Category: Berita

web

Satpol PP Karanganyar Miliki Gedung Baru

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, meresmikan Gedung Satpol PP Kabupaten Karanganyar.

Karanganyar, Senin (30/10/2017)

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karanganyar memiliki Gedung baru, yang berlokasi di Komplek Perkantoran Cangakan. Tepatnya di sebelah selatan Kantor KPU Kabupaten Karanganyar. Sebelumya berada di sebelah barat Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Gedung baru Satuan Polisi Pramong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karanganyar, Senin Pagi (30/10), diresmikan oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono. Tampak hadir Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, Sekretaris Daerah Karanganyar, Samsi dan beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dalam sambutannya, Bupati Juliyatmono mengatakan sebagai Penegak Perda, selain  berpenampilan gagah,  Satpol PP harus mempunyai hati yang halus, santun dan berkomunikasi yang baik.

“Kantornya sudah gagah, representatif, “performance” pemerintah ada disitu, pakaian Dinas Satpol PP tampil sebagai wajah pemerintah,” kata Bupati.

Di akhir sambutannya bupati berpesan kepada Kepala Satpol PP untuk menyemangati anggotanya yang masih muda, memberdayakan aggotanya dengan baik agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga dengan baik.

“Dalam menegakkan Perda, Satpol PP  harus menkomuikasikannya dengan organisasi pemerintah lain agar menghasilkan kebijakan yang memuaskan,” katanya.

Ditempat yang sama, Kepala Satpol PP Kabupaten Karanganyar, Kurniadi Maulato, mengatakan pembangunan gedung Satpol PP ini memakan waktu dua tahun anggaran. Tahun 2016 mendapatkan dana Rp. 1,8 miliar dengan realisasi 60 persen pembangunan, dilanjutkan di tahun 2017 juga mendapatkan anggaran yang sama.

“Untuk tahun 2017 ini, sebenarnya habis kontrak di bulan bulan November, namun progres pengerjaan selesai sebelum jadwal semestinya,” kata Kurniadi.

Dijelaskan pula oleh Kurniadi, karena kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) dan perkembangan jaman,  dibutuhkan personil jumlah yang memadai.

“Setelah di hitung diperoleh angka rasio yang ideal sebanyak 350 orang . Namun sekarang ini baru 225 personil. Terdiri 78 ASN, sisanya dari  tenaga harian kontrak (PMK dan Banpol),” katanya.(Mdz)

Read More
DSC_4713

Penutupan Karanganyar Expo dan Festival Anggaran 2017

Bupati Karanganyar memberikan sambutan sekaligus menutup Karanganyar Expo dan Festival Anggaran 2017

Karanganyar, Senin 30 Oktober 2017

Bertempat di Plasa Alun-alun Karanganyar Penutupan Karanganyar Expo dan Festival Anggaran 2017 diselenggarakan secara luar biasa. Acara yang digelar tadi malam (29/10) ini dimeriahkan dengan pertunjukan Orkes Melayu Zelinda.

Acara yang memang ditujukan untuk menghibur warga ini terbilang sangat sukses karena berhasil menarik minat para penonton dari seluruh penjuru Karanganyar baik dari Matesih, Mojogedang, Kerjo dan lain-lain yang memadati lokasi acara meskipun harus rela berjejal-jejal dan berdiri di sekitar panggung hiburan.

Di tengah kerumunan penonton, didampingi  Wakil Bupati, Forkompimda dan Kepala Perangkat Daerah, Bupati Karanganyar, Juliyatmono mendatangi lokasi malam Penutupan Karanganyar Expo tersebut.

Kehadiran Juliyatmono disambut dengan penampilan tari “Kongkorongok” dari Sanggar Seni Kembang Lawu.

Dalam sambutannya, Juliyatmono menyampaikan bahwa gelaran Karanganyar Expo tahun ini terbilang sukses karena menurut laporan sejumlah 1,3 miliar rupiah beredar dalam pameran tersebut.  Pameran yang menyediakan sejumlah produk unggulan dari Kabupaten Karanganyar ini ternyata menarik minat para pengunjung dari seluruh pelosok daerah di Kabupaten Karanganyar.

