Category: Berita

DSC_0296

SEMARAK MUHARRAM KARANGANYAR 1437 H

Kabupaten Karanganyar dalam rangka menyambut sekaligus memeriahkan Tahun Baru Islam (1 Muharram 1437 Hijriyah) menggelar serangkaian kegiatan, diantaranya:

Pengajian Menyambut 1437 Hijriyah sekaligus Launching Majelis Takon (Tausiah dan Konsultasi) yang diisi oleh Ustad Syihabuddin Abdul Muiz Al Hafizh dari Pondok Pesantren Isy Karima, Karangpandan, Karanganyar dan Ustad Abu Hasanuddin LC dari Pondok Pesantren Ibnu Katsir sekaligus Ketua IKADI Jember, Jawa Timur serta Ustad Dr. Muinuddinillah Basri dari Pondok Pesantren Ibnu Abbas, Klaten Jawa Tengah.

Pengajian yang diikuti kurang lebih 5000 jama’ah tersebut berlangsung aman, lancar dan tertib. Turut hadir Bupati Karanganyar Juliyatmono didampingi Ketua Baznas, Kepala Kementerian Agama dan Ketua FKUB Karanganyar.

????????????????????????????????????

Karanganyar menggelar Pengajian Menyambut Tahun Baru 1437 H, Selasa malam (13/10/2015) di Masjid Agung Karanganyar.

????????????????????????????????????

Para Jama’ah pengajian memenuhi Masjid Agung Karanganyar.

????????????????????????????????????

Bupati Karanganyar Juliyatmono menghadiri pengajian Muharram 1437 H.

????????????????????????????????????

Juliyatmono saat menyampaikan sambutan sekaligus tausiah pada launching Majelis Takon.

????????????????????????????????????

Tahun Baru Hijiriyah sebagai renungan.

Dalam sambutannya, Juliyatmono menekankan bahwa peringatan Tahun Baru Islam (Muharram 1437 H) ini adalah momentum kita untuk intropeksi diri, sebagai renungan untuk mengingat kembali kesalahan-kesalahan yang telah kita perbuat. Dengan harapan di Tahun baru ini kita lebih dapat meningkatkan kembali kualitas keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.

Selanjutnya acara pengajian tersebut diakhiri dengan pelaksanan sholat malam sekaligus witir yang dipimpin langsung oleh Syaikh Asran Bin Jabir dari Mesir sebagai Imam Qiyamulail, Selasa malam (13/10/2015) di Masjid Agung Karanganyar.

????????????????????????????????????

Jama’ah melaksanakan sholat malam.

????????????????????????????????????

KHUSYUK : Bupati Karanaganyar Juliyatmono turut melaksanakan sholat malam berjama’ah.

????????????????????????????????????

Syaikh Asran bin Jabir dari Mesir sebagai Imam sholat malam.

Keesokan harinya digelar Pawai Ta’aruf yang diikuti kurang lebih 6000 peserta dari 86 grup yang terdiri atas siswa-siswi RA/BA/TK/SD/MI/SMP/MTS/SMA/MA se Kabupaten Karanganyar, Rabu pagi (14/10/2015).

Tepat Pukul 07.00 wib pawai taaruf dilepas oleh Kabag. Kesra Setda Karanganyar Sugeng Raharto. Dengan mengambil rute, Start di Halaman Gedung Wanita dan finish Masjid Agung Karanganyar.

????????????????????????????????????

Kabag Kesra Setda Karanganyar Sugeng Raharto saat melepas peserta Pawai Ta’aruf, Rabu pagi (14/10/2015) di Halaman Gedung Wanita Karanganyar.

????????????????????????????????????

Anak-anak antusias mengikuti Pawai Taaruf.

????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

Panggung Kehormatan : Asisten Perekonomian Setda Karanganyar Siti Maesyaroh menerima laporan Panitia penyelenggara terkait peserta pawai taaruf.

