Open Hours of Government: Mon – Fri: 8.00 am. – 6.00 pm.
+1 800 123 456 789
Karanganyar, Minggu (25/05/2014)
Sejak awal mula tahun 1996 ketika ikut pameran di Pasar Raya Jakarta, Sumartoyo mencoba untuk mencari peluang usaha dengan memamerkan kayu namun dibalut dengan motif batik. Kemudian tahun 1998 mulai berdiri mandiri dengan menciptakan karya-karya unik dan tradisional.
“Saya pertama kali membuat warna motif batik ternyata belum bisa. Padahal saat itu akan ada pameran yang di selenggarakan oleh Pemkab Karanganyar,” ujar Sumartoyo. Namun dengan belajar dan ketekunannya dia bisa membuat warna motif ciri khas batik. “Ada motif sogan dan kawung,” kata Sumartoyo, saat di temui di galeri dan sekaligus rumanya Puri Art, Perum Bulu, Rt 06/ Rw XVII, Jaten, Kabupaten Karanganyar.
Dia memproduksi berbagai macam batik kayu dari gelang, meja, kursi, kentongan, wayang, mangkok, dan piring. Ada juga jenis hewan seperti bebek, kelinci, ikan dan gajah. “Yang menarik batik kayu untuk papan dan bidak catur. Bahan baku produk kami terbuat dari berbagai jenis kayu seperti jati, pule, sengon, mahoni dan bambu,” ujar dia.
Untuk lamanya pembuatan tergantung ukuran dan di sesuaikan dengan tingkat kerumitan.”Rata-rata bisa selesai dalam waktu satu minggu,” ujar Sumartoyo. Sampai dengan saat ini, Sumartoyo telah keliling pameran dari lokal hingga luar negeri. “Saya pernah ikut pameran di Utrecht, Jerman. Disana peminatnya lumayan banyak, karena produk ini unik dan bernilai tradisional,” jelasnya.
Di pasar lokal, para pemesan maupun pembeli berasal dari Solo, Jogyakarta bahkan Jakarta. pd
Karanganyar, Kamis (22/05/2014)
Saka Kalpataru Karanganyar dibawah naungan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Karanganyar mengikuti Jambore Lingkungan Hidup Perkemahan Bakti Saka Kalpataru 2014 yang diikuti sebanyak 35 Kabupaten/Kota se Provinsi Jawa Tengah dan akan berlangsung di Kota Semarang selama empat hari, dimulai dari Kamis-Minggu (22/25) Mei 2014.
Dikatakan Waluyo Dwi Basuki, Kepala BLH Kabupaten Karanganyar bahwa kegiatan jambore itu sebagai sarana konsolidasi dan untuk mempelopori cinta lingkungan hidup kepada masyarakat. “Kami berharap dengan adanya jambore ini nantinya Saka Kalpataru bisa mempelopori kecintaan dan kelestarian terhadap lingkungan hidup,” ujar Basuki setelah acara pelepasan kontingen, Kamis (22/05).
Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar, Samsi menuturkan kegiatan tersebut sangat positif karena menambah pengalaman, pengetahuan dan ketrampilan yang berguna bagi Saka Kalpataru maupun masyarakat.
“Mencintai lingkungan hidup sangat baik apalagi dilakukan oleh remaja lewat kegiatan kepramukaan seperti ini. Dengan begitu ilmu yang didapatkan menjadi bertambah dan dapat diterapkan di masyarakat,” ujar Samsi.
Di Bumi Perkemahan Karanggeneng, Gunungpati, Kota Semarang para peserta jambore mengikuti berbagai rangkaian kegiatan dan harapannya mendapat prestasi. Adapun kontingen dari Karanganyar meliputi pramuka tingkat penegak sebanyak empat orang putra dan empat orang putri, didampingi Pembina, pendamping dan pimpinan yang berasal dari SMAN 1 Karanganyar, MAN Karanganyar serta personel kwarcab pramuka kabupaten. pd
Karanganyar, Rabu (21/05/2014)

Sebanyak 200 linmas se Kabupaten Karanganyar mngikuti pelatihan beladiri tanpa senjata dan pengendalian huru hara
200 petugas Perlindungan Masyarakat (Linmas) se-Kabupaten Karanganyar mendapatkan pelatihan bela diri dan antisipasi huru-hara di Alun-Alun Karanganyar, Rabu (21/05). Program Pembinaan Linmas se-Jateng itu mendatangkan pelatih dari Kodim dan Polres setempat.