“Acara seperti ini akan kita buat seminggu penuh untuk tahun depan supaya lebih lagi memberi kesempatan bagi warga dan pengusaha yang ada di Karanganyar,” kata Juliyatmono.

Untuk Festival Anggaran yang diikuti oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah yang ada di Kabupaten Karanganyar menurut penilain juri dimenangkan berturut-turut dari Juara 1-3 adalah oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Perhubungan Perumahan dan Kawasan Permukiman dan Kecamatan Kerjo.

Terhipnotis dengan antusias warga yang menyemut di Alun-alun tersebut, Juliyatmono pun menyanyikan dua buah lagu andalannya “Suket Teki” dan “Pelan  gi di Matamu”. Demikian Diskominfo (krs/adt)

Read More
DSC_1404

Baznas Salurkan Bantuan UMKM dan Fakir Miskin

kepala Kemenag, Musta’in Ahmad saat menyerahkan bantuan BAZNAS kepada pelaku usaha kecil.

 

Karanganyar, Senin 30 Oktober 2017

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Karanganyar menyalurkan santunan dan bantuan kepada fakir miskin dan pelaku usaha kecil menengah di Kabupaten Karanganyar. Hal tersebut diungkapkan Iskandar salah satu Pengurus Baznas Karanganyar saat menyampaikan laporannya pada kegiatan Sarasehan Baznas di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (30/10/2017).

Menurutnya berbagai upaya dan terobosan dilakukan Baznas Karanganyar untuk meningkatkan kesejahteraan umat. Salah satunya dengan pemberian bantuan dan santunan bagi para pelaku usaha kecil menengah (UMKM) serta warga yang tertimba musibah dan fakir miskin.

“Untuk pelaku usaha kecil diberikan batuan peralatan produktif berupa gerobak hik dan santunan pangan seumur hidup sejumlah 1270 fakir miskin,”tuturnya.

Ditambahkannya selain bantuan UMKM dan santunan juga diberikan bantuan kepada warga yang terkena bencana alam, salah satunya warga daerah Jatiyoso yang rumahnya kebakaran.

Pada kesempatan tersebut juga disampaikan perolehan Zakat, Infaq dan Shodaqoh (ZIS) Baznas Karanganyar untuk bulan Oktober 2017 hampir mencapai satu miliar rupiah.

“Saat ini perolehan ZIS terkumpul sebesar Rp 939 juta dengan rincian zakat  Rp 898.309.000,- dan infak Rp 41.000.000,-,”terangnya.

Sementara itu Kepala Kementerian Agama Karanganyar, Musta’in Ahmad selaku yang mewakili Bupati mengatakan tugas Baznas adalah membina Amil Amil zakat ditempatnya masing-masing dengan demikian akan lebih memberdayakan umat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Demikian Diskominfo (ind/ppt)

Read More
web

Peringati Sumpah Pemuda, Ekspedisi Lawu Hingga Upacara di Sekipan

Ekspedisi Lawu 2017

Karanganyar, Sabtu (28/10/2017)

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 89 di Kabupaten Karanganyar di selenggarakan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini terdapat tiga agenda yakni, Ekspedisi Lawu, Jambore Pemuda, dan Upacara Sumpah Pemuda di Bumi Perkemahan Sekipan.

Dimulai dari Ekspedisi Lawu, yakni pendakian gunung Lawu hingga puncaknya. Sesampainya di puncak juga di adakan Upacara Sumpah Pemuda.

Rombongan sebanyak 284 orang itu terdiri dari Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar, Rohadi Widodo, Kapolres Karanganyar, AKBP. Henik Maryanto, Komandan Kodim 0727/Karanganyar, Letkol Czi Santy Karsa Tarigan,  jajaran Kodim dan Polres Karanganyar, Organisasi Perangkat Daerah, dan Pecinta Alam.

