Category: Berita

DSC_8212

Yakin Modal Utama Dalam Berwirausahaa

 

 

BANTUDAN USAHA : Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan bantuan usaha kepada wirausaha

KARANGANYAR – Kamis, 21 Desember 2017

Seorang wirausahaan diminta untuk yakin dan mantab dalam menjalankan usaha. Sebab modal yakin menjadi kunci keberhasilan dalam menjalankan usahanya. Sebaliknya jika pesimis maka hasil usahanya juga tidak akan berhasil dengan baik. Keyakinan yang mantab akan menumbuhkan keberhasilan yang nyata.

“Misalnya gini, ini usaha sambilan saja. Maka hasil usaha yang kalian tekuni juga akan setengah karena hanya sambilan. Namun jika anda yakin dan bersungguh-sungguh bahkan tekun hasilnya juga akan baik,” demikian dipaparkan Bupati Karanganyar, Juliatmono saat memberikan pengarahaan dan bantuan kepada 160 wirausahaan mandiri, muda, wanita, lansia dan disabilitas di Aula Dinas Perdagangan, Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil Menengah (Disdaknakerkop) Kabupaten karanganyar, Kamis (21/12)

Dihadapan ratusan orang calon wirausahawan, Bupati menyatakan bantuan itu diberikan kepada mereka yang sudah ada usaha. Dari yang baru mulai usaha dan sedang menjalankan usahaanya. Agar usaha mereka semakin baik dan berkembang dengan baik. Intinya Pemkab Karanganyar memperdayakan usaha yang sudah ada. “Kami berharap para calon-calon pengusaha agar bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Jika ada kendala di lapangan silahkan konsultasi dan komunikasi dengan Disdaknakerkop),” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, juga diberangkatkan tiga Kepala Keluarga (KK)  atau 10 jiwa untuk transmigrasi di Gorontalo, Sulawesi Utara. Bupati menyatakan penyebaran penduduk juga dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat. Saat ini tidak perlu kawatir dengan keluarga besar. Zaman semakin canggih dan alat komunikasi sudah lengkap. “Mau ngobrol dan lihat kabar keluarga bisa lewat telekomunikasi. Sekalian wajahnya bisa,” ungkapnya.

Sementara Kepala Disdaknakerkop, Waluyo Dwi Basuki mengatakan saat ini yang daftar untuk transmigrasi masih banyak. Sekitar 40 Kepala keluarga. Pihaknya menyatakan penyaluran transmigrasi ini menunggu penempatan dari Pemerintah pusat. “Kami sudah mengajukan beberapa KK yang sudah memenuhi kreteria untuk transmigrasi. Kami berharap untuk tahun depan, lebih banyak kuota untuk Karanganyar untuk bertranmigrasi,”  tambah Waluyo Dwi Basuki.

Pada kesempatan tersebut, pemberian bantuan usaha kepada para wirausahaan berjumlah 160 orang. Diantaranya penerima itu adalah tenaga kerja mandiri muda, wanita, lansia dan penyandang disabilitas. Pihaknya juga terus pengadaan pelatihaan-pelatihan untuk beberapa wirausaha. Hal ini supaya mereka  lebih trampil dan baik. (hr)

Read More
DSC_0055

Bupati Karanganyar Lantik Da’i Kamtibnas

Diskominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat memberikan sambutannya dihadapan Dai Kamtibnas, Kamis Sore (21/12)

 

Karanganyar – Pelantikan pengurus Da’i Kamtibnas di 17 Kecamatan yang berada di Kabupaten Karanganyar bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar dan dihadiri oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono, Kapolres Karanganyar, Dandim 0727 Karanganyar, Perwakilan Pengadilan Negeri, Perwakilan Kejaksaan Negeri, dan Kepala Kementerian Agama serta tokoh Agama di Kabupaten Karanganyar.