Latihan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan diri dalam menghadapi kondisi yang tidak kondusif. Apalagi, dalam beberapa bulan ke depan, Indonesia termasuk Kabupaten Karanganyar akan menyelenggarakan Pemilihan Presiden (Pilpres). Dengan demikian, diperlukan antisipasi pengamanan dan ketertiban masyarakat.
Kabid Linmas pada Kesbangpolinmas Jateng, Noor Hadi mengungkapkan program tersebut dilakukan serentak di semua kabupaten/ kota se-Jateng. “Program pembinaan Linmas se-Jateng ini kami harapkan mampu meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan kesejahteraannya. Kami sengaja memilih pelatih dari Kodim dan Polres setempat,” kata dia di sela-sela pelatihan.
Khusus pelatih dari Kodim 0727/ Karanganyar, pihaknya meminta untuk mengajari Linmas tentang bela diri saat mengamankan wilayah. Sementara itu, pelatih dari Polres diminta memberikan keterampilan dalam penanganan huru-hara di masyarakat.
Pihaknya berharap, keterampilan tersebut tidak hanya dipergunakan saat pengamanan pemilu, melainkan kondisi yang mendesak. Terlebih, Karanganyar memiliki beberapa daerah yang dinilai rawan bencana.
Disinggung mengenai pengamanan Pilpres 9 Juli mendatang, Noor mengungkapkan juga akan menugaskan Linmas dari tingkat RT/ RW, Kelurahan dan Kabupaten. Berdasarkan pada aturan yang ada, lanjut dia, masing-masing TPS akan dijaga oleh dua personil Linmas. Hal tersebut sama seperti sistem pengamanan dalam Pileg 9 April lalu. pd
Karanganyar, Selasa (20/05/2014)
Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Karanganyar untuk memperingati Hari Palang Merah Sedunia telah mengadakan lomba menulis untuk Palang Merah Remaja Tingkat SMP dan SMA se Kabupaten Karanganyar dari awal bulan Mei 2014 sampai dengan 14 Mei 2014 dan telah diputuskan pemenangnya.
Untuk kategori SMP, juara 1, Kintan Prasiwi dari SMP Negeri 3 Karanganyar, juara 2, Karina Febrianti dari SMP Negeri 4 Karanganyar, dan juara 3, Nindia Rizma Widyani berasal dari SMP Negeri 2 Mojogedang.
Selanjutnya untuk kategori SMA, juara 1, Aulia Kurniawati dari SMA Negeri 1 Karanganyar, juara 2, Rani Alinda Sari dari MAN Karangayar, dan Dewi Novita mendapatkan juara 3 berasal dari SMA Negeri Kerjo. pd
Karanganyar, Jumat (16/05/2014)
Industri perumahan pengolahan makanan ringan di Dusun Ganoman, Desa Koripan, Kecamatan Matesih mulai tumbuh dan berkembang. Bahan dasar ubi yang didapat dari hasil panenan di wilayah sekitar sangat mendukung kebutuhan produksi.
Sampai saat ini produksi ketela dapat menghasilkan seberat 60-70 kilogram sebagai bahan makanan olahan seperti kripik stik, grubi, walangan dan keripik iris. Menurut Ketua Kelompok Masyarakat Dusun Ganoman, Triyono, panenan ubi melimpah sehingga warga dapat memanfaatkan untuk industri makanan. Produksi dari Dusun Ganoman tidak mengunakan bahan pengawet, namun dengan pengolahan alami.
“Industri rumahan di sini telah berkembang sejak lima tahun ini. Hasil produksi bahkan dijual sampai ke luar Pulau Jawa dan kota-kota besar,” ujar Triyono. Untuk membuat sajian kripik cukup mudah dan sederhana. Caranya bahan dasar dari ubi dikupas terlebih dahulu, kemudian dibersihkan dan dipotong. Untuk walangan, dipotong seukuran lidi kemudian digoreng setengah matang.
Setelah itu ditiriskan, selanjutnya didiamkan selama semalam. Kemudian digoreng sambil dimasukkan larutan gula sampai matang. Proses selanjutnya diangkat dari pengorengan dan didiamkan sebentar lalu dibuat bulatan-bulatan saat masih panas. Sedangkan varian stik dan irisan pipih bercitarasa pedas dan gurih cukup diberi bumbu.
