Category: Berita

DSC_0019

De Tjolomadoe Destinasi Wisata Baru Di Karanganyar

De Tjolomadoe siap dibuka secara umum tanggal 24 Maret Mendatang

KARANGANYAR – 20 Maret 2018

De Tjolomadoe bakal menjadi sorotan baru wisata budaya di Karanganyar. Eks Pabrik Gula Colomadu yang berdiri tahun 1861 telah ‘disulap’ menjadi venue bernilai sejarah dan comercial. Rencananya, De Tjolomadoe bakal dibuka oleh Presiden Joko Widodo, tanggal 24 Maret mendatang.

Menjelang pembukaan tersebut, De Tjolomadoe mengadakan serangkaian kegiatan. Yakni tanggal 22 Maret musik Solo Jazz Society, tanggal 21 Maret Fotografi Seni Sketsa Seni Rupa Video, Kirab Band, tanggal 22 Maret Diskusi Urip iku urup : Arsitektur dan warisan budaya, fesyen FSRD Isi Surakarta dan Solo Batik Karnival. Berbagai venue terdiri dari sejumlah ruangan yang diberi nama dengan nama asli ruangan PG Colomadu. Yakni Stasiun Gilingan yang akan difungsikan sebagai museum Pabrik Gula, Stasiun Ketelan sebagai area f&B, stasiuan penguapan sebagai area arcade, stasiun karbonatasi sebagai aarea Art dan Craf, Besali Cafe, Tjolomadoe Hall. “Pada stasiun masakan misalnya, untuk memperkokoh bangunan, struktur ditambahkan dengan kontruksi beam. Dengan mesin tetap terpasang, Guna dapat difungsikan sebagai concert hall dengan kapasitas 3000 orang,” papar Edison Suardi, GM Konstruksi PT Sinergi Colomadu.

Dia menambahkan untuk menyambut opening De Tjolomadoe akan digelar acara selama tiga hari. Yakni Pameran Sketsa, pameran Fotografi dan seni rupa Video. Untuk arena outdoor akan ada penampiuilan musik band, Solo Batik Karnival dan Green Fashian Heritage. “Juga akan diselenggarakan diskusi budaya dan sejarah dengan pembicara dari UGM dan beberapa pakar dibidang budaya,” tambahnya. (hr/Adt/Ard)

Read More
DSC_5696

Taman Saraswati, ‘Jujugan’ Baru Wisata Di Karanganyar

Sekda Kabupaten Karanganyar, Samsi melihat lokasi langsung rumah untuk edukasi pertanian di kompleks Taman Saraswati, Desa Girimulyo, Kecamatan Ngargoyoso

KARANGANYAR- 19 Maret 2018

Desa-desa di Karanganyar terus berbenah diri. Tujuan berbenah itu adalah untuk mendatangkan Pendapatan Desa (PD)  dengan menyulap lahan kurang potensial menjadi lebih berdaya guna. Salah satu desa yang berbenah itu adalah Desa Girimulyo, Kecamatan Ngargoyoso. Desa yang menjadi pintu masuk kecamatan Ngargoyoso tersebut, mengubah lahan 1 hektar kurang potensial menjadi tempat wisata. Tempat itu dinamakan Taman Saraswati.

Jika anda berkunjung ke area Ngargoyoso, pasti akan dengan mudah menemukan Taman Saraswati. Taman yang baru didirikan 1 Januari 2018 lalu terus menjadi ‘lirikan’ wisatawan lokal. Sebab, letaknya berada dipinggir jalan. Tiga bulan berlalu, sudah ada puluhan SD atau SMP di derah Solo telah berwisata di Taman Saraswati. Mereka melakukan out band ditempat baru tersebut. Sebab selain bisa turbing, peserta out band akan mendapatkan edukasi pertanian dan buah-buahaan.

