Category: Berita

DSC_0030

Warga Thailand Kunjungi Karanganyar

Wisatawan Thailand sedang berkunjung di Candi Ceto, Jenawi, Karanganyar, Kamis (28/02).

Wisatawan Thailand sedang berkunjung di Candi Ceto, Jenawi, Karanganyar, Kamis (28/02).

Karanganyar, Jumat (01/03/2013).

Sebanyak 22 orang wisatawan dari Thailand berkunjung ke beberapa obyek wisata anggota Java Promo, salah satunya Kabupaten Karanganyar, Kamis (28/02). Mereka mengunjungi obyek wisata Candi Ceto, Candi Sukuh, dan Agrowisata Sondokoro.

Kedatangan rombongan Fam Trip  ke Karanganyar itu sangat efektif, karena untuk mengenalkan tempat-tempat wisata yang bernilai hitoris secara langsung. Keindahan alam dan kemegahan bangunan candi sangat berkensan bagi mereka dan sering kali ingin mendapatkan informasi peninggalan sejatah itu lebih detail.

“Kunjungan kami ke sini sangat bermanfaat, karena nantinya dapat memberikan informasi tempat-tempat wisata yang ada di Karanganyar seperti Candi Cetho dan Candi Sukuh ke orang Thailand agar mau datang ke sini,” jelas Denis, salah satu peserta Fam Trip. pd  

Read More
bazis

MUI Jateng : Hindari Penggunaan Zakat Bersifat Konsumtif

Bupati Karanganyar menandatangani peresmian gedung baru Basiz Kabupaten Karanganyar.

Bupati Karanganyar Rina Iriani menandatangani peresmian gedung baru Basiz Kabupaten Karanganyar.

Karanganyar, Jumat (01/03/2013).

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Rofiq meminta Bazis di masing-masing Kabupaten/ Kota untuk cermat dalam menyalurkan zakat. Kecermatan itu untuk menghindari penggunaan zakat untuk hal-hal yang bersifat konsumtif.

Hal ini dia sampaikan dalam khutbah iftitah peresmian Gedung Bazis Karanganyar di kompleks Masjid Agung dan juga pelantikan pengurus MUI Karanganyar periode 2013-2018, Kamis (28/2). Menurutnya, khusus zakat mal tidak diperbolehkan untuk konsumtif. “Kalau konsumtif, sudah diwakilkan zakat fitrah dan infaq shodaqoh.  Kalau zakat mal dan uang harusnya lebih merujuk pada efek jangka panjang,” kata dia.

Dirinya memaparkan jika zakat itu diharapkan bisa mengurangi  angka kemiskinan. Pertimbangannya, semakin banyak zakat yang disalurkan, maka cepat atau lambat bisa membantu masyarakat yang membutuhkan. “Ya sebagai contoh di Jateng ada 15 persen warga miskin. Zakat yang terkumpul disalurkan pada orang-orang yang membutuhkan, tidak menutup kemungkinan angka kemiskinan bisa turun menjadi 10 persen atau bahkan lima persen,” ujar dia.

Disinggung mengenai zakat di Jateng, baru 10 persen yang bisa diberdayakan. Sebanyak 5,5 persen disalurkan lewat Bazis dan sisanya sebesar 4,5 persen penyalurannya menggunakan lembaga zakat lainnya. “Kami berharap sisanya yakni 90 persen disalurkan langsung tanpa menggunakan lembaga penyalur zakat,” katanya.

Kepala Bidang Jaringan Baznas Pusat, Naharus Surur menyebut, dari sekian banyak orang yang menitipkan zakat, sebagian besar berasal dari pegawai negeri sipil (PNS). Sementara itu, jumlah masyarakat umum yang menyalurkan zakat lewat bazis bisa dikatakan masih rendah.

Dari deretan tamu undangan, terlihat Bupati Karanganyar Rina Iriani, Wakil Bupati Karanganyar Paryono, Kapolres Karanganyar AKBP Nazirwan Adji Wibowo, dan Dandim Letkol Edi Basuki. pd

Read More

BPR Pura Artha Kencana Siap Buka Cabang

Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar, Samsi, memotong bunga, sebagai tanda pembukaan Kantor baru Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Pura Artha Kencana, Jatipuro, Karanganyar.

Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar, Samsi, menggunting rangkaian bunga, sebagai tanda pembukaan Kantor baru Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Pura Artha Kencana, Jatipuro, Karanganyar.

Karanganyar, Kamis (28/02/2013)

Sejak berdiri pada 1998 lalu, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Pura Artha Kencana mempunyai peran terhadap bergeraknya roda ekonomi kerakyatan. Peran tersebut dapat dilihat dari pemberian pinjaman kredit kepada pedagang kecil yang berada di pedesaan.

“Sasaran kami yaitu pedagang dan petani yang besaran kredit rata-rata Rp 1 juta hingga Rp 2 juta,” jelas Riyanto, Direktur Utama BPR Pura Artha Kencana Jatipuro, di sela-sela peresmian kantor cabang baru di Jatipuro, Karanganyar, Rabu (27/02). Hingga saat ini, data BPR menunjukkan nasabah kreditnya mencapai angka 1.200 orang, sedangkan  nasabah tabungan mencapai 6.000. Mereka tersebar di 17 kecamatan se-Kabupaten Karanganyar.

Dengan jumlah nasabah yang banyak tersebut, maka berimbas pada jumlah kredit yang 60 persennya memiliki pinjaman kecil. Guna meningkatkan pelayanan, maka Riyanto merencanakan membuat unit-unit di setiap kecamatan di Kabupaten Karanganyar. Sementara ini, baru tiga unit yang dimiliki, yakni di Jumapolo, Jumantono, dan Lalung. Sedangkan di Jatipuro sebagai kantor utama.

Dia menambahkan hingga awal tahun ini aset yang dimiliki sebesar Rp 15 miliar.  Laba bersih hingga bulan Desember 2012 sebesar Rp. 530 juta, sedangkan laba kotor mencapai Rp 605 juta.

Dalam acara yang sama peresmian Kantor baru BPR tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar, Samsi, mengatakan sangat mendukung tujuan bank itu. “Kami sangat mengapresiasi adanya BPR ini, sehingga dapat membantu para pemilik modal kecil dapat mengembangkan usahanya,” jelas Samsi. pd  

Read More
DSC_0022

Karanganyar Waspadai Dini Tanah Longsor

Penjelasan penyebab tanah longsor di daerah Tlobo, Jatiyoso, Karanganyar

Penjelasan penyebab tanah longsor di daerah Tlobo, Jatiyoso, Karanganyar

Karanganyar, Kamis (28/02/2013).

Curah hujan yang tinggi merupakan salah satu penyebab terjadinya tanah longsor, tetapi tanah longsor merupakan proses alam yang kadang-kadang didahului oleh adanya gejala awal yang sangat mungkin dapat kita ketahui, dan dapat dijadikan dasar untuk melakukan tindakan antisipasi untuk mencegah atau mengendalikan terjadinya longsor.

“Ada enam faktor penyebab tanah longsor, yakni kemiringan lereng, jenis dan susunan tanah atau batuan, keadaan air, dan penggunaan lahan. Selain itu juga vegetasi, serta gempa atau getaran,” jelas Sulastoro,  saat Sosialisasi Mitigasi Bencana Tanah Longsor, di Balai Desa Tlobo, Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar, Rabu (27/02).

Lereng yang curam berpotensi lebih besar untuk longsor dibanding dengan lereng yang landai. Kemiringan lebih dari 40% tergolong berpotensi untuk longsor. “Perubahan fungsi lahan juga dapat memperbesar resiko terjadinya tanah longsor,” kata dia.

Kewaspadaan dini sangat diperlukan untuk menghindari terjadinya korban jika ada bencana tanah longsor. Untuk itu ada beberapa gejala atau tanda tanah longsor yang mudah dikenali oleh masyarakat, seperti tanah mengalami retak-retak berbentuk lurus, memanjang, ataupun melengkung. Banyak pohon yang semula tumbuh tegak berubah menjadi miring tidak beraturan. Kabel atau kawat listrik juga telepon mengendor, terjadi amblesan tanah pada satu atau beberapa bidang tanah, dan lantai bangunan atau dinding tembok mengalami retak-retak.

