Category: Berita

20190704_102438

Rakor Pelaksanaan Kegiatan TMMD sengkuyung II Kabupaten Karanganyar

Diskominfo

Bupati hadiri rakor pelaksanaan kegiatan TMMD Sengkuyung tahap II di ruang podang I Kantor Setda Karanganyar

Karanganyar – Bantuan pemerintah dibutuhkan untuk merehab 42 rumah tidak layak huni (RTLH) di Desa jatiroyo, Kecamatan Jatipuro. Dari jumlah tersebut, 13 unit akan direhab melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung tahap II.

“Kami mendapat 13 rumah yang akan direhab. Tiga unit dibiayai pemprov Jawa Tengah dan 10 unit dibiayai APBD kabupaten. Dengan rehab ini, ternyata masih bersisa 29 unit berkondisi tidak layak,” ungkap Camat Jatipuro, Eko Budihartoyo kepada bupati Karanganyar, Juliyatmono dalam rakor persiapan pelaksanaan TMMD sengkuyung II di ruang Podang I Setda, Kamis (4/7).

Dalam rakor itu, ia mengusulkan dibuka pelayanan SIM Satlantas Polres Karanganyar saat TMMD Jatiroyo diresmikan pada Kamis (11/7). Menurutnya, hal itu akan memudahkan warganya mengakses layanan itu, mengingat lokasi desa berjauhan dari kantor Satlantas.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono meminta perangkat pemerintah kecamatan dan desa mendata seluruh rumah berkategori tidak layak huni. Ia akan mengupayakan anggaran APBD maupun sumber lain yang sah, disalurkan untuk rehab RTLH.

“Kita guyubke tiga pilar (Pemda, Polri, TNI) agar masalah masyarakat cepat selesai,” katanya.

Dalam TMMD selama sebulan sampai 9 Agustus 2019, ia meminta diundang menyaksikan pengerjaannya. Ia berharap dapat bertemu masyarakat untuk berdialog.

“Jangan hanya pembukaan dan penutupan TMMD saja yang diundang. Nanti di tengah-tengah, dua sampai tiga kali akan hadir. Disana dapat bertemu warga. Di sana akan lebih mengerti persoalannya,” katanya.

Dandim 0727/Karanganyar, Letkol Inf Andi Amin Latama mengatakan program TMMD hanya di Kodam Jawa Tengah. Program ini membantu membuka isolasi daerah terpencil.

“Pembuatan jalan merupakan sasaran paling strategis. Di Jatiroyo, lokasinya telah ditinjau Pasiter dan Danramil. Berbagai kegiatan akan dilaksanakan seperti pengecoran jalan dan pembuatan sumur artesis,” katanya.

Total anggaran mencapai Rp 600 juta. Rinciannya dari pemerintah Rp 535 juta dan swadaya Rp 72,2 juta. (ina/an)

Read More
WhatsApp Image 2019-07-03 at 03.18.18 (4)

Pelantikan Pengurus Majelis Pembimbing Cabang, Andalan Cabang dan Dewan Kerja Cabang Kwartir Cabang Karanganyar

Ketua Kwartir Daerah Jawa Tengah Hj. Atikoh Ganjar Pranowo, STP MT MPP membacakan kata-kata pelantikan didepan para Pengurus Majelis Pembimbing Cabang, Andalan Cabang dan Dewan Kerja Cabang Kwartir Cabang Karanganyar.

KARANGANYAR– Pelantikan Pengurus Majelis Pembimbing Cabang, Andalan Cabang dan Dewan Kerja Cabang Kwartir Cabang Karanganyar Masa Bhakti 2018-2023, mereka dilantik langsung oleh Ketua Kwartir Daerah Jawa Tengah Hj. Atikoh Ganjar Pranowo, STP MT MPP di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Karanganyar. Rabu (3/7).

Acara pelantikan tersebut dihadiri oleh 400 tamu undangan yang terdiri dari Kwarda Jawa Tengah, Kwartir Ranting Se-Karanganyar,Andalan Cabang, Para Camat, Kepala UPT Pendidikan, Dewan Kerja Cabang Beserta Orang Tua, Ormas, Kepala Sekolah Karanganyar Kota, Mabicab Kepala OPD/BUMD, dan MKKS. Pelantikan ini menandai dimulainya pelaksanaan tanggungjawab para pengurus dalam memberikan bimbingan kepada Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Karanganyar.

