Category: Berita

web (2)

Alat Peraga Kampanye Ditertibkan Tim Gabungan

Penertiban atribut kampanye Pilkada Karanganyar oleh tim gabungan

Penertiban atribut kampanye Pilkada Karanganyar oleh tim gabungan

Karanganyar, Kamis (08/03/2018)

Tim Gabungan yang terdiri dari Dinas Perhubungan Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dishub PKP), Satpol PP, Panwaslu, dan KPU Karanganyar melakukan penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) dan Alat Peraga Sosialisasi (APS) Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2018.

Sepanjang ruas jalan Lawu dari titik awal Kantor KPU Karanganyar, ke barat hingga Palur dan ke arah timur hingga Rumah Makan Jawa Dwipa, Karangpandan disisir oleh Tim Gabungan, Kamis (08/03/2018) pagi.

Hasilnya, ditemukan sejumlah APK maupun APS dari pasangan calon Pilkada Karanganyar dan Jawa Tengah, baik berupa baliho dan spanduk berbagai ukuran di ambil oleh petugas gabungan.

Ketua Panwaslu Karanganyar, Kustawa Esye mengatakan penertiban ini adalah hasil kesepakatan rapat dua hari yang lalu bahwa semua alat peraga tersebut dibersihkan.

“Kita bagi dua tim, ada yang ke barat maupun ke timur. Untuk yan ukuran besar, kita menggunakan mobil crane lampu, karena ukuran besar dan tinggi,” kata Kustawa Esye.

Selain di Kabupaten, Kustawa juga menjelaskan masing-masing kecamatan juga melakukan pembersihan dengan koordinasi Kasi Trantib Kecamatan dan PPK.

“Kami juga sudah memberikan rekomendasi dari masing-masing pasangan calon untuk menurunkan alat peraga tersebut baik di Kabupaten maupun Kecamatan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Karanganyar, Kurniadi Maulato mengatakan ini adalah penertiban ke dua di tingkat Kabupaten, sedangkan di wilayah kecamatan juga sudah dilakukan penertiban.

“Karena di tingkat Kecamatan ada kesulitan keterbatasan personil, maka dimintakan bantuan Satpol PP untuk back up penertiban,” katanya. (pd)

 

Read More
DSC_5281

Baznas Malang Kunjungi Karanganyar

 

Karanganyar, Kamis 8 Maret 2018

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Malang melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Baznas Kabupaten Karanganyar. Kunker tersebut diterima langsung Sekretaris Daerah Karanganyar di ruang Anthurium Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (08/03) pagi.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Karanganyar, Samsi, mengucapkan selamat datang kepada rombongan Baznas Kabupaten Malang yang membawa berkah tersendiri bagi bumi intanpari dan berharap dengan kegiatan kunker ini dapat berdiskusi bersama  dalam membesarkan Baznas.

Dijelaskan Samsi, akhir tahun 2017 Baznas mengumpulkan dana ZIS tertinggi se-Jawa Tengah. Baznas Karanganyar memiliki beberapa program seperti Karanganyar Peduli, Karanganyar Sehat, Karanganyar Cerdas, Karanganyar Makmur, Karanganyar Takwa.

“Kinerja Baznas sinkron dengan kinerja Bupati Karanganyar. Pemerintah telah mengelola APBD Rp 2,1 triliun dan PAD sejumlah Rp 317 juta,”tuturnya.

Lebih lanjut ia mengatakan Kabupaten Karanganyar mempunyai layanan yang bekerjasama dengan Baznas seperti bantuan sumur bor untuk warga yang kesulitan air di 200 titik, memiliki poliklinik khusus setiap hari dan pelayanan khusus yakni dua unit mobil ambulan.

Baznas juga bekerjasama dengan kabupaten karanganyar yang rencananya menjadi program nasional seperti mengelola sanitasi, ada 1000 titik sedot tinja bantuan dari Baznas yang berbasis komunal, integral dan berkelanjutan.

