Category: Berita

Karanganyar Adakan Bimtek SPIP

Bimbingan Teknis Sistem Pengendalian Intern Pemerintah, Hotel Lor Inn, Colomadu, Karanganyar, Rabu (20/03)

Bimbingan Teknis Sistem Pengendalian Intern Pemerintah, Hotel Lor Inn, Colomadu, Karanganyar, Rabu (20/03)

Karanganyar, Kamis (21/03/2013)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar melalui Inspektorat mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), Rabu (20/03). Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Lor Inn, Colomadu itu diikuti oleh 40 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Karanganyar.

“Bimtek ini sangat penting dan strategis dan harus di perhatikan, karena semua kegiatan pemerintah harus dikendalikan,” jelas Bupati Karanganyar Rina Iriani, saat membuka acara tersebut.

Meski sering melakukan hal yang serupa, namun pihaknya menekankan jika hal itu bukan hanya sebatas formalitas belaka. Rina menekankan jika Bimtek digunakan harus dilaksanakan dalam hal pelayanan di Kabupaten Karanganyar. Dengan kegiatan ini, imbuh dia, bisa meningkatkan kesadaran para abdi negara akan hak dan kewajibannya. “Selain itu, dengan mengikuti Bimtek ini, kami berharap dapat kita bisa mengantisipasi jangan sampai terjadi penyelewengan di masing-masing instansi,” kata dia.

Sementara itu, ditempat yang sama, Inspektur Kabupaten Karanganyar, Suprapto, mengatakan melalui acara yang dilaksanakan itu, maka satuan tugas (Satgas) SPIP memiliki wawasan lebih. “Jadi, nantinya bisa memberi arahan atau bimbingan pada Satgas SKPD masing-masing. Artinya, kami berharap pengetahuan yang didapatkandari acara ini bisa disampaikan ke rekan-rekan dalam satu dinas. pd

Read More
DSC_0027

Satpol PP Gelar Bhakti Sosial Meriahkan HUT Ke-63

DSC_0027

Bupati Karanganyar bagikan sembako kepada pengayuh becak. (ad)

Karanganyar, 19/03/2013 – Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Karanganyar bagikan sembako kepada para pengayuh becak di seputar kota Karanganyar, Bhakti sosial kali ini dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar dalam rangka meriahkan HUT Satpol PP ke 63, Selasa 19/03/2013.

Bupati Karanganyar DR. Hj. Rina Iriani Sri Ratnaningsih, M.Hum menyerahkan secara simbolis bingkisan sembako tersebut kepada perwakilan pengayuh becak. “ Tahun ini tahun politik, banyak dilaksanakan pilkades, pilkada, maupun pilgub. Untuk itu selalu menjaga kondusifitas Kab. Karanganyar “ ujar Rina.

Pembagian sembako sebanyak 200 paket ini, menurut Kasatpol PP Kabupaten Karanganyar Mei Subroto, sebagai wujud peran Satpol PP dalam mengawal penguatan peran Bupati di bidang ketertiban umum dan ketentraman masyarakat serta sebagai upaya mendekatkan Satpol PP pada masyarakat. “Jangan sampai kesannya Satpol PP adalah tukang gusur dan musuh PKL,” ungkap dia.

Selain bhakti sosial, Satpol PP juga melaksanakan kegiatan donor darah massal yang telah diselenggarakan pada tanggal 28 Februari 2013 bekerjasama dengan PMI Karanganyar. (ad)

Read More

Pemkab Berikan Bantuan Kolam Ikan

Karanganyar, Selasa (19/03/2013).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) memberikan bantuan pembuatan kolam ikan pada 2013. Bantuan tersebut diberikan di 20 tempat yang berada di 12 kecamatan di Karanganyar.

12 kecamatan tersebut antara lain Jumantono, Jumapolo, Jatipuro, Matesih, Karangpandan, Jenawi, dan Kerjo. Selain itu, Kecamatan Mojogedang, Karanganyar, Kebakkramat, Colomadu serta Tasikmadu juga mendapatkan bantuan yang sama. Tiap-tiap kecamatan mendapatkan Rp 50 juta dan disalurkan di masing-masing titik di daerahnya.

