Category: Berita

kirab-adipura

Kirab Adipura Meriahkan CFD Karanganyar, Bupati Genjot Gerobak Sampah

kirab-adipura

Penghargaan Adipura 2014 diraih Kabupaten Karanganyar. Pagi tadi, Minggu (8/6/2014), di arena car free day (CFD) Manahan Kirab Adipura 2014 dilangsungkan. Kirab Adipura berlangsung meriah. Ribuan warga menyaksikan kirab Adipura itu.

Berdasarkan pantauan, kirab diikuti sekitar 500 orang dari berbagai elemen masyarakat. Kirab Adipura dimulai sekitar pukul 06.30 WIB. Berawal dari Rumah Dinas Bupati Karanganyar tepatnya di depan Monumen Pancasila.

Piala Adipura diarak dengan menggunakan gerobak sampah yang dikendarai Bupati Karanganyar Juliyatmono.

Peserta kirab kemudian menembus ribuan warga yang tengah beraktivitas di CFD di sepanjang Jl. Lawu menuju Alun-alun Karanganyar. Kirab tersebut pun mampu menyedot perhatian pengunjung CFD.

Sesuai urutan barisan terdepan diisi pasukan drumband kemudian pasukin kuning sampai barisan Bupati dan jajaran SKPD. Bupati dalam sambutannya mengatakan  Adipura yang berhasil diraih Kabupaten Karanganyar merupakan penghargaan bagi  masyarakat telah membudayakan hidup bersih. Selain itu menanam pohon untuk menyejukkan dan menentramkan Karanganyar. “Ini penghargaan bagi warga Karanganyar. Saya berharap warga tetap mempertahankan kebersihan dan terus menanam pohon,” ujar Bupati.

Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar, Samsi mengatakan peserta kirab diikuti pasukan kuning, penggerak peduli lingkungan, tokoh masyarakat dan satuan kerja perangkat daerah (SKPD).  Samsi mengatakan seusai kirab akan dilanjutkan dengan syukuran pagelaran Sendratari Raden Mas Said pada sore harinya serta wayang Kampung Sebelah Ki Jlitheng Suparman di Alun-alun Karanganyar.

Sumber : http://www.solopos.com/

Read More
piala-adipura

Karanganyar Kembali Raih Adipura

piala-adipuraKabupaten Karanganyar kembali meraih penghargaan Adipura untuk kedelapan kali diterima Karanganyar. Sesuai rencana, penyerahan penghargaan Adipura akan diterima Bupati Karangan yar Juliyatmono di Jakarta, Kamis (5/6/2014).

Demikian disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Karanganyar. Selain Karanganyar, Nunung mengatakan penghargaan Adipura juga berhasil diraih daerah lainnya di Soloraya seperti Kabupaten Boyolali dan Sragen. “Penghargaan ini berkat usaha semua pihak, termasuk gerakan yang dilakukan Bupati dan Wabup untuk bersih-bersih lingkungan,’’ terangnya.

Nunung mengatakan gerakan kebersihan yang digalakkan Bupati dan Wabup memiliki poin tersendiri dalam penilaian Adipura lalu. Tidak hanya itu keterlibatan masyarakat dan juga pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukosari, Jumantono menjadi nilai plus dalam penilaian Adipura. Pengelolaan sampah di TPA Sukosari bahkan sudah menjadi proyek percontohan di wilayah Jawa Tengah.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Karanganyar, Didik Joko Bakdono, mengatakan dalam menghadapi penilaian Adipura Pemkab melakukan berbagai persiapan di antaranya pengecatan median jalan dan pembersihan sisa abu debu vilkanis Gunung Kelud serta mempercantik wajah kota.

Dia mengatakan pengelolaan TPA Sukosari, Jumantono memang menjadi andalkan sebagai salah satu poin dalam meraih Adipura. Dikatakannya, TPA Sukosari menggunakan metode controlled landfill di area jauh dari pemukiman efektif mengendalikan pencemaran tanah dan mengatasi bau tak sedap.

“Biasanya TPA menjadi kendala dalam penilaian Adipura. Tapi kami akan mengandalkan TPA Sukosari untuk penilaian Adipura,” ujarnya.

Selain itu, dia menambahkan pengelolaan sampah menjadi barang daur ulang pun menjadi poin tersendiri. Pengelolaan sampah menjadi barang daur ulang sudah diawali dengan pembuatanbank sampah. Hasilnya dapat dinikmati semua kalangan dari aspek ekonomi dan manfaatnya bagi lingkungan.