“ Kabupaten Karanagnyar merupakan satu-satunya Kabupaten yang sudah seratus persen Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS),”jelasnya.

Sementara itu, Asisten Pembangunan dan Kesra Kabupaten Malang  Abdurrahman Firdaus selaku Pimpinan rombongan, menjelaskan maksud dan tujuan kunjungan di Karanganyar untuk memajukan Baznas Malang.

“Semoga pertemuan ini dapat mempererat persahabatan antar Kabupaten,”harapannya.

Selanjutnya paparan dari Ketua Baznas Karanganyar, Sugiarso, menyampaikan bahwa setiap 6 bulan sekali dan tahunan, Baznas Karanganyar menyusun laporan kepada Bupati dan Baznas Provinsi. Dalam pelaksanaan pengumpulan ZIS dilingkungan ASN telah berjalan dengan lancar, selanjutnya dilakukan pengumpulan ZIS selanjutnya disetor ke rekening Baznas.

“untuk kendala relatif tidak ada karena sudah dilaksanakan sosialisasi yang dilakukan oleh Tim Amil Baznas,” jelasnya.

Demikian Diskominfo (ind/imas/karina)

Read More
1

Kesehatan Anak Prioritas Utama

 

 

 

 

 

 

 

KARANGANYAR, Rabu 7 Maret 2018

Generasi yang hebat akan terlahir dari anak-anak yang sehat. Kesehatan menjadi modal penting untuk mencegah penyakit dan membentuk generasi yang kuat. Hal itu mengemuka dalam Rapat kerja (Rakor) penjaringan kesehatan anak sekolah kelas 1 SD hingga kelas 7 SMP di ruang Podang 1 Kantor Bupati Karanganyar, Rabu (7/03)

“Latar belakang dilakukan penjaringan untuk memantau kesehatan anak SD dan SMP di kabupaten Karanganyar. Penjaringan atau pendataan merupakan standar pelayanan minimal bidang kesehatan,” papar Kasi Pencegahan Penyakit DKK, Sri Winarno

Dia menambahkan beberapa point penting dalam pendataan yang dilakukan di sekolah tersebut. Pertama, pendataan untuk mengetahui kesehatan pada anak usia sekolah. Kedua, hasil pendataan itu dapat dimanfaatkan untuk pelaksanaan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan program pembinaan peserta didik. Ketiga teridentifikasinya hambatan pelaksanaan penjaringan kesehatan pada anak. “Sekaligus mengatasi hambatan selama penjaringan,” imbuhnya

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Purwanti mengatakan penjaringan ini dilakukan di seluruh sekolah di kabupaten Karanganyar. Pada pendataan yang dilakukan di tahun 2017 ada sekolah yang belum dilakukan pendataan. Sekolah yang belum tersebut, akan dilakukan pendataan di tahun 2018 ini. Dia mencermati masih banyak ditemukan prilaku anak sekolah yang beresiko atau mempunyai kebiasaan seperti merokok atau minum alkohol. “Saya berharap rakor ini menghasilkan solusi yang terbaik untuk kesehatan anak,” imbuhnya.

Adapun peserta acara dari Kesra Sekda, Baperlitbang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Camat se-Karanganyar, Puskesmas. Terselenggaranya acara ini berdasarkan DPA Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar. Kemudian acara ini dilanjutkan dengan diskusi bersama dan tanya jawab.  (Imas/Karina)

Read More
DSC_3539

Mbah Mulyadi “Repyoh” terima bantuan dari Pemkab Karanganyar

 

 

 

 

KARANGANYAR – 07 Maret 2018

Salah satu wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten Karanganyar kepada masyarakatnya yang kurang mampu, Sekda Karanganyar di dampingi Kepala Dinas Sosial, Kepala Diskominfo, Kepala Dipermades, Dinas Kesehatan, Kabag Kesra, Kepala Baznas, Ketua PMI, Camat Karangpandan, mengunjungi dan menyerahkan bantuan kepada ananda Mbah Mulyadi Repyoh warga Desa Tohkuning Karangpandan yang lumpuh karena sudah termakan usia pada Rabu, (07/03).

