Category: Berita

DSC_7497

163 Mahasiswa Univet Bantara Ditarik Dari Lokasi KKN

Diskominfo

Sekda Karanganyar Drs.Samsi.Msi dalam hal ini mewakili PJS Bupati Karanganyar menghadiri penarikan Mahasiswa KKN dari Univet Bantara Sukoharjo di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar ( Kamis, 04/04 )

Karanganyar, Kamis 5 April 2018

Sebanyak 163 Mahasiswa KKN Univet Bantara Sukoharjo yang tersebar di beberapa desa antara lain 10 desa di Kecamatan Tawangmangu dan 5  desa di Kecamatan Jatiyoso secara resmi ditarik pihak kampus Univet Bantara Sukoharjo yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (05/04).

Dalam acara tersebut, Pjs Bupati yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Karanganyar, Samsi, mengapresiasi telah dilaksanakan KKN seluruh mahasiswa Univet Bantara Sukoharjo yang telah mengabdi selama dua bulan di Bumi Intanpari.

“KKN ini benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat Karanganyar untuk mengasah skill, terlebih soal makanan untuk wisata agar bisa dijadikan suatu icon Karanganyar yang booming” Ujarnya.

Hal ini bisa dijadikan kerjasama antara kampus Univet Bantara dengan Pemerintah Karanganyar untuk bisa dilanjutkan tidak hanya saat KKN. Dalam pengertian terdapat 3 domain yang pertama diinginkan oleh pembeli, yang kedua produsennya untung dan selanjutnya penjual juga diuntungkan. Lebih lanjut ia mengatakan mahasiswa KKN dianggap serba bisa oleh masyarakat maka dari itu mahasiswa harus tanggap dan kreatif terhadap masyarakat.

Sementara itu, Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof.Dr. Ali Mursid WM, M.P, mengatakan mahasiswa KKN memberikan manfaat kepada masyarakat dalam mengembangkan desa antara lain terus bersama masyarakat dalam menggali potensi, merancang program harus ada kesepakatan antara mahasiswa dan masyarakat kemudian program tersebut memberikan dampak terbesarnya di masyarakat.

“KKN Univet Bantara Sukoharjo harus bertanggung jawab dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan,” tuturnya.

Disamping itu, ia juga mengatakan pelayanan dari Pemerintah Karanganyar sangat total dalam artian fullteam dari tingkat RT sampai  Bupati dalam artian semua memperhatikan. Harapan kedepan dapat membawa manfaat untuk Kabupaten Karanganyar dan Univet Bantara Sukoharjo.

Selanjutnya, Sekretaris Daerah Karanganyar bersama Rektor Univet Bantara Sukoharjo dan rombongan berkesempatan untuk melihat berbagai stand hasil kreasi dan inovasi mahasiswa KKN mahasiwa Univet Bantara, mulai dari kuliner produk lokal, kerajinan tangan sampai penemuan baru produk yang bisa diolah.

Demikian Diskominfo ( Ard/Imas/Karin )

Read More
KOMINFO

TMMD Ciptakan Desa Maju, Cerdas dan Sejahtera

Pemukulan kentongan oleh Plt Asisten Ekbang Provinsi Jawa Tengah, Peni Rahayu sebagai tanda dimulainya TMMD Reguler 101 di Desa Karang, Karangpandan (4/4)

Karanganyar, Rabu 4 April 2018.

Pembukaan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) Reguler Ke 101 Sengkuyung I TA 2018 KODIM 0727/Karanganyar bertemakan TNI Manunggal Rakyat Membangun Karakter Dan Kemandirian Bangsa berlangsung di Lapangan Desa Karang, Karangpandan Kabupaten Karanganyar, Rabu (4/04).

Program bakti TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-101 Reguler menyasar sejumlah pekerjaan fisik dan nonfisik. Pekerjaan fisik tersebut di antara pemasangan besi wiremesh dan mengecor jalan setapak penghubung antardusun, yakni Dusun Karangwetan dengan Mroto, Desa Karang. Panjang jalan 1.350 meter, lebar 2,5 meter, dan tebal 12 sentimeter. Desa Karang Karangpadan Kabupaten Karanganyar dipilih sebagai daerah operasi dikarenakan pertama kondisi jalan tanah rusak terjal dan sebagian tergerus air hujan yang membahayakan pengguna jalan, kedua merupakan jalan paling strategis penghubung daerah sekitar, yang ketiga arus komunikasi perhubungan kurang lancar. TMMD Reguler Ke 101 ini dijadwalkan berlangsung selama 30 hari terhitung mulai 4 April sampai dengan 3 Mei 2018 selama 30 hari.

