Panitia Seleksi Calon Direksi PD BPR Bank Daerah Karanganyar Kabupaten Karanganyar membuka kesempatan kepada masyaralat luas untuk mengisi jabatan sebagai Direktur Kepatuhan serta Direktur Bisnis dengan ketentuan sebagai berikut :
Sambutan Camat Matesih pada kegiatan Siaran Keroncong Rutin HAMKRI di Kec. Matesih
Karanganyar – 26 September 2019
Drs. Tarsa Kepala Disdikbud yang dalam hal ini mewaili Bupati Karanganyar sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini, secara rutin bergiliran di tiap Kecamatan HAMKRI akan gelar siaran rutin an menggandeng Radio Swiba seperti malam ini, Kamis(26/09).
Kegiatan ini juga bertujuan melestarikan budaya music keroncong kepada masyarakat, dengan harapan melalui HAMKRI ini agar music keroncong bisa lebih digemari masyarakat lagi. Kegiatan ini berlangsung di rumah Kepala Desa Pulerejo.
“ Musik keroncong kan juga salah satu budaya yang harus dilestarikan. Senang sekali jika melihat anak muda yang menggemari musik keroncong, ini sangat langka dijaman seperti sekarang. ”, jelas Tarsa dalam pidato sambutannya.
Tidak banyak anak muda yang menggemari keroncong. Kegiatan sepeti ini akan rutin digelar di tiap Kecamatan yang lain juga, untuk jadwal terdekat di bulan Oktober nanti di Desa Kaliwuluh Kebakkramat, jelas Sawaldi salah satu Kasi di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karanganyar.(Ard/Tgr)
Pencegahan konflik sosial berbasis masyarakat dilakukan
melalui pendekatan kearifan lokal dan program keserasian sosial.
Kementerian Sosial (Kemensos) RI mengalokasikan dana untuk
program pencegahan konflik berbasis masyarakat. Caranya melalui pendekatan kearifan
lokal dan program keserasian sosial. Kemensos menyiapkan dana untuk membentuk
forum keserasian sosial di seluruh Indonesia. Target Kemensos 250 forum
keserasian sosial di seluruh Indonesia. Provinsi Jawa Tengah sudah memiliki 15
forum keserasian sosial di sejumlah desa/kelurahan di sepuluh kabupaten/kota.
Setiap forum mendapat dana stimulan Rp150 juta untuk
pembangunan fisik Rp100 juta dan sisanya penguatan kualitas sumber daya manusia
melalui dialog tematik sebanyak dua kegiatan. Selain program keserasian sosial,
Kemensos masih memiliki strategi pencegahan konflik sosial melalui pendekatan
kearifan lokal. Sasaran program adalah paguyuban atau kelompok seni. Kemensos
mengalokasikan Rp50 juta per paguyuban. Kemensos sudah menyalurkan
masing-masing Rp50 juta untuk 20 paguyuban di 14 kabupaten/kota di Provinsi
Jawa Tengah pada 2019.
Salah satunya untuk Sekar Karanganyar pada kegiatan gelar
budaya Grebeg Lawu di Terminal Tawangmangu pada Selasa-Sabtu (24-28/9). Kepala
Sub Direktur (Kasubdit) Pencegahan Direktorat Perlindungan Sosial Korban
Bencana Sosial (PSKBS) Kemensos RI, Helmi Datuk R. Mulya, mengecek realisasi
bantuan. Helmi mengapresiasi konsep acara yang dibuat Sekar Karanganyar.
“Seni budaya menjadi perekat. Ini upaya bersama
masyarakat membangkitkan kearifan lokal untuk membangun komitmen membentuk
toleransi di masyarakat. Ini strategi pemerintah menyikapi persoalan yang dapat
memicu konflik sosial di era globalisasi,” tutur Helmi saat berbincang
dengan wartawan di sela-sela acara.
Persoalan yang dimaksud bukan hanya hal besar, tetapi
termasuk hal kecil di lingkungan sekitar. Dia mencontohkan kenakalan remaja,
penyimpangan penggunaan narkoba, pembagian air, dan lain-lain. Dia berharap
gelar budaya yang diselenggarakan Sekar Karanganyar dapat meningkatkan situasi
guyup dan rukun di Kecamatan Tawangmangu dan sekitarnya.
Pentas
Kethoprak dengan tajuk Bener Ora Tentu Mesti Pener
“Kesenian itu bisa diterima siapa saja. Kemensos
berkepentingan. Bencana sosial terjadi karena konflik sosial. Ini upaya
membangun komitmen kearifan lokal. Sarana supaya masyarakat tidak
tersekat-sekat. Pesan melalui kesenian akan lebih mudah diserap,” ujar
dia.
