Category: Berita

Budaya Kita, Budaya Bangsa dan Dunia

Edisi : Ngisis Ringgit

Upacara Ngisis Ringgit yang diselenggarakan oleh Paguyuban Pelestari Upacara Tradisi (Dharma Budaya Lestari) yang didukung oleh Komunitas Gerakan Berkualitas dan MAYARI Foundation di Pura Sedaleman, Munggur, Karanganyar, Jawa Tengah

Karanganyar, 19 Februari 2019

Ringgit atau yang lebih dikenal dengan istilah “wayang” merupakan peninggalan luhur dari Bangsa Indonesia yang telah ditetapkan oleh PBB melalui UNESCO sebagai salah satu bagian dari warisan dunia dalam kategori Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity pada tahun 2003 silam. Nilai-nilai filosofis dan kearifan lokal (local wisdom) yang terkandung di dalam cerita-cerita pewayangan kerap digunakan untuk menjadi bahan dalam melakukan kritik sosial terhadap masalah-masalah yang sedang terjadi. Meskipun jaman telah banyak berubah, namun apa yang tertuang di dalam naskah-naskah yang mengisahkan tentang cerita pewayangan masih relevan hingga kini.

Upaya untuk melestarikan wayang bukan hanya dilakukan melalui pagelaran wayang saja, namun kita juga perlu merawat wayang-wayang dengan semestinya. Ngisis Ringgit merupakan salah satu warisan tradisi Budaya Jawa yang dikenal untuk merawat wayang kulit. Dalam tradisi ini, wayang kulit yang biasanya disimpan di dalam sebuah kotak kayu, dikeluarkan dan dibersihkan. Tradisi ini rutin dilakukan agar wayang kulit terhindar dari jamur dan dapat segera diperbaiki jika terjadi kerusakan. Tradisi ini dilakukan secara berkala, setidaknya sekali dalam satu tahun.

Pada kesempatan kali ini, MAYARI Foundation dan Komunitas Gerakan Berkualitas berkesempatan untuk mendukung kegiatan Ngisis Ringgit yang dilakukan oleh Paguyuban Dharma Budaya Lestari. Bertepatan dengan hari Selasa Kliwon, Wuku Tambir, 19 Februari 2019, bertempat di Pendopo Pura Sedaleman, Munggur, Karanganyar, upacara tradisi Ngisis Ringgit dilakukan. upacara ini dilakukan dengan dipimpin oleh eyang Murdijarso selaku ketua Paguyuban Dharma Budaya Lestari.

Foto : Mudijarso selaku ketua Paguyuban Dharma Budaya Lestari ketika mengawali upacara tradisi ngisis ringgit

Sebagai permulaan, upacara ini dibuka dengan penataan sesaji dan doa bersama untuk mengawali upacara ritual. Upacara ini dilakukan dengan tetap memegang apa yang telah menjadi tradisi turun temurun sebagai bentuk ucapan rasa syukur dan memohon perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar acara tersebut dapat berjalan dengan lancar. Selanjutnya, wayang mulai dikeluarkan dari kotak dan satu-persatu dibersihkan dari debu dan jamur dengan menggunakan kuas.

Foto : Siti Insofiah (Ketua Komunitas Gerakan Berkualitas) sedang melakukan proses pembersihan wayang

Seusai dibersihkan, wayang-wayang tersebut kemudian diangin-anginkan (di-isis) dan dicek kelengkapan bagian-bagiannya. Proses ini membutuhkan ketelitian, karena pada proses ini seluruh wayang dicek kelengkapan bagian per-bagiannya. Jika terdapat kerusakan pada wayang, maka perbaikan segera harus dilakukan untuk mencegah kerusakan yang lebih parah. Upaya ini juga dilakukan untuk menjamin kelayakan wayang ketika sewaktu-waktu akan digunakan untuk keperluan pagelaran.