“Ini totalitas memperingati Hari Sumpah Pemuda dengan mendekatkan dan menyatu  dengan alam. Juga mendekatkan diri kepada Tuhan, belajar banyak ciptaan Nya yang luar biasa ini,” kata Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Jumat (27/10) malam, pukul 19.00 sebelum berangkat pendakian.

Ekspedisi lawu di tahun 2017 ini, dimulai dari  titik pemberangkatan di Cemoro Kandang, Kecamatan Tawangmangu dan turun melalui jalur Candi Cetho,di Kecamatan Jenawi, Sabtu (28/10).

Upacara Hari Sumpah Pemuda di Bumi Perkemahan Sekipan, Kalisoro, Tawangmangu

Selain itu, di hari yang sama pada pagi hari di adakan Jambore Pemuda yang diikuti sebanyak 375 orang pemuda dari setiap desa di Kabupaten Karanganyar. Kegiatan tersebut berlangsun selama 3 hari 2 malam (Jumat-Minggu) 27-29 Oktober 2017 di Bumi Perkemahan Sekipan, Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu.

Selama berlangsung jambore, mereka tidur di tenda yang sudah disiapkan panitia dan juga ditempa tentang Kepemudaan, Wawasan Kebangsaan, Kewirausahaan dan materi lainnya.

Ke esokan harinya, Sabtu (28/10),ditempat yang sama, diadakan Upacara Sumpah Pemuda yang di pimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karanganyar, Samsi, yang diikuti TNI,Polri, PNS, dan peserta jambore pemuda. (pd)

Read More
DSC_3685

Pembukaan Karanganyar Expo dan Festival Anggran Tahun 2017

Bupati Juliatmono saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara Karanganyar Expo dan Festival Anggaran 2017

 

Karanganyar, Kamis 26 Oktober 2017

Salah satu agenda pada serangkaian memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Karanganyar ke-100, Disperindagkop & UMKM Karanganyar menggelar Karanganyar Expo dan Festival Anggaran Tahun 2017 yang dihadiri Bupati Karanganyar, Wakil Bupati, Sekda dan seluruh Kepala OPD, di Plasa Alun Alun Karanganyar.

Ketua Panitia Karanganyar Expo dan Festival Anggaran Tahun 2017, Waluyo Dwi Basuki mengatakan kegiatan ini dilaksanakan dengan maksud dan tujuan transparansi dalam pengelolaan anggaran, memperkenalkan keberhasilan pembangunan juga sebagai ajang promosi efektif produk UMKM dan komuditi unggulan di Kabupaten Karanganyar.

Kegitan yang akan berlangsung dari tanggal 26 Oktober – 29 Oktober dimulai dari pukul 09.00 – 22.00. Festival diikuti peserta sebanyak 43 stan dari desa/kelurahan, Kecamatan dan semua Dinas di Kabupaten Karanganyar. Untuk pengunjung tidak dipungut biaya apapun.

Peserta juga ada utusan dari UMKM SUBOSUKAWONOSRATEN dan Karismapawilogo serta BUMN dan BUMD. Isi pameran ialah produk UMKM, handycraft, pakaian jadi, foto – foto kebrhasilan pembangunan, hasil pertanian, perkebunan, perikanan dan kerajinan. Kegiatan ini terselenggara dari APBD Kabupaten Karanganyar Tahun 2017. Dalam acara tersebut juga akan dimeriahkan berbagai orkes melayu Areva, Zelinda, Karisma dan Grup Band dari SMA diKabupaten Kranganyar, Pungkas Kepala Disperindagkop dan UMKM.

Selanjutnya dalam sambutannya, Bupati Karanganyar Juliyatmono berharap tumbuh semangat berwirausaha melalui event tersebut.

“Saya mengapresiasi dan bangga atas pelaksanaan Karanganyar Expo dan Festival Anggaran Tahun ini. Pemerintah memfasilitasi 10 ribu wirausahawan. Dengan pembangunan yang berkesinambungan, masyarakat akan bergerak lebih maju seiring tema HUT ke-100 Kabupaten Karanganyar, yakni maju dan sejahtera,” pungkas Bupati disambut riuh para hadirin. Demikian DISKOMINFO (Kris/Adit)

 

Read More
DSC_1373

27 Ribu Peserta Bacakan Puisi, Karanganyar Pecahkan Rekor Muri

Bupati Karanganyar menerma Piagam Penghargaan dari Rekor Muri dalam rangka Membaca Puisi dengan peserta terbanyak.

