Category: Berita

WhatsApp Image 2017-10-15 at 17.07.02 (1)

Pemenang Lomba Ekspose Potensi Intanpari

Kategori Website

Juara I : Kelurahan Karanganyar

kelkaranganyar.karanganyarkab.go.id

Juara II : Desa Waru

waru-kebakkramat.sideka.id

Juara III : Kelurahan Bolong

kelbolong.karanganyarkab.go.id

Juara Harapan : Desa Nglebak

nglebak.sideka.id

 

Kategori Foto

 

JUARA I : Perkebunan di Kabupaten Karanganyar

Ade Al Faruq (Widodaren, Kab. Ngawi)

 

JUARA II : Melestarikan Batik Tulis Girilayu

Krisna Vidya Antakusuma (Widodaren, Ngawi)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

JUARA III : Pengolahan Teh di Pabrik Teh Kemuning

Agung Nugroho (Blorong, Jumantono)

 

JUARA HARAPAN : Mbatik On The Street

Yunus Evanudin (Mojolaban, Sukoharjo)

 

Kategori Video

Juara I : Agung Nugroho (Blorong, Jumantono)

 

Juara II : Herda Wahyu Tetuko (Mangkubumen Banjarsari)

 

Juara III : Agung Santoso (Berjo, Ngargoyoso)

 

Juara Harapan : Bremora Anzes Damara (Pokoh, Tasikmadu)

https://www.youtube.com/watch?v=An62Q4UjVY0

 

Kategori Backsound

Juara I : Indrawan Yudhi Prihanto (Pasar Kliwon, Surakarta)

Judul “Sebuah Desa Di Kaki Lawu”

Juara II : Riyadi Dwi Laksono (Dompon, Karanganyar)

Judul “Wonderfull”

Juara III : Suroto (Gumeng, Jenawi)

Judul “Lagu Symphony Intanpari”

Juara Harapan : Wutuh Setyadharma (Popongan, Karanganyar)

Judul “Crash”

 

Demikian pengumuman para pemenang. Keputusan juri tidak dapat di ganggu gugat. Terima kasih atas partisipasinya.

Read More
web

Bupati Karanganyar Tak Menyangka Mendapat Ini

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo menyempatkan pin Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha kepada Bupati Karanganyar, Juliyatmono, di halaman Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Jumat (10/11) pagi.

Karanganyar, Jumat (10/11/2017)

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, tak menyangka dapat penghargaan dari Pemerintah, yakni Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha di tahun 2017, yang di tanda tangani Presiden RI Joko Widodo.

Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha diberikan kepada penyelenggara pemerintahanan di daerah atas jasa besar atau berprestasi kinerja sangat tinggi dalam penyelenggaraan pemerintah daerah berdasarkan hasil evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Penghargaan di bidang pemerintahan itu di serahkan dan di sematkan pin tanda jasa oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo kepada Bupati Karanganyar, di halaman Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Jumat (10/11) pagi.

“Saya sama sekali tidak menyangka dapat penghargaan ini. Yang dilakukan adalah bekerja sebaik mungkin untuk memajukan Kabupaten Karanganyar ini,” kata Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Bupati juga berterima kasih kepada masyarakat Kabupaten Karanganyar dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Karanganyar yang telah bekerja keras sehingga mendapatkan penghargaan itu.

“Ini juga kado spesial, untuk Kabupaten Karanganyar yang tanggal 18 November nanti berusia 1 Abad. Ini bukan ambisi saya mendapat penghargaan itu, namun dipersembahkan kepada masyarakat,”katanya.

Menteri Dalam Negeri dalam sambutan mengatakan yang mendapat ini adalah Kepala Daerah yang berhasil mengemban amanah masyarakat dan daerah. Penghargaan ini semata-mata untuk memacu Kepala Daerah dan daerah yang lain.

Pada kesempatan itu, Mendagri menjelaskan dengan penghargaan itu diharapkan  dapat melanjutkan, mempersiapkan dan mengoptimalkan pelaksanaan dari program strategis nasional di daearah.