Plt Kepala Disnakan Karanganyar, Siti Maisyaroch menyebutkan, bantuan itu hanyalah stimulan. Nantinya, imbuh dia, warga juga akan mendapatkan bantuan benih ikan. “2012 ini, kami memberikan bantuan kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan kolam ikan. Selanjutnya, kami juga akan memberikan bantuan bibit ikan,” kata dia, di acara Pengukuhan Pengurus Forum Peningkatan Konsumsi Ikan dan Pemberdayaan Warung/Kantin Sekolah, di Pendapa Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (18/03)  .

Pihaknya berharap, masyarakat bisa mengembangkan bantuan itu secara swadana. dengan begitu, maka secara langsung bisa menaikkan kesejahteraan dalam sisi ekonomi warga. Selain itu, dengan pengembangan budidaya ikan bisa mengurangi angka pengangguran di Bumi Intanpari.

Bupati Karanganyar, Rina Iriani meminta kepada semua pihak untuk mendukung budidaya ikan. Tidak hanya dengan memeliharanya saja, melainkan menaikkan konsumsi ikan. Seruan itu Rina tekankan kepada ibu rumah tangga. Dengan memberikan arahan kepada anggota keluarganya tentang nutrisi yang terkandung dalam ikan, pihaknya yakin tingkat konsumsi di Karanganyar akan jauh meningkat.

Dikatakan orang nomor satu di jajaran Pemkab Karanganyar  itu, kandungan Omega 3 dalam ikan sangat berguna untuk meningkatkan kecerdasan anak. “Awalnya memang enggan memakan ikan. Tapi kami yakin jika dibiasakan, anak-anak pasti akan menyukai ikan. Oleh karena itu, kami akan memberikan pelatihan ibu-ibu lewat PKK dalam hal memasak ikan,” katanya. pd

 

Read More
DSC_0006

2012, Bank Daerah Karanganyar Setor Rp 2,8 Miliar

Bank Daerah Karanganyar memberikan kontribusi ke Pemkab Karanganyar sebesar Rp 2,8 miliar pada tahun 2012

Bank Daerah Karanganyar memberikan kontribusi ke Pemkab Karanganyar sebesar Rp 2,8 miliar pada tahun 2012

Karanganyar, Senin (18/03/2013).

Bank Daerah Karanganyar memiliki prestasi yang sangat membanggakan. Tercatat selama kurun waktu tahun 2012 telah memberikan laba ke Pemerintah Kabupaten Karanganyar sebesar Rp 2.844.306.700.

Prestasi tersebut tercipta atas kerja keras tim yang terdiri dari 98 orang pimpinan dan staf dari perusahaan daerah (PD) Karanganyar itu serta dukungan dari semua pihak. Dengan personil yang mumpuni di bidangnya, selama 44 tahun berdiri Bank Daerah Karanganyar mampu bersaing dengan bank-bank lainnya. Kinerja yang baik tersebut tercermin dari laba atau keuntungan yang dihasilkan bank yang berada di Jalan Lawu Karanganyar itu.

“Tahun 2012 ada kenaikan lama sebesar Rp 279.297.453 atau 10,88 persen dibandingkan tahun 2011. Total laba yang kami hasilkan sebanyak Rp 2.844.306.700,” kata Direktur Utama Bank Daerah Karanganyar, Sudarsito, di sela-sela acara sepeda santai dalam rangkaian HUT ke-44, Minggu (17/03).

Tidak hanya itu, Bank Daerah Karanganyar juga mendapatkan laba bersih setelah pajak per 31 Desember 2012 sebesa Rp 5.688.613.393. Soal aset, bank tersebut juga tidak kalah jika dibandingkan dengan yang lainnya. Bank Daerah hingga akhir 2012 total asetnya mencapai angka Rp 185.996.406.085. Sementara itu, penghimpunan dana dari sisi deposito per 31 Desember tahun lalu sebanyak Rp 63809.050.000. Nominal itu disetorkan oleh 1.119 orang deposen. Jika dibandingkan dengan tahun 2011, jumlah ini menunjukkan peningkatan sebesar 13,45 persen.

“Perlu kami laporkan juga, per 28 Februari 2013 tabungan di Bank Daerah sebesar Rp 52.046.682.929. Data kami mencatat ada 18.317 nasabah dan naik 32,94 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya.

