Category: Berita

Kesulitan untuk Kenikmatan

Kesulitan untuk Kenikmatan

Oleh Iis Nuryati, S.Pd.

 

“Saya tinggal di kost di pinggiran kota. Tidak ada pemanas, tidak ada kamar mandi. Saya atur mandi saya, seminggu hanya sekali. Uang kiriman sering datang terlambat. Kalau kiriman uang belum datang, saya sering tidak makan. Perut keroncongan. Saya habiskan waktu di perpustakaan, mengerjakan tugas. Kadang hanya makan sebutir apel …”

Bayangkan hal ini: hidup sendiri di negeri orang demi menuntut ilmu. Tak ada beasiswa sebagaimana mahasiswa-mahasiswa lainnya. Tak pelak, kesulitan demi kesulitan datang menghampiri. Bukan sekali dua kali kiriman uang datang terlambat. Ke kampus mesti jalan kaki, padahal jarak antara tempat tinggal dengan kampus cukup jauh, (terpaksa menyewa yang jauh karena tak mampu membayar sewa asrama mahasiswa). Fasilitasnya pun tak layak. Bahkan suatu ketika, karena sering tidak makan, TBC menyerangnya. Berpikir kondisi itu akan membuatnya mundur? Oh tidak. Justru semua itu tak sedikit pun melemahkannya, justru sebaliknya, menempanya menjadi pribadi yang tangguh dan mandiri.

Berbilang tahun kemudian, sosok ini telah meraih cita-citanya. Ia tak hanya meng-Indonesia, tapi telah mendunia dengan karya-karya besarnya. Hasil risetnya menjadi acuan riset-riset berikutnya. Namanya masuk ke jajaran ilmuwan muslim abad ini.

Adakah yang tahu, siapakah tokoh dalam kisah di atas? Ya, beliau adalah BJ Habibie, putra Indonesia, seorang pakar auronautika yang memegang beberapa hak paten pada teknologi penerbangan. Temuan-temuannya yang dikenal dengan Faktor Habibie, Teori Habibie dan Metode Habibie menyumbang peran penting bagi kemajuan teknologi kedirgantaraan. Namanya bersanding erat dengan kepakarannya di dunia pesawat terbang. Dunia telah mengetahuinya. Akan tetapi, tak banyak yang tahu, bahwa untuk menjadi Habibie yang seperti ini, ada jalan panjang yang harus dilalui. Ada kesulitan yang harus ditaklukkan. Ada kesabaran yang harus selalu ditanam. Tapi Habibie telah menunjukkan, bahwa kesulitan dan kepayahan itu telah berbuah kenikmatan.

Kenikmatan tidak dapat diraih dengan kenikmatan. Ini adagium yang berlaku. Mereka yang ingin merasakan kenikmatan harus melalui kesulitan dan kepayahan. Seberapa besar dia mampu bertahan dalam kesabaran, sebesar itulah dia akan mengecap manisnya kenikmatan. Mereka yang sedari awal tidak mau susah, maka pasti di akhirnya akan susah. Mereka yang pada mulanya lebih suka berleha-leha, bersantai dan bersenang-senang, pasti tidak akan merasakan kesenangan pada akhirnya.

Adapun mereka yang mampu menahan diri dari berkeluh kesah, ingin cepat berhasil, dan bersabar menempuh jalan, niscaya akan sampai pada kenikmatan yang dijanjikan. Dikatakan bahwa, “Tidak ada kebesaran kecuali bagi orang yang punya tekat, tidak ada kelezatan kecuali bagi yang sabar, dan tidak ada istirahat kecuali bagi yang lelah.”

