Category: Pemerintahan

91 Kades Dilantik

Sejumlah 91 Kepala Desa di lantik Bupati Karanganyar Rina Iriani, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (21/03)

Sejumlah 91 Kepala Desa di lantik Bupati Karanganyar Rina Iriani, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (21/03)

Karanganyar, Jumat (22/03/2013)

Sebanyak 91 Kepala Desa (Kades) di 16 Kecamatan, se-Kabupaten Karanganyar, disumpah dan dilantik oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (21/03).

Mereka merupakan Kades terpilih dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Tahap II, yang dilaksanakan pertengahan Februari kemarin.

Sebelum dilantik, mereka berdiri berjajar rapi dengan memakai pakaian kemeja dan celana serba putih. Sesaat setelah itu, Bupati Rina membacakan sumpah janji dan ditirukan oleh Kades terpilih.

“Jabatan ini merupakan amanah yang diberikan oleh masyarakat kepada saudara. Tentunya layani mereka dengan baik. Ikuti peraturan-peraturan yang ada,” jelas dia dalam sambutannya.

Selain itu, perempuan nomor satu di jajaran Pemerintah Kabupaten Karanganyar  mengingatkan untuk menjaga kondusivitas lingkungan masyarakat.

“Segera ajak bagi mereka yang dulu menjadi lawan dalam Pilkades untuk membantu membangun desa, jangan jadikan musuh bagi saudara,”tandasnya.

Dirinya meminta Kades terpilih untuk menggalakkan program pembangunan di desanya masing-masing. Dikatakan dia, setaip daerah memiliki potensi yang berbedab-beda. Oleh karena itu, pemimpin di daerah harus tanggap dalam melihat potensi yang ada di daerahnya. “Aparat desa harus bisa bekerja sama dengan warganya. Ciptakan kondusifitas di daerah. Apalagi, tahun 2013 adalah tahun politik. Selain ada Pilgub Jateng tahun ini juga akan diadakan Pemilihan Bupati (Pilbup) Kabupaten Karanganyar,” katanya. pd

Read More

Karanganyar Adakan Bimtek SPIP

Bimbingan Teknis Sistem Pengendalian Intern Pemerintah, Hotel Lor Inn, Colomadu, Karanganyar, Rabu (20/03)

Bimbingan Teknis Sistem Pengendalian Intern Pemerintah, Hotel Lor Inn, Colomadu, Karanganyar, Rabu (20/03)

Karanganyar, Kamis (21/03/2013)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar melalui Inspektorat mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), Rabu (20/03). Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Lor Inn, Colomadu itu diikuti oleh 40 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Karanganyar.

“Bimtek ini sangat penting dan strategis dan harus di perhatikan, karena semua kegiatan pemerintah harus dikendalikan,” jelas Bupati Karanganyar Rina Iriani, saat membuka acara tersebut.

Meski sering melakukan hal yang serupa, namun pihaknya menekankan jika hal itu bukan hanya sebatas formalitas belaka. Rina menekankan jika Bimtek digunakan harus dilaksanakan dalam hal pelayanan di Kabupaten Karanganyar. Dengan kegiatan ini, imbuh dia, bisa meningkatkan kesadaran para abdi negara akan hak dan kewajibannya. “Selain itu, dengan mengikuti Bimtek ini, kami berharap dapat kita bisa mengantisipasi jangan sampai terjadi penyelewengan di masing-masing instansi,” kata dia.

Sementara itu, ditempat yang sama, Inspektur Kabupaten Karanganyar, Suprapto, mengatakan melalui acara yang dilaksanakan itu, maka satuan tugas (Satgas) SPIP memiliki wawasan lebih. “Jadi, nantinya bisa memberi arahan atau bimbingan pada Satgas SKPD masing-masing. Artinya, kami berharap pengetahuan yang didapatkandari acara ini bisa disampaikan ke rekan-rekan dalam satu dinas. pd

Read More

Panwaslu Temukan 69 Pemilih Tambahan Belum Masuk DPS

Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Karanganyar menemukan sebanyak 69 pemilih tambahan yang belum dimasukkan dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) pemilihan gubernur (Pilgub) Jateng. Selain itu, pihaknya juga mencoret sebanyak 1.804 pemilih ganda saat penetapan DPS Pilgub Jateng beberapa pekan lalu.

Ketua Panwaslu Karanganyar, Dwi Joko Mulyono, mengatakan Panwaslu tingkat kecamatan menemukan data pemilih yang berhak memilih namun tidak tercantum pada DPS Pilgub Jateng. Rinciannya, sebanyak 46 pemilih yang tidak tercantum pada DPS dan 23 pemilih pemula. “Pemilih tambahan itu tak tercantum pada Pilgub Jateng.