Sementara itu di halaman Masjid agung Karanganyar pada hari yang sama berlangsung Festival Rebana Tradisional/Hadroh yang diikuti 17 grup rebana, masing-masing grup merupakan perwakilan dari 17 Kecamatan se Kabupaten Karanganyar.

Asisten Perekonomian Setda Karanganyar Siti Maesyaroh selaku yang mewakili Bupati Karanganyar membuka acara tersebut. Dalam sambutannya berharap dengan dihelatnya festival rebana ini dapat menambah semangat dan kreatifitas kita dalam memeriahkan datangnya tahun baru 1437 Hijriyah. Ini merupakan salah satu wujud melaksanakan program Pemerintah Kabupaten Karanganyar yakni peningkatan kulitas keagamaan, sosial dan budaya.

????????????????????????????????????

Tampil Perdana : grup hadroh dari Kecamatan Tasikmadu mendapatkan kesempatan pertama tampil di atas panggung.

????????????????????????????????????

Festival Hadroh salah satu tujuan melestarikan nilai-nilai kesenian Islami.

Guna menjaga netralitas , pada festival hadroh tersebut mendatangkan Dewan juri  yang berasal dari luar Karanganyar. . ind/ft

Jajaran SKPD turut menyaksikan festival hadroh.

????????????????????????????????????

Paling depan : Waluyo, Sarjana Karawitan dari ISI Surakarta sebagai salah satu Dewan Juri pada festival Hadroh.

 

 

 

Read More
DSC_0020

Terima Banyak Uang, Bupati Minta Warga Hati-hati

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat berbincang dengan warga penerima ganti rugi pembangunan Waduk Gondang

Bupati Karanganyar Juliyatmono saat berbincang dengan warga penerima ganti rugi pembangunan Waduk Gondang

Karanganyar, Rabu (14/10/2015)
Bupati Karanganyar Juliyatmono meminta kepada ratusan warga Desa Ganten, Kecamatan Kerjo penerima ganti rugi tanah untuk pembangunan Waduk Gondang untuk berhati-hati.

“Jangan tergesa-gesa menggunakan uang itu, saya sarankan gunakan juga untuk bersedekah dengan iklhas,” kata Bupati Juliyatmono Selasa (13/10) di Balai Desa Ganten, Kecamatan Kerjo.

Terkait ganti rugi tanah itu, setelah ada persetujuan selama 14 hari sudah bisa masuk rekening masing-masing di bank.

Bupati juga menjelaskan, jika ada warga yang tidak cocok dengan harga ganti rugi tanah yang telah dihitung oleh tim penilai (appraisal) bisa mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri terhitung 14 hari sejak nilai ganti rugi diumumkan.

“Apabila kurang puas lagi, bisa mengajukan ke Mahkamah Agung RI,” kata dia.

Dari hasil penelusuran, warga penerima ganti rugi tanah ada yang mendapatkan Rp. 500 juta. Adapula Rp. 1,2 miliar terbagi untuk rumah tinggal dan lahan pekarangan yang terdapat berbagai pohon.

“Saya masih bingung untuk apa saja uang sebanyak itu,” kata salah satu warga. pd

Read More
DSC_0003

Cari Guruku Idolaku, Saring 365 Guru

Sebanyak 365 guru mengikuti lomba Guruku Idolaku di SMKN 2 Karanganyar

Sebanyak 365 guru mengikuti lomba Guruku Idolaku di SMKN 2 Karanganyar

Karanganyar, Senin (12/10/2015)
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menyelenggarakan lomba Guruku Idolaku dengan diikuti sebanyak 365  guru.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karanganyar Sutarno mengatakan acara yang dilangsungkan selama dua hari (Senin-Selasa) 12-13 Oktober 2015 di SMK Negeri 2 Karanganyar merupakan kompetensi lomba kegiatan guru kelas dan guru mata pelajaran se Kabupaten Karanganyar.

“Sebelum ini sudah ada seleksi terlebih dahulu, kemudian untuk hari ini tes tertulis dan tes praktek 25 menit setiap peserta, jika waktu kurang akan dilanjutkan besok,” katanya, dilokasi.