“Daun pintu atau jendela macet, terjadinya penyempitan alur sungai akibat tebing bergerak, serta terjadi penyempitan jarak antara rumah dengan tebing di dekatnya,” kata Sulastoro.

Dosen Fakultas Teknik UNS itu menjelaskan, ada beberapa cara sederhana untuk mengelola tanah longsor, seperti membuat saluran drainasi yan baik dan benar, menutup retakan tanah, penggunaan lahan, dan kesadaraan masyarakat terhadap lingkungan. “Masyarakat yang berada di daerah rawan longsor harus selalu melakukan langkah-langkah nyata dengan memantau gerakan tanah, dan perbaikan sistem penyaluran air hujan maupun air permukaan,” tandasnya.pd

Read More
DSC_0013

Harga Bawang Putih Naik Tajam

Harga Bawang Putih dan Cabe naik tajam

Harga bawang putih dan cabe naik tajam seperti di Pasar Jungke, Karanganyar.

Karanganyar, Rabu (27/02/2013).

Harga bawang putih di pasaran mengalami kenaikan cukup tajam selama sepuluh hari terakhir. Hal itu menyebabkan komoditas lokal tersebut menjadi sulit dijangkau di pasaran.

Dari pantauan di sejumlah pasar, Selasa (26/2), harga yang semula hanya kisaran Rp. 12 ribu kini melonjak hingga Rp 35 ribu per kilonya. Untuk jenis bawang putih dengan kualitas rendah saja harganya sudah berkisar Rp 32.000 per kilonya. Sementara jenis bawang putih dengan kualitas bagus per kilonya bisa mencapai Rp 38 ribu lebih. Sementara harga tingkat pengecer, per kilonya sudah mencapai Rp 40 ribu lebih.

Seperti di Pasar Jungke, saat ini harga bawang putih paling mahal sudah mencapai Rp 35 ribu per kilonya. Dari sana, para pedagang yang kulakan biasanya menjual ke pelanggan sekitaran Rp 33 ribu. “Dibandingkan awal tahun lalu, kenaikan harga bawang dalam sepuluh hari terakhir ini terbilang tinggi. Kalau dulu, harga bawang paling tinggi hanya sekitar Rp 12 ribu saja. Tetapi sekarang naiknya mencapai dua hingga tiga kali lipat,” tutur seorang pedagang di Pasar Jungke, Suparmi.

Pedagang lainnya, Suminah mengutarakan kenaikan harga bawang ini hampir merata di seluruh pasar. Akibatnya stok bawang putih menjadi turun dalam beberapa pekan terakhir ini. “Karena harganya masih belum stabil dan terus melonjak, kami pun tak berani ambil banyak. Daripada ambil banyak nanti tidak laku lebih baik jualan dengan stok sekadarnya saja dahulu,” paparnya.

Selain itu, di Pasar Tegalgede, Darwati menambahkan kenaikan harga bumbu dapur pokok ini tidak hanya berlaku bagi bawang putih saja. Komoditas cabe rawit pun kini harganya sudah mencapai Rp 30 ribu per kilonya. Sementara untuk cabe rawit hijau, harganya masih sekitar Rp 20 ribu. “Kenaikan harga cabe ini sudah berlangsung sejak sebulan terakhir ini,” tukasnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Karanganyar, Utomo Sidhi membenarkan kenaikan tersebut. Menurutnya kenaikan harga bawang putih ini dipicu oleh gagal panen di Tawangmangu. “Hujan yang turun terus menerus beberapa waktu terakhir ini menjadi faktor utamanya. Kondisi ini sangat merusak stabilitas produksi komoditas bawang,” ungkapnya.