“Desa Girimulyo merupakan pintu masuk kawasan kebun teh kemuning, candi Sukuh dan Cetho. Desa dan lembaga desa berupaya maksimal untuk mendatangkan pendapatan untuk desa dengan menyulap lahan yang kurang potensial menjadi tempat wisata yang menarik,” papar Kepala Desa Girimulyo, Suparno menjeng.

Kepala Desa yang sangat familiar tersebut mengatakan taman Saraswati terdiri dari turbing, taman selfi, villa dan gunung cilik. Saat ini, menurutnya baru taman, resto, turbing dan edukasi pertanian. “Kami tengah membangun musium buah, dimana ada 36 macam buah di tempat tersebut. Kami memang harus inovatif untuk mendatangkan pendataan desa,” imbuhnya.

Untuk mempercantik Bumdes Taman Saraswati tersebut, Suparno menggandeng pihak ketiga. Sebab jika hanya mengandalkan kas desa maka pembangunan taman Saraswati akan molor atau tidak terealisasi dengan baik. Untuk pembagiannya, desa mendapatkan 15 persen dan pihak ketiga mendapatkan 75 persen. “Momen tahun baru kemarin, ada 2000 pengunjung. Sedangkan per minggunya sekitar 400-500 pengunjung,” imbuh bapak yang memiliki hobi tanaman tersebut.

Nama sarawasti diambil dari nama dari sesosok wanita cantik, dengan kulit halus dan bersih. Sekaligus Saraswati adalah dewi ilmu pengetahuan suci yang akan memberikan keindahan dalam diri. Sehingga konsepnya, menurut Suparno adalah taman bukan rumah makan.  Sehingga orang yang datang kesini akan mendapatkan pendidikan.

Semenatara pihak pengembang Heri mengatakan rencana pembangunan taman Saraswati yang akan dikerjakan sekitar 1 hektar. Sesuai nama Saraswati berarti ilmu pengetahuan, pihaknya berharap yang hadir akan mendapatkan ilmu pengetahuan. Khususnya edukasi pertanian dan akan hadir alat-alat pertanian dulu sampai sekarang. “Anggaran dasar untuk menyelup Taman Sarawati sekitar Rp 1,3 miliar. Rata-rata justru yang kesini dari luar kota,” imbuhnya. (hr/ft/ard/adt)

Read More
DSC_6350

FESTIVAL DRUM BAND TAMAN KANAK-KANAK SE-EKS KARISIDENAN SURAKARTA DI HELAT DI KARANGANYAR

Diskominfo

Sekda Karanganyar memberikan sambutan sekaligus membuka acara Festival Drum Band Taman Kanak-Kanak Se-Eks Karisidenan Surakarta di GOR RM SAID karanganyar pada Minggu, ( 18/03 )

Karanganyar, 18 Maret 2018

SDN 01 Karanganyar menggandeng wali murid yang tergabung dalam Paguyuban Drum Band Gita Mutiara dan Asosiasi Pelatih Marching Band Surakarta (APMBS) menyelanggarakan Festival Drum Band Taman Kanak-Kanak Se-Eks Karisidenan Surakarta yang di gelar di GOR RM SAID karanganyar pada Minggu, (18/03).

Kejuaraan yang di ikuti 35 unit satuan Drum Band TK Se Karisidenan Surakarta ini di bagi menjadi 2 Divisi, yaitu Divisi Pra mandiri dan Divisi Mandiri. Dari dua Divisi itu masih di bagi kembali menjadi beberapa klasemen, pada Divisi Pra mandiri di bagi menjadi 4 klasemen yaitu klasemen Pra Mandiri Pemula, Pra Mandiri Dasar, Pra Mandiri Lanjutan dan Pra Mandiri Utama. Sedangkan untuk Divisi Mandiri sendiri dibagi menjadi 2 klasemen yaitu Mandiri Lanjutan dan Mandiri Utama.