Bupati Karanganyar Juliyatmono dalam sambutannya mengucap syukur sekaligus memberikan apresiasinya atas peran Dai Kamtibnas dalam membantu pemerintah menjaga keamanan dan ketertiban di Bumi Intanpari. Wujud Karanganyar aman dan tertib adalah diberikannya penghargaan oleh Kementerian Agama RI Lukman Hakim Saifudin Bulan April 2017 lalu karena Kabupaten Karanganyar dinilai berhasil menjaga toleransi antar umat beragama dengan baik.

“Untuk menciptakan rasa kesatuan dan kesatuan di Kabupaten Karanganyar, dibutuhkan perbuatan yang baik dan cinta damai”, ujar Juliyatmono

Lebih lanjut, Juliyatmono mengatakan pemerintah akan terus hadir dan memiliki peran untuk memfasilitasi kegiatan positif ini. Tahun 2018, Pemkab Karanganyar akan menganggarkan untuk kendaraan serta dana operasional guna memperlancar tugas Dai Kamtibnas.

Sementara itu Kapolres Karanganyar AKBP Henik Maryanto, S.I.k., M.S.i berharap kepada para Dai Kamtibnas yang baru saja dilantik agar melaksanakan kewajiban dengan penuh tanggung jawab dan mampu menjadi suri teladan di masyarakat yang tertib dan patuh terhadap hukum. Disamping itu sebagai ujung tombak Polri dalam mencegah konflik sosial maupun agama, para Dai diharapkan mampu mengajak masyarakat untuk menjaga toleransi antar umat beragama sehingga akan tercipta masyarakat Karanganyr yang guyup rukun. Demikian Diskominfo (adt/ad)

Read More
web

Waspadai Gangguan Keamanan

Kapolres Karanganyar AKBP, Henik Maryanto mengaitkan tali helm yang dipakai Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat pemeriksaan kendaraan bermotor di Gelar Pasukan Lilin 2017.

Karanganyar, Kamis (21/12/2017)

Jelang perayaan natal 2017 dan tahun baru 2018 (Nataru), Polres Karanganyar mengingatkan masyarakat akan potensi gangguan keamanan. Sebab perayaan Nataru tahun ini bertepatan dengan libur sekolah. Polres memperinci potensi gangguan keamanan itu adalah serangan teror, potensi konflik terkait perayaaan natal, bencana alam, kesediaan dan stabilitas harga kebutuhan pokok.

“Perayaan natal dan tahun baru kali ini bersamaan dengan libur sekolah. Sehingga potensi gangguan keamanan perlu diantisipasi,” ujar Inspektur Apel  Bupati Karanganyar, Juliyatmono yang membacakan sambutan Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat gelar pasukan Operasi Lilin Candi 2017 di halaman Polres Karanganyar,  Kamis (21/12).

Gelar Operasi Lilin Candi 2017 mengambil tema tingkatkan sinergi Polri dengan instansi terkait dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman pada perayaan natal 2017 dan  tahun baru tahun baru 2018. Apel yang diikuti 300 orang tersebut terdiri dari satu pleton Kodim 0727 Karanganyar, Satu Pleton Sabara Polres Karanganyar, Gabungan Polsek Karanganyar, Satu pleton lalu lintas, Satu pleton Babinkamtibmas, satu pleton Reskrim, Senkom,  Dishub PKP, Satpol PP, Banser, Kokam, Hansip dan Pramuka. Hadir juga dalam kesempatan apel tersebut, Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto, Sumanto (DPRD Karanganyar), Kasi Pidum Kejaksaaan Karanganyar, Mulyanto, Kasatpol PP Kurniadi Mulato.

Dalam sambutan tersebut, Juliyatmono mengatakan operasi lilin candi ini akan digelar mulai 23 Desember 2017 sampai  1 Januari 2018. Pihaknya juga mengingatkan kepada seluruh peserta apel untuk memetakan seluruh potensi kerawanan di masing-masing wilayah beserta cara bertindak yang tepat. Selain itu, Bupati juga adanya langkah antisipasi terhadap aksi teror dan kejahatan konvensional yang meresahkan di pusat keramaian, tempat ibadah dan tempat tempat lainnya.