“Laksanakan dengan sungguh-sungguh, mengerakkan dan mengorganisir masyarakat dari berbagai skala prioritas program di berbagai Kabupaten/Kota,” katanya.

Mendagri juga mengucapkan selamat kepada para penerima, semoga kedepan terus dipertahankan dalam upaya mempercepat pembangunan dan kesejahteraan rakyat.(pd)

Read More
DSC_6017

HARI PAHLAWAN; PERKOKOH PERSATUAN MEMBANGUN NEGERI

Ketua DPRD Karanganyar, Sumanto Saat Membacakan Sambutan Menteri Sosial RI Upacara Peringatan Hari Pahlawan Ke-72 Di Kabupaten Karanganyar, Setda Karanganyar (10/11)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Karanganyar – 10 November 2017

Dalam rangka Hari Pahlawan ke-72, Pemkab Karanganyar menggelar Upacara Bendera di Halaman Kantor Sekretariat Daerah Karanganyar, Jumat Pagi (10/11/2017). Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar Sumanto.

Dalam amanat Menteri Sosial Republik Indonesia Khofifah Indar Parawansa yang dibacakan oleh Ketua DPRD Karanganyar menyampaikan bahwa peringatan Hari Pahlawan didasarkan pada peristiwa pertempuran terhebat dalam riwayat sejarah dekolonisasi dunia, yakni peristiwa Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Tanpa adanya pengorbanan dan perjuangan para pahlawan dan perintis kemerdekaan, bangsa Indonesia tidak akan bisa mendirikan sebuah  negara tang bernama Republik Indonesia.

Mengusung tema “Perkokoh Persatuan Membangun Negeri” diharapkan Bangsa Indonesia mampu bersatu sebagai satu bangsa, dengan itu dapat maju bersama-sama dan mendistribusikan berkah kemerdekaan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Peringatan Hari Pahlawan tahun 2017 ini difokuskan membangun visi transformatif yang mengarahkan dan menghimpun gerak seluruh elemen Republik Indonesia yakni “Terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong-royong”.

Untuk mewujudkan visi tersebut telah dirumuskan sembilan agenda prioritas pemerintahan kedepan yang disebut NAWA CITA. Kesembilan agenda prioritas tersebut dikategorisasikan kedalam tiga ranah, yaitu ranah mental-kultural, ranah material dan ranah politik. Pada ketiga ranah tersebut, pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla berusaha melakukan berbagai perubahan secara akseleratif, berlandaskan prinsip-prinsip pancasila dan UUD 1945.

Dalam semangat cinta tanah air, menjaga pusparagamnya dan kebhinekaan kita, para pendiri negara dan pahlawan pendahulu menuangkan sumbangan terbaiknya kepada kita semua. Pada tanggal 28 Oktober 1928, seluruh pemuda Indonesia meluluhkan ego-ego kedaerahan, kelompok, ras dan golongan untuk menyatakan dan berikrar sebagai satu tanah air Indonesia, bangsa Indonesia dan bahasa Indonesia.

Pada era milenium kedua saat ini kita tengah menyaksikan sebuah transformasi besar dalam hubungan internasional diantara bangsa-bangsa dunia, yaitu era  fajar baru pergeseran global dimana kemajuan peradaban dunia disebt sebagai era easternization atau timurisasi. Oleh karena itu persatuan Indonesia bukan hanya sebuah imperatif yang harus dirawat sebagai suatu bangsa namun lebih dari itu persatuan Indonesia adalah sebuah prasyarat bagi kita menjadi bagian dari kekuatan yang sedang tumbuh, the rising force.

Ketua DPRD Karanganyar saat menabur bunga di salah satu makam pahlawan Republik Indonesia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Usai pelaksanaan Upacara dilanjutkan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Dharma Tunggal Bakti, Karanganyar. DPRD Karanganyar,  Forkompinda Karanganyar, Jajaran Kepala SKPD Karanganyar diikuti peserta Upacara melakukan tabur bunga sebagai tanda penghormatan dan ucapan terimakasih kepada para pahlawan yang telah berkorban dengan jiwa, raga dan nyawa untuk kemerdekaan Indonesia.