Ini adalah ketentuan yang harus dilalui dalam segala lini kehidupan. Para pelajar tidak akan mendapat nilai yang memuaskan kecuali dengan kesungguhan belajar. Para pegawai atau pengusaha tidak akan memeroleh penghasilan sesuai harapan kecuali dengan merasakan capeknya bekerja. Para menteri, para presiden, semuanya harus bersusah payah lebih dahulu untuk kemudian merasakan hasilnya di kemudian hari. Tidak ada keberhasilan kecuali dengan usaha gigih. Tidak ada kenikmatan yang terlihat di depan mata datang begitu saja secara instan dan bersifat tetiba. Jalan harus ditempuh, dayung harus dikayuh. Keringat mesti menetes, darah mesti mengalir. Yang harus kita lakukan adalah bertahan dalam perjuangan dan bersabar menempuh kesulitan. Semoga kemudahan selalu menyertai kita.

Read More
DSC_4914

400 Atlet Rebutkan Piala Bupati Karanganyar Tahun 2018

Salah satu atlet berlomba dalam katagori poomsae pada acara kejuaraan Taekwondo Piala Bupati 2018, Palur Plasa(4/3)

Karanganyar, 4 Maret 2018

Karanganyar kembali menggelar  Kejuaraan Taekwondo Piala Bupati tahun 2018 untuk keempat kalinya dengan menggandeng Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) dan bekerjasama dengan Pemkab Taekwondo Indonesia (TI) Karanganyar, di Atrium Palur Plaza, Minggu (04/03).

Peserta kejuaraan ini diikuti oleh 400 Atlet yang terinfestasi sebagai anggota taekwondo Kabupaten Karanganyar.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga( Disdikpora) Titis Sri Jawoto menyampaikan terima kasih kepada semua pihak atas dukungannya terutama adik-adik panitia.

“Mohon doa restunya mudah-mudahan kegiatan ini semakin semarak dan pelatihan yang ada disanggar semakin berkembang bagus, semoga kejuaraan dapat dirutinkan dan membuka berbagai kompetisi agar anak-anak terbiasa dalam berkompetisi,” ujarnya.

Lebih lanjut ia juga mengatakan yang terpenting dalam olahraga adalah kebugaran, melatih sikap yang positif, soal hasil juara dan sebagainya bonus tidak menjadi sesuatu yang harus diraih tetapi yang harus diraih.

Sambutan Pemprov menyampaikan kejuaraan ini dibawa senang-senang saja yang mana para peserta diperkenalkan kepada kompetisi yang menyenangkan sehingga kejuaraan bukan sebuah beban namun dari keinginan di dalam hati.

“Dari situ kita bisa mendapatkan atlet-atlet yang mumpuni, berjiwa dan berkarakter,” imbuhnya.

Sementara itu Asistem Pemerintahan Sekretaris Daerah, Bachtiar Syarif, yang berkesempatan mewakili Bupati mengatakan dalam rangka pelaksanaan kejuaraan piala bupati Karanganyar dapat mengikuti dengan baik. Tugas pemerintah adalah mempersiapkan, mendesain lewat dinas teknis dengan tugas untuk bisa memformulasikan, memfasilitasi bahwa pemerintah adalah pemerintah daerah dalam hal ini adalah hadir dan bisa merespon animo masyarakat, animo para orang tua untuk melaksanakan sebuah event-event  yang dirancang baik. “Mudah-mudahan ditahun 2018 bisa terlaksana dengan baik sehingga diintegrasikan dengan kalender event baik provinsi maupun pusat dan bisa berujung di kejuaraan dunia.”

Sebelum kejuaraan berlangsung, Asisten 1 mewakili Bupati secara simbolis memberikan sejumlah dana dari Bupati untuk acara kejuaraan taekwondo. DISKOMINFO(yg/ims/krn)

Read More
WEB

Empat Penderita Stroke Terima Bantuan Sosial

Penderita stroke di Desa Ngasem, Kecamatan Colomadu mendapatkan bantuan sosial dari PMI, Baznas dan Dinas Sosial Karanganyar.

Karanganyar, Senin (05/03/2018)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar memberikan bantuan sosial kepada empat penderita stroke kategori keluarga miskin di Kecamatan Colomadu. Pemberian itu langsung diserahkan oleh Kepala Bagian Kesra Setda Karanganyar, Agam Bintoro.