Karanganyar, Jum’at 27 Oktober 2017

Menyambut hari jadi Karanganyar ke-100 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar lomba baca puisi di Alun Alun Karanganyar, Jum’at (27/10/2017)pagi. Kegiatan lomba baca puisi memecahkan rekor muri karena diikuti ribuan peserta  pelajar dari tingkat SD hingga SMA/SMK, Penyair, Budayawan, Jajaran Guru dan Ikatan UNS.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati, Wakil Bupati beserta istri, jajaran Forkompinda dan jajaran Kepala OPD Karanagnyar.

Dalam sambutannya, Bupati berharap semua dapat menghadirkan karyanya dengan membaca puisi dan semua karya itu akan ditempatkan di Dinas Arsip dan Perpustakaan Karanganyar.

“Akan kami buat buku seperti mashab Al-Qur’an. Semoga dengan karya-karyanya dapat menjadikan orang-orang hebat untuk Karanganyar cerdas dan sejahtera,”ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar, Tarsa menuturkan pihaknya mengapresiasi antusias para peserta karena peserta melebihi target dari yang ditentukan.

“Untuk peserta mencapai 27 ribu dan puisi yang terkumpul berjumlah 74.658 puisi,”katanya.

Ditambahkan Tarsa, untuk puisi yang terkumpul nantinya akan disusun menjadi buku dan diletakkan di Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Karanganyar.

“Ini untuk koleksi puisi agar Karanganyar lebih maju dan cerdas,”imbuhnya.

Demikian Diskominfo (ind/kris/ygi/mdz)

Read More
Untitled-1

“Membaca” Masa Depan

“Membaca” Masa Depan

Oleh: Teguh Waloyo

Mahasiswa Prodi Ilmu Politik Universitas Negeri Semarang

 

Hodgson (1960), membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis. Suatu proses yang menuntut agar kelompok kata yang merupakan suatu kesatuan akan terlihat dalam suatu pandangan sekilas dan makna kata-kata secara individual akan dapat diketahui. Kalau hal ini tidak terpenuhi, pesan yang tersurat dan yang tersirat akan tertangkap atau dipahami, dan proses membaca itu tidak terlaksana dengan baik.

Membaca merupakan bagian dari proses dalam kehidupan manusia. Apalagi dalam dunia manusia modern, menjadi bagian tak terpisahkan. Ada tahapan yang harus dilewati agar dapat membaca. Seingat saya, dalam pelajaran Bahasa Indonesia sewaktu SD dijelaskan aspek-aspek terakait bahasa. Disana dijelaskan ada aspek berbicara, membaca, menulis. Dilihat dari proses pembelajaran manusia, ketiga aspek tersebut sudah tersusun urut. Sebelum dapat membaca, seseorang harus melewati berbagai proses untuk dapat membaca. Sebagaimana kita ketahui, ada tata urutan pengetahuan manusia yang harus dilewati agar dapat membaca. Manusia belajar berbicara dulu, kemudian belajar membaca, setelah itu barulah belajar menulis.

Tata urutan sebagaimana yang sudah disebutkan adalah tidak mutlak. Ada berbagai faktor yang menyebabkan tata urutan menjadi tidak pakem. Seiring berjalannya proses pembelajaran seseorang, ketiga aspek tersebut akan berkelindan. Membangun relasi keterkaitan antara satu aspek dengan aspek lainnya. Misal seperti ini, untuk menjadi seorang pembicara yang ulung, tampaknya koleksi bacaannya harus cukup memadai. Faktor bacaan akan berdampak pada kualitas daripada apa yang nantinya akan keluar dari mulut sang pembicara. Lihatlah Bung Karno, apa-apa yang disampaiaknnya memiliki bobot nilai tinggi tidak terlepas dari apa yang ia baca. Begitu pula dengan penulis ulung, mereka giat membaca agar tulisannya berkualitas. Dalam hal ini, membaca adalah kunci utama untuk berbicara dan menulis.