Demikian KOMINFO (ad/mdz)

Read More
DSC_1702

Lulus SMA/SMK, Pemkab Berikan Reward Untuk Lanjut ke PTN

DISKOMINFO

Bupati Karanganyar Juliyatmono menyampaikan sambutannya pada Sosialisasi Pemberian Reward bagi lulusan SMA/SMK yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri di Gedung Guru SD Cangakan, Kamis (9/11).

Karanganyar, Kamis 09 November 2017

Pemkab Karanganyar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karanganyar memberikan penghargaan bagi lulusan SMA/SMK atau sederajat yang melanjutkan kuliah ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Kamis (9/11) kemarin.

Penghargaan diberikan langsung melalui rekening  siswa siswi lulusan SMA/SMK yang tentunya mereka melanjutkan perkuliahan dan diterima di PTN dengan mengajukan penghargaan sesuai ketentuan. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pembinaan dan Kesiswaaan Disdikbud Karanganyar, Nurini Hartati selaku yang mewakili Kepala Disdikbud Karanganyar pada sosialisasi pemberian penghargaan bagi lulusan SMA/SMK yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri.

“Reward ini sebagai stimulan dana bagi lulusan SMA/SMK atau sederajat yang di PTN agar tidak putus sekolah sekaligus motivasi kepada calon lulusan SMA/SMK agar tetap melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi,”terangnya.

Ia juga menuturkan  pemanfaatan dana penghargaan untuk membantu pembiayaan keperluan pribadi dan pembayaran kuliah dalam rangka penyelesaian di PTN meliputi pembelian buku dan alat tulis kuliah, pakaian, pelengkapan kuliah, biaya transportasi ke kampus, uang saku mahasiswa ke Kampus dan pembayaran kuliah.

“Pemberian reward ini telah berjalan empat  tahun, mulai  2014 sampai saat ini di tahun 2017 dengan jumlah lulusan 3515 siswa dan jumlah total reward senilai Rp 7, 84 miliar,”jelasnya.

Ditambahkannya, adapun rincian total jumlah siswa dan reward yang diberikan yakni Tahun 2014 untuk Tahap I sebanyak 665 lulusan senilai Rp. 1, 408 miliar, Tahap II sebanyak 63 lulusan senilai Rp 141 juta, Tahun 2015 Tahap I  sebanyak 201 lulusan senilai Rp 433.500.000,-, Tahap II sebanyak 686 lulusan senilai Rp 1531.000.000,-, Tahun 2016 untuk Tahap I sebanyak 149 lulusan senilai Rp 337.500.000,-, Tahap II sebanyak 458 lulusan senilai Rp 1.015.500.000,-, Tahap III sebanyak 540 lulusan senilai Rp 1.228.000.000,-, Tahun 2017 untuk Tahap I sebanyak 174 lulusan senilai Rp 411.000.000,-, Tahap II sebanyak 579 lulusan senilai Rp 1.333.500.000,-.

Sementara itu, Bupati Karannganyar Juliyatmono menekankan pentingnya melanjutkan pendidikan kejenjang lebih tinggi khususnya perguruan tinggi. Karena tantangan generasi sekarang akan jauh lebih berat.  Untuk itu pentingnya pendidikan tinggi dalam menghadapai era millenia.

Diskominfo Karanganyar (ft/ind)

Read More
DSC_6000 AAA

Pentingnya Jaminan Kecelakaan Kerja dan Kematian Bagi PNS

Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan sambutan dalam acara Sosialisasi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Karanganyar.

Karanganyar – 09 November 2017.

Pemerintah Kabupaten Karanganyar mengadakan sosialisasi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Karanganyar, yang diadakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar pada Kamis (09/11/2017).

Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Ketua Badan Kepegawaian dan Pengelolaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM),  Siswanto, para peserta Pegawai Negeri Spil (PNS) dari Kabupaten Karanganyar, yang bekerja sama dengan Kanreg I BKN Yogyakarta dan Taspen Persero cabang Surakarta sebagai narasumber dari sosialisasi tersebut.

Dari pelaporan yang disampaikan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengelolaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), acara Sosialisasi ini menjadi sebuah tanggung jawab dan kewajiban dari pemerintah Kabupaten Karanganyar dalam melindungi dan menjamin kesejahteraan dari Pegawau Negeri Sipil (PNS) dengan diwujudkan dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM)

Program ini juga menjalankan dari Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara No. 5 Tahun 2016.

“Dalam jaminannya kita mengambil dari 0.54% untuk JKK dan 0,30% untuk JKM yang rencana akan menjadi 0.72% yang berasal dari APBD kabupaten Karanganyar” kata ketua BKPSDM.

Dalam sambutan Bupati Karanganyar juga menyampaikan bahwa ini merupakan kewajiban dari pemerintah Kabupaten Karanganyar dalam memberikan jaminan kecelakaan dan kematian yang tertuang dalam PP No. 70 Tahun 2015

“Jaminan Kesehatan dan Jaminan Kematian ini merupakan hak bagi seluruh Pegawai Negeri Sipil” kata Bupati Karanganyar.

Sosialisasi ini sendiri juga diharapkan dapat membekali para Pegawai Negeri Sipil (PNS) tentang Sosialisasi Jaminan Kecelakaan Kerja dan Kematian.

Demikian Diskominfo (yga/ygi)

Read More
WEB (2)

Pemkab Karanganyar Peringati Hari Wayang Dunia

Pentas wayang kulit semalam suntuk dengan lakon “Sang Kumbokarno” menampilkan tiga dalang kondang, yakni Ki Manteb Sudharsono, Ki Purbo Asmoro dan Ki Enthus Susmono.

Karanganyar, Rabu (08/11/2017)

Peringatan Hari Wayang Dunia setiap tanggal 7 November diperingati oleh Pemerintah Kabupaten Karanganyar. Namun untuk tahun 2017 terasa sangat berbeda, karena pertunjukan wayang kulit dikemas spektakuler, Selasa (07/11) di Plasa Alun-alun Karanganyar.

Pentas wayang kulit semalam suntuk dengan lakon “Sang Kumbokarno” menampilkan tiga dalang kondang, yakni Ki Manteb Sudharsono, Ki Purbo Asmoro dan Ki Enthus Susmono. Lebih menarik lagi, ada 100 sinden dan 17 kelompok karawitan dari Kecamatan-kecamatan di Kabupaten Karanganyar.

Setiap tahun, sejak peringatan ke 97, Pemkab Karanganyar selalu menyatukan acara Hari Wayang Dunia dan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar. Hari Wayang didasari karena pada 7 November 2003 UNESCO telah memberikan penghargaan pengakuan secara resmi wayang adalah hasil karya agung bangsa Indonesia

“Tahun ini memang dibuat berbeda. 100 sinden karena tahun 2017 bertepatan dengan Hari Jadi ke 100 tahun Kabupaten Karanganyar, dalang Ki Manteb dan Ki Purbo memainkan wayang kulit, dalang Ki Enthus memainkan wayang golek dalam satu panggung,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar, Samsi.

Di kursi tamu undangan, terlihat Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo dan Forkopimda Karanganyar.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan wayang kulit merupakan karya agung budaya dari Indonesia yang terus dilestarikan.

“Kita terus berjuang agar Pemerintah segera menerbitkan keputusan tanggal 7 November Hari Wayang Dunia,” kata Bupati Karanganyar.

Wayang kulit juga dimeriahkan humor oleh Yati Pesek, Marwoto dan Gareng Semarang.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, mengapresiasi pertunjukkan dengan wayang ini karena menjadi media, sehingga komunikasi dengan masyarakat menjadi mudah.

Disela-sela acara, juga diadakan lelang perangko. Dari penawaran tertinggi dimenangi oleh pedagang bakso, Tukino Jawir, Desa Sukosari, Kecamatan Jumantono dengan harga Rp. 85 juta.