Sementara itu, Ketua Umum Sekar Karanganyar, Joko Dwi
Suranto, menceritakan Sekar menyuguhkan ketoprak yang mengangkat kehidupan
sosial pada momen gelar budaya kearifan lokal. Dia berharap pertunjukan dapat
mengena di hati masyarakat dan pesan tersampaikan.(Ard/Tgr)
Bupati Karanganyar memberikan arahan kepada peserta apel penyerahan Surat Keputusan Kenaikan Pangkat di Halaman Kantor BKPSDM Karanganyar, Kamis (26/9).
KARANGANYAR – Sejumlah 616 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Karanganyar menerima Surat
Keputusan (SK) kenaikan pangkat per 1 Oktober 2019 di Halaman Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM
(BKPSDM) Karanganyar, Kamis (26/9).
Bupati Karangnyar secara simbolis menyerahkan langsung surat
keputusan kenaikan pangkat kepada perwakilan ASN.
Dalam arahannya, Bupati Karanganyar menekankan agar ASN
bekerja dengan baik dan melakukan pengabdian yang baik untuk Bangsa dan Negara.
“Terima kasih kepada semuanya, syukuri dan selamat melakukan pengabdian untuk Bangsa dan Negara , semoga dapat bekerja dengan baik,” tuturnya.
Beberapa anggota LGN-OTA Kabupaten Demak yang melakukan Kunker di Karanganyar, Rabu (25/9/2019).
Karanganyar-
LGN-OTA Kabupaten Demak melakukan kunjungan kerja (kunker) yang berlangsung di Ruang Podang 1 Kantor Bupati Karanganyar, Rabu (25/9/2019).
Acara dihadiri Bupati Karanganyar yang diwakili Asisten Pemerintahan, Bachtiyar Syarif serta Ketua LGN-OTA Siti Khomsiyah Juliyatmono.
Bachtiyar Syarif mengatakan bahwa keterlibatan LGN-OTA ini mutlak diperlukan dalam proses memajukan pendidikan utamanya di Kabupaten Karanganyar.
“ Salah satu dari lima misi Bupati Karanganyar memberikan pendidikan gratis untuk level jenjang SD, SMP, SMA\SMK, hal tersebut sudah ditentukan lima tahun sebelumnya dan tinggal meneruskan, tentu saja bahwa arah pendidikan gratis itu bukan semata-mata kewajiban dari pemerintah maka mau tidak mau keterlibatan LGN-OTA ini mutlak diperlukan dalam proses memajukan pendidikan utamanya di Kabupaten Karanganyar, “ tututnya
Di kabupaten karanganyar sendiri terdapat berbagai objek wisata yang wajib di kunjungi, terdapat juga pura tertua yang berada di Kecamatan Karangpandan.
“ Karanganyar merupakan kabupaten unik yang mempunyai beberapa objek wisata ada puncak lawu, grojogan sewu, kebun teh yang indahnya melebihi puncak bogor, terdapat juga wisata budaya ada candi cetho, candi sukuh dan candi paling tua di Indonesia yang bernama pura macekan, setiap tahun pemerintah se-Kabupaten Bali pasti ziarah ke Pura macekan tersebut karena pura tersebut merupakan pura paling tua sehingga derajatnya lebih tinggi karena itulah pemerintah se-Kabupaten yang ada di Bali pastilah berkunjung ke Pura Macekan, Candi Cetho atau Candi Sukuh, dapat juga berziarah ke makam Ibu Tien dan Pak Soeharto serta makam mangkunegaran dan Karanganyar sendiri merupakan tempat lahir tokoh-tokoh nasional, “ tambahnya.
Sementara itu Ketua Sekertariat LGN-OTA Kabupaten Demak, Siti Juarin NM menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan kerja yang pertama yakni membalas atas kehadiran LGN-OTA Kabupaten Karanganyar yang beberapa waktu lalu melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Demak, dan yang kedua meneruskan best practice/ Kaji Banding antara LGN-OTA Kabupaten Demak dengan LGN-OTA Kabupaten Karanganyar yang beberapa waktu yang lalu sempat dibahas.
“Kabupaten Karanganyar lebih maju dibanding Kabupaten Demak dalam hal perkembangan LGN-OTA yang semakin tahun semakin membaik hingga berhasil mengumpulkan dan mengirimkan 1,6 Milyar untuk beasiswa pendidikan, Kabupaten Demak juga ingin belajar bagaimana cara mengembangkan FKK-OTA dan LGN-OTA serta masyarakat kurang mampu“ Ucapnya.