Orang nomor satu di Karangnyar itu juga berharap  adanya pendekatan dengan elemen masyarakat guna mencegah aksi sweeping oleh ormas. “Terlabih lagi petugas harus bisa mengurai kemacetan lalu lintas melalui rekayasa lalu lintas. Serta memaksimalkan peran satgas pangan di masing-masing daerah. Guna mewujudkan stabilitas harga pangan dengan menggandeng instansi terkait,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Karangnyar berserta Kapolres dan jajaran Forkopimda mengecek sarana, prasarana kendaraan peserta apel. Kendaraan tersebut diantara mobil pemadam kebakaraan, mobil patroli polisi dan motor voorijder. Bupati juga diberi kesempatan untuk menaiki  motor Voorijder yang dikemudikan Polwan Karanganyar. (hr)

 

Read More
web

Kades dan Perangkatnya Harus Paham Regulasi Baru

Sosialisasi Produk Hukum Penyelenggaraan Pemerintahan Desa di Hotel Taman Sari Karanganyar, Rabu (20/12).

Karanganyar, Rabu (20/12/2017)

Kepala Desa dan Perangkatnya harus paham regulasi-regulasi (produk hukum) baru, baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Karanganyar  berkaitan dengan Pemerintahan Desa.

Hal tersebut katakan oleh Kepala Bagian Pemerintah Desa, Setda Kabupaten Karanganyar, Timotius Suryadi, Rabu (20/12) saat acara Sosialisasi Produk Hukum Penyelenggaraan Desa, di Hotel Taman Sari, Karanganyar.

“Kita harapkan Kepala Desa dan Perangkatnya selain paham, juga dapat mengimplementasikan produk hukum tentang pemerintahan desa dengan baik, meningkatkan semangat pengabdian berorientasi pada pelayanan dan taat aturan penyelenggaraan di Desa,” kata Timotius Suryadi.

Acara sosialisasi itu untuk 518 orang yang terdiri dari Kepala Desa, Sekretaris Desa, dan Kepala Urusan Perencanaan. Sedangkan dari Kecamatan masing-masing Kasi Pemerintahan dan Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa.

Sosialisasi meliputi Peraturan Daerah Kabupaten Karanganyar tentang Kewenangan Desa, Peraturan Bupati Karanganyar tentang Laporan Kepala Desa, Peraturan Bupati Karanganyar tentang Pembentukan, Penggabungan, dan Penghapusan Dusun,  Peraturan Bupati Karanganyar tentang Badan Permusyawaratan Desa, Peraturan Bupati Karanganyar tentang Pedoman Pengelolaan Dana Transfer Kepada Desa.

Ditempat yang sama, Asisten Pemerintahan Bachtiar Syarief, mengatakan jangan sampai Kades dan perangkatnya tidak paham aturan yang ada, apalagi semakin meningkatnya perhatian Pemerintah ke Desa dengan memberikan dana yang besar, pembangunan infrastruktur, sehingga rakyat semakin sejahtera.

“Dalam pengelolaan dana di desa tetap harus memperhatikan ketentuan yang ada, mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pertanggungjawaban adminstrasi,” kata Asisten Pemerintahan.

Dihadapan peserta, dia juga mengimbau agar aparatur desa berbenah menyesuaikan diri dan mempelajari dengan adanya regulasi-regulasi baru dalam hal pemerintahan desa dan kebijakan pemerintah.(pd)

Read More
DSC_3954

Peringati HUT Ke-18, DWP Karanganyar Beri Bantuan

diskominfo

Sekda Karanganyar Samsi memberikan bantuan secara simbolis berupa peralatan sekolah dan uang pembinaan.

