Category: Berita

Empat Kecamatan Jadi Tujuan Lokasi KKN Dua Kampus

 Karanganyar, Selasa 9 Januari 2018

Empat Kecamatan di Kabupaten Karanganyar menjadi tujuan lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dan Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta, Selasa (09/01).

Keempat Kecamatan tersebut meliputi  Kecamatan kerjo, Ngargoyoso dan Jenawi menjadi lokasi KKN mahasiswa UTP Surakarta yang berjumlah 376 orang sedangkan satu kecamatan lagi yakni Kecamatan Mojogedang menjadi lokasi  KKN mahasiswa UNS yang berjumlah 90 orang. Hal tersebut disampaikan Rektor UTP Surakarta, Prof. Ongko Cahyono pada penerjunan mahasiswa KKN yang berlangsung  di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Dalam laporannya, kegiatan KKN merupakan kerjasama yang sudah lama terjalin dengan baik menjadikan sinergi antara UNS, UTP dan Pemerintah Kabupaten Karanganyar.

“Adik-adik mahasiswa KKN yang kami terjunkan sudah kami beri bekal akademi dan skill agar dapat berinteraksi dengan baik dimasyarakat,”katanya.

Ia berharap kegiatan KKN dapat memberi kreatifitas, inovasi dan kontribusi besar sehingga masyarakat dapat merasakan langsung manfaat keberadaan mahasiswa di lokasi KKN.

“Pelaksanaan kegiatan KKN berlangsung selama 1,5 bulan mulai 11 Januari sampai 12 Februari 2018,”terangnya.

Sementara itu Bupati Karanganyar, Juliyatmono dalam sambutannya menghimbau agar semua pihak yang terkait untuk dapat memperlancar pelaksanaan kegiatan KKN.

Ia pun berharap mahasiswa yang melakukan KKN dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat sebagai pengalaman berharga dalam berkehidupan.
“Ikuti KKN ini dengan senang hati, jangan jadikan KKN sebagai persyaratan untuk lulus kuliah yang hanya akan menjadikan beban,”pesan Juliyatmono.

Demikian Diskominfo (ft/ind)

Read More
DSC_5414

Ciptakan Generasi Qurani

BANGGA ; Asisten II Pemkab Karanganyar, Siti Maiysaroch sangat bangga dan senang karena banyak generasi muda dan anak anak yang menghafal Al Quran.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KARANGANYAR – Minggu, 7 Januri 2018

Meskipun gempuran pengaruh media sosial dan televisi begitu gencar, namun masih banyak anak-anak dan remaja di Karanganyar mendalami ilmu agama. Buktinya, Minggu kemarin empat Rumah Qur’an Ahmad Dahlan Karanganyar meluluskan 90 santri penghafal Al Quran.  Anak usia SD hingga SMP tersebut bisa menghafalkan juz 30, 29, 28 dan juz 1.

“Saya terharu dan bangga. Masih banyak anak dan remaja menjadi penghafal Al Qur’an.  Saya menyambut baik wisuda ini dan yakin kedepan akan tercipta generasi Qur’ani,” ujar Asisten II Pemkab Karanganyar, Siti Maisyaroch saat memberikan sambutan pada para wisudawan dan wali santri penghafal Al Quran di Rumah Dinas Bupati, Minggu (7/12).

Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat tersebut sempat menetaskan air mata, karena terharu melihat antusias santri penghafal Al Quran. Anak-anak yang masih asyik dengan dunia sendiri tapi sudah mampu menghafal Al Quran.  Siti mengatakan jika anak-anak dan generasi  saat ini sudah senang dengan Al Quran maka keberkahaan akan muncul. Tidak terkeculi, Kabupaten Karanganyar akan penuh dengan keberkahaan. “Orang yang menghafal Al Quran adalah orang yang cerdas. Makanya Perguruan Tinggi UNS memberikan kesempatan bagi penghafal Al Quran untuk memilih jurusan tanpa tes. Saya yakin dan optimis, jika melihat hari ini akan banyak santri yang lolos,” imbuhnya

Pada kesempatan itu, Siti akan mengusulkan ke Bupati Karanganyar untuk memberikan rewad bagi ustad atau guru yang mengajar Al Quran. Termasuk yang menghafalkan AL Quran juga akan diusulkan untuk menerima rewad. “Ini baru ada empat rumah penghafal Al quran di Karanganyar. Saya berharap di 17 kecamatan akan ada rumah penghafal Al Quran,:” ucap Siti.