Dalam laporannya kepada Bupati Karanganyar Rina Iriani, Sudarsito juga menyampaikan jika jumlah piutang atau Out Standing Credit  mencapai angka Rp 174.040.943.825. Lantaran mengalami perkembangan yang cukup pesat, pihak BUMD tersebut berencana membuka Kantor Kas Harian di Wilayah Kecamatan Tasikmadu, Kecamatan Jaten, dan Kecamatan Jumantono. Sementara ini, bank milik Pemkab Karanganyar itu hanya melayani masalah perbankan di satu Kantor Pusat, satu Kantor Cabang, dan lima Kantor Kas Harian. pd

Read More

HUT Ke-44, Bank Daerah Beri Penghargaan Ke Karyawan

Karanganyar, Minggu (17/03/2013).

Bank Daerah Karanganyar dalam usia ke-44 semakin mengokohkan diri menjadi perusahaan daerah yang kuat dan memberikan kontribusi yang nyata bagi pembangunan di Kabupaten Karanganyar. Dalam peringatan HUT tersebut, bank milik Pemkab Karanganyar itu menyelenggarakan rangkaian kegiatan.

Direktur Utama (Dirut) Bank Daerah Karanganyar, Sudarsito di depan Bupati Rina Iriani, pimpinan DPRD dan sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) menjelaskan, sejumlah acara itu bukan hanya sebatas perayaan ulang tahun melainkan pelaksanaan bakti sosial. Hal ini terbukti dari pengobatan massal gratis di Desa Wonorejo, Kelurahan Bejen, Kecamatan Karanganyar Kota. Acara tersebut diikuti oleh masyarakat luas. Selama  seharian, petugas kesehatan berhasil melayani 400 orang yang memiliki beberapa keluhan penyakit. “Kami menyelenggarakan pengobatan gratis yang diikuti oleh 400 warga Karanganyar. Pengobatan gratis ini dipilih karena kami ingin mendekatkan diri kepada masyarakat dan memberikan pelayanan kesehatan bagi mereka yang membutuhkan,” kata dia di sela-sela puncak peringatan HUT Bank Daerah Karanganyar di Alun-Alun, Minggu (17/03).

Selain itu, lanjut dia, pihak perusahaan daerah (PD) yang berkantor pusat di Jalan Lawu Karanganyar itu juga melaksanakan bakti sosial dengan cara donor darah. Kegiatan yang diikuti  oleh karyawan karyawati dan Dharma Wanita PD BPR Bank Karanganyar itu terselenggara atas kerja sama dengan PMI setempat. H-1 HUT, jajaran pimpinan dan staf bank itu menggelar acara tirakatan. Bahkan, acara yang penuh keakraban itu juga dihadiri oleh Dewan Pengawas Direksi.

Sudarsito juga mengungkapan sebagai wujud syukur dari pencapaian prestasi, pihaknya juga memberikan bantuan kepada tujuh Yayasan Panti Asuhan, Pondok Pesantren Nurul Yakin Kadipiro Kelurahan Bejen, dan Gerakan Nasional Orangtua Asuh (GNOTA). Bagi panti asuhan dan pondok pesantren masing-masing mendapatkan Rp 1,5 juta, sedangkan bantuan GNOT yang disalurkan totalnya Rp 7,5 juta.

Tidak berhenti di situ saja, bagi karyawan karyawati yang telah mengabdi selama 15 tahun dan 25 tahun juga mendapatkan penghargaan. “Ini wujud penghargaan kami kepada pihak-pihak yang telah ikut membesarkan Bank Daerah ini,” ujarnya lagi. pd

Read More

BAWANG MAHAL: Petani Tawangmangu Tak Nikmati Lonjakan Harga

Tingginya harga bawang putih di pasaran akhir-akhir ini membuat sejumlah petani bawang putih di Tawangmagu masygul. Karena tanaman bawang mereka rata-rata baru berusia satu bulan.

“Sebenarnya di sentra bawang di empat desa di Tawangmangu ada 50 hektare. Tetapi tanaman itu belum bisa dipanen sebab baru berusia satu bulan,” ujar Camat Tawangmangu, Yopi Ekojati Wibowo ketika ditemui di sela-sela mengikuti acara pengukuhan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Karanganyar di Hotel Lorin, Desa Blulukan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Jumat (15/3/2013).

Seperti diwartakan sebelumnya sejumlah pengusaha warung makan skala kecil di Kecamatan Colomadu mengaku bingung menetapkan harga makanan yang mereka jual. Hal itu terjadi akibat mahalnya beberapa jenis bumbu dapur seperti bawang putih, bawang merah, cabai dan sebagainya.