Ketua LGN-OTA Kabupatan Karanganyar, Siti Khomsiyah menyampaikan bahwa LGN-OTA Kabupaten Karanganyar membawahi 17 FKK-OTA, yang mana dalam satu Kabupaten karanganyar terdapat 17 Kecamatan.
“ Kabupaten Karanganyar terdiri atas 17 Kecamatan dan terkenal dengan sebutan Intanpari yang terdiri dari tekstil, umkm, kimia, pertanian buah-buahan, rempah-rempah, pariwisata dan sapatirta, “ Ucapnya.
Pada akhir sambutannya beliau mengajak semua pihak supaya memiliki anak asuh yang mana selama ini masih didominasi guru yang menjadi orang tua asuh siswanya, karena cara memajukan Kabupaten Karanganyar sendiri salah satunya melalui masyarakatnya terlebih bagi mereka yang kurang mampu.
“ Orang tua asuh bisa siapa saja tidak hanya guru, kitapun bisa niatkan sebagai amal jariyah, “ Tambahnya.
Mahasiswa Fakultas Teknis Mesin UMS tengah beraudiensi dengan Bupati Karanganyar
KARANGANYAR – 26 September 2019
Wow keren. Lima mahasiswa Fakultas Teknik Mesin Universitas
Muhammadiyah Surakarta (UMS) ingin meviralkan singkong di daerah Jatisobo, Kecamatan
Jatipuro Karanganyar. Viral dalam arti memperdayakan tanaman singkong untuk
lebih mempunyai nilai jual lebih. Sekaligus memberi ruang khusus untuk membuat
singkong diburu banyak orang. Keinginan itu dilatarbelakangi mahasiwa tersebut
mendapatkan dana hibah dari Kemenristekdikti untuk memperdayakan masyarakat.
Informasi
yang dihimpun, lima orang mahasiswa tersebut telah mendatangi lokasi di
Jatisobo, Jatipuro, Karanganyar. Mereka melakukan survei dan menggali potensi unggulan
masyarakat. Kemudian, yang menjadi produk unggulan desa tersebut adalah
singkong. Pihaknya bersama masyarakat telah melakukan kerjasama memperdayakaan
olahaan singkong menjadi makanan yang istimewa. Namun yang menjadi kendala
adalah pasar atau tempat memasarkan produk singkong tersebut. Kendala itu
terungkap setelah mahasiwa tersebut beraudiensi dengan Bupati Karanganyar di
ruang Garuda Kantor Setda Karanganyar.
Intinya mahasiswa meminta Pemkab Karanganyar membantu untuk memasarkan produk
olahan singkong yang hebat dari Jatisobo.
“Intinya
kami mengucapkan terima kasih kepada para mahasiswa yang peduli dan ingin
memperdayakan masyarakat Desa Jatisobo, Jatipuro Karanganyar. Kami siap
membantu memasarkan produk olahan singkong. Sebab saat ini dengan media
digital, pemasaran akan menjadi mudah,” papar Bupati Karanganyar, Juliyatmono.
Namun
demikian, orang nomor satu di Karanganyar mahasiswa diminta untuk bekerjasama
dengan pertanian. Kemudian dari perdagangan adalah Dinas Perindustrian, Perdagangan,
Tenaga Kerja dan Koperasi siap membantu. Yang terpenting singkong dapat diolah
puluhan jenis makanan dan menguntukan dari sisi ekonomi. “Bisa juga dibuat
semacam pasar Jadoel seperti yang ada di Matasih. Kita buat pasar khusus olahan
singkong di daerah Jatisobo,” tambahnya. (hr/adt)
Pengambilan Ucapan Sumpah/Janji Pimpinan DPRD Kabupaten Karanganyar
KARANGANYAR – Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Karanganyar masa sidang 1 dengan agenda pengucapan sumpah/janji Pimpinan DPRD Kabupaten Karanganyar masa jabatan tahun 2019-2024 digelar di Ruang Paripurna Kantor DPRD Kabupaten Karanganyar, Rabu (25/9). Berdasarkan hasil pemilu 2019, telah ditetapkan 45 orang yang menjadi anggota DPRD Kabupaten Karanganyar dan telah mengucpkan sumpah janji pada 28 Agustus 2019 lalu.
Pada rapat paripurna ini telah diresmikan dan diambil sumpah/janji pimpinan baru anggota DPRD Kabupaten Karanganyar yang diketuai oleh Bagus Selo, kemudian wakil ketua 1 H. Anung Marwoko, S.T., M.H, wakil ketua 2 H. Rohadi Widodo, S.P, serta wakil ketua 3 Tony Hatmoko, S.E., M.M. Keputusan ini ditetapkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Semarang.