Sementara Pembina Rumah Tahfidz Quran Ahmad Dahlan, Ismail menambahkan Rumah Tahfidz Ahmad Dahlan di Karanganyar baru ada empat lokasi. Wisuda kemarin meluluskan 90 santri dari berbagai rumah tahfidz. Yakni di Matesih, Desa Dawung Kecamatan Matesih, di Mojogedang dan Jatipuro. Dia menambahkan hari ini yang lulus dari rumah Tahfidz Matesih 40 santri, di Rumah Tahfidz Dawung  46 santri, di Rumah Tahfidz Mojogedang 44  santri, Rumah Tahfidz Jatipuro 2 Santri. Dia mengatakan usia anak menghafal Al quran mulai dari TK hingga SMP.  “Ditengah usia mereka yang asyik dengan dunia mereka sendiri yakni bermain, namun kami berhasil meluluskan santri penghafal Al Quran. Saya mengucapkan terima kasih juga kepada ibu dan bapak wali santri yang tekun untuk mengantarkan anaknya belajar Al quran,” ungkapnya. Demikian Diskominfo (Hr)

Read More
web

Menemu Baling Mudahkan Buat Karya Tulis

Asisten Pemerintahan, Bachtiar Syarif, memberikan sambutan pada Seminar Menulis dengan Mulut, Membaca dengan Telinga (Menemu Baling).

Karanganyar, Senin (08/01/2018)

Metode Menulis dengan Mulut, Membaca dengan Telinga (Menemu Baling) memudahkan seorang guru dalam membuat karya tulis ilmiah sehingga menghasilkan hasil yang menarik.

Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Karanganyar, Giyarto menuturkan metode Menemu Baling merupakan metode yang digunakan untuk mendukung Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dan Gerakan Literasi Produktif Berbasis IT oleh IGI dengan Program Satu Guru Satu Tablet (Sagusatab).

“Menemu atau menulis dengan mulut, berarti mengganti semua aktivitas menulis di keyboard tablet atau telepon pintar dengan ucapan. Jadi setiap kata yang diucapkan langsung tertulis pada mesin pencatat saat itu juga,” kata Ketua IGI Karanganyar.

Sedangkan untuk membaca dengan telinga, kita tinggal mendengarkan saja dari mesin pembaca. Dokumen teks bisa berupa file Pdt, Word, Ppt, blog, email.

Kegiatan ini hampir bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun, dan menguntungkan bagi hampir semua profesi, terutama yang ada hubungannya dengan kegiatan tulis menulis.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan Sekda Karanganyar, Bachtiar Syarif, saat memberikan sambutan pembukaan, Minggu (07/01) di Aula Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarspus) Kabupaten Karanganyar mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Guru dengan mudah memanfaatkan metode ini. Aplikasi ini juga pengembangan teknologi yang kedepan digunakan, sehingga dunia pendidikan di Kabupaten Karanganyar tidak ketinggalan, bahkan bisa bersaing dengan daerah lain,” kata Asisten Pemerintahan.

Seminar itu juga dilakukan Video Conference (Vicon,) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.(pd)

Read More
DSC_0009

Peresmian Pasar Rakyat Desa Dawung

diskominfo

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo saat membagikan pisang kepada pedagang yang hadir saat peresmian pasar, Jumat Pagi (5/1)

Karanganyar – Ratusan warga Desa Dawung Matesih memiliki pasar baru, terletak di pinggir Jalan Raya Matesih Tawangmangu, Pasar yang memiliki los sejumlah 115 petak dan berukuran 2 meter x 160 centimeter ini merupakan bantuan dari Kementerian Koperasi Republik Indonesia.

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo yang datang secara langsung dan meresmikan pasar tersebut menyambut baik dengan adanya pasar ini menggantikan pasar lama yakni Pasar Klumprit yang berada tidak jauh dari lokasi pasar Dawung. Rohadi berharap pedagang untuk memiliki rasa kebersamaan, kebersamaan itu terwujud dalam menjaga pasar dan kebersamaan dalam mengais rejeki berjualan.

“Saya doakan bersama agar panjenengan semua sukses dalam berjualan.” Ujar Rohadi.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UMKM Waluyo Dwi Basuki mengatakan pembangunan pasar ini menelan dana 796 juta yang merupakan bantuan dari Kementerian Perindustrian. Nantinya dari 115 petak los yang ada, 45 los diisi pedagang Pasar Klumprit yang berlokasi di Dukuh Klumprit Dawung yang operasional nya hanya di hari pasaran jawa, sedangkan sisanya nanti akan diisi warga Dawung. Nantinya Pasar Dawung ini akan beroperasional setiap hari.