Sumber : http://www.solopos.com/2014/06/05/penghargaan-adipura-karanganyar-kembali-raih-adipura-511453

Read More
DSC_6623 copy

Hidupkan Lagi Tanaman Obat Keluarga

Karanganyar, Jumat (06/06/2014)

Tanaman obat keluarga dapat bermanfaat bagi rumah tangga

Tanaman obat keluarga dapat bermanfaat bagi rumah tangga

Kementerian Kesehatan melalui Badan Litbangkes menghimbau seluruh lapisan masyarakat dan semua pihak terkait untuk menghidupkan kembali kegiatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang dilengkapi penyuluhan oleh jajaran kesehatan. Utamanya tentang cara memanfaatkan tumbuhan obat yang baik dan benar guna pemeliharaan kesehatan, kebugaran, dan pengobatan terhadap penyakit sehari-hari.
“Kegiatan produksi minuman sehat dengan pengembangan TOGA dapat menambah penghasilan keluarga, seperti minuman jahe merah, wedang secang, beras kencur, teh temulawak dan teh pelangsing,” kata Kepala Badan Litbangkes Kemenkes, Tjandra Yoga Aditama, usai membuka Simposium Internasional bertema Tanaman Obat dan Obat Tradisional di Tawangmangu, Rabu (04/06) lalu.
Tjandra Yoga Aditama menjelaskan, menurut WHO sekitar 25 persen obat modern atau obat konvensional berasal dari tumbuhan obat, seperti artemisin untuk obat malaria yang berasal dari tanaman artemisia annua .
“Rencananya tahun 2015 nanti Indonesia akan mampu mulai proses produksi artemisinin. Selain itu juga sylibum marianum untuk hepatoprotektor, thymus vulgaris untuk expectoran, dan stevia rebaudiana untuk pemanis alami non kalori,” ungkapnya.
Sementara itu, ditempat yang sama, Bupati Karanganyar Juliyatmono menuturkan, bahwa warga dapat memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk ditanami tanaman obat.
“Penggunaan lahan pekarangan rumah untuk ditanami tanaman obat sangat baik. Selain itu dapat dijadikan usaha kecil, menghijaukan lingkungan seperti apotek hidup,” tandasnya. pd

Read More
DSC_0107 copy

Banyak Rumah Tangga Manfaatkan Pelayanan Tradisional

Karanganyar, Kamis (05/06/2014)

Pelayanan kesehatan tradisional makin diminati warga

Pelayanan kesehatan tradisional makin diminati warga

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 sebanyak 30,4 persen rumah tangga di Indonesia memanfaatkan pelayanan kesehatan tradisional diantaranya 77,8 persen rumah tangga memanfaatkan pelayanan kesehatan tradisional tanpa alat, dan 49 persen rumah tangga dengan ramuan.
Kepala Badan Litbangkes Kemenkes, Tjandra Yoga Aditama, menuturkan pelayanan kesehatan tradisional ramuan dikenal luas di Indonesia sebagai jamu dan secara empiris digunakan dalam upaya promotif, preventif bahkan selanjutnya berkembang ke arah kuratif dan paliatif.
“Indonesia secara konsisten mengangkat kesehatan tradisional ke dalam Sistem Kesehatan Nasional. Saat ini telah ada regulasi dan kebijakan mengenai pengobatan tradisional,” kata Tjandra Yoga Aditama, usai membuka Simposium Internasional bertema Tanaman Obat dan Obat Tradisional di Tawangmangu, Rabu (04/06) siang.
Dia menambahkan, Peraturan Menteri Kesehatan No 003 tahun 2010 tentang Saintifikasi Jamu yang antara lain mengatur penyediaan data dan informasi tentang jamu mendukung Jamu Evidence Based Decision Making dalam upaya pengintegrasian jamu dalam pelayanan kesehatan.
“Program saintifikasi jamu mencakup etnofarmakologi, formulasi, pre klinik dan klinik. Jamu saintifik digunakan untuk terapi komplomenter di fasilitas pelayanan kesehatan dan dijadikan pilihan masyarakat jika menginginkan untuk mengonsumsi jamu saja sebagai subyek dalam preventif, promotif, kuratif, rehabilitatif dan paliatif,” ujarnya.
Saat ini, telah tersedia dua jamu saintifik, yakni untuk hipertensi ringan dan asam urat. Tahun 2014 ini rencananya akan diperoleh tambahan tiga jamu saintifik, yakni osteoartritis, haemorroid dan dispepsia.
“Ada 24 formula jamu untuk menjadi kandidiat formula jamu saintifik, yaitu 19 jamu untuk klinik pre kost dan formula jamu untuk uji klinik multicenter,” tandasnya.pd