Wayang kulit juga dimeriahkan humor oleh Yati Pesek, Marwoto dan Gareng Semarang. Ribuan penonton tampak memadati lokasi acara hingga akhir pentas.(pd)

 

Read More
IMG_9660 aaa

KUNJUNGAN KERJA BAZNAS KABUPATEN BLORA KE KARANGANYAR

Kabag Kesra Setda Karanganyar menerima kunjungan kerja Pengurus Baznas Kabupaten Blora di Ruang Podang 1 Kantor Bupati Karanganyar, Rabu (08/11/2017).

Karanganyar – 08 November 2017.

Hariyanto selaku Pimpinan rombongan Pengurus Baznas Kabupaten Blora menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan, untuk menggali informasi tentang kemasyarakatan terutama pengumpulan dan pentashyarufan zakat, infaq shodaqoh (ZIS) pada Baznas Karanganyar . Dan berharap dapat menambah kinerja para anggota Baznas Kabupaten Blora sehingga dapat melengkapi kekurangan yang ada.

Pada kunjungan tersebut, Kabag. Kesra Setda Karanganyar, Agam Bintoro menjelaskan  Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Karanganyar dalam perolehan, pengumpulan sampai pentashorufan zakat infak shodaqoh (ZIS) relatif lancar, sukses dan terus ada peningkatan.

“Rata-rata perolehan ZIS Karanganyar mencapai sembilan ratus juta rupiah setiap bulannya dan tertinggi  se Jawa Tengah.  Untuk 2017, target perolehan ZIS Karanganyar capai dua belas miliar rupiah setahun,”ujarnya.

Ia mengatakan, hasil dari pengumpulan ZIS tersebut dipergunakan untuk membantu masyarakat kurang mampu, memberikan bantuan yang bertujuan untuk kemashlahatan umat dan mengentaskan  kemiskinan.

“Baznas Karanganyar saat ini memberikan bantuan berupa kebutuhan pokok kepada kaum dhuafa lanjut usia seumur hidupnya. Ada 177 desa di wilayah Karanganyar untuk sekarang ada 1.027 orang lansia yang menerima bantuan Baznas,”jelasnya.

Selanjutnya, Ketua Baznas Karanganyar, Sugiyarso mengatakan pengumpulan dan pentashorufan ZIS merupakan bentuk perhatian Pemerintah dan Baznas siap menopang. Ada desa barokah berupa bantuan air bersih, sumur dalam, permodalan UMKM tanpa bunga dengan memberikan peralatan tepat guna, beasiswa kerjasama dengan UNS bagi anak kurang mampu, gaji PNS dipotong 2,5 persen yang muslim untuk Baznas dan PNS non muslim juga dipotong untuk sedekah/persembahan. Setiap bulan digelar pengajian dan pengumpulan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) ditiap-tiap kalurahan.

Pengumpulan ZIS ditiap RT dan RW sebesar sepuluh ribu rupiah setiap bulannya. Baznas juga membeli satu unit mobil ambulans dan mobil jenazah untuk dimanfaatkan oleh masyarakat. Baznas juga membangun RTLH sebanyak dua puluh rumah di Karangpandan, bantuan jambanisasi,  poliklinik dengan berobat secara gratis.

“Selain ada UU no. 23 tahun 2011 tentang Baznas, Peraturan  Pemerintah tentang Infak shodaqoh, Sosialisasi ZIS di OPD, BUMD, BUMD. Ada lima program Bupati untuk Baznas yakni Karanganyar Peduli, Karanganyar Cerdas, Karanganyar Taqwa, Karanganyar Sehat dan Karanganyar Makmur,”tuturnya.

Ditambahkannya, Baznas Karanganyar menerima penghargaan dari Menteri Agama tentang Pengelolaan BAZNAS Tertinggi se Jawa Tengah.

