Category: Berita

WhatsApp Image 2019-05-02 at 3.03.14 PM (1)

Presiden Resmikan Waduk Gondang

Presiden Joko Widodo , Menteri PUPR Basuki Hadimulyo, Wakil Gubernur, Tay Yasin, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati memencet tombol secara bersama-sama tanda diresmikannya waduk Gondang

Karanganyar, 02 Mei 2019

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo meresmikan waduk Gondang, yang berada di Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo Karanganyar, Kamis (2/5). Didampingi Menteri PUPR, Basuki Hadimulyo, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, Bupati Karanganyar, Juliyatmono, Bupati Sragen, Kusdinar Yuni Untung Sukowati, serta sejumlah pejabat di wilayah Surakarta. Peresmian itu ditandai dengan penutupan pintu air sehingga air bisa terkumpul.

“Bendungan ini akan mengairi sawah seluas 4.680 hektar, baik yang ada di Sragen maupun dan Karanganyar. Ke depan, bendungan ini juga sangat bagus untuk wisata. Saya harap ini berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di Karanganyar dan sekitarnya, ” ungkap Jokowi usai meresmikan waduk seluas 96,23 hektar.

Usai meresmikan, Presiden melihat langsung lokasi. Dilanjutnya dengan menurunkan penutup air. Presiden berharap dengan hadirnya waduk ini, petani yang biasa panen satu atau dua kali, bisa melakukan panen sampai tiga kali. Pihaknya juga terus membuat waduk di beberapa lokasi agar pertanian bisa panen satu tahun 3 kali.

Sementara itu, bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengucapkan terima kasih kepada presiden dengan pembuatan waduk gondang tersebut. Sebab hal ini akan memicu sektor pariwisata di Karanganyar. Dahulu tahun 2014 diletakkkan batu pertama dan kini diresmikan oleh Presiden di Tahun 2019. “Saya yakin kesejahteraan rakyat akan meningkat. Indek pembanguann manusia 75,22 persen,  Pertumbuhan ekonomi mencapai 55,6 prsen, inflasi, 2.40 persen dan angka kemiskinan turun menjadi 10 persen,” imbuhnya.

Tidak lama lagi, menurut Juliyatmono juga akan dibangun waduk di Tlobo jatisyoso. Khusus untuk waduk Tlobo 100 persen mengalir ke wilayah Karanganyar. Saat ini Karanganyar sudah surplus 198.660 ton beras. Dengan adanya waduk maka surplus beras akan bertambah.(hr/adt)

Read More
20190430_091511

LOMBA MELUKIS DALAM RANGKA HARDIKNAS KABUPATEN KARANGANYAR

Diskominfo

peserta lomba melukis telah memadati Gor RM Said Karanganyar

Karanganyar – Sekitar 950 peserta didik usia 4-6 tahun berlomba menggambar bebas dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di GOR RM Said Karanganyar, Selasa (30/4).

Lomba ini sekaligus menakar bakat seni ratusan pelajar.
“Tiap TK mengirim dua anak. Harapannya ada 1.000 lebih peserta. Namun di registrasi 950 anak dari 555 sekolah TK di Karanganyar,” kata Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Karanganyar, Siti Amanah.

Panitia sengaja membebaskan kreativitas anak dengan hanya membagikan kertas kosong. Peserta dipersilakan menorehkan bentuk dua dimensi di bidang gambar. Peralatan pribadi seperti pensil dan krayon atau spidol, akan membantunya mempercantik gambaran.
“Durasi 1,5 jam. Yang penting berani dan mandiri. Sedangkan untuk penilaian, ide gagasan, keindahan keserasian, komposisi warna dan sebagainya,” katanya.