Panwaslu tingkat kecamatan langsung melaporkan temuan itu kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) agar ditindaklanjuti. Menurutnya, temuan itu merupakan potensi pelanggaran yang dilakukan penyelenggara pemilu. Apabila daftar pemilih telah ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilgub Jateng, maka penyelenggara pemilu bisa dikenai sanksi.

Pihaknya telah membentuk posko pengaduan pelanggaran penyelenggaraan Pilgub Jateng di setiap kecamatan. Posko itu berfungsi menerima adua pelanggaran dari masyarakat yang mengetahui adanya pelanggaran. “Masyarakat bisa melaporkan pelanggaran Pilgub Jateng ke posko pengaduan di tingkat kecamatan. Panwaslu tingkat kecamatan akan segera menindaklanjutinya,” terang Joko.

Seluruh anggota Panwaslu tingkat kecamatan diminta aktif turun lapangan apabila ada temuan pelanggaran. Mereka telah disumpah untuk mengawasi seluruh tahapan event politik terbesar di Jateng itu.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karanganyar, Sri Handoko Budi Nugroho, menjelaskan para Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) di kecamatan atau desa tengah melakukan verifikasi pemilihan tambahan maupun pemilih ganda pada DPS. Proses verifikasi dilakukan hingga akhir Maret. Selanjutnya, pihaknya bakal menetapkan DPT Pilgub Jateng pada 1 April mendatang.

Pihaknya meminta agar pemilih yang belum tercantum pada DPS melapor kepada petugas di setiap kecamatan/desa setempat. “Kami minta para pemilih proaktif, dinamika kependudukan bisa berkembang setiap saat. Contohnya, sekarang didata orangnya masih hidup namun lusa sudah meninggal dunia. Tentunya daftar pemilih bisa berkembang setiap saat,” jelasnya.

Read More

Rina Iriani : PNS Harus Netral

Karanganyar, Jumat (08/03/2013).

Menjelang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah pada 26 Mei 2013 mendatang, setiap Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karanganyar untuk bersikap netral. Dalam artian, tidak memihak, tidak berpihak terhadap salah satu kelompok atau golongan, tidak diskriminatif, steril dari kepentingan kelompok, dan juga tidak terpengaruh dari kepentingan partai politik.

Terkait himbauan sikap netralitas PNS disampaikan Bupati Karanganyar, Rina Iriani. Setiap PNS netral agar menjaga kondusifitas, dan tetap melayani. “Sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, tentunya setiap PNS bisa menjalankan tugasnya sebagai pelayan masyarakat, jangan sampai mengikuti arus politik,” tegas Rina Iriani, Kamis (07/03).

Hal yang sama juga ditekankan oleh  Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar, Samsi, “Saya tegaskan kepada seluruh PNS yang ada di Karanganyar untuk bersikap netral dalam politik,” kata dia.

Bagi yang terbukti tidak netral, mereka akan mendapatkan sanksi kedisiplinansebagaimana telah diatur menurut Peraturan Pemerintah (PP) No. 53 Tahun 2010.

Di mana, aturan ini menjelaskan sanksi diberikan sesuai dengan tingkat pelanggaran. Ada yang masuk kategori ringan, sedang, maupun berat. Sanksi berat diberikan berupa penurunan pangkat setingkat lebih rendah untuk paling lama satu tahun bagi PNS yang melibatkan PNS untuk memberikan dukungan bagi kampanye serta PNS yang duduk sebagai Panitia Pengawas (Panwas) pemilihan tanpa izin dari pejabat kepegawaian.

Tidak hanya itu, sanksi berat juga bisa diwujudkan dengan pemberhentian dengan hormat atas permintaan sendiri sebagai PNS bagi mereka yang menggunakan atribut partai / seragam dinas dalam mendukung salah satu partai atau calon peserta Pemilu. Selain itu, kepegawaian juga bisa memberikan sanksi berat dengan pemberhentian tidak hormat kepada PNS yang menggunakan APBD dalam proses pemilihan legislatif, presiden/ wakil presiden, dan kepala/ wakil kepala daerah. pd

Read More

Gawanan Siap Rancang Perdes Makam

Kepala Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Murdiyanto mengatakan pihaknya siap merancang peraturan desa (perdes) tentang tanah makam di desanya. Karena pihaknya tak mau Gawanan sebagai tuan rumah kesulitan memakamkan jenazah warganya sendiri.