Untuk penilaian, pihak Disdikpora Kabupaten Karanganyar bekerjasama dengan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Tengah.

“Terdapat 20 orang juri dari LPMP Jateng,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia mangatakan seleksi Guruku Idolaku ini diikuti sebanyak guru TK sejumlah 17 orang, guru SD sebanyak 102 orang, guru SMP sejumlah 55 orang, guru SMA sejumlah 14 guru, dan guru SMK 65 orang.

Sementara itu, ditempat yang sama, Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan, ini merupakan upaya untuk mencari guru sebagai idola murid.

“Guru menjadi pembentuk karakter dan keberhasilan murid,” katanya.

Dia juga mengharapkan guru bisa menjiwai murid-murid, sehingga jika ada persoalan bisa dipecahkan dengan baik.

“Kita cairkan suasana edukasi di sekolahan dengan jiwa dan pola yang menarik. Guru juga dituntut inovatif menyampaikan pelajaran,” katanya.

Pembentukan karakter anak bisa terbentuk karena sentuhan guru. Seperti seorang mantan murid bisa teringat walaupun sudah lama tidak berjumpa. pd

Read More
aku

Ganjar Mengajar Tentang Bencana Alam

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajar tentang bencana alam

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajar tentang bencana alam

Karanganyar, Senin (12/10/2015)
Kunjungan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Kabupaten Karanganyar setelah peresmian Hunian Tetap (Huntap) di Kecamatan Jenawi, dilanjutkan Ganjar Mengajar yang diikuti sekitar 300 pelajar dari SMA/SMK di Kabupaten Karanganyar.

Di depan para pelajar, Ganjar mengatakan Jawa Tengah banyak terjadi bencana, mulai dari banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, dan kekeringan.

“Tidak sadar, perilaku kita mendorong terjadi bencana, seperti menebang pohon semaunya sendiri, membiarkan sampah mengunung, aliran sungai tersumbat, dan banyak penyakit,” katanya, Senin (11/10) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Dia juga mencontohkan beban sungai sangat banyak, air baku tidak bisa digunakan, saat hujan banjir, maupun saat kemarau kekeringan.

“Sebenarnya masalah yang di sungai itu bisa karena pendangkalan. Tanah berasal gunung yang dibawa air, karena erosi tidak ada akar pohon yang menahan,” ujarnya.

Dalam konteks bencana bisa dicegah dari awal, seperti bersih-bersih sungai, menanam pohon, pohon dirawat dan jangan menebang pohon, dan ikuti tata ruang.

“Kita berupaya untuk mengurangi bencana, misal ada tanggul rusak maka segera diperbaiki,” ujarnya.

Tanda-tanda jika akan terjadi bencana, lanjutnya bisa diketahui dengan ilmu titen dan teknologi, misalnya gunung berapi akan meletus, bisa dengan tanda-tanda alam.

“Hewan-hewan di gunung turun, suhu air di sungai di gunung bisa naik,” katanya.

Pada kesempatan itu, para pelajar juga dikenalkan alat-alat penanggulangan bencana, seperti alat penjernih air, cara mendirikan tenda, dan cara menolong korban bencana. pd

Read More
au

Resmikan Huntap, Gubernur Ganjar Merasa Kagum

Gubernur Ganjar Pranowo saat melihat dari dekat Hunian Tetap relokasi warga, di Dusun Puru-puru, Desa Balong, Kecamatan Jenawi

Gubernur Ganjar Pranowo saat melihat dari dekat Hunian Tetap relokasi warga, di Dusun Puru-puru, Desa Balong, Kecamatan Jenawi

Karanganyar, Senin (12/10/2015)
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo merasa kagum begitu turun dari mobil melihat keberhasilan pembangunan rumah program relokasi tanah longsor, di Kecamatan Jenawi.

“Wah ini bangunan tertata rapi, bagus-bagus,” kata Gubernur Ganjar Pranowo, setelah peresmian di Hunian Tetap (Huntap) korban tanah longsor, di Dusun Puru-puru, Desa Balong, Kecamatan Jenawi, Minggu (11/10) siang.