TMMD mendapat kucuran dana  mencapai 1,6 miliar untuk Desa Karang Karangpandan. Dengan rincian dari APBN Rp337,9 juta, APBD Provinsi Jawa Tengah Rp160 juta, APBD Kabupaten Karanganyar Rp900 juta, dan swasaya masyarakat Rp166 juta.

Sementara itu, Plt Gubernur Jawa Tengah yang diwakili oleh Plt Asisten Ekbang Provinsi Jawa Tengah, Peni Rahayu, mengatakan program TMMD lintas sektoral yang melibatkan TNI, Kementerian. Lembaga Pemerintah Non Kementerian dan Pemerintah Daerah serta segenap lapisan masyarakat, melalui TMMD Reguler 101 dan sengkuyung tahap I inilah cara mengikat kebersamaan gotong royong untuk mengatasi persoalan kebangsaan. Sinergitas Program Kementerian Dikbud RI dengan program TMMD Tahap I yang siap disinergikan meliputi pemberantasan buta aksara, PAUD, pendidikan karakter termasuk pendidikan keluarga, pendidikan ketrampilan, dan pendidikan kesetaraan yang berbasis desa.

“kita ingin seluruh desa di Jawa Tengah semakin maju dan mandiri, kehidupan rakyat sejahtera mengenai aksesbilitas mobilitas orang dan barang serta sarana prasarana yang membaik. Tak lupa juga kualitas yang mumpuni sebagai modal dasar dalam membangun desa,” jelasnya. Demikan DISKOMINFO(yg/ims/krn)

Read More

Panwaslu Buka Posko Aduan DPS

Pjs Bupati Karanganyar, Prijo Anggoro Budi Rahardjo saat memberikan sambutan.

Karanganyar, Rabu (04/04/2018)

Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Karanganyar membuka Poko Aduan bagi warga yang memiliki hak suara tetapi  belum terdaftar di Daftar Pemilih Sementara (DPS).

177 posko aduan tersebut berada di Desa dan Kelurahan serta terdapat pula 17 Kecamatan di Kabupaten Karanganyar.

Ketua Bawaslu Jawa Tengah,  M.Fajar S.A.K. Arif mengatakan, pengawasan partisipatif berasal dari warga, karena Pilkada ini adalah urusan semua masyarakat yang hasilnya memilih pemimpin dan memimpin, Selasa (03/04) malam, di Hotel Taman Sari, Karanganyar.

Dengan ada Posko Aduan ini warga yang mempunyai hak pilih tapi belum terdaftar, atau terdaftar tapi tidak mempunyai hak pilih bisa diadukan ke posko aduan dan akan diteruskan ke KPU untuk dilakukan perbaikan data.

“Sifanya laporan dari masyarakat. Harapannya setiap pemilih adalah pengawas pemilih, meinimal mengawasi suara sendiri di TPS masing-masing,” kata Ketua Bawaslu Jawa Tengah,  M. Fajar S.A.K. Arif.     

Terkait dengan Sosialisasi Pengawasan Partisipasif Berbasis Seni dan Budaya, dia sangat mengapresiasi, bahkan pernah digagas hal yang sama di Candi Borobudur, saat launching Pengawasan Pilgub Jateng Tahun 2018.

Lebih lanjut dia mengatakan, memang semangat yang dikembangkan adalah bagaimana politik yang dibangun tidak hanya memeproleh kekeuasaan tetapi melalui seni meraih kekuasaan.

“Kita ingin memperoleh kekuasaan melalui pilkada yang bermartabat, jadi bukan asal menang namun menang yang berbudaya,” katanya.

Pjs Bupati Karanganyar, Prijo Anggoro Budi Rahardjo, mengatakan dengan hadirnya di acara tersebut menandakan Pemerintah Kabupaten Karanganyar hadir bersinergi dengan Panwaslu Karanganyar.

“Pada kesempatan ini meminta kepada Pasangan Calon,  jangan geret kami pada area-area yang dilarang pada pilkada,” katanya.