Kegagalan produksi ini, lanjut Utomo, telah terjadi sejak masa puncak panen bawang pada kurun September sampai akhir Oktober kemarin. Saat itu para petani sudah berupaya melakukan penanaman kembali namun mengalami kegagalan. “Karena itu berimbas pada stok di pasaran, banyak pedagang yang akhirnya memilih untuk mengambil stok dari luar daerah,” tandasnya.pd

Read More

Bunga Setinggi 3,5 Meter Tumbuh di Lereng Lawu

Bunga setinggi 3,5 meter tunbuh di kawasan lereng Gunung Lawu, Karanganyar, tiga bulan terakhir, tepatnya di pelataran salah satu vila di Desa Blumbang, Kecamatan Tawangmangu.

Bunga berdiameter hanya 25 sentimeter tersebut merupakan satu-satunya bunga yang mampu tumbuh tinggi dari beberapa tanaman sejenis. Tak pelak hal itu membuat penjaga, tamu maupun penyewa vila penasaran. Apalagi bentuk bunga tersebut relatif unik dan jarang ditemukan.

Seperti diakui penjaga vila, Giyo, 65, saat ditemui Selasa (26/2/2013). Menurutnya bunga yang tumbuh tiga bulan terakhir tersebut belum ada di Tawangmangu. Selama ini pun bunga itu belum pernah tumbuh atau mekar dari tanaman yang sama di pelataran vila.

“Selama ini pohonnya belum pernah berbunga. Baru keluar kuncup sedikit saja sudah mati. Tapi sekarang ada satu pohonnya yang berbunga tinggi sekali sampai pohonnya roboh,” tuturnya.

Menurut Giyo, masyarakat setempat menyebut bunga tersebut dengan nama kembang nanasan. Bunga yang melengkung di bagian pucuknya itu tidak mempunyai bau menyengat. Bagian-bagian bunganya berbentuk bulir-bulir yang berjumlah cukup banyak, tumbuh dari rangka bunga. Namun belakangan bulir-bulir bunga tersebut mulai layu.

Diperkirakan dalam beberapa pekan ke depan bunga nyleneh tersebut mati karena layu. Sang pemilik vila, Budi, juga mengaku belum pernah menemukan bunga menjulang tinggi seperti itu. Sehingga dia membiarkan bunga tersebut tumbuh tinggi kendati pohonnya ambruk ke sebagian kecil jalan masuk vila.

Dia juga tidak berencana melaporkan penemuan pohon bunga nyleneh tersebut kepada pemerintah yang berwenang. Pendapat berbeda muncul dari warga Karanganyar kota, Iswanda. Menurut dia bunga tersebut tidak tergolong kembang yang langka. Dia meyakini tanaman dan bunga yang sama banyak tumbuh di lereng Gunung Lawu.  “Di Bogor tanaman seperti banyak,” ungkapnya.

sumber : http://www.solopos.com

Read More

Amdal Lalin Pembangunan Fly Over Palur

Karanganyar, Selasa (26/02/2013).

Polres Karanganyar menyebut masih banyak pelanggaran lalu lintas selama pelaksanaan pembangunan fly over tahap I. Guna mengantisipasi masalah yang sama, Polres meminta peran serta masyarakat dalam mewujudkan tertib berlalu lintas di Karanganyar.

Pernyataan itu disampaikan Kanit Dikyasa Polres Karanganyar, Aiptu Prasetyo dalam sosaliasasi pembangunan jalan layang tahap II di Kecamatan Jaten, Senin (25/2). Di mana, kendaraan yang melintas di kawasan Palur banyak yang tidak mengindahkan arahan dari rekayasa lalu lintas dan memilih untuk menerobos masuk di jalan pedesaan. Pihaknya berharap, catatan ketidaktertiban pengguna jalan tersebut tidak terulang pada tahap II proyek yang didanai oleh APBN itu.

“Oleh karena itu, ke depan kami berharap adanya dukungan penuh dari masyarakat demi menunjang kelancaran lalu lintas saat berlangsungnya proyek,” tegasnya. Tanpa adanya kesadaran itu, lanjut Prasetyo, upaya penertiban dengan cara merekayasa lalu lintas tidak akan berjalan lancar.

Sementara itu, Kabid Pengendalian dan Operasional (Dalops) Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Karanganyar, Joko Mulyono membenarkan jika ada dampak serius terkait kondisi arus lalu lintas di sekitar kawasan proyek. “Dalam pelaksanaan proyek selama dua bulan kemarin dampaknya memang cukup besar. Karena itu, ke depannya kami minta kepada pelaksana proyek bisa menyusun kajian amdal lalin terlebih dahulu sebelum proyek berjalan,” tegasnya.