Ketua Majelis Cabang Karanganyar Juliyatmono dalam sambutannya mengatakan “harus dijaga nama baik dan kehebatannya Pramuka Karanganyar, Pramuka terbaik di Jawa Tengah. Pramuka kita itu diberi filosofi seperti kelapa, kelapa itu tidak meninggalkan sisa, ibaratnya tidak menyisakan limbah. Meski dikupas kulitnya, dipecah batok kelapanya, diambil air dan kelapanya, bahkan hingga diperas menjadi santan. Apa saja kalau ada santan akan menjadi sedap. Karena itu kehadiran Pramuka harus mampu menjadi unsur penyedap kondisi masyarakat dewasa ini. Tahun 2017 kita pernah adakan kemah selama setahun (365 hari). Nanti kita buat lagi kegiatan yang menarik dan kreatif. Pramuka kan suka menyanyi di sini senang di sana senang. Maka semuanya harus kita buat gembira. Jangan ada yang susah,” ucapnya.

Selaku Ketua Kwarda Jateng, Atikoh berpesan, ketua dan anggota Mabicab Pramuka bisa menjalankan amanah dengan baik. Sehingga Gerakan Pramuka di Karanganyar bisa segera dirasakan manfaatnya. Terutama bagi para generasi muda.”Pelantikan ini sempat molor karena padatnya agenda. Sebenarnya mau dilaksanakan bulan Ramadhan kemarin tapi urung digelar. Akhirnya hari ini bisa sama-sama kita selenggarakan bersama. Harapannya bisa menyengkuyung bareng-bareng. Karena kondisi sekarang yang cukup memprihatinkan, nasionalisme yang agak tergerus dan maraknya peredaran narkoba. Harapannya pramuka bisa menjadi benteng terdepan” ucapnya.

Demikian Diskominfo (Tgr/Fdt/Wk).

Read More
DSC_1952

Bawaslu Sosialisasikan Hasil Pemilu 2019 Kepada Media

 

Karanganyar – 28 Mei 2019

Tahapan pemilu 2019 sudah selesai. Rekap di tingkat nasional selesi walaupun ada gugatan di MK. Saya selaku ketua Bawaslu Kab Karanganyar, peran media penting dan efektif. Pengawasan tahapan pemilu. Masyarakat tau siapa yg harus dipilih. Paska rekap nasional, untuk Karanganyar ada 4 phpu. Yang khusus dipermasalahlan dari DPRD Kab Karanganyar dari partai berkarya.

Demokrat dari DPR Prov Teti Indarti dari Berkarya DPR RI di dapil Jateng semua ada. Presiden dan wapres. Nasdem di dapil Jateng 4 Karanganyar tidak disebutkan hanya Wonogiri dan Sragen yang memberikan keterangan dalam sidang MK. Gugatan permohanan berkarya tingkat kab dapil 1.

Kewajiban pengawasan di tingkat Kabupaten kami wajib memberikan keterangan pada sidang di MK. Legislatif 1 juli. Presiden sampai 1 juni. Gugatan pres tgl 12 masukkan jawaban atau keterangan untuk oertimbangan di hakim MK. Bawaslum tgl 14 juni sudah sidang pendahuluan. Presiden dan wapres bawaslu RI. Petitum data dari bawaslu daerah, kami persiapan gugatan berkarya di dapil 1 Kab Karanganyar.

Apa yang akan dilaksanakan bawaslu tidak ada pemilu. Hanya Karanganyar tidak pilkada. Kami sosialisasi pada masyarakat. Meningkatkan keinginan masyarakat supaya tertarik dengan pemilu. Desa bawaslu bisa kami optimalkan di 17 Kecamatan. Di setiap kecamatan. Kami sosialisasi supaya pemilu ke depan masyarakat lebih siap.

Berkarya yang dimasalahkan perolehan suara di TPS dapil 1, Mojogedang 13 daes. Karanganyar 12 desa hanya Matesih 8 desa dari 9 desa. Kec Karanganyar desa Ngadiluwih. Dari versi pemohonan di TPS 1 desa pereng misal nendapatkan 51 versi termohon c1 kpu 50. Ada delisih penghitungan pemohon. Itu menjadi bahan kami lakukan buat jawaban terkait apa yang dimohonkan.