Sebanyak enam peserta didik TK meraih juara. Mereka adalah peraih juara 1-3 berturut-turut, Bilqis dari TK ABA Nangsri kebakramat, Shofiatu Ulya dari TK MTS Ngadirejo Mojogedang, Raihan Alvino Muhlisin dari TK ABC Jumantono. Kemudian juara harapan 1 Danis Ahza dari TK Al Fatah Kray, harapan 2 Zelena dari TK 01 Karanglo Tawangmangu, serta harapan 3 Kinara dari TK Kemala Bayangkari Karanganyar.

“Itu hasil obyektif. Penilainya diluar guru sekolahnya peserta. Enggak ada pemenang langganan juga. Panitia berkeliling untuk memastikan penilaiannya adil,” kata Ketua (IGTKI) Karanganyar, Siti Amanah.
Juara I lomba berhak menerima Rp 350 ribu, juara II Rp 250 ribu, juara III Rp 200 ribu. Mereka juga mendapat tropi dan bingkisan, termasuk juara harapan. (Ina/An)

 

 

Read More
WhatsApp Image 2019-05-01 at 10.03.49 AM (1)

Peringati Hari Buruh, Pemkab Dan Organisasi Buruh Gelar Panggung Gembira

 

Bupati Karanganyar, Juliyatmono meminta para buruh untuk selalu bergembira dan berpikir positif, supaya hasil pekerjaan dapat maksimal. Pesan itu disampaikan dalam peringatan hari buruh internasional di Lapangan RM Said, Rabu (01/05)

Karanganyar – Memperingati hari buruh internasional pada tanggal 1 Mei, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar dan Organisasi Buruh gelar senam bersama dan panggung gembira. Pemkab mengajak para pekerja untuk selalu bergembira didalam bekerja. Hati yang gembira akan membuat pekerjaan menjadi mudah dan ringan.

“Di hari buruh ini, para pekerja harus selalu berpikir positif karena energi positif akan menghasilkan hasil pekerjaan yang maksimal. Buruh harus juga selalu gembira,” ujar Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan sambutan di hari buruh internasional di lapangan Raden Mas Said, Karanganyar, Jawa Tengah Rabu (01/05)

Organisasi buruh yang hadir pada saat itu adalah Serikat Pekerja Nasional (SPN), Forum Komunikasi Serikat Buruh Karanganyar (FKSBK), Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI),  Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI),  Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan (FSPKep). Sedangkan dari Pemkab Karanganyar hadir Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda). Pada kesempatan itu, Bupati Karanganyar menyanyikan lagu sawangen dan kerinduan. Sontak ratusan pekerja pun ikut bergoyang. “Pokoknya buruh harus senang,” imbuhnya.

Tidak ketinggalan, Wakil Bupati Karanganyar Rober Cristanto juga menyanyikan lagu sewu kutho milik Didik Kempot. Di sela-sela itu juga ada doorprize dari panitia untuk para buruh. Hadiah utama 1 sepeda motor dan lima sepeda onthel. (hr)

Read More
WhatsApp Image 2019-04-30 at 2.38.10 PM

Tradisi Dhukutan, Bentuk Kerukunan Yang Kini Jadi Objek Wisata

 

Ritual lempar nasi jagung menjadi puncak ritual Dhukutan di Desa Nglurah, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, Selasa (30/04)

 

KARANGANYAR – 30 April 2019

Ritual tradisional Dhukutan di Kampung Nglurah, Desa Nglurah, Kecamatan Tawangmangu kini telah menjadi ‘jujugan’ wisatawan. Dahulu Dhukutan digelar untuk merukunkan warga karena sering tawuran atau berkelahi antara dusun Nglurah Lor dan Nglurah Kidul. Kini prosesi ritual Dhukutan sebagai simbol bahwa kedua desa telah kembali rukun dan membangun kebersamaan.

“Ritual Dhukutan ini simbol pemersatu antara kedua dusun. Kedua dusun sudah tidak ada dendam dan hidup saling rukun,” papar Koordinator Lingkungan (korling) Nglurah, Ismanto Hartono kepada infopublik, Selasa (30/04).