Dewasa ini, kita diberi kemudahan dalam mengakses bahan bacaan. Toko-toko buku dapat dijumpai diberbagai tempat. Adapula perpustakaan yang menyediakan bahan bacaan. Entah itu buku, majalah, tabloid, koran, dan bahan bacaan lainnya. Apalagi saat ini dimanjakan dengan adanya internet. Berbagai e-book dapat kita temui di dunia maya yang itu dapat dipergunakan sebagai nilai lebih bagi generasi kita untuk mengakses bahan bacaan. Sebenarnya, tidak ada alasan untuk tidak membaca di era ini. Kecuali malas.

Tanggungjawab

Menurut data World’s Most Literate Nations, yang disusun oleh Central Conecticut State University, peringkat literasi kita berada di posisi kedua terbawah dari 61 negara yang diteliti. Indonesia hanya lebih baik dari Bostwana, negara di kawasan selatan Afrika. Berjarak tujuh tingkat dari negara tetangga kita, Malaysia yang duduk di posisi 53. Sedang negara yang literasinya paling baik adalah Finlandia. (Tempo, 16 April 2016)

Freebody & Luke (1990) menawarkan konsep literasi. Literasi, dalam pandangan Freebody & Luke, adalah proses memahami, melibati, menggunakan, menganalisis, dan mentransformasikan teks. Tidak berhenti pada bisa atau tidaknya seseorang membaca dan menulis. Melek huruf yang ditandai dengan kebisaan seseorang membaca dan menulis tidak selalu berhubungan dengan luasnya wawasan dan pengetahuan seseorang.

Lemahnya literasi di Indonesia kiranya dapat tercermin dari cerita kawanku. Ia bercerita, suatu ketika dirinya sedang mebaca buku berjudul “Pemberontak” karya Albert Camus. Pada saat membaca dirinya ditanyai oleh salah seorang temannya. Temannya itu bertanya apa yang ia baca. Langsung saja kawanku menunjukkan sampul buku tersebut kepada temannya yang penasaran. Temannya yang bertanya itu tampaknya masih penasaran dengan buku tersebut. Jadilah sebuah perbincangan menarik yang tidak berhenti disitu.

Temannya itu menyusuli dengan pertanyaan apakah buku yang sedang dibaca berkaitan dengan materi kuliah. Jawab kawanku, bahwa buku tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan materi kuliah. Dan pada akhirnya sang penanya berkata, apa gunanya membaca buku seperti itu, toh tidak menunjunag perkuliahan. Begitu kawanku bercerita kepadaku.

Kisah kawanku ini semacam menunjukkan ada dikotomi dalam dunia membaca. Sepenangkapan saya, temannya kawanku itu memilah dan memilih perihal pengetahuan. Ia akan membaca jika bahan bacaannya menunjang pada perkuliahan yang berdampak pada nilai mata kuliah. Selain buku kuliahan, ada anggapan tidak penting. Dari sini timbul kekhawatiran bahwa banyak pelajar atau mahasiswa itu membaca disebabkan oleh kepentingan nilai akademik belaka. Jika demikian adanya, kelak jika sudah tidak menempuh pembelajaran di instansi pendidikan formal ia akan berhenti membaca. Bukankah membaca bagian dari proses kehidupan yang hendaknya dilakukan secara terus menerus?