Basisnya dari c1 dari TPS rekap jadi dasar keteragan. Registrasi 1 juli. Jawabannya setelah registrasi. Keteragan menjadi hak bawaslu pusat. Kami hanya membantu. Kecuali dikuasakan. Fokus di selisih perolehan hasil suara di dapil 1. Saat rekap di kecamatan atau TPS saksi berkarya hadir. Juga tdk memberikan keberatan. Apa yg dilakukan yang bersangkutan menandatangani berita acara. C1 yg diperoleh bawaslu dan saksi beda jumlah kami rekom secepatnya membuka plano memyesuaikan. Hitung kembali surat suara. Atas nama partai. Perolehan DPRD Kabupaten Karanganyar dapil 1.

Masa perbaikan. Kami mengerti mereka memaksakan yang penting masuk dulu. Beberapa partai seperti Nasdem, Demokrat, Berkarya. RI sebut dapil Jateng 1 sampai rampung. Agar fokus DPRD Kabupaten bukan menyoalkan perolehan kursi. Yang sudah masuk permohonannya apa. Kami lihat klaim perolehan suara dari pemohonan terhadap termohon. Akan diperbaiki di masa perbaikan. Setiap pengawasan kegiatan ada kaitan pengawasan. Belum masuk ke pembuktian. Di Kecamatan Mojogedang ada koreksi di desa di TPS sekian. Kami sudah punya rekamannya. Fungsi kami berikan keterangan. Phpu yang berperkara yang di pusat.(Ard/Tgr)  

Read More
DSC_0046

PENYELENGGARAAN KOMUNIKASI SOSIAL DENGAN APARAT PEMERINTAH KODIM 0727/KARANGANYAR

diskominfo

Kodim Memberikan Souvenir Pada Bupati Karanganyar

Karanganyar, 3 Juli 2019

Penyelenggaraan komunikasi sosial dengan aparat pemerintahan dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Rabu pagi (3/7). Acara ini dihadiri oleh Bupati Karanganyar beserta Wakil Bupati Karanganyar, Dandim 0727 Karanganyar, dan Polres Karanganyar.

Peserta pada acara ini adalah Danramil, Kapolsek, dan Camat se-Kabupaten Karanganyar serta Lurah dan Kepala Desa di tiap Kecamatan yang ada di Kabupaten Karanganyar.

Sementara itu Kapolres Karanganyar dalam sambutannya menjelaskan mengenai pentingnya kerukunan antar umat beragama. Selain itu juga menekankan Idiologi Pancasila harus dijunjung tinggi, karena konsep Pancasila adalah konsep keadilan. Sila – sila dalam Pancasila merupakan nilai – nilai yang Tuhan berikan kepada manusia.

Dikatakan lebih lanjut oleh Kapolres Karanganyar akan pentingnya menjaga lingkungan sekitar. Menurutnya merusak alam berarti merusak Tuhan, karena Tuhan telah memberi semua yang ada di dunia ini untuk kehidupan manusia, bukan untuk dirusak. Sejatinya semua yang hidup harus saling bersinergi dengan alam. DemikianDiskominfo (in/tn)

Read More
_DSC7427

Tolak Imunisasi Gara-gara Takut Jarum Suntik, Bupati Yakinkan Aman

Muna, anak bayi dari ibu Isni memberikan salam apllous kepada Bupati Karanganyar, Juliyatmono.

 

 

KARANGANYAR – 2 Juli 2019

 

Ada yang menarik dari kunjungan Bupati Karanganyar, Juliyatmono ketika berkunjung ke rumah Ny Isni, ibu dar Muna yang enggan putrinya diimunisasi. Ternyata, penyebabnya Ny Isni takut terhadap jarum suntik. Sebenarnya, suami sudah menyarankan untuk imunisasi namun karena takut, sehingga putranya belum diimunisasi.

“Saya akan bilang sama ayahnya Muna, boleh apa tidak nanti dilakukan imunisasi. Jika nanti boleh, saya akan menghubungi puskesmas untuk dilakukan imunisasi,” papar Ny Isni.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyakinkan bahwa imunisai aman dan dilakukan oleh orang yang ahlinya. Sehingga tidak perlu takut hanya karena jarum suntik. Namun Imunisasi itu menunjang kesehatan anak. Jika anak sehat maka akan diperoleh generasi yang kuat. “Imunisasi itu penting untuk kesehatan anak sehingga perlu dilakukan,” tambahnya.

Bupati juga mengunjungi rumah Burhanudin, salah satu warga yang menolak diimunisasi. Orang nomor satu di Karanganyar tetap berharap putranya dilakukan imunisasi karena itu untuk kekebalan tubuh anak. Jika tubuh kebal akan penyakit maka akan sehat dan generasi menjadi kuat. “Kami memberikan kesempatan satu minggu untuk berpikir kembali. Berpikir dan merenung untuk kesehatan anak,” ungkap Bupati.