Ritual dhukutan dimulai dengan makanan dari nasi jagung didoaakan bersama. Usai didoakan, kemudian para pemuda yang membawa nasi jagung tersebut berputar-putar keliling desa. Kemudian melempar nasi jagung tersebut kepada orang yang ditemuinya. Namun akibat pelemparan tersebut tidak ada warga yang marah atau dendam. “Upacara trdiasi ini dilakukan setiap 7 bulan sekali. Alhamdulillah, setiap ritual tradisi dilakukan masyarakat dari berbagai daerah datang untuk menyaksikan acara tersebut,” imbuhnya.

Dia menambahkan tradisi dhukutan saat ini ditambahi berbagai seni dari masing-masing warga. Mulai dari seni pertunjukkan reog, pakaian tradisional dan tarian. Menurut Ismanto tradisi dhukutan sudah dilakukan secara turun-temurun dari nenek moyang warga desa setempat. (hr/tgr)

Read More

KPUD Karanganyar Selenggarakan Pleno Rekapitulasi Suara Pemilu Selama Dua Hari

Karanganyar, Selasa 30 April 2014

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Karanganyar menggelar rapat pleno rekapitulasi suara Pemilu 2019 di Gedung DPRD Karanganyar, Selasa (30/4).

Berbeda dengan sebelumnya pelaksanaan pleno diselenggarakan selama dua hari mengingat gelaran Pemilu kali ini merupakan Pilpres dan Pileg secara bersamaan.

Ketua KPUD Karanganyar Triastuti Wulandari menyatakan pelaksanaan Pemilu berjalan dengan lancar di Kabupaten Karanganyar. Tahap demi tahap rekapitulasi telah dilaksanakan mulai dari tingkat tempat pemungutan suara hingga kecamatan. Pihaknya pun mengatakan KPUD selalu terbuka akan hasil data yang masuk ke KPUD.

“Silakan terus memantau tahapan proses Pemilu hingga rekapitulasi. Kami akan selalu terbuka,”katanya.

Pihaknya pun menyampaikan terima kasih kepada semua pihak atas berlangsungnya pesta demokrasi dengan lancar dan damai di Kabupaten Karanganyar, termasuk para petugas penyelenggara Pemilu yang meninggal ketika mengawal proses Pemilu.

“Terima kasih kepada semua pihak. Untuk para penyelenggara Pemilu yang meninggal dunia kami turut berduka yang sedalam-dalamnya,”katanya.

Sementara itu Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengapresiasi Pemilu di Kabupaten Karanganyar berjalan dengan baik. Pihaknya pun meminta kepada semua pihak menghormati hasil Pemilu 2019.

“Mari kita tunggu pengumuman resmi KPU. Ini untuk menghindari kesimpangsiuran informasi yang ada,”terangnya di sela-sela wawancara.

Pihaknya meminta masyarakat Karanganyar untuk tidak memasang baliho ucapan selamat pada paslon. Karena di beberapa titik masih ditemukan adanya spanduk berisikan ucapan kemenangan. Terkait dengan dugaan adanya kecurangan, masing-masing pihak diminta untuk mengikuti prosedur hukum yang ada.

“Mari bersabar dan menahan diri. Jika ada temuan tindak kecurangan, laporkan sesuai dengan mekanisme hokum yang ada,”pungkasnya.

Demikian Diskominfo (dn/ind)

 

Read More

Lomba Paduan Suara dalam rangka Hari Kartini ke 140 dan HUT PWRI ke 57 Bupati : Teladani dan Gelorakan Semangat Kartini di Kehidupan Masa Kini

Karanganyar, Selasa 30 April 2014

Bupati Karanganyar meminta para kaum wanita di Karanganyar meneladani semangat Kartini terutama dalam mengejar pengetahuan dan pendidikan.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Karanganyar, Juliyatmono ketika membuka lomba paduan suara dalam rangka hari Kartini dan HUT PWRI di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (29/4) kemarin. Menurutnya sosok Kartini merupakan tokoh inspiratif dalam perjuangannya untuk kesetaraan wanita. Begitu pun di bidang pendidikan dan pengetahuan semangat Kartini sangat tinggi sehingga bermanfaat diaplikasikan pada saat ini.