Foto : Abisha MWP saat sedang melakukan pengecekan kelengkapan wayang

Ngisis Ringgit sebagai salah satu upacara tradisi yang digunakan untuk menjaga eksistensi wayang kulit haruslah terus kita jaga. Lestarinya budaya luhur sebuah bangsa, terlebih lagi yang telah diakui sebagai warisan budaya dunia, tentu menjadi tugas bagi kita, kaum muda. Seperti apa yang pernah disabdakan oleh Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakoe Boewono X bahwa “Arum Kuncaraning Bangsa Dumunung Haneng Luhuring Budaya”, dimana dapat diartikan bahwa harum dan tingginya derajat suatu bangsa terletak pada budayanya yang luhur. Kegiatan-kegiatan MAYARI Foundation selebihnya dapat dilihat pada halaman facebook @MAYARI FOUNDATION dan Instagram @mayari.foundation.

Oleh : Nareswati Kintoko (MAYARI Foundation)

Read More

Pengoptimalan Sektor Pariwisata di Bumi Intanpari sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan Asli Daerah

Disusun Oleh : Novita Sari

Kabupaten Karanganyar merupakan kabupaten yang mempunyai potensi sumber daya alam yang baik dan potensial dalam bidang industri, pertanian, dan pariwisata. Penggambaran kondisi yang ada di Kabupaten Karanganyar ini dapat ditunjukkan dengan julukan “Bumi Intanpari”, sebuah julukan yang khas dan melekat sebagai identitas yang dimiliki oleh kabupaten ini. Kata Intanpari merupakan sebuah akronim dari industri, pertanian, dan pariwisata. Ketiga aspek tersebut yang meliputi industri, pertanian, dan pariwisata ini merupakan sebuah alat atau instrumen  penggerak dalam sektor ekonomi di Kabupaten Karanganyar sendiri, sehingga agar sektor ekonomi menjadi maju pemerintah perlu menggerakkan ketiga sektor tersebut secara optimal agar taraf kehidupan masyarakat di Karanganyar jika dilihat dari faktor ekonomi juga meningkat.

Sektor pariwisata merupakan salah satu bidang yang dapat digerakkan dalam membangun sektor ekonomi di suatu daerah yang dapat pula menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah, begitupun dengan Kabupaten Karanganyar yang dikenal dengan keindahan alamnya, pemandangan alam yang indah dan udara sejuk khas pegunungan, sehingga memungkinkan potensi tersebut dapat dikembangkan secara optimal agar dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kita ketahui bahwa Kabupaten Karanganyar ini berada di lereng Gunung Lawu yang menyuguhkan keindahan alam dan pemandangan yang begitu menarik, yang menjadi pembatas antara Provisi Jawa Tengah dengan Jawa Timur dimana di lereng Lawu ini banyak sekali potensi dalam bidang pariwisata yang bisa dikembangkan, terutama potensi wisata alam. Wisata alam yang sudah dikenal oleh masyarakat diantaranya yaitu sebagai berikut : Air Terjun Grojogan Sewu Tawangmangu, Air Terjun Jumog, Air Terjun Parang Ijo, Kebun Teh Kemuning, Tahura (Taman Hutan Raya). Tak hanya itu saja, potensi alam juga bisa dikembangkan dan dioptimalkan dengan menggali kebutuhan masyarakat di era modern ini, misalnya yaitu di era digital dimana masyarakat banyak menggunakan smartphone, masyarakat menjadi gemar berswafoto atau selfie, tren ini dapat dijadikan sebuah ide baru dalam membuat tempat wisata yakni dengan cara membuat tempat yang memiliki keindahan pemandangan alam sebagai tempat wisata untuk berswafoto.