Sedangkan empat penderita stroke dan yang mendapatkan bantuan adalah warga di Dusun Klamongan, Desa Ngasem, Kecamatan Colomadu. Pihak Dinas Sosial memberikan bantuan uang Rp. 1 juta, Basnaz memberikan bantuan uang Rp 1 juta, PMI Karanganyar berupa uang Rp. 1 juta dan sembako, serta Kesra sebagai koordinator, Senin (05/03) pagi.

“Kami terdiri dari Bagian Kesra, Dinas Sosial, PMI Karanganyar, dan Baznas hari ini memberikan bantuan. Ini juga atas respon atas permintaan warga,” kata Kepala Bagian Kesra, Setda Karanganyar, Agam Bintoro.

Lebih lanjut Agam mengatakan, bantuan sosial ini dilakukan secara door to door yang mana langsung bertemu dengan warga penderita stroke, dalam bantuan tersebut bisa digunakan betul-betul dan bisa membantu warga Dusun Klamongan.

Sementara itu, Kepala Desa Ngasem, Djoko Slamet Hariadi menyampaikan empat orang yang mendapatkan bantuan yakni bapak Mulyono, ibu Mulyorejo, bapak Subur, dan ibu Pareng. Dari keempat nama tersebut kondisinya ada yang sangat memprihatinkan.

Selaku RW setempat, Zaini, mengucapkan banyak terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Karanganyar  dengan respon yang cepat dan tanggap untuk penderita stroke.

Dengan dana bantuan sosial tersebut Pemkab Karanganyar berharap bisa meringankan beban warga yang membutuhkan dan apabila mengetahui warga yang kurang mampu dapat melaporkan langsung ke bagian Satgas tingkat desa.(im/kr)

Read More

Pendidikan Generasi Kids Zaman Now

Pendidikan Generasi  Kids Zaman Now

Oleh Agus Yulianto, S.Pd.I*

 

Setiap generasi memiliki dunianya sendiri. Beragam bentuk hiburan yang menarik hati anak-anak hadir menyeruak ke tengah-tengah kehidupan mereka dengan mudahnya. Memang tidak mudah untuk mengisolasi anak-anak kita dari tontonan semacam itu. Memang seperti inilah salah satu konsekuensi hidup di era pasar bebas dan globalisasi. Kita disuguhi beragam produk-produk menarik yang spektakuler, baik dari dalam maupun luar negeri, ditambah lagi dengan kecanggihan teknologi informasi yang semakin maju dan berkembang pesat. Membuat hal-hal tersebut mudah untuk diakses dan didapatkan.

Di sinilah muncul tantangan pada kita sebagai orang yang peduli akan masa depan anak-anak. Oleh karenanya, kita harus memberdayakan diri untuk menghadapi tantangan di era digital yang memang semakin kompleks. Jangan sampai sebagai orang tua dan pendidik lebih suka menyalahkan anaknya dan orang lain daripada melihat ke dalam diri sendiri?

Memprihatinkan bukan? Sebagai orang tua dan orang dewasa kita harus mewaspadai keberadaan media. Baik buruknya media pada akhirnya kembali pada kita sebagai orang tua dan orang dewasa. Menurut Masruri (2015), berdasarkan laporan konferensi pers Gerakan Nasional Hari Tanpa Televisi tahun 2008 lalu, Anak dan remaja merupakan khalayak khusus yang rentan terhadap pengaruh media. Jangan heran kalau saat ini anak-anak kita mengalami tumbuh kembang yang begitu cepat. Sehingga generasi saat ini mendapatkan label generasai kids zaman now, yakni mengalami perkembangan begitu cepat yang tidak sesuai dengan kapasitas usia mereka. Melihat kenyataan tersebut, kita tentu dihadapkan pada tantangan berat. Saat ini, mau tidak mau, kita dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman yang sesuai dengan dunia mereka. Kita tentunya masih ingat dengan perkataan Sahabat Rosulullah saw, Ali bi Abi Thalib, “Wahai kaum muslim. Didiklah anak-anakmu sesuai zamannya karena mereka hidup bukan di zamanmu.

