Category: Berita

DSC_0085 (2) copy

Tardi Sopir Angkutan Wakili Jateng ke AKUT Nasional

Karanganyar, Selasa (17/06/2014)

Tardi, pemenang AKUT tahun 2014 tingkat Provinsi Jawa Tengah, saat bertemu dengan Bupati Karanganyar, Juliyatmono, didampingi Kepala Bidang Perhubungan, Joko Sumaryono, Senin (16/06) di Rumah Dinas Bupati Karanganyar

Tardi, pemenang AKUT tahun 2014 tingkat Provinsi Jawa Tengah, saat bertemu dengan Bupati Karanganyar, Juliyatmono, didampingi Kepala Bidang Perhubungan, Joko Sumaryono, Senin (16/06) di Rumah Dinas Bupati Karanganyar

Pemilihan Awak Kendaraan Umum Teladan (AKUT) tahun 2014 di tingkat Provinsi Jawa Tengah dimenangkan Tardi, sopir angkutan dari Kabupaten Karanganyar. Dia yang sudah bekerja selama 19 tahun menjadi sopir angkutan mewakili Jawa Tengah untuk maju ke tingkat Nasional. Sopir angkot jalur A jurusan Bejen sampai Palur itu menyisihkan puluhan peserta dari Kabupaten/ Kota di Jawa Tengah.

Pria dari Desa Dawung, Matesih ini menuturkan tidak menyangka bisa juara satu dalam lomba yang di lakukan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi Jawa Tengah. Sebelumnya, dia telah menjuarai tingkat Kabupaten Karanganyar. “Seleksinya cukup ketat. Bahkan materi dan soal yang diberikan lumayan sulit,” ujarnya saat diterima Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Senin (16/06) di Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Dia mengatakan materi pembinaan yang diberikan oleh Dishubkominfo Karanganyar dan Satlantas Polres Karanganyar menjadi bekal menjalani penyisihan selama tiga hari, 10-12 Juni 2014, di Komplek Islamic Center, Semarang. Materi ujian seperti bidang lalu-lintas, keselamatan jalan, jasa raharja dan Organisasi Angkutan Darat (Organda).

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengapresiasi Dishubkominfo yang berupaya meningkatkan kualifikasi awak angkutan umum melalui pendidikan dan penghargaan. Dia juga meminta untuk menjadi pelopor etika berkendara bagi rekan-rekan satu profesi. “Yang menang hendaknya bisa pelopor dan panutan rekan-rekan seprofesi dalam berkendara agar nyaman dan aman,” tandas Juliyatmono. pd

Read More
DSC_0071 copy

Pelatihan Kadus Untuk Pemberdayaan Masyarakat

Karanganyar, Selasa (17/06/2014)

Bupati Karanganyar Juliyatmono, menyematkan tanda peserta Pelatihan Metodologi Pemberdayaan Masyarakat bagi Kadus, di Pendopo Rumah DInas Bupati Karanganyar, Senin (16/06)

Bupati Karanganyar Juliyatmono, menyematkan tanda peserta Pelatihan Metodologi Pemberdayaan Masyarakat bagi Kadus, di Pendopo Rumah DInas Bupati Karanganyar, Senin (16/06)

Kepala Dusun (Kadus) sebagai fasilitator pembangunan mempunyai peranan penting untuk masyarakat, terutama untuk mengali potensi yang ada sehingga kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desa bisa meningkat.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menuturkan sebagai fasilitator kadus dituntut mampu memfasilitasi penumbuh kembangan partisipasi masyarakat dalam rangka mewujudkan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu juga mengupayakan agar kegiatan pembangunan dari masyarakat itu sendiri.

“Beri ruang gerak dalam iklim usaha yang sesuai potensi masyarakat,” ujar Bupati Juliyatmono, saat membuka Pelatihan Metodologi Pemberdayaan Masyarakat, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (16/06) siang.