Menurut Sri Istiyono selaku ketua panitia, pada gelaran Festival kali ini 20 unit satuan Drum Band TK dari Kabupaten Karanganyar, dari Kota Surakarta 7 unit satuan Drum Band TK, dari Kabupaten Sragen 4 unit satuan Drum Band, dari Kabupaten Sukoharjo 2 unit satuan drum Band, dan dari Kabupaten Boyolali 2 unit satuan drum Band yang ikut andil dalam kejuaraan kali ini dengan total peserta 35 unit satuan drum Band TK.

Festival yang memperebutkan Piala Bupati Karanganyar untuk divisi Mandiri Utama, dan Piala Kapolres Karanganyar untuk Divisi Pra Mandiri Utama ini akan di nilai oleh juri dari Asosiasi Pelatih Marching Band Surakarta (APMBS) yang sudah sangat berpengalaman dalam dunia Drum Band / Marching Band.  4 orang juri yang di tunjuk antara lain Bp.Mustamir Azis Santosa, Bp. Didik Pramono, Bp. Jamal Fathoni dan Bp. Afie Suarsa yang nantinya masing-masing juri akan menilai caption yang berbeda. Dan beliau Sri Istiyono, ketua panitia juga banyak mengucapkan banyak terimakasih kepada semua sponsor yang ikut andil dalam mensuport jalannya acara, terlebih untuk Bank BJB yang berani jor-joran dalam mensponsori kegiatan Festival Drum Band Taman Kanak-Kanak kali ini,  jelas Sri Istiyono di akhir pidato sambutanya.

Hadir pula untuk  membuka acara adalah Sekda Kabupaten Karanganyar, Drs.Samsi yang kali ini mewakili PJS Bupati Karanganyar yang tidak bisa hadir.  Dalam pidato sambutanya Sekda Karanganyar, Samsi menyampaikan ucapan terimakasih dari Pemerintah Kabupaten Karanganyar atas terselenggaranya acara Festival Drum Band Kanak-Kanak Se Solo Raya yang di adakan di Karanganyar. Dan beliau Sekda Karanganyar juga berpesan kepada seluruh panitia untuk ikut menjaga keamanan dan kebersihan GOR yang di gunakan, dan beliau juga berpesan kepada para juri untuk bisa Fair Play, independent, dan juga betul-betul menilai dengan baik agar nantinya yang keluar sebagai juara dalah satuan unit Drum Band TK yang terbaik.

Ada beberapa manfaat yang bakal di peroleh anak dengan adanya kegiatan perlombaan seperti ini, yang pertama untuk mencetak kemandirian anak,  kedua untuk mebentuk jiwa sosialisai dan mental anak,  ketiga untuk menumbuhkan saraf motorik jiwa seni musiknya anak dengan memukul alat, dan yang keempat untuk membentuk fisik karena ada beberapa anak yang fisiknya lemah itu bisa di didik melalui kegiatan Drum Band terutamanya di ukur dengan adanya event-event Festival atau perlombaan Drum Band seperti ini,  jelas Jamal Fathoni salah satu perwakilan dewan juri yang kami wawancari di akhir acara.

Keluar sebagai Juara Umum Divisi Pra Mandiri adalah TK Al Azhar Al Muttaqin Karanganyar dan Juara Umum Divisi Mandiri adalah TK Kemala BHayangkari 56 Surakarta.

Demikian Diskominfo ( Ard / Adt)

Read More
DSC_6165

Lounching Kredit Senyum Dan Mobil Keliling

Direktur Bank Daerah Sudarsito memberikan sambutan dan HUT BPR Bank Daerah ke 49 di Alun-alun Karanganyar

 

KARANGANYAR – 18 Maret 2018

Wirausahawan bisa tersenyum lega. Pasalnya Bank Daerah menlounching Kredit Senyum untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan bunga 0,6 persen. Meski dibatasi jumlah nomimal, namun bank milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yakin akan dapat membantu para usahawan yang akan mengembangkan usahanya.