 

Karanganyar – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Karanganyar rayakan puncak acara HUT Ke-18 nya di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Rabu Pagi (20/12). Hadir dalam acara tersebut Sekda Kabupaten Karanganyar Samsi, perwakilan Forkompinda, Ketua TP. PKK Kabupaten Karanganyar sekaligus Pembina DWP Siti Khomsiyah Juliyatmono, Ketua Organisasi Wanita Se-Kabupaten Karanganyar, dan Anggota DWP Kabupaten Karanganyar

Dalam sambutannya mewakili Bupati Karanganyar Samsi memberikan apresiasi nya kepada anggota DWP atas dukungan yang luar biasa kepada Pemerintah Kabupaten Karanganyar sehingga membuahkan prestasi yang luar biasa.

“Atas pendampingan dan support Ibu Anggota DWP terhadap suaminya, serta pemahaman atas tugas pokok fungsi suaminya dalam bekerja. Kabupaten Karanganyar juara 2 nasional penyelenggaraan pemerintahan.” Ujar Samsi disambut tepuk tangan hadirin

Samsi berharap memasuki usia ke-18, DWP Karanganyar tetap bersatu, berkinerja lebih baik dan mampu mandiri sebagai wanita sejati.

Sementara itu, Ketua DWP Karanganyar Sri Lestari Samsi mengatakan bahwa menyambut HUT Ke-18 DWP Karanganyar melaksanakan beberapa kegiatan diantaranya Lomba Senam Gemufamire yang diikuti oleh seluruh anggota DWP, Seminar Parenting kerjsama dengan KP2A Karanganyar, Seminar sehat cantik dan dinamis dengan narasumber dr. Lula Kamal, Penyelenggaraan IVA Test gratis, Pelatihan pembuatan Es Krim Ketela, Senam Bersama, Donor Darah, dan Anjangsana ke TK Pertiwi Karanganyar.

Dalam puncak acara HUT Ke-18, menggandeng GNOTA Karanganyar, DWP Karanganyar juga menyerahkan bantuan kepada 13 siswa SD yang merupakan anak dari anggota DWP berupa peralatan sekolah dan uang pembinaan. Demikian Diskominfo (f3a/ad)

Read More
web

Membludak, Tembus 300 Anak

BERI SEMANGAT : Sekda Kabupaten Karanganyar, Samsi memberikan semangat kepada peserta khitanan massal

KARANGANYAR, Selasa 19 Desember 2017

Animo masyarakat untuk mengkhitankan putranya di Karanganyar luar biasa. Terbukti jumlah peserta terus mengalami peningkatan meskipun pendaftaran telah ditutup. Semula pendaftaran ditutup 261 anak laki-laki, namun bertambah menjadi 283 orang. Acara yang dihelat dalam rangka hari jadi Kabupaten Karanganyar ke 100, oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten  Karanganyar bekerjasama dengan Dinas Kesehatan, RSUD  dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) bertempat di Aula Masjid Agung Karanganyar, Selasa (19/12).

“Semangat dari masyarakat untuk mengkhitankan putranya sangat luar biasa. Saat pendaftaran ditutup jumlah pendaftar mencapai 260 anak. Namun, ini tadi saya lihat jumlah peserta terus bertambah,” ujar  Sekda Kabupaten Karanganyar, Samsi di sela sela tempat anak di khitan.

Dia menambahkan panitia tetap akan melayani  jika ada peserta khitan di luar pendaftaran namun datang saat acara dihelat. Ada semacam ‘getuk tular’, yakni jika ada satu anak yang ikut, anak yang lain akan mengikuti.  Samsi mengatakan di Karanganyar pembangunan bukan hanya fisik saja akan tetapi juga membangun spiritual. Salah satunya adalah acara khitanan massal ini.

Sementara anggota Baznas Kabupaten Karanganyar, Abdul Muid mengatakan khitanan massal diselenggarakan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu untuk berkhitan. Menurutnya, salah satu seorang anak dikatakan baliq apabila dia telah berkhitan. Selain mendapatkan uang saku Rp 150 ribu, peserta khitan juga mendapatkan tas sekolah, baju, sarung dan kopiah. “Peserta khitan, hampir seluruh kecamatan Di Kabupaten Karanganyar. Hanya Jatiyoso yang tidak ada karena lokasinya jauh. Ini saja pendaftaran sudah ditutup namun masih banyak peserta yang datang. Meski demikian, kita tetap akan melayani,” ungkap Abdul Muid.

