Category: Berita

DKK Karanganyar Temukan Makanan Mengandung Formalin dan Rhodamin B

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar menemukan sejumlah makanan mengandung formalin dan rhodamin B yang masih dijual bebas di pasar tradisional.

Makanan berformalin dan mengandung rhodamin B itu diketahui setelah dilakukan uji laboratorium pada sampel yang diambil dalam inspeksi mendadak (sidak) DKK di Pasar Gondangrejo dan Pasar Karangpandan, Senin (29/7/2013).

“Berdasarkan hasil sidak hari ini [Senin], kami menemukan 11 jenis makanan yang tidak layak konsumsi, seperti mie basah dan teri asin yang berformalin, serta cendhol, kerupuk, dan roti yang mengandung rodhamin B,” urai Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) DKK Karanganyar, Fatkul Munir.

Munir mengatakan sebagian besar makanan berformalin dan mengandung rhodamin B justru merupakan jajanan tradisional yang banyak dicari masyarakat selama Ramadan. Oleh sebab itu, dia mengimbau masyarakat lebih selektif dalam memilih makanan. Menurutnya, para pedagang secara otomatis tak akan lagi menjual makanan berbahaya jika masyarakat tak meminati.

“Makanan yang tidak sehat itu dapat terlihat dari penampilannya, misalnya cendol yang warnanya terlalu mencolok atau mie yang terlalu kenyal. Kalau kelihatan berbahaya jangan dibeli, jadi pedagang juga akan enggan menjual,” tambah dia.

Lebih lanjut, Munir menjelaskan pihaknya tak memiliki wewenang menarik makanan berbahaya dari para pedagang. Oleh karena itu, DKK hanya bisa memberi arahan bagi para pedagang untuk tak lagi menjual makanan berbahaya kepada masyarakat. “Kami hanya bisa memberi pembinaan dan mengimbau agar makanan tak layak konsumsi itu jangan dijual lagi sebab bukan kami yang berwenang menarik,” jelasnya.

Selama bulan Ramadan, DKK Karanganyar telah melakukan sidak di tujuh pasar tradisional, yaitu di Pasar Dadapan Matesih, Pasar Matesih dan Pasar Nglano pada Senin (15/7/2013), Pasar Jungke dan Pasar Tegalgede pada Rabu (10/7/2013), serta Pasar Karangpandan dan Pasar Gondangrejo pada Senin (29/7/2013).

Berdasarkan sidak di tujuh pasar tersebut, DKK menemukan 21 jenis makanan dan minuman mengandung bahan tambahan yang dilarang, 12 jenis makanan mengandung rhodamin B, tujuh jenis makanan berformalin, serta dua jenis makanan mengandung borak. Selain itu, DKK juga mendapati makanan kemasan tanpa label, makanan dengan kemasan rusak, serta telah kadaluarsa.

Read More

MUDIK LEBARAN 2013 : 6 Pospam Disiapkan di Karanganyar

Sedikitnya enam buah posko pengamanan (pospam) bakal disiapkan di Karanganyar menjelang mudik Lebaran 2013.

Kasatlantas Polres Karanganyar, AKP Suwarsi, mewakiki Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo, menerangkan pospam akan disebar di enam titik yakni di Colomadu, Jaten, Kebakkramat, Bejen, Terminal Tawangmangu, dan Cemoro Kandang.

Jumlah pospam pada Lebaran kali ini terhitung lebih banyak dibandingkan dengan persiapan tahun lalu yang hanya menyigakan lima pospam. Keenam pospam tersebut akan mulai dioperasikan pada H-7 Lebaran hingga H+7 Lebaran.

Suwarsi mengatakan pihaknya akan menyiagakan lebih kurang 400 personel untuk berjaga selama 24 jam di seluruh pospam. Selain untuk menjaga keamanan, petugas juga disiagakan untuk mengatur lalu lintas di jalur mudik yang padat.

“Jadi nanti 400 personel tersebut akan disebar di enam pospam,” jelas Suwarsi saat dijumpai seusai menggelar uji layak jalan bagi angkutan lebaran di PO Langsung Jaya, Jaten, Karanganyar, akhir pekan kemarin.

Menurut Suwarsi, hanya terdapat dua pospam yang disertai dengan rest area, yaitu di pospam Sroyo, Jaten dan Waru, Kebakkramat. Namun, pemudik tetap dapat beristirahat di empat pospam lainnya.