Dia juga menjelaskan diperlukan langkah-langkah strategis secara nyata menyentuh masyarakat antara lain penciptaan suasana yang memungkinkan potensi masyarakat yang berkembang. Lebih dari itu juga memperkuat potensi yang dimiliki masyarakat. “Harus dicegah yang lemah menjadi bertambah lemah karena kurang berdaya menghadapi yang kuat,” tuturnya.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Bapermasdes) Kabupaten Karanganyar, Utomo Sidi Hidayat, menjelaskan pelatihan Metodologi Pemberdayaan Masyarakat ini diikuti sebanyak 162 kadus dari setiap desa, atau yang belum pernah mengikuti pelatihan. “Pelatihan ini berlangsung selama empat hari diantaranya untuk pemberian materi dan kunjungan lapangan.Harapannya memahami kebijakan pemerintah dalam pemberdayaan,” tandas Utomo. pd

Read More
DSC_0016 copy

Komplek Ar Rahman di Siapkan Jadi Pusat Kegiatan Pendidikan dan Dakwah

Karanganyar, Senin (16/06/2014)

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengunting rangkaian melati sebagai tanda peresmian masjid Ar Rahman, Buran, Tasikmadu, Minggu (15/06)

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengunting rangkaian melati sebagai tanda peresmian masjid Ar Rahman, Buran, Tasikmadu, Minggu (15/06)

Pembangunan masjid Ar Rahman seluas 700 meter persegi telah selesai dan diresmikan Bupati Karanganyar. Yayasan Ar Rahman juga menyiapkan sebagai komplek pusat pembinaan umat Islam dan kegiatan pendidikan yang berdiri diatas lahan seluas 3500 meter persegi,.
Pengurus Yayasan Ar Rahman, Seno Hadisumitro menuturkan melalui yayasan itu siap untuk mencetak sejuta dai dan direncanakan terdapat fasilitas pendidikan dakwah.
“Di tempat ini terdapat berbagai macam kegiatan mulai dari tahsin Al Quran, kajian mawaris atau konsultasi pembagian warisan, pelatihan islam kafah, wirausaha remaja dan pemuda, dan taman pendidikan Al Quran,” kata Seno Hadisumitro, saat seusai peresmian masjid Ar Rahman, di Buran, Tasikmadu, Minggu (15/06) pagi.
Dijelaskannya, Rehat Taklim dan Motivasi (RTM), konsultasi keluarga dan remaja, dan pelatihan manasik haji dan umroh juga menjadi bagian kegiatan pihak Yayasan Ar Rahman.
“Kami mempersilahkan dan boleh dimanfaatkan umat tanpa melihat aliran dan golongan. Jadi bebas saja tanpa perbedaan,” jelas nya.
Penasehat Yayasan Ar Rahman, Taufik Usman, menegaskan pengelolaan dilakukan profesional. Di masjid yang berlokasi dekat dengan Sondokoro merupakan keuntungan. “Di komplek ini merupakan wisata hati,” tuturnya.
Ditempat yang sama, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menuturkan mengapresiasi adanya komplek masjid megah dan indah sebagai pusat dakwah.
“Pengelolaan masjid harus bernar-benar secara profesional. Masjid telah dijadikan sebagai tempat menanamkan nilai-nilai kebajikan dan kemaslahatan umat manusia,” ujar nya.
Bupati Juliyatmono juga meminta agar supaya dapat mengoptimalkan dan memakmurkan masjid dengan sebaik-baiknya.pd

Read More
sepakbola (1)

Kabupaten Karanganyar Ikuti Kejuaraan Sepakbola Piala Walikota Solo

sepakbola (3)

Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat berusaha melewati pemain lawan. (Sabtu, 14/06)

Tim sepakbola Kabupaten Karanganyar mengikuti kejuaraan Piala Walikota Solo dalam rangka Memperingati Hari Jadi Kota Solo ke – 68. Adapun peserta kejuaraan ini adalah kabupaten / kota se eks. karesidenan Surakarta (SUBOSUKOWONOSRATEN). Untuk kriteria pemain panitia juga membatasi dengan usia pemain min 40 tahun keatas.

Pertandingan sabtu pagi, 14/06  yang mempertemukan kesebelasan Pemkab Karanganyar dan kesebelasan Pemkab Sukoharjo berlangsung sangat seru. Gol Pemkab Karanganyar dilesatkan oleh Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo pada menit ke 8 babak pertama. Hingga babak pertama usai, Pemkab Karanganyar tertinggal oleh Pemkab Sukoharjo 1-4.