            Menurut keterangan dari Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karanganyar, Agus Heri Bindarto. Untuk data usia lansia yang masuk di PKH Dinsos yang bisa menerima bantuan yaitu usia 70 Tahun keatas. Sedangkan untuk Mbah Mulyadi sendiri usianya masih kurang dari 70 tahun, akan tetapi karena mbah Mulyadi ini tidak memiliki anak ini nantinya di masukkan kategori Rastra. Bulan Maret nanti akan ada pendataan mandiri, secara otomatis nanti akan masuk ke database saya dan akan menerima bantuan Rastra. Dan juga karena mbah Mulyadi ini sudah punya KIS, itu harusnya sudah masuk di BDT, untuk di usulkan agar mendapat bantuan-bantuan yang nantinya mungkin bermacam-macam jenisnya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karanganyar, Agus Heri Bindarto juga menjelaskan bahwa di karanganyar sendiri ada banyak sekali Lansia yang masuk kategori PKH untuk menerima bantuan, ada sekitar 2.600 lansia tuturnya. Beliau juga memaparkan bahwa anggaran Dinsos untuk tahun ini sebanyak 1,7 Milyar, yaitu nantinya akan di bagi untuk Lansia, Yatim, Yatim piatu, dan Piatu. Akan tetapi akan di prioritaskan untuk lansia, tutur Agus Heri Bindarto selaku Kepala Dinas Sosial di akhir wawancara.

Demikian DISKOMINFO (Ard)

Read More
DSC_3523

Bentuk Kepedulian Pemkab Karanganyar

 

 

 

 

 

 

 

 

KARANGANYAR – 07 Maret 2018

Dalam rangka wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten Karanganyar kepada masyarakatnya yang kurang mampu, Sekda Karanganyar di dampingi Kepala Dinas Sosial, Kepala Diskominfo, Kepala Dipermades, Dinas Kesehatan, Kabag Kesra, Kepala Baznas, Ketua PMI, Camat Desa Jaten, mengunjungi dan menyerahkan bantuan kepada ananda Gea Annafi Kaila Putri balita pengidap kelainan hati dan kolesterol tinggi di Desa Jetis Jaten pada Rabu, (07/03).

Menurut keterangan dari orang tua balita tersebut, untuk biaya kontrol di Rumah Sakit di Jogja setiap bulanya tidak dapat tercover dari BPJS karena memerlukan biaya yang tidak sedikit. “paling tidak sekitar 600 ribu setiap kontrolnya” tutur ayahanda balita Gea. Sedangkan untuk operasinya, dari pihak Rumah Sakit terkait sudah menyampaikan diperlukan biaya sekitar 1,6 milyar yang jelas itu sangat memberatkan kedua orang tua sang balita yang hanya buruh serabutan di pabrik dan sang ibu yang hanya bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Sekda Karanganyar, Samsi menyampaikan bahwa salah satu wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten Karanganyar. Ini nantinya untuk biaya kontrol bulanan yang tidak tercover oleh BPJS akan di bantu langsung oleh BAZNAS, sedangkan untuk biaya operasi yang kurang lebih memerlukan biaya 1,6 milyar ini akan di usahakan adanya bantuan dari Pemerintah Kabupaten Karanganyar.

Demikian DISKOMINFO (Ard)

Read More

Peran Pelajar Jaga Ketahanan Bangsa Lewat Medsos

Peran Pelajar Jaga Ketahanan Bangsa Lewat Medsos
Oleh: Teguh Waloyo

 

Menguasai teknologi merupakan keharusan di era ini. Teknologi memberikan kemudahan bagi penggunanya. Membantu penggunanya untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi. Sebagai contohnya, kita saat ini tidak takut tersesat tatkala hendak bepergian ke suatu tempat yang belum pernah kita kunjungi. Meskipun tidak tahu jalan, kita dibantu oleh teknologi. Google maps sebagai jawabannya. Dengan google maps kita dapat kemanapun tanpa takut tersesat. Tinggal memasukkan lokasi tujuan, dan kita akan dituntun sampai lokasi yang kita kehendaki. Itu baru satu contoh kasus. Belum lagi dengan contoh lainnya yang masih banyak.