Diakhir acara terdapat pentas Pagelaran Multimedia Seni dengan judul Gurit Pritgantil Kidung Pemilu, karya Kustawa Esye. (pd)

Read More
DSC_7234

Kepedulian Pemkab Terhadap Perkumpulan dan Penyandang Autisme

Kadinkes Cucuk Heru Kusumo menyerahkan bantuan kepada Ketua Panitia JCI

Karanganyar, 1 April 2018

Dalam memperingati hari autis sedunia yang jatuh pada setiap tanggal 2 April merupakan yang ke 10 sejak dideklarasikan oleh PBB tahun 2008. Pertemuan penderita autis/anak berkeburtuhan khusus yang berlangsung di Palur Plaza Mall Karanganyar, Minggu (01/04).

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Karanganyar, perwakilan Kabag Kesra, perwakilan Diskominfo Karanganyar, peserta SLB se-Soloraya dan para orang tua.

Dalam sambutan Pjs Bupati Karanganyar yang diwakili oleh Ka Dinas Kesehatan Karanganyar, Cucuk Heru Kusumo, memberikan apresiasi kepada seluruh pengasuh, orang tua penderita autis, guru SLB serta lembaga yang berkontribusi JCI selaku penyelenggara yang telah menyelenggarakan Family Gathering for Autism 2018 yang bertajuk pensi dan kreatifitas anak berkebutuhan khusus. Namun jumlah autis di indonesia setiap tahunnya meningkat yang dapat dilihat dari tempat terapi dan sekolah autis yang mengalami peningkatan pada jumlah siswanya.

“Penyandang autis apabila terarahkan akan menjadi sesuatu yang dapat dibanggakan, kepada semua orang tua yang memiliki anak penderita autis jangan berkecil hati dan jangan anggap sebagai aib tapi beranggaplah ini adalah anugerah Tuhan sesungguhnya dibalik kekurangan ada kelebihan tersendiri dan autis harus dirangkul bukan dijauhi”.jelasnya.

Lebih lanjut ia berharap melalui gathering family of autism dapat meningkatkan kepedulian masyarakat kepada penderita autis dan dapat meningkatkan silaturahmi bersama.

Sementara itu, Etik, selaku Ketua Panitia mengatakan terimakasih kepada pihak yang telah membantu sehingga acara bisa terselenggara lancar. Kegiatan ini juga memperlihatkan kepada masyarakat bahwa kekurangan yang diperhatikan dan dibina secara baik akan menjadikan sebuah kelebihan, pungkasnya.

Demikian Diskominfo (Adt/ims/rin)

Read More
DSC_5186

Tim Gabungan Sidak Produk Ikan Kaleng

Pjs Bupati Karanganyar, Prijo Anggoro Budi Rahardjo melihat produk ikan kaleng saat saat sidak di salah satu supermarket.

Karanganyar, Selasa (03/04/2018)

Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Karanganyar, Prijo Anggoro Budi Rahardjo melakukan inspeksi mendadak (sidak) dengan Wakapolres Karanganyar, Kompol Dyah  Wuryaning Hapsari di sejumlah supermarket di Kabupaten Karanganyar.

Dalam sidak tersebut Pemkab Karanganyar juga melibatkan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Semarang untuk melihat langsung apakah terdapat parasit cacing di produk  ikan kaleng, Selasa (03/04) pagi.

Reni Hapsari dari staf pemeriksaan BPOM Semarang menunturkan terdapat sebanyak 541 merek ikan kaleng yang beredar di Indonesia yang sudah dilakukan uji balai pom di seluruh Indonesia.

“Ada 27 produk dinyatakan positif mengadung parasit cacing, dengan rincian 16 dari import dan 11 dalam negeri. Dari luar negeri yang masuk dalam list kami, sudah tidak boleh masuk ke Indonesia,” kata Reni Hapsari.

Reni pada pada kesempatan itu juga mengatakan pihaknya tetap melakukan pengawasan produk import yang termasuk yang ada di list badan pom sudah tidak boleh masuk ke Indonesia.

“Untuk produk dalam negeri tetap melakukan pengawasan audit komperehensif terhadap pabrik-pabrik di Indonesia,” katanya.

Hasil sidak hari ini di dua tempat, dengan mengambil masing-masing tiga sampel yang masuk daftar balai pom dengan jenis makanan ikan kaleng, saat sidak tidak menemukan yang mengandung parasit cacing ikan.

“Ini tadi diambil sampel sarden, tapi tidak menuntup kemungkinan ada parasit cacing, tetapi hasilnya setelah dibuka kemasan dan di cek ternyata tidak ada,” katanya disela-sela sidak di kawasan Dagen.