“Soal tanah makam ini penting, nanti kami akan segera membahas persoalan ini dengan BPD. Sebenarnya seluruh atau sembilan makam yang ada di desa kami masih bisa difungsikan semua, tapi penataan sejak dini kan juga harus kami lakukan,” papar dia, Senin (4/3/2013).

Dia menjelaskan dari sembilan tanah makam di desanya, ada salah satu tanah makam yang telah terisi cukup padat. Berdasar itu lah pihaknya menganggap perlu adanya perdes tentang pembatasan pemakaman di desanya bagi warga di luar Gawanan.

Dia mengakui selama ini ada warga luar desanya memakamkan sanak saudaranya di Gawanan. Untuk itu sesuai ketentuan mereka dikenakan biaya administrasi Rp300.000 per jenazah sebagai ongkos bedah bumi.

Guna memperkecil adanya orang luar desa yang dimakamkan di Gawanan, pihaknya akan membawa persoalan ini pada pertemuan dengan BPD yang akan datang. Namun hal itu bisa disiasati dengan berbagai cara di antaranya menaikkan biaya bedah bumi. Jika semula ongkos bedah bumi warga luar desa Rp300.000 untuk sekali pemakaman, di masa mendatang mungkin akan dinaikkan.

“Mungkin nanti biaya bedah bumi di Gawanan akan dikenakan Rp1,5 juta per jenazah atau berapa kan bisa.”

Relatif tingginya biaya pemakaman di Gawanan dimaksudkan agar mereka yang dari luar desa tidak memakamkan jenazah di desanya. Sebenarnya cara meninggikan biaya makam itu dimaksudkan untuk menolak secara halus warga luar Gawanan yang hendak memakamkan jenazah di desanya.

Sedangkan salah seorang warga Gawanan, Riri, 43, juga tak keberatan dengan langkah yang akan ditenpuh kadesya. Namun dia berharap tanah makam di desanya dirawat dengan baik, sehingga tak terkesan angker atau menakutkan.

Read More

Karanganyar Peringati Hari Pemadam Kebakaran

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karanganyar, Samsi, beserta perwakilan Muspida melihat mobil dan alat pemadam kebakaran, Jumat (01/03).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karanganyar, Samsi, beserta perwakilan Muspida melihat mobil dan alat pemadam kebakaran,  Jumat (01/03).

Karanganyar, Sabtu (02/03/2013).

Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Karanganyar, Petugas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), SAR, dan Satuan Pengamanan (Satpam) mengikuti peringatan Hari Pemadam Kebakaran Nasionalke 94, Jumat (01/3) pagi.

Peringatan yang dilaksanakan di halaman Sekretariat Daerah (Setda) yang jatuh setiap 1 Maret, langsung dipimpin oleh  Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar, Samsi. Di barisan tamu undangan juga terlihat beberapa kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar dan perwakilan dari Muspida.

Sambutan Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, yang dibacakan oleh Samsi, mengatakan bahwa peran institusi pemadam kebakaran (damkar) bukan hanya sekedar siapsiaga sebagai penjaga kota dari kebakaran tetapi juga terlibat langsung memberi rekomendasi terhadap proteksi kebakaran. “Para pihak yang berkepentingan agar dapat meningkatkan kapasitas institusi pemadam kebakaran dengan hal-hal yang perlu mendapat perhatian kita dalam pengurangan risiko kebakaran,” kata Samsi.

Pendekatan preventif dengan kegiatan mitigasi, penyuluhan, inspeksi dan penegakan hukum merupakan upaya pengurangan risiko kebakaran. “Peran serta perguruan tinggi, peningkatan peran LSM, dunia usaha, dan organisasi mitra Pemerintah pemerhati kebakaran, pemberdayaan komunitas masyarakat dalam pengurangan risiko kebakaran sangat kita harapkan. Dengan hal itu, maka resiko risiko kebakaran dapat kita kurangi,” ujar dia. pd

 

Read More

8 Perempuan Berjaya di Pilkades Tahap II

Sejumlah panitia dan saksi sedang melakukan penghitungan suara dalam Pilkades Suruh, Kecamatan Tasikmadu, Kamis (21/02)

Sejumlah panitia dan saksi sedang melakukan penghitungan suara dalam Pilkades Suruh, Kecamatan Tasikmadu, Kamis (21/02)

Karanganyar, Jumat (22/02/2013)

Penentuan 91 Kepala Desa (Kades) Pemilihan Kepala Desa (PIlkades) Tahap II di 91 desa yang berada di 16 Kecamatan se-Kabupaten Karanganyar, Kamis (20/1) berlangsung lancar. Dari 91 Kades, ada delapan Kades perempuan yang terpilih.