Read More
DSC_0008 copy

Jamu Akan Di Produksi Massal

Karangayar, Kamis (05/06/2014)

Jamu akan di produksi massal

Jamu akan di produksi massal

Kerjasama antara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan perusahan farmasi milik negara sedang dilakukan penjajakan untuk memproduksi massal lima jenis jamu berstandar ilmiah.
Kepala Badan Litbangkes Kemenkes Tjandra Yoga Aditama mengatakan jamu hipertensi dan asam urat mengawali tawaran produksi massal ramuan tradisional ke perusahaan farmasi.
“Untuk tahun ini Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar sedang memproses sertifikasi jamu pengobat sakit sendi, wasir dan perut kembung,” jelas Tjandra Yoga Aditama.
Selain itu, pihaknya mengajak BUMN yang bergerak di bidang farmasi yakni Kimia Farma untuk memproduksi massal lima jenis jamu ini. “Dua diantaranya sudah mendapat sertifikat lulus uji ilmiah,” katanya usai membuka Simposium Internasional bertema Tanaman Obat dan Obat Tradisional di Tawangmangu, Rabu (04/06) siang.
Awalnya, seluruh produk itu berupa ramuan herbal turun-temurun tanpa riset dan pengujian ilmiah. Metode ilmiah diterapkan di laboratorium Balai Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu untuk menguji khasiat, mutu, dan jaminan keamanan bagi pasien.
Lebih lanjut Tjandra menuturkan, Kemenkes melalui Kelompok Kerja Nasional (Pokjanas) Tumbuhan Obat Indonesia yang terdiri pakar farmasi dan kesehatan diberi kepercayaan untuk riset tanaman obat.
Kepercayaan masyarakat dan pemerintah terhadap jamu terus dimantapkan supaya pemakaiannya masuk dalam sistem kesehatan nasional. Dengan cara yang sama, kepercayaan ini juga dibagun bagi masyarakat luar negeri.
“Perlunya sinergitas pemerintah pusat, pemda, kalangan pengusaha dan akademisi guna mewujudkannya,” tandasnya.pd

Read More
DSC_0001 (2)

Perekaman KTP-el Mencapai 94,49 Persen

Karanganyar, Selasa (03/06/2014)

Perekaman KTP-el di Kabupaten Karanganyar telah mencapai 94,49 persen

ilustrasi.

Perekaman KTP-el yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Karanganyar di wilayah 17 kecamatan telah mencapai 609.824 orang. Sedangkan untuk wajib KTP-el sebanyak 643.006 orang.
“Data tersebut merupakan feed back Kemendagri sampai dengan 31 Desember 2013 lalu,” ungkap Larmanto, Kepala Dispendukcapil Kabupaten Karanganyar, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (03/06) pagi.
Larmanto menambahkan, kuota yang diberikan Kemendagri mencapai 652.091 orang.”Dari kuota tersebut sampai dengan akhir bulan Mei kemarin tercatat 616.139 orang yang sudah rekam KTP-el atau 94,49 persen” katanya.
Selain itu, pihak Dispendukcapil Kabupaten Karanganyar juga melakukan perekaman untuk wajib KTP-el bagi pelajar yang berumur 15 sampai 17 tahun. Tercatat sebanyak 25 ribu pelajar yang telah direkam. “Namun pemberian kartu KTP-el nya nanti jika sudah berumur 17 tahun. Kami juga telah bekerjasama dengan beberapa sekolah,” ujarnya.
Untuk mekanisme pendistribusiannya menunggu droping dari Kemendagri, kemudian diberikan ke Dispendukcapil, Kecamatan dan selanjutnya ke desa-desa untuk diberikan ke orang yang sudah rekam KTP-el.pd

Read More
DSC_0012 copy

Bupati Karanganyar : Jadilah PNS Profesional

Karanganyar, Senin (02/06/2014)

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat memberikan ceramah umum di depan peserta diklat prajabatan

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat memberikan ceramah umum di depan peserta diklat prajabatan golongan satu dan dua