Ditambahkan oleh Basuki, retribusi dari pasar yang dibangun diatas tanah kas desa ini akan dikelola oleh Koperasi Desa selaku pengelola Pasar Dawung. Kedepannya selain untuk pasar, dimungkinkan juga untuk dikembangkan untuk tempat usaha lainnya. Demikian Diskominfo (ad/f3a)

Read More
DSC_8772

Pemkab Karanganyar Adakan Festival Durian

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo dan perwakilan Forkopimda memegang durian di Festival Durian Karanganyar 2018

Karanganyar, Jumat (05/01/2018)

Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengadakan Festival Durian 2018 yang diikuti puluhan peserta dan bagi yang menang juara 1,2 dan 3 mendapatkan penghargaan berupa piala dan uang, Kamis (04/01) pagi, di Terminal Wisata Mbangun Makutoromo, Karangpandan.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Dispertan) Kabupaten Karanganyar, Supramnaryo, mengatakan 25 peserta berasal dari petani yang tersebar di beberapa Kecamatan di Kabupaten Karanganyar.

“Lomba ini ada setelah dua tahun berturut-turut vakum, karena merosotnya produksi durian yang disebabkan musim,”kata Supramnaryo.

Lebih dari itu, juga menemukan dan mengenalkan pohon durian lokal dari Karanganyar, dengan harapan kedepan ada penamaan varietas unggul yang akan diajukan ke Kementerian Pertanian dan akan dijadikan pohon induk bagi perbanyakan bibit.

Kali ini, pihak penyelenggara mengandeng juri dari latar belakang pakar holtikultura, dan pakar buah. Hasilnya, mereka memutuskan juara 1 yakni Wando, dari Mranggen, Pendem, Mojogedang. Juara 2, Wardoyo, dari Pablengan, Matesih, dan Juara 3 yakni Paino, Gendon, Jumantono.

Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, saat pembukaan mengatakan dengan adanya festival ini dapat lebih mengenalkan produk durian lokal dari Karanganyar, apalagi Kecamatan penghasil durian.

“Kalau kita lihat, banyak pedagang durian saat musim, berjualan yang strategis, ada pula di desa-desa yang banyak dicari pembeli. Rasa dan aroma khas menjadi incaran penyuka durian,”katanya.

Diakhir acara, ada lelang durian yang dimasukkan di tengok . Sebanyak 38 tengok ditawarkan dengan harga yang berbeda. Ada berisi 10 durian laku Rp. 600 ribu, bahkan ada pula yang sampai Rp. 1,2 juta. (pd)

Read More
DSC_5129

Pemkab Karanganyar Bangun Sinergi Dengan Kemenag

Pemkab : Assisten II Pemkab Karanganyar Siti Maisyaroch memberikan sambutan pada Hari Amal Bakti di Hotel Taman Sari

KARANGANYAR – Kamis, 4 Januari 2017

Dukungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar kepada Kementrian Agama (Kemenag) setempat tidak tanggung-tanggung. Berbagai upaya untuk membangun sinergi kehidupan beragama di Karanganyar dilakukan Pemkab Karanganyar. Bentuk-bentuk sinergi itu adalah magrib mengaji. Dimana keluarga terutama anak-anak pukul 18.00 sampai 19.00 (bakda Magrib-menjelang Isyak) diminta untuk mengaji. Sedangkan para orang tua untuk tidak menonton televisi pada jam tersebut.

“Kami terus berupaya membangun sinergi dengan Kementrian Agama Karanganyar. Pak Bupati sangat cinta dengan Kemenag Karanganyar. Wujudnya dilakukan berbagai program mendukung program Kemenag,” papar Assisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Siti Maisyaroch saat memberikan sambutan mewakili bupati di acara Hari Amal Bakti ke 72 Kemenag Karanganyar di Hotel Taman Sari, Karanganyar, Kamis (4/12).

Selain Magrib mengaji, Siti Maisyaroch menambahkan dukungan itu diantaranya Subuh Keliling. Termasuk juga rewad bagi para penghawal Al Quran. Bukan itu saja, Pemkab Karanganyar juga memberikan bantuan pendidikan siswa di SMA, SMK, dan MA. “Meskipun kewenangan SMA sederajat milik Pemerintah Propinsi. Namun, Pemkab Karanganyar juga membantu kepada siswa SMA, SMK dan MA,” imbuhnya.