“Empat posko lainnya tetap bisa untuk istirahat sementara waktu, tapi lokasinya tidak seluas rest area di Waru dan Sroyo,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Rina Iriani, menyatakan seluruh pospam bakal dilengkapi dengan petugas dan perlengkapan medis. Dia mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar untuk menyiagakan tenaga medis di masing-masing pospam.

“Jadi nanti kami minta ada perawat, obat-obatan, dan kalau perlu ambulans yang disiapkan di tiap pospam. Sejak dulu memang begitu, tiap pospam selalu dilengkapi dengan tim medis,” imbuhnya

Read More

MUDIK LEBARAN 2013 : Pejabat Dilarang Mudik Pakai Mobil Dinas

Para pejabat di lingkungan Pemkab Karanganyar dilarang memakai kendaraan dinas untuk keperluan mudik.

Apabila terdapat pejabat yang nekat memakai kendaraan dinas untuk mudik maka akan diberi sanksi.

Sekda Karanganyar, Samsi, mengatakan sesuai intruksi Bupati Karanganyar, pejabat teras di lingkungan Pemkab Karanganyar dihimbau tak memakai kendaraan dinas untuk keperluan di luar kedinasan bahkan mudik ke kampung halaman. Menurutnya, kendaraan dinas hanya digunakan untuk keperluan kedinasan.

“Sesuai intruksi Bupati, pejabat dihimbau tak memakai mobil dinas untuk keperluan mudik,” katanya saat ditemui seusai sosialisasi empat pilar kebangsaan di Gedung DPRD Karanganyar, Minggu (28/7/2013).

Menurutnya, kendaraan dinas merupakan aset daerah yang digunakan sebagai alat transportasi untuk menunjang aktivitas kedinasan. Artinya, mobil dinas dilarang dipakai untuk keperluan di luar kedinasan. Sementara itu, mobil dinas keliling dipakai untuk melayani masyarakat. Para pejabat yang nekat memakai mobil dinas untuk keperluan mudik akan dikenai sanksi sesuai aturan. Pihaknya akan memberikan teguran agar tak mengulangi perbuatannya pada masa mendatang.

“Mobil dinas harus digunakan untuk keperluan kedinasan saja, bila dipakai untuk keperluan mudik jelas-jelas melanggar aturan dan ada sanksinya. Nanti ditegur dahulu,” jelas Samsi.

Pihaknya juga meminta agar para pejabat tak meminjamkan mobil dinas kepada orang lain selama libur cuti Lebaran. Mobil dinas yang dipakai para pejabat harus dipelihara dan dirawat kendati tak dipakai selama libur Lebaran. Pihaknya akan mengawasi langsung mobil dinas yang dipakai oleh para pejabat untuk keperluan mudik Lebaran.

Read More

Dishubkominfo Pasang Rambu Portabel

Petugas Dishubkominfo Karanganyar memasang rambu portable di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Desa Waru, Kebakkramat, Jumat (26/07)

Petugas Dishubkominfo Karanganyar memasang rambu portable di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Desa Waru, Kebakkramat, Jumat (26/07)

Bupati Karanganyar Rina Iriani melakukan pengecekan kelaikan armada angkutan Lebaran 2013 di garasi PO Langsung Jaya Palur, Sabtu (27/07)

Bupati Karanganyar Rina Iriani melakukan pengecekan kelaikan armada angkutan Lebaran 2013 di garasi PO Langsung Jaya Palur, Sabtu (27/07)

Karanganyar, Sabtu (27/07/2013)

Jelang arus mudik Lebaran 2013, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Karanganyar memasang 26 rambu penunjuk arah dan rambu peringatan di sejumlah titik, Jumat (26/07), seperti pertigaan Brigif 413, perempatan Papahan, pertigaan Koramil Tasikmadu, dan Mojogedang.

Selain itu juga dipasang rambu peringatan di dua perlintasan Kereta Api tanpa palang di Desa Pulosari dan Desa Waru, Kebak  Kramat. Rambu-rambu lalu lintas portable tersebut diharapkan bisa membantu para pemudik menuju tempat yang dituju. Apalagi, rambu-rambu itu juga menunjukkan jalur alternatif guna memecah kepadatan arus lalu lintas di jalur utama mudik Lebaran tahun ini.