Berbicara ihwal teknologi informasi, tampaknya kurang absah jika tidak membicarakan media sosial.  Sebuah platform untuk berinteraksi melalui media internet ini sangat digemari oleh khalayak. Diantara media sosial yang dekat dengan kita masyarakat Indonesia adalah facebook, twitter, instagram, path, whatsapp, telegram, dll. Berbagai platform medsos tersebut tampaknya selalu memiliki peminat yang banyak. Pengguna internet Indonesia mencapai 63 juta orang. 95% menggunakan internet untuk mengakses jejaring sosial. Peringkat Indonesia sendiri menempati peringkat 4 pengguna facebook terbesar setelah USA, Brazil, dan India. (kominfo.go.id)

Dengan memiliki akun medsos, menjadikan manusia mudah dalam mengakses informasi. Berbagai informasi akan menghampiri kita. Malah, saking banyaknya informasi yang kita dapatkan melalui media sosial dapat diibarat dengan tsunami informasi. Masuk media sosial memberikan berbagai macam informasi. Kelihatannya positif bukan manakala kita dapat memiliki informasi yang banyak?

Keberadaan media sosial ternyata tidak selamanya berdampak positif. Perkembangan teknologi informasi juga membawa dampak negatif pula. Tsunami informasi tersebut membawa persoalan juga. Akurasi data informasi medsos dipertanyakan. Ternyata banyak kabar bohong (hoaks) yang bertebaran di dunia maya melalui medsos. Bila dibiarkan, hal semacam ini tentunya tidak bagus untuk ketahanan sebuah bangsa.

Bahaya Hoaks

Jika hendak menghancurkan sebuah negara, tidak perlu repot-repot membuat senjata nuklir ataupun senjata kimia lainnya. Saat ini telah ditemukan cara alternatif untuk menghancurkan sebuah negara. Cukup dengan teks saja suatu negara bisa hancur. Menggunakan teks yang diberi nyawa hate spin dan hoax adalah jawabannya. Teks tersebut dengan sendirinya akan bergerak menyerang isi kepala pembacanya. Teks yang amat mematikan dan siap menyerang siapapun, kapanpun, dan dimanapun. Waspadalah!

Hate spin atau praktik rekayasa pesan yang penuh hasutan merupakan gejala yang sedang menjangkiti Indonesia. Saat ini keberadaannya sudah terasa meresahkan. Jika dibiarkan berkembang, maka eksistensi negara ini dipastikan akan berakhir tidak lama lagi. Apalagi negara ditopang oleh struktur masyakat yang majemuk dan kedewasaan masyarakat maya yang masih labil. Faktor ini turut menyuburkan perkembangbiakan hate spin dan hoax.

Pun dengan Hoax (berita bohong). Hoax juga menjadi virus di media berbasis internet. Penyebarannya begitu cepat dan mengerikan. Karena mengonsumsi berita hoax, orang perorang bisa berdebat tiada ujung bahkan berkelahi adu fisik. Keberadaan berita hoax tidak terlepas dari budaya internet yang kian berkembang. Informasi yang ada di internet menjadi semakin cepat terupdate. Hanya sekali klik maka gelombang tsunami informasi akan menghampiri. Kenyataan semacam ini berdampak pula pada perkembangan hoax yang semakin cepat.