“Selain kredit senyum, kami juga akan menlounching mobil keliling. Mobil itu sabagai sarana layanan dan edukasi,” papar Direktur Utama PD BPR Bank Daerah Karanganyar Sudarsito SE, MM saat memberikan sambutan HUT Bank Daerah ke 49 di Alun-Alun Karanganyar.

Pengundian Tabungan Sembada Plus oleh Sekretaris Daerah, Drs Samsi

HUT Bank Daerah berlangsung meriah dan dihadiri ribuan masyarakat bumi Intanpari. Sebab puncak acara diisi dengan pengundian tabungan sembada plus, senam massal dan sepeda santai.  Sebelumnya, Bank Daerah juga telah menggelar lomba senam aerobik, lomba volly,  mengadakan ziarah ke makam Pelopor Bank Daerah Karanganyar, donor darah, malam tirakatan serta pemberian bantuan kepada 7 yayasan panti asuhan. Selain itu juga memberikan penghargaan kepada kayawan PD BPR Bank Daerah Karanganyar yang telah mengabdi selama 25 tahun. “Bank daerah Karanganyar semakin mengkokohkan diri menjadi perusahaan daerah yang kuat dan memberikan kontribusi yang nyata bagi pembangunan di Kabupaten Karanganyar,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bank Daerah juga akan segera berubah dari perusahaan milik daerah menjadi PT. Saat ini direksi Bank Daerah sedang melakukan pembahasan intensif di DPRD Karanganyar. Jika nanti telah berubah menjadi PT maka investor dari luar bisa masuk menanamkan modalnya dengan izin pemilik terbesar saham. “Saat ini saham Bank Daerah 99 persen Pemkab dan 1 persen milik koperasi karyawan bank daerah. Harga satu saham Rp 250 ribu,” tambah Sudarsito.

Pelepasan Merpati Bersama jajaran eksekutif, legislatif dan PD PBR Bank Daerah

Lebih jauh, Sudarsito mengatakan Bank daerah Karanganyar masih dapat mempertahankan sebagai BPR terbaik tingkat nasional ke 7 kalinya untuk kategori aset 250 miliar sampai 500 miliar. Sedangkan total aset per 31 desember 2017 sejumlah Rp 336.897.034.232 mengalami kenaikan sebesar 13,57 persen. Untuk setor laba ke Pemkab pada tahun 2017 sebesar Rp 4.126.804.000.

Sementara Sekda Kabupaten Karanganyar, Samsi berharap Bank Daerah terus maju dan berkembang pesat di bumi intanpari. Selain tambahan modal, Pemkab akan juga menghibahkan tanah di belakang kantor Bank Daerah. “Untuk menghibahkan tanah, kami akan berembug dulu dengan DPRD Karanganyar. Saya yakin dengan hibah tanah tersebut, kinerja bank daerah akan semakin baik,” imbuhnya. (hr/Karin/Imas)

Read More
DSC_0030

Grand Design Perlu Dibuat Dan Dioptimalkan

Pjs Bupati Karanganyar, Prijo Anggoro Budi Rahardjo memberikan tanggapan terhadap pemandangan fraksi tentang laporan keterangan pertanggungjawaban bupati tahun anggaran 2017

KARANGANYAR – 16 Maret 2018

Untuk lebih mengoptimalkan kartu tani perlu membuat grand design pertanian di Karanganyar. Grand design yang dimaksud pendataan pertanian melalui jaringan komputer. Jika masyarakat atau dewan akan mengecek petani A misalnya, maka akan dengan cepat diketahui saat ini dia menanam apa dan luas lahanya berapa. Sehingga dengan cepat bisa diketahui.

“Harapan kita ke depan perlu grand desain agar bisa diketahui dengan cepat dan tepat. Kabupaten Karanganyar merupakan gudangnya pertanian. Prinsipnya pemerintah hadir untuk mempermudah,” papar Pjs Bupati Karanganyar Prijo Anggoro Budi Rahardjo dalam penyampaian tanggapan bupati Karanganyar terhadap Pemandangan Umum Fraksi DPRD terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Karanganyar tahun Anggaran 2017 Kamis (22/03).