“Harga bawang putih mencapai Rp50.000 lebih per kilogram, padahal bumbu masakan saya banyak menggunakan bawang putih. Naiknya harga-harga bumbu dapur terutama bawang putih membuat pusing kepala,” papar salah seorang penjual tahu kupat, Musiyem, 41, ketika ditemui di warungnya, Paulan, Colomadu, Kamis (14/3).

Lebih lanjut Yopi mengatakan di Kecamatan Tawangmangu terdapat empat desa yang menjadi sentra tanaman bawang merah dan bawang putih. Empat desa itu adalah Gondosuli, Kalisoro, Pancot dan Tengklik.

Berdasar panenan sebelumnya bawang putih Tawangmangu yang dinilai merupakan varietas baru ini berkualitas cukup bagus. Selain itu hasil panen yang diperoleh para petani beberapa waktu lalu dinilai memuaskan.

Dia mengatakan jika tanaman bawang putih para petani saat ini sudah bisa dipanen akan menguntungkan para petani bawang putih di wilayahnya. “Sebenarnya bukan karena tanaman bawang para petani telat panen, tetapi karena situasi pasar yang sulit ditebak.”

Sebenarnya, ujar dia, dalam tiga kali panen lalu, hasil panen yang diperoleh para petani cukup lumayan. Karena kawaswan itu memang cukup ideal untuk tanaman bawang merah dan bawang putih.

Sumber : http://www.solopos.com

Read More

Kewaspadaan Dini Tahun Politik 2013

Karanganyar, Jumat (15/03/2013)

2013 merupakan tahun politik, di mana  di dalamnya terdapat agenda Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah (Jateng), Pemilihan Bupati (Pilbup) Kabupaten Karanganyar, dan Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2014 mendatang. Lantaran banyaknya agenda politik tersebut, maka dikhawatirkan timbulnya gejolak di masyarakat.

Guna mengantisipasi kekhawatiran itu, semua elemen masyarakat di Bumi Intanpari harus meningkatkan kewaspadaannya. Tidak hanya terpaku pada Pemkab, TNI/ Polri, namun masyarakat sipil juga memiliki andil yang besar untuk menciptakan kondusivitas daerahnya masing-masing.

Tidak harus menunggu konflik itu muncul, masyarakat beserta stakeholder di Karanganyar diharapkan bisa mengantisipasinya dari awal. Dengan langkah itu, diharapkan gejolak yang timbul bisa segera tertangani, sehingga tidak semakin meluas.

“Masyarakat hendaknya mempunyai kewaspadaan terhadap potensi gejolak-gejolak gangguan sosial yang dapat menimbulkan konflik,” ujar Kabid Ideologi dan Kewaspadaan Kesbangpolinmas Provinsi Jateng, Eko Prihadi, Jumat (15/3).

Dikatakan Eko, perlu ada kesinambungan gerak antara masyarakat dan Pemerintah. Hal itu ditunjang dengan adanya komunikasi yang baik di antara kedua belah pihak.

Penekanan tersebut juga disampaikan oleh Bupati Karanganyar, Rina Iriani. Dia mengungkapkan masalah tersebut bukan hanya tanggungjawab pemerintah, melainkan harus bersama-sama dan melibatkan peran serta masyarakat. Masyarakat menurut Rina, mempunyai peran penting terkait kepedulian dan tanggap waspada terhadap situasi lingkungannya. “Dengan demikian apabila kemudian muncul masalah akan dapat direspon secara cepat, akurat, dan tepat. Inilah arti penting dengan kewaspadaan dini oleh masyarakat.  Langkah-langkah preventif dapat diupayakan, dengan mengantisipasi gejala sosial agar tidak ada permasalahan yang dapat timbul  seperti konflik sosial di masyarakat,” ujar Rina. pd

Read More
DSC_0068

224 Siswa SD Ikuti Pesta Siaga

Karanganyar, Senin (11/03/2013)

Pembukaan Pesta Siaga diikuti perwakilan pelajar Sekolah Dasar eks Karesidenan Surakarta, di halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Karanganyar, Minggu (10/03).

Pembukaan Pesta Siaga diikuti perwakilan pelajar Sekolah Dasar eks Karesidenan Surakarta, di halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Karanganyar, Minggu (10/03).