Menurut Abdul Muid program khitanan massal ini sudah menjadi agenda rutin Baznas Kabupaten Karanganyar. Acara ini juga bekerjasama dengan Dinas Kesehatan, RSUD dan beberapa rumah sakit di Karanganyar. Jumlah tenaga medis sekitar 60 orang. Pihaknya berharap program ini dapat memberilkan manfaat positif bagi masyarakat di bumi intanpari. Demikian Diskominfo (Hr)

Read More
DSC_0853

Kelapa untuk Meningkatkan Nilai Ekonomis Warga

DISKOMINFO

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat menyampaikan sambutan pada acara Seminar Peluang Usaha Agrobisnis Kelapa di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Senin (18/12).

Karanganyar, Senin 18 Desember 2017

Buah yang banyak tumbuh di iklim tropis seperti Indonesia ini ternyata memiliki potensi dikembangkan untuk menambah penghasilan. Hal ini diungkapkan Profesor Wisnu Gardjito ketika tampil sebagai pembicara dalam kegiatan Peluang Usaha Agrobisnis Kelapa dan Agro Industri Kelapa, Senin (18/12) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Menurutnya kelapa sangat banyak memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi penambah penghasilan. Mulai dari batang, buah hingga daun kelapa semua dapat dimanfaatkan baik diolah menjadi makanan, minuman, perawatan wajah, kesehatan hingga aneka perabot rumah tangga.

“Kelapa merupakan pohon kehidupan sehingga saya jatuh cinta pada kelapa,”terangnya.

Disampaikannya tidak sedikit petani kelapa sering mengalami kebingungan usai memanen kelapa. Sehingga hasil yang dimanfaatkan kurang maksimal. Padahal kelapa terutama airnya memiliki banyak manfaat.

“Air kelapa itu ibarat air suci setelah zam-zam karena memiliki cairan yang bagus untuk tubuh karena kandungannya sama dengan plasma darah,”tuturnya.

Ditambahkannya air kelapa juga mempunyai banyak fungsi seperti detok atau penawar racun hingga dibuat sebagai gula semut atau yang lebih dikenal dengan sebutan gula jawa yang sangat baik dikonsumsi penderita diabet.

Profesor Wisnu mengatakan bahwa dirinya memiliki 1600 formula mengolah kelapa. Selain menanam bibit kelapa yang benar, mengolahnya hingga memasarkannya ke pasar lokal maupun luar negeri.

“Kelapa mempunyai banyak manfaat sehingga mampu menambah penghasilan jika kita mampu mengelolanya dengan baik,”jelasnya.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengapresiasi kegiatan seminar ini. Diharapkan seminar ini mampu menambah pengetahuan dan menjadi motivasi para warga Karanganyar terutama petani untuk benar-benar menggeluti potensi agrobisnis kelapa.

Bupati juga menghimbau warga untuk mulai memanfaatkan lahannya ditanami pohon kelapa. Apalagi bibit kelapa ini pertumbuhannya relatif cepat yakni dalam jangka waktu dua sampai tiga tahun sudah berbuah.

“Ayo lahane dho ditanami kelopo supoyo dho ndhang sugih mergo kelopo (Ayo lahannya ditanami kelapa supaya cepat kaya karena kelapa). Karena kelapa memberikan banyak potensi nilai ekonomis. Ke depan mudah-mudahan Karanganyar bisa menjadi sentra kelapa,”harap Juliyatmono.

Demikian Diskominfo (ft/ind)

 

Read More
DSC_3486

Pentas Drama Tari Sekar Saka Surendra

kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat memberikan sambutan dihadapan warga Karanganyar di Anjungan Jateng TMII, Minggu Siang (17/11)

Karanganyar – Pemerintah Kabupaten Karanganyar menghibur warga Karanganyar yang merantau di Jabodetabek seperti Paguyuban Warga Karanganyar (Pagar Anyar), Cah Karanganyar Rantau (Cakra), Sedulur Bumi Karanganyar (Sebra), Komunitas Pesbuker Karanganyar (KPK), dan Paguyuban Warga Karanganyar Surakarta (PWKS) dengan mempersembahkan drama tari Sekar Saka Surendra di Pendopo Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jaktim, Minggu Pagi (17/12).