Orang yang tidak bertanggungjawab biasanya menggunakan hoax sebagai senjata untuk meraih tujuan tertentu. Bahkan bisa juga menggunakan hoax sebagai alat politik. Bila hal demikian dilakukan secara terus menerus akan berdampak pada kerusakan di dunia nyata. Bisa saja terjadi aksi saling serang bahkan bunuh membunuh dikarenakan mengonsumsi berita hoax. Keberadaan berita hoax hendaknya menuntut kepada pembaca agar lebih berpikir jernih dan mengedepankan konfirmasi serta verifikasi.

Cherian George, dalam bukunya berjudul “Hate Spin: The Manufacture of Religious Offense and Its Threat to Democracy (2016)” mengklasifikasikan hate spin menjadi dua bagian. Pertama, incitement atau hasutan, yaitu bentuk-bentuk pesan yang mendiskreditkan, menyerang atau mendiskriminasikan kelompok lain, baik secara halus maupun kasar. Kedua, indignation, yaitu semacam pembelaan diri yang dilegitimasi persepsi adanya serangan ataupun ancaman tertentu. Pesan semacam ini biasanya membawa polarisasi yang menajam. Seperti contoh guyonan yang sebenarnya biasa saja dikemas menjadi seolah-olah itu persolan prinsip antara hidup dan mati.

Untuk berita kategori hate spin ini bisa saja berpijak dari fakta. Namun fakta disini merupakan fakta yang sudah digoreng dengan minyak beracun. Apabila fakta ini dihidangkan kepada konsumen maka akan mengakibatkan sekarat bahkan kematian kepada orang mengonsumsinya. Seperti halnya gejala Islamophobia di Amerika Serikat juga tidak terlepas dari upaya hate spin yang terjadi disana. Jika hate spin terus dibiarkan berkembang di Indonesia, kemungkinan konflik horizontal yang berujung disintegrasi bangsa tidak terelakkan.

Pada negara yang terinfeksi hate spin, George menawarkan solusi alternatif. Yaitu melibatkan publik, politisi, dan media. Pendekatan yang dilakukan oleh ketiga unsur tersebut diharapkan mampu meredam perkembangan hate spin maupun hoax yang menjamur di internet Indonesia. Akan tetapi, banyak juga yang meragukan akan hal ini. Dimana masyarakat saat ini cenderung tidak mempercayai lagi pemerintah dan media. Meski demikian, harapan haruslah hidup. Jika harapan sudah mati, lantas apa yang merubah semua ini?

Jika memang pemerintah dan media tidak bisa diharapkan. Maka sudah menjadi kewajiban bagi publik untuk mengambil alih tanggungjawab melawan hate spin dan hoax. Terlebih kepada pelajar yang menjadi basis intelektualitas di masyarakat. Sejauh ini posisi mahasiswa juga berada di atas dua kaki. Disatu sisi mereka adalah intelektualitas yang seharusnya mampu melawan hate spin dan hoax dengan menggunakan sumberdaya yang dimilikinya. Dilain sisi mereka juga sebagai agen yang berkontribusi sebagai aktor penyebar hate spin dan haox. Dimana kelompok pelajar merupakan kelompok yang memiliki kecenderungan untuk menggunakan internet dan biasanya suka men-share berita-berita. Itu gejala psikologis anak muda yang memiliki kecenderungan agar mendapat kesan dirinya sebagai orang yang update.

Peran Santri Pelajar

Santri merupakan bagian dari sebuah entitas pelajar. Keberadaan santri memiliki posisi yang tidak boleh dianggap enteng di dalam dunia pendidikan. Jika ditelisik, santri memiliki nilai lebih jika hanya dibandingkan dengan pelajar pada umumnya. Hal ini disebabkan santri pelajar mendapatkan ilmu sesuai dengan pelajar umumnya dan ditambah dengan basic pendidikan keagamaan yang kuat. Nilai terakhir inilah yang menjadi nilai tambah bagi santri pelajar jika dibanding dengan pelajar pada umumnya.