Sebenarnya, apakah gunanya membaca? Itulah pertanyaan yang timbul dalam benak pikiran saya. Setelah saya pikir-pikir, membaca itu akan menambah pengetahuan. Setelah membaca tentunya kita akan menjadi tahu tentang apa yang dibaca. Yang dulunya tidak tahu, setelah membaca akan menjadi tahu. Selain itu membaca juga akan memperkaya kosa kata dari pembaca. Dengan membaca akan menemukan kosa kata baru yang akan menambah koleksi kosa kata di kepala pembaca. Hal ini berdampak pada gaya bicara pembaca atau tulisannya lebih variatif dalam hal penggunaan diksi dalam uraiannya. Ada lagi, membaca akan membawa pembaca untuk berimajinasi secara bebas. Perihal semacam ini biasanya ketika kita membaca novel. Kita akan menggambarkan dengan imajinasi kita sendiri apa yang dituliskan oleh teks dalam buku. Imajinasi secara bebas tidak akan kita dapatkan dalam budaya visual semacam televisi. Karena televisi sudah melakukan tafsir terhadap visual cerita sehingga pembaca tidak diberi kewenangan untuk berimajinasi secara bebas.

Sudah saatnya bangsa ini gemar dan menggemarkan membaca. Kita bisa melihat bangsa-bangsa besar tidak terlepas dari kuatnya budaya baca. Seperti halnya Jepang, warganya begitu akrab dengan yang namanya membaca. Mumpung bisa membaca, marilah kita bergiat membaca. Goenawan Mohamad, sastrawan Indonesia pernah berkata, “Kemampuan membaca itu sebuah rahmat. Kegemaran membaca; sebuah kebahagiaan.”

Read More
DSC_3465

Rp 25 miliar Bankeudes Siap Digelontorkan

kepala desa se-kabupaten Karanganyar yang mengikuti sosialisasi bantuan keuangan untuk pembangunan sapras desa.

Karanganyar, Kamis 26 Oktober 2017

137 Desa di Kabupaten Karanganyar akan menerima dana bantuan keuangan desa. Dana sebesar Rp25 miliar 85 juta disalurkan untuk pembangunan sarana dan prasarana di tingkat pedesaan.

Sebelum pencairan dana bantuan keuangan untuk pedesaan, Pemkab Karanganyar melalui Badan Perencanaan , Penelitian dan Pembangunan (Baperlitbang) Kabupaten Karanganyar menggelar Sosialisasi bantuan keuangan desa kepada perangkat desa se Karanganyar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (20/10/2017).

Dalam sosialisasi dihadiri Sekda Karanganyar didampingi Kepala Baperlitbang Karanganyar. Sekretaris Daerah Karanganyar, Samsi dalam sambutannya menuturkan dana bantuan keuangan akan digelontorkan 137 desa di 16 Kecamatan di Kabupaten Karanganyar.

Untuk penyalurannya, Pemkab menggandeng Polres Karanganyar untuk pengawasannya.

“Pagi ini tadi telah dilakukan MOU Bupati dengan Kapolres terkait pengawasan dana desa,”jelasnya.

Ia berharap Pemerintah Desa dapat memanfaatkan dana bankeudes tersebut sesuai dengan proposal yang telah diajukan. Selain itu proposal harus diajukan sebelum KUA-PPAS.

“Untuk penganggaran semua harus mengajukan proposal kepada Bupati. Untuk proyek sarana dan prasarana dialokasikan 5 persen. Untuk pencairan langsung ditransfer ke rekening Pemerintah Desa,”katanya.

Sementara itu Inspektur pada Inspektorat Karanganyar, Sucahyo menjelaskan penggunaan dana desa diawasi oleh pihak Kepolisian oleh karenanya jangan sampai terjebak pada regulasi yang kurang dipahami.

“Penandatanganan kesepakatan bersama Bupati dan Kapolres tentang dana desa. Penyaluran dana desa akan dikawal dan diawasi langsung Kepolisian. Dan tugas pengawasan ini juga diberikan kepada Babinkantibmas,”tuturnya.

Dijelaskan Bankeu mekanismenya melalui APBDes dan Kepala Desa harus mengetahui. Bankeu untuk Surat Pertanggung Jawabannya (SPJ) harus sesuai realisasinya dengan dilapangan.

“Jika masih sisa, maka sisanya itu dimasukkan dalam rekening untuk SILPA untuk dianggarkan tahun depan. Jadi kuncinya dana desa dapat digunakan sesuai  dengan volumenya,”jelas Sucahyo.