Dia menambahkan dalam inventaris data disebutkan petani X di kelompok x sedang menanam apa, akan diketahui dengan baik. Termasuk kebutuhan pupuk dan luas lahan sudah tertera jelas dalam grand desain tersebut. Yang jelas, tambah Anggoro Kartu Tani itu diberikan untuk mempermudah proses pelayanan dalam memperoleh pupuk dan permodalaan. “Tentu saja, implementasi di lapangan akan banyak persoalaan. Saya akui itu pasti ada, karena hal itu barang baru. Dahulu saat gojek dan go food awal hadir juga banyak orang pesimis tapi ke depan malah juga bisa mengerti,” tambahnya.

Bagaimana dengan petani yang tidak tergabung dalam kelompok tani, Anggoro berjanji akan membantu sepanjang bisa menujukkan identitas orang Karanganyar. Menurut Anggoro hal utama keberhasilan kartu tani adalah sosialisasi. Sebab permasalahan muncul umumnya karena ketidaktahuaan sehingga perlu digenjarkan dengan sosialisasi.  “Di sisi lain saya juga sudah membuat form surat aduan. Jika tidak puas, silahkan ngebel di nomor aduan saya tetap akan tanggapi,” imbuhnya. (hr/ft/Ind)

Read More
DSC_6040

Bulan April, 500 Delegasi Seluruh Dunia Kunjungi Rumah Atsiri

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Titis Sri Jawoto memberitahukan kepada siswa SMK Ngargoyoso bahwa bulan April 500 delegasi akan berkunjung jke rumah Atsiri

 

KARANGANYAR – 15 Maret 2018

Jika tidak ada aral melintang, 500 delegasi dari seluruh dunia akan berkunjung ke rumah Atsiri di Desa Plumbon, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar. Rencananya mereka akan melakukan konggres minyak siri dunia di Tawangmangu. Selain ke rumah Atsiri, rombongan juga akan ke Balai Besar Penelitian Tanaman Obat dan Obat Tradisional.

“Karanganyar pernah mempunyai pabrik Atsiri dan kini dirintis kembali. Rencananya bulan April mendatang, ada 500-an delegasi akan berkunjung rumah Atsiri,” papar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Karanganyar, Drs Titis Sri Jawoto saat memberikan pengarahaan di SMK Ngargoyoso Rabu (14/03).

Menurut Titis, Kabupaten Karanganyar ini sudah kelas dunia. Sebab di tahun 1861 Mangkunegara IV mendirikan Pabrik Gula Colomadu. Sedangkan Pabrik Gula (PG) Tasikmadu berdiri di tahun 1971. Bahkan, sampai saat ini PG Tasikmadu masih memproduksi gula. “Minyak atsiri di Karanganyar sangat terkenal di dunia. Sebab di dunia ini hanya ada dua yakni di Bulgaria dan Karanganyar,” imbuh Titis.

Selain itu, Titis mengatakan Pura Pemacekan di Karangpandan asal usul dari pura-pura yang ada di Bali. Pendek kata, leluhur orang Bali itu berasal dari Karanganyar. Termasuk fosil terbaik setelah fosil dari Afrika Selatan ditemukan di Karanganyar. Yakni di desa Kali Cemoro Kecamatan Gondangrejo. Namun sudah masuk ke musim purbakala di Sangiran. “Sangiran itu setiap tahun ada 500 ribu pengunjung,” imbuhnya.