Salah satu pelaku industri rumahan di Dusun Ganoman, Paryanto menuturkan walangan ini sudah banyak pemesannya, bahkan sampai Jakarta. Namun disisi lain, para pelaku itu masih menunggu legalisasi dari Kementerian Kesehatan berkaitan dengan registrasi produk makanan tersebut.
“Kami menjual walangan perkilo berbeda-beda, tergantung ukuran. Untuk ukuran besar dijual Rp. 14 ribu per kilogram, sedangkan ukuran kecil dijual Rp. 15 ribu per kilogram. Sedangkan untuk kripik ubi irian Rp. 35 ribu per lima kilogram,” ujarnya. Walangan ini disetiap daerah berbeda-beda namanya. Kalau di Jakarta krispi, namun di Jawa Tengah terkenal walangan atau grubi. pd

Rapat Pleno terbuka KPU Karanganyar penetapan perolehan kursi dan calon terpilih anggota DPRD Kabupaten Karanganyar
Karanganyar, Selasa (13/05/2014)
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karanganyar menetapkan perolehan kursi partai politik (parpol) serta penetapan calon terpilih anggota DPRD Kabupaten Karanganyar pada pemilu 2014 melalui rapat pleno terbuka, Senin (12/05) di KPU Karanganyar.
Dari data yang disampaikan, terdapat sembilan partai politik (parpol) yang mendapatkan kursi, diantaranya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) empat kursi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) enam kursi, Partai PDI Perjuangan 14 kursi, Partai Golongan Karya delapan kursi, Partai Gerindra dan Partai Demokrat masing-masing memperoleh empat kursi, Partai Amanat Nasional dua kursi, Partai Persatuan Permbangunan satu kursi, Partai Hati Nurani Rakyat sebanyak dua kursi.
Sedangkan terdapat tiga parpol yang tidak mendapatkan kursi, yaitu Partai Nasdem, Partai Bulan Bintang, dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia.
Adapun penentuan perolehan kursi legislatif sesuai bilangan pembagi pemilihan (BPP) setiap dapil berbeda-beda berkisar antara 10.079 sampai 12.323.
“Setelah rekapitulasi hasil suara, dituangkan ke formulir model EB untuk menetapakn kursi disetiap dapil. Setelah itu, ditetapkan calon terpilih tiap-tiap parpol untuk mewakili di DPRD,” kata Ketua KPU Kabupaten Karanganyar Sri Handoko Budi Nugroho.
Rapat pleno berjalan dengan lancar dan hadirin oleh seluruh komisioner KPU, Panwas, dan saksi dari parpol tidak ada yang menyampaikan keberatan terhadap penetapan kursi dan calon terpilih. pd
Karanganyar, Jumat (09/05/2014)
Pabrik Gula (PG) Tasikmadu, Karanganyar setiap akan giling diadakan acara tebu temanten yang merupakan sepasang tebu. Untuk laki-laki diberi nama Bagus Sarkoro, diambilkan dari lahan Langenharjo, sedangkan perempuan Roro Ayu Manis Probo, dari Suruh.
Berdasarkan cerita, riwayat upacara tebu temanten diawali ketika PG Tasikmadu didirikan oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Mangkunegoro IV pada tahun 1871, setiap menjelang giling selalu diadakan upacara selamatan bagi seluruh karyawan.
Agar menarik, acara itu dikemas seperti secara meriah layaknya perhelatan, namun karena yang mempunyai hajad pabrik gula, maka pasangan temanten secara simbolis berwujud sepasang tebu, kemudian dikenal dengan istilah “Tebu Temanten”.
Upacara diawali pemberangkatan tebu temanten dari rumah dinas kepala tanaman menuju besaran. Setelah laporan ke administratur, selanjutnya tebu temanten digiring menuju stasiun gilingan untuk dilakukan pengilingan tebu.
Pada tahun ini yang diadakan pada Jumat (09/05) jam 06.30, kegiatan tersebut terlihat sangat meriah dan dihadiri ribuan masyarakat berbondong-bondong untuk melihat prosesi budaya. Terlihat juga Bupati Karanganyar Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, Muspida dan beberapa kepala SKPD Kabupaten Karanganyar.
