Category: Berita

DSC_0061 copy

Jelang Lebaran, Kendaraan Angkutan Wajib Uji KIR

Karanganyar, Jumat (04/07/2014)

Satu bis pariwisata sedang menjalani uji KIR oleh Dishubkominfo Karanganyar, Kamis (03/07)

Satu bis pariwisata sedang menjalani uji KIR oleh Dishubkominfo Karanganyar, Kamis (03/07)

Mulai 10 hari menjelang lebaran, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Karanganyar memperkirakan kenaikan jumlah uji kelaikan jalan. Pasalnya, banyak kendaraan yang akan dan telah habis masa berlaku KIR pada waktu itu.

Kepala Dishubkominfo Kabupaten Karanganyar, Nunung Susanto menuturkan pada saat menjelang lebaran peningkatannya mencapai 20 persen dari jumlah harian yang mencapai sekitar 50 kendaraan.

“Kendaraan yang wajib uji KIR meliputi angkutan bis, angkot. Selain itu juga angkutan barang seperti truk, kontainer, dan lain-lain,” ujar Nunung Susanto, di kantornya, Kamis (03/07).
Nunung Susanto menambahkan, jumlah kendaraan diharuskan untuk uji KIR mencapai tujuh ribu dari total sembilan ribu kendaraan di Kabupaten Karanganyar.

“Untuk jadwalnya berbeda-beda. Disesuaikan dengan tanggal terakhir pengujian setiap enam bulan. Pada H-10 lebaran nanti, kendaraan yang akan habis masa berlaku KIR juga ikut diuji. Dikarenakan sebelum melakukan perjalanan ke luar kota lebih baik mempersiapakan dan melengkapi surat-surat maupun kelayakan kendaraan,” ujarnya. Namun, apabila uji KIR gagal, petugas akan merekomendasikan secara teknis. Kemudian setelah rekomendasi di penuhi, dapat mengulang uji KIR.

Dari hasi pantauan di gedung uji KIR, kendaraan diperiksa secara bertahap mulai dari uji emisi gas buang bahan bakar bensin dan solar, kemudian pemeriksaan roda-roda, gardan, terot, cek keausan, pengukuran dimensi kendaraan. Selain itu juga pemeriksaan ban, rem, sein, dan lampu. Untuk bis juga diperiksa segitiga pengaman, Alat Pemadam Api Ringan (APAR), dam alat pemukul kaca. (pd)

Read More
DSC_0017 copy

Pemkab Canangkan Karanganyar Bertakwa

PNS di lingkungan Setda Kabupaten Karanganyar membaca Al Quran saat Launching Karanganyar Bertakwa, di Ruang Podang II, Setda, Senin (30/06/2014)

PNS di lingkungan Setda Kabupaten Karanganyar membaca Al Quran saat Launching Karanganyar Bertakwa, di Ruang Podang II, Setda, Senin (30/06/2014)

Karanganyar, Selasa (01/07/2014)
Pemerintah Kabupaten Karanganyar untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan mencanangkan gerakan Karanganyar Bertakwa dengan kegiatan rohani bagi seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) selama 30 hari di bulan Ramadhan.

Para abdi negara itu diharuskan tadarus Al Quran selama 30 menit di kantor masing-masing setelah apel pagi. ” Dengan membaca Al Quran agar bisa dipahami, dihayati dan diamalkan isi yang terkandung didalamnya,” ujar Bupati Karanganyar, Juliyatmono setelah acara launching Gerakan Karanganyar Bertakwa, di Podang II, Setda Karanganyar, Senin (30/06) pagi.

Kegiatan yang diikuti sekitar 200 PNS dan bahkan pejabat struktural di lingkungan Setda Karanganyar juga terlihat, di acara yang langsung dipimpin Bupati Juliyatmono dan Wakil Bupati Rohadi Widodo.

“Momentum ini tepat di bulan Ramadan untuk mempertebal iman. Namun setelah itu tetap berlangsung, agar Kabupaten Karanganyar selalu diberikan hidayah,” ujar Juliyatmono.

Untuk itu, sekitar 12.000 PNS se-Kabupaten Karanganyar di berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diminta menyelesaikan bacaan satu juz di tiap hari usai apel pagi. Dengan demikian, selama bulan Ramadhan para abdi negara bisa menyelesaikan 30 juz atau khatam.