Santri sebagai pelajar juga memiliki orientasi yang sama dengan elemen pelajar yang lainnya. Di Indonesia ini, ihwal pendidikan diatur dalam  Undang-Undang No 20 tahun 2003. Disana dijelaskan terkait tujuan yang hendaknya dicapai oleh peserta didik, yaitu mengacu Pasal 3, yang berbunyi: “Pendidikan nasional  berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”

Mengacu UU No 20 tahun 2003, hendaknya santri pelajar menggali dan memaknai dengan baik terkait regulasi ini. Mempersiapkan segala sesuatu yang menunjang tercapainya tujuan ini dan mengamalkan segala keilmuan yang telah dipelajarinya. Keinsafan akan status sebagai pelajar harus dimiliki oleh setiap pelajar. Sebuah entitas masyarakat yang menuntut dan menggenggam ilmu. Tidak hanya sekadar menuntut dan menggenggam ilmu, sudah seharusnya santri pelajar mengamalkan ilmunya. Konon kata pepatah arab mengatakan, ilmu tanpa diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah. Jadi ilmu tanpa dibarengi amal kegunaannya perlu dipertanyakan.

Sebagai ahli ilmu, santri pelajar dituntut untuk senantiasa beramal. Pun ketika hidup di dalam dunia maya, dunia medsos yang seperti alam rimba. Bertebaran informasi yang kebenarannya perlu diragukan. Malah sering, medsos sebagai wahana untuk menyebar hoaks, kebencian dan fitnah. Melihat fenomenan ini, hendaknya santri pelajar menjadi angin segar dengan membawa semangat perubahan. Mengarahkan media sosial untk saling bertukar informasi, berdiskusi, menjalin silaturahim, dan amal kesalehan lainnya. Jangan malah turut serta dalam arus degradasi moral bangsa.

*IKATAN PELAJAR NAHDLATUL ULAMA (IPNU) Kab. Karanganyar

Read More
KOMINFO

Bentuk Kedisiplinan, Disparpora Gelar Lomba Baris Berbaris

Peserta lomba baris-berbaris nomor urut satu menunjukan aksinya, Rabu(7/3)

KARANGANYAR – 07 Maret 2018

Untuk membentuk karakter pemuda yang unggul dan tangguh, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Karanganyar menggelar lomba baris berbaris. Lomba yang digelar kali kedua tersebut dilaksanakan selama dua hari yakni tanggal 07 dan 08 Maret 2018. Pemenang lomba tersebut akan mewakili Karanganyar maju dalam lomba baris berbaris tingkat karasidenan Surakarta.

“Lomba ini dimaksudkan untuk meningkatkan kedisiplinan, kesehatan jasmani dan rohani serta kreativitas di kalangan pemuda khususnya siswa SMA, SMK dan MA di Karanganyar. Sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat kebangsaan,” papar Sekreatris Disparpora, Tyas Ngambar Widyowati mewakili Kapala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Titis Sri Jawoto Rabu (07/03)

Tyas Ngambar menambahkan kegiatan ini juga bertujuan untuk pengembangkan sikap kepimpinan dan kepeloporan pemuda. Sebab pemuda merupakan generasi penerus bangsa. Sekaligus menghargai semangat dan kepelporan para pahlawan bangsa. Sedangkan juri terdiri dari Kodim 0727, Polres dan Disparpora. “Tahun lalu  pesertanya ada 28 namun kali ini hanya 26 saja. Saya berpesan junjung sportivitas,” imbuhnya. (Hr/Yg)

Read More
DSC_4560

Perlu Mesin Pengering Dan Pemilah,  Pemerintah Pusat Akan Fasilitasi

 

Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan, Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi  (KPDT), Ahmad Erani Yustika melihat pengemasan beras merah dan putih di Balai Desa Ngemplak, Kecamatan Karangpandan

KARANGANYAR – 2  Maret 2018

Kedatangan Direktorat Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan, Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi  (KPDT) ke Karangpandan, Karanganyar tidak disia-siakan Pemkab Karanganyar. Kesempatan yang  baik itu, Pemkab Karanganyar meminta mesin pengering dan pemilih untuk beras merah dan putih. Sebab kedua mesin itu sangat dibutuhkan petani di Karanganyar.