Babak kedua baru berjalan 3 menit, Pemkab Karanganyar menambah gol melalui Saroto dari titik penalti. Peluit panjang wasit mengakhiri pertandingan dengan keunggulan Pemkab Sukoharjo 7 gol berbalas 2 gol oleh Pemkab Karanganyar. ad

sepakbola (2)

Aksi Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo saat pertandingan sabtu pagi ini.

Read More
DSC_0044 copy

236 Atlet Ikuti Kejurkab Bulutangkis

Karanganyar, Jumat (13/06/2014)

Bupati Karanganyar Juliyatmono (kiri) ikut bermain bulutangkis usai membuka Kejurkab, Kamis (12/06)

Bupati Karanganyar Juliyatmono (kiri) ikut bermain bulutangkis usai membuka Kejurkab, Kamis (12/06)

PBSI Kabupaten Karanganyar mengadakan Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Bulutangkis yang diikuti oleh atlet-atlet dari berbagai klub di kabupaten tersebut di Gedung Olahraga Nyi Ageng Karang Kelurahan Cangakan Kecamatan Karanganyar, Kamis (12/6) hingga Senin (16/6) mendatang.

Sebanyak 236 peserta dari 22 klub di Kabupaten Karanganyar turut serta dalam kejuaraan itu. Panitia membagi pertandingan tersebut ke dalam 10 kategori antara lain, Tunggal Putra/ Putri Usia Dini Madya, Tunggal Putra/ Putri Dini Utama, Tunggal Putra/ Putri Anak, dan Tunggal Putra/ Putri Pemula.

Selain itu juga panitia juga mempertandingkan kejuaraan untuk Ganda Putra/ Putri Pemula, Tunggal Putra/ Putri Remaja, Ganda Putra/ Putri Remaja, Ganda Dewasa Putra, Ganda Veteran Putra, dan Ganda Veteran Putri.

Kejurkab bulutangkis itu dibuka langsung oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono, pada salah satu cabang olahraga yang dia gemari. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Bulutangkis merupakan yang olahraga murah dan digemari banyak orang, bahkan sampai di desa-desa,” ujarnya.

Dia menambahkan, masyarakat Bumi Intanpari patut berbangga sebab atlet nasional yang kini memperkuat Tim Thomas, Indonesia yakni Rian Agung Saputro berasal dari Kabupaten Karanganyar.pd

Read More
DSC_0207 copy

Adat Mondosiyo, Serunya Berebut Ayam

Karanganyar, Kamis (12/06/2014)

Rebutan ayam, acara yang menarik saat adat tradisi Mondosiyo, di Dusun Pancot, Desa Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu

Rebutan ayam, acara yang menarik saat adat tradisi Mondosiyo, di Dusun Pancot, Desa Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu

Upacara adat Mondosiyo sudah ada sejak puluhan tahun. Bagi masyarakat lereng Gunung Lawu di Dusun Pancot, Desa Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu merupakan tradisi turun temurun sebagai ungkapan rasa syukur kelahiran dusun, Selasa (12/06) sore.
Atraksi menarik reog Ponorogo dari tiga kelompok Gembong Lawu, Singo Pancot Mulyo, dan Singo Gilang menandai dimulainya adat tradisi yang didatangi ribuan orang. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan menyiram air tape di situs Batu Gilang setelah diambil dari Punden Bale Patokan.
Sesaat setelah itu, acara menjadi menarik. Ratusan warga mulai mendekat dan mengepung joglo Balai Pasar Pancot yang terletak ditengah dusun. Mereka dengan serius mengamati atap joglo untuk menangkap belasan ayam. Hewan unggas itu sengaja dilempar di atas atap untuk diperebutkan jika turun. Berbagai usaha dilakukan agar bisa menangkap ayam itu tanpa menaiki atap rumah. Sorak sorai bergemuruh menambah keramaian. Mereka hanya boleh berpegangan pada pinggir atap saat mencoba menangkap ayam itu.
Dalam adat Mondosiyo, ayam-ayam itu diberikan pemilik sebagai nazar atas keberhasilan yang diraih dengan menyerahkan dua ekor ayam. Namun bagi warga yang berhasil menangkap ayam tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi, tetapi hanya dipelihara.
Seperti halnya yang dilakukan Harno, warga Dusun Pancot mempunyai nazar bila mempunyai anak.”Keinginan ini jika istri melahirkan seorang anak laki-laki,” kata Harno.
Kepala Lingkungan (Kaling) Dusun Pancot, Sulardiyanto menuturkan, upacara adat Mondosiyo yang diadakan setiap tujuh bulan tersebut merupakan ungkapan rasa syukur. Tradisi ini diselenggarakan setiap Selasa kliwon wuku Mondosiyo. pd