Sementara Kepala Kemenang Karanganyar, Mustai’in Ahmad mengatakan optimis bangsa Indonesia akan maju dan Karanganyar semakin sejahtera. Pihaknya juga mengakui dukungan yang dilakukan Pemkab Karanganyar luar biasa. Diantara contohnya adalah pemberian sepeda motor kepada Kepala KUA di 17 Kecamatan. Termasuk Kemenag diberikan bantuan berupa mobil. “Ditingkat pelayanan juga sudah menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP). Ada satu ponpes yang melakukan izin pendirian namun kami tolak karena ada beberapa persyaratan standar yang belum dipenuhi. Namun tetap kami beri waktu dan dibantu tim kami supaya juga segera berdiri,” imbuh Mustain. (hr)

Read More
web

Pemkab Karanganyar Hibahkan Dana Pembangunan

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Mapolres Karanganyar Tahap II Tahun 2018 oleh Kapolda Jawa Tengah, Irjen. Pol. Condro Kirono.

Karanganyar, Selasa (02/01/2018)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menghibahkan dana pembangunan gedung Mapolres Karanganyar  sebesar Rp. 10,2 Miliar dalam dua tahap. Dengan rincian Tahap I Rp. 3 Miliar untuk Gedung Wira Satya dan Tahap II Rp. 7,2 untuk sarana dan prasarana lainnya.

Untuk gedung Wira Satya, pembangunan telah selesai dan akan dipergunakan, sedangkan pembangunan tahap II, Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol. Condro Kirono, dan Bupati Karanganyar, Juliyatmono, melakukan peletakan batu pertama, Selasa (02/01) pagi, di Mapolres Karanganyar.

Bupati Karanganyar mengatakan pemberian dana hibah untuk pembangunan itu karena itu “rasa memiliki” apalagi terletak di pinggir jalan raya, di pusat keramaian, yang di selesaikan tahun 2018 pembangunannya.

“Di sekelilingnya akan dibuat City Walk sehingga terlihat tampak indah dan megah,” kata Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Kapolres Karanganyar, AKBP. Henik Maryanto memberikan apresiasi kepada Pemkab Karanganyar sehingga pelayanan warga lebih optimal karena yang dilayani juga termasuk masyarakat Kabupaten Karanganyar.

“Ini adalah kepentingan bersama, bukan kepentingan dari kami. Ini semata-mata untuk memberikan pelayanan dan kepentingan masyarakat,” kata Kapolres Karanganyar.

Kapolda Jawa Tengah juga mengatakan dengan gedung baru dan fasilitas baru mendorong anggota Polres Karanganyar untuk lebih membuat Karanganyar lebih aman, tentram, damai. Lebih terpelihara hak asasi, harta benda, jiwa raga, dan tidak dibeda-bedakan.

“Saya juga meminta untuk lebih melayani masyarakat. Semoga pembangunan gedung ini dapat memberikan manfaat,” kata Kapolda Jawa Tengah.

Pada kegiatan itu, juga diresmikan Barak Dalmas Polres Karanganyar, Rumah Dinas para Kabag Polres Wonogiri, Rumah Aspol Gayam Polres Sukoharjo, Gedung Kantor Polsek Ngawen Polres Klaten, Gedung Kantor Polsek Sayung Polres Demak, Rumah Dinas Polsek Ampelgading Polres Pemalang, dan Gedung Kantor Polsek Garung Polres Wonosobo. (pd)

Read More
DSC_4591

Pergantian Tahun Lebih Tepat Untuk Interopeksi Diri

TAUSIAH : Habib Abu Hasan memberikan tausiah di Masjid Agung Karanganyar pada malam pergantian tahun

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KARANGANYAR, Senin 1 Januari 2017

Malam pergantian tahun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menggelar Pengajian Akbar. Pengajian yang dimulai pukul 19.30 WIB, 31 Januari 2017 dan berakhir di tanggal 1 Januari 2018 dihadiri ribuan orang. Bahkan, pelataraan masjid kebanggan masyarakat Karanganyar penuh. Untuk memudahkan melihat di dalam masjid Agung, Panitia menyiapkan satu layar besar dan dua buah televisi. Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, Sekda Samsi dan sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

“Pergantian ini sangat tepat untuk melakukan interopeksi diri. Sebab waktu kita hanya tiga, kemarin (sudah dilewati), sekarang (dijalani) dan besok (akan datang). Maka hendaknya kita gunakan umur kita itu dengan baik,” papar Habib Abu Hasan, Penceramah Pengajian Akbar pergantian saat memberikan tausiah kepada jamaah Masjid Agung.