Lantas, Ganjar bersama Deputi 1 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Bernadus Wisnu Wijaya, Bupati Karanganyar Juliyatmono, dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo melihat dari dekat sekitar 30 rumah warga itu yang berdiri di atas tanah seluas 12.900 meter persegi.

“Ini hebat, bisa menjadi contoh daerah lain. Mau pindah saja sudah dua jempol, karena ada orang yang terkena bencana pindah saja tidak mau,” ujarnya.

Dia juga mengapresiasi kepedulian Pemkab Karanganyar dalam menanggulangi bencana, dengan cara masyarakat diberi edukasi pengurangan risiko bencana bahwa tempatnya mempunyai potensi bencana sangat tinggi.

“Akan saya kampanyekan keberhasilan di Karanganyar ini. Mudah-mudahan menjadi contoh pengurangan risiko, karena Jawa Tengah ini supermarketnya bencana,” katanya.

Untuk diketahui biaya pembangunan setiap rumah mendapatkan bantuan dana Rp 20 juta dari APBN ditambah Rp 15 juta dari APBD Provinsi Jawa Tengah dan Rp 10 juta dari APBD Kabupaten Karanganyar.

Program relokasi korban bencana alam di Kabupaten Karanganyar terealisasi dua tahapan. Tahap pertama, pembangunan 96 unit yang berada di Kecamatan Jenawi, Kerjo dan Tawangmangu dengan total biaya Rp. 1,92 miliar.

“Tahap dua mendanai pembangunan 65 unit rumah sebesar Rp. 1,3 miliar di Jenawi, Kerjo dan Colomadu,” katanya.

Bupati Juliyatmono menjelaskan pula pada kesempatan itu untuk salah satu wujud lain mengurangi risiko bencana, Pemkab Karanganyar akan mengiatkan kegiatan menanam pohon.

“Bulan November nanti akan ada aksi menanam pohon di lereng Gunung Lawu,” katanya.

Dia juga mengatakan bahwa lokasi huntap ini aman dan baik, jadi tidak perlu ada kekhawatiran.

Ditambahkan oleh Bernardus Wisnu Wijaya, pembangunan hunian relokasi tersebut menjadi contoh sinergitas masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi bencana.

“Ini contoh masyarakat dan pemerintah yang tangguh dalam menghadapi bencana,” ujarnya. pd

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunting rangkaian bunga melati saat peresmian Hunian Tetap Relokasi

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunting rangkaian bunga melati saat peresmian Hunian Tetap Relokasi

Read More
DSC_0290

420 Unit Rumah Terima Stimulan APBD Karanganyar TA 2015

DSC_0296

Bupati Karanganyar Didampingi Wakil Bupati Karanganyar Saat Menyerahkan Secara Simbolis Bantuan Pemugaran Rumah, Rumdin Bupati Karanganyar Senin Pagi (12/10)

Guna mewujudkan rumah layak huni bagi warga berpenghasilan rendah dan meningkatkan sawadaya masyarakat melalui stimulan/bantuan sosial APBD Kabupaten Karanganyar TA 2015 serta mewujudkan pemukiman yang sehat aman serasi. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BAPERMADes) Kabupaten Karanganyar menyelenggarakan Sosialisasi Pemugaran dan Pemukiman Pedesaan di Kabupaten Karanganyar, Senin pagi (12/10/2015) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

“ Bantuan sosial APBD Kabupaten Karanganyar Tahun Anggaran 2015 sebesar dua miliar rupiah untuk kegiatan perumahan dan pemukiman pedesaan diberikan kepada 400 unit rumah se Kabupaten Karanagnyar yang masing-masing unit mendapat sebesar lima juta rupiah dan tambahan 20 Unit rumah masuk dalam perubahan sehingga total ada 420 unit rumah akan menerima stimulan/bantuan sosial.