Generasi kids zaman now merupakan generasi dimana anak-anak  meniru apa yang dilihatnya, baik dalam keseharian maupun di media massa. Medialah yang akhirnya membentuk sebagian kepriadian generasi saat ini. Misal, sebuah tayangan ditelevisi menyajikan adegan-adegan visual dalam program acara, maka dari situlah pada mulanya anak-anak melakukan proses peniruan. Jangan kaget ketika melihat anak-anak sekarang secara penampilan layaknya seperti orang dewasa. Ibarat sebuah bumbu  dalam  masakan yakni ‘micin’. Banyak dijumpai makanan yang mengandung banyak micin menyebabkan kualitas anak zaman sekarang tidak seperti anak-anak zaman dulu.

Lantas bagaimana seharusnya peran kita dalam mendidik generasi yang saat ini lebih dikenal dengan sebutan kids zaman now?

Generasi kids zaman now bukanlah generasi yang suka mendengar ceramah yang berisi nasehat-nasehat. Mereka merupakan generasi yang memiliki sebuah rasa percaya diri tinggi sehingga di dalam dirinya merasa memiliki kemampuan untuk menyelesaikan segala persoalan. Peran kita dalam mendidik generasi kids zaman now antara lain; (1) Ciptakan suasana demokratis;  bersikap otoriter, menganggap diri kita sebagai yang paling tahu dan berpengalaman sehingga mereka tak diperkenankan membantah semua pernyataan, ini adalah sesuatu yang keliru. Jika mereka harus selalu menurut apa pun yang kita katakan, dikhawatirkan tindakan ini bisa menghambat kemandirian dalam diri mereka. Apalagi jika mereka melakukan kesalahan, lantas kita bentak dan kita pukul. Tentu saja tindakan tersebut sangat tidak tepat dan akan merusak mental mereka. Ketika ada suatu permasalahan kita harus bisa menjelaskan sesuai kerangka berfikir mereka ‘apa dan mengapa’ sebabnya. Dengan begitu kita secara tidak langsung telah menumbuhkan sikap demokratis. Agar suasana dialog tercipta  kondusif, maka cobalah bersikap lebih bersahabat dengan mereka. Sikap bersahabat memiliki peran yang sangat besar dalam memengaruhi jiwa anak. (2) Menjadi teladan; keteladanan merupakan salah satu metode yang bagus dalam mendidik anak-anak baik di lingkungan keluarga maupun sekolah. Mereka akan meniru perilaku orang dewasa yang berada didekatnya. Oleh karena itu, keteladanan merupakan media yang paling efektif bagi anak-anak menuju keberhasilannya. Kita harus dapat menjadi figur yang ideal bagi anak-anak, menjadi panutan yang bisa mereka andalkan dalam mengarungi kehidupan ini. Kondisi saat ini anak-anak kehilangan sebuah figur untuk di contoh. Al hasil, mereka mencontoh tokoh-tokoh dalam sebuah film yang sebenanrnya tidak sesuai dengan umur mereka. (3) Beri Pengakuan dan Penghargaan; jangan pernah malu untuk memberikan sebuah pengakuan dan penghargaan yang tulus kepada anak-anak atas tugas-tugas sederhana yang telah mereka kerjakan. Jangan sekali-kali meremehkan hasil kerjaan mereka. Penghargaan awal ini akan memberikan semangat baru dalam kehidupan mereka untuk melakukan tugas-tugas selanjutnya yang lebih besar. (4) Menyamakan Visi; dua kepala sekalipun sedarah sering memiliki isi yang berbeda.  Generasi old  (generasi tua) cenderung menginginkan sesuatu yang nyaman, sebaliknya dengan generasi now (generasi masa kini) zona nyaman sering dianggap bakal membuat hidup berjalan di tempat, kalau tidak malah tertinggal zaman (kuper). Jalan menuju kemajuan menurut generasi zaman now hanya bisa didapat lewat perubahan. Dua visi dari generasi yang berbeda tak mungkin bisa diajak jalan beriringan. Oleh karena itu, menyamakan visi dua generasi sangatlah penting sebelum memulai sebuah pembenahan.