Demikian Diskominfo (ind/ygi)

Read More

Menjadi Pahlawan

Menjadi Pahlawan

Iis Nuryati, S.Pd.
Pandeyan, Tasikmadu

Sejarah telah melahirkan pahlawan-pahlawan besar, nama-nama mereka terus hidup meski pemiliknya telah berpuluh, beratus atau bahkan beribu tahun telah tiada. Makam mereka diziarahi, kisahnya diulang-ulang. Usia historis mereka lebih panjang dari usia biologisnya. Sebuah kehormatan yang memang layak didapat oleh mereka semua karena jasa, pengabdian, dan perjuangannya telah membawa perubahan besar bagi peradaban.

Telah terukir nama Jendral Soedirman, Pangeran Diponegoro, Cut Nyak Dien, dan beribu pahlawan tak bernama yang telah mewariskan kemerdekaan bagi negeri ini. Kisah mereka melegenda, menjadi simbol kejayaan bangsa. Keperwiraan mereka menyejarah, melewati ruang dan waktu, sebagai sumber keteladanan bagi generasi sepeninggalnya.

Mereka, para pahlawan itu, telah tiada. Meninggalkan jejak-jejak kebaikan hingga kita bisa mengenalinya meski tak pernah bersua. Mereka hidup di masa yang berbeda dengan masa kita. Dan sekarang, marilah kita tengok pada diri kita masing-masing, apakah kelak kita layak menyandang gelar pahlawan? Bila dibandingkan dengan mereka, tentu kita tidak ada apa-apanya. Kita bukan siapa-siapa, tak memiliki modal apa-apa, dan tak ada kerja yang bagaimana-bagaimana. Kita (merasa) hanya sesosok insan dengan segudang kekurangan dan setitik saja kelebihan. Maka bagaimana kita akan menjadi pahlawan?

Kita tak perlu berkecil hati, karena sebenarnya peluang untuk menjadi pahlawan selalu ada, lowongan menjadi pahlawan tetap terbuka. Tidak ada syarat yang menyulitkan untuk menjadi pahlawan, baik dari segi latar belakang pendidikan, pekerjaan, keluarga, pelatihan, dan lain-lainnya. Tidak pula ada ketentuan harus memiliki setumpuk modal atau segudang pengalaman. Karena menjadi pahlawan hanya membutuhkan satu hal: kesungguhan. Yap,  kesungguhan memainkan peran.

Maka semua yang bersungguh-sungguh dengan peran-peran masing-masing berhak menjadi pahlawan.

Seorang ayah adalah pahlawan bagi keluarganya. Kerja kerasnya mencari nafkah, melindungi, dan mengarahkan keluarganya menuju surga adalah perjuangan yang tak ternilai harganya. Seorang ibu adalah pahlawan, karena pengorbanannya mendidik dan merawat dan membekali putra-putrinya dengan bekal dunia akhirat. Seorang anak bisa menjadi pahlawan dengan berbakti pada kedua orang tuangya. Ketua RT, kepala desa, camat, bupati, gubernur dan presiden adalah pahlawan. Kebijakannya membawa kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Petugas kebersihan, guru, pedagang,  dan beragam profesi atau jabatan apapun, mulai dari karyawan rendahan sampai petinggi perusahaan, adalah pahlawan di bidangnya masing-masing.

Lalu, bagaimana dengan yang tak punya jabatan sama sekali? Tak perlu khawatir, bahkan tanpa jabatan atau gelar satu pun yang menempel, kita tetap bisa menjadi pahlawan. Yakni dengan mempersembahkan amal unggulan yang keberkahan dan kemanfaatannya dapat dirasakan oleh orang lain. Bukankah sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya? Kebermanfaatan inilah yang akan menjadikan sosok yang biasa-biasa menjadi sosok pahlawan, meski mereka tak pernah memanggul senjata atau menghasilkan karya besar yang melegenda. Nama mereka mungkin tidak akan tertulis dalam buku-buku sejarah, tetapi jejak kebaikannya akan tetap dirasakan oleh sesamanya.