Selain itu, pengucapan sumpah janji dipimpin oleh Wakil Ketua Pengadilan Negeri Karanganyar, Ni Wayan Wirawati. Sumpah yang diucapkan mengandung tanggung jawab terhadap bangsa dan negara Republik Indonesia, tanggung jawab memelihara dan menyelamatkan UUD 1945 dan Pancasila.
Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar, Bagus Selo dalam sambutannya menyampaikan bahwa akan bersinergi dengan pemerintah kabupaten untuk membawa Karanganyar lebih baik lagi, serta akan menjadi wakil rakyat yang akan meneruskan aspirasi rakyat kepada pemerintah atas apa yang diinginkan dari warga masyarakat demi memajukan Kabupaten Karanganyar. Beliau menambahkan akan segera mengadakan rapat paripurna lagi untuk menata AKD, dalam waktu dekat yang akan dibahas antara lain tata tertib DPRD, kode etik, juga tentang perda pasar tradisonal. “Rapat paripurna untuk penataan AKD akan dilaksanakan hari kamis, 26 September 2019” jelasnya.
Turut hadir Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar serta Forkompinda dan Kepala OPD Kabupaten Karanganyar, dalam sambutan Bupati Karanganyar, beliau menyampaikan selamat atas terpilihnya pimpinan DPRD Kabupaten Karanganyar, dan diharapkan dapat mengabdi untuk Karanganyar dalam mengkoordinasikan aspirasi rakyat kepada pemerintahan. “Burung gelatik terbang ke Gunung Lawu, selamat pimpinan telah dilantik masyarakat menunggu kinerjamu” imbuhnya dengan pantun.
Diluar itu saat wawancara langsung dengan Bupati karanganyar, beliau mengatakan semua proses pengambian keputusan harus melalui denokrasi, ruang parlemen ini digunakan untuk penyampaian aspirasi rakyat yang tentunya para pimpinan baru DPRD Kabupaten Karanganyar ini bisa bersinergi dengan pemerintahan untuk menyelesaikan sebuah permasalahan. “Sebuah hal yang akan diputuskan itu akan lebih bagus jika dikomunikasikan lebih dulu, hal ini akan menumbuhkan nilai-nilai demokrasi yang akan menciptakan keputusan yang terbaik dari suatu permasalahan” jelasnya kepada para wartawan.
Penyerahan vandel kepada ketua komunitas reog tawangmangu oleh panitia seniman karanganyar di acara Grebeg Lawu, Tawangmangu, Selasa(24/9).
Karanganyar – Jelang peringatan HUT Kab Karanganyar yang Ke-102, Pemkab Karanganyar bersama Seniman Karanganyar gelar agenda rutin Grebeg Lawu di Terminal Tawangmangu, Selasa (24/9).
Dalam laporannya, Joko Suranto selaku ketua panitia Seniman Karanganyar menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah yang telah mendanai acara grebeg lawu.
Tarian Soreng dari magelang yang sudah pernah tampil di Istana Negara dipilih menjadi tarian pembuka acara grebeg lawu.
“Acara ini akan dilaksanakan mulai dari tanggal 24 September sampai dengan tanggal 28 September nanti, 5 hari 5 malam tanpa putus,” katanya.
Beliau juga menyampaikan bahwa Peserta terbagi dalam 5 provinsi dan 12 Kab Kota.
Provinsi tersebut adalah Bali , Papua , Jawa timur , Jawa tengah dan Jogjakarta.
“12 Kabupaten akan di tampilkan pada malam hari dan 17 korwil akan ditampilkan di siang hari selama 5 hari tanpa putus,” imbuhnya.
Beliau juga berharap semoga di tahun berikutnya dapat mengundang antar pulau untuk memeriahkan acara grebeg lawu ini.
Dalam sambutannya, Tarsa selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mewakili Bupati Karanganyar menyampaikan Grebeg lawu merupakan kegiatan rutin dalam rangka menyongsong HUT Ke-102 Kabupaten Karanganyar.
“Kami ucapkan kepada sekar, baik Kabupaten / Kecamatan selamat berkreativitas dan Alhamdulillah grebeg lawu tahun ini lebih meriah dari tahun kemaren. Tahun kemarin mengutamakan seniman lokal Kab. Karanganyar dan tahun ini sudah menjadi 5 Provinsi yang ikut memeriahkan,” katanya.
Beliau juga menyampaikan bahwa melalui seni, budaya pertahankan persatuan dan kesatua direkatkan ekonomi kreatif berkembang.