Anak-anak zaman sekarang mengalami tantangan. Mereka menghadapi longsornya wibawa dan runtuhnya norma-norma sosial dalam pergaulan yang membingungkan. Orang tua mengalami tantangan mendidik anak ditengah kecanduan gadget yang meracuni. Pada zaman digital, anak-anak muda disebut generasi alay—-anak layangan atau generasi galau alisa anak baru labil. Mereka tehubung dengan dunia maya secara on line dan  real time. Mereka berteman, bergaul dan membentuk komunitas. Mereka paham betul teknologi informasi berikut para selebritasnya. Itulah generasi kids zaman now.

Oleh karena itu, kita bisa mengambil kesimpulan manusia sesungguhnya memiliki kelemahan, potensi, kecerdasan dan watak yang ketika dibiasakan dengan akhlak yang luhur, disiram dengan pengetahuan, dan ditopang dengan amal shalih, maka ia akan tumbuh dalam kebaikan. Namun, jika dibiarkan kebiasaan tercela pasti akan tumbuh dalam kejelekan  dan kerusakan. Begitulah.

 

Read More
DSC_4768

Ingatkan Pemangku Jabatan Untuk Tulus Mencintai Rakyat

 

Emha Ainun Najib memberikan tauziah pada ribuan jamaah pada acara HUT DPRD Karanganyar ke 67 di halaman wakil rakyat.

KARANGANYAR – 3 Maret 2018

Pemerintah, dewan dan pemangku jabatan diingatkan untuk selalu mencintai rakyat dengan kasih sayang. Sebab jika aparatur daerah sudah mencintai rakyatnya maka tidak akan ada celaka atau keterpukuran ekonomi di semua lapisan. Namun sebaliknya, jika pemangku jabatan sudah egois maka kehancuran yang akan terjadi.

“Kalau pemangku jabatan atau pimpinan sudah mempunyai sifat egois maka akan suka korupsi. Sebab uripe wong egois iku golek bati wae. Proyek iki aku untung piro ya,” ujar Emha Ainun Najib saat mengisi Ngaji Bareng Cak Nun dan Kyai Kanjeng di halaman kantor DPRD Kabupaten Karanganyar dalam rangka puncak hari jadi DPRD ke 67 Sabtu (05/03)

Cak Nun, sapaan akrabnya menambahkan acara malam ini dengan kyai kanjeng juga sebagai mengasah kelembutan hati kita. Mengasah untuk selalu dekat dengan Allah, karena pada hakekatnya semuanya bertasbih. Penyampaian dakwah dengan banyak humor membuat penonton serius menyimak hinggal pukul 24.00. “Prinsipnya kabupaten ini jangan sampai ikut-ikutan Jakarta. Jadilah Karanganyar yang betul betul Karanganyar. Karanganyar yang suka gotong royong,” imbuhnya.

Dia menyinggung tema Ngaji Bareng malam hari itu adalah gotong royong. Menurut dia, gotong royong adalah budaya dan tidak bisa dikaitkan dengan konstitusi. Dia mengingatkan pemimpin dalam suatu pemerintah menomorsatukan cinta kepada rakyat. Dia meyakini bahwa rasa cinta dan kasih sayang menjadi dasar penguatan ekonomi.

Sementara sekretaris DPRD, Sujarwo mengatakan ngaji bareng merupakan puncak hari jadi DPRD ke 67 yang jatuh tanggal 24 Januari. Beberapa rangkaian kegiatan sudah dilaksanakan, diantaranya ziarah, lomba bidang olahraga, band remaja dan puncaknya pengajian bersama cak Nun.