Ditempat kawasan Palur, tim sidak menemukan makanan produk makarel yang dinyatakan ditarik badan pom, tetapi setelah di cek tidak mengandung parasit cacing.

“Dari mungkin 1000 bahan baku, tidak semua ikan mengandung cacing, namun baiknya satu kode produksi di tarik semuanya untuk meminimalkan resiko,” katanya.

Sementara itu, seusai sidak Pjs Bupati Karanganyar, mengatakan Pemkab Karanganyar dengan instansi terkait perlu hadir biar masarakat nyaman dan ternyata hasilnya tidak ada masalah.

“Terkait dengan sikap pemerintah daerah di tingkat pelaksanaan ada tim pemantau seperti Satgas Pangan. Pengawasan terus menerus dilakukan agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat,” kata Prijo Anggoro Budi Rahardjo.

Prijo juga mengapresiasi petugas supermarket yang mau menunjukan gudang penyimpanan produk sudah ditarik tidak dijual. Dia juga berharap pelayanan dari supermarket tetap dijaga kejujuran dan kebersihannya. (pd)

Read More
DSC_7271

Pemkab Sosialisasikan Pemasangan Tapping Box

Sosialisasi Taping Box untuk pajak hotel, restoran dan hiburan di Hotel Lor In Colomadu Karanganyar

KARANGANYAR, Selasa 3 April 2018

Genjot Pendapatan Asli Daerah (PAD), Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Karanganyar bakal segera memasang terminal monitoring device (tappingbox) di Hotel, Restoran dan Hiburan di bumi intanpari. Pemasangan itu diharapkan dapat diketahui secara pasti pendapatan dari Hotel, Restoran dan Hiburan terkait pajaknya.

“Perlu kesadaran bagi yang punya usaha supaya memenuhi pajaknya. Jangan sampai omsetnya Rp 10 juta, misalnya tapi hanya dikatakan Rp 1 juta. Hari ini kami akan melakukan sosialisasi pemasangan terminal monitoring device (Tappingbox) pada wajib pajak Hotel, Restoran dan Hiburan di Karanganyar,” papar Kepala BKD Karanganyar, Sumarno.

Dia menambahkan saat ini sedang dilakukan pemeriksaan oleh BPK. Pihaknya berharap laporan keuangan tahun Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) seperti tahun-tahun sebelumnya. Dalam pengelolaan yang cukup bagus tersebut, Pemkab Karanganyar ini mendapatkan Dana Insentif Daerah (DID) oleh pemerintah pusat. Tahun 2

Peserta dari pengusaha Hotel, Restoran dan Hiburan di Karanganyar mengikuti seksama sosialisasi tapping box

015 Karanganyar menerima DID Rp 5 miliar, tahun 2015 mendapatkan DID Rp 48 miliar dan pada tahun 2016 menerima DID Rp 68,2 miliar. “DID ini diberikan pemerintah pusat karena Kabupaten Karanganyar bisa meningkatkan PAD. Selain PAD unsur penilaian untuk mendapatkan DID adalah APBD tepat Waktu dan laporan Keuangan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” imbuhnya.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Karanganyar, Samsi mewakili Pjs Bupati Karanganyar, mengatakan seiring tantangan untuk PAD harus diupayakan secara maksimal dengan adanya kemajuan teknologi. Apalagi saat ini informasi dan transaksi sudah banyak yang online. Pihaknya berharap pemasangan tappingbox dibeberapa obyek pajak yang sudah ditunjuk berdasarkan cek lokasi dan pemeriksaan omset akan berjalan dengan baik dan lancer. Mengingat pemasangan tappingbox bertujuan untuk mewujudkan transaksi asas efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan pajak guna meningkatkan PAD di sektor pajak daerah.“Ini merupakan tuntutan jaman, kapanpun kita akan menggunakan alat seperti ini dan kami berkerja sama dengan bank Jateng sebagian di Anggarkan melalui APBD”, tuturnya. (hr/Imas/Karin)

Read More
WhatsApp Image 2018-04-03 at 2.11.25 PM

Buka Akses Jalan Untuk Angkut Hasil Bumi

 

Kodim 0727, Letkol Inf Muhammad Ibrahim Mukhtar memberikan penjelasan tentang TMMD

KARANGANYAR- 03 Maret 2018

Warga Desa Karang, Kecamatan Karangpandan bakal tersenyum lega. Pasalnya jalan desa untuk mengangkut hasil bumi dari Desa Karang yang selama ini hanya jalan setapak bakal dibetonisasi. Program betonisasi tersebut bakal dilakukan oleh TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke 1001 di Desa Karang, Kecamatan Karangpandan.