Tidak hanya itu, Pemkab juga mengadakan tarawih keliling (Tarling) yang diikuti oleh Muspida. Pemkab pun sudah menyusun jadwal yang tersebar merata di 17 kecamatan se-Bumi Intanpari. Tarling tersebut dilaksanakan mulai Senin (30/06) hingga Jumat (25/07) mendatang. Agenda tersebut selain sebagai wujud ibadah juga bisa mendekatkan diri antara Muspida kepada masyarakat. pd

Read More
DSC_0022 copy

Jelang Bulan Puasa, Bupati Sidak Pasar

Karanganyar, Jumat (27/06/2014)

Tim gabungan yang dipimpin langsung Bupati Karanganyar Juliyatmono, mengadakan sidak ke pasar tradisional dan modern menjelang bulan puasa, Jumat (27/06)

Tim gabungan yang dipimpin langsung Bupati Karanganyar Juliyatmono, mengadakan sidak ke pasar tradisional dan modern menjelang bulan puasa, Jumat (27/06)

Menjelang bulan puasa, tim gabungan dari beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengadakan inspeksi mendadak (sidak) di pasar tradisional Jungke dan pasar modern yang dipimpin langsung Bupati Karanganyar Juliyatmono, Jumat (27/06).

Dari hasil sidak diketahui terdapat kenaikan harga, seperti pada daging bebek yang mencapai Rp. 35 ribu per kilogram dari harga sebelumnya Rp. 32 ribu. Kenaikan tersebut sudah terjadi sejak satu bulan yang lalu.

Bupati Juliyatmono disela-sela sidak menjelaskan kebutuhan bahan pokok disaat puasa cenderung meningkat. “Dengan adanya permintaan dari konsumen cukup besar, diharapkan para pengusaha tidak menaikkan harga terlalu tinggi atau bahkan menimbun barang,” ujar nya. Kenaikan harga yang terlihat paling mencolok yakni daging ayam yang mencapai Rp. 35 ribu, dari harga sebelumnya Rp. 22 ribu rupiah pada dua minggu sebelumnya.

Tim sidak juga menemukan mi basah yang postif mengandung bahan berbahaya formalin, yang biasanya untuk pengawet mayat. Petugas dari Dinas Kesehatan Karanganyar langsung menegur penjual dan membawa sampel mi untuk diperiksa lebih lanjut.

“Ini warna mi terlihat ungu pekat dan berbau. Jika dimakan ditenggorokan jadi panas bahkan bisa menyebabkan gagal ginjal,” ujar Cucuk Heru Kusumo, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar. Selain itu, dia menambahkan, juga dijumpai krupuk merah dan jajanan menggunakan pewarna yang biasanya digunakan untuk warna tekstil. “Kami menghimbau masyarakat berhati-hati dalam membeli makanan,” ujarnya.

Selanjutnya, inpseksi juga dilakukan di toko modern. Didapati oleh personel dari Bagian Perekonomian, dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM, menemukan makanan kemasan tidak berijin dan bumbu masakan yang diketahui hampir mendekati kadaluwarsa. pd

Read More
DSC_0295 copy

Kemensos Bantu 11.000 RTLH

Menteri Sosial RI Salim Segaf Al Jufri (berbaju biru muda) didampingi Bupati Karanganyar Juliyatmono (kiri) menyerahkan bantuan kursi roda bagi penyandang disabilitas

Menteri Sosial RI Salim Segaf Al Jufri (berbaju biru muda) didampingi Bupati Karanganyar Juliyatmono (kiri) menyerahkan bantuan kursi roda

Karanganyar, Kamis (26/06/2014)

Hingga pertengahan 2014 ini, Kementerian Sosial (Kemensos) sudah memberikan bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak (RTLH) di seluruh Indonesia. Tidak hanya itu, Kemensos melalui APBN juga membantu perekonomian masyarakat melalui Usaha Ekonomi Produktif (UEP), Kelompok Usaha Bersama (KUBE).