Sementara, ketua DPRD Karanganyar, Sumanto, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dan mendukung kegiatan tersebut. Dia berharap masyarakat jaman sekarang tidak melupakan sejarah. Salah satunya kerukunan yang sudah melekat sejam jaman dahulu. Dia juga mengakui apabila kerja anggota DPRD belum maksimal di mata masyarakat. Anggota dewan dari PDIP itu mengatakan terkait  panggung aspirasi yang sepi pendemo. Padahal panggung tersebut disiapkan untuk memfasilitasi warga masyarakat, organisasi masyarakat, dan pihak-pihak lain yang ingin menyampaikan aspirasi kepada wakil rakyat. Tetapi, Sumanto menuturkan panggung itu belum dipakai untuk menyampaikan aspirasi sejak diresmikan tiga tahun lalu. “Panggung aspirasi DPRD. Silakan digunakan untuk menyampaikan aspirasi. Tiga tahun lalu kami resmikan. Dilengkapi sound system. Malah belum ada demo di sini. Panggung aspirasi cerminan kami terbuka kepada masyarakat.” Tambah Sumanto. (Hr/Ard)

Read More
DSC_3447

Ketua IDI Terpilih Janji Tuntaskan PR

Pelantikan Ketua dan Pengurus IDI Cabang Karanganyar, dihadiri Sekda Karanganyar, Samsi.

Karanganyar, Minggu (04/03/2018)

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Karanganyar terpilih, Nur Hidayat, berjanji untuk menuntaskan “pekerjaan rumah” yang belum selesai di periode jabatan sebelumnya.

Nur hidayat, selaku ketua dan pengurus  IDI cabang Karanganyar yang dilantik kembali dalam dua periode mengatakan akan melanjutkan program-program yang belum terealisasikan di periode pertama.

“Ada beberapa PR untuk IDI umumnya dan IDI Karanganyar khusunya,” kata Nur Hidayat, sesuai pelantikan masa jabatan 2017-2020, di gedung IDI Cabang Karanganyar, Jenglong, Sabtu (04/03) pagi.

Lebih lanjut ia menjelaskan yang pertama mengenai regulasi berkaitan dengan undang-undang baik itu UU kesehatan secara umum, UU praktek kedokteran termasuk soal SIP.

“Kedua tentang kemandirian profesi yang berkaitan dengan kebijakan jaminan nasional yakni bpjs, seringkali terbentur dengan biaya regulasi,” katanya.

Dokter spesialis pendyakit dalam itu juga menuturkan yang ketiga masalah semangat kesejawatan yang saat ini bisa dibilang justru berkurang di era matrealis ini lebih banyak bekerja sendiri lupa dengan kesejawatan. Keempat aspek kesadaran hukum dan perlindungan hukum dan yang terakhir soal gratifikasi yang harus diwaspadai.

Sementara itu Sekretaris Daerah Karanganyar, Samsi, turut menghadiri acara pelantikan tersebut.Ia mengucapkan selamat menjalankan tugas dengan baik kepada ketua dan pengurus baru IDI cabang karanganyar.

“Pemerintah diberi masukan apa yang terkait dengan membackup kesehatan di kabupaten karanganyar, kekurangannya saya tidak ingin hanya satu arus dari pemerintah dan saya juga mempunyai kepentingan lain dalam melayani pemerintah dan masyarakat dengan baik.” jelasnya.

Lebih lanjut ia juga turut prihatin pada aduan pasien yang antri di ruang UGD. Akan tetapi sedikit demi sedikit pemerintah kabupaten Karanganyar sudah luar biasa membantu kebutuhan rumah sakit dengan dana Rp. 100 miliar dengan cara bertahap dariProvinsi yang bisa dimaksimalkan untuk melayani kebutuhan rumah sakit.