Pada kesempatan di SMK Ngargoyoso itu, pihaknya berharap siswa jurusan industri Perhotelan untuk menimba ilmu sebaik mungkin. Sebab, industri pariwisata tidak ada matinya dan akan terus berkembang. (hr/ard/yg)

Read More
DSC_4389

Aplikasi Sipades Pantau Penggunaan Dana Desa

Asisten Pemerintahan, Bachtiar Syarif menyerahkan Alokasi Dana Desa secara simbolis kepada Kepala Desa. (foto yoga)

Karanganyar, Kamis (15/03/2018)

Aplikasi Sistem Pendampingan Dana Desa (Sipades) dapat memantau penggunaan dana desa agar tepat sasaran. Hal tersebut dikatakan oleh Kapolres Karangayar AKBP. Henik Maryanto, saat Sosialisasi Sipades, Kamis (15/03) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Setelah di launching nantinya oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Mapolda Jawa Tengah, seluruh Kabupaten Karanganyar dapat terakses dengan Sipades, yang akan dikonekken Siskudes.

“Bhabinkamtibmas diberikan tugas untuk pendampingan, progres dana desa, agar tepat sasaran, penggunaan dana.  Agar pengunaan dapat sesuai jalurnya,” kata Kapolres Karanganyar.

AKBP Henik Maryanto juga berharap ada sinergitas Kepala Desa dengan Bhabinkamtibmas sehingga anggaran yang disusun sejak awal mulai dari Musrenbangdes tepat sasaran.

“Mengajak bersama-sama masyarakat untuk mengawasi penggunaan dana desa. Saya juga senang ada Papan informasi tentang penggunaan dana pembangunan desa. Itu menandakan transparansi,” katanya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Karanganyar (Dispermasdes), Utomo Sidi Hidayat, mengatakan selain Dana Desa, juga ada Alokasi Dana Desa (ADD), retribusi dan bantuan keuangan provinsi yang akan dimasukkan ke rekening masing-masing desa.

“Mulai hari ini ADD bulan Januari dan Februari dan Dana Desa Tahap I sudah bisa dicairkan, langsung bisa dimasukkan ke aplikasi Siskudes maupun Sipades desa masing-masing,” kata Utomo Sidi Hidayat.

Terkait dengan besaran anggaran, Utomo menjelaskan pagu Dana Desa Kabupaten Karanganyar tapi 2018 sebesar Rp. 138 miliar. Pencairan terbagi dalam tiga tahap 20 persen, 40 persen, 40 persen.

“Sebenarnya Januari sudah bisa dicairkan tapi masih menunggu SPJ dari Kepala Desa. SPJ bulan Maret-April segera dilaksanakan. Jika bulan April sudah terealisasi fisik dan administrasi, sudah bisa mencairkan lagi di bulan Mei sebesar 40 persen,” katanya.

Ditempat yang sama, Asisten Pemerintahan, Bachtiar Syarif, mengatakan perangkat desa di haruskan untuk dapat dan sanggup untuk mengelola dana tersebut dengan transparan dan akuntabel.

“Parangkat desa harus mempelajari cara menyusun agenda pembangunan mulai dari rencana sumber daya yang dibutuhkan, proses pelaksanaan sampai indikator tercapainya agenda tersebut,” kata Bachtiar Syarif.

Tak hanya itu saja, perangkat desa harus mempelajari sistem pembayaran, sistem akuntansi, dan pelaporan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagai bentuk akuntablitas kepada publik.(pd)

 

Read More
DSC_6070

BPSDMD Prov. NTT Adakan Kunjungan Lapangan di Kabupaten Karanganyar

Kunjungan Salah Satu Rombongan Peserta Diklat Pim 4 di Dinas Kominfo

Karanganyar – Peserta Benchmarking Diklatpim Tingkat IV Angkatan XXIV BPSDMD Provinsi Nusa Tetanggara Timur (NTT), sebanyak 48 orang yang terdiri dari 39 peserta dan 9 panitia mengadakan kunjungan kelapangan ke Kabupaten Karanganyar dan diterima langsung oleh Asisten Administrasi Sekretariat Daerah Sutarno di Aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Karanganyar (BKPSDM). Kamis Pagi (15/03).