Hal itu disampaikan langsung oleh Menteri Sosial RI, Salim Segaf Al Jufri saat memberikan bantuan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Lapangan Desa Kwangsan, Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar, Kamis (26/06/2014) siang. Dalam kesempatan itu, Salim menegaskan selama ini kemiskinan menjadi masalah serius di Republik ini. Oleh karena itu, beberapa pihak di antaranya Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten/ Kota serta masyarakat umum bahu membahu membantu warga yang kesusahan dalam hal ekonomi.

Menteru Sosial RI Salim Segaf Al Jufri (kanan) dan Bupati Juliyatmono (kiri) mengunjungi warga yang mendapatkan bantuan RTLH

Menteri Sosial RI Salim Segaf Al Jufri (kanan) dan Bupati Juliyatmono (kiri) mengunjungi warga yang mendapatkan bantuan RTLH di Desa Kwangsan, Kecamatan Jumapolo

Kemensos pun, lanjut dia, bertekad menjalankan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan di Indonesia (MP3KI). Salah satu indikator menurut Kemensos yakni pemenuhan kebutuhan rumah warga miskin yang tidak layak huni. “Kemensos menempuh cara untuk mengatasi hal itu dengan jaringan kemitraan. Hingga kini, telah menyelesaikan pembangunan 11.000 unit RTLH warga miskin,” kata dia, kemarin.

Pemilihan cara tersebut didasarkan pada keterbatasan warga miskin untuk memperbaiki rumahnya. Tidak hanya masalah rumah, Kemensos juga memberikan bantuan ekonomi melalui UEP dan KUBE. Datanya menyebutkan sudah ada beberapa wilayah yang KUBE-nya berhasil. “Yang sudah berhasil di antaranya KUBE Palembang, Bangka Belitung, Balik Papan, dan Garut Jawa Barat. Warga yang menjadi anggota KUBE saat ini sudah mampu membiayai sekolah bagi anak-anaknya serta membeli kebutuhan rumah tangga,” tegasnya.

Sementara itu, khusus di Kabupaten Karanganyar, Salim menegaskan jika Desa Kwangsan Kecamatan Jumapolo menjadi titik ke-45 yang dibantu dalam hal RTLH dan KUBE. Di mana, terdapat 120 RTLH yang berkesempatan diperbaiki dan 20 KUBE di bidang pertanian yang mendapatkan dana stimulan.

“Total kucuran dana untuk Karanganyar sebanyak Rp 1,6 miliar. Dana itu terbagi atas dua, yakni rehabilitasi 120 RTLH sebesar Rp 1,2 miliar dan sisanya Rp 400 juta untuk bantuan 20 KUBE,” ujarnya.

Tidak hanya berhenti di sana, Kemensos juga memberikan bantuan alat dengar tiga unit, dua pasang kruk bagi penyandang disabilitas, empat kursi roda, dan dua sarana lingkungan (Sarling).

Di lokasi yang sama, Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengaku masih berusaha untuk mendapatkan sejumlah bantuan Pemerintah Pusat guna mengurangi angka kemiskinan di Bumi Intanpari. Selain RTLH dan KUBE, Pemkab juga berusaha mendapatkan bantuan program Keluarga Harapan. “Pemkab juga memiliki sejumlah program untuk pengentasan kemiskinan. Yakni rehap 500 RTLH sebesar Rp 10 juta/ unit, bantuan bagi anak yatim, piatu, maupun yatim piatu yang belum berusia 13 tahun, bantuan bagi lanjut usia (Lansia) yang usianya di atas 80 tahun selain pensiunan,” katanya. pd

Read More
tmii (2)

Soto Rempah Khas Kabupaten Karanganyar

tmii (1)

Stand Kabupaten Karanganyar di Anjungan Jateng TMII

Karanganyar – Kabupaten Karanganyar lewat kuliner khasnya Soto Rempah mengikuti Kegiatan lomba produk unggulan khas Jawa Tengah yang digelar pada Sabtu hingga Minggu (21-22 Juni 2014) di Anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah.

Kegiatan ini dikemas dalam bentuk lomba masak bertujuan menawarkan berbagai produk unggulan hasil produksi masyarakat Jateng. Hal ini juga dimaksudkan untuk menarik minat wisatawan nusantara agar mau berkunjung dan menikmati kuliner khas provinsi Jateng.