Bukan hanya wisata alam saja yang dapat dioptimalkan, namun di Kabupaten Karanganyar ini juga terdapat wisata yang bernuansa sejarah. Tempat wisata yang bernuansa sejarah misalnya yaitu : Candi Cetho, Candi Sukuh, dan Petilasan Kyai I Gusti Ageng Pamacekan serta Pura Pamacekan. Ketiga bangunan bersejarah tersebut merupakan sebuah bukti sejarah yang dapat digali ilmunya dan dijadikan sebagai wisata sejarah dan juga wisata yang bersifat edukatif, dimana dengan mengunjungi tempat bersejarah ini kita dapat memperoleh ilmu dan belajar sejarah di tempat tersebut. Salah satu wisata sejarah di Kabupaten Karanganyar ini yakni Pura Pamacekan yang merupakan simbol dari agama hindu, sehingga banyak mereka yang beragama hindu khususnya masyarakat Pulau Dewata Bali yang mengunjungi tempat tersebut. Pengoptimalan yang dapat dilakukan di tempat wisata bernuansa sejarah ini yaitu dengan perbaikan sarana dan prasarana (seperti pengadaan tempat parkir yang luas, pengadaan tempat beristirahat atau bersantai, pengadaan kamar mandi yang layak pakai dan bersih), pemberian kemudahan akses seperti pembangunan infrastruktur terkhusus jalan yang digunakan untuk menuju ke lokasi tersebut. Selain itu, pemerintah daerah juga hendaknya memberikan tour guide di setiap tempat wisata sejarah ini agar tour guide yang bertugas ini dapat mengarahkan para wisatawan, mereka sebagai pemandu wisata yang dapat memberikan informasi sejarah tempat tersebut kepada para wisatawan, agar pengunjung selain bisa menikmati keindahan bangunan bersejarah juga dapat belajar sejarah yang dapat disampaikan oleh pemandu wisata di setiap tempat wisata tersebut.

Secara ringkasnya pemerintah daerah perlu melakukan upaya-upaya dalam pengoptimalan potensi wisata yang berada di Karanganyar ini dengan pengembangan sarana dan prasarana di setiap tempat wisata, pengadaan tempat wisata yang ramah lingkungan dan bersih, memberikan kemudahan akses ke tempat wisata yang dapat dilakukan dengan perbaikan infrastruktur seperti perbaikan jalan ke arah tempat-tempat wisata, selain itu juga kemudahan akses transportasi ke setiap tempat wisata juga perlu diperhatikan. Era digital ini juga dapat dimanfaatkan pemerintah daerah dalam pengoptimalan sektor pariwisata di Bumi Intanpari ini yakni dengan cara melakukan promosi sebagai pengenalan tempat-tempat wisata yang ada di Kabupaten Karanganyar. Promosi ini terutama digencarkan melalui media komunikasi salah satunya yaitu dengan menggunakan  smartphone dengan cara penggunaan sosial media seperti instagram, twitter, dan facebook untuk mengunggah foto-foto tempat wisata yang ada di Karanganyar agar dapat menarik minat masyarakat baik itu masyarakat Karanganyar maupun masyarakat yang berasal dari luar Karanganyar untuk mengunjungi tempat wisata di kabupaten kita tercinta ini.

Pengoptimalan di sektor pariwisata di Bumi Intanpari ini dapat dijadikan salah satu upaya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah karena setiap tempat wisata mengharuskan wisatawan untuk membayar tiket masuk, dimana tiket masuk ini termasuk dalam retribusi daerah. Seperti yang tercantum dalam UU Nomor 28 Tahun 2009 tentang pajak daerah dan retribusi daerah menyebutkan bahwa retribusi daerah adalah pungutan daerah sebagai pembayaran jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan pemerintah daerah untuk kepentingan pribadi atau golongan. Jenis pendapatan retribusi daerah ini salah satunya adalah retribusi jasa usaha tempat rekreasi dan olahraga, sehingga tiket masuk tempat wisata dapat dikategorikan ke dalam retribusi daerah. Disisi lain, dengan adanya pengoptimalan di sektor pariwisata dapat menciptakan kesempatan bekerja bagi masyarakat sekitar tempat wisata, misalnya mereka menjadi tour guide atau pekerja di tempat wisata tersebut yang dapat membuat masyarakat mendapatkan penghasilan dan kesejahteraan hidupnya bisa lebih baik.