Petugas dari puskesmas akan datang kembali dan apakah sudah bersedia atau belum. Namun demikian, jika memang tidak mau tetap membuat surat pernyataan dibubuhkan materai. Pihaknya hanya kawatir akan sanksi sosial yang muncul. Misalnya ada virus yang disebabkan karena anak tersebut belum diberikan imunisasi. “Maka sanksi sosial akan lebih berat,” imbuhnya. (hr/ard)

Read More
_DSC7406

Bupati Datangi Keluarga Yang Tolak Imunisasi

Bupati Karanganyar, Juliyatmono didampingi Kedinas DKK, Cucuk Heru Kusumo dan Camat Ngargoyoso, Edi Sukiswandi mendatangi keluarga Tardi di dusun Tanen, Desa Kemuning, Ngargoyoso

 

KARANGANYAR – 2 Juli 2019

Bupati Karanganyar mendatangi empat anggota keluarga di Dusun Tanen, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso. Keempat keluarga tersebut masing-masing, Tardi, Tukiman, Ny Isni, dan Burhanudin. Alasannya bermacam-macam, mulai dari pengalaman sebelumnya anaknya panas, takut jarum suntik dan menunggu keputusan ayahnya.

Informasi yang dihimpun, Bupati Selasa pagi (02/07) menghadiri kampanye Gerakan Masyarakat sehat (germas) di Kantor kecamatan Ngargoyoso. Usai memberikan semangat dan menjaga kesehatan tubuh, orang nomor satu di Karanganyar selanjutnya mendatangi keluarga Tardi di RT 01 RW 17 Desa Kemuning, Ngargoyoso. Keluarga Tardi memang belum bersedia anaknya diimunisasi. “Kedatangan saya ini sowan ke bapak, untuk menanyakan mengapa putranya sampai saat ini belum mau diberikan imunisasi. Imunisasi itu betujuan untuk anaknya sehat, anaknya pinter, sholeh. Bapak nyambut gawe dimanapun yang dicarikan anak, namun ketika anak tidak sehat bagaimana,” ungkap Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat menyambangi di rumah Tardi.

Langsung isteri Tardi menyatakan pengalaman anak pertama setelah diimunisasi mengalami panas selama tiga hari. Dalam tiga hari siang malam rewel akibatnya menganggu aktivitas bekerja. Sehingga anak berikutnya, dia tidak mau dilakukan imunisasi. “Sudah pernah saya tanyakan, tapi jawaban dari puskesmas panas hal biasa. Klau saya gak biasa, panas kok sampai tiga hari dan menganggu bekerja,” ungkap Tardi.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengungkapkan imunisasi itu aman untuk proses kekebalan tubuh anak. Sebab proses juga sudah dilakukan oleh tim ahli dan diketahui oleh pihak-pihak yang berwenang sehingga imunisasi aman. Jika memang tidak diimunisasi jika dikemudian hari sakit, siapa yang bertanggungjawab. “Tugas orang tua untuk anak itu ada beberapa hal. Misalnya membekali ilmu, memberikan hak kesehatan, nama yang bagus, diberi rejeki halal. Bahkan, jika anak sehat dan kuat bisa membantu orang tua dikemudian hari,” imbuhnya.

Dia mencontohkan kasus hepatitis yang terjadi di Pacitan, semua pasti akan kalang kabut. Sebelum terjadi, maka akan lebih baik program imunisasi itu dilakukan. Pemkab memberikan kesempatan satu minggu bagi keluarga korban untuk berpikir. Jika memang tidak mau, dipersilahkan membuat surat pernyataan dan membubuhkan tanda tangan diatas materai. (hr/ard)

Read More

PENGUKUHAN MAJELIS LUHUR KEPERCAYAAN, PJ. SEKDA MINTA TETAP KEDEPANKAN KERUKUNAN

Karanganyar, 02 Juli 2019

Pengukuhan Dewan Musyawarah Daerah Majelis Luhur Kepercayaan terhadap Tuhan YME masa bakti 2019-2024 di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Selasa (02/07).

NKRI adalah Negara yang besar dengan keberagaman baik itu Agama, Suku, RAS dan kemajemukan lainnya. Untuk itu sebagai  majelis yang mewadah aliran kepercayaan dapat menjaga kerukunan dan kondusifitas wilayah sehingga keberadaan majelis kepercayaan ini dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat dan berkontribusi untuk kemajuan Kabupaten Karanganyar.