Menindaklanjuti menumpuknya kendaraan di titik tertentu, pihaknya meminta kepada kontraktor dan konsultan perencana untuk mencermati dan mengananalisa lebih jauh tentang lalu lintas di sana. Jika sudah selesai, maka hal itu bisa dikonsultasikan kepada Dishubkominfo Karanganyar untuk pengeluaran izin Analisis mengenai Dampak Lingkungan Lalu Lintas (Amdalalin). “Dengan begitu maka kita bisa mengontrol lalu lintas di sana dan bisa mengakomodir keluhan dari masyarakat sekitar,” ujar dia lagi

Terkait dengan surat protes, Kapolsek Jaten, AKP Suryanto mengaku mendapatkan keluhan  masyarakat sebanyak empat kali. “Masyarakat mendesak agar kami membuka ruas jalan yang ditutup. Jadi kami minta ke depan konsep pengaturannya bisa lebih diperjelas lagi,” kata dia. pd

Read More

Fly Over Palur Tahap II Segera Dimulai

Karanganyar, Senin (25/02/2013).

Petugas dari Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU), Bina Marga Jateng serta beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait di Karanganyar memberikan sosialisasi kepada warga Palur di kantor Kecamatan Jaten, Senin (25/02). Sosialisasi itu sehubungan dengan pembangunan fly over tahap II.

Dalam penjelasannya, Pemerintah Pusat melalui Kemen PU menegaskan, pembangunan fly over segera dilanjutkan. Tidak hanya itu, pemerintah berjanji akan lebih transparan dalam proyek pembangunan jalan layang tahap II itu. Pihaknya menyatakan siap mengedepankan kepentingan dan hak-hak warga sekitar yang terkena dampak proyek itu. “Nantinya ada aktifitas pelebaran jalan, di mana pasti menimbulkan kebisingan dan polusi udara, karena tebaran debu ke mana-mana. Oleh karena itu, kami siap mengakomodir hak-hak warga,” ujar Asisten Kementerian Pekerjaan Umum, Antonius Setio Adhi.

Agar proyek bisa berjalan lancar, maka pihaknya meminta kepada masyarakat untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan hingga munculnya dampak-dampak pembangunan itu. Jika ada keluhan, lanjut dia, masyarakat diharapkan langsung menyampaikan kepada pimpinan pelaksana proyek atau langsung kepada Kemen PU.

Terkait dengan ganti rugi, Adhi menambahkan akan melakukan perhitungan dengan dengan melibatkan tim appraisal yang independen. Artinya, pemerintah tidak menggunakan sistem lama dalam perhitungan ganti rugi kepada tanah warga yang terkena dampak proyek pusat itu.

Di mana, dalam sistem lama lebih memusatkan pada penyesuaian tingkat kebutuhan proyek berdasarkan design awalnya. Tetapi dalam pembebasan lahan pada proyek fly over nanti bakal dilakukan pengukuran langsung ke setiap bidang tanah dari warga terkait. Tim akan melakukan verifikasi dan identifikasi yang diumumkan secara terbuka di balai desa atau kecamatan. Jika ada warga yang keberatan, maka akan dilakukan negosiasi sampai ada titik temu dan disepakati oleh kedua belah pihak.

Di tempat yang sama, Sekda Karanganyar, Samsi menegaskan administrasi proyek fly over tahap II harus prosedural. “Dengan begitu, maka gejolak di lapangan bisa diminimalisir,” kata Samsi. pd

Read More

Semarak Perayaan Imlek Tertuang di Atas Kertas Gambar Anak-Anak

Pada Minggu (24/2/2013) siang ratusan anak duduk lesehan di lantai III Plasa Palur, Jaten, Karanganyar. Tangan mungil mereka bergerak cepat menggoreskan garis-garis tegas hingga membentuk aneka objek yang identik dengan pernak-pernik perayaan Imlek bagi warga Tionghoa.