Maka dari itu, kesimpulanya yaitu dengan melakukan upaya pengoptimalan sektor pariwisata di Kabupaten Karanganyar diharapkan dapat menarik minat wisatawan dalam mengunjungi tempat-tempat wisata di Kabupaten Karanganyar, baik itu wisata alam maupun wisata yang bernuansa sejarah. Dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung, maka retribusi yang diterima pemerintah daerah dari pembayaran tiket masuk tempat wisata menjadi lebih banyak, sehingga akan mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Karanganyar.

Read More
07_Karanganyar Menulis 2019 Terpilih mei juni

Artikel Terpilih Karanganyar Menulis 2019 Periode 6

Berikut ini daftar artikel terpilih untuk rubrik Karanganyar Menulis 2019:

  1. Pelabuhan Ramai Nan Sunyi oleh Sigit Budiyarto
  2. Membangun Kemampuan Berinteraksi Di Kereta Ekonomi oleh Dhimas Wihandoko
  3. Ancaman Mengintai Gunung Lawuku Yang Malang oleh Nabila Nindi Radiawati
  4. Pengoptimalan Sektor Pariwisata di Bumi Intanpari Sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan Asli Daerah oleh Novita Sari
  5. Budaya Kita, Budaya Bangsa dan Dunia oleh Nareswati Kintoko

Jurnal Warga dapat Anda akses disini : http://www.karanganyarkab.go.id/category/berita/jurnal-warga/

Ayo ikut berpartisipasi dalam penulisan jurnal warga untuk membantu menyebarkan informasi dan berita kepada masyarakat. Seluruh warga Kabupaten Karanganyar dapat mengirimkan berita-berita dan informasi di lingkungan Anda kepada kami. Tulisan yang menarik akan mendapatkan reward menarik dan akan dipublikasikan di website karanganyar serta share ke sosial media karanganyar. Kami tunggu tulisanmu!

Read More
IMG-20190731-WA0003

15 Desa di Karanganyar jadi Lokasi KKN Mahasiswa STIE AUB Surakarta

Sambutan Bupati Karanganyar yang diwakili oleh Assisten Pemerintahan

Karanganyar, 30 Juli 2019

Lima belas desa di Kabupaten karanganyar menjadi tempat dari para mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AUB  Surakarta melakukan praktek Kuliah Kerja Nyata (KKN) . Diharapkan para mahasiswa ini mampu mengaplikasikan keterampilannya sehingga memberi nilai tambah bagi masyarakat.

Ratusan mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AUB yang akan melaksanakan KKN di Kabupaten Karanganyar diterima di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa  (30/7/2019).

Ketua Koordinator STIE AUB Surakarta, DR. Agus Sutomo mengatakan sebanyak 248  mahasiswa akan melaksanakan KKN di 15 desa yang tersebar di tiga kecamatan yakni kecamatan Karanganyar, Mojogedang dan Karangpandan. Tema KKN kali ini yakni Pengembangan UMKM di Era Digital. Para mahasiswa sendiri diharapkan mampu mengaplilaksikan semua ilmu di kampus sehingga bermanfaat bagi masyarakat.

“Sosialisasikan ilmu dan keterampilan yang ada. Sehingga nantinya mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat,”katanya.

Sementara Asisten I Pemerintahan Setda Karanganyar, Bachtiar Syarif dalam sambutannya mewakili Bupati Karanganyar mengucapkan terima kasih Karanganyar  menjadi pilihan untuk melaksanakan kegiatan KKN. Terlebih tema yang diusung sejalan dengan visi misi Kabupaten Karanganyar yang berharap adanya inovasi dalam peningkatan pemberdayaan masyarakat desa.

“Tularkan ilmu adik-adik mahasiswa ke masyarakat. Sehingga nantinya dapat memperbaiki tingkat kesejahteraan masyarakat di pedesaan,”tuturnya.