“Peran ibu dalam pendidikan anak-anak sangat penting. Apalagi di jaman teknologi saat ini dibutuhkan pengetahuan yang memadai agar tidak ketinggalan,”katanya.

Bupati juga berpesan Peringatan Hari Kartini jangan hanya sebatas seremonial. Namun yang terpenting adalah mampu meneladani sikap dari Kartini dan menerapkan dalam kehidupan masa kini.

“Mari terus menggelorakan semangat Kartini sehingga menciptakan wanita yang mandiri dan tangguh,”pesannya.

Demikian Diskominfo (dn/ind)

Read More
20190429_105203

Lomba Desa Tingkat Kabupaten Karanganyar digelar Di Desa Kalisoro, Tawangmangu

Pejabat terkit hadiri Penilaian Perlombaan Desa/Kelurahan Tingkat Kabupaten Karanganyar di Kelurahan Kalisoro, Tawangmangu.

Karanganyar, 29 April 2019

Kelurahan Kalisoro, Tawangmangu mengunggulkan kebersihan area wisata dalam lomba kelurahan tingkat Kabupaten Karanganyar. Komitmen dengan paguyuban pedagang menjadi faktor penting penentu kemenangan.
Lurah Kalisoro mengungkapkan bahwa unggulan dalam penilaian di Kalisoro ada pada UMKM terutama makanan olahan. Selain itu, penataan area wisata yang ramah dan bersih turut menjadi aspek andalan dalam penilaian lomba.
 Suratno secara optimistis meraih nilai tinggi di bidang pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan pariwisata. Di wilayahnya, wisata paling moncer di Sekipan, Grojogan Sewu dan Balekambang. Terdapat dua paguyuban pedagang yang ikut berperan, yakni Sidomukti dan Ikatan Pedagang Wisata Sekipan (IPWS).
“Sampah dari aktivitas wisata, langsung diangkut. Tidak ada yang tercecer. Kami memegang komitmen paguyuban. Dengan area wisata yang bersih, tertata dan ramah, mampu meningkatkan kunjungan,” katanya.
Ia juga menyebut, hasil sayur mayur warganya langsung bisa dinikmati wisatawan di lokasi terdekat obyek.
“Buah dan sayur dari lereng Lawu merupakan komoditas untuk membranding. Termasuk macam olahannya yang dijual di sana,” katanya.

Atraksi reog sebagai penyambut tim penilai

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat (Dispermasdes) Karanganyar, Utomo Sidi Hidayat mengatakan penilaian untuk lomba kelurahan berlangsung satu hari di Kelurahan Kalisoro, Tawangmangu dan Tegalgede, Karanganyar Kota pada Senin (29/4). Sedangkan penilaian lomba desa di Desa Ngringo, Jaten; Karangbangun, Matesih; dan Desa Jeruksawit, Gondangrejo. Tiga desa ini akan dinilai pada 10 Mei mendatang.
“Aspek pengelolaan BUMDes adalah poin penting pengelolaan. Terutama pada pemberdayaan masyarakatnya. Dua kelurahan dan tiga desa ini berprestasi,” kata Utomo.
Tim penilai menyasar pula pada keamanan lingkungan, kesiapsiagaan bencana, PKK, Paud dan sebagainya. Lebih lanjut dikatakan, Kabupaten Karanganyar ingin mengulang sukses ketika Desa Karanglo, Tawangmangu yang menjadi jawara pada lomba desa tingkat nasional pada 2017.
Demikian Diskominfo, (tgr/ard)

Read More
DSC_9741

Tradisi Dhukutan di Kabupaten Karanganyar

Seni Penthul yang dimainkan oleh anak-anak Desa Nglurah

Karanganyar, 28 April 2019

Desa Nglurah yang terletak di Kecamatan Tawangamangu sedang memiliki hajat. Hajat tersebut bernama Dhukutan. Kegiatan tradisi Dhukutan ini akan berlangsung selama 3 hari, dimulai hari Minggu, 28 April sampai dengan puncaknya pada hari Selasa, 30 April 2019.