Kegiatan lomba produk unggulan khas Jawa Tengah tersebut diikuti oleh 35 pemerintah kabupaten dan kota se-Jawa Tengah. Dengan mengambil tema “Melestarikan resep-resep Tradisional Kuliner untuk mendukung Kedaulatan Pangan dan Menggali Kreatifitas olah seni Produk Unggulan Daerah.”

tmii (3)

Ketua PKK Kab. Karanganyar, Siti Khomsiyah bersama tim lomba masak Kabupaten Karanganyar, TMII Jakarta Sabtu 21/06/2014

Siti Khomsiyah Ketua PKK Kab. Karanganyar mengatakan bahwa Kab. Karanganyar dalam lomba masak ini menyajikan beberapa menu antara lain Soto Rempah, egg roll ubi, talam labu kuning, kroket tales, pizza terong.

“dengan persiapan yang singkat kita memperoleh juara harapan 1 untuk kategori makanan soto dan kudapan, ini pencapaian yang luar biasa”, ujar Khomsiyah. Kami berharap kedepan akan memperoleh hasil yang lebih baik sekaligus persiapan akan lebih kami matangkan.

Dalam lomba ini Kab. Karanganyar memperoleh juara harapan 1 kategori makanan soto dengan nilai 76,8 dengan kriteria penilaian meliputi Orisinalitas, Cita Rasa, Keamanan dan Kreativitas. Dengan ini Kab. Karanganyar berhak memperoleh Trophi, Piagam dan Uang Pembinaan sebesar Rp. 2.500.000,- untuk masing-masing kategori yang dimenangi. Keluar sebagai juara 1 kategori makanan soto adalah Kabupaten Semarang dengan nilai 78,3. ad

Read More
DSC_0093 copy

KPU Berikan Sosialisasi Pilpres

Karanganyar, Sabtu (21/06/2014)

Putri Lawu mensosialisasikan pemilihan presiden dan wakil presiden 2014 di pasar Jumat , Jumat (20/06)

Putri Lawu mensosialisasikan pemilihan presiden dan wakil presiden 2014 di pasar Jumat , Jumat (20/06) dengan memberikan leaflet.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karanganyar mengadakan Sosialisasi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2014 diberbagai tempat.

Muhammad Maksum, Divisi Sosialisasi KPU Kabupaten Karanganyar, menuturkan sosialisasi tersebut agar partisipasi pemilih bisa tinggi pada 9 Juli 2014 mendatang.

“Kami mengadakan sosialisasi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2014 sejak tanggal 15 Juni – 04 Juli 2014,” ujarnya saat ditemui dikantor KPU Kabupaten Karanganyar, Jumat (20/06) pagi.

Pihaknya juga menjelaskan kegiatan sosialisasi dilakukan seperti saat Car Free Day, pasar Jumat, di pasar-pasar tradisional di berbagai kecamatan, taman pancasila, maupun taman gajah.

Seperti yang dilakukan, Jumat (20/06) kemarin pagi, dengan melibatkan Putri Lawu. Membagikan ribuan leaflet Visi dan Misi Capres dan Cawapres Tahun 2014 dan juga Jadwal Ramadhan 1435 Hijriah agar bisa dicermati warga.

Dari pengamatan, terlihat antusias warga yang meminta selebaran bahkan tak jarang ada yang bertanya seputar pilpres. Maskot “Si Kora” juga dilibatkan sosialisasi yang dimulai jalur lambat depan Bank Jateng Cabang Karanganyar sampai di depan Makodim 0727/Karanganyar, maupun seputar alun-alun. pd

Read More
DSC_0174 copy

Dalang Cilik Pentas 14 Jam Nonstop

Karanganyar, Rabu (18/06/2014)

Salah satu aksi dalam parade 16 dalang cilik wayang kulit, Rabu (18/06) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Salah satu aksi dalam parade 16 dalang cilik wayang kulit, Rabu (18/06) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Aksi dalang cilik yang dikemas dalam dua beber menyajikan cerita wayang kulit dengan durasi 14 jam. Acara yang diikuti sebanyak 16 dalang cilik dari berbagai usia terlihat memukau para penonton. Parade itu yang diikuti dari tiga anak usia Taman Kanak-kanak (TK), enam siswa SD, lima siswa SMP, dan dua siswa SMA itu digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Rabu (18/06) pagi.