Kepala Dishubkominfo Kabupaten Karanganyar, Nunung Susanto mengatakan dua titik perlintasan kereta api tanpa palang pintu wajib dipasang rambu peringatan. Tujuannya untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Selain itu, guna mengurangi angka kecelakaan di titik-titik tersebut, para pemudik harus waspada. Pemkab juga bekerja sama dengan Linmas di wilayah setempat tersebut untuk dapat membantu melakukan pengaturan selain pemasangan rambu – rambu peringatan.

Data Dishubkominfo Kabupaten Karanganyar, ada 184 buah rambu lalu lintas dan 10 Rambu  Pendahulu Petunjuk Jurusan (RPPJ). Selain itu, lanjut dia, petugas juga melakukan pengecatan marka sebanyak 3256 meter persegi, pemasangan guard rail sebanyak 100 meter, pemasangan lampu flashing sebanyak lima unit, dan barier (barikade road) portable sebanyak 15 buah. Untuk jalan Propinsi melalui bantuan Kantor UPP wilayah Surakarta berupa pemasangan rambu lalu lintas sebanyak 59 buah, pemasangan RPPJ dua buah, pengecatan marka sebanyak 3000 meter persegi, pemasangan guard rail sebanyak 400 meter. “Kami harap rambu yang dipasang bisa membantu para pemudik yang menggunakan jalur utama maupun alternatif,” kata Nunung.

Tidak berhenti di situ saja, Bupati Karanganyar, Rina Iriani langsung memimpin pengecekan armada di PO Langsung Jaya, Palur. Di sana, Rina mencoba mengecek kelaikan armada pengangkut para pemudik. “Yang harus diperhatikan adalah rem, klakson, lampu, wiper, dan mesin. Saya juga sudah pesankan kepada ketua tim untuk tidak mengoper posisi sopir kepada kenek atau kondektur. Jika sopir capek, maka bus bisa berhenti dulu untuk digunakan untuk istirahat kru bus,” kata Rina.

Disampaikan dia, aspek kesalamatan para penumpang sangat penting dibandingkan dengan nominal uang yang dihasilkan. Di sisi lain, bupati juga menegaskan jika semua armada bus harus mematuhi aturan tarif batas atas dan batas bawah. pd

Read More

Rambu Portabel Siap Sambut Pemudik

Pemasangan rambu-rambu portabel mulai dilakukan oleh Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Karanganyar di sejumlah titik strategis yang dilalui para pemudik. Pemasangan rambu bertujuan untuk mempermudah para pemudik menuju daerah tujuan.

Sedikitnya ada 26 rambu portabel yang dipasang secara serentak oleh Dishubkominfo di sejumlah lokasi, Jumat (26/7) siang. Di antaranya rambu penunjuk arah dipasang di perempatan Papahan, simpang Brigif Jaten, simpang Koramil Tasikmadu, serta Mojogedang.

Selain rambu penunjuk arah, Dishubkominfo juga memasang rambu portabel peringatan di dua perlintasan kereta api tanpa palang pintu, yakni di Desa Waru serta Desa Pulosari, Kecamatan Kebakkramat. Rambu portabel tersebut berisi peringatan agar waspada terhadap kereta api yang lewat.

Kepala Dishubkominfo Karanganyar, Nunung Susanto mengungkapkan total rambu portabel yang akan dipasang untuk menghadapi arus mudik sebanyak 184 rambu. Menurutnya, pemasangan rambu akan dilakukan secara bertahap. “Kita pasang secara bertahap. Setidaknya H-10 lebaran semua rambu sudah terpasang di semua titik yang telah ditentukan. Diperkirakan saat itu arus mudik sudah mulai ramai,” jelasnya.

Selain 184 rambu portabel, Dishubkominfo juga akan memasang 10 rambu pendahulu petunjuk jurusan (RPPJ) yang akan memandu para pemudik sampai ke tujuan masing-masing, lampu penerangan lima unit, dan barikade road portable sebanyak 15 buah. Di samping itu, persiapan lain yang akan dilakukan adalah pengecatan marka jalan sepanjang 3.256 meter. “Seluruh prasarana itu akan dipasang di jalan kabupaten yang dilalui arus mudik. Nanti untuk jalur mudik yang masuk jalan provinsi ada lagi tambahan pemasangan rambu,” terang Nunung.