Ada banyak orang di sekeliling kita dengan kebermanfaatan seperti ini. Ada yang setiap hari berbagi sarapan, ada yang mengajar mengaji tanpa digaji, ada yang menularkan ilmu memasak tanpa dibayar, dan lain-lain.  Mereka ini orang-orang yang keberkahannya bisa membahagiakan sesama, seperti setetes embun yang memercik daun, terasa benar keberadaannya. Laksana lebah yang  menghasilkan hanya yang baik-baik saja, kehadirannya selalu ditunggu, ketiadaannya bakal dirindu.

Dan andaikan karena sesuatu, kemanfaatan itu masih terbatas pada diri sendiri, itupun tak mengapa. Karena ketika kita bersungguh-sungguh membina diri kita sendiri, kita pun sejatinya telah menjadi pahlawan, setidaknya, pahlawan bagi diri sendiri. Perjuangan mengalahkan hawa nafsu, menundukkan keinginan-keinginan semu dan melawan kemalasan yang banyak menghabiskan waktu itu bukan hal yang mudah. Saat yang lain bergelimang kemaksiatan sedang kita mampu bertahan dalam kebaikan adalah sebuah prestasi besar. Ini artinya, jika berhasil mengalahkan hawa nafsu, layak pula disebut pahlawan.

Ketangguhan melawan hawa nafsu ini akan melahirkan sosok dengan pribadi yang baik dan akhlak mulia. Dengan bekal ini, akan lebih mudah mengajak orang lain menjadi baik pula. Membentuk pribadi yang baik juga merupakan tahap awal mencetak keluarga yang baik. Dan dari keluarga-keluarga yang baik, akan terwujud masyarakat yang baik. Ternyata, jika ditelusuri, semua bisa berawal dari langkah kecil kita. Tanpa kita sadari, kita telah turut serta menjadi pahlawan dalam kehidupan.

Jadi, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak menjadi pahlawan. Setiap kita telah dibekali dengan potensi kebaikan yang bisa kita kembangkan sebaik-baiknya dengan penuh kesungguhan. Mungkin karya atau amal kita tak begitu dikenal orang, tapi tak perlu kita risau. Karena  yang kita tuju adalah kedudukan kita di sisi Tuhan, bukan gelar atau pandangan di mata manusia. Karenanya, bila kita tidak dianggap pahlawan bagi manusia, selalu ada kesempatan untuk menjadi pahlawan di hadapan Tuhan.

“Pahlawan sejati tidak akan membuang energi untuk memikirkan apakah mereka akan ditempatkan dalam sejarah manusia atau ditempatkan di liang lahat makam pahlawan. Karena yang mereka pikirkan adalah bagaimana mendapat tempat yang paling terhormat di sisi Tuhan Yang Mahaesa” (HM. Anis Matta)

 

Selamat Hari Pahlawan, 10 November 2017
(Iis Nuryati, S.Pd.)

Read More
DSC_0149

Pilkada Kedepankan Asas LUBER dan JURDIL

KOMINFO

Ketua Panwaslu Kabupaten Karanganyar saat menyampaikan sambutannya pada rakor dengan Stakeholder jelang pelaksanaan Pemilu, Selasa (7/11/2017)

Karanganyar, Selasa 7 Oktober 2017

Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak akan berlangsung Juni 2018. Para penyelenggara dan warga diharapkan menjunjung tinggi asas Langsung Umum Bebas Rahasia, Jujur dan Adil (LUBER dan JURDIL)) dalam pesta demokrasi tersebut.

Hal ini diungkapkan Ketua Panwaslu Kebupaten Karanganyar, Kustawa dalam rapat koordinasi dengan stakeholder jelang pelaksanaan Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD serta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2019, Selasa (7/11/2017) di Jawa Dwipa, Karangpandan, Karanganyar.

“Kegiatan hari ini merupakan upaya memperbaiki kualitas pelaksanaan Pemilu bagian dari penguatan kehidupan demokrasi,”katanya.