Adapun dokter harus tahu hukum. Baik dari sisi praktek yang terkait dengan profesinya apalagi fungsional. Tidak boleh tidak harus paham hukum. Pemerintah menunggukonsep-konsep apa yang nanti akan mempengaruhi atau bermuara dengan kebijakan pemerintah dalam rangka melayani kesehatan masyarakat.

“Mudah-mudahan acara pelantikan hari ini bermuara kepada kiprah dokter se-Karanganyar dan se-Indonesia lebih maju dan lebih kuat dalam membangun Karanganyar.”pungkasnya.(kr/im)

 

Read More
DSC_0048

47 Perusahaan Ramaikan Bursa Kerja

DISKOMINFO

Kepala Disdagnakerkop UKM Waluyo Dwi Basuki menyampaikan sambutan Pjs Bupati di Gedung Plaza Palur, Jumat(2/3).

Karanganyar, Jum’at 2 Februari 2018

Sebanyak 47 Perusahaan bergerak berbagai bidang membuka stand bursa kerja di Palur Plasa 2-3 Maret 2018. Diharapkan dari kegiatan ini dapat menyerap tenaga kerja hingga menekan angka pengangguran.

Bursa kerja dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Karanganyar bekerjasama Kementerian Ketenagakerjaan RI. Dalam pameran ini berbagai perusahaan yang diambil bagian diantaranya bidang Farmasi, Perbankan, Asuransi, Media Elektronik dan Transportasi.

Sambutan Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Karanganyar yang diwakili Kepala Disdagnakerkop UKM Karanganyar, Waluyo Dwi Basuki mengatakan tujuan pamerak kesempatan kerja ini adealah iuntuk mempertemukan secara langsung para pencari kerja  dengan para pengguna kerja atau perusahaan yang diharapkan mampu menyerap angkatn kerja sebanyak-banyaknya sehingga dapat menekan angka pengangguran daerah.

“Menghadapi era pasar bebas dunia, mau tidak mau kita semua harus siap dan terus meningkatkan kualitas diri khususnya kualitas tenga kerja Indonesia,”tandasnya.

Demikian Diskominfo (ft/ind)

Read More
DSC_4287

Toleransi Beragama Untuk Suksesi Pilkada 2018

Pjs Bupati Prijo Anggoro Budi Raharjo saat memberikan sambutan dalam acara Peningkatan Toleransi Umat Beragama

Karanganyar, 1 Maret 2018

Menyambut Pilkada serentak tahun 2018 Kabupaten Karanganyar menyelenggarakan acara peningkatan toleransi umat beragama dalam rangka mensukseskan pilkada damai yang diadakan di Jimbaran Karangpandan, Karanganyar pada Kamis(01/03).

Dalam Laporan panitia penyelenggara, Kepala Badan Kesbangpol Karanganyar, Agus Cipto Waluyo menyampaikan kegiatan silahturahmi umat beragama di Kabupaten Karanganyar.

“Tujuan kegiatan yang diselanggarakan adalah memberikan pemahaman tentang pelaksanaan Pilkada disamping itu juga meningkatkan toleransi antar umat beragama maupun intern umat beragama yang mana toleransi bukan hanya sekedar menghormati tetapi juga memberikan ruang untuk melaksanakan ibadah dengan baik.” Jelasnya.

Kemudian dilanjutkan sambutan Pjs Bupati Karanganyar, Prijo Anggoro Budi Raharjo mengatakan bahwa kerukunan umat antar agama, dimulai dari internal agama harus diawali lebih rukun apapun alirannya dapat membuktikan masyarakat menjadi kondusif.

“Simpul yang punya pengikut saya anggap sangat dominan, sangat berpengaruh. Saya berpesan semoga Pilkada ini berjalan lancar,” tuturnya.

Lebih lanjut ia mengucapkan terimakasih kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam kegiatan yang diadakan tentunya menambah nilai yang sangat berarti.