                “Selama ini para petani selalu berputar jika akan mengangkut hasil pertanian. Dengan adanya jalan tersebut maka petani akan lebih cepat dan mudah untuk mengakut hasil pertanian,” papar Komandan Kodim 0727, Letkol Inf Muhammad Ibrahim Mukhtar Maksum saat coffee morning kamis lalu (27/03)

                Dia menambahkan dalam program TMMD ke 1001 kali ini dilakukan betonisasi jalan seluas 1.375 meter dengan lebar 2,5 meter dan ketebalan 2 meter. Termasuk tiga gorong-gorong dan 12 talud. Selain itu, Dandim mengatakan juga merehab RTRH sebanyak 10 unit. Untuk alokasi anggaran tersebut ada tiga sumber dana. “Pertama dari APBN , APBD Propinsi dan APBD Karanganyar. Untuk betonisasi Rp 800 juta dan untuk RTRH Rp 100 juta,” imbuhnya.

                Selain itu, Dandim Letkol Inf Mukhtar mengatakan juga ada lomba jurnalistik. Lomba tersebut terkait dengan pemberitaan-pemberitaan TMMD. Hasil reportase dari teman-teman wartawan akan dibawa ke Jakarta untuk diseleksi di Mabes TNI. Jika nanti menang atau berhasil karena tulisan tersebut maka akan mendapatkan hadiah. (her)

Read More
DSC_3664

SETIAP HARINYA PENGUMPULAN DANA ZIS MENINGKAT

DISKOMINFO

Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar, Samsi menyampaikan sambutan PJS Bupati Karanganyar dalam acara Sarasehan Baznas di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (29/3).

Karanganyar, Kamis (29 Maret 2018)

Kegiatan sarasehan setiap bulannya diadakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Karanganyar yang diselenggarakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Kamis (29/03). Yang dihadiri oleh pengurus Baznas Kabupaten Karanganyar serta para pejabat dan tokoh agama.

Dalam kesempatan tersebut Ketua Baznas, Sugiarso, menyampaikan bahwa Baznas dari hari ke hari mengalami peningkatan yang ditandai dengan capaian perolehan yang semakin tinggi tiap bulannya. Pada bulan Februari lalu Baznas Provinsi Jawa Tengah melakukan rapat kerja dengan tema “Meningkatkan Kesadaran Berzakat”. Tapi alhamdulillah Karanganyar sudah bion melampaui kesadaran itu karena capaiannya lebih mantap dan makin mantap. Dan pada tanggal 21-23 Maret kemarin Baznas Nasional Pusat melakukan rapat kerja di Denpasar tidak lagi untuk penyadaran berzakat tetapi penguatan dan pengelolaan zakat lebih berdaya untuk menanggulangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di indonesia.

Sementara itu Pjs Bupati Karanganyar yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Karanganyar Samsi, menyambut baik sarasehan yang diselenggarakan Baznas secara rutin setiap bulannya. Beliau juga menyampaikan bahwa bulan depan ada launching pelayanan poliklinik gigi yang diadakan setiap hari selasa dan jumat pada bulan April dari pada panjenengan di puskesmas tidak bertemu dokter nanti disini ada dokternya.

Demikian selamat mengikuti sarasehan Baznas mudah-mudahan bermanfaat dan mendapatkan ridho dari Alloh SWT, pahalanya lebih banyak amal panjenengan banyak nanti kita disurga sama-sama menikmati infaq dan kebaikan panjenengan semua di dunia,”diakhir sambutannya.

Acara selanjutnya dilanjutkan tausiyah oleh Drs. H. Sutrisno Yusuf,M.Si dari Pondok Pesantren Gunung Jati Kismantoro Wonogiri.

(Demikian Diskominfo ft/im)

Read More
WhatsApp Image 2018-04-02 at 10.40.08 AM (2)

Idrus : Sekarang Beras Restra Tidak Ditebus

Mensos Indrus Marham meninjau sejumlah makanan khas milik perajin makanan di Karanganyar

KARANGANYAR – 31 Maret 2018

Menteri Sosial Indrus Marham membagikan 1000 beras kepada keluarga sejahtera (Rastra) di Desa Kebak, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar.  Mantan sekjen Golkar tersebut pingin juga memastikan jika bantuan beras 10 kg tersebut tidak lagi membayar. Jika memang ada oknum yang menarik biaya, Idrus meminta hal itu dilaporkan ke sekda terlebih dahulu.