Demikian Diskominfo (dn/ind)

 

Read More
_DSC0833

Juliyatmono : Prestasi ini menjadi Pendorong Untuk Terus Disempurnakan

Pimpinan Baznas Kabupaten Karanganyar berfoto dengan Bupati Karanganyar usai memborong empat penghargaan dalam Baznas Awards 2019

 

KARANGANYAR – 30 Juli 2019

Raihan Juara Umum terbaik dalam pengelolaan Baznas di Jawa Tengah, membuat Pemkab Karanganyar akan terus berbenah menyempurnakan pengelolaannya. Termasuk proses pendistribusian akan lebih baik lagi. Raihan ini juga membuktikan bahwa kemuliaan itu akan datang ketika berbagi atau memikirkan orang lain.

“Pertama saya mengucapkan Alhamdulillah. Niat kami menghimpun dan mengelola zakat untuk mensejahterakan masyarakat. Niat berbagi ini, substansinya adalah berbagi dan belajar untuk ikhlas,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono ditemui Karanganyarkab.go.id usai menerima penghargaan Awards Baznas 2019 di Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang (30/7).

Dia menambahkan dengan zakat seseorang tidak akan jatuh miskin. Justru akan lebih dikayakan oleh Allah SWT. Sebab ketika memikirkan orang lain, maka sang pencipta akan memikirkan dan memberikan solusi bagi orang yang bersedekah dan zakat. “Prestasi Award menjadi pendorong disempurnakan dan pengempulan akan akan dilakukan sebanyak mungkin, seihklas mungin, dan pendustribusian lebih baik dan berkah. Ini menujukkan kemuliaan bagi orang-orang yang bersedekah,” tandasnya. (hr/adt)

Read More
WhatsApp Image 2019-07-29 at 21.42.47 (1)

Karanganyar, Juara Umum Pengelolaan Baznas Terbaik

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen memberikan awards kepada Bupati Karanganyar, Juliyatmono atas penghargaan dukungan Pemkab terhadap sarana dan prasarana sekretarias Baznas

 

KARANGANYAR – 30 Juli 2019

Pemerintah Kabupaten Karanganyar dinobatkan sebagai Juara Umum Pengelolaan Baznas terbaik di Jawa Tengah. Pengukuhan sebagai juara umum dan patut menjadi percontohan itu diberikan Baznas Propinsi Jawa Tengah setelah ‘menyebet’ empat kategori dalam ajang Awards Baznas 2019 di gedung Gradhika Bhakti Praja Komplek Kantor Gubernur Senin malam (30/7). Empat  kategori tersebut adalah (1) dukungan sarana prasarana sekretariat, (2) Penghimpunan Zakat Infak Sodaqoh, (3) dukungan Kepala Daerah dalam kemajuan Baznas, dan (4) Pembentukan Unit Pengempul Zakat (UPZ).

“Saya ucapkan selamat kepada Kabupaten Karanganyar yang menjadi juara umum. Siap-siap Kabupaten Karanganyar akan menjadi tempat untuk studi banding pengelolaan baznas dari berbagai daerah,” papar Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat memberikan sambutan dalam Baznas Award 2019.

Dia menabahkan ajang awards Baznas 2019 ini menjadi inspirasi Kabupaten dan Kota lain untuk mengelola baznas dengan baik. Sebab baznas di Jawa Tengah ini ikut membantu menurunkan angka kemiskinan. Telah banyak yang dilakukan oleh Baznas Jawa Tengah untuk kesejahteraan masyarakat, yakni memberikan bantuan tempat ibadah, sarana pendidikan dan memberikan insentif guru keagamaan. “Bahkan, rumah tidak layak huni kini telah dibantu oleh Baznas menjadi rumah layak huni dan rumah sehat. Bukan itu saja, Baznas juga memberikan pelatihan dan bantuan modal usaha untuk menurunkan angka kemiskinan,” imbuh orang nomor satu di Jawa Tengah tersebut.