Bupati Karanganyar Juliyatmono memberikan ceramah umum untuk peserta pendidikan dan latihan (Diklat) Prajabatan yang diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Karanganyar.
Ceramah yang mengambil tema Pemberdayaan Sumber Daya Aparatur Dalam Rangka Keberhasilan Pelaksanaan Pemerintahan dan Pembangunan berlangsung selama dua jam, dari 08.00-10.00 terlihat peserta serius mendengarkan dan mencatat materi yang diberikan oleh Bupati Juliyatmono. Selain itu, suasana terlihat menarik bahkan sesekali dibumbui dengan candaan.
“Sebagai PNS haruslah mempunyai kemampuan yang profesional.agar etos kerja meningkat. Sehingga mempunyai jiwa dan semangat melayani sebaik mungkin kepada masyarakat,” tutur Juliyatmono, di Balai Latihan Kerja (BLK), Bangsri, Karangpandan, Karanganyar, Senin (02/06) pagi
Pada kesempatan itu, dia juga menjelaskan tentang kompetensi setiap abdi negara. Penempatan PNS melalui penataan pegawai yang tepat sesuai kompetensinya telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Karanganyar.
“Dengan adanya UU Aparatur Sipil Negara (ASN) maka akan tercipta PNS yang berkualitas, berintegritas dan profesional,” katanya.
Semenntara itu Siswanto, Kepala BKD Kabupaten Karanganyar menuturkan sejumlah 160 peserta dari golongan satu dan dua mengikuti diklat prajabatan sebagai syarat untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
“Peserta terbagi dalam empat angkatan. Untuk angkatan satu dan dua sebanyak 80 orang yang berlangsung mulai 16 Mei sampai 7 Juni 2014,” kata Siswanto.
Untuk angkatan tiga dan empat, lanjutnya, juga sebanyak 80 orang yang dimulai nanti pada 9-28 Juni 2014.”Kami berharap semua peserta diklat prajabatan dapat mengikuti semua kegiatan dan lulus, karena sebagai syarat diangkat menjadi PNS,” kata Siswanto.pd

Read More
DSC_0040 (2) copy

Puluhan Awak Kendaraan Ikuti AKUT

Karanganyar, Minggu (01/06/2014)

Sejumlah 20 peserta mengikuti AKUT Tahun 2014

Sejumlah 20 peserta mengikuti AKUT Tahun 2014

Untuk meningkatkan dan memberi motivasi dengan penghargaan terhadap profesi awak kendaraan umum, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Infomatika (Dishubkominfo) Kabupaten Karanganyar menyelenggarakan pemilihan Awak Kendaraan Umum Teladan (AKUT) Tahun 2014.
Joko Sumaryono, Kepala Bidang Perhubungan Dishubkominfo Kabupaten Karanganyar menuturkan tujuan diadakan kegiatan ini dapat merubah pola pikir dan sudut pandang sebagai awak kendaraan angkutan umum sehingga dapat lebih percaya diri.
“Ini merupakan bentuk penghargaan dan mengedepankan pentingnya keselamatan penumpang dan pemakai jalan lainnya,” jelas Joko Sumaryono, saat disela-sela pemilihan, Sabtu (31/05) di Aula Dishubkominfo Karanganyar.
Selain itu juga mendorong terwujudnya penurunan jumlah pelanggaran lalu lintas, kejadian kecelakaan yang disebabkan oleh faktor pengemudi.
Dia menambahkan peserta pemilahan awak kendaraan teladan merupakan dari perwakilan paguyuban pengemudi di bawah binaan Dishubkominfo Karanganyar.
“Diikuti sebanyak 20 orang. dan terdapat dua jenis penilaian, yaitu keaktifan saat pemberian materi dan tes tertulis. Untuk tes ada 60 soal dan diberi waktu satu jam untuk mengerjakan,” jelasnya.
Setelah mengikuti tes ini, lanjutnya, yang menjadi pemenang juara satu mewakili Kabupaten Karanganyar untuk mengikuti pemilihan tingkat Provinsi Jawa Tengah pada pertengahan bulan Juni mendatang.
Ditempat yang sama, Kepala Dishubkominfo Karanganyar, Nunung Susanto menuturkan dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat lebih meningkatkan kedisiplinan dalam mengemudi.
“Dengan adanya peningkatan kedisiplinan sehingga dapat membawa perubahan yang baik bagi dunia lalu lintas dan angkutan jalan dengan menjadi teldan dalam berlalu lintas,” ujarnya. pd

Read More
DSC_0019 copy

Ruang Kelas MI Muhammadiyah Parakan Diresmikan

Karanganyar, Minggu (01/06/2014)