“Bantuan beras rastra sudah tidak perlu membayar seperti dahulu. Jika ada oknum minta uang atau macam-macam, laporkan ke sekda dan jika perlu ke polisi untuk diambil tindakan yang tegas,” papar Idrus Marhan dihadapan ribuan penerima rastra yang langsung disambut dengan tepuk tangan.

Dia menambahkan sesuai arahan Presiden Jokowi, untuk mengurusi rakyat miskin dan penyandang disalibitas tidak mengenal hari libur. Sekaligus pihaknya akan berkeliling ke Indonesia, guna memastikan bantuan itu tepat sasaran. Ke depan, pihaknya juga akan membantu dan mengusulkan tambahaan dana pada anggaran untuk mengurangi kemiskinan. Selain itu, Idrus juga memberikan bantuan kepada 21 penyandang disabilitas di Karanganyar. Tidak tanggung-tanggung, bantuan mencapai Rp 133.100.000. “Untuk penanggulangan kemiskinan, bencana dan kemanusian harus ditangani secara gotong royong. Tidak boleh sendiri-sendiri, dari mulai RT sampai Presiden harus ditangani secara bersama,” imbuhnya.

Menyinggung soal data, Idrus menambahkan data yang dipergunakan bantuan rastra tahun 2018 berasal dari data BPS tahun 2015. Pihaknya meminta Pemda untuk melakukan pemutakhiran data untuk melakukan validasi. Meski demikian, pihaknya menyakini bahwa data yang digunakan saat ini 95 persen benar. Sedangkan lima persen terjadi karena fluktuatif. Misalnya dahulu tidak menerima karena di PHK masuk ke dalam penerima rastra dan demikian sebaliknya.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Samsi menambahkan menyambut baik pembagian beras kepada rastra tersebut. Pihaknya jyga mengatakan bahwa Karanganyar sudah bebas buang air sembarangan. Hal itu juga sudah dideklarasikan tahun 2017 bulan Desember lalu. “Program pak bupati juga telah menganggarkan Rp 300 ribu untuk lansia per tahun,” imbuhnya.

Kepala Dinas  Sosial, Agus Heri Bindarto mengatakan tahun ini juga ada pemberian bantuan hibah untuk tunaa daksa dan tunanetra. Bantuan tersebut berupa alat-alat kerja untuk membantu mereka bekerja. Klau tunentra alat-alat pijat, jika tuna daksa diberikan bantuan untuk usaha. Menyinggung soal bantuan rastra, Heri mengatakan rastra di Karanganyar jumlahnya 56.802. Sedangkan data di Karanganyar 71.747. “Semua bantuan dari pusat dan jatahnya memang baru 50 persen. Kemungkinan tahun 2019 akan ditambah,” imbuhnya. (hr)

Read More
DSC_3538

Sekda : Yang Punya NIP Tidak Boleh Kampanye

Dharma Wanita outbound di tubing Kali Puncung Ngargoyoso (23/03).

 

KARANGANYAR – 23 Maret 2018

Sekretaris Daerah (Sekda) Drs Samsi, M.Si mewanti wanti PNS atau yang mempunyai NIP tidak boleh kampanye. Hal itu diutarakan dihadapan puluhan ibu-ibu darma wanita di lingkungan Kantor Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar. Sebab saat ini sudah ada 2 PNS, 1 perangkat desa dan 1 THL dilaporkan karena terindikasi berkampanye.

            “Saya berharap yang hadir hari ini tidak usah ikut berkampanye. Saya tekankan bagi mereka yang mempunyai NIP atau ASN,” papar Samsi dalam pertemuan Darma Wanita Sekda Kabupaten Karanganyar di resto Kemuning, Ngargoyoso, (23/03)

            Menurut Sekda permasalahan PNS itu ada dua. Satu dicari debt colletor karena mempunyai utang yang belum terselesaikan dan kedua di cari Wanita bagi pria atau sebaliknya. Dua hal ini membuat PNS sering ilang atau tidak berada di kantor. Jika berturut-turut selama 35 hari maka NIP bisa hilang.  “Sukses untuk Dharma Wanita ini dan semoga terus berjalan,” imbuhnya.

Acara Dharma Wanita  dilanjutkan dengan outbound di tubing Kali Puncung dekat dengan lokasi Pertemuan. Demikian  Diskominfo (karina/imas)

Read More