Pencanangan RTLH di Desa Kalijirak, Tasikmadu  besok hari Jum’at (16/10/2015) langsung oleh Bupati dan diikuti secara serentak diseluruh Desa se Kabupaten Karanganyar,” terang Kepala BAPERMADes Karanganyar Utomo Sidi Hidayat saat menyampaikan laporannya dihadapan Bupati Karananganyar, Wakil Bupati, Asisten Perekonomian Setda Karanganyar serta warga masyarakat penerima bantuan sosial Pemugaran dan Pemukiman Pedesaan.

Utomo Sidi mengatakan bahwa dengan adanya stimulan ini diharapkan mewujudkan RTLH dan meningkatkan gotong royong di masyarakat.

“ Harapan saya dengan bantuan sosial ini, untuk terwujudnya Rumah Tidak L:ayak huni (RTLH) sekaligus memperkuat sifat gotong royong warga masyarakat.Jadi tiap Kepala Keluarga (KK) mendapat bantuan Rp. 5 juta dan dikelola secara berkelompok, dikerjakan bersama sama dengan warga secara gotong royong. Jadi tidak boleh diborongkan,” terangnya yang disambut antusias oleh warga penerima bantuan.

Karena ini merupakan salah bentuk perhatian Pemerintah kepada warga masyarakat yang memang rumahnya belum layak huni.

“Ini adalah wujud salah satu program Pemerintah Kabupaten Karanganyar yakni Pembangunan Infrastruktur Menyeluruh. Termasuk bantuan sosial pemugaran dan pemukiman pedesaan ini sebagai bentuk perhatian Pemerintah kepada masyarakat yang rumahnya memang belum layak huni,” tambah Utomo Sidi Hidayat saat mengakhiri laporannya.

Sementara itu Bupati Karanganyar Juliyatmono saat menyampaikan sambutannya mengatakan bahwa meski bantuan soial yang diberikan hanya sedikit, ini merupakan salah satu perhatian Pemerintah guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Tahun ini rumah-rumah yang belum sehat, kita bantu agar layak huni. Minimal ubin dan dindingnya. Syukur-syukur jamban juga disiapkan, karena itu merupakan syarat wujud Rumah yang Sehat. Supaya tidak ada lagi warga yang BAB sembarangan karena bisa mengotori, mencemari sungai/kali dan lingkungan sekitarnya. Sehingga keberadan jamban ini sangat penting. Wujud rumah sehat dapat mengangkat derajat kesehatan masyarakat. Karena dengan sehat dapat memperpanjang harapan usia hidup seseorang. Maka itu, meskipun bantuan yang diterima hanya sedikit, semoga dapt untuk mewujudkan rumah sehat dan membawa keberkahan bagi kita semua,” harapan Juliyatmono dihadapan para warganya.

Pada kesematan tersebut dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis kepada perwakilan dari Kalurahan Delingan Kecamatan Karanganyar sebanyak 15 Unit rumah sebesar Rp. 75 Juta. Ad/ind

Read More
DSC_0352

Pengumuman Hasil Appraisal Ganti Untung Warga Desa Gempolan

DSC_0305

Bupati Karanganyar Juliyatmono Memberikan Pengarahan di Depan Warga Gempolan Kec. Kerjo, Senin Siang (12/10)

DSC_0329

Bupati Karanganyar Juliyatmono Melihat Hasil Appraisal Setelah Dibagikan Kepada Warga

DSC_0319

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo Melihat Hasil Appraisal Setelah Dibagikan Kepada Warga

DSC_0352

Salah Satu Warga Setuju Atas Appraisal Ganti Untung Untuk Kemudian Memproses Pencairan Dana Yang Dijanjikan

Bertempat di Balai Desa Gempolan Kecamatan Kerjo sebanyak 117 warga desa menerima hasil appraisal atas tanah (asset) mereka yang terkena pembangunan Waduk Gondang. Bupati Karanganyar, Wakil Bupati Karanganyar, Kepala BPN Karanganyar, BPWS Bengawan Solo, Assisten 1 Setda Karanganyar, Perwakilan dari Polres Karanganyar, Perwakilan dari Kejaksaan Negeri Karanganyar, PTPN IX, Camat beserta Muspika Kerjo dan Ngargoyoso, Kades beserta Warga Desa Gempolan hadir dalam acara sosialisasi pengumuman hasil appraisal ganti untung warga atas dibangunnya Waduk Gondang tersebut.