Delapan kades tersebut yakni Kades Pojok Kecamatan Mojogedang Wiwin Indarwati, Kades Buran Kecamatan Tasikmadu Marsies Yayuk Sri Rahayu, Kades Gaum Kecamatan Tasikmadu Nur Setyo Utami, Kades Suruh Kecamatan Tasikmadu Ning Setyaningsih, Kades Krendowahono Kecamatan Gondangrejo Siti Hastuti. Selain itu Kades perempuan lainnya yakni Desa Jatipurwo Kecamatan Jatipuro Sri Ngamali, Kades Jatiwarno Kecamatan Jatipuro Sri Ruswanti, dan Kades Plosorejo Kecamatan Matesih Giyarti.

Mereka lebih beruntung dari 16 calon Kades lainnya yang bertarung memperebutkan kursi nomor satu di tingkat desa. Pasalnya, data dari Pemerintahan Desa dan Kelurahan Sekretariat Daerah (Sekda) Karanganyar menyebutkan, ada 24 perempuan yang maju dalam Pilkades itu.

Tidak hanya sebatas menang, namun ada sisi prestasi juga membanggakan. Seperti halnya Kades Pojok terpilih, yakni Wiwin Indarwati. Dirinya melawan Sutarwo yang statusnya seorang incumbent di desanya. Namun, berdasarkan hasil penghitungan suara, Wiwin berhasil unggul dengan memperoleh 1.947 suara, sedangkan Sutarwo hanya mendapat 1.664 suara.

Setali tiga uang di Desa Pojok, prestasi yang ditorehkan Srikandi Karanganyar dari Desa Suruh Kecamatan Tasikmadu. Pasalnya, ada lima calon Kades dan tiga di antaranya perempuan. Hasilnya pun cukup mengejutkan. Dua perolehan suara tertinggi didapat oleh dua orang perempuan Ning Setyaningsih dan Sri Kiswati. Namun, dewi fortuna lebih memilih Ning Setyaningsih sebagai Kades Suruh periode 2013-2019.

Keberhasilan kaum hawa dalam ini sejalan dengan semangat Bupati Karanganyar, Rina Iriani yang menginginkan adanya keterwakilan perempuan dalam pemerintahan, termasuk tingkat desa. Rina meminta agar tidak ada lagi perbedaan dalam sisi gender. “Kami memberikan apresiasi bagi perempuan yang maju ke Pilkades. Menang atau kalah, semuanya rakyat yang menentukan. Yang terpenting, adanya niat kemauan untuk menjadi pelayan masyarakat. Sing penting maju dulu,” kata Rina, Jumat (22/2). pd

Read More

Pelaksanaan Pilkades Berjalan Aman

Warga memberikan hak suara dalam Pilkades Karangmojo, Kecamatan Tasikmadu, Kamis (21/02).

Warga memberikan hak suara dalam Pilkades Karangmojo, Kecamatan Tasikmadu, Kamis (21/02).

Karanganyar, Kamis  (21/02/2013).

Hari ini, Kamis (21/2), 91 desa di 16 Kecamatan se-Kabupaten Karanganyar menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Dari sejumlah pengamatan dan pantauan di sejumlah desa, pelaksanaan Pilkades tahap II itu berjalan dengan lancar dan kondusif.

Pemantauan Pilkades langsung dipimpin oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani. Dirinya didampingi sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Desa Jati, Kecamatan Jaten. SKPD tersebut antara lain Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP serta Camat Jaten memantau langsung proses pemilihan Kepala Desa (Kades) di sana.

Hasilnya, Pilkades yang diselenggarakan di Balai Desa Jati Kecamatan Jaten berlangsung lancar. Uniknya, hanya ada calon tunggal (kotak kosong), yakni Haryanta. Rina mengapresiasi semua warga Jati dalam mensukseskan Pilkades di sana. “Meski hanya ada satu calon, tapi kami senang masyarakat mendukung dengan memberikan suaranya di sini,” kata dia di sela-sela Sidak, Kamis (21/2).

Selain Rina, Sidak juga dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar, Samsi dan Muspida Karanganyar. Di antaranya Dandim 0727 Letkol Edi Basuki, Kapolres Karanganyar AKBP Nazirwan Adji Wibowo, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar Winarno, Ketua Kejaksaan Negeri (Kejari) Agus Winoto, Ketua DPRD Karanganyar Sumanto, Kepala Bagian Pemerintah Desa dan Kelurahan Sunarno. Rombongan tersebut memantau Pilkades Gantiwarno Kecamatan Matesih, Desa Karangmojo Kecamatan Tasikmadu, dan Desa Bolon Kecamatan Colomadu.