Mereka menampilkan cerita pewayangan yang berbeda-beda, ada yang mengambil lakon seperti Kangsa Adu Jago, Anoman Duto, Cupu Manik Astagina, Dewa Ruci, Kumbakarna Gugur, maupun Pandawa Syukur.

Dari ke-16 dalang cilik tersebut, terdapat Difa Setiandra Rara Rahmadani. Dia adalah dalang cilik perempuan yang masih menuntut ilmu di SD Negeri 11 Ngringo, Jaten. Selain itu terdapat juga dalang yang masih belajar di bangku SMP, yakni Anggit Laras Prabawa. Dalam daftar dalang cilik itu juga tercatat nama Dhimas Sadam Saputro. Sosok bocah laki-laki yang mengenakan busana beskap dan blangkon itu sudah memiliki prestasi dalam bidang pewayangan. Terbukti, dirinya berhasil menyabet predikat Penyaji Terbaik I Festival Dalang Cilik Tingkat Nasional 2014 yang diadakan Universitas Negeri Yogyakarta, Selasa-Kamis (06-08/05/2014) kemarin. Dalam lomba itu, dia melakonkan wayang dengan durasi 45 menit,.

Ketua Panitia Parade Dalang Cilik 2014, Sarno menuturkan kegiatan ini diselenggarakan untuk menggali potensi anak terhadap seni budaya khususnya pedalangan wayang kulit. Dirinya mencatat ada tiga sanggar seni pedalangan di Kabupaten Karanganyar yakni Sarutama, Ngestibudaya, dan Bima. “Dalam parade ini dipilih kategori dalang terampil, komunikatif, wijang, cucut, dan berbakat,” ucap Sarno di sela-sela acara.

Di tempat yang sama, Bupati Karanganyar Juliyatmono mengapresiasi acara tersebut. Dia beranggapan kesenian wayang kulit harus dilestarikan bahkan di kalangan anak usia dini. “Selain menampilkan keterampilan dalam hal pedalangan, acara ini bisa juga digunakan untuk melestarikan budaya daerah. Dan ternyata, antusias para pedalang cilik sangat tinggi. Terbukti ada 16 dalang cilik yang pentas di sini,” katanya. Dirinya yakin di luar area pentas ini, masih ada dalang cilik yang memiliki bakat dan keterampilan. pd

Read More
DSC_0028

Karanganyar Tuan Rumah Rakor Forum Koordinasi Dini Masyarakat (FKDM) Se Solo Raya

DSC_0028

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat berikan sambutan dihadapan peserta Rakor, Rabu 18/06

Karanganyar – FKDM Kabupaten Karanganyar yang merupakan koordinator FKDM wilayah Solo Raya mengadakan Rapat Koordinasi FKDM se-Solo Raya yang merupakan Rakor pertama kalinya, Rabu (18/06) di Hotel Tamansari Karanganyar. Hadir dalam acara tersebut Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar, Polres Karanganyar, Kodim 0727 Karanganyar dan FKDM Prop Jateng. Rakor FKDM kali ini mengambil tema Peningkatan Kerjasama Kewaspadaan Dini Pilpres Tahun 2014 di Solo Raya.

Dalam sambutannya Bupati Karanganyar Juliyatmono yang juga Ketua Dewan Penasehat FKDM Kab. Karanganyar menyambut antusias dan mengapresiasi dengan adanya Rakor kali ini. FKDM yang dibentuk berdasarkan Permendagri Nomor 12 Tahun 2006 ini merupakan wadah bagi elemen masyarakat yang dibentuk dalam rangka menjaga dan memelihara kewaspadaan dini masyarakat.

“Pilpres yang pelaksanaannya bertepatan dengan bulan Ramadhan 1435 H jangan membuat terlena petugas, gangguan kamtibmas masih bisa saja timbul untuk itu tetap waspada dan jalankan tugas sesuai peran masing-masing”, pesan Juliyatmono.