“ Saya harap semoga pengukuhan ini semoga dapat bermanfaat untuk banyak orang dan pemerintah.” Harap Sutarno dalam sambutannya selaku Sekda Karanganyar mewakili Bupati Karangnyar yang berhalangan hadir.

Selanjutnya  Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar, Tarsa melaporkan semoga keberadaan Majelis kepercayaan luhur kepada Tuhan YME ini dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan pembangunan Kabupaten Karanganyar. (ind/tn)

Read More
DSC_3363

Sodorkan Prestasi Juara Pantomin Nasional, Marcelino Dites di SMPN 1 Karanganyar

Aksi Marcelino, di depan guru SMPN 1 Karanganyar saat membuktikan dia juara 2 nasional

 

 

KARANGANYAR – 1 Juli 2019

Marcelino Nofa Candra Wijaya, 12 harus memperagakan beberapa gerakan pantomin saat mendaftar di SMPN 1 Karanganyar. Pasalnya, anak dari pasangan Deni Wijayanto-Sugihartini mendaftarkan diri di SMP 1 Karanganyar menggunakan jalur prestasi. Meski rumahnya di Desa Ngringgo, Kecamatan Jaten Marcelino optimis bisa masuk sekolah di Karanganyar Kota tersebut dengan bekal juara 2 nasional pantomim di Bangka Belitung, tahun 2018.

“ Saya memang suruh membuktikan apakah benar-benar bisa berpantomin. Namun gerakan dan mimik wajahnya cukup bagus,” papar Apri Nilawati, salah seorang guru SMP 1 yang mengetes kemampuan pantomin.

Sementara Marcelino memang ingin sekali bersekolah di SMPN 1 Karanganyar. Meskipun nilainya pas-pasan, namun dirinya yakin bakal bisa masuk melalui jalur prestasi. Marcelino menjadi juara 2 tingkat nasional Pantomin pelajar di Bangka Belitung tahun 2018 lalu. Pihaknya mengaku pantomin sudah dilakukan satu tahun terakhir. “Saya sebenarnya gak suka pantomin,” imbuhnya lugas.

Drajad S Widodo, Kepala Sekolah SMPN 1 Karanganyar menyatakan proses pendaftaran sudah dilakukan sejak pukul 07.30 tanggal 1 Juli 2019. Prakteknya, siswa datang ke sekolah kemudian diminta data-datanya. Selanjutnya, data tersebut dimasukkan dalam proses online. Sehingga siswa bisa melakukan pantauan kapanpun dan dimanapun. Untuk SMPN 1 Karanganyar menerima siswa 288 siswa atau 9 rombel kelas. “Zona 1 sudah pasti di terima dan untuk zona 2 jika nanti pendaftarnya melebihi kuotanya maka akan dilakukan peringkat atau nilai ujiannya,” imbuhnya. (hr/Adt)

Read More
_DSC6395

Karang Taruna Bhakti Karya Desa Kaling Siap Juara I Provinsi Jawa Tengah

Kominfo

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono saat menyampaikan sambutan dan pengarahan dalam acara penyambutan Tim penilai pilar-pilar sosial berprestasi lomba Karang Taruna tingkat Provinsi Jawa Tengah di halaman Balai Desa Kaling Kecamatan Tasikmadu, Senin(24/06/19).

Karanganyar – 24 Juni 2019

Tim penilai pilar-pilar sosial berprestasi tingkat Provinsi Th.2019 sambangi Desa Kaling Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar guna menilai Karang Taruna Bhakti Karya Desa Kaling, Senin(24/06/19).

Bupati Karanganyar H. Juliyatmono yang hadir secara pribadi mendampingi Tim penilai dari Provinsi berkunjung ke Desa Kaling  mengaku sangat bangga akan pretasi yang diraih anak-anak muda yang tergabung di Karang Taruna Bhakti Karya Desa Kaling ini.

“ ternyata ini sudah tahap penilaian akhir, kalian sudah masuk di jajaran 3 besar se Jawa Tengah. Ini betul-betul sangat membanggakan Kabupaten Karanganyar “ ucap orang nomer satu di Bumi Intanpari ini.

Karang Taruna itu bukan hanya sekedar tukang laden(sinoman), etika pemuda harus dijaga dengan baik. Dusun Desa itu gagah dan berwibawa jika pemudanya tampil meyakinkan. Mudah-mudahan Karang Taruna Bhakti Karya ini bisa juara I dan Membanggakan Kabupaten Karanganyar.