Tradisi Dhukutan merupakan tradisi turun termurun yang sudah ada sejak jaman para leluhur. Dimana tradisi ini dilangsungkan setiap 7 bulan sekali. Sugeng, selaku koordinator kegiatan ini menuturkan bahwa tujuan diadakan tradisi Dhukutan adalah untuk mengajarkan tentang rasa syukur dan berbagi kepada sesama.

Pada pembukaannya ini, diadakan Grebeg Dhukut yang juga merupakan salah satu upaya untuk memperkenalkan Kampung Wisata Sewu Kembang. Yang memang Desa Nglurah juga terkenal akan Agrowisata Tanaman Hiasnya yang sangat menarik.

Agenda pertama adalah diadakannya pergelaran seni anak yang dinamakan Seni Pentul. Ini merupakan tarian anak-anak yang menggambarkan bahwa anak kecil sangat gemar bermain atau dolanan. Sudah jelas bahwa pengisi pergelaran seni ini adalah anak-anak Desa Nglurah itu sendiri yang gemar bermain.

Selain itu, pembukaan tradisi Dhukutan dilanjutkan dengan pergelaran seni reog. Reog sendiri memililki filosofi yang artinya bahwa berwibawanya pemimpin akan tetap kalah dengan kecantikan. Hal ini dicerminkan oleh lambang topeng harimau yang di duduki oleh merah diatasnya.

Camat Tawangmangu juga berharap bahwa kegiatan tradisi semacam ini harus dilestarikan. Karena kegiatan ini memiliki banyak sekali makna tersirat di dalamnya.

Camat Tawangmangu memberikan pengarahan serta membuka rangkaian acara Dhukutan yang dimulaiu pada 28 April 2019

Demikian Diskominfo. (tgr/adt)

Read More
DSC_9687

Peringati Hari Tari Sedunia, 5000 Siswa Sekolah di Karanganyar Tarikan Tari Angsa Secara Massal

Para siswa sekolah menarikan tarian Angsa secara massal dalam merayakan Hari Tari Sedunia 2019

Karanganyar, 28 April 2019

Pagi hari sekira pukul 06.00 WIB kawasan CFD Karanganyar sudah dipadati siswa siswi yang akan menarikan Tarian Angsa. Tak lain karena pada hari Minggu, 28 April 2019 bertepatan dengan perayaan Hari Tari Sedunia.

Mulai dari siswa SD hingga SMA berjajar memadati sepanjang Jalan Lawu sejauh 1km. Dengan start dari depan Hotel Tamansari Karanganyar dan berakhir di depan Taman Pancasila, para penari dengan apik menyuguhkan tarian tersebut.

Salah seorang siswa bernama Anditya dari SMAN 1 Karanganyar mengatakan bahwa tidak dibutuhkan waktu yang lama untuk berlatih tarian tersebut. Ia bersama 100 orang temannya berlatih sejak awal bulan April. Dan tidak ada kendala berarti saat berlatih.

Plt Sekda Karanganyar memberikan sambutan dan membuka pergelaran Tari Angsa Massal di CFD Area Kabupaten Karanganyar

Tari Angsa Massal ini dibuka langsung oleh Plt Sekda Kabupaten Karanganyar, Sutarno, M.Si. Dalam sambutannya, dia berharap bahwa dengan adanya tari ini bisa memupuk rasa cinta kita terhadap budaya yang ada di Kabupaten Karanganyar. Dan dengan seni, hidup akan lebih indah. Salah satu tujuan diselenggarakannya Tari Massal ini adalah untu memupuk rasa sopan santun yang tinggi dan berkarakter.

Demikian Diskominfo. (tgr/adt)

Read More