Penceramah dari Jember, Jawa Timur itu mengingatkan bahwa ajal memang tidak tahu pasti kapan datangnya. Sehingga jamaah diingatkan untuk mempergunakan waktu sebaik mungkin. Sebaik baiknya orang, menurut Abu Hasan orang yang panjang umurnya dan baik amalnya. “Mari kita minta sama Allah agar diberikan umur yang berkah dan berakhir dengan khusnul khotimah. Sebelum dihitung, maka sebaiknya kita menghitung-hitung sendiri,” tambahnya.

Sementara Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo menyambut baik pengajian tersebut. Menurutnya pengajian ini dilakukan setahun. Sebab dimulai di tahun 2017 dan berakhir di tahun 2018. Pihaknya juga berharap tahun baru 2018 akan lebih baik dari sebelumnya.

Tepat pukul 24.00, kembang api mulai dinyalakan di alun-alun Karanganyar dan  berlangsung meriah. Kembang api dengan letusan selama 20 menit itu membuat warga Karanganyar takjub. Sejak pukul 19.30 WIB, para warga dari berbagai wilayah mulai berkumpul di alun-alun Karanganyar. Mereka menantikan malam pergantian tahun dengan mengelar tikar sambil menikmati cemilan yang dibawa. (Hr)

Read More
DSC_0195

ZIS BAZNAS Karanganyar capai Rp13,5 miliar

 

KOMINFO

Bantuan baznas untuk program Karanganyar sehat dan cerdas di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Sabtu (30/12).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Karanganyar,  Minggu 31 Desember 2017

Badan Amal Zakat Nasional(BAZNAS) Kabupaten Karanganyar tahun ini mengumpulkan zakat infaq shodaqoh (ZIS) senilai 13,5 miliar rupiah.

Pencapaian dari pengumpulan dana ZIS ini disampaikan Sugiyarso Ketua BAZNAS kabupaten Karanganyar dalam kegiatan sarasehan BAZNAS Sabtu (30/12) kemarin di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Menurutnya kerjasama dengan Pemkab Karanganyar serta bantuan dari umat dan pihak donatur pihaknya dapat mengumpulkan dana ZIS dengan maksimal bahkan pencapaiannya melebihi target. Begitupun dengan pentasharufan atau penyalurannya untuk kesejahteraan umat telah dilaksanakan.

“Tahun ini terkumpul Rp13,5 miiar dan untuk pentasharufan atau penyaluran bantuan untuk kesejahteraan umat mencapai 14,8 milyar,”jelasnya

Ditambahkannya untuk bulan Desember ini penyaluran zis mencapai Rp3,6 miliar. Guna memaksimalkan pengumpulan dan penyaluran zakat pihaknya telah membentuk unit pengumpul zakat (UPZ) di Masjid-Masjid di Karanganyar.

“Di karanganyar terdapat 2004 Masjid, jumlah tersebut sudah terbentuk 806 UPZ di Masjid-Masjid,”tuturnya

Dalam kesempatan tersebut Sugiyarso juga menyampaikan apresiasi terhadap Pemkab Karanganyar yang telah mengalokasikan dana anggaran untuk BAZNAS senilai Rp300 juta. Peruntukkannya sendiri telah disalurkan untuk berbagai kegiatan.

“Kita berterima kasih pada Pemkab Karanganyar untuk dukungannya terhadap kegiatan BAZNAS seperti pengukuhan 1000 dai serta bantuan Karanganyar sehat dan makmur,”terangnya.

Sementara Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyambut positif hasil yang diraih BAZNAS Karanganyar dalam pengumpulan ZIS. Diharapkan di tahun mendatang dapat meningkat dari tahun 2017.

“Alhamdulillah bersyukur dan saya bangga pada para UPZ yang telah bekerja keras dalam pengumpulan zakat infaq dan shodaqoh. Semoga tahun depan pengumpulan ZIS dapat mencapai Rp15 miliar,”katanya

Bupati juga berharap ke depan keberadaan BAZNAS Karanganyar dapat membantu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Karanganyar dengan berbagai terobosannya melalui pengumpulan sedekah dan penyaluran ZIS yang terkumpul.

“Tetap selalu berikan terbaik sehingga masyarakat terutama kurang mampu bisa merasakan manfaatnya. Karena pentasharufan atau penyaluran ZIS untuk kemashlahatan umat merupakan bentuk pertanggungjawaban atas dana yang terkumpul,”pesannya.

Demikian Diskominfo (ft/ind) 

Read More