Kalau nanti bisa berhasil meraih juara I, konsekuensinya sangat berat. Harus bisa menjadi contoh di Jawa Tengah. Bisa jadi nanti mewakili Jawa Tengah ke tingkat Nasional, sehingga nanti kan sering dikunjungi orang untuk study banding.

Karang Taruna yang bagus, kompak, solid, energik, produktif, punya usaha yang banyak, itu harus terus disemangati agar nantinya mengundang banyak orang belajarnya  Karang Taruna di Desa Kaling.

“ Kalau sudah juara I, butuhmu opo wae tak bantu tambah dikelola dengan baik. Harus dijaga, harus terus kompak dan tetap solid “ tegas Juliyatmono.

Ini akan menjadi “Jejak Digital” bagi Karang Taruna Bhakti Karya yang akan dikenang sampai kapaupun. Juliyatmono berharap bantuan dan support serta arahan dari perangkat terkait bisa maksimal agar cita-cita menjadi juara I bisa teralisasi. (Ard)

Read More
_DSC6469

Baznas Karanganyar Masuk Nominasi Baznas Jateng Award 2019, Tim Penilaian Mulai Verifikasi

Kominfo

Bupati Karanganyar H. Juliuyatmono secara pribadi menerima kunjungan silaturahmi dari Baznas Provinsi Jawa Tengah sehubungan dengan masuknya Kabupaten Karanganyar dalam nominasi BaznasJateng Award 2019 di ruang transit Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin(24/06/19).

Karanganyar – 24 Juni 2019

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Karanganyar masuk nominasi Baznas Jateng Award 2019, Tim penilaian Baznas Jateng Award 2019 melakukan verifikasi lapangan.

Penilaian lapangan tersebut dilakukan dalam rangka mendapatkan informasi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar beserta Baznas Karanganyar terkait peran dan dukungan terhadap kemajuan pendayagunaan zakat di Kabupaten Karanganyar.

Tim penilaian Baznas Jateng sekaligus Sekretaris Baznas Jateng, Ahyani mengatakan, dalam verifikasi lapangan ini ada beberapa hal yang menjadi fokus penilaian, yakni terkait program kerja, tingkat kemajuan perolehannya zakat, pendayagunaan zakat, dukungan pemerintah serta audit keuangan.

“Dari 25 kabupaten yang masuk nominasi, ada 10 yang kita cek. Di antaranya Karanganyar, Kendal, Temanggung, Pemalang dan lain-lain,” katanya kepada Tribunjateng.com, Senin (24/6/2019).

Ahyani mengungkapkan, Baznas Jateng Award ini untuk memotivasi kaitannya pengelolaan zakat secara transparan dan perolehan zakat semakin banyak. Sehingga peningkatan kesejahteraan umat semakin baik.

Wakil Ketua Baznas Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Iskandar menyampaikan, kegiatan ini dalam rangka tim penilaian dari Baznas Jateng bertemu sekaligus wawancara dengan Bupati Karanganyar.

“Mengecek berkas, apakah penyaluran zakat sesuai asnaf, penghimpunannya seperti apa, program unggulannya apa, bagaimana kesadaran warga membayar, dapat berapa. Jadi semakin besar pengumpulan dana meningkat pertahun akan semakin baik.

Penyaluran apakah sesuai dengan asnaf untuk mengentaskan kemiskinan atau tidak,” terangnya. Iskandar mengaku, Baznas Karanganyar baru pertama kali ini mengikuti Baznas Jateng Award. “Tahun kemarin belum ikut, baru mau ikut tahun ini.

Ada surat edaran dari Baznas Jateng, siapa yang mau ikut supaya mengirimkan berkas. Tahun kemarin belum kepikiran ke situ. Kalau dinilai baik berarti menambah kepercayaan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu Bupati Karanganyar, Juliyatmono menuturkan, Baznas Karanganyar dianggap cukup berhasil dalam pengelolaan zakat. “Ini sedang dievaluasi untuk diberikan penghargaan Baznas Award.

Supaya apa yang dihasilkan Baznas Karanganyar dapat meningkat,” tuturnya. Adapun tahun 2018, perolehan zakat Kabupaten Karanganyar mencapai Rp 15,5 miliar. “Pada tahun ini targetnya Rp 18 miliar,” kata Juliyatmono.(Ard)

Read More