Acara tersebut merupakan event tahunan yang diselenggarakan oleh Pemprov Jateng dalam rangka misi kesenian untuk masing-masing Kabupaten Kota di wilayah Propinsi Jateng memperkenalkan kesenian daerahnya.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Karanganyar beserta istri dan jajaran kepala OPD di lingkup Pemkab Karanganyar.

Dalam sambutannya, Bupati Karanganyar Juliyatmono meminta masukan kepada tokoh Karanganyar yang ada di Jakarta untuk terus bersama membangun Karanganyar semakin maju dan sejahtera.

“Ibarat pertandingan sepakbola, warga Karanganyar di Jakarta adalah penonton, disitulah justru peran Bapak Ibu sekalian dalam menyaksikan Karanganyar dari jauh lebih detail. Masukan Bapak Ibu kiranya dapat membantu Pemerintah Daerah memajukan Karanganyar”, ujar Juliyatmono

Ditambahkan lebih lanjut, Juliyatmono mengatakan Pemkab Karanganyar siap memfasilitasi warga Karanganyar dalam membentuk sekretariatan bersama pelbagai paguyuban tersebut diatas untuk bersinergi bersama-sama membangun Karanganyar.

Sementara itu hadir 1000 (seribu) warga Karanganyar memadati pendopo Anjungan Jateng dan antusias menyaksikan suguhan yang disajikan oleh Duta Seni Kabupaten Karanganyar. Selain drama tari ditampilkan pula kesenian campur sari Sangga Buana asal Karanganyar.

Sutradara drama tari, Ari Kuntarto mengatakan Sekar Saka Surendra, Gerak kekuatan ilmu sondo dan Koro merupakan cerita simbol kisah dramatik – tragis cikal bakal berdirinya desa tasikmadu yang diadopsi dari cerita Sondokoro yang ada di Karanganyar. Dikisahkan ada seorang Tumenggung kaya raya dan bermartabat bernama Jaya Lelono. Dengan kekuasaanya itu, Tumenggung menginginkan Sri Widowati dan Setyowati, keduanya adalah putri dari Sondo dan Koro.

Dikarenakan Tumenggung Joyo Lelono tidak mengetahui bahwa Sri Widowati dan Setyowati adalah putri dari Sondo dan Koro, maka terjadilah perseteruan diantara mereka sehingga terjadi peperangan yang membuat langit menggelegar dan bergemuruh bagai kilat di awan. Karena Jaya Lelono dan Sondo Koro berasal dari satu perguruan Padepokan Padas Plalar, peperangan berlangsung hingga 40 hari 40 malam yang berakhir sempyuh (hilang) tanpa ada yang menang dan kalah.

“Inti dari cerita tersebut jangan sampai harta benda membutakan kita, tapi dengan harta tersebut menjadikan sesama lebih bahagia dan sejahter”, ujar Ari Kuntarto.

Demikian Diskominfo (ad)

Read More
web (2)

Empat Tahun Karanganyar Ijo Royo

Penanaman pohon damar di sekitar pintu 2 Grojogan Sewu, Tawangmangu

Karanganyar, Sabtu (16/12/2017)

Tahun 2017 merupakan tahun ke empat Karanganyar Ijo Royo-royo sebagai upaya pelestarian lingkungan hidup.

Pencanangan Karanganyar Ijo Royo-royo pertama kali seusai pelantikan Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Wakil Bupati, Rohadi Widodo, 15 Desember 2013 dengan menanam pohon, di Plasa Alun-alun Karanganyar.