Ratusan pelajar dari berbagai SD se-eks Karesidenan Surakarta mengikuti Pesta Pramuka Bina Wilayah (Binwil) eks Karesidenan Surakarta di halaman Sekretariat Daerah (Setda) Karanganyar, Minggu (10/03) pagi. Kegiatan Pesta Pramuka ini bertujuan untuk menanamkan rasa patriotisme di kalangan pramuka siaga.

Dari total 224 peserta yang ada, terbagi dalam tujuh Kwartir Cabang (Kwarcab) se-eks Karesidenan Surakarta. Setiap kwarcab mengirimkan dua kelompok yang terdiri dari satu barung putra dan satu barung putri. “Di mana untuk setiap barung itu terdiri dari delapan anggota pramuka siaga,” jelas  Sutarno, Wakil Ketua Bidang Bina Muda Binwil eks Karesidenan Surakarta.

Seluruh peserta anggota pramuka siaga mengikuti 17 jenis perlombaan. Antara lain lomba kebersihan, menari, lalu lintas, baris-berbaris dan lainnya. Seluruh rangkaian kegiatan yang digelar kali ini mengambil konsep rekreasi dan edukasi. “Jadi dalam kegiatan ini kami kemas sedemikian menarik agar para peserta tidak merasa bosan,” jelasnya.

Pesta Pramuka ini sendiri digelar secara rutin setiap tahunnya dengan mengambil tempat berpindah-pindah dari satu kabupaten ke kabupaten lain.Bagi peserta yang lolos sebagai juara I–III akan mengikuti pesta pramuka siaga tingkat Kwartir Daerah (Kwarda) di Semarang, April mendatang.

Seorang peserta Kwarcab dari Karanganyar, Heny menilai kegiatan yang diikutinya kali ini cukup baik untuk memberikan pembelajaran bagi generasinya agar hidup disiplin dan berprestasi. Karena antusiasnya, seluruh peserta cukup serius dalam mematangkan persiapannya. “Saya mengikuti lomba lalu lintas dan ingin memenangkannya. Untuk itu, saya telah melakukan latihan selama sebulan,” ungkapnya.

Pesta Siaga Daerah Korwil Surakarta ini dibuka oleh Asisten Perekonomian Pembangunan dan Kesra, Agus Cipto Waluyo. Agus berharapkan Pembina Pramuka harus memberikan contoh dan teladan yang baik bagi anak-anak.

Dalam acara tersebut, juara I putra dimenangkan oleh Kwarcab Sragen dan Kwarcab Boyolali menjadi juara I putri. pd

Read More
DSC_0121

Ratusan Pelayat Iringi Pemakaman Sri Sadoyo

Jenazah mantan Wakil Bupati Karanganyar, Sri Sadoyo, diberangkatkan dari rumah duka menuju Astana Laya Sekoang, Dengkeng, Tohkuning, Karangpandan, Minggu (10/03) pagi.

Jenazah mantan Wakil Bupati Karanganyar, Sri Sadoyo, diberangkatkan dari rumah duka menuju Astana Laya Sekoang, Dengkeng, Tohkuning, Karangpandan, Minggu (10/03) pagi.

Karanganyar, Minggu (10/03/2013).

Ratusan pelayat datang ke rumah duka KPA Sri Sadoyo Hardjomigoeno sejak pagi. Tampak hadir dari pejabat Pemerintah Kabupaten Karanganyar yakni Wakil Bupati Karanganyar Paryono, Sekretaris Daerah (Sekda) Samsi, dan beberapa pejabat di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), camat, dan lurah.

Tepat pukul 10.00 WIB, peti jenazah diberangkatkan untuk disemayamkan di makam di Astana Laya Sekoang Dengkeng Tohkuning Karangpandan,  Minggu (10/03). Sebelumnya diadakan doa bersama mengantar pemakaman mantan Wakil Bupati Karanganyar itu. Begitu banyak tetesan air mata yang mengiringi orang yang pernah menjadi orang nomor dua di Bumi Intanpari.

“Kami sangat merasa kehilangan seorang panutan, sesepuh, guru, bagi warga Karanganyar. Banyak ilmu yang diajarakan oleh beliau kepada kami,” kata Paryono.