Lebih lanjut, ia menambahkan khusus untuk jalur mudik di wilayah Kecamatan Tawangmangu, pihaknya juga akan memasang guard rail atau pagar pengaman di jalan utama sepanjang 100 meter. Pemasangan ini diharapkan dapat mencegah terjadinya kecelakaan, mengingat medan jalan naik turun serta menikung. “Guard rail tersebut dipasang untuk pengamanan agar tak terjadi kecelakaan,” pungkasnya.

Read More

REKAM E-KTP : Tetap Dilayani Selama Cuti Lebaran

Pemerintah Kecamatan Matesih dan Jumantono, Kabupaten Karanganyar akan tetap membuka pelayanan pembuatan kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP) selama cuti Lebaran 2013.

Pasalnya, mayoritas penduduk yang belum melakukan perekaman pas foto, tanda tangan, dan sidik jari untuk E-KTP merupakan para perantau. Mereka dimungkinkan pulang kampung saat Lebaran.

“Memang sebagian besar yang belum terekam [E-KTP] adalah penduduk yang boro [merantau]. Sehingga saat mudik nanti mereka kemungkinan baru dapat rekam E-KTP,” ungkap Camat Matesih, Murdatmo, saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, baru-baru ini.

Berdasarkan hasil verifikasi data yang dilakukan Dispendukcapil Karanganyar pada Juni lalu, lebih kurang terdapat 30.372 penduduk di wilayahnya yang telah melakukan rekam E-KTP. Sementara, total jumlah wajib KTP di Kecamatan Matesih mencapai 32.561penduduk. Dengan demikian, jumlah penduduk yang belum melakukan rekam E-KTP lebih kurang sebanyak 2.189 jiwa. Dia menargetkan perekaman E-KTP 2.189 warga tersebut dapat selesai selama bulan Ramadan dan Lebaran mendatang.

Waktu Pelayanan

Murdatmo menyatakan pihaknya akan tetap membuka pelayanan E-KTP selama cuti Hari Raya Idul Fitri, yakni pada Senin-Sabtu (5-10/8/2013). Meski seluruh pegawai kecamatan telah mengambil jatah cuti, Murdatmo akan menugaskan beberapa operator E-KTP untuk piket selama cuti bersama kecuali pada Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada Kamis-Jumat (8-9/8/2013).

“Jadi nanti tetap ada petugas yang melayani rekam E-KTP, meskipun jam pelayanannya tidak seperti biasa, mungkin lebih singkat,” imbuhnya.

Camat Jumantono, Timotius, juga mengatakan bakal tetap membuka pelayanan rekam E-KTP di kantor kecamatan selama cuti Lebaran. “Ya kami akan tetap melayani perekaman E-KTP selama cuti, tapi tepat pada Hari Raya Idul Fitri tentunya pelayanan libur dua hari,”.

Sedikitnya, terdapat 36.214 wajib KTP di Kecamatan Jumantono. Berdasarkan hasil verifikasi data yang dilakukan Dispendukcapil hingga pekan pertama Juni 2013, sebanyak 31.901 warga telah melakukan rekam E-KTP.

 

 

Read More

MUDIK LEBARAN 2013 : 4 Jalur Alternatif Disiapkan di Karanganyar

Empat jalur alternatif disiapkan untuk mengantisipasi kemacetan arus lalu lintas di wilayah Kabupaten Karanganyar saat perayaan Lebaran 2013. Keempat jalur tersebut yakni jalur Karanganyar-Jumapolo, Bejen-Mojogedeng, Tawangmangu-Magetan dan Colomadu-Boyolali.

Kasatlantas Polres Karanganyar, AKP Suwarsi, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Nazirwan Adji Wibowo, mengatakan pihaknya telah menyiapkan empat jalur alternatif baik menuju arah Jatim maupun Jateng. Misalnya, jalur Karanganyar-Jumapolo merupakan jalur alternatif menuju Sukoharjo dan Wonogiri. Sementara jalur Tawangmangu-Magetan merupakan jalur alternatif ke Jatim.

“Jalur alternatif sudah disiapkan untuk mengurai kemacetan arus lalu lintas menjelang perayaan Lebaran,”.

Apabila terjadi kemacetan arus lalu lintas dan penumpukan volume kendaraan bermotor maka arus lalu lintas bakal dialihkan menuju jalur alternatif. Diperkirakan puncak arus mudik pada H-2 sementara puncak arus balik pada H+2.