Sekda Karanganyar, Samsi menyebutkan Pilkades ini sebagai wujud demokratisasi di tingkat kelurahan/ desa. Secara umum, lanjut dia, pelaksaan pesta demokrasi ini berjalan aman dan terkendali. Terkait dengan hasilnya, Samsi meminta agar semua calon bisa menerimanya tanpa ada gejolak di lingkungan desa. “Pastinya ada yang kalah dan menang. Namun, substansi dari Pilkades bukan dua hal itu. Tapi bagaimana pemimpin mendatang bisa membangun desa menjadi lebih baik,” ujar Samsi.

 

.pd

Read More

91 Desa Siap Gelar Pilkades

Ilustrasi. Warga menggunakan hak suara dalam Pemilihan Kepala Desa.

Ilustrasi. Warga menggunakan hak suara dalam Pemilihan Kepala Desa.

Karanganyar, Rabu (20/02/2013).

Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengadakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang akan dilaksanakan di 91 desa secara serentak pada Kamis, (21/2). Pilkades tahap II ini dimulai pada pukul 08.00-13.00 WIB.

Sebelumnya, Karanganyar menggelar Pilkades  tahap I, Sabtu (22/12) tahun lalu. Pilkades tahap II ini dilakukan di 16 Kecamatan. Antara lain Kecamatan Jaten enam desa, Kebakkkramat dua desa, Mojogedang tujuh desa, Tasikmadu sembilan desa, Gondangrejo empat desa, Colomadu enam desa, Jatiyoso tiga desa, Jatipuro tujuh desa, Jumapolo tujuh desa.

Selain itu, Kecamatan  Jumantono khususnya di delapan desa, Tawangmangu dua desa, Karangpandan tiga desa, Ngargoyoso lima desa, Kerjo enam desa, Jenawi delapan, dan Matesih delapan desa juga menggelar pesta demokrasi itu.

Kepala Bagian Pemerintah Desa dan Kelurahan Pemkab Karanganyar, Sunarno, mengatakan menjelang pelaksanaan Pilkades Tahap II telah dipersiapakan berbagai hal, seperti penyampaian surat undangan pemungutan suara, pembuatan perlengkapan pemungutan dan penghitungan suara, kemudian menyiapkan, meneliti, serta menghitung kartu suara, juga berita acara.

“Pelaksanaan sebelum, pada hari H, dan setelah Pilkades kepada Calon Kepala Desa, pendukung, dan warga masyarakat sekitar agar dapat menjaga stabilitas keamanan tetap kondusif,” ucap Sunarno, Selasa (19/2).

 

.pd  

Read More

Satpol Siap Amankan Pilkades

Karanganyar, Selasa (19/02/2013)

Pemkab Karanganyar akan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Tahap II di 91 desa, pada Kamis (21/2) mendatang. Guna memperlancar ajang demokrasi itu, sejumlah petugas diturunkan ke lapangan.

Petugas tersebut berasal dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Polres, Kodim, dan Linmas Kabupaten Karanganyar. Pengamanan dilakukan bukan hanya pada hari H pemilihan, melainkan beberapa hari sebelumnya.

Kepala Satpol PP Karanganyar, Mei Subroto menyampaikan, pihaknya sudah melakukan pembagian tugas bagi Linmas dan Satpol PP. “Nantinya, kami menerjunkan dua orang Linmas di tiap desa. Selain itu, untuk keamanan dan kelancaran Pilkades juga akan kami back up dengan menempatkan tiga orang anggota Satpol PP di tiap kecamatan,” kata dia, Senin (18/2).

Dikatakan Mei, anggota Satpol PP itu akan melakukan pemantauan dengan berkeliling ke desa-desa dan menggunakan sistem giliran. Dengan begitu, imbuh dia, pelaksanaan Pilkades bisa berjalan dengan lancar. “Kami siap membantu kelancaran Pilkades tahap II. Kami bertugas untuk menjaga keamanan demi kelancaran proses pemungutan suara hingga penghitunganya,” ujar dia.

Disinggung soal persiapan, dirinya menegaskan siap memberikan pembekalan kepada para petugasnya. Selain itu, pada H-1 Pilkades, yakni Rabu (20/1) akan dilakukan pengecekan, terkait kesiapan petugas.

Di sisi lain, pihaknya berharap masyarakat juga bisa menjaga keamanan desanya masing-masing. Meski dimungkinkan suasana akan panas lantaran persaingan antarpendukung, namun dirinya menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing emosinya.

 

.pd

Read More