru [yang ada stok ikan dalam pendingin],” katanya saat ditemui  di Jungke, Minggu (26/1/2014).

Mandra mengatakan tingginya harga ikan laut menyebabkan dirinya hanya bisa menyetok aneka ikan laut kurang dari 3 kilogram. Padahal, biasanya bisa menyetok lebih dari 5 kilogram untuk beberapa hari.

“Para pelanggan biasanya menggeluhkan harga ikan laut yang tinggi. Saya pun tidak bisa apa-apa kalau ada yang mengeluh seperti itu,” katanya.

Hal senada dijelaskan pedagang ikan laut lainnya, Sri Wahyuni, 46. Kelangkaan dan tingginya ikan laut menjadikan jual-beli ikan laut sepi.

“Pelanggan saya langsung berkurang setelah mengerti kalau harga ikan laut cukup tinggi. Mereka biasanya hanya membeli dalam skala kecil [di bawah 1 kilogram]. Kalau tidak seperti itu, mereka hanya membeli ikan tawar sebagai pengganti ikan laut,” katanya.

Berdasarkan data yang dihimpun harga Sembako di pasaran di Karanganyar juga mengalami kenaikan seiring semakin tingginya curah hujan. Hal itu termasuk harga besar kualitas super yang semula senilai Rp8.000 per kiloram menjadi Rp9.000 per kilogram. Kacang tolo yang semula senilai Rp6.000 per kilogram menjadi Rp13.500 per kilogram.

Sumber : http://www.solopos.com/2014/01/27/cuaca-buruk-ikan-laut-langka-di-pasaran-484990

Read More
a

WASPADA BENCANA

Tiga Kecamatan Rawan Banjir

Tiga kecamatan di Karanganyar rawan terkena bencana banjir selama musim penghujan. Ketiga kecamatan tersebut adalah Kebakkramat, Gondangrejo dan Jaten.

Selama ini, tiga kecamatan yang menjadi langganan banjir yakni Desa Waru dan Desa Kebak (Kebakkramat), Desa Kranggan dan Desa Karangturi (Gondangrejo) dan Desa Ngringo (Jaten). Wilayah tersebut kerap dilanda banjir lantaran berada di pinggiran aliran Sungai Bengawan Solo.

Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Aji Pratama Heru K, mengatakan selama ini, ketiga kecamatan tersebut menjadi daerah langganan bencana banjir di Karanganyar. Biasanya, bila air Sungai Bengawan Solo meluap di Kota Solo otomatis wilayah di pinggiran sungai di Desa Ngringo, Jaten dilanda banjir. “Kami sudah memetakan daerah rawan bencana banjir di Karanganyar yang berada di pinggir aliran Sungai Bengawan Solo,” katanya kepada solopos.com, Sabtu (25/1/2014).

Menurut dia, berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika  (BMKG) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) puncak musim penghujan diperkirakan antara Januari-Februari. Artinya, bencana banjir mengintai warga yang berdomilisi di daerah rawan bencana alam.

Karena itu, pihaknya mendirikan posko antisipasi bencana banjir di Dusun Daleman, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten. Posko tersebut digunakan sebagai pusat koordinasi bila air Sungai Bengawan Solo meluap di Kota Solo. Selain itu, apabila aliran Sungai Bengawan mulai meluap maka sukarelawan segera mengevakuasi warga ke daerah yang lebih aman. “Posko bencana banjir sudah didirikan, sukarelawan siaga selama 24 jam selama musim penghujan,” papar Heru.

Pihaknya menghimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim penghujan. Apalagi bila terjadi hujan lebat selama berjam-jam. Biasanya, aliran Sungai Bengawan mulai meluap secara perlahan-lahan. Kondisi ini patut diwaspadai warga yang berdomisili di bantaran Sungai Bengawan Solo.

Sementara Camat Jaten, Titik Umarni, menyatakan pihaknya selalu berkoordinasi dengan instansi terkait bila ketinggian Sungai Bengawan mulai naik. Pemerintah desa akan segera mengevakuasi warga yang berdomisili di pinggir sungai. Langkah ini dilakukan agar tak mengakibatkan korban jiwa.

sumber : http://www.solopos.com/2014/01/26/waspada-bencana-tiga-kecamatan-rawan-banjir-484835

Read More
DSC_0029

Bupati Karanganyar : Layani Masyarakat Dengan Baik

Bupati Karanagnyar Juliyatmono menyematkan tanda jabatan kepada Lurah Kalisoro yang baru Sutanto, Kamis (23/01)

Bupati Karanagnyar Juliyatmono menyematkan tanda jabatan kepada Lurah Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu,  Sutanto, Kamis (23/01)

Karanganyar, Jumat (24/01/2014)

Pegawai Negeri Sipil dalam melayani masyarakat dituntut mampu dan mau mengabdi dengan senang hati dan semangat mencintai pekerjaan itu dengan baik.

Bupati Karanganyar Juliyatmono menegasakan hendaknya sebagai pegawai yang dalam menjalankan tugasnya diatur dalam perundang-undangan yang ada dapat dijalankan dengan baik. “Cintailah pekerjaan itu  sehingga mempunyai kebijaksanaan dalam bertugas,” kata Bupati Juliyatmono, saat di Kecamatan Tawangmangu, Kamis (23/01) pagi.

Juliyatmono juga menjelasakan setiap PNS harus diberikan ruang untuk meniti karir dengan baik. ”Berikan kepercayaan tugas dengan sebaik mungkin dan yang paling penting jangan ada beban mengemban amanah itu,” katanya.

Ditempat yang sama Bupati Juliyatmono melantik dan mengambil sumpah Lurah Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, Sutanto mengantikan pejabat yang lama yakni Suyatno. Sedangkan Sekretaris Kelurahan dijabat Sukadi dan Kasi Trantib oleh Ibnu Tarwanto. pd

Read More