Demikian Diskominfo (ind/ppt)

Read More
DSC_3381

BUPATI HIMBAU “STOP BUANG AIR SEMBARANGAN”

kepala Desa dan Perangkat Desa sedang mengikuti pembinaan dari Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

Karangayar – Rabu, 25 Oktober 2017

Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan pembinaan kepada Kepala Desa dan Perangkat Desa di tiga Kecamatan, yaitu Kecamatan Jaten, Kecamatan Kebakkramat, dan Kecamatan Tasikmadu, Rabu (25/10/2017).

Acara tersebut di selenggarakan di Balai Desa Jati Kecamatan Jaten, yang bertujuan untuk membina dan memberikan pengarahan agar bekerja dengan ikhlas serta profesional.

Dalam sambutannya, Juliyatmono mengatakan dalam memanfaatkan dana desa hendaknya digunakan secara tertib, agar masyarakat dapat merasakan realisasi pembangunan Desa. Selain itu, setiap ada masalah harus di musyawarahkan jangan memutuskan sesuatu dalam keadaan marah, karena Perangkat Desa merupakan pelayan bagi masyarakat.

Untuk mewujudkan Karanganyar yang bersih dan sehat, maka Bupati memperingatkan dengan tegas agar masyarakat tidak buang air besar sembarangan, “stop buang air besar sembarangan”, jelasnya. Hal ini perlu di lakukan karena pencemaran di wilayah Karangayar termasuk tinggi. Saat ini sedang berlangsung pembangunan waduk Gondang yang diperkirakan akan selesai akhir tahun ini, yang mana alirannya akan samapai ke wilayah Kebakkramat dan Gondangrejo.

Bupati Karanganyar menyerahkan traktor kepada kelompok tani.

Di akhir acara Bupati menyerahkan secara langsung alat pertanian berupa traktor kepada kelompok tani di masing-masing kecamatan. Penyerahan traktor ini diharapkan mampu mengoptimalkan hasil pertanian di wilayah Karanganyar.

Demikian Kominfo, (mdz/ygi/ppt)

Read More
DSC_3332

KADISPARPORA : MEMAJUKAN OLAHRAGA KARANGANYAR MELALUI SARPRAS

DISPARPORA dan para Stakeholder sedang rapat untuk memajukan keolahragaan Kabupaten Karanganyar.

Karanganyar – 24 Oktober 2017

Dinas Priwisata Pemuda dan Olahraga (DISPARPORA) Kabupaten Karanganyar beserta Stakeholder bidang keolahragaan, Senin Siang (24/10) mengadakan Rapat Koordinasi dan Sinkrosnisasi Kebijakan Pembangunan Olahraga di Hotel Pondok Sari 1 Tawangmangu.

Acara tersebut dihadiri oleh 50 peserta yang berlangsung selama dua hari terhitung dari tanggal 24 – 25 Oktober 2017.

Dalam sambutannya, Kepala DISPARPORA mengatakan prestasi olahraga di Indonesia dalam skala regional maupun nasional belum memunculkan prestasi yang membanggakan.

Adapun faktor yang menghambat diantaranya adalah komunikasi, dumber daya, visi dan misi, pendanaan, rekruitmen dan lain-lain.

“Demi memajukan olahraga seluruh stakeholder harus menyatukan visi dan misi serta menyatukan sinergi”, ujar Titis.

Untuk menunjang kemajuan olahraga di Kabupaten Karanganyar, perlu dibangun sarana dan prasarana yang memadai, baik itu sarana olahraga ditempat umum maupun sarana di sekolah-sekolah.

Apabila sarana dan prasarana sudah dibangun, maka pemerintah yakin akan ada bibit-bibit baru yang akan membawa nama Karanganyar menjadi lebih harum lagi, seperti atlit bulutangkis asal Karanganyar Ribkha Sugiyarto yang menjadi juara ke dua dalam Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior di Yogyakarta.

Demikian KOMINFO (mdz/ppt/ygi)

Read More