Sementara itu, Plt. Kepala Kesbangpolinmas Kab. Karanganyar selaku ketua FKDM Kab. Karanganyar melaporkan bahwa rakor ini menghadirkan nara sumber yang berkompeten dibidangnya dan diharapkan mampu memberikan bekal serta wawasan kepada anggota FKDM yang pada akhirnya mampu menghasilkan solusi, kesamaan pandangan dan tata cara dalam menghadapi kemungkinan konflik dan ancaman, gangguan, hambatan serta tantangan. Adapun peserta yang hadir sebanyak 75 orang dan 2 nara sumber yaitu dari Polres Karanganyar serta Kodim 0727 Karanganyar. ad

Read More
DSC_0095 copy

Siswi SMP Ini Raih Nilai UN 39,20

Karanganyar, Selasa (17/06/2014)

Khusnul Alifah, (paling kiri dan berkacamata) mendapatkan nilai Ujian Nasional SMP/MTs 39,20

Khusnul Alifah, (paling kiri dan berkacamata) mendapatkan nilai Ujian Nasional SMP/MTs 39,20

Siswi dari SMP Negeri 1 Kabupaten Karanganyar, Khusnul Alifah, meraih nilai Ujian Nasional (UN) SMP/MTS tahun 2013/2014 fantastis yakni 39,20, bahkan termasuk salah satu dalam sembilan besar peringkat satu di Jawa Tengah. Gadis berjilbab itu menceritakan, untuk meraih nilai tinggi itu butuh persiapan dengan mengatur waktu belajar untuk meraih prestasi.

“Latihannya dengan sering mengikuti tryout UN SMP dan menerima materi pembelajaran,” ujar Khusnul Alifah, seusai acara Pelepasan Siswa Kelas IX B, SMP Negeri 1 Karanganyar, di Gedung Wanita, Senin (16/05).

Menjelang pelaksanaan UN, tambahnya, justru mengatur waktu untuk istirahat, menjaga kesehatan. “Malam sebelum ujian membaca hafalan agar tidak lupa,” ucap gadis berkaca mata ini.
Berdasarkan data dari SMP Negeri 1 Kabupaten Karanganyar, Khusnul Alifah mendapatkan nilai Bahasa Indonesia 9,20, Bahasa Inggris 10,00, Matematika 10,00 dan untuk IPA dengan nilai 10,00. “Nantinya saya ingin melanjutkan ke SMA Negeri 1 Surakarta. Untuk para pengajar yang telah mendidik selama ini, saya mengucapkan terima kasih,” ujarnya.

Sementara itu, ditempat yang sama, Bupati Karanganyar Juliyatmono menuturkan Pemkab menargetkan wajib belajar 12 tahun dapat terselenggara bebas pungutan. Seluruh lulusan SMP/ MTS sederajat harus melanjutkan sekolah ke tingkat lebih tinggi. “Jangan sampai ada yang putus sekolah. Lanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” pintanya.

Selanjutnya, Kabid Pendidikan Dasar, Disdikpora Kabupaten Karanganyar, Slamet Riyadi mengatakan 11.533 peserta UN SMP/MTS lulus alias tingkat kelulusan di Karanganyar 100 persen. pd

Read More
ceramah kebangsaan

Utamakan Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

ceramah kebangsaan

Sekda Karanganyar, Samsi saat membuka ceramah pendidikan politik di Aula APEKA Karanganyar, (Selasa 17/06)

Karanganyar – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Karanganyar mengadakan ceramah pendidikan politik bagi partai politik, ormas / LSM, tokoh masyarakat, pemuda dan mahasiswa Tahun 2014 di Aula APEKA Karanganyar. Selasa pagi (17/06). Hadir dalam acara tersebut Sekretaris Daerah Kab. Karanganyar, KPU Karanganyar, Kodim 0727 Karanganyar, Polres Karanganyar dan SKPD terkait.

Dalam sambutannya Bupati Karanganyar yang dibacakan oleh Sekda Karanganyar, Samsi menyambut baik atas terselenggaranya acara ini. Dikatakan bahwa pelaksanaan pilpres 9 juli mendatang akan berdampak kepada meningkatnya suhu politik untuk itu Bupati Karanganyar berpesan agar masing-masing menjaga kondusivitas.

“Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara selalu kedepankan Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika, jadikan perbedaan yang ada sebagai keindahan dalam berpolitik bukan sebagai pemecah”, ujar Juliyatmono

Ceramah pendidikan politik yang diikuti oleh 100 peserta ini mendatangkan empat nara sumber yaitu Polres Karanganyar yang diwakili oleh Kabag Ops, KPU Karanganyar, Pemerintah Kabupaten Karanganyar dan Akademisi UNS. ad

Read More