Rombongan akan melakukan kunjungan ke beberapa instansi diantaranya RSUD Karanganyar, Diskominfo Karanganyar, ATR/BPN Karanganyar, dan Dinas pertanian dan pangan Karanganyar.
Asisten Administrasi Setda Karanganyar, Sutarno dalam sambutannya membacakan sambutan Pjs Bupati Karanganyar menyampaikan gambaran secara umum tentang Kabupaten Karanganyar. Ia mengatakan Kabupaten Karanganyar terbagi kedalam 17 Kecamatan dengan jumlah penduduk 894.308 orang yang terdiri dari laki-laki 447.156 orang dan perempuan 447.152 orang.

Lebih lanjut, Sutarno menyampaikan Visi dan Misi Kabupaten Karanganyar 2013-2018, yakni Bersama Memanjukan Karanganyar dengan Misi meliputi Pembangunan infrastruktur menyeluruh, Pencapaian 10.000 wirausahawan mandiri, Pendidikan gratis SD/SMP/SMA dan kesehatan gratis, Pembangunan desa sebagai pusat pertumbuhan serta peningkatan kualitas keagamaan dan sosial budaya.

“Semoga betah (nyaman) dan menikmati keindahan Karanganyar, serta kunjungan kali ini bisa membawa kenangan yang baik terlebih untuk diceritakan kepada seluruh masyarakat Propinsi NTT tentang Kabupaten Karanganyar,” harap Sutarno.

Sementara itu, Ketua Rombongan Diklat Pim IV, Sekretaris BPSDMD Propinsi NTT, Nias Stefanus, mengatakan maksud dan tujuan kunjungan ini dalam rangka pembekalan pembalajaran dari Benchmarking ke praktis sebagai agen perubahan guna meningkatkan orientasi bekerja.

“Keunggulan yang ada di Kabupaten Karanganyar akan kita adopsi dan mengadaptasi kemampuan yang unggul guna memberikan manfaat bagi kami yang berada di Propinsi NTT,” tuturnya. Demikian Diskominfo (ad/karin/imas)

Read More
DSC_6059

2020, Disparpora Target 5 Juta Pengunjung Ke Karanganyar

Kepala Dinas Pariwisata, Titis Sri Jawoto memberikan semangat kepada siswa SMK Ngargoyoso untuk berkecimpung dalam dunia pariwisata

KARANGANYAR – 14 Maret 2018

Industri pariwisata di Karanganyar terus digenjot. Pada tahun 2020 Dinas Pariwisata Kabupaten Karanganyar menargetkan 5 juta pengunjung akan datang ke Bumi Intanpari. Target dinilai sangat realistis karena di tahun 2016 saja sudah kunjungan 1,5 juta pengunjung. Angka itu dilihat dari pembelian tiket di beberapa lokasi wisata di Karanganyar.

“Angka 1,5 juta pengunjung baru yang beli tiket saja. Sedangkan yang nongkrong di kebun teh kemuning dan berada di jalan tembus belum dihitung. Mereka juga makan pada rumah makan-rumah makan di Karanganyar,” papar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Karanganyar, Drs Titis Sri Jawoto saat memberikan pengarahaan dalam pembukaan kelas industri perhotelan dan penyerahan piagam Talent Hunt tingkat internasional di SMK Ngargoyoso Rabu (14/03).

Dia menambahkan industri pariwisata kebanyakan dari masyarakat. Misalnya warung makan dan home stay. Pemkab Karanganyar memang membuka seluas-luasanya masyarakat untuk berpartisipasi aktif bidang pariwisata. Pemerintah bertugas membuka akses jalan dan sarana prasananya. “Kolang renang intanpari itu tiketnya Rp 7000 per orang. Kini justru ada pesawat dan helikopter di sarana edupark tiketnya hanya Rp 5000. Kami mengejar multi pleyer efek lebih besar, “ imbuh mantan kepala bagian rumah tangga bupati tersebut.