Sementara itu salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut, Agus Riwanto memaparkan tentang pentingnya toleransi dalam perspektif Pilkada. Ia menyebutkan tiga tantangan pemilu serentak antara lain politik uang, korupsi politik, dan politik identitas SARA. Dalam tujuan diadakannya Pilkada yakni sebagai ruang pertemuan ide dan gagasan tentang pemilihan pemimpin yang membawa perubahan. Pada Pilkada 2018 akan diselenggarakan di 171 daerah yang tersebar di Pulau Jawa, dengan jumlah pemilih mencapai 48,38 persen dari total pemilih tetap pada Pilpres 2014 lalu.

Peserta kegiatan ini meliputi seluruh tokoh agama dan masyarakat kabupaten karanganyar yang terwakili masing-masing kecamatan dan sekaligus Camat, Danramil, Kapolsek dari seluruh Kabupaten Karanganyar yang jumlahnya kurang lebih 200 orang. Terselenggaranya kegiatan ini berdasarkan anggaran pendapatan dan belanja Kabupaten Karanganyar 2018 yang di badan Kesbangpol Karanganyar.

Demikian Diskominfo (Adt/imas/karina)

Read More
DSC_3785

Karanganyar Harus Bebas Korupsi

Pjs Bupati Karanganyar Prijo Anggoro Budi memberikan sambutan pada bimtek E-LHKPN

KARANGANYAR – 27 Februari 2018

Pemerintah Kabupaten Karanganyar akan terus mengawal keterbukaan. Bersama DPRD Karanganyar, eksekutif akan terus menjadikan Karanganyar bebas korupsi.  “Mari kita bersama-sama menyakini bahwa apa yang kita lakukan masih dalam koridor aturan hukum yang ada. Bahwa e-LHKPN  tahun 2017 sudah disampaikan.” papar Pjs Bupati Karanganyar, Prijo Anggoro Budi Rahardjo saat memberikan sambutan dalam bimtek pengisian E-LHKPN di gedung DPRD Karanganyar, Selasa (27/02)

Pemerintah Kabupaten Karanganyar adakan Bimbingan Teknis (Bimtek) E-Filling Aplikasi E-LHKPN. Dalam Bimtek pengisian SPT dalam aplikasi LHKPN tersebut dihadiri oleh Pjs Bupati Karanganyar, pimpinan dan angggota DPRD Karanganyar, anggota divisi Komisi Pemberatasan Korupsi RI, staff ahli, kepala dinas, pimpinan BUMD, camat se-kabupaten Karanganyar dan para peserta bimtek.

Sementara Ketua DPRD, Sumanto menyampaikan pada tahun 2016 mendatangkan KPK datang ke Kabupaten Karanganyar untuk mengisi LHKPN agar penyelenggara harus mengontrol asal-usul harta kekayaan. Sehingga semua orang tahu apa yang dilakukan terhadap asas-asas penyelenggaran pemerintahan yang baik. “Didunia yang sudah global ini kita perlu mengetahui bahwa semua transaksi nantinya dilakukan oleh perbankan,sehingga ini bagian dari supaya kita tidak minder terhadap harta kekayaan kita sendiri.” Tambahnya.

Sementara itu, Perwakilan KPK Wahyudi mengatakan baru pertama kali bisa menghadirkan acara eksekutif dan legislatif secara berdampingan dalam pengisian LHKPN. Harapan kedepan dapat terjalin dengan baik hubungan baik tersebut. Kasus korupsi yang mencuat di Indonesia sudah menimbulkan kerugian negara Rp 203,9 triliun estimasi yang dikorupsi. Dana tersebut yang berhasil dikembalikan pada negara sejumlah Rp 21,26 triliun. “Saya juga mengingatkan bahaya gravitasi. Sebab awalnya tidak terasa namun gravitasi ini lama-lama besar. Misalnya pertama makan, dan lama-lama menjadi besar,” imbuh Wahyudi. (hr/Imas/Karina)

Read More