Di tahun ini, 15 Desember 2017, penghijauan dengan menanam ribuan pohon di sejumlah tempat. Untuk di Alun-alun, di tanam 30 pohon trembesi, 1100 pohon damar di sekitar Pintu 2 Grojogan Sewu, Kecamatan Tawangmangu, Jumat (15/12).

Selain itu juga setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menanam satu batang pohon di sekitar kantornya.Juga ada penanaman pohon di lapangan Jenawi. Organisasi pemuda KNPI juga mengadakan tanam pohon di Desa Wonorejo, Kecamatan Jatiyoso.

Bupati Juliyatmono didampingi Wakil Bupati Rohadi Widodo, mengatakan, Pemkab Karanganyar gencar menanam sekitar 5000 pohon untuk menghijaukan alam.

“Tanam pohon ini sudah menjadi keharusan agar lingkungan alam tidak rusak. Air mengalir juga tetap jernih,” katanya, seusai tanam pohon bersama warga Tawangmangu.(pd)

Read More

Raih Beberapa Prestasi, Kabupaten Karanganyar Jadi Percontohan Daerah Lain

Karanganyar, Jum’at 15 Desember 2017

Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Karanganyar meraih beberapa penghargaan Nasional menjadi percontohan dari daerah lain untuk melakukan kunjungan kerja. Hal tersebut ditandai dengan kunjungan kerja dari Bappeda Kabupaten Wonosobo dan DPRD Kota Cirebon.

Kunjungan kerja dari dua daerah tersebut diterima oleh Sekretaris Daerah Karanganyar, Samsi di ruang Podang I Kantor Bupati Karanganyar, Kamis (14/12) kemarin.

Dalam sambutannya, Samsi menyampaikan potensi pendapatan daerah dan pariwisata di Kabupaten Karanganyar.

“Untuk Kabupaten Karanganyar pendapatan asli daerah (PAD) mencapai 200 miliar rupiah. Sementara untuk potensi wisata meliputi wisata alam, wisata spiritual,”terangnya.

Ditambahkan Samsi, di hari jadi ke-100 tahun Kabupaten Karanganyar berhasil meraih beberapa penghargaan tingkat Nasional diantaranya penghargaan penanganan masalah hukum dan HAM, Penyelenggaraan Pemerintahan peringkat ke dua Nasional, Penghargaan UKM dan Insentif tertinggi senilai 68 miliar rupiah serta keberhasilan program Keluarga Berencana.

Namun demikian masih ada beberapa pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan Pemkab Karanganyar jelang akhir tahun ini.

“Saat ini kita tengah menyelesaikan Perda untuk RT/RW,”jelasnya.

Sementara itu, Ashari Sekretaris Bappeda Kabupaten Wonosobo menyampaikan kunjungan kerja ke Kabupaten Karanganyar untuk mempelajari tata kelola pemerintahannya. Karena Kabupaten Wonosobo sendiri hanya menduduki peringkat ke 31 untuk laporan pelaksanaan pemerintahan.

“Kedatangan kami ini untuk berguru pada Pemkab Karanganyar dalam pengelolaan pelaksanaan pemerintahan. Apalagi Karanganyar masuk dalam dua terbaik untuk tingkat nasional,”katanya.

Terpisah, Wakil DPRD Kota Cirebon, Lili Eliah menyampaikan kunjungan kerja anggota Legislatif inio untuk saling bertukar informasi  mulai dari organisasi perangkat daerah hingga potensi pariwisata di Karanganyar.

“Kabupaten Karanganyar menjadi  referensi kami karena beberpa penghargaan  yang diraih dan potensi wisata. Kami ingin study banding mengenai penyelenggaraan pemerintahan,”tuturnya.

Lili juga menyampaikan untuk kota Cirebon perlu adanya dari Pemkot Cirebon dalam menata pegawainya. Sehingga diperlukan pembenahan agar kinerja OPD berjalan maksimal.

“Salah satu OPD yang kekurangan SDM adalah di Satpol PP. Tapi sebaliknya untuk personil Damkar malah berlebih,”tutupnya.

Demikian Diskominfo (ft/ind)

Read More