“Jika musim penghujan seperti ini, petani perlu mesin pengering. Sebab harga beras jatuh karena ketika diselep pasti pecah. Sehingga petani saat ini butuh alat pengering,” papar Sekretaris Desa (Sekda) Kabupaten Karanganyar, Drs Samsi M.Si saat bersama dirjen Pembangunan Kawasan Perdesan KPDT, Ahmad Erani Yustika pada peresmian Rice Milling Unit Di Desa Desa Ngemplak, Kecamatan Karangpandan Jumat (02/03).

Samsi menambahkan jika menggunakan alat pengering tersebut maka akan sangat membantu para petani. Sebab dengan alat pengering tidak perlu kawatir dengan musim hujan. Selain itu, petani di Karanganyar memerlukan mesin pemilah. Sebab, petani kesulitan jika akan memilah antara beras merah dan putih. “Bercampurnya beras merah dan putih disebabkan dua hal. Tercampur di sawah karena angin atau tercampur saat berjemur. Dengan alat tersebut bisa sangat membantu petani di Karanganyar. Kami sudah diskusi dengan UNS namun pendanaan terlalu berat sehingga saya berharap kepada pemerintah pusat untuk membantu,” tambahnya.

Sedangkan Pemkab Karanganyar sendiri, menurut Samsi telah membantu transportasi untuk petani yakni motor roda tiga. Namun petani justru memilih truk atau pick up karena bisa memuat lebih banyak.

Terkait permintaan tersebut, Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesan KPDT, Ahmad Erani Yustika akan memfasilitasi. Sebab kedatanganya ke Kabupaten Karanganyar juga untuk membuktikan kesungguhan masyarakat Karanganyar.  “Entah sedikit atau banyak, kita akan tindaklanjuti permintaan tersebut. Kami datang ke Karanganyar dengan kesungguhan dan ketulusan,” imbuhnya.

Dia menambahkan  setiap tahun anggaran untuk desa terus mengalami peningkatan.  Tahun 2018 ini dana untuk ke desa mencapai Rp 60 triliun. Di sisi lain jumlah desa juga mengalami peningkatan. Di tahun 2015 jumlah desa di Indonesia  sebanyak 74.054 desa. Di tahun 2016 jumlah desa bertambah menjadi 74.754 desa. Dan tahun 2017 naik lagi menjadi 74.910 desa. Kemudian di tahun 2018 menjadi 74.950 desa. “ Tahun 2018 ini dananya mencapai Rp  60 trilun. Kurang lebih setiap desaakan menerima sekitar Rp 800 juta. Dan di tahun  2019 akan bertambah lagi jumlahnya dan tingga menyepati nominalnya saja,” imbuhnya.

Yang lebih penting lagi, dana desa di tahun 2018 bukan hanya pembangunan fisik saja akan tetapi juga untuk memperdayakan masyarakat desa. Dana desa itu sesuai Permendes No 19 tahun 2017 prioritas pemanfaatnnya bisa digunakan untuk membangun kawasan pedesan. Maksudnya adalah lebih dari satu desa melakukan kerjasama membangun wilayah. Misalnya program padat karya atau program yang lain. “Intinya dana tersebut bisa dipergunakan untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan. Melalui program padat karya dan pelayanan dasar lainya seperti kesehatan, pendidikan dan ekonomi,” imbuhnya. (Hr/Adt)

Read More
DSC_3547

43 KK Terima Bantuan dari Baznas

Karanganyar, 06 Maret 2018

Bertempat di Balai Desa Malanggaten Kebakkramat pada hari Selasa, (06/03) telah di serahkan bantuan dari Badan Amal Zakat Nasional Kabupaten Karanganyar (BAZNAS) berupa uang tunai sebesar 2jt rupiah guna membantu pembangunan Jamban untuk 43 KK di Desa Malanggaten Kebakkramat.