Ke depan, pihaknya akan membuat pusat strategis baznas. Yakni bagaimana pengelolaan baznas, pembentukan indeks zakat nasional yang memberikan kesamaan, regulasi dan rasionalitas yang dapat dipertanggungjawabkan. Sehingga pengelolaan zakat dapat terpercaya. “Saya yakin, Jawa Tengah bukan yang pertama tapi akan menjadi yang terbaik,” tandas Gubernur. (hr/adt)

Read More
20190729_130821

Rapat Paripurna Penetapan Persetujuan Terhadap Raperda Tentang Perubahan APBD TA 2019

Diskominfo

Peserta rapat paripurna pembahasan raperda tentang perubahan APBD

KARANGANYAR – Rapat Paripurna DPRD dalam rangka penetapan dan penandatanganan berita acara persetujuan bersama Bupati Karanganyar dan DPRD Kabupaten Karanganyar terhadap rancangan perubahan APBD Tahun Anggaran 2019 yang diselenggarakan di Gedung DPRD Kabupaten Karanganyar, Senin (29/7).

Dalam kesempatan ini Bupati Karanganyar menyampaikan bahwa pembahasan rancangan perubahan APBD tahun 2019 telah sesuai dengan mekanisme dalam peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah tugas yang dibebankan kepada kita untuk mewujudkan Karanganyar yang lebih maju dan sejahtera.

Setelah ditetapkan dan ditandatanganinya Naskah Berita Acara Persetujuan Bersama Bupati Karanganyar dan DPRD Kabupaten Karanganyar wajib kita syukuri, dan akan segera di kirim ke Gubernur Jawa Tengah guna mendapatkan evaluasi sehingga penetapan Peraturan Daerah Kabupaten Karanganyar tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Karanganyar Tahun Anggaran 2019 bisa tepat waktu dan pelaksanakan kegiatan dapat berjalan dengan sebaik-baiknya, tambahnya. (ina/an)

Read More
DSC_5874

MAHASISWA IAIN DITARIK DARI LOKASI KKN

 

KARANGANYAR – Penarikan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa IAIN Surakarta di Gedung Wanita Karanganyar, Senin (29/7). Diharapkan pengalaman dan ketrampilan yang didapat selama KKN bisa menjadi bekal di masa depan.

Dalam acara ini Bapak Bupati Karanganyar diberi kejutan kue Ulang Tahun oleh Mahasiswa IAIN. Wakil Rektor IAIN Muhammad Munadi dan lebih dari Seribu Mahasiswa beserta Dosen Pembimbing menghadiri acara penarikan Mahasiswa IAIN yang mengerjakan KKN di Karanganyar.

Bupati Karanganyar Juliyatmono dalam sambutannya mengatakan banyak terima kasih kepada mahasiswa IAIN yang melaksanakan KKN di Karanganyar dan memohon maaf atas nama pemterintahan belum banyak membantu di lapangan. ” Saya keliling di beberapa tempat yang ada di Karanganyar sangat luar biasa, sumringah semuanya, tidak ada satu pun kalimat yang kotor, masjid-masjid makmur, dan senang semua dengan datangnya Mahasiswa KKN dari IAIN” tambahnya.

Selama KKN di Karanganyar, Mahasiswa IAIN menghasilkan beberapa produk makanan dan hiasan yang dipajang di luar Gedung Wanita, diantaranya terdapat puding daun singkong, keripik bonggol pisang, keripik wortel, dan lain sebagianya. Setelah acara penarikan selesai, Bupati Karanganyar langsung meninjau stand pameran produk makanan dan hiasan yang dihasilkan oleh Mahasiswa IAIN selama KKN. (hr/adt)

 

Read More
DSC_5799

Saat Pimpin Rapat Bupati Dijemput Paksa Polisi, Sampai Di Lobby Di Nyanyikan Selamat Ulang Tahun

Jajaran Polres Karanganyar memanggul BUpati Karanganyar, Juliyatmono untuk dibawa ke ruang Lobby untuk memotong kue ulang tahun