Read More
DSC_1007 copy

Kuota Elpiji Ditambah 22.451 Tabung

Karanganyar, Kamis (12/06/2014)

Bulan Juni dan menjelang Lebaran pasokan elpiji tiga kilogram  ditambah

Bulan Juni dan saat Ramadhan pasokan elpiji tiga kilogram ditambah

Kuota elpiji ukuran tiga kilogram akan ditambah pada bulan Juni sebanyak 22.451 tabung atau seratus persen jatah harian. Menjelang bulan Ramadhan nanti, Pemerintah Kabupaten Karanganyar juga akan mengusulkan penambahan tabung elpiji.

Kepala Bagian Perekonomian, Setda Karanganyar, Timotius Suryadi menuturkan penambahan kuota pada bulan ini untuk mengantisipasi permintaan tambahan menjelang bulan Ramadhan.
“Penambahan kuota berlaku selama 25 hari, mulai 1 Juni 2014 sebanyak 22.451 tabung gas elpiji ditambah kuota tambahan,” jelas Timotius, di Kantornya, Selasa (10/06).

Tambahan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan konsumen yang fluktuatif. Apabila dirata-rata, Kabupaten Karanganyar mendapat tambahan elpiji sebanyak 898 tabung per hari selama 25 hari.

“Penambahan ini telah mendapat persetujuan dari PT Pertamina melalui Hiswana Migas dan Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan Harga Eceran Tertinggi (HET) di pangkalan Rp. 14.500, dan untuk harga eceran di konsumen rumah tangga sebesar Rp. 16 ribu per tabung,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Kasubag Sumber Daya Alam (SDA) Bagian Perekonomian, Farida mengatakan untuk mengamankan pasokan menjelang lebaran nanti kuotanya ditambah lagi lebih besar. “Kemungkinan penambahan mencapai 500 persen dari jatah harian atau sekitar 112.255 tabung,” ujar Ida.

Biasanya, lanjut Ida, permintaan elpiji mendekati Lebaran cederung naik. Diperkirakan penggunaan tabung itu naik 15 persen dibandingkan permintaan tahun lalu. “Penambahan 500 persen jatah harian ini untuk menyiapkan konsumsi elpiji yang cenderung meningkat sebelum, saat dan pascalebaran,” imbuhnya.

Dijelaskan pula, Pemkab Karanganyar juga mengawasi distribusi untuk mengantisipasi penimbunan dan permainan harga. Terdapat 11 agen elpiji yang mendistribusikan tabung ke 1331 pangkalan resmi.pd

Read More
090312_SOLO_tower-BTS4

Penarikan Retribusi Pendirian Tower di Karanganyar Diintensifkan

090312_SOLO_tower-BTS4Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar akan mengintensifkan penarikan retribusi pendirian basetransreceiver station (BTS) atau menara tower telekomunikasi pada tahun ini.

Penarikan retribusi tidak semata-mata untuk mendulang Pendapatan Asli Daerah (PAD), melainkan mengakomodasi perkembangan pesat teknologi komunikasi dan penataan tata ruang kota.

Demikian disampaikan Kabid Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Karanganyar, Bambang Sugito ketika dijumpai, Selasa (10/6) di ruang kerjanya. Bambang mengatakan keberadaan tower selama ini cenderung luput berkontribusi ke Pemkab. Hal ini dikarenakan pendiriannya sebelum terbit Perda No 4/2012 tentang Retribusi Jasa Umum dan Perda No 12/2013 tentang Pengendalian Menara Telekomunikasi.