Dalam pidato sambutannya, Kepala Desa Malanggaten menyampaikan bahwa bantuan dana sebesar 2jt rupiah dari BAZNAS ini nantinya akan di akomodir oleh perangkat Desa. Dengan harapan supaya nantinya dana bantuan ini tidak diselewengkan jika diberikan secara langsung ke masing-masing warga yang menerima. Dan Beliau juga berharap dengan adanya bantuan ini, warga Desa Malanggaten sudah bisa terbebas dari buang air besar sembarangan atau biasa disebut BABS. Beliau juga menyampaikan bahwa proyek pembangunan ini akan di kawal langsung pengerjaaannya oleh jajaran perangkat Desa supaya dalam jangka satu bulan pembangunan jamban untuk 43 KK ini sudah bisa selesai.

Hadir dalam acara penyerahan bantuan ini Ketua BAZNAS, Iskandar. Dalam pidato sambutanya beliau menyampaikan bahwa dari BAZNAS sendiri sebenarnya hanya memberikan bantuan pembangunan jamban ini untuk 33 KK, karena yang 10 KK sudah masuk di anggaran APBDES. Ketua BAZNAS, Iskandar juga menyampaikan bahwa program penyerahan bantuan pembangunan jamban ini merupakan program yang sudah lama di rencanakan oleh Bupati Karanganyar agar masyarakat Karanganyar terbebas dari BABS.

Di akhiri dengan penandatanganan masing-masing KK penerima bantuan sebagai bukti bantuan dari BAZNAS sudah tersalurkan. “ Silahkan di kerjakan dengan sebaik mungkin, di bangun jambannya dengan senyaman mungkin, dan jangan lagi ada Masyarakat Malanggaten yang buang air bear sembarangan lagi “ tutur Ketua BAZNAS Karanganyar di akhir pidato sambutanya.

Demikian DISKOMINFO (Pd/Ard)

Read More
DSC_4009

Pjs Bupati : Harus dikemas Sing Apik dan Sing Ayu

Pjs Bupati Karanganyar, Prijo Anggoro Budi Raharjo melihat produk makanan kecil atau snack di terminal Makuthoromo, Karangpandan

KARANGANYAR – 28 Februari 2018

Pjs Bupati Karanganyar, Prijo Anggoro Budi Rahadjo meminta kepada sejumlah produsen makanan kecil (snack) di Karangpandan untuk dikemas sing apik dan sing ayu. Sebab makanan kecil jangan hanya mengandalkan rasa saja tanpa kemasan yang baik. Justru dengan kemasan yang baik, maka sudah pasti konsumen akan mencoba dan kemudian membeli produk makanan kecil tersebut.

“Saya minta Disdagnakerkop UKM, Karanganyar untuk mengawal dan membantu produsen makanan kecil supaya kemasan lebih bagus lagi. Bahan baku yang melimpah dan rasanya yang enak sudah pasti tentu harus didukung kemasan yang baik pula,” papar Prijo Anggoro Budi Rahadjo saat penyaluran bantuan sosial non tunai program keluarga harapan (PKH) dan bantuan sosial pangan beras sejahtera di Terminal Makuthoromo, Karangpandan Rabu (28/2).

Dia menambahkan secara kemasan memang sudah baik namun perlu ditambahkan beberapa hal. Pertama dituliskan masa berlakunya atau tanggal kadaluwarsa. Dengan pencantuman tersebut masyarakat tambah yakin jika makanan tersebut layak konsumsi. Kedua yang juga penting yakni label SNI. “Dodolan kok repot ya… Kalau untuk internal saja tidak masalah. Namun ke depan memberian label SNI perlu dan hal ini harus dibantu dinas terkait,” imbuhnya.

Yang tidak kalah penting, tambah Prijo adalah halal dari MUI. Selanjutnya, Pjs bupati juga mengingatkan untuk terus menjaga rasa dan kualitas yang baik. Termasuk juga jangan ada campuran bahan pengawet. (Hr/Ard)

Read More