Menurut Titis angka 5 juta per orang tersebut sangat realistis. Jika hal ini diceritakan ke luar daerah, maka investor akan ‘ngreyok’ ke Kabupaten Karanganyar. Sebab semua orang yang berkunjung ke Karanganyar membawa uang. Salah satu upaya untuk menanggulangi investor dari luar, maka masyarakat atau desa yang harus berbenah. “Warga Karanganyar harus berkualitras untuk mengemas pariwisata di daerah-daerah sendiri. Jika kurang modal, pemkab akan bantu dan memberikan saran,” ungkapnya. (hr/ard/yg)

Read More
web

Hasil Musrenbangkab Harus Tepat Sasaran

Penjabat Sementara Bupati Karanganyar, Prijo Anggoro Budi Rahardjo saat memberikan sambutan di Musrenbangkab Karanganyar tahun 2018.

Karanganyar, Rabu (14/03/2018)

Hasil Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbangkab) Kabupaten Karanganyar tahun 2018 harus tepat sasaran dan mengedepankan skala prioritas utama pembangunan.

Hal tersebut terungkap saat acara Musrenbangkab Kabupaten Karanganyar tahun 2018, Rabu (14/03) di Gedung Wanita Karanganyar, yang dihadiri oleh Pjs Bupati Karanganyar, Prijo Anggoro Budi Rahardjo, Pimpinan DPRD Karanganyar, Kepala OPD, Camat dan Organisasi Kemasyarakatan.

Pjs Bupati Karanganyar, Prijo Anggoro Budi Rahardjo, mengatakan usul ini berasal dari tingkat bawah, desa, kecamatan, kabupaten dan sebentar lagi akan dibahas di tingkat provinsi.

“Skala prioritas apa yang paling penting di Karanganyar. Potensi yang ada di Karanganyar mari menjadi destinasi ditingkatkan tanpa meninggalkan lingkungan,” kata Pjs Bupati.

Pjs Bupati juga mengajak semua pihak membanggakan dengan memiliki Kabupaten Karanganyar, jangan hanya seremonial saja namun harus ada bukti nyata untuk pembangunan di masyarakat.

“Saya minta untuk tepat sasaran, daya beli tinggi, nilai ekonomi tinggi, hadir ditengah masyarakat, skala prioritas, otomatis kemiskinan menurun,” katanya.

Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbang) Karanganyar, Moh Indrayanto, mengatakan Musrenbangkab ini untuk menyelaraskan prioritas dan sasaran pembangunan daerah Kabupaten Karanganyar dengan arah kebijakan prioritas dan sasaran pembangunan Pusat dan Provinsi.

“Rekapitulasi Bahan Musrenbang RKPD 2019 terdapat 3.416 usulan kegiatan yang berasal dari 43 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan total dana Rp. 1,432,714,869,320,00.

Ditempat yang sama, Ketua DPRD Karanganyar, Sumanto, mengatakan perencanaan pembangunan Pusat, Provinsi, dan Kabupaten, maka perencanaan pembangunan Kabupaten Karanganyar Tahun Anggaran 2019 harus disusun dengan memperhatikan arah kebijakan dan prioritas pembangunan nasional  sebagai langkah harmonisasi arah kebijakan pembangunan Pemerintah Pusat serta memperhatikan pula permasalahan pembangunan dan isu startegis daerah.

“Masyarakat berharap agar aspirasi mereka dapat direalisasikan sehingga, dengan adanya musrenbang ini tentunya kita sangat berharap agar aspirasi atau kebutuhan masyarakat dapat kita prioritaskan,” kata Sumanto.

Untuk mendukung program pembangunan daerah, dibutuhkan anggaran yang cukup besar. Ditempat itu pula, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Karanganyar, Sumarno, menjelaskan arah kebijakan umum pengelolaan pendapatan daerah tahun 2019

“Optimalisasi penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah, pengkajian setiap jenis pungutan baru yang akan diterapkan, meningkatkan kontribusi BUMD, optimalisasi pengelolaan dan pendayagunaan aset daerah, optimalisasi penerimaan bagi hasil  pajak / bukan pajak, dan dana transfer daerah,” katanya. (kr/im/pd)

Read More