Padahal potensinya cukup besar, mencapai Rp800 juta dari total 119 tower di Karanganyar. “Retribusi untuk satu menara telekomunikasi dihitung dua persen dari nilai jual obyek pajak (NJOP),” kata dia.

Selain berpotensi menyumbang PAD, Bambang mengatakan penarikan retribusi bertujuan mengendalikan pendirian infrastruktur itu demi kepentingan estetika. Dalam perda pengendalian menara telekomunikasi diatur tata cara pendirian yang disesuaikan zona. Di antaranya mengatur radius antarmenara dalam satu zona, yakniminimal satu seperempat kali ukuran tingginya. Kemudian jarak aman dengan hunian minimal lima meter dan terlarang didirikan di kawasan cagar budaya.

Dalam selular plan yang disusun Dishubkominfo, lanjut Bambang, kuota pendirian menara telekomunikasi di Bumi Intanpari masih banyak tersedia.

Anggota Tim Teknis selular plan Pemkab Karanganyar, Eko Supriyadi menambahkan tengah mengevaluasi keberadaan menara telekomunikasi guna melandasi rekomendasi pendirian baru pada tahun ini. Tercatat, penyedia layanan selular antre mendapatkan rekomendasi pendirian tower. Diterangkannya, ada syarat yang harus dipenuhi provider dalam pendirian menara telekomunikasi.

Hal ini agar tidak mengulang pendirian menara telekomunikasi pada tahun-tahun sebelumnya yang dinilai ada beberapa kekurangan. Sejumlah kasus muncul akibat masyarakat merasa tidak nyaman tinggal di sekitar menara telekomunikasi.

“Terdapat penyesuaian di aspek perizinan. Keberadaan menara harus diasuransikan, wajib mengurus HO [izin gangguan] khususnya menara berpotensi mengganggu lingkungan,” kata dia.

Dari total menara telekomunikasi di Karanganyar, Eko menyebut sebagian di antaranya masih mengandalkan suplai energi genzet. Tim teknis tidak merekomendasikan operasional mesin tersebut karena menimbulkan kebisingan.

“Kami akan secara selektif dalam merekomendasikan pendirian tower. Termasuk aspek gangguan harus diminimalisasi oleh provider,” katanya.

Sumber : http://www.solopos.com/

Read More
tmmd

TMMD Tahap 1 Di Desa Beruk Jatiyoso Resmi Ditutup

tmmd (2)

Bupati Karanganyar, Juliyatmono Saat Tinjau Jembatan Yang Dibangun di TMMD Tahap 1 Desa Beruk Jatiyoso, (Selasa, 10/06/2014)

Karanganyar – Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Selasa (10/6/2014) menutup acara TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Tahap 1 ( Reguler ke-92 dan Sengkuyung I ) tahun 2014 Wilayah Kodim 0727 Karanganyar. Acara digelar di Lapangan Desa Beruk, Jatiyoso. Hadir pula dalam acara tersebut Kapolres Karanganyar, Dandim 0727 Karanganyar, Kajari Karanganyar, Pengadilan Agama Karanganyar, Wakil Bupati Karanganyar, Kepala SKPD, Camat se Kab. Karanganyar dan Kades se. Kec. Jatiyoso.

Dalam sambutannya, Bupati Karanganyar yang membacakan sambutan Gubernur Jateng menyampaikan bahwa Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) merupakan program lintas sektoral yang melibatkan serta memadukan unsur-unsur TNI, Kementrian, Lambaga Pemerintah serta elemen masysrakat, dalam rangka membantu Pemerintah untuk ikut serta mendukung akselerasi pembangunan nasionaltersebut digelar selama 21 hari, dari 21 Mei hingga 20 Juni 2014. Kegiatan TMMD kali ini terbagi dalam dua kegiatan, yaitu Kegiatan Fisik dan Kegiatan Non Fisik. Adapun sasaran kegiatan yang hendak dicapai adalah betonisasi jalan, gorong-gorong dan jembatan serta rehab masjid.