7

 

 

 

KARANGANYAR – 29 Juli 2019

 

Saat memimpin rapat dengan jajaran OPD dan Camat terkait di ruang Podang 1 terkait Hari Kemerdekaan 17 Agustus, tiba-tiba empat orang anggota Polres Karanganyar memasuki ruang rapat. Mereka meminta Bupati Karanganyar, Juliyatmono untuk keluar ruangan. Selanjutnya, bupati di ‘panggul’ dua pundak anggota Polres Karanganyar untuk dibawa turun ke ruang loby. Sesampainya di loby lagu selamat ulang tahun dari zamrud menggema. Ditambah, kue ulang tahun dan tumpeng dibawa oleh anggota polisi.

“Saya sungguh terharu dengan perhatian jajaran kepolisian. Sekali lagi, terima kasih dan sukses untuk semuanya,” papar Juliyatmono ketika memberikan sambutan.

Pihaknya memang tidak menyangka jika akan diberi kejutan kue ulang tahun. Sebab jajaran kepolisian hanya meminta bupati untuk keluar ruangan. Setelah keluar ruangan, ternyata semua jajaran kepolisian hadir untuk memberikan selamat. “Sekali lagi, saya ucapkan terima kasih,” imbuhnya.

Selanjutnya Bupati diminta untuk memotong kue dan tumpeng, Setelah dipotong, Bupati memberikan kepada Kapolres Karanganyar AKBP Gatot Catur Efendy dan jajarannya. (hr/adt/Wu)

Read More
_DSC0536

Usai Apel, ASN di Lingkungan Setda Ucapkan Selamat Ulang Tahun Buat Bupati

 

 

Bupati Karanganyar, Juliyatmono meniup lilin ulang tahun ke 53 di lingkungan setda Karanganyar

 

KARANGANYAR – 29 Juli 2019

 

Apel pagi ini tampak beda dari biasanya. Perbedaan itu bukan pada peserta apelnya atau pemimpin apelnya, namun perbedaan itu karena Bupati Karanganyar, Juliyatmono berulang tahun ke 53. Seluruh karyawan dan ASN di lingkungan Setda memberikan kejutan berupa kue ulang tahun dan nasi tumpeng berwarna kuning.

Tak ayal, begitu orang nomor satu di Karanganyar masuk ke tempat apel, semua peserta apel menyanyikan lagu selamat ulang tahun dari Zamrud. Bupati pun dipersilahkan mendekati kue dan tumpeng. Diatas kue ulang tahun terhadap angka 53, namun oleh Bupati angka lima dicabut dan ditaruh bagian belakang angke 3 sehingga menjadi 35. Sontak, para pegawai di lingkungan Setda Karanganyar tertawa sambil mengucapkan selamat ulang tahun. “Selamat ulang tahun bapak, semoga sehat selalu dan dapat membawa Karanganyar lebih maju lagi,” papar Pj Sekda Karanganyar, Sutarno.

Ucapan itu selanjutnya diikuti oleh asisten dan staf ahli di lingkungan setda. Bupati selanjutnya, semua PKL dari sekolah diminta maju ke depan untuk menghabiskan nasi tumpeng dan kuenya. Anak-anak sekolah pun berebut salaman dan berfoto. Selanjutnya, ASN di lingkungan secara bergantian meminta foto dan mengucapkan selamat ulang tahun.

Selang 30 menit, pimpinan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkimpinda) juga satu per satu mengucapkan hari ulang tahun kepada bupati Karanganyar yang hadir di ruang transit Setwan. Yakni Kejari, Suhartoyo, Dandim 0727, Letkol Inf Andi Amin Latama, Kapolres di wakili Kabag Ops, Kompol I Wayan Sudhita, Wakil Ketua Pengadilan Agama M, Danil. Bupati memberikan kue ulang tahun dan nasi tumpeng kepada pimpinan Forkominda. (hr/tgr)

Read More