Pihaknya meminta para pemudik tetap berhati-hati saat melewati jalur alternatif. Pasalnya, kondisi jalur alternatif terdapat beberapa lubang jalan dan rawan terjadi tanah longsor. Pihaknya juga meminta agar isntansi terkait segera menambah rambu-rambu lalu lintas di sepanjang jalu alternatif. “Para pemudik harus berhati-hati karena kondisi medan jalur alternatif cukup berat dan banyak berlubang,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Karanganyar, Nunung Susanto, mengatakan rambu-rambu lalu lintas bakal dipasang pada sepekan menjelang perayaan Lebaran. Rambu-rambu tersebut bakal dipasang di setiap jalur mudik dan ajlu alternatif untuk memudahkan para pengguna kendaraan bermotor.

 

Read More

Polres Karanganyar Musnahkan 10.726 Botol Miras

Bupati Karanganyar, Rina Iriani melempar sebuah botol miras dalam pemusnahan 10.726 botol miras hasil sitaan selama operasi pekat 2013, di Mapolres Karanganyar, Selasa (23/07)

Bupati Karanganyar, Rina Iriani melempar sebuah botol miras dalam pemusnahan 10.726 botol miras hasil sitaan selama operasi pekat 2013, di Mapolres Karanganyar, Selasa (23/07)

Karanganyar, Selasa (23/07/2013)

Sebanyak 10.726 botol minuman keras (Miras) dari berbagai jenis dan merek dimusnahkan di Mapolres Karanganyar, Selasa (23/07) pagi. Puluhan ribu botol miras itu merupakan hasil sitaan Polres dari sejumlah operasi penyakit masyarakat (Pekat).

Selain dihadiri jajaran Polres setempat dan juga Kapolres Karanganyar AKBP Nazirwan Adjie Wibowo, nampak pula Bupati Karanganyar Rina Iriani, Ketua MUI Zainuddin, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Agus Winoto, Ketua KNPI Suparmi, dan ulama serta ormas Islam di Bumi Intanpari.

Kapolres menegaskan jika tidak ada toleransi bagi peredaran miras. Hal ini berbeda dengan daerah lain, di mana ada yang memperbolehkan peredaran minuman keras dengan pembatasan kadar alkohol. “Kalau di Karanganyar tidak diperbolehkan memperjualbelikan miras. Entah merek atau jenis apa pun. Jika tetap menjual atau membeli, akan kami tindak,” kata dia di Mapolres Karanganyar.

Dalam setiap operasinya, Polres selalu menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak, di antaranya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Karanganyar. Meski demikian, aparat penegak hukum juga memerlukan peran serta masyarakat dalam mencegah praktik peredaran miras di Karanganyar. “Jika masyarakat mengetahui atau ada informasi mengenai transaksi atau konsumsi miras, maka bisa langsung menghubungi pihak kepolisian,” ujarnya.

Ditambahkan Nazirwan, dengan adanya Perda Pengaturan Miras, tentunya menjadi senjata baginya untuk menindak para warga yang melanggarnya.

Sementara itu, Ketua MUI Zainuddin menyambut baik operasi dan pemusnahan miras oleh Polres Karanganyar. Pihaknya berharap operasi pekat bisa dilaksanakan sesering mungkin. Selain mengurangi perluasan peredaran miras, hal itu dirasa lebih efektif dalam menghilangkan kebiasaan sekelompok orang yang sering mengonsumsi miras.

Selain miras, juga dimusnahkan 1.800 buah petasan kecil maupun sedang hasil sitaan selama razia.pd

 

Read More

PILKADA KARANGANYAR : Kamis, Tim Pokja Verifikasi Berkas Administrasi

Berkas administrasi calon bupati-wakil bupati (cabup-cawabup) bakal diverifikasi oleh lima instansi yang tergabung dalam kelompok kerja (pokja) verifikasi pada Kamis (25/7/2013).

Kelima instansi tersebut yakni Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar, Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar, Polres Karanganyar, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karanganyar dan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar.

Anggota pokja verifikasi bakal memverifikasi seluruh berkas administrasi tiga pasang cabup-cawabup yang bakal bertarung pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Karanganyar. Tiga pasang cabup-cawabup yakni Juliyatmono-Rohadi Widodo (Yu-Ro), Aris Wuryanto-Wagiyo (Ayo) dan Paryono-Dyah Shintawati (Pasti) wajib melengkapi berkas administrasi untuk maju pada Pilkada Karanganyar.