Dalam sambutan pengarahannya Bupati Karanganyar Juliyatmono menyampaikan kepada warga agar jangan menebang tanaman yang ada diatas tanah yang telah di bayar oleh pemerintah, hal ini dikarenakan tanah beserta asset diatasnya sudah menjadi milik Negara untuk kemudian didata dan dirumuskan pemanfaatannya.

“Saya bersama pak Wakil Bupati Rohadi Widodo menjamin bahwa hasil appraisal ini berpihak kepada warga, sebab tim appraisal bersifat independen dan pemerintah tidak bisa mengintervensi”, tegas Juliyatmono

Sementara itu Dwi Purnama Kepala BPN Karanganyar melaporkan bahwa pencairan dana hasil appraisal bisa segera dicairkan lewat Bank Rakyat Indonesia (Bank penyalur yang ditunjuk sesuai kesepakatan warga) selambat-lambatnya 14 hari setelah pengumuman atas hasil appraisal hari ini. ad

Read More
DSC_0023

Berharmonisasi Untuk Pelestarian Alam

Bupati Karanganyar Juliyatmono (berdiri) saat memberi pengarahan di acara Bimtek Penguatan Kesiapsiagaan Dalam Penanggulangan Bencana

Bupati Karanganyar Juliyatmono (berdiri) saat memberi pengarahan di acara Bimtek Penguatan Kesiapsiagaan Dalam Penanggulangan Bencana

Karanganyar, Jumat (09/10/2015)
Untuk menjaga kelestarian alam, diperlukan harmonisasi antara manusia dengan alam agar terhindar dari bencana. Hal itu merupakan ajakan Bupati Karanganyar Juliyatmono saat acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kesiapsiagaan Dalam Penanggulangan Bencana sebagai rangkaian kegiatan Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana Tahun 2015, di Balai Desa Balong, Kecamatan Jenawi, Jumat (09/10) siang.

Kabupaten Karanganyar merupakan daerah termasuk mitigasi bencana berupa tanah longsor dan banjir. Pada kesempatan itu ditekankan olehnya, sebaiknya jangan suka menebang pohon terutama di dataran tinggi.

“Menanam untuk sedekah alam. Tanah untuk ditanami bukan dirusak. Jika di rusak maka dia akan ikut merusak pula, untuk itu agar tidak terjadi tanah longsor, salah satu pencegahan yakni dengan menanam pohon,” kata Juliyatmono, dihadapan ratusan peserta.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar pada tahun 2014 kemarin sudah mencanangkan Gerakan Karanganyar Ijo Royo-royo, yakni dengan menanam ribuan pohon diberbagai tempat.

“Bulan November nanti kita akan kembali hijaukan Karanganyar,” kata Juliyatmono, didampingi Wakil Bupati Kabupaten Karanganyar Rohadi Widodo.

Para peserta bimtek itu diikuti pramuka, pelajar, guru, dan perangkat desa setempat. Hadir pula narasumber Prof. Ir. Sarwidi, MSCE, Ph.D.,IP-U dan Kepala Bidang Perencanaan Siaga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Eny Supartini, Sarjimin dan Wahyu Widodo dari Aktivis SAR Merapi.pd

Read More
DSC_0059

Desa Ngepungsari, Program TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2015

DSC_0012

Upacara Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap II, Lapangan Desa Ngepungsari Kecamatan Jatipuro, Kamis (08/10)

Upacara Pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-95 Tahun 2015 Kabupaten Karanganyar berlangsung di Lapangan Desa Ngepungsari Kecamatan Jatipuro, Kamis (08/10/2015). Bertindak sebagai Inspektur Upacara Dandim 0727 Karanganyar Letkol Inf Marthen Pasunda, S.Sos dan selaku Komandan Upacara Danramil III Kebakramat Kapten ARH. Heru Nugroho.