Sebagian yang lain, utamanya anak-anak jenjang pendidikan taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD) kelas 1-III, tampak serius menggoreskan pascola atau pensil khusus untuk mewarnai pada objek gambar. Siang itu 300-an anak TK dan SD se-Soloraya mengikuti lomba mewarnai dan menggambar gelaran PT Standard Pen Industries.

Lomba tersebut digelar atas kerja sama manajemen Plasa Palur, Bank Permata dan PT TPS Food. Para peserta hanya harus mengeluarkan biaya pendaftaran Rp25.000 untuk mengikuti lomba dalam rangka menyemarakkan Imlek tersebut. Selain menjadi wadah kreativitas menggambar anak, lomba dimaksudkan merangsang mental berkompetisi secara sehat.

Seperti diakui salah seorang orangtua peserta lomba, Iswati, 43, warga Kadipiro, Banjarsari, Solo. Menurutnya kegiatan lomba kreativitas dan bakat anak perlu digalakkan. “Anak saya, Syamsi Nur Fajri, yang baru duduk di kelas V SDN Joglo, Solo, antusias sekali. Sejak kemarin (Minggu) dia banyak sharing tentang objek yang akan dia gambar,” tuturnya.
Perempuan berkerudung yang setia mendampingi anaknya lomba tersebut tidak menargetkan juara dalam kompetisi itu. Apalagi selama ini anaknya memang belum pernah mengikuti lomba atau memenangi kompetisi menggambar di mana pun. Tapi yang terpenting bagi Iswati adalah mendukung pengembangan bakat dan potensi anaknya.

Pernyataan yang sama disampaikan Marketing Communications Area Jateng dan Jogja PT Standard Pen Industries, M Ikhsanul Watoni, saat ditemui di sela lomba. Dia menjelaskan, perusahaannya sangat mendukung kegiatan yang bertujuan mewadahi dan mengembangkan potensi anak sekolah. Sehingga selama ini PT Standard Pen Industries sudah menggelar sederet lomba atau kegiatan berbasis edukasi anak.

Tidak hanya untuk sekolah di perkotaan, Ikhsan, panggilan akrabnya, menyatakan pihaknya siap bekerja sama dengan sekolah-sekolah di pelosok Soloraya untuk menggelar lomba yang sama. “Untuk lomba mewarnai dan menggambar ini memang baru kali pertama di Karanganyar, tapi kami sudah sering terlibat acara serupa di Solo. Ke depannya kami ingin sekali bekerja sama penyelenggaraan kegiatan di pelosok Soloraya,” tandasnya.

Sumber : http://www.solopos.com

Read More

Apel Boden Powel Day

Karanganyar, Sabtu (23/2/2013)

Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) 11.13 Karanganyar, Samsi memimpin Apel Boden Powell Day, di Halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Karanganyar, Jumat (22/02).

Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) 11.13 Karanganyar, Samsi memimpin Apel Boden Powell Day, di Halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Karanganyar, Jumat (22/02).

Sejumlah anggota dan pengurus Pramuka di Kwartir Cabang (Kwarcab) 11.13 Karanganyar melakukan apel, Jumat (22/2) pagi. Apel yang dilaksanakan di halaman Sekretariat Daerah (Setda) itu merupakan rangkaian peringatan Boden Powell Day yang jatuh setiap 22 Februari.

Apel langsung dipimpin oleh Ketua Kwarcab 11.13 sekaligus Sekretaris Daerah (Sekda) Karanganyar, Samsi. Kegiatan itu dihadiri ratusan anggota dan pengurus Pramuka Kwarcab tingkat SD, SMP, dan SMA. Di barisan tamu undangan juga terlihat beberapa kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar.

Dalam pidatonya, Samsi mengingatkan kepada semua peserta apel untuk meningkatkan kesadaran dalam membantu orang lain yang membutuhkan. Apalagi, hal itu jelas tersurat dalam Dasa Dharma Pramuka. “Anggota dan pengurus Pramuka harus lebih sigap dalam membantu sesama. Momentum Boden Powell Day ini justru menjadi momentum bagi kita semua dalam meningkatkan kesetiakawanan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Samsi. pd

Read More