Ia berharap pelaksanaan rakor ini dapat menumbuhkembangkan spirit kepada seluruh komponen bangsa maupun negara dalam mendukung seluruh proses pelaksanaan tahapan Pemilu dan berpartisipasi aktif dalam pengawasan pelaksanaan regulasi atau peraturan perundang-undangan Pemilu seuai tupoksi serta kewenangan masing-masing.

Sementara itu Kepala Kesbangpol Karanganyar, Agus Cipto Waluyo selaku yang mewakili Bupati menyatakan penyelenggaraan Pemilu serentak pada tahun 2018 dan 2019 diperlukan adanya sinergi dari berbagai pihak. Koordinasi dan komunikasi yang baik akan turut serta mensukseskan penyelenggaraan kegiatan lima tahunan tersebut.

“Pemilu, Pilkada, Pilkades adalah pesta demokrasi  yang bukan hanya wewenang Pemerintah tapi tanggungjawab semua pihak baik itu dukungan dalam bentuk kemanan, partisipasi dan pengalokasian dana untuk suksesnya Pemilu,”jelasnya.

Terpisah,  Kepala Sekretaris Panwaslu Kabupaten Karanganyar, Gatot Supriyadi menyampaikan sesuai jadwal tahapan dan program Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden akan diselenggarakan pada tahun 2019. Akan tetapi sebelumnya yaitu di Tahun 2018, Karanganyar merupakan salah satu dari 7 (tujuh) Kabupaten Karanganyar di Jawa Tengah yang menyelenggarakan Pilkada Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati secara serentak yang akan diselenggrakan pada tanggal 27 Juni 2018. Maka dapat dikatakan bahwa kegiatan di Poanwas Karanganyar cukup padat.

“Tujuan kegiatan rakor untuk menyamakan persepsi mengenai pengawasan penyelenggaraan Pemilu,”imbuhnya.

Demikian Diskominfo (ind/Adt)

Read More
IMG_0074

Nguri-uri Kesenian Tradisional, Pemkab Gelar Gamelan Kolosal

Bupati Karanganyar, Juliyatmono bersama Sekda dan Kepala OPD saat berkunjung ke salah satu peserta Parade Gamelan Akbar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Karanganyar – Memasuki usia seabad pada 18 November besok, Pemerintah Kabupaten Karanganyar dalam hal ini Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan bersama Paguyuban Seni Karanganyar (Sekar) mengadakan Parade Gamelan Akbar yang diikuti oleh Korwil Sekar seluruh Kecamatan yang ada di Karanganyar, Selasa pagi (07/11).

Dalam sambutannya, Juliyatmono menyampaikan Parade Gamelan Akbar ini di selenggarakan dalam rangka menyongsong hari jadi Karanganyar ke 100 tahun sekaligus sebagai rangkaian peringatan Hari Wayang Dunia di Kabupaten Karanganyar.

“Acara yang bertemakan budaya  ini baru diadakan pertama kali di Dunia,” Ujarnya. Oleh karena itu diharapkan dapat menumbuhkan cinta terhadap kebudayaan lokal.

Sementara itu Ketua Panitia, Joko melaporkan bahwa pelaksanaan Parade Gamelan Akbar ini akan berlangsung satu hari penuh, yang terbagi kedalam beberapa sesi. Sesi pertama, gamelan akan dimainkan pukul 09.00-12.00 WIB secara bergantian, kemudian sesi berikutnya pukul 12.30-14.45 WIB dan sesi ketiga pukul 19.00-20.15 WIB, dan sesi terakhir akan dimainkan pada malam hari bersama dengan Pagelaran Wayang Kulit memeriahkan hari Wayang Dunia bersama 3 dalang kondang dan 100 sinden.

Joko menambahkan Parade Gamelan Akbar diselenggarakan selain untuk memeriahkan hari jadi Karanganyar, juga untuk menumbuhkan minat pemuda, khususnya untuk melestarikan seni budaya dalam bidang karawitan dan gamelan. Parade kali ini diikuti oleh 17 paguyuban seni. Demikian DISKOMINFO (ad/ppt/mdz)

Read More