Upacara Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap II Kab. Karanganyar dihadiri oleh Bupati Karanganyar, Wakil Bupati Karanganyar, Forkompinda Kab Karanganyar, Kepala SKPD terkait, TP PKK Kabupaten Karanganyar, PERSIT KCK Cab. KODIM 0727/Karanganyar dan diikuti oleh peserta dari berbagai unsur seperti Satgas, Satuan dari TNI, Polri dan Pemda serta unsur pendukung Polri, PNS, Ormas, Pelajar, masyarakat.

kominfo

Dandim 0727 Karanganyar Saat Pemeriksaan Pasukan Upacara Pembukaan TMMD Sengkuyung II

kominfo

Irup Upacara Dandim 0727 Karanganyar Letkol Inf Marthen Pasunda Secara Simbolis Menyerahkan Peralatan TMMD Sengkuyung Tahap II

kominfo

Pemukulan Kentong Oleh Dandim 0727 Karanganyar Tanda TMMD Sengkuyung II dimulai

Sementara itu, Komandan Upacara melaporkan bahwa Pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2015 dimulai dari Pra TMMD yang dilaksanakan selama 10 hari dari Tanggal 28 September sampai dengan 7 Oktober 2015 dengan pencapaian hasil untuk pembangunan betonisasi jalan telah mencapai 50 persen. Sedangkan untuk tahapan TMMD Sengkuyung sendiri pelaksanaannya selama 21 hari, mulai Tanggal 8 sampai dengan 28 Oktober 2015.

Desa Ngepungsari Kec. Jatipuro dipilih sebagai tempat sasaran TMMD kali ini dikarenakan penduduk didesa tersebut mayoritas bekerja sebagai petani dan buruh sehingga perlu perhatian khusus dari semua pihak dalam upaya peningkatan kesejahteraan, selain itu juga program pembangunan fisik dan non fisik di Desa Ngepungsari masih minim sehingga diperlukan adanya pembangunan daerah supaya  sejajar dengan desa-desa lainnya, untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan kerja nyata dalam mewujudkan kemanunggalan TNI Rakyat melalui Upaya peningkatan semangat gotong royong dalam rangka terciptanya Pembinaan Ketahanan Wilayah.

TMMD Sengkuyung Tahap II ini memiliki sasaran kegiatan fisik meliputi Pembangunan rabat beton jalan 2,50 x 0,10 meter panjang 1400 meter, pembangunan rabat beton jalan 3 x 0,10 meter panjang 200 meter, rehab Masjid 1 unit, rehab RTLH    (Rumah Tidak Layak Huni) 10 unit dan Pembangunan Jambanisasi 10 unit. Sedangkan kegiatan non fisik diantaranya Pembinaan dan pelatihan bela Negara, Sosialisasi tentang bahaya narkoba, Kamtibnas, pertanian, perundang-undangan, pertanahan, Keterampilan dan pemberdayaan industri kecil, pelayanan KB dan kesehatan, pembinaan rohani dan hiburan rakyat.

kominfo

Lokasi Betonisasi TMMD Sengkuyung II

kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono Tinjau Lokasi Sasaran Betonisasi Jalan TMMD Sengkuyung II Desa Ngepungsari Jatipuro

kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo Minum Jamu Disaat Cek Lokasi Sasaran Fisik TMMD Sengkuyung II Desa Ngepungsari Kec Jatipuro

kominfo

Bupati Karanganyar Juliyatmono Cek Kesehatan Gratis di Poskotis TMMD Sengkuyung II

Kepala Staf Angkatan Darat selaku Penanggung jawab Operasional TMMD Jenderal TNI Mulyono dalam amanatnya yang dibacakan oleh Dandim 0727 Karanganyar Letkol Inf Mathen Pasunda mengatakan, sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Upacara Pembukaan TMMD ke-95 kali ini, dipusatkan oleh TNI Angakatan Darat di desa Karang Tengah Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah yang menjadi wilayah binaan Kodim 0721/Blora Korem 0723/makutarama Kodam IV/Diponegoro, yang diikuti hari ini secara serentak di 61 Kabupaten/Kota di wilayah tanah air kita.