“Kegiatan TMMD mempunyai peran strategis, artinya, bisa membangkitkan kembali nilai-nilai luhur bangsa dengan semangat kebersamaan. Sehingga diharapkan lahir kembali rasa cinta tanah air guna mempererat persatuan dan kesatuan”, tambah Juliyatmono. Dan saya berharap supaya TMMD Tahap 1 yang dilaksanakan di Desa Beruk kali ini Hasilnya (sarana dan Prasarana) dapat langsung dinikmati oleh warga masyarakat dan Kegiatan perdagangan, perekonomian, perhubungan, pendidikan dan roda pemerintahan semakin lancar.

Dalam kesempatan itu, Bupati selaku Irup secara simbolis menerima penyerahan hasil proyek TNI Manunggal Membangun Desa tahap 1 sekaligus penandatanganan. Usai upacara, Bupati bersama Dandim 0727 meninjau lokasi hasil proyek TMMD dan menggunting pita sebagai tanda TMMD Tahap 1 sudah selesai dilaksanakan. ad

Read More
DSC_0023 copy

TPS Turun, DPT Pilpres Naik

Karanganyar, Senin (09/06/2014)

Rapat Pleno Penyusunan dan Penetapan Rekapitulasi Daftar Pemilih Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 di Hotel Taman Sari

Rapat Pleno Penyusunan dan Penetapan Rekapitulasi Daftar Pemilih Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014

Komisi Pemilihan Umumm (KPU) Kabupaten Karanganyar memutuskan mengurangi jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk Pemilihan Presiden pada 9 Juli mendatang. Meski demikian, hasil verifikasi dan pendataan, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilpres mengalami kenaikan dibandingkan Pileg 9 April lalu.
“Jumlah TPS justru menyusut 90 unit dibandingkan pada Pemilihan Legislatif (Pileg) kemarin. Kalau di Pileg 2006 TPS, namun untuk Pilpres berkurang sebanyak 190 menjadi 1916 pada Pilpres besok,” ujar Sri Handoko Budi Nugroho, Ketua KPU Kabupaten Karanganyar, saat Rapat Pleno Penyusunan dan Penetapan Rekapitulasi Daftar Pemilih Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 di Hotel Taman Sari, Sabtu (07/06).
Mengenai penyusutan TPS, Handoko mengatakan hal itu akan menyederhanakan kerja penyelenggara pemilu. Selain itu, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilpres juga ditetapkan juga mengalami perubahan. KPU menetapkan angka 688.635 pemilih yang masuk DPT. Angka itu diperoleh dengan mencoret 5.000 pemilih pada DPT Pileg kemarin serta menambahnya dengan 10.620 pemilih pemula yang masuk ke Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPS HP). “DPT Pilpres sebanyak 688.635 orang. Terdiri 340.353 pemilih pria dan 348.282 pemilih perempuan,” jelas Handoko.
Jika dibandingkan, jumlah DPT Pilpres bertambah 8.550 orang dari DPT Pileg lalu sebanyak 680.085 orang. Guna menyebarluaskan data tersebut, pihaknya akan melakukan sosialisai. Hanya saja, KPUD akan mengemas secara khusus mengingat jadwalnya bertepatan dengan Ramadhan. Bisa jadi, kata dia, sosialisasi akan disisipkan di kegiatan rohani bagi umat Islam.
Disinggung soal kampanye, pihaknya menegaskan tim kampanye pemenangan pasangan capres cawapres dipersilakan menyelenggarakan sosialisasi politik kepada calon pemilih selama masa kampanye 4 Juni – 5 Juni 2014. Lantaran tidak diatur secara khusus oleh KPU, tim sukses boleh menyelenggarakannya di tempat dan waktu sesuai selera.
“Memang tidak dibatasi zona. Namun perlu koordinasi dan izin dari polisi. Pada prinsipnya silakan saja, asalkan jangan berbenturan dengan tim sukses pasangan rival,” jelasnya.
Ditanya target KPU terkait partisipasi masyarakat dalam menyukseskan pemilu presiden dan wakil presiden, Handoko berharap seluruh warga negara berhak pilih menggunakan hak pilihnya. Pada Pileg lalu, tingkat partisipasi mencapai 78 persen. pd

Read More