Anggota pokja akan memverifikasi berkas administrasi setiap pasang cabup-cawabup antara lain fotocopy ijazah pendidikan, surat kepailitan, surat keterangan dari Pengadilan Negeri (PN) dan tes kesehatan. Divisi Pencalonan dan PAW KPU Karanganyar, Kharis Triyono, mengatakan pihaknya akan mengundang para anggota pokja verifikasi untuk memverifikasi berkas administrasi cabup-cawabup sesuai bidangnya masing-masing.

“Anggota pokja terdiri dari lima instansi yang mempunyai kemampuan dan keahlian di bidangnya masing-masing,” katanya saat ditemui.

Misalnya, lanjut dia, surat kepailitan yang diterbitkan oleh Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar. Artinya, yang mengetahui tentang kepailitan secara teknis adalah pejabat PN Karanganyar. Anggota pokja akan menentukan apakah berkas administrasi cabup-cawabup memenuhi persyaratan atau tidak.

Pihaknya bakal melaksanakan rapat pleno hasil verifikasi berkas administrasi cabup-cawabup pada Sabtu (3/8/2013). Selanjutnya, pihaknya akan menetapkan pasangan cabup-cawabup yang bakal bertarung pada event politik terbesar di Bumi Intanpari. “Hasil verifikasi akan diplenokan sebelum penetapan pasangan cabup-cawabup,” jelasnya.

Sementara Ketua KPU Karanganyar, Sri Handoko Budi Nugroho, menyatakan pihaknya juga akan mengecek ke SMA setiap pasang cabup-cawabup untuk memastikan ijazah sekolah. Menurutnya, sesuai aturan pasangan cabup-cawabup yang maju pada Pilkada Karanganyar minimal berpendidikan SMA. Mayoritas cabup-cawabup lulus SMA di Karanganyar dan Solo kecuali Dyah Shintawati di Pati, Jateng.

Sumber : http://www.solopos.com

Read More

Colomadu Karanganyar Digerojok Rp19 Miliar

Kecamatan Colomadu, Karanganyar merupakan kawasan Karanganyar paling ujung barat kebanjiran bantuan. Dalam beberapa bulan terakhir ini kawasan yang merupakan pintu gerbang Karanganyar bagian barat mendapat dana bantuan setidaknya Rp19 miliar.

“Bantuan yang pertama adalah untuk pembuatan reservoar di Desa Bolon senilai Rp12 miliar berupa hibah dari pemerintah pusat. Kedua adalah dana pembuatan saluran tersier dari Desa Tohudan ke Desa Gawanan senilai Rp7 miliar, dana PNPM Rp783.750 dan sebagainya,” ujar Camat Colomadu, Joko Budi Utomo ketika ditemui.

Menurut dia, asal bantuan itu dari berbagai sumber di antaranya dari pemerintah pusat, APBD dan sebagainya. Dari sejumlah bantuan itu beberapa di antaranya sudah dibelanjakan dan beberapa di antaraya sudah jadi.

Bahkan untuk reservoar yang dibangun di Desa Bolon dalam waktu dekat ini akan segera diresmikan. Karena volume pembangunan sudah mencapai kira-kira 95 persen.

Dia memperkirakan jumlah bantuan dana pembangunan dari berbagai sumber yang dialokasikan di Kecamatan Colomadu, paling besar se-Karanganyar.

“Setahu saya, kecamatan lain di luar Kecamaran Colomadu tidak ada yang menerima bantuan dana pembangunan sebesar itu. Jadi, tidak semuanya benar kalau dikatakan Colomadu menjadi wilayah Karanganyar yang pembangunannya tidak dipikirkan,” papar Joko.

Sementara itu salah seorang warga Bolon, Yono, 62, berharap dengan dibangunnya reservoar bisa bermanfaat bagi warga sekitar. “Saya tidak tahu secara persis bangunan itu untuk apa? Tetapi saya dengar bangunan itu untuk menampung air sungai yang akan diolah menjadi air minum.”

Jika dugaannya benar, papar dia, diharapkan warga sekitar yang membutuhkan air tersebut hendaknya mendapat prioritas. Dengan demikian warga tidak hanya melihat bangunan, namun manfaat nyata justru akan dinikmati warga lain yang jauh dari lokasi reservoar.

Read More