Selain itu, juga diarak 15 batang tebu yang sudah berumur satu tahun dan tinggi sekitar dua meter untuk digiling secara simbolis. Nantinya PG Tasikmadu mulai proses giling tebu pada 17 Mei 2014.
Bupati Juliyatmono menuturkan kegiatan ini merupakan tradisi budaya dan warisan yang bernilai tinggi sejak 143 tahun yang lalu.
“Sungguh luar biasa tahun 1871, bangsa ini sudah berpikir tentang industrialisasi seperti adanya PG Tasikmadu. Ini warisan budaya yang harus tetap dijaga dan dilestarikan,” tandasnya. pd
Karanganyar, Senin (05/05/2014)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat mencoba menanam bibit padi dengan mengunakan alat pertanian transplanter
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meresmikan Rumah Pintar Petani (RPP) di Balai Desa Pulosari, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Minggu (04/05) pagi.
Rumah Pintar Petani merupakan sarana adanya penjual dan pembeli agar harga dipasaran tidak jatuh. Terdapat pula segala macam kebutuhan petani, seperti modal, bibit, pupuk, tata cara pengairan, pupuk, dan alat-alat pertanian.
“Misalkan saja harga jagung di tingkat lokal jatuh, namun bisa dijual skala nasional atau internasional harga bisa jauh lebih tinggi,” ujar Ganjar.
Acara itu juga dihadiri Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan, Direktur Bulog, Sutarto Alimoeso, Bupati Karanganyar Juliyatmono, dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo.
Gubernur Ganjar menuturkan dengan adanya RPP ini diharapkan bisa ada meeting point antara pembeli dan pembeli.
“Kami terus mendorong agar petani bisa lebih kreatif dalam berbagai hal di sektor pertanian,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, dia juga menanam bibit padi dengan mengunakan rice transplanter di area persawahan.
Bupati Juliyatmono pada kesempatan itu menuturkan melalui program ini, tentunya dapat memberikan pelayanan prima kepada para petani dalam pemenuhan kebutuhannya.
“Dengan memanfaatkan segala bentuk potensi dan menggalang kerjasama dengan berbagai pihak, kita wajib optimis bahwa petani sejahtera,” tandasnya.pd

KARANGANYAR, 8 Juli 2019
Indonesia gagal meraih emas dalam Asian Juniors Chess Championship (AJCC) 2019. Wakil terbaiknya harus puas menyabet medali perak dan dua medali perunggu di turnamen pecatur U-20 yang berlangsung di Lorin Hotel, 1-8 Juli 2019. Meski begitu, besar harapan Indonesia tetap jadi tuan rumah dan mempererat kerjasama antarnegara asia.
“Melalui event catur, kami berharap dapat menyatukan beberapa negara di Asia. Para juara nantinya juga dapat berprestasi di level yang lebih tinggi,” kata Bupati Karanganyar Juliyatmono, usai menutut AJCC 2019, Senin (8/7) malam.
Di ajang ini, medali perak diraih Novendra Priasmoro dari nomor catur cepat. Di nomor ini, medali emas direbut Nguyen Anh Khoi dari Vietnam dan perunggu diperoleh Kaumandur Srihari Raghunandan dari India. Sedangkan di U-20 putri, andalan Tanah Air juga tak menyentuh tiga besar. Mereka diungguli Kylen Joy Mordido dari Filipina, Vantika Agrawal dari India meraih perak, sementara Nazerke Nurgali dari Kazakhstan merebut perunggu.
Di nomor catur kilat, pecatur putri Juwita Ardelia Sharfina menyumbang medali perunggu. Sementara emas dan perak disabet Nazerke Nurgali dari Kazakhstan dan Aakanksha Hagawane dari India. Medali emas nomor catur kilat putra direbut Daniel Quizon dari Filipina, sementara perak dan perunggu dibawa pulang pecatur Iran Mahdi Gholami Orimi dan pecatur India Nitish Belurkar.
Sedangkan di nomor catur standar, satu-satunya medali untuk Indonesia disumbang pecatur putra Catur Sagita Adi yang mendapat perunggu. Anh Khoi Nguyen dari Vietnam kembali merebut emas dan Kaumandur Srihari Raghunandan dari India menyabet perak. Sedangkan untuk catur standar putri, medali emas, perak dan perunggu diraih Serikbay Assel dari Kazakhstan, Vantika Agrawal dari India dan Aakanksha Hagawane dari India. (hr/Adt)