“Budaya sebagai perekat persatuan dan kesatuan. Dengan budaya persatuan dan kesatuan menjadi semakin terjalin dan kekompakan kerukunan menjadi semakin kokoh, sehingga antar seniman dan warga dapat menjalin rasa cinta dan persaudaraan yang kuat dalam rangka memupuk rasa nasionalisme dan solidaritas. Dan budaya harus dipertahankan,” imbuhnya.
Salah satu peserta lomba masak ikan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kabupaten Karanganyar
Karanganyar
Dalam rangka
meningkatkan konsumsi makan ikan, Dinas Perikanan dan Peternakan (DISNAKAN)
Kabupaten Karanganyar menggelar kegiatan lomba masak ikan tingkat Kabupaten
Karanganyar di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Selasa (24/09).
Kegiatan tersebut
dimaksudkan untuk meningkatkan keterampilan masak ikan ibu-ibu. Sehingga dibuat
trobosan baru dengan berbagai variasi menu masakan berbahan baku ikan nila.
Lomba ini
diikuti wakil dari tiap-tiap kecamatan
di Kabupaten Karanganyar. Adapaun kategori
menu dalam lomba ini adalah menu rumah tangga dalam keluarga ikan nila segar.
Untuk durasi lomba kurang lebih 60 menit. Penilaian lomba berdasarkan kreatifitas
dan inovasi, cita rasa, penampilan, mutu dan nilai gizi.
Tim juri
dalam lomba ini dari Dinas Kesehatan dan Dinas Perikanan Kabupaten Karanganyar.
Total hadiah juara yang diberikan 6 juta dalam wujud barang.
Dalam
kesempatan tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Karanganyar, Siti Khomsa
Juliyatmono mengajak masyarakat , terutama ibu-ibu supaya dapat mengolah
makanan berbahan ikan yang menarik sebagai salah satu upaya meningkatkan konsumsi
ikan khususnya di Karanganyar yang masih rendah yakni berkisar 18 persen.
“Dalam menghidangkan harus lebih menarik
dirumah masing-masing, misalnya variasi nugget dari ikan,”ujarnya.
Sementara
itu Plt. Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Karanganyar, Siti
Maesaroh selaku mewakili Bupati berharap dengan diadakannya lomba masak ikan
ini dapat meningkatkan konsumsi ikan di Kabupaten Karanganyar
“Tujuan lomba
ini mewujudkan kreatifitas dalam pengolahan menu ikan serta dalam rangka meningkatkan konsumsi ikan
di Kabupaten Karanganyar yang masih rendah,” tuturnya.
Wakil Bupati Karanganyar menjadi Inspektur Upacara dalam peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional 2019
KARANGANYAR – Upacara Peringatan
Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional tahun 2019 digelar di halaman kantor ATR/BPN
Kantah Kabupaten Karnganyar (24/9).
Pada kesempatan yang sama juga
diberikan penghargaan Satya Lencana kepada pegawai yang berperan aktif dan memiliki
prestasi saat menjalankan pekerjaan. Reforma agraria, percepatan tata ruang,
pengadaan tanah, pengendalian ruang dan penanganan sengketa pertanahan
mengalami kemajuan yang cukup menggembirakan.
Pihak Kementrian Agraria juga
menggagas Program transformasi digital, dimana layanan pertanahan dapat diakses
oleh masyarakat secara elektronik dari mana saja dan kapan saja sehingga
menjadi efektif, efisien dan transparan. Saat ini 4 layanan elektronik meliputi;
Hak Tanggungan, Layanan Informasi, Zona Nilai Tanah, Surat Keterangan
Pendaftaran Tanah dan Informasi Bidang
Tanah sudah mulai bisa diakses.
Pengembangan terus dilakukan Pihak
Kementrian Agraria untuk meningkatkan performa pelayanan, yaitu dengan
mengembangkan layanan online bidang tata ruang dengan nama GISTARU (Geographic
Information System Tata Ruang).
Hadir dalam upacara ini Wakil
Bupati Karanganyar, Rober Christanto serta jajaran dan Bapak Rober sekaligus sebagai
Inspektur Upacara. Dalam sambutan Menteri Agraria dan Tata Ruang yang dibacakan
oleh Wakil Bupati menyampaikan bahwa akan optimis sesuai visi Kementrian
Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional tahun 2025 menjadi institusi
pelayanan berstandar dunia akan terwujud dengan target seluruh bidang tanah
terdaftar dan digitalisasi seluruh arsip dan warkah selesai, sehingga
Kementrian Agararia dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasioanal akan menjadi
pelopor perubahan.