Program TNI Menunggal Membangun Desa (TMMD) adalah program lintas sektoral yang melibatkan TNI, Kementerian, Lembaga Pemerintah Non Kementerian dan Pemerintah Daerah serta segenap lapisan masyarakat. Melalui program ini diharapkan dapat mewadahi aspirasi dan kepentingan masyarakat di daerah pedesaan, sebab proses perencanaan TMMD selalu diawali dengan melibatkan berbagai instansi dan masyarakat sebagai pelaku dan pengguna hasil TMMD, serta disusun dengan system “bottom up planning” maka dari itu peran dan kerjasama dari semua stakeholder yang didukung partisipasi aktif masyarakat merupakan penentu keberhasilan TMMD.

Hal tersebut sejalan dengan tema TMMD ke-95 kali ini yaitu “Dengan Semangat kemanunggalan TNI, Polri, Kementerian, Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Pemerintah Daerah dan Seluruh Komponen Bangsa lainnya, Kita Laksanakan Percepatan Pembangunan Malaui Program TNI Manunggal Membangun Desa Guna meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Pedesaan“.

Dan melalui GEMA SANG JUARA yaitu Gerakan Masyarakat Membangun Satu Juta Jamban Untuk Keluarga Indonesia agar desa yang menjadi sasaran TMMD diwujudkan menjadi KATAJAGA, Kampung Total Jamban Keluarga dengan tujuan untuk merebut hati rakyat sehingga TNI dapat selalu mencintai dan dicintai oleh rakyatnya.

Sukses memperkokoh kemanunggalan TNI Rakyat dan sukses mewujudkan desa KATAJAGA serta meningkatkan budaya gotong royong ditengah masyarakat. ad/ind

Read More
DSC_0049

PD BPR BKK Tasikmadu Adakan Undian

Sutarno mendapatkan hadiah utama berupa mobil dari PD BPR BKK Tasikmadu

Sutarno mendapatkan hadiah utama berupa mobil dari PD BPR BKK Tasikmadu (tengah), diapit Bupati Juliyatmono (kanan) dan Direktur Utama PD BPR BKK Tasikmadu Didik Darmadi (kiri)

Karanganyar, Kamis (08/10/2015)
PD BPR BKK Tasikmadu mengadakan undian berhadiah, untuk nasabah yang tersebar di berbagai wilayah di Kabupaten Karanganyar, Rabu (07/10) di salah satu rumah makan di Matesih.

“Hadiah untuk nasabah ada satu unit mobil, dua unit sepeda motor, dan satu unit komputer untuk Desa yang berkontribusi besar pada bank milik Pemkab Karanganyar ini,” kata Direktur Utama PD BPR BKK Tasikmadu Didik Darmadi.

Hadir pada acara tersebut Bupati Karanganyar Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo, beberapa Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) , para Camat, dan perangkat desa.

Bupati Juliyatmono menyerahkan langsung hadiah utama berupa mobil kepada Sutarno, beralamat Bengeran RT 02/RW 07 Plosorejo, Matesih, Kantor Cabang Matesih.

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo menyerahkan hadiah sepeda motor

Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo menyerahkan hadiah sepeda motor

Sedangkan hadiah dua unit sepeda motor diserahkan oleh Wakil Bupati Rohadi Widodo dan Camat Matesih Sri Suboko.

“Hadiah itu diperoleh Lilis, alamat Gondosuli Tawangmangu, Kantor Cabang KPO dan Ngalinem, Sabrang Kulon, Matesih, Kantor Cabang Matesih,” jelas Didik.

Pihaknya juga memberikan satu perangkat komputer kepada Desa Gemantar, Kecamatan Jumantono karena Desa itu telah berkontribusi besar. pd

Read More