Semasa hidup, beliau pernah ikut Organisasi Kadin Surakarta dan Karanganyar, Secretary Coorporation Sritek, Apindo Jawa Tengah, Gaspindo Jawa Tengah, Anggota DPRD Karanganyar, dan Wakil Bupati Karanganyar.

Salah seorang keponakan almarhum, Tri Hariadi mengutarakan jika selama beberapa tahun belakangan ini kondisi kesehatan pamannya itu terus mengalami penurunan. Dituturkan dia, hemoglobin (HB) Sri Sadoyo menurun drastis dan menderita jantung. Sejak itulah, sang pemimpin itu keluar masuk rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. “Biasanya opname 2-3 hari kemudian pulang ke rumah. Setelah itu kambuh lagi dan opname lagi. Dan itu terjadi sampai beliau meninggal di RS Dr Oen Solo, Jumat (08/03) sekitar jam 23.40 WIB,” kata dia.

Almarhum meninggalkan istri Ray Dewi Aisyah Sri Sadoyo Hardjomigoeno dan dua putera, RM Sasotyo Hartawan dan RM Donny Sasotyo Adhie serta enam orang cucu. Mereka adalah Alif, Bunga Auliya, Chrisna, Adelia, Evelin dan M Rafa Raditya Tama. pd 

 

Read More
DSC_1860

Mantan Wabup Sri Sadoyo Tutup Usia

Para pelayat berdoa di depan peti jenazah Almarmuh Sri Sadoyo, Mantan Wakil Bupati Karanganyar, Sabtu (09/03).

Para pelayat berdoa di depan peti jenazah Almarhum  Sri Sadoyo, Mantan Wakil Bupati Karanganyar, Sabtu (09/03).

Karanganyar, Minggu (10/03/2013).

Sabtu (09/03) pagi, suasana sendu begitu kentara di Pendapi Ageng Putri Duyung Ngunut RT 1 RW 1 Tohkuning Karangpandan. Di sana terlihat sebuah jazad yang dimasukkan dalam sebuah peti jenazah itu dikelilingi oleh sejumlah kerabat.

Beberapa teman semasa hidup juga terlihat sedang menyampaikan doa melalui salat jenazah. Begitu banyak tetesan air mata yang mengiringi orang yang pernah menjadi orang nomor dua di Bumi Intanpari. Dialah KPA Sri Sadoyo Hardjomigoeno, (70), Wakil Bupati Karanganyar periode 2003-2008. Sosok nan bersahaja itu berpulang ke haribaan Ilahi Jumat (08/03) pukul 23.40 malam.

Sejumlah kerabat serta teman sejawat juga nampak memberikan penghormatan terakhir sebelum dirinya disemayamkan di Astana Laya Sekoang Dengkeng Tohkuning Karangpandan,  Minggu (10/03).

Salah seorang keponakan almarhum, Tri Hariadi mengutarakan jika selama beberapa tahun belakangan ini kondisi kesehatan pamannya itu terus mengalami penurunan. Dituturkan dia, hemoglobin (HB) Sri Sadoyo menurun drastis dan menderita jantung. Sejak itulah, sang pemimpin itu keluar masuk rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. “Biasanya opname 2-3 hari kemudian pulang ke rumah. Setelah itu kambuh lagi dan opname lagi. Dan itu trejadi sampai beliaung meninggal di RS Dr Oen Solo, Jumat (08/03) sekitar jam 23.40 WIB,” kata dia.

Dia menambahkan, pihak keluarga memutuskan untuk tidak langsung memakamkan Sri Sadoyo karena masih menunggu salah seorang anaknya yang masih berada di Papua, RM Sasotyo Hartawan.

Mantan Wabub Karanganyar itu dikenal sebagai pribadi yang cukup ulet dan teguh dalam menjaga tali sillaturahmi. Ia selalu bersemangat untuk bertemu dan berkumpul bersama keluarga besarnya. Sri Sadoyo sendiri merupakan anak terakhir dari silsilah keluarga besar Harjo Miguno.

Almarhum meninggalkan istri Ray Dewi Aisyah Sri Sadoyo Hardjomigoeno dan dua putera, RM Sasotyo Hartawan dan RM Donny Sasotyo Adhie serta enam orang cucu. Mereka adalah Alif, Bunga Auliya, Chrisna, Adelia, Evelin dan M Rafa Raditya Tama. pd

 

Read More