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengunting pita sebagai tanda peresmian penggunaan ruang kelas MI MUhammadiyah Parakan, Bolong, Karanganyar, Sabtu (31/05)

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengunting pita sebagai tanda peresmian penggunaan ruang kelas MI Muhammadiyah Parakan, Bolong, Karanganyar, Sabtu (31/05)

Bupati Karanganyar Juliyatmono meresmikan bangunan tiga ruang kelas Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhammadiyah Parakan, Desa Bolon, Kecamatan Karanganyar, Sabtu (31/04) siang.
Peresmian itu menandai penggunaan ruang kelas yang dibangun dari dana donatur dan gotong royong warga setempat. MI Muhammadiyah Parakan sendiri telah ada sejak tahun 1962 dan menempati tanah wakaf seluas 18 x7 meter.
Riyanto, Kepala Sekolah MI Muhammadiyah Parakan, menuturkan saat ini tercatat jumlah murid dari kelas satu sampai kelas enam sebanyak 155 siswa, dan 13 guru pengajar.
“Peminat untuk sekolah disini cukup banyak, bahkan terdapat 49 anak tercatat di daftar tunggu untuk sekolah di tahun 2014-2015,” kata Riyanto saat ditemui disela-sela peresmian.
Saat ini, jelasnya, terdapat 11 ruang dan rencananya menambah ruang di lantai dua. Selain itu terdapat kegiatan ektrakulikuler seperti drumband, rebana, silat, kiroah dan pramuka.
Bupati Karanganyar Juliyatmono mengapresiasi dengan adanya penambahan ruang kelas tersebut.
“Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengharapkan pengembangan pendidikan terus ditingkatkan. Jangan sampai ada anak usia sekolah yang putus atau tidak melanjutkan ke tingkat pendidikan yang lebih tinggi,” tandasnya.pd

Read More
DSC_0041 copy

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Adakan Labuhan Alit di Gunung Lawu

Karanganyar, Sabtu (31/05/2014)

Abdi dalem Keraton Yogyakarta saat memperlihatkan pratelan ubo rampe untuk acara labuhan Gunung Lawu

Abdi dalem Keraton Yogyakarta saat memperlihatkan pratelan ubo rampe untuk acara labuhan Gunung Lawu

Prosesi Labuhan Alit dari Keraton Ngayogyakarto Hadinigrat untuk memperingati Tingalan Jumenengan Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X diadakan di Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Sebelum di bawa ke Tawangmangu, rombongan abdi dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat terlebih dahulu memberikan ubo rampe berupa 10 pratelan ageman sultan yang dibawa dengan dua kotak besar terbuat dari kayu berwarna merah, berupa kampuh poleng, dhestar bango tulak, paningset jinggo, sinjang cangkring, sinjang gadung, sinjang teluh watu, semekan dringin, dan semekan songer, masing-masing satu lembar. Selain itu juga terdapat sela, ratus, lisah konyoh yang dimasukan dalam satu kantong, serta yatra tindih dalam satu amplop.
Menurut Kanjeng Mas Tumenggung Hardhoyudo, abdi dalem Kawedanan Hageng Punokawan (KHP) Widyabudaya labuhan ini diadakan setiap 30 rajab penangalan jawa.
“Labuhan alit ini juga diadakan serentak di tiga tempat yaitu, Pantai Parang Kusumo, Gunung Merapi, dan Gunung Lawu,” kata Kanjeng Mas Tumenggung Hardhoyudo seusai menyerahkan ubo rampe kepada Juru Kunci Gunung Lawu, di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Jumat (30/05) siang.
Dijelaskan juga acara ini sudah ada sejak Keraton masa kepemimpinan Panembahan Senopati sebagai wujud syukur kelangsungan Dinasti Mataram dan untuk mendoakan keselamatan Sri Sultan, Keraton Yogyakarta dan rakyatnya.
Juru kunci Gunung Lawu Surakso Lawuhardi menuturkan, labuhan ini dibawa ke pucak Gunung Lawu pada Sabtu (31/05) pada jam 04.00. Sebelumnya pada malam hari diadakan selametan di Dusun Nano.
“Setelah dari puncak gunung Lawu kemudian turun ke persemayaman. Sesaji lama dilengser untuuk digantikan ubo rampe ini,” jelas nya.
Lanjutnya, empat abdi dalem pembawa labuhan alit menempuh rute napak tilas panembahan senapati, menuju puncak Lawu dengan melalui jalur setapak dari Gondosuli dan ditempuh sekitar empat jam perjalanan. pd

Read More